LAYAKKAH SYAHRIAL OESMAN MENDAPAT PENGHARGAAN MAHAPUTERA UTAMA DARI PRESIDEN?


syhrial

Judul diatas bukanlah cerminan sikap skeptis ataupun rasa kecemburuan dari penulis, melainkan sekedar menguji kembali seberapa objektifkah Sang Presiden saat memberikan sebuah penghargaan kepada salah warga negara terbaiknya.

Seperti halnya penghargaan-penghargaan lain di Indonesia, pemberian penghargaan Bintang Maha putera Utama sekalipun selalu tidak luput dari rasa keraguan, apakah sudah tepat penghargaan itu diberikan? Mungkinkah ada sesuatu dibalik itu?

Kita lihat saja penghargaan lain yang sangat prestise, terutama bagi daerah, Adhipura! Ternyata pamornya tak segagah dulu. Hal ini karena munculnya adipura selalu saja dibarengi dengan rasa curiga dan keraguan yang tinggi. Daerah yang pintar melobi dan mempunyai modal banyak, pasti akan mendapat penghargaan itu.

Penghargaan-penghargaan lainpun motifnya hampir serupa. Para Bupati/Walikota atau Gubernur paling menyukai mengkoleksi bermacam-macam penghargaan sekedar untuk meyakinkan rakyatnya bahwa ia memang berhasil memimpin. Inilah bukti keberhasilan. Buntutnya, ia minta balasan dari rakyat agar dipilih kembali periode berikutnya. Dengan kata lain, penghargaan apapun namanya, hanya sekedar dijadikan alat untuk mendongkrak popularitas dan simpati rakyat. Bukan murni karena hasil sukses sebuah pengabdian.

Nah, bagaimana dengan penghargaan Mahaputere Utama? Mungkinkah nasibnya juga demikian? Sama dan sebangun dengan penghargaan-penghargaan lainnya?

Presiden memang objektif. Ia hanya mengenal orang berprestasi, hebat dan mendukung kinerjanya. Tetapi pemberian penghargaan oleh presiden hanyalah titik puncak dari beberapa langkah penilaian-penilaian yang dilakukan oleh staf-stafnya. Bukan presiden sendiri yang menilai. Jadi, peluangketidakobjektifan disini pasti ada dan cukup besar.

Walau akhirnya keputusan itu ada pada presiden, tetapi pertimbangan dari staf dan orang dekat itu pasti ada dan tidak bisa dipungkiri.

Beberapa Kepala Daerah tahun ini ikut bersama rombongan 16 orang yang mendapat anugerah penghargaan tertinggi dari presiden. Salah satunya adalah Syahrial Oesman, Gubernur Sumsel.

Ditilik dari tokoh-tokoh kepala daerah yang mendapat penghargaan bisa ditarik sebuah garis lurus tentang pesan apa yang dititip Presiden kepada mereka. Sebagai seorang politikus, presiden pasti menitipi pesan politik dibalik penghargaan tersebut.

Penghargaan Mahaputere Utama tahun 2007 ini merupakan pengakuan presiden SBY terhadap hasil kerja orang-orang yang ia restui. Artinya, selama lima tahun ini setiap langkah Syahrial Oesman pun selalu mendapat restu presiden. Dan, penghargaan itupun mengisyaratkan lampu hijau bagi Syahrial Oesman jika berminat untuk tampil kembali. Dengan kata lain, jika Syahrial mau minta dukungan untuk ikut Pilkada Gubernur kembali, pasti presiden SBY langsung setuju.

Nah, lantas, apa memang layakkah Syahrial Oesman mendapat penghargaan yang maha tinggi itu? Jawabnya: TIDAK ! Alasan apakah yang bisa dijadikan pembenaran agar Syahrial bisa dianggap layak untuk menerima penghargaan tersebut?

Jika saja Syahrial bisa membangun Sumsel, bisa membuat Sumsel bersatu, nyaman, damai dan ekonomi meningkat, itu bukanlah sebuah prestasi. Sebagai Gubernur, itu artinya Syahrial baru bisa melaksanakan tugas seorang Gubernur saja. Toh, tugas gubernur memang itu dan banyak lagi yang masih belum terwujud.

Gubernur Sumsel, sibuk membangun Sumsel, bekerja banting tulang untuk rakyat Sumsel, itu memang kewajibannya. Tidak perlu dikatakan hebat atau luar biasa. Tapi jika seorang Gubernur Sumsel, setelah berhasil membangun sumsel, mensejahterakan rakyat sumsel, juga bisa berbuat untuk propinsi lain, untuk negara ini, untuk bangsa ini dan seluruh bangsa merasakan manfaatnya, maka penghargaan dari presiden seperti adalah wajar dan layak.

Jika hanya berbuat untuk sumsel, itu memang baru melaksanakan tugas gubernur. Dan seorang gubernur adalah amanah, tak perlu diberi penghargaan segala. Jikapun ada, penghargaan itu cukup sekaliber wilayah sumsel saja.

Iklan

34 comments on “LAYAKKAH SYAHRIAL OESMAN MENDAPAT PENGHARGAAN MAHAPUTERA UTAMA DARI PRESIDEN?

  1. Saya kira Gubernur Sum sel sekarang (Syahrial Oesman) Sudah layak untuk mendapatkan penghargaan dari presiden, presiden tentulah sudah objektif terhadap penilaianya.
    saya mau tanya pada penulis, apakah anda tim sukses Cagub tertentu? tulisan anda dengan jelas mendeskriditkan gubernur sumsel sekarang.
    Apakah anda meragukan penilaian presiden terhadap Syahrial Oesman?
    Saya pernah lihat gambar gubernur (sepertinya dilempari apa, sehingga rusak) di daerah sungai lilin kab.Muba.
    Pernakah Syahrial mencari-cari kesalahan orang lain, menjelek-jelekkan orang di media, di internet, surat kabar? saya belum melihatnya.
    saya kira, Syahrial layak memimpin Sum-Sel 6 tahun ke depan, karena dia bukan pimpinan yang pamer, angkuh dan seorang yang low profile. Saya Tau Sum-Sel, tau Muba.
    Saya seorang karyawan swasta.

  2. Ya saya setuju dengan Pak Salman. Terlihat sekali kalo penulis tidak netral dan mencoba mempengaruhi kita dengan pola pikir jeleknya. Apa yg Anda bilang itu salah.
    SBY menilai pasti dengan melalui berbagai pertimbangan. Mengapa Syahrial Oesman layak diberi Bintang Maha Putera Utama? Karena dia selalu beberapa langkah lebih maju dan apa yg dipikirkannya membawa efek bagi banyak orang. Pak Syahrial yg membuka akses selebar2nya bagi pengusaha untuk berinvestasi, kemana pun dia pergi pasti menghasilkan penandatangan kerjasama, dan setiap kali SBY menandatangani kerjasama Indonesia dengan negara lain, Syahrial Oesman juga selalu ada disitu karena dia yg membuka akses untuk kerjasama tersebut dan mendukung kerjasama tersebut. Apakah hal tersebut tidak pantas diapresiasi oleh SBY?
    Dan saya setuju seperti Pak Salman bilang, SO sangan rendah hati karena tidak pernah menjelek2an orang lain, tidak mencari2 kesalahan orang lain tapi mengarahkan orang untuk berpikir mandiri dan maju demi peningkatan kualitas orang itu sendiri…
    God knows…

  3. Saya mahasiswa asal palembang yang skrg sedang kuliah di bandung.. Saya setuju dengan pak salman dan Nino… penulis di web ini kayanya banyak yang mendiskreditkan calon2 tertentu.. disini pak Syahrial yang dijelek-jelekin, di artikel yang lain Eddy santana yang dijelek-jelekkin, padahal udah jelas2 dua orang itu sudah terbukti berhasil membangun Sumsel dan Palembang…
    Kayanya orang2 yang nulis artikel disini tim sukses dari orang2 tertentu…

  4. Penulis ini kayaknya orang yang pernah mengharapkan sesuatu dari bapak syahrial oesman tapi tidak terkabulkan. Pernah minta proyek apa bos.. wajar gak dikasih, karena anda bukan seorang kontraktor tapi anda orang yang mengaku seorang wartawan. tapi kayaknya bukan deh.. gaya penulisan anda sangat buruk sekali. Wartawan bodrek ya.. kacian de lo..

  5. Penulis selalu menjelek-jelekkan Pak Eddy Santana dan Pak Syahrial Oesman padahal mereka sudah terbukti membangun dan mengubah Sumsel tetapi Pak Eddy dan Pak Syahrial justru makin banyak mendapatkan penghargaan dari mana-mana…

    Prestasi sudah terbukti, pembangunan nyata dan semua orang bisa menilai sendiri.

  6. bla…….bla……..bla………
    …………………………………….
    ……………………………..

  7. jika prestasinya dianggap baik, sudah sepatutnya sebagai kepala Daerah / Gubernur mendapatkan penghargaan tersebut, lagi pula kenapa kita harus mempersoalkannya ?….
    Sebagai warga sumsel “AKU BANGGA”…
    Pengahargaan tersebut adalah tidak terlepas dari Wujud Peranserta Masyarakat sumsel dalam pembangunan.
    Semoga Sumsel kedepan akan lebih baik .

  8. angkat lagi nih tulisan biar tambah ngetop yang punya blog.

    cape juga nanggepin yang kayak ginian! secara semua artikel di blog ini dipertanyakan kenetralannya.

    *tidurlagiahh..*

  9. ITUKAN PRASANGKA BURUK ANDA……………….
    KITA SEBAGAI WARGA SUMSEL SEPATUTNYALAH MENDUKUNG DAN MENYAMBUT BAIK………………
    JANGAN APRIORI………….
    SILAKAN ANDA BERBUAT UNTUK SUMSEL YANG TERBAIK……………
    JANGAN HANYA BISA NGERITIK……………….
    BOLEH NGRITIK ASAL KONSTRUKTIP………….
    JANGAN BERDASARKAN BURUK SANGKA …………….
    BURUK SANGKA ADALAH DOSA……………………

  10. KALU MENURUT SAYA MASALAH LAYAK TIDAKNYA PAK GUB. MENERIMA PENGHARGAAN ITU SANGAT TERGANTUNG DR PENILAIAN ORANG PUSAT, KITA TIDAK TAU ELEMEN ELEMEN APA SAJA YG MENJADI PENILAIAN ITU, TAPI YANG JELAS KALU MELIHAT SECARA PHISIK PEMBANGUNAN KOTA PALEMBANG, SUDAH ADA PERUBAHAN DARI YANG DULU, JOROK KUSEM KACAU DLL. SEKARANG SUDAH CUKUP, TAPI HARUS LEBIH DITINGKATKAN LAGI ;LHO !! BILA PERLU HIDUPKAN SEMUA ANAK ANAK SUNGAI DIKOTA PALEMBANG BIAR TAMBAH CANTIK KOTA KITA DAN KINCLONG GITU LHO..

  11. SANGAT LAYAK DAN PATUT………………………….
    TERBUKTI KINERJANYA…………….BAGUS…………….
    GOOD LUCKS …………….

  12. saya juga heran dengan penulis, sebagai warga yang baik mungkin seyogyanya saudara harus lebih obyektif, dan harus selalu berpikir positif, karena seorang Presiden bisa memberikan suatu penghargaan tentunya setelah dilewatinya berbagai pertimbangan2 dari para menteri dan staffnya. jadi, sangatlah tidak mungkin seorang Presiden mempertaruhkan jabatannya hanya untuk memberikan Penghargaan Mahaputera kepada Bapak Syahrial Oesman. Saya rasa beliau sudah sangat obyektif. jadi saya pikir, sebagai seorang warga yang baik, anda seharusnya bisa berpikir dahulu baru menulis, bukan menulis dulu baru berpikir. apalagi anda seorang penulis, sangat memalukan. Mungkin benar kata poetra muba, anda tidak dapat proyek ya…jadi anda akhirnya mencari cari kesalahan Pak SO. Siapapun yang akan menjadi Gubernur nanti, wajib kita dukung. Dan siapapun yang mendapat Penghargaan, harus kita acungi jempol, karena artinya siapapun dia, pernah menghasilkan suatu prestasi, apalgi membawa harum daerah kita. Saya yakin, kalau anda yang dapat penghargaan, pastilah anda pasti kabari semua saudara2, teman2 dan foto akan anda pasang, apalagi kalao anda berhasil berfoto bersama Pak Gubernur. Saya rasa penghargaan Mahaputera pantas diterima oleh Pak Sayhrial Oesman.

  13. Saya putra daerah Sumsel yang sekarang sedang belajar di LN. Ketika liburan ke Sumsel kemaren, saya takjub melihat Sumsel yang tambah berkembang kog, tambah maju, terutama Palembang. Belum ada prestasi Gubernur-gubernur sebelumnya, yang mampu menyaingi kesuksesan Syahrial dalam pembangunan.

    Oiya, buat penulis blog ini, anda lumayan bagus skillnya, namun terlalu emosional, sehingga ada beberapa kalimat kontaproduktif yang anda tuliskan dalam semua artikel di blog ini. Contohnya: anda mengatakan Presiden adalah orang yang objektif, tapi disisi lain dia katakan kebijakan presiden dipengaruhi orang sekitarnya?? So, mana yang benar??

    Saya sangat yakin, blog ini hanyalah kmuflase dari salah satu calon saja yang ingin menjelek-jelekkan SO, maaf sekali ya.. tulisan seperti ini hanya akan berpengaruh untuk orang bodoh lagi tolol saja..

    Tapi saya percaya, rakyat SUMSEL tau, siapa yang benar.. siap yang patut dipilih dan siapa yang tak memiliki moral..

    Coba lihat, secara moral SO luar biasa, dibandingkan dengan salah satu calon yang katanya berhasil membuat sekolah atau berobat gratis, tapi tak menghormati pemimpinnya (coba baca artikel” Kelucuan Syahrial dan Alex”… Belum jadi kompetitor dalam pilkada saja, Alex sudah tak mau menghargai SO, sebagai Gubernur.. APA INI SIFAT DEWASA?? MAUKAH KITA DIPIMPIN ORANG YANG PUNYA SIFAT KEKANAK KANAKAN???

    Yang kedua, sudah melihat Youtube kah?? Lepas dari benar atau tidaknya perselingkuhan sang calon Gubrenur itu, menurut saya harus dibuktikan, fakta menunjukkan kebenaran di atas 51 persen kog…

    Jadi, ketimbang sok ngurusin pemberian bintang Mahaputera.. Mending di urusin dulu deh youtube perselingkuhan itu… Malu maluin… Calon gubernur kog nggak bermoral…

  14. DARI PADA MENGHARAPKAN BURUNG YG SEDANG TERBANG, ENTAH ADA LUKA ATAU KORENG ITU BURUNG,,,MENDINGAN KITA PILIH YANG PASTI PASTI SAJA, YANG SUDAH MEMBERIKAN BUKTI SUMSEL TELAH BERUBAH DARI YANG DULU..
    HIDUP PAK SAHRIAL OESMAN………!!!!!

  15. Banyak warga Sumsel yang bertanya-tanya, sehebat apakah seorang Alex Noerdin ini, kok dengan APBD Sumsel yang saat ini besarnya cuma dibawah Rp2 Trilyun, ia justru berani janji akan menggratiskan seluruh biaya Pendidikan dan Kesehatan jika kelak ia terpilih menjadi Gubernur?

  16. Gubernur SO aja sudah terbukti tidak mampu menggratiskan biaya sekolah … sudah terbukti lho … SO gak bisa menggratiskan biaya sekolah .. lah kok malah mau dipilih kembali … .. tanya kenapa …???

  17. tutup be blog ini…….dak jelas…..lemak makan pempek…. pake cuko….. pedasssssss. kl tulisan ini bukan pedas tapi tolollllllllll

  18. Komentar seperti ini biasa terjadi.Yang penting sekarang rakyat Indonesia khususnya Sumsel sudah pintar membedakan dan merasakan apa yang sesunguhnnya terjadi…
    Layakkah atau tidak Gubernur Sumsel mendapatkan bintang Mahaputra itu tergantung dari siapa yang menilai, rakyat bebas memberikan pendapat..toh sekarang pendapat rakyat juga sering tidak di dengar pemerintah.

  19. – Beradu argumen itu wajar selagi ada batasan-batasan kita bebas mengemukakan pendapat atau mendukung salah satu kandidat Gubernur tapi dengan catatan menilai seorang itu harus objektif dan tanpa egoisme pribadi, buat apa ribu-ribut mempermasalahkan calon gubernur yang jadi pikiran sekarang adalah MINYAK AKAN NAIK, HARGA SEMBAKO NAIK !!!!
    Apa dengan slogan-slogan rakyat bisa hidup, pastinnya tidak!!

    Mari bersama-sama hadapi pesta rakyat ini dengan damai, aman dan tertib,tanpa ada anarkis…
    jangan rakyat yang jadi korban..karena rakyat sudah banyak penderitaannya.

  20. LAYAK NIAN LUR !!
    TAPI AKU PRIBADI DAK DO LAGI NAK MILIH SYAHRIAL OESMAN TUH,
    JADI GUBERNUR LAGI.
    MAAF BAE YE..!

  21. Kepada Yth,
    seluruh Simpatisan SO

    untuk diketahui bersama :

    1. Blog ini sengaja dibuat untuk Memprovokasi..dengan Tujuan Ahir adalah terjadinya perpecahan khususnya di tanah Sumatera Selatan ini, dan Indonesia pada umumnya.

    2. Banyak sekali komentar – komentar (99,999 % ) dari simpatisan SO yg telah dihapus..karena mereka takut akan bangkitnya kesadaran para anggota forum akan fakta yg sebenarnya.

    3. Tulisan yg mereka/admin sajikan adalah kampanye hitam dari kubu AN..dengan harapan dapat membentuk opini sesuai dengan yg mereka harapkan. tetapi kita / masyarakat lebih cerdas dari yg mereka duga..

    4. Karena ke_TIDAK MAMPU_an mereka untuk berdiskusi dengan cerdas dan berwawasan ahirnya para pendukung AN hanya bisa mencaci – memaki, serta memutar balikan persepsi..

    oleh karena itu, saya mengajak rekan – rekan semua :

    1. Mewaspadai bahaya laten yg ditimbulkan dari usaha provokasi blog ini

    2. kita tidak perlu lg berkomentar karena akan sia – sia ( dihapus ) dan biarkan mereka berpesta memuja – muji AN..biarkan mereka tenggelam dalam mimpi..iklaskan saja..karena kita telah berusaha untuk mengingatkan.

    3. Kita tidak perlu lg menanggapi ocehan pendukung AN yg keluar dari hati dan pikiran mereka yg busuk..mereka adalah BAU BUSUK KEHIDUPAN..!!! kalau kita terus menanggapi ocehan busuk mereka..maka akan kita rugi….!!rugi waktu, pikiran, energi..

    4. Kepada rekan – rekan semua..teruslah berprestasi..gapai tantangan kedepan dengan wawasan dan skiil yg nyata..

    Selamat Berkarya..Sukses Selalu
    Hormat saya,
    Wangga

  22. Ir.H. Syahrial Oesman Berkata : Bila Perlu Tangkap Saya

    JUMAT, 16/05/2008
    Sumber : Sripo Online

    PALEMBANG, SRIPO —Keseriusan Gubernur Sumsel Ir H Syahrial Oesman MM untuk mewujudkan pembangunan pelabuhan Tanjung Api-api (TAA) tampaknya tak main-main. Betapa tidak, dihadapan ribuan tamu undangan syukuran HUT Pemprov ke-62 di Griya Agung, Kamis (15/5), pria nomor satu di Sumsel tersebut menyatakan sikap tegasnya.
    “Bila perlu tangkap saya, asal pembangunan TAA bisa segera terwujud, sebab ada 7 juta masyarakat Sumsel yang membutuhkan fasilitas itu,” katanya.
    Menurutnya, kerja keras yang dilakukan Sumsel untuk menjadi wilayah lumbung pangan dan lumbung energi akan semakin optimal jika pelabuhan tersebut bisa beroperasi. “Bayangkan begitu banyak batubara asal Sumsel yang harus dikirim ke Lampung untuk kemudian disalurkan ke Jawa,” ungkapnya.
    Syahrial menegaskan, jika pelabuhan TAA bisa berjalan, pembangunan rel
    kereta api bisa terwujud, pelabuhan bongkar muat peti kemas di Banyuasin bisa terlaksana, terpenting akan banyak tenaga kerja yang terserap dalam program ini.
    Disinggung mengenai permasalahan kasus TAA yang saat ini diselidiki Komisi Pemberantaan Korupsi (KPK), Syahrial mengatakan terlepas dari kasus yang tengah dalam pemeriksaan pihak berwenang, izin pembangunan TAA semuanya sah dan sesuai prosedur. Namun, jika dalam pelaksanaannya terjadi gratifikasi (pemberian hadiah) mungkin saja terjadi. “Pembangunan TAA sudah sesuai dengan prosedur, mulai dari izin dan prosedurnya sah. Jika memang ada gratifikasi silakan saja diselidiki pihak mana yang memberikan, yang pasti bukan saya,” tegasnya.
    Besar harapannya pembangunan TAA bisa kembali berjalan, sehingga pembangunan pelabuhan ini tidak tersendat oleh penyelidikan KPK. Ia menilai Sumsel sudah selayaknya menjadi eksportir, sehingga keterpurukan tidak lagi terjadi di tanah yang kaya seperti ini.
    “Demi terwujudnya pembangunan TAA, saya bersedia berada dibarisan paling depan. Sehingga perjuangan yang telah dilakukan sejak zaman Belanda tidak sia-sia,” tegasnya.
    Nalco Pantang Mundur
    National Alumunium Corporation (Nalco) India Ltd, investor kakap asal India yang berminat membangun pabrik alumunium di Banyuasin pantang mundur menghadapi kasus yang tengah menimpa pelabuhan TAA.
    Demikian ditegaskan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel, Drs H Abdul Shobur SH MM. Menurut Shobur, kasus Tanjung Api-Api yang belakangan ini gencar diberitakan media massa tak mempengaruhi Nalco berinvestasi untuk membangun pabrik alumunium dan power plant di kawasan pelabuhan internasional itu. “Buktinya, mereka terus mempersiapkan kelengkapan administrasi di Departemen Perindustrian. Syarat-syarat agar bisa berinvestasi di Sumsel secara bertahap dilengkapi,” ujar Shobur.
    Ditambahkan, pihak departemen sudah memastikan kelengkapan administrasi tinggal Sumsel dapat meyakinkan Nalco. “Kita harus meyakinan mereka, pelabuhan Tanjung Api-Api selesai bersamaan dengan selesainya pabrik biji alumunium mereka,” ujar Shobur.
    Mengenai kelengkapan yang harus dimiliki Nalco, lanjut Shobur, mulai dari feasibility study (FS), Amdal dan dukungan Pemda setempat. Setelah kelengkapan itu selesai, menurut Shobur, Nalco dapat mulai action ke lapangan.
    Investasi Nalco mempunyai arti penting bagi pengembangan kawasan Tanjung Api-Api. Soalnya pabrik alumunium Nalco plus power plant akan dibangun di atas lahan 2000 hektare. Dengan investasi triliunan rupiah, tenaga kerja yang terserap diperkirakan 2.000 orang.
    Selain Sumsel, sebetulnya Nalco punya pilihan lain yakni Banten dan Kalimantan. Tapi karena pertimbangan jaminan bahan bakar batubara, air yang banyak, dan pelabuhan, Nalco memilih Sumsel.
    Untuk mengolah alumina yang didatangkan dari India, lanjut Shobur, Nalco butuh batubara 7 juta milimatrik ton per tahun. “Kebutuhan air 37 milimeter kubik per hari, yakni 12 ribu kubik untuk untuk smelter dan 25 ribu kubik untuk power plant. Kita perkirakan pembangunan pabrik akan berjalan 4 tahun, yakni 2 tahun proses MoU dan sisanya untuk pengerjaan proyek,” ungkap Shobur.
    Untuk diketahui, dalam proyek investasinya, selain dibangun pabrik peleburan alumunium dengan kapasitas 500 ribu ton perhari, Nalco juga akan membuat power plant dengan kekuatan 1250 MW guna sumber tenaga pabrik alumunium. Penggerak pembangkit listrik itu, diperlukan batubara untuk pengolah biji besi yang didatangkan dari India. (cw5)

  23. Supriadi, Joe, Gundala, Tabrani, Kamu ni lolo apo gilo ?
    Pejabat negara bae lagi ngatoke Syahrial pantes dapet penghargaan “BINTANG MAHA PUTRA UTAMA” oleh kerno prestasinyo mako kamu yang cuma jebolan sekolah gratis bae nak ngatoke dak panteslah, bole meli lah, SBY tu Presiden bukannyo tukang jual Medali.

  24. mamang bujang tembokan Bintang Maha Putra Utama Itukan ado Medali samo Piagamnyo jugo diserah ke langsung oleh Presiden di Istana Negara. tapi Kalu “PELOPOR” ado dak medalinyo samo piagamnyo ? siapo yang nyerah kenyo dan di mano ?.

  25. nah…. ponakan…… kalu itu aku dak tau..!!
    cubo kau kesekayu bae tanyo samo uwong-uwong disano atau tanyo dengen uwong yang deket dengen kuyung kito tu yang ado di pelembang ni.

  26. Kuman diseberang tampak, Gajah di depan mata tak tampak,… sebagai warga muba kami sangat menyesalkan beredarnya CD azwierdi (pengakuan seoang lelaki yang istrinya diambil AN)… tapi aku tersinggung dan marah.. kenapa AN dan TImnya tidak menuntut Azwierdi, tetapi malah menyalahkan orang lain???????? aku jadi curiga.. apa benar pengakuan tersebut??????

  27. semua calon OK, hanya oknum pendukungnya yang tidak OK. Siapa pun gubernur kedepan, yang penting dia bs membawa sumsel lebih baik, masyarakat lebih sejahtera. Saya bangga sbg warga sumsel. Ttp sy tidak bangga dg rekans yang saling menjelek2an sesama saudaranya sendiri hanya krn perbedaan pndpt.

  28. Layakkah Syahrial Oesman mendapat penghargaan Bintang Maha Putra utama ??? Silahkan Pak Supridi tanya sendiri kepada Presiden atau silahkan Pak Supriadi mencalonkan diri menjadi Presiden, agar dapat memberikan sendiri penghargaan Bintang Maha Putra Utama kepada Bosssssssnya

  29. Layakkah BBM ini naik, silahkan tanya pemerintah. Menurut pemerintah layak. Kalau semua kelayakkan didasari oleh pemerintah maka tidak akan ada demo-demo dan hak angket di DPR.

    Layakkah BBM ini naek ? Silahkan tanya pada rakyat.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s