Ibukota Indonesia Harus Pindah Dari Jakarta


jakarta

Enam puluh dua tahun sudah Indonesia Merdeka. Dalam kurun waktu yang cukup panjang tersebut telah banyak perubahan yang dirasakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Indonesia sudah jauh lebih maju dibanding pada saat Sukarno-Hatta pertama kalinya memproklamasikan negara ini.

Kemajuan yang sangat mencolok terjadi di Jakarta. Ibukota negara ini sudah jauh berbeda dibandingkan 62 tahun silam. Kini Jakarta sudah sangat padat, ramai dan juga semrawut. Jakarta selalu identik dengan kemacetan, kekerasan, dan gaya hidup. Jakarta sudah bukan lagi sebuah Ibukota negara yang ramah dan menarik bagi para tamu negara.

Hal lain yang membedakan Jakarta saat ini dengan masa lalu adalah status Jakarta sebagai Ibukota negara yang kini bergeser menjadi Jakarta sebagai Provinsi. Karena sebagai provinsi maka konsentrasi Gubernur dan jajarannya adalah bagaimana mengatur daerahnya sesuai otonomi yang dimiliki oleh provinsi. Padahal Jakarta adalah Ibukota yang seharusnya Gubernur Jakarta punya tanggung jawab dan berkonsentrasi penuh terhadap kondisi dan kelangsungan negara Indonesia. Gubernur Jakarta harus menjadikan Jakarta sebagai Ibukota negara. Gubernur harus memberikan keamanan dan kedamaian bagi Presiden, para Tamu Negara dan pintu gerbang dunia. Jakarta bukanlah milik warga DKI, melainkan Jakarta adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Tidak boleh ada istilah warga Jakarta dan warga pendatang. Tidak boleh ada aturan yang mengharuskan bahwa warga yang tinggal atau hidup di Jakarta mesti memiliki KTP Jakarta.

Saat ini ternyata sudah sangat jauh melenceng. Jakarta seolah-olah milik orang-orang yang tinggal di DKI. Seolah-olah keberadaan Istana Presiden, Gedung parlemen, kantor-kantor menteri, kantor kedutaan dan perwakilan asing dan yang lainnya seperti dianggap menumpang di provinsi DKI. Presiden sendiri sepertinya kurang punya power untuk mengatur Jakarta.

Lihat saja. Setiap terjadi tindakan kerusuhan, demo-demo dan perasaan tidak aman bagi warga asing selalu ditangani dengan lamban. Gubernur Jakarta seolah-olah tidak terlalu penting untuk mengamankan Ibukota negara. Gubernur baru akan bersikap tegas terhadap pihak-pihak yang merongrong pemerintah DKI.

Sudah saatnya kondisi seperti ini segera ditata kembali. Jadikan jakarta sebagai Ibukota negara senyatanya. Biarkan seluruh rakyat Indonesia dari wilayah manapun, untuk tahu dan merasa bangga serta memiliki Jakarta. Biarkan seluruh tamu asing bebas menikmati Jakarta. Jangan lagi Jakarta dibiarkan sibuk mengurusi warganya saja. Jadikan Jakarta sebagai Ibukota negara, bukan provinsi yang setara dengan provinsi-provinsi lainnya.

Jika saja tidak bisa menjadikan Jakarta sebagai Ibukota yang benar-benar Ibukota negara, milik seluruh rakyat Indonesia, maka sebaiknya Presiden RI segera berpikir untuk mencari tempat baru untuk dijadikan Ibukota negara. Semua lembaga negara, perwakilan negara asing dan urusan-urusan negara lainnya harus segera dipindah dari Jakarta. Ibukota negara harus berupa kota yang meupakan Ibunya semua kota di Indonesia. Ibukota negara harus terbuka dan bebas dikunjungi, dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.

Banyak daerah-daerah lain di Indonesia yang cocok dijadikan Ibukota negara yang baru untuk menggantikan Jakarta. Bisa di Pulau Jawa. Bisa juga diluar jawa.

Karena Indonesia ini adalah negara yang besar, janganlah lagi para Pemimpin negara hanya memiliki pola pikir Jawa Centris. Semua harus berpusat di Pulau Jawa. Apalagi di jaman modern ini, jarak suatu tempat bukanlah masalah lagi. Alat transportasi modern sudah banyak tersedia. Bila perlu, pindahkan Ibukota negara ke wilayah Indonesia bagian tengah atau bagian timur, agar pembangunan lebih merata dan kemajuan Indonesia bisa seimbang disetiap pelosok negeri. Janganlah lagi hanya sekedar bangga dengan Jakarta yang sudah sangat sulit untuk ditata lagi. Terlalu semrawut.

Jika saja Ibukota dipindah ketempat yang baru, penataan akan mudah dilakukan. Tak perlu ada areal pemukiman penduduk di Ibukota negara. Cukup gedung gedung negara, perwakilan asing, kantor-kantor internasional, perusahaan-perusahaan, hotel-hotel, pusat perbelanjaan, pusat-pusat hiburan dan sejenisnya. Jangan lagi ada rumah-rumah penduduk, rumah kumuh pasar-pasar kotor dan sejenisnya. Semua penduduk biarkan punya rumah di luar Ibukota negara. Setiap warga yang hilir mudik di Ibukota memiliki tempat tinggal dan KTP luar Ibukota. Ibukota tak boleh mengurusi warga, tak adalagi KTP Ibukota. Siapapun bebas datang dan pergi di Jakarta.

Inilah jalan yang termudah untuk menjadikan Indonesia Indah dan berkesan dimata dunia.

Iklan

4 comments on “Ibukota Indonesia Harus Pindah Dari Jakarta

  1. ide yang menarik. tetapi itu hanya akan memindahkan keramaian saja, bukan inti pengelolaan negara.

    bagaimana jika Anda mengulas kemungkinan bentuk federasi, misalnya seluruh pengelolaan wilayah sumatera, dikelola oleh seorang Gubernur Federasi Sumatera, yang membawahi 10 Gubernur di Provinsi Sumatera, misalnya soal-soal ekonomi dan sosial kemayarakatan ?

  2. Dengan tingkat kemacetan seperti sekarang ini, diperkirakan tidak sampai 5 tahun, Jakarta akan mengalami “dead lock’ karena panjang jalan sama dengan jumlah kendaraan. Oleh sebab itu pindah ke daerah lain harus menjadi agenda pilpres atau pilgub (seharusnya) jika tidak Jakarta akan menjadi tumpukan sampah, orang stress, orang gila. dll.

    Salam

  3. Saya sangat setuju dengan pendapat Pak Supriadi, kalau kita belajar pada negara maju lainnya, yang namanya Ibu Kota atau pusat Pemerintahan tidak pernah jadi satu dengan pusat bisnis. Jadi ngaturnya lebih mudah. Kalau saran saya, Ibu Kota Negara sebaiknya letaknya berada di tengah-tengah kepulauan Indonesia seperti Kalimantan atau Sulawesi, sehingga jarak tempuh dari Ibu Kota ke masing-masing daerah akan sama dan simbang. Jangan sampai terjadi seperti sekarang ini dimana beberapa wilayah yang di Indonesia terutama bagian Timur sangat sulit untuk dijangkau apalagi dikontrol karena faktor letak geografis yang sangat jauh dari Ibu Kota.

  4. menurut saya lebih baik sumsel karna, sumsel adalah kota yg pas untuk ibu kota…..:)
    .
    .
    terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s