<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Opini</title>
	<atom:link href="http://sumsel.wordpress.com/tokoh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sumsel.wordpress.com</link>
	<description>South Sumatera Open To The World</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Dec 2009 11:10:25 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: M Dachlan Chodijah Yumnawati Zahrin</title>
		<link>http://sumsel.wordpress.com/tokoh/#comment-8017</link>
		<dc:creator>M Dachlan Chodijah Yumnawati Zahrin</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 04:31:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sumsel.wordpress.com/tokoh/#comment-8017</guid>
		<description>KH. AHMAD SANUSI
A. Riwayat Hidup
Ahmad Sanusi dilahirkan pada tanggal 3 Muharram 1306 H., bertepatan dengan 18 September 1888 M. di desa Cantayan, kecamatan Cibadak kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Ayahnya bernama KH. Abdurrahman bin Haji Yasin, seorang pengasuh pondok pesantren di Cantayan. Ahmad Sanusi merupakan anak ketiga dari istri yang pertama. Ia wafat pada tanggal 15 Syawal tahun 1369 H./1950.

B. Karya Tulis Ahmad Sanusi
Karya tulisnya ada sekitar 250 buah, baik dalam bentuk kitab, buku, dan artikel yang dimuat dalam berbagai majalah dan media massa lainnya. Karya-karyanya dapat digolongkan menjadi empat bidang:
1.	Bidang Tafsir :  Raudhatl Irfan fi Ma’rifat al-Quran, Maljau al-Thalibin dll.
2.	Bidang Fiqh, antara lain al-Jauhar al-Mardliyah fi Mukhtar al-furu as-Syafiiyah.
3.	Bidang Ilmu Kalam, antara lain Kitab Halyat al-‘Aql wa al-fikr fi Bayan Muqtadiyat as-Syirk wa al-Fikr.
4.	Bidang Tasawuf, antara lain al-Audiyah as-Syafiiyah fi Bayan Shalat al-Hajah wa al-Istharah, Siraj al-Afkar dan lain-lain.
C. Pemikiran Ahmad Sanusi dalam Bidang Pendidikan
1. Upaya Memajukan Pendidikan, Salah satu upaya untuk memajukan pendidikan, Ahmad Sanusi membentuk lembaga pendidikan Ibtidaiyah dan madrasah Diniyah. Menyelenggarakan kursus-kursus kepemimpinan, pengetahuan umum dan agama, politik, serta mengaktifkan pengajia mingguan. Bahkan untuk meningkatkan pemahaman tentang al-Quran, ia menerbitkan Tamsiyatul Muslimin, kitab tafsir pertama di Sukabumi-yang ditulis dengan bahasa Arab dan Latin.
        2. Sistem, Metode dan Kurikulum Pendidikan, Pondok Pesantren “Syamsul Ulum” menggunakan sistem pembelajaran klasikal dengan jadwal dan kurikulum yang sudah ditetapkan. Jenjang pendidikannya terdiri dari tiga tingkatan, yaitu tingkat rendah, menengah dan tinggi, masing-masing terdiri dari empat kelas dengan masa belajar empat tahun. Kurikulum yang disusun dan diterapkan adalah kurikulum khusus dalam bidang pelajaran agama.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>KH. AHMAD SANUSI<br />
A. Riwayat Hidup<br />
Ahmad Sanusi dilahirkan pada tanggal 3 Muharram 1306 H., bertepatan dengan 18 September 1888 M. di desa Cantayan, kecamatan Cibadak kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Ayahnya bernama KH. Abdurrahman bin Haji Yasin, seorang pengasuh pondok pesantren di Cantayan. Ahmad Sanusi merupakan anak ketiga dari istri yang pertama. Ia wafat pada tanggal 15 Syawal tahun 1369 H./1950.</p>
<p>B. Karya Tulis Ahmad Sanusi<br />
Karya tulisnya ada sekitar 250 buah, baik dalam bentuk kitab, buku, dan artikel yang dimuat dalam berbagai majalah dan media massa lainnya. Karya-karyanya dapat digolongkan menjadi empat bidang:<br />
1.	Bidang Tafsir :  Raudhatl Irfan fi Ma’rifat al-Quran, Maljau al-Thalibin dll.<br />
2.	Bidang Fiqh, antara lain al-Jauhar al-Mardliyah fi Mukhtar al-furu as-Syafiiyah.<br />
3.	Bidang Ilmu Kalam, antara lain Kitab Halyat al-‘Aql wa al-fikr fi Bayan Muqtadiyat as-Syirk wa al-Fikr.<br />
4.	Bidang Tasawuf, antara lain al-Audiyah as-Syafiiyah fi Bayan Shalat al-Hajah wa al-Istharah, Siraj al-Afkar dan lain-lain.<br />
C. Pemikiran Ahmad Sanusi dalam Bidang Pendidikan<br />
1. Upaya Memajukan Pendidikan, Salah satu upaya untuk memajukan pendidikan, Ahmad Sanusi membentuk lembaga pendidikan Ibtidaiyah dan madrasah Diniyah. Menyelenggarakan kursus-kursus kepemimpinan, pengetahuan umum dan agama, politik, serta mengaktifkan pengajia mingguan. Bahkan untuk meningkatkan pemahaman tentang al-Quran, ia menerbitkan Tamsiyatul Muslimin, kitab tafsir pertama di Sukabumi-yang ditulis dengan bahasa Arab dan Latin.<br />
        2. Sistem, Metode dan Kurikulum Pendidikan, Pondok Pesantren “Syamsul Ulum” menggunakan sistem pembelajaran klasikal dengan jadwal dan kurikulum yang sudah ditetapkan. Jenjang pendidikannya terdiri dari tiga tingkatan, yaitu tingkat rendah, menengah dan tinggi, masing-masing terdiri dari empat kelas dengan masa belajar empat tahun. Kurikulum yang disusun dan diterapkan adalah kurikulum khusus dalam bidang pelajaran agama.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Evi Yuzana ihsan dc</title>
		<link>http://sumsel.wordpress.com/tokoh/#comment-8016</link>
		<dc:creator>Evi Yuzana ihsan dc</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 04:30:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sumsel.wordpress.com/tokoh/#comment-8016</guid>
		<description>AL-MAWARDI 
A.	Riwayat Hidup 
Nama lengkapnya adalah Abu al-Hasan Ali Ibn Muhammad Ibn Habib al-Basry. Ia dilahirkan di Basrah pada tahun 364 H. bertepatan dengan tahun 974 M. dan wafat di Baghdad pada tahun 450 H. bertepatan dengan tahun 1058 M.

B. Pemikiran al-Mawardi dalam Bidang Pendidikan
1.	Pemikiran al-Mawardi dalam bidang pendidikan sebagian besar terkonsentrasi pada masalah etika hubungan guru dan murid dalam proses belajar mengajar. Pemikiran ini dapat dipahami, karena dari seluruh aspek pendidikan, guru memegang peranan amat penting, bahkan berada pada garda terdepan.
2.	Al-Mawardi memandang penting seorang guru yang memiliki sikap tawadlu (rendah hati), ikhlas serta menjauhi sikap ujub (besar kepala). Sikap tawadlu akan menyebabkan guru bersikap demokratis dalam menghadapi murid-muridnya. Sikap demokratis ini mengandung makna bahwa guru berusaha mengembangkan individu seoptimal mungkin. Guru menempatkan dirinya sebagai pemimpin dan pembimbing dalam proses belajar mengajar.
3.	Keikhlasan, guru akan tampil melaksanakan tugasnya secara profesional. Hal ini ditandai oleh beberapa sikap sebagai berikut: 
a.	Disiplin terhadap peraturan dan waktu. 
b.	Penggunaan waktu luangnya untuk kepentingan profesional.
c.	Ketekunan dan keuletan dalam bekerja. 
d.	Memiliki daya kreasi dan inovasi yang tinggi.
4. Al-Mawardi hidup pada masa puncak kejayaan ummat Islam, hingga tidak mengherankan ia tumbuh sebagai pemikir Islam yang ahli dalam bidang fiqh dan sastrawan di samping juga sebagai politikus yang piawai.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>AL-MAWARDI<br />
A.	Riwayat Hidup<br />
Nama lengkapnya adalah Abu al-Hasan Ali Ibn Muhammad Ibn Habib al-Basry. Ia dilahirkan di Basrah pada tahun 364 H. bertepatan dengan tahun 974 M. dan wafat di Baghdad pada tahun 450 H. bertepatan dengan tahun 1058 M.</p>
<p>B. Pemikiran al-Mawardi dalam Bidang Pendidikan<br />
1.	Pemikiran al-Mawardi dalam bidang pendidikan sebagian besar terkonsentrasi pada masalah etika hubungan guru dan murid dalam proses belajar mengajar. Pemikiran ini dapat dipahami, karena dari seluruh aspek pendidikan, guru memegang peranan amat penting, bahkan berada pada garda terdepan.<br />
2.	Al-Mawardi memandang penting seorang guru yang memiliki sikap tawadlu (rendah hati), ikhlas serta menjauhi sikap ujub (besar kepala). Sikap tawadlu akan menyebabkan guru bersikap demokratis dalam menghadapi murid-muridnya. Sikap demokratis ini mengandung makna bahwa guru berusaha mengembangkan individu seoptimal mungkin. Guru menempatkan dirinya sebagai pemimpin dan pembimbing dalam proses belajar mengajar.<br />
3.	Keikhlasan, guru akan tampil melaksanakan tugasnya secara profesional. Hal ini ditandai oleh beberapa sikap sebagai berikut:<br />
a.	Disiplin terhadap peraturan dan waktu.<br />
b.	Penggunaan waktu luangnya untuk kepentingan profesional.<br />
c.	Ketekunan dan keuletan dalam bekerja.<br />
d.	Memiliki daya kreasi dan inovasi yang tinggi.<br />
4. Al-Mawardi hidup pada masa puncak kejayaan ummat Islam, hingga tidak mengherankan ia tumbuh sebagai pemikir Islam yang ahli dalam bidang fiqh dan sastrawan di samping juga sebagai politikus yang piawai.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Nurul Izzah Fizadinajah Dacholfany</title>
		<link>http://sumsel.wordpress.com/tokoh/#comment-8015</link>
		<dc:creator>Nurul Izzah Fizadinajah Dacholfany</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 04:27:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sumsel.wordpress.com/tokoh/#comment-8015</guid>
		<description>AL-QABISI 
A. Riwayat Hidup al- Qabisi
Nama lengkapnya adalah Abu al-Hasan ‘Ali bin Muhammad Khalaf al-Ma’afiri al-Qabisi. Ia lahir di Kairawan, Tunisia, pada bulan Rajab, tahun 224 H. dan meninggal dunia pada tanggal 3 Rabiul Awal 403 H. 
B. Konsep Pendidikan al-Qabisi
1.	Pendidikan Anak-anak, Al-Qabisi memiliki perhatian yang besar terhadap pendidikan anak-anak yang berlangsung di kuttab-kuttab. Menurutnya bahwa mendidik anak merupakan upaya amat strategis dalam rangka menjaga kelangsungan bangsa dan negara. karena itu pendidikan anak harus dilaksanakan  penuh kesungguhan dan ketekunan yang tinggi.
2.	Tujuan Pendidikan, Al-Qabisi menghendaki agar pendidikan dan pengajaran dapat menumbuhkembangkan pribadi anak yang sesuai dengan nilai-nilai Islam yang benar. Lebih spesifik tujuan pendidikannya adalah mengembangkan kekuatan akhlak anak, menmbuhkan rasa cinta agama, berpegang teguh kepada ajaran-ajarannya, serta berperilaku yang sesuai dengan nilai-nilai agama yang murni. 
3.	Kurikulum, Al-Qabisi membagi kurikulum menjadi dua bagian:
a.	Kurikulum Ijbari, kurikulum ijbari secara harfiah berarti kurikulum (mata pelajaran) yang merupakan keharusan atau kewajiban bagi setiap anak. Kurikulum model ini terdiri kandungan ayat-ayat al-Quran :  sembahyang dan doa-doa, ilmu nahwu dan bahasa Arab.
b.	Kurikulum Ikhtiyari (Tidak Wajib/Pilihan)
Kurikulum ini berisi ilmu hitung dan seluruh ilmu nahwu, bahasa Arab, syair, kisah-kisah masyarakat Arab, sejarah Islam, ilmu nahwu (grammar) dan bahasa Arab lengkap. Dalam kurikulum ini juga dimasukkan pelajaran keterampilan yang dapat menghasilkan produksi kerja.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>AL-QABISI<br />
A. Riwayat Hidup al- Qabisi<br />
Nama lengkapnya adalah Abu al-Hasan ‘Ali bin Muhammad Khalaf al-Ma’afiri al-Qabisi. Ia lahir di Kairawan, Tunisia, pada bulan Rajab, tahun 224 H. dan meninggal dunia pada tanggal 3 Rabiul Awal 403 H.<br />
B. Konsep Pendidikan al-Qabisi<br />
1.	Pendidikan Anak-anak, Al-Qabisi memiliki perhatian yang besar terhadap pendidikan anak-anak yang berlangsung di kuttab-kuttab. Menurutnya bahwa mendidik anak merupakan upaya amat strategis dalam rangka menjaga kelangsungan bangsa dan negara. karena itu pendidikan anak harus dilaksanakan  penuh kesungguhan dan ketekunan yang tinggi.<br />
2.	Tujuan Pendidikan, Al-Qabisi menghendaki agar pendidikan dan pengajaran dapat menumbuhkembangkan pribadi anak yang sesuai dengan nilai-nilai Islam yang benar. Lebih spesifik tujuan pendidikannya adalah mengembangkan kekuatan akhlak anak, menmbuhkan rasa cinta agama, berpegang teguh kepada ajaran-ajarannya, serta berperilaku yang sesuai dengan nilai-nilai agama yang murni.<br />
3.	Kurikulum, Al-Qabisi membagi kurikulum menjadi dua bagian:<br />
a.	Kurikulum Ijbari, kurikulum ijbari secara harfiah berarti kurikulum (mata pelajaran) yang merupakan keharusan atau kewajiban bagi setiap anak. Kurikulum model ini terdiri kandungan ayat-ayat al-Quran :  sembahyang dan doa-doa, ilmu nahwu dan bahasa Arab.<br />
b.	Kurikulum Ikhtiyari (Tidak Wajib/Pilihan)<br />
Kurikulum ini berisi ilmu hitung dan seluruh ilmu nahwu, bahasa Arab, syair, kisah-kisah masyarakat Arab, sejarah Islam, ilmu nahwu (grammar) dan bahasa Arab lengkap. Dalam kurikulum ini juga dimasukkan pelajaran keterampilan yang dapat menghasilkan produksi kerja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Natsir Al-Irsyad Fizadinajah Dacholfany</title>
		<link>http://sumsel.wordpress.com/tokoh/#comment-8014</link>
		<dc:creator>Natsir Al-Irsyad Fizadinajah Dacholfany</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 04:26:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sumsel.wordpress.com/tokoh/#comment-8014</guid>
		<description>IBN TAIMIYAH 
A.	Riwayat Hidup 
Nama lengkapnya adalah Taqiyuddin Ahmad bin Abd al-Halim bin Taimiyah, lahir di kota Harran, Wilayah Siria, pada hari senin 10 Rabiul Awwal 661 H  dan wafat di Damaskus pada malam Senin, 20 Zulqaidah, 728 H.
B. Konsep Pendidikan
1.Falsafah Pendidikan, 
Dasar atau asas yang digunakan sebagai acuan falsafah pendidikan oleh Ibn Taimiyah adalah ilmu yang bermanfaat sebagai asas bagi kehidupan yang cerdas dan unggul. Hal ini dibangun atas dua hal, (1) al-Tauhid (mengesakan Allah), (2) tabiat insaniyah (kemanusiaan).
2.Kurikulum, 
Kurikulum atau materi pelajaran yang harus diberikan kepada anak didik adalah mengajarkan mereka sesuai yang diajarkan Allah kepadanya, dan mendidiknya agar selalu patuh dan tunduk kepada Allah dan Rasul-Nya. Hal ini bisa dilakukan melalui empat tahap; Pertama, kurikulum yang berhubungan dengan mengesakan Allah (al-Tauhid). Kedua, kurikulum yang berhubungan dengan mengetahui secara mendalam (ma’rifat) terhadap ilmu-ilmu Allah. Ketiga, Kurikulum yang berhubungan dengan upaya yang mendorong manusia mengetahui secara mendalam (ma’rifat) terhadap kekuasaan (qudrat) Allah. Keempat, Kurikulum yang berhubungan dengan upaya mendorong untuk mengetahui perbuatan-perbuatan Allah.
3. Metode Pengajaran
Menurut Ibn Taimiyah, pada garis besarnya metode pengajaran dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu metode ilmiah dan metode iradiyah. Hal ini didasarkan pada pemikirannya bahwa al-qalb (hati) merupakan alat untuk belajar. Hatilah yang mengendalikan anggota badan dan mengarahkan jalannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>IBN TAIMIYAH<br />
A.	Riwayat Hidup<br />
Nama lengkapnya adalah Taqiyuddin Ahmad bin Abd al-Halim bin Taimiyah, lahir di kota Harran, Wilayah Siria, pada hari senin 10 Rabiul Awwal 661 H  dan wafat di Damaskus pada malam Senin, 20 Zulqaidah, 728 H.<br />
B. Konsep Pendidikan<br />
1.Falsafah Pendidikan,<br />
Dasar atau asas yang digunakan sebagai acuan falsafah pendidikan oleh Ibn Taimiyah adalah ilmu yang bermanfaat sebagai asas bagi kehidupan yang cerdas dan unggul. Hal ini dibangun atas dua hal, (1) al-Tauhid (mengesakan Allah), (2) tabiat insaniyah (kemanusiaan).<br />
2.Kurikulum,<br />
Kurikulum atau materi pelajaran yang harus diberikan kepada anak didik adalah mengajarkan mereka sesuai yang diajarkan Allah kepadanya, dan mendidiknya agar selalu patuh dan tunduk kepada Allah dan Rasul-Nya. Hal ini bisa dilakukan melalui empat tahap; Pertama, kurikulum yang berhubungan dengan mengesakan Allah (al-Tauhid). Kedua, kurikulum yang berhubungan dengan mengetahui secara mendalam (ma’rifat) terhadap ilmu-ilmu Allah. Ketiga, Kurikulum yang berhubungan dengan upaya yang mendorong manusia mengetahui secara mendalam (ma’rifat) terhadap kekuasaan (qudrat) Allah. Keempat, Kurikulum yang berhubungan dengan upaya mendorong untuk mengetahui perbuatan-perbuatan Allah.<br />
3. Metode Pengajaran<br />
Menurut Ibn Taimiyah, pada garis besarnya metode pengajaran dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu metode ilmiah dan metode iradiyah. Hal ini didasarkan pada pemikirannya bahwa al-qalb (hati) merupakan alat untuk belajar. Hatilah yang mengendalikan anggota badan dan mengarahkan jalannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: IHSAN DACHOLFANY (UNINUS9S-3) - alumnus Gontor-UKMly)</title>
		<link>http://sumsel.wordpress.com/tokoh/#comment-8013</link>
		<dc:creator>IHSAN DACHOLFANY (UNINUS9S-3) - alumnus Gontor-UKMly)</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 04:24:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sumsel.wordpress.com/tokoh/#comment-8013</guid>
		<description>KH. IMAM ZARKASYI 

A. Riwayat Hidup KH. Imam Zarkasyi
Imam Zarkasyi lahir di Gontor, Jawa Timur tanggal 21 Maret 1910 M. dan meninggal dunia  tanggal 30 Maret 1985. Ia meninggalkan seorang istri dan 11 orang anak.

B. Konsep Pendidikan KH. Imam Zarkasyi
1.	Pembaharuan Kurikulum
Kurikulum yang diterapkan Imam Zarkasyi adalah 100 % umum dan 100 % agama. Di samping pelajaran tafsir, hadits, fiqh, ushul fiqh yang biasa dijarakan di pesantren. Ia juga menambahkan pelajaran umum, seperti ilmu alam, ilmu hayat, ilmu pasti, sejarah, tata negara, ilmu bumi, ilmu pendidikan, ilmu jiwadan lain-lain. Khusus pelajaran bahasa Arab ini ditempuh dengan metode langsung (direct method) secara aktif dengan memperbanyak latihan (drill), baik lisan maupun tulisan.
       2. Perbaikan Struktur dan Manajemen Pesantren.
Berbeda dengan pondok pesantren tradisional, Ponpes Gontor telah mewakafkannya pada sebuah lembaga yang disebut Badan Wakaf Pondok Modern Gontor. Dengan demikian aka ponpes ini menjadi milik semua ummat Islam dan semuanya ikut bertanggung jawab atasnya.
       3. Pembaharuan dalam Pola Pikir Santri dan Kebebasan Pesantren
             Gagasan independen Imam Zarkasyi direalisasikan dengan menciptakan Pondok Modern Gontor benar-benar steril dari kepentingan politik dan golongan apapun. Hal ini diperkuat dengan semboyan Gontor di atas dan untuk semua golongan. Selanjtnya kemandirian pondok ini juga terlihat dari adanya kebebasan para santrinya untuk menentukan jalan hidupnya kelak. Imam Zarkasyi sering mengatakan bahwa Gontor tidak mencetak pegawai, tetapi mencetak majikan untuk dirinya sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>KH. IMAM ZARKASYI </p>
<p>A. Riwayat Hidup KH. Imam Zarkasyi<br />
Imam Zarkasyi lahir di Gontor, Jawa Timur tanggal 21 Maret 1910 M. dan meninggal dunia  tanggal 30 Maret 1985. Ia meninggalkan seorang istri dan 11 orang anak.</p>
<p>B. Konsep Pendidikan KH. Imam Zarkasyi<br />
1.	Pembaharuan Kurikulum<br />
Kurikulum yang diterapkan Imam Zarkasyi adalah 100 % umum dan 100 % agama. Di samping pelajaran tafsir, hadits, fiqh, ushul fiqh yang biasa dijarakan di pesantren. Ia juga menambahkan pelajaran umum, seperti ilmu alam, ilmu hayat, ilmu pasti, sejarah, tata negara, ilmu bumi, ilmu pendidikan, ilmu jiwadan lain-lain. Khusus pelajaran bahasa Arab ini ditempuh dengan metode langsung (direct method) secara aktif dengan memperbanyak latihan (drill), baik lisan maupun tulisan.<br />
       2. Perbaikan Struktur dan Manajemen Pesantren.<br />
Berbeda dengan pondok pesantren tradisional, Ponpes Gontor telah mewakafkannya pada sebuah lembaga yang disebut Badan Wakaf Pondok Modern Gontor. Dengan demikian aka ponpes ini menjadi milik semua ummat Islam dan semuanya ikut bertanggung jawab atasnya.<br />
       3. Pembaharuan dalam Pola Pikir Santri dan Kebebasan Pesantren<br />
             Gagasan independen Imam Zarkasyi direalisasikan dengan menciptakan Pondok Modern Gontor benar-benar steril dari kepentingan politik dan golongan apapun. Hal ini diperkuat dengan semboyan Gontor di atas dan untuk semua golongan. Selanjtnya kemandirian pondok ini juga terlihat dari adanya kebebasan para santrinya untuk menentukan jalan hidupnya kelak. Imam Zarkasyi sering mengatakan bahwa Gontor tidak mencetak pegawai, tetapi mencetak majikan untuk dirinya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: IHSAN DACHOLFANY (uNINUS)</title>
		<link>http://sumsel.wordpress.com/tokoh/#comment-8012</link>
		<dc:creator>IHSAN DACHOLFANY (uNINUS)</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 04:22:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sumsel.wordpress.com/tokoh/#comment-8012</guid>
		<description>ABDULLAH AHMAD  

A.	Riwayat Hidup
Abdullah Ahmad lahir di Padang Panjang pada tahun 1878. Ia adalah putera H. Ahmad, yang senantiasa mengajarkan agama di surau-surau.
B. Konsep Pendidikan Abdullah Ahmad
Konsep di bidang pendidikan yang dikemukakan oleh Abdullah Ahmad melputi tiga aspek fundamental, yaitu kelembagaan, metode dan aspek kurikulum.
1.Aspek kelembagaan
Aspek kelembagaan yang dirintis beliau adalah mendirikan madrasah Adabiyah, di tahun 1915 corak pendidikan Adabiyah diubah menjadi bercorak Hollands Maleische School (HMS) atau Hollands Inlandsche School (HIS), yaitu tingkat pendidikan setarap dengan Sekolah Dasar (SD). Selain diajarkan pelajaran agama dan al-Quran sebagai mata pelajaran wajib, juga diajarkan pengetahuan umum.
2. Aspek Metode Pengajaran
Metode debating club-metode diskusi termasuk metode yang diterapkan oleh Abdullah Ahmad. Selain itu ia juga menerapkan metode pemberian hadiah dan hukuman sebagaimana yang berkembang saat ini. Metode lain yang diterapkannya adalah metode bermain dan rekreasi.
3. Aspek Kurikulum
Di Sekolah Adabiyah yang bercorak agama ini, dapat disimpulkan bahwa dalam program pendidikannya menerapkan konsep kurikulum pendidikan integrated (integrated curriculum of education), yaitu terpadunya antara pengetahuan umum dengan pengetahuan agama serta bahasa dalam program pendidikan sebagaimana tercantum dalam setiap rencana pengajaran. Dalam pandanganAbdullah Ahmad, bahasa Arab dan Belanda sama-sama memiliki peranan penting dalam konteks alih ilmu pengetahuan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ABDULLAH AHMAD  </p>
<p>A.	Riwayat Hidup<br />
Abdullah Ahmad lahir di Padang Panjang pada tahun 1878. Ia adalah putera H. Ahmad, yang senantiasa mengajarkan agama di surau-surau.<br />
B. Konsep Pendidikan Abdullah Ahmad<br />
Konsep di bidang pendidikan yang dikemukakan oleh Abdullah Ahmad melputi tiga aspek fundamental, yaitu kelembagaan, metode dan aspek kurikulum.<br />
1.Aspek kelembagaan<br />
Aspek kelembagaan yang dirintis beliau adalah mendirikan madrasah Adabiyah, di tahun 1915 corak pendidikan Adabiyah diubah menjadi bercorak Hollands Maleische School (HMS) atau Hollands Inlandsche School (HIS), yaitu tingkat pendidikan setarap dengan Sekolah Dasar (SD). Selain diajarkan pelajaran agama dan al-Quran sebagai mata pelajaran wajib, juga diajarkan pengetahuan umum.<br />
2. Aspek Metode Pengajaran<br />
Metode debating club-metode diskusi termasuk metode yang diterapkan oleh Abdullah Ahmad. Selain itu ia juga menerapkan metode pemberian hadiah dan hukuman sebagaimana yang berkembang saat ini. Metode lain yang diterapkannya adalah metode bermain dan rekreasi.<br />
3. Aspek Kurikulum<br />
Di Sekolah Adabiyah yang bercorak agama ini, dapat disimpulkan bahwa dalam program pendidikannya menerapkan konsep kurikulum pendidikan integrated (integrated curriculum of education), yaitu terpadunya antara pengetahuan umum dengan pengetahuan agama serta bahasa dalam program pendidikan sebagaimana tercantum dalam setiap rencana pengajaran. Dalam pandanganAbdullah Ahmad, bahasa Arab dan Belanda sama-sama memiliki peranan penting dalam konteks alih ilmu pengetahuan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: islaq_mj</title>
		<link>http://sumsel.wordpress.com/tokoh/#comment-7918</link>
		<dc:creator>islaq_mj</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 02:39:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sumsel.wordpress.com/tokoh/#comment-7918</guid>
		<description>kami termasuk korban dari program berobat gratis yang di paksakan disumsel ini.... sumsel yang sebesar ini sekaya ini dengan jumlah penduduk sepadat ini tidak ada satupun dokter sepesialis tulang ( 5 s/d 12 april ) yang standby padahal keluarga saya dari tanggal 5 april sudah menunggu untuk di operasi patah tulang dikarenakan kecelakaan bermotor ( disebapkan jalan rusak ). beberapa rumah sakit yang dihubunggi seluruh sumsel ini tidak dapat memberi kepastian kapan sedianya adik saya ini dapat di operasi sehingga dengan terpaksa kami harus mengeluarkan biaya yang lebih besar dengan membawa adik saya ke solo.
mohon dengan hormat untuk pemerintah sumsel sedianya berobat geratis ini benar - benar di monitor dan di perhatikan karena ada indikasi dengan berobat geratis ini rumah sakit di sumsel terutama para dokter jadi ogah - ogahan untuk melayani masyarakat dengan prima.
jika sedianya ada dokter yang ijin meninggalkan sumsel seharusnya tidak semuanya tetapi bergantian agar jika terjadi situasi yang bersifat kontijensi masyarakat tidak perlu jauh - jauh untuk mencari pengobatan.
terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kami termasuk korban dari program berobat gratis yang di paksakan disumsel ini&#8230;. sumsel yang sebesar ini sekaya ini dengan jumlah penduduk sepadat ini tidak ada satupun dokter sepesialis tulang ( 5 s/d 12 april ) yang standby padahal keluarga saya dari tanggal 5 april sudah menunggu untuk di operasi patah tulang dikarenakan kecelakaan bermotor ( disebapkan jalan rusak ). beberapa rumah sakit yang dihubunggi seluruh sumsel ini tidak dapat memberi kepastian kapan sedianya adik saya ini dapat di operasi sehingga dengan terpaksa kami harus mengeluarkan biaya yang lebih besar dengan membawa adik saya ke solo.<br />
mohon dengan hormat untuk pemerintah sumsel sedianya berobat geratis ini benar &#8211; benar di monitor dan di perhatikan karena ada indikasi dengan berobat geratis ini rumah sakit di sumsel terutama para dokter jadi ogah &#8211; ogahan untuk melayani masyarakat dengan prima.<br />
jika sedianya ada dokter yang ijin meninggalkan sumsel seharusnya tidak semuanya tetapi bergantian agar jika terjadi situasi yang bersifat kontijensi masyarakat tidak perlu jauh &#8211; jauh untuk mencari pengobatan.<br />
terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: yis andispa</title>
		<link>http://sumsel.wordpress.com/tokoh/#comment-7536</link>
		<dc:creator>yis andispa</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2008 05:41:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sumsel.wordpress.com/tokoh/#comment-7536</guid>
		<description>jujur saja Saya sangat kecewa janji yang di keluarkan oleh bupati OKI yang kurang bijak sana,pembuatan SIM gratis hingga saat ini belum keluar,padahal kami sebagai maha siswa sangat membutuhkannya namun hingga saat ini SIM belum jg jd,saya ingin maha siswa yang kulyah di jawa dapat mengangkat jiwa sosial yang tinggi dan mempunyai intelektual yang hebat,dan bisa menjadi pemimpin baru,saya dari Universitas Muhammadiah Surakarta,Solo,F.hukum syariah akan berjuang agar bisa menjadi orang yang mempunyai intelektual tinggi dan bisa menjadi pemimpin di masa yang akan datang.hidupkan palembang dan majukan OKI.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jujur saja Saya sangat kecewa janji yang di keluarkan oleh bupati OKI yang kurang bijak sana,pembuatan SIM gratis hingga saat ini belum keluar,padahal kami sebagai maha siswa sangat membutuhkannya namun hingga saat ini SIM belum jg jd,saya ingin maha siswa yang kulyah di jawa dapat mengangkat jiwa sosial yang tinggi dan mempunyai intelektual yang hebat,dan bisa menjadi pemimpin baru,saya dari Universitas Muhammadiah Surakarta,Solo,F.hukum syariah akan berjuang agar bisa menjadi orang yang mempunyai intelektual tinggi dan bisa menjadi pemimpin di masa yang akan datang.hidupkan palembang dan majukan OKI.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: atai</title>
		<link>http://sumsel.wordpress.com/tokoh/#comment-7337</link>
		<dc:creator>atai</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 08:09:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sumsel.wordpress.com/tokoh/#comment-7337</guid>
		<description>Hidup SOHE.........tapi kalu lokak masuk penjara mending kabur bae...nak sohe nak she nak soleha  ....mneding kabur bae....lokak dak makan anak bini aku.......lemak aku jadi preman di pelabuhan lagi...............</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hidup SOHE&#8230;&#8230;&#8230;tapi kalu lokak masuk penjara mending kabur bae&#8230;nak sohe nak she nak soleha  &#8230;.mneding kabur bae&#8230;.lokak dak makan anak bini aku&#8230;&#8230;.lemak aku jadi preman di pelabuhan lagi&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: warih Dharma</title>
		<link>http://sumsel.wordpress.com/tokoh/#comment-6407</link>
		<dc:creator>warih Dharma</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 03:10:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sumsel.wordpress.com/tokoh/#comment-6407</guid>
		<description>selamat dan sukses kepada ALDY semoga bisa memimpin sumsel sesuai dengan janji yang telah di tunggu oleh masyarakat sumsel.kami masyarakat sumsel berharap banyak kepada ALDY bisa menjadikan sumsel sebagai kota metropolitan yang angka kemiskinannya paling kecil di Indonesia,kami percaya ALDY bisa mewujudkan nya.selamat telah menjadi sumsel 1.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>selamat dan sukses kepada ALDY semoga bisa memimpin sumsel sesuai dengan janji yang telah di tunggu oleh masyarakat sumsel.kami masyarakat sumsel berharap banyak kepada ALDY bisa menjadikan sumsel sebagai kota metropolitan yang angka kemiskinannya paling kecil di Indonesia,kami percaya ALDY bisa mewujudkan nya.selamat telah menjadi sumsel 1.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
