Adakah Jalan Aspal Yang Bisa Bertahan Lama di Sumsel ?


Jalan Raya

Sepertinya tugas peme rintah kita saat ini tidak pernah beranjak dari masalah jalan yang dari tahun ke tahun selalu rusak terus dan dipenuhi lobang. Sejak Gubernur Syahrial Oesman memimpin hingga menjelang berakhir masa jabatan, urusan jalan belum selesai juga.

Bahkan dalam dua tahun terakhir ini penanganan jalan dilakukan dengan Sistem Tahun Jamak (Multi Years), agar dana yang dikucurkan bisa besar dan mencukupi untuk memuluskan jalan.
Tapi nyatanya kendatipun sudah menggunakan sistem tahun jamak, jalan-jalan di Sumsel kekuatannya tak lebih dari seumur jagung. Jalan akan kembali rusak dan berlobang seperti sedia kala. Istilah tahun Jamak lebih terkesan sebagai upaya mengakali anggaran agar bisa tumplek sekaligus meraup banyak.
Untuk tahun 2007 ini alokasi dana kontruksi dalam Daftar Isian Proyek Anggaran (DIPA) APBN Bina Marga untuk Sumsel dianggarkan sebesar Rp235,1 miliar. Dana yang akan digunakan untuk pemeliharaan jalan itu merupakan total dana keseluruhan dari APBN murni dan Bantuan Luar Negeri, kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumsel, A.Yani di Palembang, beberapa waktu lalu.
Menurut dia, dana dari APBN murni sebesar Rp.201,6 miliar dan bantuan luar negeri Rp33,5 miliar, jadi total keseluruhnya Rp235,1 miliar, adapun jalan yang ditangani yakni lintas tengah, jalan dan jembatan provinsi Sumsel dan jalan lintas timur, katanya.
Dana yang dianggarkan dalam DIPA tersebut lebih kecil bila dibandingkan dengan anggaran dana pembangunan jalan di Sumsel, karena dalam APBD Sumsel dianggarkan dana sebesar Rp450 miliar.
Dana sebesar Rp450 miliar itu juga termasuk untuk proyek tahun jamak, tegasnya.
Sementara itu Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumsel, A.Gantada menyatakan, kalau komisi tersebut akan ke Jakarta sehubungan dengan pelaksanaan, pemeliharaan dan peningkatan jalan di Sumsel yang menggunakan dana APBN.
Adapun pelaksanaan, pemeliharaan dan peningkatan jalan yang menggunakan dana dari APBN itu seperti lintas timur dan lintas tengah, karena selama ini dana yang dianggarkan kecil.
Selain itu, kalau memang memang anggarannya untuk daerah maka tendernya sebaiknya dilakukan di daerah, karena daerah yang mengetahui kondisi daerahnya, tutur wakil rakyat itu.

Jalintim Disuntik dana Pinjaman ADB Rp45 Milyar
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mendapat kucuran dana Rp 45 miliar dari Asian Development Bank (ADB). Dana tersebut khusus perbaikan Jalan Lintas Timur (Jalintim), khususnya ruas jalan dari Batas Jambi-Bayung Lincir (AS 10) dan Palembang-Inderalaya (AS 11).
“Jika tidak ada masalah, akhir bulan ini ruas jalan itu sudah mulai dikerjakan. Tender ‘kan sudah selesai. Nantinya, kontrak kerja dilakukan setahun. Perkiraan April 2008 selesai,” ungkap Yusuf Usman, kasubdin Program PU Bina Marga (PUBM), di ruang kerjanya, kepada Wartawan beberapa waktu lalu.
Yusuf menjelaskan, proyek pengerjaan jalan dengan dana Loan memerlukan tahapan proses administrasi. Sehingga, meski tender sudah selesai dan ada nama pemenangnya, tetap belum dapat dikerjakan. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini proyek sudah bisa dilaksanakan.”
Dikatakan, dari dana Rp 45 miliar tersebut dibagi dalam dua paket pendanaan. Untuk AS 10 sepanjang 19 km dengan efektivitas pengerjaan 10 km. Perkiraan biaya sebesar Rp 19 miliar. Sedangkan AS 11 dengan panjang jalan sekitar 10 km perkiraan Rp 26 miliar.
“Kondisi jalan Palembang-Inderalaya sebenarnya tidak mengalami kerusakan berat. Hanya saja, karena umur rencana sudah habis maka perlu dilakukan overlay. Biar umur rencananya bertambah,” ungkap Yusuf lagi.
Tidak hanya itu. Pada tahun 2007 juga dikucurkan dana melalui APBN untuk perbaikan ruas Betung-Sungai Lilin sepanjang 57 km. Proyek tersebut, rencananya akan dikerjakan dalam dua paket. Pertama kilometer 67-98 oleh PT Chandratex senilai Rp 40 miliar.
Lalu, kedua dari Kilometer 98-124 dikerjakan oleh PT Gading Cempaka dengan nilai Rp 40 miliar. “Kalau loan ADB satu tahun pengerjaan. Tapi, kalau jalan yang pakai dana APBN itu dalam kontrak tahun jamak, 2007-2008,” katanya sambil menambahkan, sebenarnya proyek ini sudah memasuki tahap pengerjaan sejak Januari 2007.
Diungkapkannya, sejak 2006 hingga 2007 secara keseluruhan terdapat juga sejumlah proyek jalan yang sedang dikerjakan. Mulai dari Jambi ada lima proyek di antaranya ruas jalan Palembang-Betung sepanjang 54 km dengan dana Rp 11,276 miliar yang dikerjakan oleh PT Chandratex.
Selanjutnya ruas jalan Betung-Sungai Lilin sepanjang 32 km dengan dana sekitar Rp 40 miliar. Ruas jalan Sungai Lilin-Peninggalan mulai dari Kilometer 124-144 dengan dana sekitar Rp 14,267 miliar dikerjakan oleh PT Gading Cempaka.
Masih ada lagi, pengerjaan ruas jalan Peninggalan-Bayung Lincir dibagi menjadi dua paket. Mulai dari Km 193 sepanjang sekitar 49 km dengan dana Rp 8,2 miliar dikerjakan oleh kontraktor Amen Mulia dan Gragasi. Untuk Km 193-215 dikerjakan kontraktor Budi Bhakti dan Prima Sumber Sari Rp 8,076 miliar.
Ada lagi, ruas jalan dari arah Lampung mulai dari Simpang Inderalaya-Penyandingan sepanjang 49 km dikerjakan oleh PT Utama Karya dan Wahyu Menara Mas dengan nilai proyek Rp 10,575 miliar. Terakhir, pengerjaan ruas jalan dari Penyandingan-Lubuk Siberuk sepanjang 42 km dikerjakan oleh PT Bumi Rejo dan LKD dengan dana sebesar Rp 9,238 miliar. Lubuk Siberuk-Pematang Panggang sepanjang 50 km dikerjakan kontraktor Amen Mulia dan Gading Mas dengan nilai proyek Rp 11,1 miliar.
Selama pemeliharaan jalan masih dianggap sebagai proyek maka selama itu pula jalan di propinsi ini tidak akan pernah bagus. Dari jumlah dana tersebut, diduga masih lebih besaran jumlah yang dimakan dan dibagi-bagikan ketimbang yang dibelanjakan benar-benar untuk membangun jalan. Jalan memang ladang empuk untuk korupsi. (Taswin)

Iklan

3 comments on “Adakah Jalan Aspal Yang Bisa Bertahan Lama di Sumsel ?

  1. Benar pak. Semua jalan disini baru, tapi cepat sekali rusak. Coba dong yang bener kerjanya tuh…. Dinas PU bina marga… pak Dhaarna Dahlan itu jangan diam bae… apa sudah kebanyakan uang?
    Tolong dong, kontraktor yang brengsek-brengsek itu di coret aja… jangan bisanya cuma KKN saja…

  2. dana loan (hutang) tentu harus dibayar dgn bunga2nya. Sudah hutang…dikorupsi pula…yang menanggung hutang anak cucu kita

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s