Rakyat Miskin Jangan Dijadikan Objekan


DANA PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI SUMSEL RP50 MILIAR

Miskin

Menjadi orang miskin hidup di negeri ini memang tidak akan mudah untuk bisa bangkit dari kemiskinannya. Hal ini disebabkan karena orang miskin tak lebih dari sekedar “lokak” orang-orang kaya dan pejabat untuk menumpuk-numpukan kekayaan mereka saja. Ibarat syair lagu : “Yang miskin makin miskin, yang kaya makin kaya”, itu benar adanya. Orang miskin semakin lemah, semakin tertindas dan semakin susah. Sementara orang kaya semakin jaya, semakin serakah, dan semakin kejam.

Upaya-upaya pengentasan kemiskinan yang sejak lama digembor-gemborkan pemerintah tak lebih dari sekedar retorika saja. Uang negara ratusan milyar setiap tahunnya tak juga memberi perubahan apa-apa bagi nasib si kaum papa. Rakyat miskin jumlahnya malah semakin hebat saja.
Kendati demikian, pemerintah tetap saja tidak pernah jera mengucurkan sejumlah biaya untuk “penanggulangan kemiskinan” rakyatnya. Caranya masih seperti gaya lama yang selalu saja menjadikan rakyat jelata sebagai bahan objekan saja. Proyek-proyek pemberdayaan masyarakat, bantuan-bantuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, hingga pelatihan usaha terus dikembangkan. Namun hasilnya masih belum menampakan manfaat yang sebanding dengan besarnya biaya.
Yang selalu menjadi penyebab kegagalan segala upaya pengentasan kemiskinan adalah kebocoran dan penyimpangan-penyimpangan disetiap pengucuran dana. Karena budaya Korupsi sudah mengakar hingga tingkatan paling bawah, karena didikan pejabat diatas, masyarakat miskin yang paling berhak malah cuma menerima alakadarnya.
“Apa yang tidak dikorupsi di negeri ini? Uang bantuan korban bencana saja masih bisa dikorupsi, apalagi uang untuk rakyat miskin yang bodoh dan mudah dibodohi,” ujar Setiawan, seorang tokoh LSM yang cukup lama aktif memperjuangkan nasib kaum miskin di kota Palembang.

berebut bantuan

Rp.50 Milyar
Dana untuk penanggulangan kemiskinan di Sumsel tahun dianggarkan Pemerintah sebesar Rp50 miliar dimana anggaran dananya berasal dari APBN.
Wakil Gubernur Sumsel yang juga Ketua Tim penanggulangan Kemiskinan Sumsel, Prof.dr. H.Mahyuddin NS menyatakan hal itu seusai sosialisasi penanggulangan kemiskinan di Palembang, beberapa waktu lalu.
Menurut dia, dana tersebut dikelola oleh tim penanggulangan kemiskinan untuk program nasional pembangunan masyarakat (PNPM). Besarnya dana yang dianggarkan tergantung dengan kebutuhan dan usulan masing-masing daerah, karena setiap daerah itu potensinya berbeda, katanya.
Dikatakannya, selain dana yang dikelolah tim penanggulangan kemiskinan tersebut departemen-departemen lainnya juga tetap mengupayakannya seperti departemen pertanian dan sosial. Ia juga mengakui, kalau di provinsi Sumsel juga ada anggaran dana untuk penanggulangan kemiskinan yang berada di masing-masing dinas.
Diharapkan dana ini bisa benar-benar memberi kontribusi bagi penanggulangan kemiskinan di propinsi ini. Namun pengawa san terhadap penguc uran dana ini sebaiknya lebih ketat lagi agar program tersebut bisa tercapat tepat sasaran dan membawa manfaat. (Sulaini)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s