DPRD Sumsel Tak Ada Nyali Untuk Memangkas Anggaran Proyek Mark Up


Hansip

Di akhir tahun masa kepemimpinannya nampaknya Gubernur Syahrial Oesman berupaya untuk menggenjot anggaran APBD dengan proyek-proyek yang bombatis. Tak sedikit proyek-proyek “Sepele” justru malah dikucurkan jumlah dana yang sangat fantastis. Kesan yang ada adalah penghamburan uang negara untuk modal Pilkada.

Lihat saja salah satu proyek penunjang pelaksanaan Pilkada yang tidak terlalu mendesak untuk diadakan adalah pengadaan Pakaian Seragam Hansip /Linmas lengkap untuk 74.259 orang hansip yang akan disiagakan dalam pengamanan TPS-TPS di seluruh Sumsel. Dananya adalah Rp.55,5 Milyar lebih dengan rincian sebesar Rp.748 Ribu  untuk setiap orangnya. Luar biasa.

Tidak tahu persis, apa yang menjadi alasan Gubernur menganggarkan pos yang tidak begitu perlu ini dengan anggaran yang sangat bengkak tersebut. Padahal kalau sekedar pakaian seragam Hansip lengkap, harga dipasaran saat ini hanya sekitar Rp.200 ribuan saja. Mengapa ini bisa mencapai Rp748 Ribu? Lebih mahal dari seragam TNI sekalipun.

Pembengkakan harga pakaian seragam hansip dalam anggaran APBD 2008 ini diduga terkait upaya mengumpulkan modal bagi Pilkada nanti yang tentunya perlu banyak uang persiapan.

“Bagi petugas pengamanan TPS kan tidak perlu pakai seragam hansip lengkap dengan tek-tek bengeknya segala, untuk apa pentungan… kan walaupun rusuh toh hansip tak akan mampu mengamankannya juga…. kalau sekedar untuk mengamankan TPS agar warga mau tertib kan tidak perlu buang-buang biaya banyak… bisa saja mereka dikasih kaos oblong seragam… kan cukup….”, ujar Taswin DP seorang aktivis LSM di Palembang yang mengaku gerah dengan upaya Gubernur dalam mencari duit modal.

“Ini namanya Mark Up. Masyak harganya demikian tinggi, tak sesuai harga dipasaran. Ini pasti akal-akalan saja”, ujarnya lagi.

Anehnya, DPRD Sumsel yang semestinya menjadi lembaga kritis dalam menyikapi anggaran yang diajukan Gubernur malah manut dan tak punya nyali untuk menolak atau memangkasnya.

“Ya kalau DPRD itu kan diam karena mulut mereka sudah disumbat pake duit oleh Gubernur. Itu sudah rahasia umum”, ujar Taswin lagi.

Selain anggaran pakaian seragam Hansip yang membengkak, anggaran-anggaran lainpun nampaknya mengalami nasib yang sama. Harga-harga yang diajukan justru tidak sesuai dengan kewajaran. Dan pos-pos yang dikucurkan juga banyak yang sekedar akal-akalan saja, tak sedikit hal yang tidak begitu perlu malah dianggarkan. Sedangkan bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat nampaknya sangat minim….

“Banyaknya untuk bagi-bagi…. cari dukungan untuk Pilkada”, ujar Taswin lagi.

Seharusnya ada pihak yang berani melakukan kontrol atas upaya penyelewengan dana rakyat yang jumlahnya sangat besar tersebut. DPRD, LSM dan Media Pers yang ada di Sumsel nampaknya sudah sama-sama tak punya nyali untuk mengkritisinya. Apalagi tokoh masyarakat, ulama, pemuda dan mahasiswa. Mereka juga tak bisa apa-apa. Semua telah terbungkam dan tak sedikit yang tidur lelap karena kekenyangan.

Bagaimana dengan nasib rakyat kecil yang semakin miskin? Bagi mereka itu masa bodoh, yang penting aku heppy…..!

Iklan

3 comments on “DPRD Sumsel Tak Ada Nyali Untuk Memangkas Anggaran Proyek Mark Up

  1. Assalamualaikum Wr. Wb.

    Saya sebagai seorang warga SUMSEL sangat kecewa dan marah membaca berita ini. Gubernur yang kelihatannya orang baik dan berakhlaq ternyata masih main uang kotor juga. Coba perhatikan bagaimana keadaan rakyat SUMSEL khususnya yang berada di daerah pedesaan, mayoritas dari mereka termasuk dalam kategori MISKIN…..

    Haruslah ada orang yang berani mengungkapkan ini semua. Jangan biarkan pejabat semena-mena menggunakan uang rakyat untuk kepentingan pribadinya. Lemak nian dio make duit wong kecik. Kalau memang DPRD tidak bisa mengungkap, laporkan langsung kepada yang bisa…..KPK!!!!

    Gubernur apa itu yang kampanye pakai uang haram? Beras yang diberikan kepada rakyat jadi haram juga, belinya saja pakai uang haram…

    Jangan pilih pemimpin yang dzalim, bisa2 kita didzalimi kalau dia tidak senang dengan kita…

    Ayo laporkan ke KPK!!! Supaya diusut tuntas…

    Wassalam

  2. Supriadi
    bertobatlah menyebar berita yg tidak jelas kebenarannya
    ajal mu sdh tidak lama lagi
    bertobatlah…mohon maaf pada semua orang yg telah kau fitnah
    mohon ampunlah kepada tuhanmu atas segala salah dan khilaf..

    jika engkau tidak mau bertobat
    maka, aku bersaksi kepada Allah SWT yg nur ku didalam genggaman kebesaranNya…

    Ruh mu akan aku cabut dari ujung lidahmu..
    laksana ranting-ranting berduri yg dicabut dari dalam daging…

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s