TAHUN DEPAN SYAHRIAL OESMAN JUGA BERGELAR HAJI


Ada satu hal yang menjadi kekalahan Syahrial Oesman dibandingkan dengan Alex Noerdin. Yakni jika Alex Noerdin sudah sejak lama menyandang gelar Haji sedangkan Syahrial belum, namun baru berencana untuk berangkat tahun ini. Jadi jika nanti Syahrial telah pulang dari tanah suci maka ia pun akan menambahkan gelar Haji didepan namanya menjadi Ir.H.Syahrial Oesman,MM.

haji2.jpg haji1.jpg

Bagi kalangan masyarakat awam, status Haji atau bukan tidaklah menjadi masalah karena status itu tidak bisa dijadikan ukuran baik tidaknya seseorang. Namun bagi para ulama, para tokoh agama termasuk para haji sendiri, gelar haji yang menempel seseorang sangat berarti dan akan memberikan pengaruh secara langsung pada sikap dan prilaku seseorang.

“Seorang haji jelas berbeda dengan yang belum haji. Seorang haji tentu harus lebih baik sifat, tabeat dan ketakwaannya ketimbang yang belum haji. Makanya haji dengan yang belum haji tidak bisa disamakan. Makanya Allah SWT saja memberikan keistimewaan bagi seorang haji, yaitu surga bagi Haji Mabrur”, ujar seorang ulama di Palembang mengomentari perbedaan Syahrial dengan Alex dalam masalah status hajinya.

“Jelas Alex harus lebih baik dari Syahrial. Ibadah Alex, cara bermasyarakat dan segala tindakan Alex pasti lebih terpuji ketimbang ia yang belum haji”, ujarnya lagi.

Untuk itu ulama tersebut sangat menyambut gembira jika Syahrial tahun ini akan berangkat haji. Setidaknya antara Alex dengan Syahrial nantinya tidak akan terlalu jauh berbeda.

Diskriminasi

Melaksanakan rukun islam yang kelima ini adalah salah satu kewajiban bagi orang Islam yang mampu. Baik mampu secara jasmani maupun mampu dalam masalah biayanya. Ibadah haji diwajibkan kepada setiap umat islam tanpa kecuali. Miskin kaya, tua muda, laki-laki perempuan, semua sama. Bahkan Haji adalah ibadah yang menempatkan derajat manusia sama dihadapan Allah.

Oleh karena itu setiap yang berhaji harus mengikuti aturan yang sama, memakai baju yang sama yaitu sehelai kain Ihram yang tidak dijahit, serta menyembah Tuhan yang sama. Tak peduli ia seorang pejabat, orang kaya ataupun rakyat jelata. Semua sama.

Namun apa yang dilakukan pihak pengelola asrama haji di Palembang berbeda, masih menerapkan sistem diskriminasi. Misalnya saja perlakuan yang telah disiapkan untuk Syahrial sebagai Gubernur yang akan menginap di Asrama Haji sebelum bertolak ke tanah suci. Kamar yang disediakan untuk Syahrial berbeda dengan kamar-kamar lainnya. Ia mendapat fasilitas lebih. Baju Gubernur nya masih belum sepenuhnya ia tinggalkan kendati ia berangkat ke tanah suci.

Nampaknya pihak pengelola asrama masih bersifat diskriminatif dan menganggap Syahrial masih sebagai seorang Gubernur, atasan mereka, bukan sebagai umat Islam yang akan berhaji.

Selain Syahrial, yang rencananya akan berangkat haji tahun ini juga adalah Eddy Yusuf Bupati OKU. Namun kendati mereka sama-sama berangkat ke Mekah, mereka tak akan jalan bersama karena Eddy Yusuf akan berangkat dengan rombongan Calhaj dari Jakarta yang menggunakan ONH Plus.

Dengan demikian pada Pilkada mendatang para calon Gubernur yang bakal tampil diharapkan semuanya sudah menyandang predikat haji yang diharapkan akan berpengaruh pada perbaikan tingkah laku dan kinerja mereka.

“Semoga kalau sudah Haji mereka akan ada rasa takut untuk korupsi”, ujar seorang warga Palembang. “Kalau belum haji, wah gawat terus”, ujarnya.

Ya semoga saja.

Iklan

One comment on “TAHUN DEPAN SYAHRIAL OESMAN JUGA BERGELAR HAJI

  1. kayaknya penulis ini sudah kebablasan. jangan berlebihan pak. orang beribadah saja dicurigai. hidup anda tidak hanya dipertanggungjawabkan di dunia tapi diakherat kelak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s