DEBAT PILKADA

Karena banyak sekali pengunjung yang hoby sekali berdebat, adu argumen tentang siapa Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur terbaik pilihan mereka, maka pengelola Blog menyediakan halaman khusus untuk Debat Pilkada seluas-luasnya. kemukakan pendapat anda dengan alasan-alasan yang intelek. Tak perlu saling menjatuhkan. Mari belajar Berdemokrasi yang sehat dan dewasa. Selamat Berdemokrasi !

SYAHRAL OESMAN atau ALEX NOERDIN ?

Terima kasih.

Pengelola Blog

694 Tanggapan

  1. kalau debat publik
    aku raso PAK SO cak burit ayam

    idak pacak omong apo2 masalah nyo dio idak katek modal jadi …………..

  2. Hei kalu ngomong pake aturan……
    kita akan lacak siapa anda.!

  3. sudah terlacak kawan…
    itu wongnyo Alex Noerdin
    dibawah tim boyongan dari jakarta, bandung, jogja samo solo.
    betul ada yg bilang, mereka main SPAMMING CAMPAIGN

  4. kepada YTH pengelola blog tolong dong dibuatkan TABEL PERBANDINGAN KINERJA KEDUA CALON selama beliau2 menjabat pada jabatan nya masing2. semua data harus di jelaskan secara jujur darimana asal muasalnya.. yang diungkap yang bagus2 aja, gk usa ngungkit kejelekan orang, gk baek :>

    contoh : Pak Gubernur bisa bikin Fly over, bisa bawa SFC jadi Double Winner, dan banyak lagi kelebihan yang beliau miliki. begitu pula dengan Pak bupati muba selama beberapa tahun menjabat apa aja yang uda beliau lakukan.. seperti pembangunan/program “A” atau “B” trus diujung tulisan tolong dibuat catatan Sumber didapat dari :

    nah..
    dengan adanya tabel perbandingan tadi secara langsung dan dengan mudah saya pribadi khususnya dan masyarakat pada umumnya (sebagai orang awan) akan dapat dengan mudah mengetahui fakta2 akan kelebihan dari kedua calon itu.

    sasarannya : kita debat dengan fakta yang diungkap oleh penulis berdasarkan fakta yang sebenarnya dan dapat dipertanggungjawabkan.. dengan kata lain, biar gk ngambang getoo…

    kan.. kita sebagai orang awam butuh pencerdasan berpolitik, butuh sesuatu yang bisa bikin kita merasa nyaman dalam memilih pemimpin kita nantinya dan tentunya kita akan memilih calon yang benar2 memiliki kelebihan dibanding calon lainnya.

    trims.. (hanyafakta)

  5. sekolah gratis dan berobat gratis dari Alex Noerdin atau jugo Syahrial Oesman tu PEMBOHONGAN PUBLIK…DAK MUNGKIN..Sapopun yang menang dakkan mampu buktike janji itu..karno itu cuma..RAYUAN GOMBAL MEREKA bae.

  6. cubo masing2 timsukses para cagub itu…tunjukke disini cakmano nian langkah konkrit untuk mewujudke berobat gratis dan sekolah gratis itu..?????? biar aku tarik pernyataan aku di atas kalu itu smua PEMBOHONGAN PUBLIK…

  7. Sebagai warga Sumsel, saya bangga dengan Syahrial Oesman, karena:
    - Menerima BINTANG MAHAPUTRA UTAMA, menemani Sultan Hamengkubuwono yang telah menjabat gubernur Jogja 7 tahun lebih, sedang Syahrial cukup dengan kurang dari 4 tahun!
    - SFC sebagai simbol pemersatu masyarakat Sumsel, komitmen mengibarkan kejayaan Sriwijaya diinvestasikan lewat APBD untuk mengangkat martabat Sumsel dengan kemenangan ganda liga sepak bola nasional. Kalau saja tabloid bola memberikan kategori khusus manajemen, SO layak menjadi pembina klub terbaik! SFC menang dengan level nasional bahkan dipandang se-Asia Tenggara, dampaknya; olahraga Sumsel menggeliat ikut berprestasi dan investor makin melirik Sumsel sebagai daerah yang dipandang.
    - Menyerukan SUMSEL LUMBUNG PANGAN dan LUMBUNG ENERGI NASIONAL, ini bukan judgement bahwa Sumsel sudah melimpah SEMBAKO dan sudah kaya akan sumber energi, tapi ARAHAN PASTI PEMBANGUNAN SUMSEL. Dampaknya, Sumsel lebih menggeliat untuk pemanfaatan sumber daya alam.
    - Stop impor beras untuk wilayah Sumsel, petani senang, harga gabah kering dan beras lokal Sumsel punya daya saing dan Sumsel pun surplus beras. Meski akhirnya muncul polemik; diekspor apa di-lumbungkan. Kalau tidak, harga jatuh, kasihan petani. Ini yang masih menjadi PR Syahrial selanjutnya. Dan itu masih banyak lagi soal kebijakannya di perkebunan karet, sawit dan lain-lain termasuk perikanan!
    - Konsep ‘Uni Sumbagsel’ (mirip Uni Eropa) yang dikenal Belajasumba, merangkul provinsi Bengkulu, Lampung dan Bangka Belitung untuk sparing partner dalam pergerakan ekonomi regional dan industri. Sehingga menempatkan Sumsel sebagai backbone ekonomi Sumbagsel. Pelabuhan Internasional Tanjung Api-Api still in progress dan bandara Sultan Machmud Badarudin II jadi airport international.
    - Pengentasan masyarakat miskin dengan berbasis kehidupan desa melalui ‘otonomi desa’, yang ane dengar untuk membuat desa lebih hidup lagi menggerakkan potensi masyarakat desa melalui kehidupan koperasi, pertanian, perkebunan, perikanan hingga olahraga. It’s brilliant idea!!
    - Mengedepankan pembangunan sektor Pendidikan; bukan hanya menggratiskan tanpa juntrungan tidak jelas, SO benar-benar memperjuangkan amanat UU Diknas untuk memperjuangkan realisasi 20% APBD bahkan kucuran APBN sampai pada tujuannya. Gratis untuk yang tidak mampu (doi pernah menyekolahkan secara pribadi anak tukang becak hingga sukses di Malaysia), memperjuangkan kesejahteraan guru termasuk menyekolahkan S1, bangun jalur kereta Inderalaya-Palembang untuk kepentingan kampus, sering disela kunjungan pelosok SO ’sidak’ di sekolah-sekolah terpencil untuk sekadar mencari masukan atau kritikan *hebadd!!!*, dan ingat, dari buku biografinya, SO pernah susah untuk mencari dana sekolah dan kuliahnya. Dan SO memang birokrat dari pangkat honorer! Wuih, aku nian nih! hehe
    - Syahrial bukan orang partai! Biarpun dekat dengan PDI-P, SO juga dekat dengan partai-partai lain. Jadi dia memang gubernur yang netral, tidak bawa kepentingan kelompok, apalagi individu. Enggak pernah jingok, Syahrial pakai sedan Jaguar XJ malah Mercedes S Class, dia malah pakainyo TLC keluaran 2000-an awal. Paling mewah, Nissan Xtrail kalau enggak salah. Jadi, 4 tahun jadi gubernur, SO enggak tambah kaya gilo. Hebad nian gubernurku ini…
    - Apo lagi yo? Mmm segudang penghargaan yang diterima dengan skala nasional. Kecuali Bintang Mahaputra Utama, tidak satupun dipamerkan untuk jualan di pemilukada ini.
    - Oh ya, konsep DOKTER KELUARGA, bukan jargon gratis semata, lewat DOKTER KELUARGA, masyarakat Sumsel dipantau secara aktif kesehatannya. Program ini still in progress, baru 2 bulan kemarin 60-an dokter baru dikirim ke daerah yang lebih membutuhkan dulu, targetnya ratusan dokter mungkin ribuan, makanyo doi ga salah partner samo Mahyuddin, spesialis internis dari FK Unsri, bisa-bisa, dokter-dokter muda lulusan Unsri didaulat untuk mengabdi program ini. Toh enggak segampang itu, dokter juga manusia biasa, kalau lulusnya mau cari penghasilan besar, ya merantaulah dia ke Jakarta dengan gaji besar. Makanya, doain yah, semoga banyak dokter memang pengabdian masyarakatnya besar, biar Sumsel sehat.
    - Oya lagi, pernah ngajak 11 provinsi untuk konversi energi ke batubara sebagai solusi mahalnya minyak tanah! Tahu kan? Sumsel memang ladangnya batubara!
    - Masih banyak lah, ayo coba buka koran-koran di rumah (bahkan Kompas ya..). Kalian baca saja di situ, komitmen SO jelas kok. Memang Sumsel 4 tahun terakhir ini lebih maju dibanding dulu. Warganya makin modern. Walau terkadang di beberapa daerah masih saja yang tertinggal, tapi kan itu still in progress, masih jalan terus. Enggak gampang lho mimpin provinsi, dibanding kabupaten.

    Okey, siapa yang mau nambahin? Ini bukan janji lho, tapi aku rasa bukti. Fly over kalau aku lihat hanya bagian kecil saja, dan lebih cenderung tanggung jawab Kota Palembang. Yang hebat, rencana SO buat rel kereta api dua arah dan tol dalam rangka konsep ekonomi Belajasumba!

  8. jangan bertengkar kawan2…………..
    Kita tentukan saja pilihan kita saat di Bilik pemilihan .
    kita gunakan hak pilih kita sesuai Nurani.
    HENTIKAN HASUT MENGHASUT..
    INGAT DOSA DULUR2.

  9. ADU MAS

    UNTUK APA BANGGA DAPAT DOUBLE WINNER
    KAGA K ADA UNTUNG NYA BUAT RAKYAT MISKIN

    KITA TAU SEMUA CUMA SEDIKIT ORANG HOBI BOLA

    EMANG NYA PIALA DOUBLE WINNER DAPAT DIMAKAN

    ADU MAS………..DOKTER KELUARGA APAAN TUH…………
    KAGA TAU KITA YG NAMA NYA DOKTER
    TUGAS DAERAH PASTI MASIH PENGEN DAPAT TIP

    NAH KALAU BROBAT GRATTISSSSSSS
    MEMANG GRATIS NIAN

    MANO NIAN BUKTI DOKTER KELUARGA
    KALAU NAMO NYO DOKTOR KEUARGA
    YO SELALU DI RUMAH KITO

    KALAU KITO SAKIT PERUT
    DIO LANGSUNG NGOBATI KITO

    KALAU KITO PALAK LAGI PENING
    PIJIT JIDAT KITO

    Kalau dokter keluarga
    ado nyo di rumah sakit/puskesmas itu bukan dokter keuargo………….oiiiiiiiiiiiiiii

    mari kita ganti gub kito pak S.beliung atau Alex
    dari pada so

    Amit2 deh…………

  10. cobo jelaske alex n. mas joki..

    mungkin satu paragrap lah abiss!! katek isinyo.. cuma berobat samo sekolah gratis bae!! hahahaha.. Katek otak wong itu..

    pacaknyo senyum2 bae,, awak rai cak setan!!

  11. Sudah woi! Ini debat dan diskusi, bukan saling sikat tanpa solusi!
    Cakmano suara timses Alex Noerdin? Mano pendapat yang katonyo bukan preman? Jangan asal bunyi yo!

    salam hormat
    asmuni

  12. Kalau saya ma…..
    ga yakin tuch program sekolah dan berobat gratisnya semua calon bakal terwujud.
    Ini bukannya negeri dongeng yang serba adra kadabra.
    negara kita bukan Brunai yang berpenduduk sedikit dengan kekayaan yang melimpah.
    program itu kan cuma alat kampanye, alat politik, dll.
    Kami atas nama mahasiswa peduli pendidikan menolak politisasi terhadap pendidikan.

  13. cobo jelaske ttg alex noerdin mas joki..

    mungkin satu paragrap lah abiss!! katek isinyo.. cuma berobat samo sekolah gratis bae!! hahahaha.. Katek otak wong itu..

    pacaknyo senyum2 bae,, awak rai cak setan!

  14. Kepada Yth. relawan SO, bapak menulis ;

    Tulisan : SFC sebagai simbol pemersatu masyarakat Sumsel, komitmen mengibarkan kejayaan Sriwijaya diinvestasikan lewat APBD untuk mengangkat martabat Sumsel dengan kemenangan ganda liga sepak bola nasional.

    Tanggapan : mungkin itu uda Ridho dariNYA, saya juga ikut bangga akan keberhasilan itu walau gk ada satupun saudara saya sekampung dr sumsel yang ikut menendang bola di kedua pertandingan puncak itu. Mungkin bapak lebih tahu Investasinya, katanya 19 ato 26 Milyar menggunakan 2 tahun anggaran APBD SUMSEL, coba bapak bandingkan dengan dana yang dikucurkan APBD untuk peningkatan MUTU Pesantren di sumsel yang hanya 5 Milyar??? (aq baca di sripo). ironis bukan…
    apakah bijak kebanggaan kita pada kemenangan di dua kejuaraan itu harus mengorbankan pendidikan akhlak, moral dan agama yang notabene itu merupakan hal yang paling mendasar dalam bersopan santun menjalani hidup berbangsa dan bernegara???

    Tulisan : Menyerukan SUMSEL LUMBUNG PANGAN dan LUMBUNG ENERGI NASIONAL, ini bukan judgement bahwa Sumsel sudah melimpah SEMBAKO dan sudah kaya akan sumber energi, tapi ARAHAN PASTI PEMBANGUNAN SUMSEL. Dampaknya, Sumsel lebih menggeliat untuk pemanfaatan sumber daya alam….

    Tanggapan : Saat ini seruan itu kayaknya uda gk ada pak.. kan balihonya uda diganti dengan visit musi 2008?? Lumbung energi Nasional tapi proyek pembangunan nasional pembangkit listrik gk ada yang di sumsel, inilah yang diributkan oleh media saat itu sampe2 mo diboikot oleh kita (utk hal ini saya juga sedih pak..koq tega2nya pak SBY yang udah ikut mencanangkan tapi ujungnya ngasih ke orang)

    Tulisan : Konsep ‘Uni Sumbagsel’ (mirip Uni Eropa) yang dikenal Belajasumba, merangkul provinsi Bengkulu, Lampung dan Bangka Belitung untuk sparing partner dalam pergerakan ekonomi regional dan industri. Pengentasan masyarakat miskin dengan berbasis kehidupan desa melalui ‘otonomi desa’, yang ane dengar untuk membuat desa lebih hidup lagi menggerakkan potensi masyarakat desa melalui kehidupan koperasi, pertanian, perkebunan, perikanan hingga olahraga. It’s brilliant idea!!

    Tanggapan : Bapak pasti tau Dalam Blog ini ada banyak ide2 brillian yang muncul, pertanyaannya apakah itu terbukti terlaksana?? Bisa jadi itu Cuma sekedar wacana kalo gk boleh dibilang No Action Talk Only… kita orang awam gk tau fakta dilapangan spt apa, karena kita gk terlibat secara langsung didalamnya dan kita gk bisa dapetin data statistic/progress report nya… kalo bapak punya data telah sejauh mana hal itu dapat memajukan sumsel alangkah baiknya di upload juga

    Tulisan : Mengedepankan pembangunan sektor Pendidikan; bukan hanya menggratiskan tanpa juntrungan tidak jelas,
    Tanggapan : Maaf pak, Saya kira uda jelas bahwa kata Gratis itu adalah TUJUAN, siapapun orangnya pasti akan senang bila diringankan beban hidupnya.. apalagi dalam kondisi ekonomi saat ini yang semakin tidak jelas juntrungannya, semoga pak SO komit akan sekolah gratis dan dokter keluarganya biar beban sedikit berkurang.. amin..

    Tulisan : Oh ya, konsep DOKTER KELUARGA, bukan jargon gratis semata, lewat DOKTER KELUARGA, masyarakat Sumsel dipantau secara aktif kesehatannya. Program ini still in progress, baru 2 bulan kemarin 60-an dokter baru dikirim ke daerah yang lebih membutuhkan dulu,..

    Tanggapan : Sayangnya koq baru konsep dan baru dimulai 2 bulan kemaren… 7 bulan sebelum Pilkada??? Bukannya saingan beliau udah sejak 5 tahun yang lalu melakukan hal itu?? begitu pula dg umroh dan menyekolahkan masyarakat berprestasi, guru hingga dosen se kabupaten yang dia pimpin..

    Tulisan : Oya lagi, pernah ngajak 11 provinsi untuk konversi energi ke batubara sebagai solusi mahalnya minyak tanah! Tahu kan? Sumsel memang ladangnya batubara!
    Tanggapan : Maaf pak, sekali lagi maaf… saya termasuk salah satu pendukung program tersebut, tapi setelah stock briket menumpuk begitu pula dengan kompornya.. ternyata untuk menghidupkan satu bongkah briket diperlukan ½ liter mitan, diperlukan waktu relative lebih lama dari mitan untuk menjadikan bara apinya, dan sialnya lagi bara apinya sulit untuk dimatikan, pendek kata kita makin boros pake batubara kalo konteksnya rumah tangga. Lagi2 itu sebuah kegagalan yang sangat tidak wajar kalo harus dijadikan kebanggaan atau sebuah prestasi.. faktanya bapak bisa lihat sendiri kan…

    Saya ada sedikit cerita tentang batubara ne.. kebetulan dulu saya pendengar yang baik dalam golongan elite sumsel. Waktu itu kedua calon ini masih “rukun”.. trus ada wacana kita semua berangkat ke Afrika Selatan negerinya OM Nelson Mandela. Karena negaranya di Embargo Minyak oleh USA akibat kebijakan Apharteid (warna kulit red). Maka disana batubara di convert menjadi Bahan Bakar Kendaraan, katanya semua mobil dan motor pake bahan bakar itu.. singkat cerita kita tetapkan tanggal keberangkatannya kalo gk salah waktu itu bulan puasa tahun 2006, entah apa sebabnya keberangkatan itu di Cancel.

    Dan akhirnya muncul berita di Koran SUMEKS kalo Muba 1 dan Pak Sammi Hamzah (mantannya Dessy Ratnasari) beserta rombongan dr MUBA berkunjung ke CHINA untuk tanda tangan MOU pengolahan batubara sebagai energi pengganti Minyak dan studi banding ke pabrik pengolahan BIODIESEL dari tanaman sawit atau BIOETHANOL dari tanaman TEBU, (sayang waktu itu kita gk diajak he2x..)

    Syukur Alhamdulillah sekarang uda banyak bermunculan bahan pengganti BBM yang selama ini kita pakai.. walau Pak SBY bilang realisasinya baru tahun 2010 nanti. Mudah2an rakyat kita semakin sehat dan cerdas karena berkurangnya beban hidup ditambah lagi dengan pendidikan dan kesehatan yang terjangkau atau malah GRATISS!! oleh kedua calon kita ini..

    Terimakasih Pak SO dan Pak ALEX
    Tentunya kami berharap banyak dengan program dan janji2 bapak
    Semoga bapak terus mengikuti debat kami diblog ini dan bapak2 semakin terpacu untuk terus mewujudkan sumsel sejahterah ..

    Please sejahterahkan kami…

  15. Aprizal, jangan kasar igo ngatoe AN, Allah membenci uwong yang sombong….., camkan dihatimu manfaat dan mudhoratnyo ?

    Salam,
    Amukh

  16. Nah, ini baru yang namanya Debat Intelek…. bukan saling ejek, saling fitnah… mari berpolitik yang cantik.

  17. menurut pendapat saya
    bagus nya emang gub sumsel harus diganti
    bp.peliung dan tantowi

    yg jidat nyo selalu mayun….jidat nyo keriput
    binggung mau diapaan sumsel ini
    ya menurut saya masih mengdingan alex senyum

    tapii plihan saya tetang bp peliung

    maju pak peliung

  18. Tanggapan : mungkin itu uda Ridho dariNYA, saya juga ikut bangga akan keberhasilan itu walau gk ada satupun saudara saya sekampung dr sumsel yang ikut menendang bola di kedua pertandingan puncak itu. Mungkin bapak lebih tahu Investasinya, katanya 19 ato 26 Milyar menggunakan 2 tahun anggaran APBD SUMSEL, coba bapak bandingkan dengan dana yang dikucurkan APBD untuk peningkatan MUTU Pesantren di sumsel yang hanya 5 Milyar??? (aq baca di sripo). ironis bukan…
    apakah bijak kebanggaan kita pada kemenangan di dua kejuaraan itu harus mengorbankan pendidikan akhlak, moral dan agama yang notabene itu merupakan hal yang paling mendasar dalam bersopan santun menjalani hidup berbangsa dan bernegara???

    Replay: Wah.. wah.. wah.. bapak ini ketua fraksi apa pak? Maaf, saya hanya relawan dan masih belum berkompenten sebagai politisi karena memang saya pegawai swasta biasa. Toh, bukan excuse saya untuk tidak menjawab tanggapan pintar bapak ini. Well, saya pikir APBD sebesar hingga 26 milyar (setau saya blm mencapai 20 M karena kucuran APBN/hibah pusat 7,5 M untuk 2008 ini, sisanya diperjuangkan secara profesional) sebagai bentuk pengorbanan untuk mengibarkan posisi bargaining dimata masyarakat dan investor nasional hingga internasional. Ini merujuk pada perjuangan China, Argentina hingga Amerika di bidang olahraga (dari olimpiade, piala sepak bola dunia hingga percaturan dunia balap) turut ‘membangun bangsa’ secara tidak langsung dengan cara menarik minat & keinginan untuk datang ke negara bersangkutan, entah hanya untuk pariwisata atau malah berbisnis. Dan implikasi lain adalah masyarakat suatu bangsa mempunyai symbol kebanggaan bersama yang dijadikan pemersatu kemajemukan bangsa itu sendiri. Nah, apabila anggaran sebesar itu dihibahkan kepada pesantren, MEMANG BETUL lebih pada urgensinya untuk mendidik bangsa. Namun ingat, dana 20% APBD Pemprov tiap tahunnya meningkat dengan 2008 telah dikucurkan hingga 300M rupiah (mulai untuk BOS, pembebasan SPP/BP3 hingga perbaikan infrastruktuk sekolah, madrasah dan juga pesantren). Dana ini turut membantu pemerintah pusat yang memang sekarang telah memotong komitmen 20% APBN. Nah pendidikan akhlak dikembalikan oleh ulama masing-masing. Tidak lucu kan kalau bantuan malah ditujukan untuk satu agama tertentu, sementara yang lain tidak terbagi. Namun tetap saja, pemerintah wajib dan tetap bertanggung jawab untuk pendidikan akhlak warganya. Caranya buanyak, bukan hanya mengucurkan bantuan pada ponpes-ponpes di seluruh provinsi. Bentuk komitmen yang paling kentara adalah dengan merangkul para ulama dan pemuka agama dalam bentuk keakraban sosial, entah mulai dengan saling menghargai perayaan hari suci, saling berkontribusi dalam pembentukan akhlak warga hingga fasilitasi pengembangan infrastruktur untuk beribadah yang tentunya dibantu swadaya dari masyarakat setempat,mulai berdirinya masjid etnis Tionghoa, rehabilitasi gereja, pembangunan klenteng hingga mengupayakan SMB II jadi embarkasi haji untuk Sumbagsel. So, bila mengapa banyak pemain import (domestic atau internasional) di SFC? Ini adalah proses gebrakan instans. Saya optimis, dengan pembentukan SFC menjadi yayasan akan mewadahi seluruh masyarakat Sumsel yang berkeinginan menjadi pemain bola profesional. Soal detailnya (jujur, saya bukan karyawan, simpatisan atau supporter SFC), silakan ditanyakan ke manajemen SFC.
    &&&&&&&

    Tanggapan : Saat ini seruan itu kayaknya uda gk ada pak.. kan balihonya uda diganti dengan visit musi 2008?? Lumbung energi Nasional tapi proyek pembangunan nasional pembangkit listrik gk ada yang di sumsel, inilah yang diributkan oleh media saat itu sampe2 mo diboikot oleh kita (utk hal ini saya juga sedih pak..koq tega2nya pak SBY yang udah ikut mencanangkan tapi ujungnya ngasih ke orang)

    Replay: Ini memang sepertinya salah dalam mengeksekusi. Kalau orang awam bilang, “Ah, dasar pemerintah.” Hehehe… Seharusnya, Pemprov berani melakukan tender untuk menunjuk siapa yang punya kompenten menjalankan Visit Musi 2008 melalui suatu badan konsorsium. Pemikiran seperti ini saya yakin ada di benak Gubernur. Tapi ingat, Visit Musi 2008 harus digerakkan oleh seluruh elemen, contohlah Bali, dari pemerintah, swasta dan warganya kompak menyatu untuk menjalankan misi pariwisatanya yang memang notabene sebagai income utama provinsi indah itu. Namun sayang, misi Visit Musi 2008 belum tergerak hingga ke masyarakat bawah. Apakah ada kesalahan dalam penyampaian misinya atau memang dana yang ada kurang mewadahi hingga elemen masyarakat bawah? Seharusnya, konsorsium (waktu itu dipegang oleh Helmi Yahya, cs) merangkul seluruh elemen pariwisata untuk berkolaborasi secara bisnis. Seharusnya ini menjadi bargaining point konsorsium untuk lebih menggeliatkan Visit Musi 2008 yang juga bagian komitmen pemprov untuk mengundang wisatawan dan investor ke Sumsel. Kalau konsep itu terlaksana, saya yakin, seluruh masyarakat Sumsel merasakan dampaknya. Bisnis empek-empek, kerupuk udang hingga pindang ikan menjadi lebih menggeliat di sektor pariwisata kuliner, menemani sektor-sektor wisata lainnya.
    Nah, soal Lumbung Pangan juga Lumbung Energi Nasional tingkat sosialisasinya adalah pada level investor dan kalangan praktisi pertanian, perkebunan hingga perikanan. Kalau saja sosialisasi ini untuk konsumsi masyarakat Sumsel saya pikir kurang relevan. Mengingat karakter masyarakat Sumsel adalah masyarakat yang taktis dan praktis. Sehingga, perlu ada langkah penjabaran program tersebut dalam bentuk sosialisasi praktis. Seperti menyerukan EKONOMI KERAKYATAN yang memang berbasis kehidupan desa dan merembet ke soal pengadaan sembako. Semua elemen Ekonomi Kerakyatan bukan saja para petani, tapi juga kalangan koperasi hingga usaha kelas kecil – menengah, termasuk juga para pedagang-pedagang di seluruh pasar yang ada di Sumsel. Jadi apabila Lumbung Energi Nasional dan Lumbung Pangan yang diserukan, akan banyak masyarakat yang MENAGIH mana yang disebut Lumbung Pangan dan mana yang disebut Lumbung Energi. Padahal, proses program ini enggak cepat, butuh waktu cukup lama alias program ini sebagai sasaran untuk menjadi sebenar-benarnya LUMBUNG. Mungkin, bapak juga menyadari bahwa kampanye Lumbung Energi Nasional & Lumbung Pangan adalah komitmen utama pembangunan Sumsel yang dampaknya juga untuk masyarakat Sumsel secara menyeluruh.
    &&&&&&&&

    Tanggapan : Bapak pasti tau Dalam Blog ini ada banyak ide2 brillian yang muncul, pertanyaannya apakah itu terbukti terlaksana?? Bisa jadi itu Cuma sekedar wacana kalo gk boleh dibilang No Action Talk Only… kita orang awam gk tau fakta dilapangan spt apa, karena kita gk terlibat secara langsung didalamnya dan kita gk bisa dapetin data statistic/progress report nya… kalo bapak punya data telah sejauh mana hal itu dapat memajukan sumsel alangkah baiknya di upload juga.

    Replay: Kalau bapak mau data, silakan akses BPS setempat, dibantu oleh LSI (www.lsi.or.id) hingga CSIS (www.csis.or.id). Dan account wordpress.com bukan situs yang bisa menerima upload data dari luar user kecuali dalam bentuk text.
    &&&&&&

    Tanggapan : Maaf pak, Saya kira uda jelas bahwa kata Gratis itu adalah TUJUAN, siapapun orangnya pasti akan senang bila diringankan beban hidupnya.. apalagi dalam kondisi ekonomi saat ini yang semakin tidak jelas juntrungannya, semoga pak SO komit akan sekolah gratis dan dokter keluarganya biar beban sedikit berkurang.. amin..

    Replay: Lho, kok GRATIS jadi TUJUAN. Salah pak, menurut saya ini pemahaman yang patut kita luruskan. Esensi pendidikan seutuhnya adalah pembentukan logika-sintesa berpikir, keahlian, watak hingga dan semangat seluruh masyarakat setempat. Bukan Gratis sebagai tujuan akhir. Saya yakin, apabila seluruh pendidikan digratiskan, akan banyak anak-anak penerus masa depan bangsa memandang rendah pentingnya pendidikan lantaran sudah gratis. Ini yang ditakuti, sangat mengerikan apabila tanggungjawab dan kesadaran untuk membangun dari level anak-anak itu rendah. Keponakan saya (hehe, maklum saya masih bujang dan berumur 27 tahun, hehe promo…), makin rajin dengan les inggris, piano, renang dan tentu sekolah di SD-nya (masih kelas 1 dan dia umur 6 tahun) karena sudah tahu, bahwa untuk keperluan pendidikan itu butuh PENGORBANAN yaitu membayar! Kalau saja semua digratiskan tanpa pandang THE NEED LEVEL/tingkat kebutuhan, semua masyarakat khususnya yang mampu akan teracuni betapa tidak pentingnya pendidikan, khususnya untuk pelaku dalam hal ini anak didik. Gratis tetap diberikan kepada masyarakat yang memang sudah angkat tangan alias tidak mampu untuk menyekolahkan anaknya. Kalau saja sudah capai GRATIS 100% (untuk seluruh masyarakat) lebih baik disalurkan ke badan-badan penelitian dan balai latihan kerja untuk mendukung output dari pendidikan itu sendiri. Enggak lucu kan, semua sekolah, semua lulus, tapi lapangan kerja tidak memadai dan makin banyak lulusan potensial belum tersalurkan ke dunia yang mereka minati. So, bicara pendidikan itu harus sinergis dengan nyawa pembangunan. Tidak lucu, kalau pendidikan terlalu digembar-gemborkan jumlah kelulusan berikut prestasi rankingnya, namun lapangan kerja untuk mewadahi kelimpungan mengimbangi! Cobalah, kalau bapak memang anggota fraksi DPRD atau memang birokrat, diskusikan soal Pendidikan pada dikti, perguruan tinggi, deperindag, instansi perburuhan, hingga orang tua anak didik. Yang menjadi isyu Pendidikan di Indonesia adalah bukan hanya rendahnya minat masyarakat terhadap sekolah tapi juga miskinnya Indonesia sebagai lahan/lapangan kerja. Bapak masih ingat konsep Link & Match sewaktu Wardiman jadi menteri pendidikan, bukan? Saya akui, sampai detik ini belum jalan! Mau kalau akhirnya tenaga hingga peneliti potensial Indonesia lari diekspor ke Malaysia, Singapura hingga Amerika? Indonesia dapat nilai tambah apa, Pak?
    &&&&&&&&&&

    Tanggapan : Sayangnya koq baru konsep dan baru dimulai 2 bulan kemaren… 7 bulan sebelum Pilkada??? Bukannya saingan beliau udah sejak 5 tahun yang lalu melakukan hal itu?? begitu pula dg umroh dan menyekolahkan masyarakat berprestasi, guru hingga dosen se kabupaten yang dia pimpin.

    Replay: Kalau 2 bulan kemarin, yak arena saya memang baru mengetahuinya dari Koran atau internet. Setelah saya browsing dan olah informasi, itu bagian komitmen Sumsel Sehat 2008. Mungkin komitmen Dokter Keluarga sudah lama menjadi brilliant idea pak Mahyuddin, karena memang beliau pejabat tinggi di IDI (ikatan dokter Indonesia) wilayah Sumsel. Nah bicara pemberdayaan berobat gratis bukannya sudah menjadi komitmen dinkes nasional melalui Asuransi Kesehatan Miskin (Askeskin)? Askeskin memang sudah bisa mengobati masyarakat secara gratis bahkan untuk penderita ginjal di wilayah Jabar hingga Sumsel. Namun ironis, klaim Askeskin terbentur kendala klaim dari pihak rumah sakit terkait karena beban Askeskin cukup berat. Nah makanya, komitmen berobat gratis memang betul. Tapi bukan sebagai TUJUAN AKHIR, karena kita tahu, obat yang murah adalah obat generik (subsidi pemerintah pusat). Sedangkan obat super manjur untuk penyakit kelas berat, untuk negara semaju Jepang dan Amerika pun belum rela menggratiskan karena memang muahal. Kecuali, perlakukan gratis –lagi-lagi- untuk yang lebih membutuhkan yaitu masyarakat tidak mampu alias miskin.
    &&&&&&&&&&&&&

    Tanggapan : Maaf pak, sekali lagi maaf… saya termasuk salah satu pendukung program tersebut, tapi setelah stock briket menumpuk begitu pula dengan kompornya.. ternyata untuk menghidupkan satu bongkah briket diperlukan ½ liter mitan, diperlukan waktu relative lebih lama dari mitan untuk menjadikan bara apinya, dan sialnya lagi bara apinya sulit untuk dimatikan, pendek kata kita makin boros pake batubara kalo konteksnya rumah tangga. Lagi2 itu sebuah kegagalan yang sangat tidak wajar kalo harus dijadikan kebanggaan atau sebuah prestasi.. faktanya bapak bisa lihat sendiri kan…
    Saya ada sedikit cerita tentang batubara ne.. kebetulan dulu saya pendengar yang baik dalam golongan elite sumsel. Waktu itu kedua calon ini masih “rukun”.. trus ada wacana kita semua berangkat ke Afrika Selatan negerinya OM Nelson Mandela. Karena negaranya di Embargo Minyak oleh USA akibat kebijakan Apharteid (warna kulit red). Maka disana batubara di convert menjadi Bahan Bakar Kendaraan, katanya semua mobil dan motor pake bahan bakar itu.. singkat cerita kita tetapkan tanggal keberangkatannya kalo gk salah waktu itu bulan puasa tahun 2006, entah apa sebabnya keberangkatan itu di Cancel.
    Dan akhirnya muncul berita di Koran SUMEKS kalo Muba 1 dan Pak Sammi Hamzah (mantannya Dessy Ratnasari) beserta rombongan dr MUBA berkunjung ke CHINA untuk tanda tangan MOU pengolahan batubara sebagai energi pengganti Minyak dan studi banding ke pabrik pengolahan BIODIESEL dari tanaman sawit atau BIOETHANOL dari tanaman TEBU, (sayang waktu itu kita gk diajak he2x..)
    Replay: Lho memang sepertinya BAPAK HANYAFAKTA ini birokrat ya? APAKAH BAPAK INI ALEX NOERDIN? Sepertinya tahu banyak sepak terjang ketua DPD GOLKAR ini? Wah..wah.. kalau memang mengajak debat pada saya, kurang pas. Saya ini hanya pengamat dan sepaham dengan apa yang dilakukan pak Syahrial Oesman sebagai Gubernur Sumsel. Kalau semua pertanyaan detail bapak, mbok ya tanyaken daripada yang punya kompentensi. Saya disini hanya kasih masukan yang sejauh saya tahu dan mengerti, baik untuk pak Syahrial Oesman sebagai Gubernur bahkan Alex Noerdin sebagai kandidat kompetitornya.
    Soal konversi Batu Bara, bapak HanyaFakta tahu istilah Carbon Trading? Kalau belum mungkin bapak bisa belajar lebih dahulu mereferensi kesepakatan lingkungan di Hokaido. Saya sendiri masih menyempatkan apa urgensinya. Toh belum lama, perdana menteri Inggris berteriak mahalnya harga gandum lantaran dipakai untuk Bio Diesel. Isyu energy dan pangan memang sedang menarik di dunia, Pak. Isyu ini saling berkaitan karena memang komitmen dunia mengkonversi energy dari minyak bumi ke minyak nabati. Kalau memang BATUBARA BERENERGI AKTIVISI yang cukup tinggi (butuh effort besar untuk membuat batubara menyala dan membakar) memang sudah lama menjadi isyu. Toh, batubara menjadi energy yang masih favorit untuk energy pembangkit listrik. Kalau bukan batubara sebagai pengganti mitan, CPO kah? Ini yang masih menjadi kendala. Kompor lansiran Jerman (kalau tidak salah buatan Siemens) masih belum terjangkau harganya untuk masyarakat Indonesia. Adakah kawan-kawan insinyur atau peniliti turut membantu menciptakan kompor tersebut? Wah kami tunggu.
    Syukur Alhamdulillah sekarang uda banyak bermunculan bahan pengganti BBM yang selama ini kita pakai.. walau Pak SBY bilang realisasinya baru tahun 2010 nanti. Mudah2an rakyat kita semakin sehat dan cerdas karena berkurangnya beban hidup ditambah lagi dengan pendidikan dan kesehatan yang terjangkau atau malah GRATISS!! oleh kedua calon kita ini..
    Terimakasih Pak SO dan Pak ALEX
    Tentunya kami berharap banyak dengan program dan janji2 bapak
    Semoga bapak terus mengikuti debat kami diblog ini dan bapak2 semakin terpacu untuk terus mewujudkan sumsel sejahterah ..
    Please sejahterahkan kami…

    Replay: Yup, sepakat pak. Semoga pemilukada gubernur Sumsel 2008-2013 berjalan sukses dan turut mengakselerasi kemajuan Sumsel di berbagai bidang. Dan dampaknya, masyarakat Sumsel jauh lebih sejahtera. Untuk ini, kami tetap berkeyakinan bahwa Syahrial Oesman sebagai Gubernur yang tepat membawa semua isyu kesejahteraan Sumsel menuju kemajuan yang lebih berarti dan berguna.

  19. Sebenarnyo Yg PANIK bukan SO tp Yg PANIK,TAKUT,dan Kebakaran Jenggot.Adalah:
    1. Pejabat2 yg dekat dgn SO,yg selamo ini Lebih di ANAK EMASkan Oleh SO,dari segi JABATAN,POSISI dan PENGHASILAN.
    2. PENERIMA PROYEK2 besak yg Selamo ini idak pernah diTENDER,jd kalu SUMSEL ganti GUB takutnyo PROYEK2 besak tu dak pacak diMENANGkenyo lagi.
    3.PREMAN2 yg selamo Pemerintahan SO ini meraso di LEMAK ke HIDUPNYO samo SO,kalu AN belum Tentu Nak Make Jaso PREMAN kalu Beliau Jadi SUMSEL 1.
    Jadi kalu SYAHRIAL OESMAN dak mungkin PANIK.
    Apolagi ALEX NOERDIN. Yg kalu Dak jadi GUBERNUR,Beliau lah KAYO Ini. Dan punyo bnyak JABATAN.Diantaronyo Ketua GOLKAR SumSEL.
    BRAVO ALEX NOERDIN jadi BG 1.

  20. Asw. Bapak2 yang insya Allah dimuliakan Allah.
    Bandung dulu baru Jakarta, senyum dulu baru dibaca.
    Pendapat boleh beda ukhuwah tetap dijaga (Ukhuwah islamiyah hukumnya wajib). Beda pendapat asal dengan dalil, alasan yang ilmiah boleh bukan dengan menjelek-jelekkan, menghina pribadi atau kaum/golongan itu dosa, ibarat kalau kita menghina saudara kita artinya bagaikan kita memakan bangkai saudara kita sendiri. Sudah bangkai, saudara kito pulo yang kita makan, alangke teganyo….
    Saya setuju dengan Saudara2 yg mau berdebat tapi dengan kepala dingin, sabar, beragumentasi ilmiah dan toleransi, dak boleh memaksakan kehendak kita untuk orang lain. Firman Allah: Laa Ikraaha fiddin (Tak ada paksaan dlm beragama. Makso masuk Islam lagi dak boleh apolagi makso wong untuk milih ketua RT, Bupati, Walikota, Gubernur, presiden , dsb. Jadi kita boleh sosialisasi, kampaye, mengajak tapi tanpa paksaan, manusia kalu dipakso malah banyklah yang membelot. Untuk itu ajaklah dengan dalil ilmiah, dan dengan menyentuh hatinya. Insya Allah mantap, PD narik wong yang kito ajak. Silahkan baca buku Dakwah dengan menyentuh hati, bagus nian metode yang diajarkan Rasulullah dan para ulama kepada kita, tentang bagaimana mengajak orang dengan sentuhan hatinya. Jazakumullah khairan katsiraa, maaf bila kurang berkenan. Allah yang bisa membolak-balikkan hati manusia, maka berdoalah kepada Allah untuk mohon pertolongan-Nya agar orang yang kita ajak tersentuh hatinya dan ikut dan ajakan kebaikan kita. Allahu Akbar.
    Wassalam
    Taufik

  21. Bapak Opu, hati-hati kalau bicara.
    Nomor 2 sepertinya terjadi kandidat andalan Anda. Saya mencurigai ratusan proyek di Musi Banyuasin dilakukan bukan lewat proses tender melainkan melalui penunjukkan langsung oleh Yth Bapak Alex Noerdin. Jelas-jelas ini sangat menyalahi prosedur semestinya. Kami akan melakukan investigasi lebih lanjut. Tunggu tanggal mainnya.

    Terima Kasih

  22. Alhamdulillah.. bebahagialah kita jikalau kita menemukan hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik lagi dari hari ini…

    Kepada Relawan SO.. saya mendukung seluruh usaha anda dalam mempertahankan pendapat dan pilihan anda.. saya gk liat anda sebagai pegawai swasta biasa, atau apapun anda, kegigihan dalam mengungkap fakta lah yang akan selalu saya hormati. karena semua kita disini langsung atau tidak langsung memiliki misi untuk mengungkap fakta yang sebenarnya, memaparkan dan menjabarkannya demi pencerdasan publik agar publik dapat melihat semua kebenarannya tanpa ada kebohongan dan pembodohan terhadap publik, jadi apapun bentuk tulisan dan tanggapan yg dialamatkan pada anda janganlah anda pernah mengatakan “Maaf, saya hanya relawan dan masih belum berkompenten sebagai politisi karena memang saya pegawai swasta biasa”..

    menanggapi tulisan anda, kayaknya saya tertarik kalimat GEBRAKAN INSTAN pada (….So, bila mengapa banyak pemain import (domestic atau internasional) di SFC? Ini adalah proses gebrakan instans. Saya optimis, dengan pembentukan SFC …)
    Menurut hemat saya INSTAN dalam hal ini berarti bergerak cepat untuk menimbulkan effect yang baik yang dapat dijadikan starting point suatu kegiatan dalam hal ini olahraga sepakbola dimana dalam tulisan anda dapat menimbulkan dampak positif hampir keseluruh sendi kehidupan.. (mudah2 kita sama dalam pengartiaannya..)

    Bagaimana kalo Berobat dan sekolah Gratis kita jadikan GEBRAKAN INSTAN?? (Bukankah Kedua calon Gubernur kita memiliki Stiker yang muatannya sama?? Yang membedakannya adalah Satu Calon Telah Melakukannya selama 5 tahun, walau dalam Level kabupaten , dan calon yang satunya lagi BARU MAU AKAN dan terkesan ikut-ikutan..) saya rasa kalo mekanismenya kita samakan dengan persepsi anda maka keyakinan saya mengatakan Berobat dan Sekolah Gratis bukan lah suatu hal yang mustahil utk diwujudkan demi sumsel sehat dan cerdas……Rasanya saya sangat perlu menambahkan demi pencerdasan public.. bahwa program2 yang diciptakan oleh pemimpin haruslah yang Menyentuh langsung ke rakyat kecil/miskin SECARA CEPAT, DAN MERATA . Salah satu cara untuk mensejahterahkan rakyat adalah mengurangi (walau sedikit) beban rakyat kita yang semakin terhimpit dengan kejamnya ekonomi saat ini.

    Harus kita akui bahwa kita tidak dapat menyamakan ORANG YANG BISA dengan ORANG BERPENGALAMAN. Bagi ORANG YANG BISA mungkin mereka akan merasa berobat dan sekolah gratis memang sulit diwujudkan banyak hambatan disana-sini, merasa itu adalah suatu beban yang akan menyulitkan mereka, tapi bagi ORANG BERPENGALAMAN semua hambatan yang akan datang padanya bukanlah suatu perkara besar, karena mereka telah mengetahui cara terbaik untuk menyelesaikannya, dan bagi mereka itu adalah AMANAH yang dipercayakan oleh rakyat untuk mereka jalankan dengan senang hati dan rasa ingin melayani sepenuhnya…

    Ada lagi tanggapan Relawan SO untuk saya yang isinya :
    Replay: Kalau bapak mau data, silakan akses BPS setempat, dibantu oleh LSI (www.lsi.or.id) hingga CSIS (www.csis.or.id). Dan account wordpress.com bukan situs yang bisa menerima upload data dari luar user kecuali dalam bentuk text.

    Tanggapan Saya :
    Mungkin ini berguna bagi seluruh rekan-rekan yang nimbrung pada blog ini..(SEMOGA…)
    Gampang sekali untuk memperlihatkan data2 yang rekan-rekan punya yaitu dengan meng-Uploadnya di http://www.gudangupload.com atau di http://www.gilaupload.com kemudian copy kan linknya diblog ini misalnya

    http://download.gilaupload.com/filepointer.php?fid=71460ef6eb9dcbaacbb545d357e1fb56

    jadi semua rekan-rekan nanti tinggal klik aja buat melihat fakta yang ada, data itupun hanya untuk keabsahan tulisan yg kita tulis diblog ini, biar kita dapat belajar dan dicerdaskan sense of politic nya dengan sebenar-benarnya. Karena banyak tulisan yang datanya tidak dapat kita temukan di alamat yang diatas karena sifatnya yg unik tadi.
    Dan kepada anda Relawan SO khususnya dan Relawan Ungu ataupun pengamat politic pada umumnya ketahuilah kami semua akan lebih interest kepada anda bila anda menulis dan sanggup memperlihatkan faktanya pada kami, pasti kami akan berbalik memilih tim anda karena tim anda mengungkapkan kebenaran.. dan bisa jadi kami menyadari kekeliruan kami selama ini karena telah mempercayai Fakta yang tidak valid. Saya rasa ini adalah tantangan menarik buat kita semua..

    Tulisan anda selanjutnya yang adalah :
    Replay: Lho, kok GRATIS jadi TUJUAN. Salah pak, menurut saya ini pemahaman yang patut kita luruskan. Esensi pendidikan seutuhnya adalah pembentukan logika-sintesa berpikir, keahlian, watak hingga dan semangat seluruh masyarakat setempat. Bukan Gratis sebagai tujuan akhir. Saya yakin, apabila seluruh pendidikan digratiskan,….. (bisa di roll back keatas untuk liat tulisan selengkapnya)

    Tanggapan Saya..
    Anda Bisa balik lagi ke tanggapan saya diatas tentang kata INSTAn yang saya sadur dari tulisan anda dan saya coba persepsikan sendiri dengan menyelami alur pikiran anda..
    Intinya adalah Political Will dari sang Pemimpin untuk memelopori pendidikan dan kesehatan gratis, semua orang termasuk anda tidak akan pernah main-main dengan Jutaan Stiker bertuliskan kata Gratis di ujungnya, atau Ribuan Baliho dengan harga ratusan ribu yang terkadang dengan mudah di “KOYAK” bahkan dilarang untuk ditampilkan atau harus diturunkan dengan paksa setelah megah berdiri di pagar rumah sebelah kantor pemerintah…
    Kedua Calon Pasti mempunyai jawaban atas pertanyaan “kemustahilan” yang akan datang pada mereka atas program tersebut, (saya rasa hanya orang yang berpengalamanlah yang akan dengan senang hati, secara lugas tanpa merasa takut dan terbebani dapat menjawab pertanyaan itu) ini bukan suatu hal yang aneh karena PENGALAMAN sebelumnya salah satu calon ditertawakan dan dilecehkan diawal-awal program ini dilaksanakan… walau pada akhirnya kita semua tahu kalo semua calon pemimpin Gubernur, Bupati, Walikota menuliskan dan meneriakkan hal yang sama yaitu GRATISSSS….

    Tulisan anda terakhir akan tanggapan saya yang perlu saya tanggapi adalah pada :
    Replay: Lho memang sepertinya BAPAK HANYAFAKTA ini birokrat ya? APAKAH BAPAK INI ALEX NOERDIN? Sepertinya tahu banyak sepak terjang ketua DPD GOLKAR ini? Wah..wah.. kalau memang mengajak debat pada saya, kurang pas. Saya ini hanya pengamat dan sepaham dengan apa yang dilakukan pak Syahrial Oesman sebagai Gubernur Sumsel. Kalau semua pertanyaan detail bapak, mbok ya tanyaken daripada yang punya kompentensi. Saya disini hanya kasih masukan yang sejauh saya tahu dan mengerti, baik untuk pak Syahrial Oesman sebagai Gubernur bahkan Alex Noerdin sebagai kandidat kompetitornya.
    Soal konversi Batu Bara, bapak HanyaFakta tahu istilah Carbon Trading? Kalau belum mungkin bapak bisa belajar lebih dahulu mereferensi kesepakatan lingkungan di Hokaido. Saya sendiri masih menyempatkan apa urgensinya. Toh belum lama, perdana menteri Inggris berteriak mahalnya harga gandum lantaran dipakai untuk Bio Diesel. Isyu energy dan pangan memang sedang menarik di dunia, Pak. Isyu ini saling berkaitan karena memang komitmen dunia mengkonversi energy dari minyak bumi ke minyak nabati. Kalau memang BATUBARA BERENERGI AKTIVISI yang cukup tinggi (butuh effort besar untuk membuat batubara menyala dan membakar) memang sudah lama menjadi isyu.

    Tanggapan Saya:
    Relawan SO yang saya hormati Seperti yang anda beritahukan pada blog ini bahwa Anda 27 tahun dan belum menikah, itu bukan berarti anda harus selalu kalah dalam berdebat, anda telah sukses mengamati bidang politik di sumsel terutama keberpihakan anda pada pak gubernur, sampai saat ini belum ada pengamat politik yang berasal dari mantan gubernur (ada juga dari CSIS, akademisi, jurnalis dan lain sebagainya) jadi anda tidak perlu menyamai level gubernur atau bupati untuk melakukan debat terbuka, justru ini menjadi tantangan bagi anda untuk mengumpulkan sebanyaknya data dan fakta agar dapat berdebat secara sehat dan bijak. Sekali lagi langsung atau tidak langsung kita mempunyai beban moral untuk mencerdaskan public kita agar mereka jeli dan mengerti dengan apa yang menjadi pilihan mereka.

    Anda menyebutkan Carbon Trading? Menyebutkan negara2 maju Hokaido di jepang, kompor dari jerman, Gandum di Inggris.. tapi pada akhirnya anda melempar bola “Adakah kawan-kawan insinyur atau peniliti turut membantu menciptakan kompor tersebut? Wah kami tunggu”……

    InsyaAllah bila rakyat kita sudah tidak lagi mengalami hambatan pada bidang pendidikan dan kesehatan, yakinlah pada saatnya nanti akan ada puluhan, ratusan bahkan ribuan peneliti yang akan menawarkan kompor tersebut pada anda dengan harga jauh lebih murah dan kualitas yang mungkin melebihi dari kompor yang dibuat oleh bule-bule di jerman itu. Harap sabar menunggu… Itulah intinya Kesejahteraan Rakyat..

    akhirnya :
    Mari kita tuntut Program yang Inovatif, Brilliant, dan menyentuh langsung pada kepentingan kita sebagai rakyat yang harus dilayani oleh pemimpinnya…

    Pak Gub dan Pak Bup…
    Teruslah berjuang memenangkan hati kami, agar kami menangis BANGGA MENGHARU BIRU saat mencoblos MUKAMU pada kertas suara dalam bilik pemilihan dengan memanfaatkan TAJAMNYA MATA PAKU hingga TEMBUS sebagai bukti memang KAMI PENDUKUNG SETIAMU…..

    Trims…

  23. so ketakutan debat publik kaga datang
    apa kayak ini pemimpin yang kita harus pili
    pasti tidak kan

    buat tim sukses so
    sadar istiqoma bahwa nya jalan yg anda ikuti salah

  24. http://www.sripo-online.com/?urut=2603&pil=berita_terkini

    inilah alasan SO tentang debat pilkada, silahkan menilai kelayakan dari jawaban yang beliau katakan

    tapi secara tak langsung kayaknya beliau mau mengundurkan diri dari pencalonan.. tuh

    coba aja perhatiin

  25. klik aja mas.. di tulisan warna biru trims…

  26. Hahahahaha… bisa saja ni pak HanyaFakta membuat saya kerepotan mengupload data. Maaf, untuk ini saya keberatan. Buat apa memaparkan data yang begitu banyak lantas efektifitas penyampaian ke pembaca blog Andang tidak maksimal. Sebagai referensi, mungkin klik saja di sumsel.bps.go.id sehingga memberikan sedikit gambaran terlebih dahulu. Apabila menginginkan detail, bisa dengan membuka lembaran lama di koran-koran yang pernah terbit di Sumsel. Dan untuk saya pribadi, kewalahan untuk membukanya kembali hahahaha. Mungkin di bagian dokumentasi redaksi Berita Pagi tersedia kalau memang tulisannya benar-benar mengungkapkan fakta. Karena media ini memang terkenal sebagai oposisi kepemimpinan Syahrial Oesman. Jadi, kalau rekan-rekan pembaca blog butuh data, silakan hubungi bagian dokumentasi koran oposisi pemprov Sumsel ini. Logikanya, berani mengkritik berarti berani menyodorkan bukti & fakta (bukan hipotesa, asumsi apalagi rumor ya!).

    Okey, saya kok menjadi percuma mengungkapkan argumentasi saya hanya ditanggapi dengan menyintesa pendapat saya menjadi bagian argumentasi bapak ya? Persepsi Anda berdasarkan argumentasi saya dengan menyelami pikiran saya? Ekspektasi argumentasi yang brilliant dari bapak HanyaFakta yang mengungkapkan alasan pendukungan terhadap Alex Noerdin ternyata tidak memuaskan! Okey sekarang mungkin saya balik menanggapi tanggapan bapak HanyaFakta yang memang seperti setia sehidup semati mendukung Alex Noerdin.

    1. BEROBAT GRATIS SEBAGAI GEBRAKAN INSTAN (?)

    Wah, kalau di persidangan, Anda dicap mirip lawyer yang tidak konsisten membela kliennya. Awal-awal Anda menyebut Gratis sebagai tujuan akhir, eh giliran saya menyebut gebrakan instan SFC, Gratis serta-merta menjadi gebrakan instan. Jadi mana yang betul? Okey, sekarang saya bertanya. DARI JARGON SEKOLAH GRATIS, KONSEP PENDIDIKAN YANG ALEX NOERDIN LONTARKAN ITU SEPERTI APA? BAGAIMANA REALISASINYA? BEGITU JUGA DENGAN BEROBAT GRATIS, SEPERTI APA KONSEP MEDICAL PROGRAM YANG PAS UNTUK MASYARAKAT SUMSEL YANG PENUH KETERBATASAN INI? Apabila Anda belum bisa menjawabnya, silakan, saya kasih waktu untuk belajar dan bertanya kepada pihak Alex Noerdin soal KONSEP BEROBAT DAN SEKOLAH GRATIS. Saya tidak butuh fakta dan data, saya butuh argumentasi dari tim bapak dan tim Alex Noerdin CS.

    2. GRATIS SEBAGAI PERMAINAN KAMPANYE PEMILUKADA DAN PELOPORNYA ALEX NOERDIN (?)

    Memang saya akui, dari pengamatan selama ini semua kandidat pemilukada melihat betapa menggiurkan apabila KAMPANYE MENYERUKAN SESUATU YANG GRATIS. Ya, siapa sih yang enggak suka dengan sesuatu yang gratis? Termasuk tim atau pendukung Syahrial Oesman yang ‘panas’ untuk ikutan berkampanye gratis (Sekolah dan Berobat Gratis). Itu wajar, karena program sekolah gratis adalah bagian program yang sudah digelontorkan Diknas Pusat melalui Pemprov. Tentu pejabat yang diatas pihak yang mengklaim pelopor tentu tidak rela, karena itu bagian dari sistem yang memang dibentuk secara sentral dari pemerintah provinsi dan mengerucut ke pemerintah pusat. Begitu juga Berobat Gratis, bukankah Askeskin (yang mengacu UU No. 40 tahun 2005 tentang sistem Jaminan Kesehatan Sosial) adalah konsep Berobat Gratis yang mengandalkan mekanisme insurance/asuransi? Kalau ternyata Berobat Gratis yang dilontarkan Alex Noerdin hanyalah bagian dari komitmen pemerintah pusat itu artinya pembodohan masyarakat.
    Jadi, sekarang saya tanya:
    - APA YANG MENDASARI ALEX NOERDIN SEBAGAI PELOPOR DALAM BEROBAT GRATIS JUGA SEKOLAH GRATIS?
    - KALAU MEMANG MEMBUTUHKAN PENGALAMAN DALAM REALISASINYA, SEBUTKAN PENGALAMAN ALEX NOERDIN DALAM BIDANG KESEHATAN DAN JUGA PENGALAMAN ALEX NOERDIN DALAM DUNIA PENDIDIKAN?

    3. ALASAN MENYOBLOS ALEX NOERDIN (?)

    Okey, ini bagian yang menurut saya menarik. Sampai detik ini, saya belum tahu apa VISI & MISI ALEX NOERDIN –SEMISAL- MENJADI GUBERNUR SUMSEL. Sejauh ini saya hanya tahu semua serba GRATIS yang mirip di cerita negeri dongeng. Lantas urgensi dari GRATIS itu apa, saya belum tahu tujuannya kecuali gebrakan untuk menarik minat masyarakat untuk memilihnya, in other word mirip PENYUAPAN POLITIK atau direduksi menjadi POLITIK PRAKTIS GAYA BARU. Okey, sekarang yang saya tanyakan adalah:
    - APA VISI MISI ALEX NOERDIN UNTUK MEMIMPIN BUMI SUMSEL INI?
    - SEPERTI APA KONSEP PEMBANGUNAN SUMSEL DAN MASYARAKAT SEUTUHNYA?
    - SELAIN BEROBAT DAN SEKOLAH GRATIS, BAGAIMANA KONSEP PEMBANGUNAN SUMSEL DI BIDANG PERTANIAN, PERKEBUNAN, PERIKANAN, PERHUTANAN, PERTAMBANGAN, PERDAGANGAN HINGGA PEREKONOMIAN DARI LEVEL MAKRO HINGGA MIKRO?
    - MELALUI ALEX NOERDIN, MAU DIBAWA KEMANA SUMSEL UNTUK KEMAJUANNYA?

    Pertanyaan ini tentu disesuaikan kapasitas bapak HanyaFakta sebagai pendukung setia Alex Noerdin yang tentunya saya asumsikan sudah tahu alasan pendukungannya berdasarkan Data dan Fakta. Saya sudah paparkan alasan pendukungannya di tulisan sebelumnya, sedangkan bapak HanyaFakta belum mengeluarkan statemen yang sama seperti saya. Kalau memang bapak butuh waktu, silakan, tetap saya tunggu jawaban bapak. Saya tidak mencecar data dan fakta yang bapak punya, saya hanya menunggu argumentasi bapak yang logis setelah (kalau memang) mempelajari sosok Alex Noerdin sebagai calon pemimpin Sumsel ini!

    Okey, sekali lagi no offense ya hehe.. Toh saya tetap memegang prinsip, MEMILIH PEMIMPIN YANG BENAR TETAP BERDASARKAN LOGIKA DAN SINTESA BERPIKIR MENEMANI NURANI SAYA. Nurani bisa dikelabui dengan pembodohan skenario pendzaliman berikut tatap muka penuh senyum ramah yang menipu emosi sedangkan logika tidak akan goyah dengan sintesa berpikir yang keliru dan tidak masuk akal. Pemimpin yang penuh amanah bukan dilihat dengan tatapan ceria dengan senyum cantik penuh kepalsuan melainkan tatapan berisi dan penuh optimisme dengan raut muka yang menggambarkan betapa besarnya energi yang telah dikorbankan untuk mengabdi kepada rakyat. Bisa menghibur masyarakat ketika sedih, bisa membantu ketika masyarakat susah, bisa mengarahkan ketika masyarakat tersesat hingga bisa berkorban demi masyarakat. Rela miskin demi rakyat kaya, rela mati demi rakyat hidup. Dan, Syahrial Oesman sudah membuktikannya, dedikasi dengan kebiasaan workaholic alias gila kerja membawanya 60% larut di kehidupan masyarakat Sumsel sementara 40% hidupnya untuk pribadi dan keluarganya. Saya mendambakan pemimpin seperti Syahrial Oesman, bahkan untuk membawa Indonesia dari keterpurukkan dunia…

  27. aduh………….mas………bikin pusing
    aja…………………..

    saya sebagai pendukung alex
    yah…………. tau lah dasar2 sekolah gratis

    kalau disebut di blog ini

    ntar so nyontek lagi
    kan hobi nya nyontek

    alex sekolah gratis
    so juga slogan sekolah gratis

  28. bukan belum waktu nyo debat publik
    tapi so katek modal omongan
    takut ditanyo macem2

    hehehhehe

  29. tidak perlu kasih paparan …………………….tentang alex
    karena kami yakin………..semua nya memang terbukti
    untuk apalagi di omong2 diblog

    kami bukan relawan bayaran alex…………..kayak
    bapak -bapak Relawan SO.

    oke
    kami dukung cukup dalam hati

  30. hahahahahhaha…. ado uwong bengak ngaku pinter…

    relawan kok dibayar?? Oi Mang Judika yang namonyo RELAWAN tuh MANO ADO YANG DIBAYAR.

    Oi Mang Judika makonyo amen nyari sekolah tu jangan yang GRATISAN, PINTER IDAK MAKIN BENGAK IYO HAHAHAHAHA….

  31. Ayo.. jangan asal bunyi..
    Kalau aku lihat, HanyaFakta sering memberikan kata “Kami” jadi asumsinya terdiri dari banyak orang untuk menulis.
    Kalau aku lihat juga, Relawan SO sering memberikan kata “Saya” sebagai penunjukkan bahwa perorangan yang menulis.
    Jadi, koreksi buat Judika sepertinya Relawan SO itu bapak, bukan bapak-bapak. Atau mungkin abang, kakak mungkin malah adek.
    Ok, debat jadi makin menarik. Mas Opu, bisa tolong paparkan kita, Dasar-Dasar Sekolah Gratis? Monggo, kita disini pengen lihat paparannya.
    Adouh… Alex Noerdin memang mirip saya… duh.. idolaku…
    Kapan nih pak Alex, kita ngelawak bareng?

  32. ya ngaku relawan SO. tapi dapat bayaran gede cuma posting di blog saja. mas coba tunjukan apa aja keberhasil yg di laksanakan so selain bola kaki.

    Mall di palembang itu semenjak gub lamo pon jugo gub lamo
    nah kalau double winner itu baru hasil so .
    tapi pake duit rakyat.hambur2………….duit……………

    malu oiiiiiiiiiiiiii

    cuma utk di omong berhasil………………

  33. ini ni blognyo punyo pak andang kan…?? buat pak andang atau pak supriadi, cubola dituliske tentang apo nian Gubernur itu?? tolong nian jelaske dengan kami yang buto sebelas ini..

    Tugasnyo apo bae?? kan di palembang la ado walikota di setiap kabupaten la ado bupatinyo masing-masing.. apo dana pembangunan provinsi sumsel tu dibagike ke masing-masing daerah kabupaten kota…

    aku ni bingung nian maco tulisan2 di sini. ado yang ngomongke syarial la mangun ini, la ngadoke itu, trus pak alek cak itu jugo la sekolah geratis sekarang provinsi pulo nak digeratiskenyo. yang mano nian provinsi palembang tu?? kalu dio jadi gubernur trus provinsi sumsel digratiskenyo sekolah cakmano dengan tugas walikota dan bupati di dalem prov. sumsel tadi. kan masing-masing walikota dan bupati la punyo duit dewek-dewek..

    trus kalu tugasnyo la kamu jelaske.. nah kami yang bupolk (buyan politik) ini bakal tau apo bae gawe syahrial yang la dijalanke dan belum dijalankenyo.. katonyo selamo menjabat syahrial mase banyak utang proyek pembangunan yang belum diselesaikenyo.. cak dikoran sumeks kemaren katonyo jalan di dusun-dusun tu jadi tanggung jawab dan tugas dio untuk muluskenyo….

    kalu sekarang kan kita mase bingung, ngapo nian pacak gubernur jd nguruske sepakbola sampe gambarnyo tetempel dipintu belakang rumah cak nyo jadi kebanggaannyo nian..

    cubola tolong dOkin jelaske pak.. biar kami ni pacak pinter pulo..

    tengkiyu galo galo

  34. sudahlah dak usah banyak omong galo,,amen kato kamu syahrial oesman tu hebat nian ngapo dio dak berani dateng DEBAT PILKADA???
    banyak nian alesannyo,,baru balek dari jkt lah,,blom penetapan calon la,,tapi baliho samo stiker dio la tepampang dimano2…
    takut dak pacak njawab ye ato takut dikoreksi wong jd ketawan galo kebusukkan dio!

  35. Syahrial Oesman tidak hadir di debat yang diadakan Pilkada Center ini memang patut disayangkan. Namun perlu dimaklumi apabila Syahrial Oesman tidak menghadiri acara, dengan alasan:
    - Pilkada Center bukannya bentukan dari Partai Bulan Bintang yang memang telah mendeklarasikan dukungan terhadap Alex Noerdin & Eddy Yusuf?
    - Dengan moderator dari CSIS (Indra J Piliang) dinilai masih berbau tidak netral, CSIS menemani LSI (Lembaga Survei Indonesia) adalah afiliasi Freedom Institute yang ditengarai disewa alias dibayar Alex Noerdin sebagai konsultan politiknya!
    - Dengan ‘level’ Pilkada Center sebagai pelaksana tentu ditakutkan merusak kredibilitas Syahrial Oesman apabila beliau bersedia datang. Tetap yang kredibel melakukan debat cagub adalah badan netral seperti KPU, media nasional (seperti Metro TV atau SCTV) dan tentu bukan kroni PMN (seperti RCTI, Global TV hingga TPI). Kalau iya nanti jadi debat KDI alias dangdut..
    - Pertimbangan jadwal kedatangan menteri di hari Senin yang ternyata diundur jadi hari Selasa.
    - Pertimbangan undangan peresmian suatu posko Pelangi Nusantara Sriwijaya.
    - Pertimbangan belum saatnya melakukan debat pilkada karena memang Syahrial Oesman masih gubernur. Kalau tidak, dicap curi start kampanye terang-terangan (seperti: “Pilihan Rakyat Sumsel” itu lho…)
    - Kalau takut untuk ditiru dan direduksi ide-ide Syahrial Oesman oleh Alex Noerdin sepertinya tidak ada. Karena 4 tahun masa kepemimpinan Syahrial, dominan menginspirasi dan disintesa oleh Alex Noerdin melalui jargon-jargon dan kampanye politiknya. Kalau Syahrial Oesman meniru Alex Noerdin? Yang mana ya? Kampanye gratis? Ah, itu tindakan simpatisan yang tidak rela saja, program pemerintah pusat kok digede-gedein dan diklaim dipelopori oleh Alex Noerdin? Nyata-nyata, dari debat kemaren Alex Noerdin menyebut: “SAYA TIDAK MENJANJIKAN KALAU TERPILIH SEKOLAH GRATIS DAN BEROBAT GRATIS, SAYA MENYAMPAIKAN BAHWA SUDAH TERBUKTI BISA DILAKUKAN SEJAK 2002″ (Berita Pagi, 15 April). Dan di Kompas di hari yang sama.
    ‘MENURUT ALEX, SEKOLAH GRATIS HANYA DITUJUKAN UNTUK SEKOLAH NEGERI DAN WARGA YANG TIDAK MAMPU. BEGITU JUGA DENGAN BEROBAT GRATIS, HANYA DITUJUKAN BAGI ORANG MISKI. KALAU ORANG KAYA TETAP SAJA HARUS BAYAR SEKOLAH DAN BAYAR BIAYA PENGOBATAN.’
    Hehe, Alex Noerdin nelan ludah sendiri. Bukti 2002 di Muba? Yang mana? LHO GRATIS UNTUK YANG TIDAK MAMPU BUKANNYA YANG MELONTARKAN TERLEBIH DAHULU SYAHRIAL OESMAN? DAN GRATIS YANG TIDAK MAMPU BUKANNYA KOMITMEN PEMERINTAH PUSAT? Huahahaha… MEMANG PEMBODOHAN PUBLIK BESAR-BESAR DENGAN BUJET KAMPANYE GILA-GILAAN!
    Duh.. Alex Noerdin.. Alex Noerdin… enggak mubazir tuh dana kampanyenya? Trus MOBILE DORMITORY (eks kontainer dikonversi jadi tempat tinggal) yang dijadikan Posko Kesehatan yang semuanya habis lebih dari 1 milyar itu mau diapakan?
    Hayoo… PENYUAPAN POLITIK YA???

    Jadi untuk sementara, ayolah debat secara terbuka dan masuk akal antara pendukung masing-masing kandidat di sini! Bukan diskredit, mengancam, berkata kotor dan tentunya omongan tidak masukan akal.

    Okey, peace semua!

  36. Rizal_Malangrangen merupakan penjilat so

  37. Kalu menurut aku pak syahrial niru2 model kampanye pak alex…pak syahrial raga kurang pintar dibanding pak alex…cubo telek bae situs syahrial…jat nia…bandingke dg alex…waw..jaoh nia bedanye….
    dan banyak nia yg dibuat pak alex ditiru pak syahrial, dulu pak syahrial ngomongke di koran2 baubat & sekolah gratis mustahil, mikak…distiker diye dewek…tulisannye baubat dan sekolah gratis…kenan nia kalu syahrial takut ilang jabatan.

    Dem…amon kamu nak muat sumsel dak maju2 pilih syahrial tulah…
    tapi amon nak ade perubahan mecak di sekayu…pilihlah alex bae…

  38. Bagus sekali forum ini. Membuat kito lebih faham, bahwa tukar pikiran itu berbeda dengan melontarkan emosi. Kito jadi dak berpikir lagi bahwa tulisan yang emosional bakal mampu merubah pendapat orang lain. Apalagi merubah pilihan. Kita jadi paham bahwa “Ayo pilih KITO” tidak terus membuat orang menjadi benar-benar milih KITO.
    Mari kito teruskan tradisi berdebat untuk bertukar pikiran !
    (Egh, tapi kalimat itu jugo belum tentu akan membuat orang jadi bertukar pikiran yo?)

  39. memang sangat disayangkan sekali pak gubernur kita tidak hadir dalam debat terbuka, padahal kehadiran beliau sangat dinantikan oleh semua masyarakat sumsel yang sebagian kecil tidak lagi buta akan namanya demokrasi. Padahal undangan udah disebar jauh hari dari sebelumnya… walau sebelumnya telah diberitakan oleh harian berita pagi ada dua dari tiga calon yang menyatakan akan menghadiri acara tersebut.

    Perlu kita ketahui bersama bahwa kesibukan pak gubernur bukanlah seperti kesibukan seperti umumnya kita yang hanya menjalani rutinitas sehari-hari, pulang kerja mampir ke warnet ato memanfaatkan fasilitas internet yang ada dikantor ato bagi yang berkemampuan punya internet sendiri di rumah untuk meng-upload tanggapan ataupun dukungan kita terhadap calon yang kita jagokan. Beliau Gak seSANTAI itu man!!

    Beliau seorang gubernur yang setiap detik ke menit dari jam dan jam dalam sehari telah memiliki jadwal yang tetap, dan hampir tidak mungkin untuk menggeser waktu tersebut apalagi untuk menggantinya dengan acara lain diluar jadwal dengan seenaknya aja..

    Setiap harinya beliau harus mengadakan rapat dg para bawahannya untuk membahas dan mengevaluasi pembangunan sumsel yang tersendat dan kalah bersaing baik fisik maupun non fisik, dengan pembangunan yang telah dilaksanakan oleh kedua saingannya dalam pencalonan gubernur

    Beliau harus membahas dan mengevaluasi dengan para bawahannya mengenai dana bagi hasil Pajak kendaraan, PBB, PPh dan dana bagi hasil lainnya yang telah disetor oleh setiap kabupaten kota ke ke kas Pemprov, yang kesemuanya harus dikembalikan ke setiap kabupaten kota dalam bentuk-bentuk karya pembangunan diantaranya tanggung jawab beliau yang harus menjamin mulusnya seluruh jalan propinsi yang ada diseluruh daerahnya dengan melakukan perbaikan jalan-jalan tersebut yang ada disetiap kabupaten kota dan lain sebagainya. (banyak hutang kerjaan yang belum terbayar pak..)

    kita tidak memungkiri bahwa ratusan kilometer jalan provinsi yang menjadi tanggung jawab Pak Gub yang ada disetiap kabupaten kota masih banyak yang RUSAK, (mungkin pengecualian jalan Palembang-OKU via Beringin, yang di sepanjang jalan tersebut telah dipasangi spanduk terimakasih masyarakat atas perbaikan jalan tersebut oleh TIMSESnya) Memang terkadang kita masih rancu akan keberadaan Jalan Negara, Jalan Provinsi dan Jalan Kabupaten/kota seperti yang dialami oleh lawan Politiknya Beliau dimana jalan ke daerah tersebut rusak parah dan menjadi perdebatan akan keberadaan jalan tersebut. Terakhir terungkap Fakta. Melalui Kepala Dinas PUBM PROV utk jalan tersebut telah dianggarkan pada anggaran 2006-2007 tapi belum terealisasi.pembangunannya (program uda di post kan, duit uda dianggarkan, tapi koq jalannya belum diperbaiki ya.. kemana duitnya ya???:))

    Wajar Pak GUB tidak memiliki waktu untuk berdebat dengan lawan politiknya walaupun itu hanya beberapa jam saja ditambah lagi debat tersebut bukan diadakan oleh lembaga yang “netral” karena : beliau harus memberikan perhatian ekstra pada latihan perdana SFC yang tidak berapa lama lagi harus menjalani rangkaian pertandingan dalam liga dan copa Indonesia. Karena sekarang posisi SFC merupakan juara bertahan (dimana mempertahankan adalah jauh lebih sulit dari memenangkan). Jangan sampai prestasi SFC ANJLOK karena ini akan menjadi BOOMERANG yang sangat menyakitkan bagi beliau yang telah memajang ribuan spanduk dan baliho serta stiker di setiap sudut negeri yang dikuasainya akan kehebatan SFC (dijadikan kuda politiknya). Belum lagi resiko kehilangan Fans setianya yang biasanya (dibanyak klub sepakbola diseluruh dunia) akan balik mencemooh bahkan meninggalkan atau menarik dukungan mereka pada klub tsb bilamana management tidak dapat mempertahankan prestasi SFC.

    Semua kita juga harus ikut memaklumi ketidakhadiran PAK GUB pada debat kemaren.Memang beliau sangat sibuk sekali. Selama masa jabatan beliau, salah satu prestasi yang paling menonjol adalah PEMBENTUKAN kelompok-kelompok masyarakat berdasarkan ASAL, SUKU, ETNIK dan banyak lagi. Diantaranya yang sangat membahana adalah PUJASUMA, FOKKU, ada lagi yang dari Ogan Ilir, banyak, banyak, banyak dan banyak lagi… Dengan dalih untuk melestarikan Budaya dan mempererat tali silahturahmi Beliau sangat berhasil akan semua itu, management STructural yang beliau ciptakan sangat berhasil dalam “MengKOTAKkan” negeri ini menjadi bagian-bagian kecil

    Beliau harus terus menerima Progress Report dari setiap Ketua paguyuban, harus terus berkonsolidasi untuk terus menambah anggota paguyuban yang nantinya diharapkan dapat menambah pundi-pundi suara pada saat pemilihan nanti.
    Beliau harus terus memberikan arahan kepada bawahannya untuk terus melobi setiap Kepala SUKU dan Ketua ADAT untuk dapat memberikan Gelar kehormatan kepada beliau sebagai warga kehormatan di suku mereka…

    Duh… emang berat pilkada itu ya…Sampe harus melanggar Sumpah Pemuda Indonesia yang telah terucap 80 tahun yang lalu.. Gk kebayang marahnya PATIH GAJAH MADA bila dia tau bahwa hasil jerih payah nya mengajak kita dengan SUMPAH PALAPA nya ternyata dirusak oleh event yang namanya PILKADA. Tepatnya Tahun 1928 para pemuda dari seluruh wilayah di tanah air YONK JAVA, YONK SUMATERA DLL menyatakan bahwa INDONESIA ITU SATU !!! setelah 80 tahun berlalu, kenapa sekarang harus ada ORANG JAWA, ORANG KOMERING, ORANG OGAN.. ORANG SUNDA untung gk ada orang aring!!! Hik.. hik.. hik… sedEh nian kito ni ye… kito ni sadar tapi kadang dak nyadar kalu kito ni digiring untuk menjadi LIDI-lidi yang mudah dipatahke, bukannyo jadi seikat sapu lidi yang kuat dan dk pacak dipatahke, yang pacak nyapu seluruh kotoran yang berserak didepan mato kito.. (la dari kelas 2 SD di doktrin mslh ini)

    Memang dalam hidup terkadang kita harus menentang arus, Manusia selain fisik yang sempurna juga diberikanNYA akal dan pikiran agar kita dapat bekerja dan berpikir untuk memecahkan seluruh masalah dalam hidup ini. Kita gk perlu takut menghadapi semua tantagan yang ada dalam hidup ini. Karena HIDUP SUDAH ada yang NGATUR jadi gk perlu gentar man….

    saya sangat menyayangkan ketidakhadiran Pak GUB pada acara tersebut karena itu memiliki dampak yg sangat HEBAT pada rakyat yang bapak pimpin akan siapa bapak sebenarnya …. Bukannya untuk mendapatkan hasil yang besar harusla dengan umpan yang besar Serta NYALI yang besar pula??

    Kenapa harus berburuk sangka dengan Jawaban :
    Yang ngadain debat adalah dari tim lawan, Moderatornya uda dibayar oleh lawan, Takut, kredibilitasnya rusak Harus metro ato sctv yang ngadain, Ada acara dg pak menteri, Baru pulang dari Jakarta, Takut disangka curi start

    Kenapa bapak harus Absen??.. toh cepat ato lambat bapak pasti akan “dipaksa” untuk berdebat dengannya. Anggap aja ini ajang PRA Sidang untuk melihat kemampuan lawan dan mematangkan strategi bapak …

    Sebenarnya kalo kita jeli dalam mencerna dan memahami POLITICAL MOVE dari Muba 1 (kalopun itu memang dari lawan bapak), ini adalah kesempatan bapak untuk “menerjang” beliau.. Tunjukkan siapa bapak walau Yang ngadain debat adalah dari tim lawan dan Moderatornya uda dibayar oleh lawan, justru orang akan bertambah simpatik pada bapak karena pada saat itu bapak menjadi Underdog yang harusnya lebih dapat berlaku NOTHING TO LOOSE, rakyat butuh pemimpin yang berjiwa SATRIA yang mampu membela rakyatnya dalam kondisi sesulit apapun!! Bagaimana bapak membela rakyat kalo untuk membela diri bapak saja tidak sanggup???

    Kenapa Sanggup membeli klub sepakbola miliaran rupiah, kemudian membinanya dengan dana miliaran rupiah dan mengangkatnya menjadi juara sekaligus berpesta yang menghabiskan dana miliaran rupiah juga, keberanian seperti itulah yang dinantikan rakyat sumsel kemaren…

    Selama ini Timses Pak Gubernur terus memojokkan seluruh program yang diajukan oleh lawan politiknya.. (itu wajar,, namanya juga lawan) mungkin hal itulah yang mendasari lawannya untuk mengadakan debat ini. Karena inilah ajang RESMI TERBAIK untuk bertanya dan menjawab keragu-raguan masyarakat selama ini akan program yang diajukan (yang hadir tentunya orang-orang INTELEK kan diadakan di NOVOTEL, hotel berbintang getoo lho….) Pastinya MUBA 1 merasa sangat jengah karena setiap fakta dan data serta tujuan yang ia ungkap selalu saja dipatahkan dengan cara yang tidak fair.. beraninya main belakang, tapi disisi lain semua program yang ia ajukan selalu saja ditiru oleh lawan politiknya.. (yang sepertinya uda mati ide dan mengarah kepada plagiat)..

    kalo mau menunggu Metro ato SCTV atau menunggu moderator yang netral, it’s ok la..
    tapi apa gk riskan tuh?? Seluruh Indonesia akan melihat bagaimana Nervous nya pak gubernur dalam menjawab pertanyaan2 nanti?? Apa yg akan Pak Gub ungkapkan ke Indonesia??? Inikan debat terbuka yang disiarkan langsung ke seluruh Indonesia… apa gk malu nanti disaat Pak Gub, “menerjang” dengan pertanyaan dan fakta atau data yang pastinya meragukan keberadaannya dengan mudah dipatahkan dengan data yang telah dilaksanakan selama ini.. ingat !!! DATA REAL dan VALID walau sekecil apapun bentuknya lebih dipercaya dibandingkan Data Besar tapi mengada-ada, apalagi data yang dimiliki MUBA-1 emang pada dasarnya uda GEDE…

    Sekarang MUBA 1 uda berhasil menyelamatkan diri dari kepungan sentiment public dengan pernyataan :
    “SAYA TIDAK MENJANJIKAN KALAU TERPILIH SEKOLAH GRATIS DAN BEROBAT GRATIS, SAYA MENYAMPAIKAN BAHWA SUDAH TERBUKTI BISA DILAKUKAN SEJAK 2002″ (Berita Pagi, 15 April).
    Yang menjadi THINKCORE pada kalimat tersebut adalah KEBERANIAN beliau untuk mengungkap KEBENARAN yang selama ini telah beliau persembahkan untuk Republik ini, (bukannya kita harus memilih pemimpin yang jujur?? Yang berani mengungkapkan Kebenaran walaupun itu SAKIT)

    bukan pemimpin yang hanya mampu memerintah dengan seruan-seruan Bahwa Ia mampu melontarkan SERUAN-SERUAN tanpa ada Aksi/perbuatan nyata yang telah diperbuatnya secara langsung dan mengena untuk rakyatnya.
    Emang kita mau dipimpin oleh PEMIMPIN PELOPOR MELONTARKAN KATA ??? uda gk jaman Pemimpin Yang hanya bisa MELONTARKAN PERINTAH .. sekarang jamannya Pemimpin yang harus Terus beraksi melakukan langkah-langkah penuh INOVASI untuk mensejahterahkan rakyatnya..

    Dengan Ketidakhadiran Pak Gub kemaren, maka Sekarang rakyat uda tau Calon mana yang MEMPUNYAI PROGRAM SEBENARNYA serta berani mempertahankannya dengan calon mana yang PROGRAMNYA MENGAMBANG dan tidak mengena secara langsung pada kesejahteraan mereka. Sayang-seribu-kali-sayang, tidak sepatutnya seorang pemimpin membuang kesempatan secara sia-sia dengan bersembunyi di balik kerumunan pendukung dalam posko kemenangan sambil melontarkan jawaban yang tidak sesuai dengan kapabilitasnya beserta integritas golongan dibawahnya sebagai orang nomer satu di sumsel.

    Maaf Pak Gub.. saya hanya ingin melihat Bapak yang sebenarnya karena sekarang bapak dikelilingi oleh orang-orang yang YES MAN atau Asal Bapak Senang, Bangunlah Pak.. Mana “KANDO” ku yang dulu?? Yang selalu memanggil “DINDO” bila perlu data untuk perjuangan bapak… Saya ingin membuka mata dan telinga orang-orang disekeliling bapak bahwa seluruh ide dan kreatifitas mereka tidakla ada pengaruhnya di mata rakyat yang bapak pimpin. Mungkin dengan Tulisan inilah bapak bisa tau bagaimana rakyat melihat keberadaan bapak saat ini. Ayo pak kita sekarang ada di 2008 sangat berbeda dengan apa yang kita lakukan 4-5 tahun yang lalu…. Saat kita merasakan ketegangan yang amat sangat hingga kita menangis bersama… ayo pak, spt semboyan kita dulu “sekarang atau tidak sama sekali”… untuk merasakan ulangan sejarah saat2 kita berteriak sambil berpelukan spt 4-5 tahun kemaren…

    Kepada masing2 TIMSES cam kan lah.. Hendaklah kalian Bermanis-manis dan berbaik hatilah pada seluruh rakyat sumsel, karena rakyat sumsel lah yang menentukan kemenangan JAGOAN ANDA.. Saat ini permintaan rakyat adalah kewajiban anda…

    Trims

  40. @hanyafakta :

    wow pak, komen yang bagus dan panjaaang lagi. kenapa gak sekalian bikin blog aja, biar bisa didiskusikan dengan blog pak andang ini dengan trackback/pingback?

    silakan kalo mau hadir disini. terima kasih. :)

  41. assww
    bung hanya fakta,,
    saya sedikit risih dengan komentarmu yang menyatakan bahwa pak gub. dak punyo waktu untuk hadir dalam acara debat. bahwa setiap hari pak gub kerjanya sibuk diskusi dan evaluasi laporan laporan yang masuk sampai tak bisa menyisihkan waktu barang sekejappun.

    menurut saya pak gub itu didalam diskusi dan evaluasi tidak selamanya setiap hari dan setiap saat secara detail menulusuri proses perjalanan suatu pekerjaan yang dilakukan oleh para bawahannya lewat diskusi. bahwasannya pak gub hanya menerima hasil akhir dari apa yang telah menjadi keputusan dia sebelumnya, jadi dalam hal ini pak gub hanya bisa mengevaluasi dan memberikan solusi berikut yang berupa keputusan berikutnya. dan keputusan inipun hasil olahan tim, dan disahkan oleh pak gub.
    saya kira anda terlalu hyperbol membayangkan kesibukan pak gub setiap hari sepertinya sampe bernafas pun susah ha ha ha .
    bung, mungkin aplikasi ilmu management yang telah diterapkan di negeri ini sudah cukup canggih, salah satunya dengan adanya wewenang formal dari tingkat atas sampai ke bawahannya begitu juga sebaliknya. mungkin juga Pemda Sumsel telah mengadopsi yang namanya iso dimana setiap pelaksanaan suatu pekerjaan telah mempunyai standar dan pedoman kerja.
    bung..mungkin katamu ada benarnya bahwa seorang pemimpin yang baik adalah yang selalu turun langsung ke objek pembangunan dalam rangka check and recheck, tapi bung…pak gub peranannya didalam pekerjaan adalah seorang Jendral. bukan sebagai seorang prajurit yang selalu bertempur di medan laga. yang memang tak punya waktu untuk berkunjung atas undangan kerabat atau tahlilan atau apa saja. jendral tinggalnya dibarak duduk santai sambil merokok tapi otaknya tetap jalan memikirkan memenangkan pertempuran.

    Masalah pilkada yang berat…
    ya tinggal bagaimana kita menyikapinya bersama sama..
    sebagai gubernur, orang no.1 propinsi dan pilihan nurani rakyat, harus berani BERSUMPAH PALAPA JUGA DONG SEPERTI MAHA PATIH GAJAH MADA ” JANGAN ADA KKN UNTUK WILAYAH SUMSEL,,SAYA AKAN BUATKAN CAMP KONSENTRASI DI SAMUDRA LEPAS BUAT PRIBADI SAYA DAN PARA PEJABAT LAINNYA YANG MENILEP UANG RAKYAT .

    Nah Insya Allah kalau dimulai dari pucuk pimpinannya seperti ini, secara berangsur angsur kkn bahkan politik uangpun akan lenyap dari bumi Sumsel bahkan mungkin dari persada nusantara ini. berganti dengan politik hati nurani, dengan secercah harapan nan cerah bagi para insan insan sumsel akan tumbuh berkembang dijalan yang diredhoi oleh Allah, jangan cuma menyayangkan betapa gajahmada sedih .

    PERCAYALAH …
    YANG MEMBUAT SEORANG PEMIMPIN ITU DISEGANI LAWAN MAUPUN KAWAN DAN DICINTAI RAKYAT ADALAH SEORANG YANG TEGUH PENDIRIAN TIDAK ANGET ANGET TAI AYAM, TEGUH IMAN TIDAK KORUPSI KOLUSI DAN NEPOTISME, SERTA AMANAH KEPADA RAKYATNYA…

    EKSESNYA ITU LANGSUNG ADALAH :
    1. HIDUPNYA SEDERHANA.
    2. SETIAP PERINTAHNYA AKAN DIJALANKAN.
    3. ANAK BUAH AKAN SEGAN.
    4. BERANI MENGATAKAN TIDAK UNTUK HAL SALAH
    5. AGAMANYA SEMAKIN KUAT.
    6. DIA TIDAK PUNYA BEBAN HIDUP YANG BERAT.
    7. ANAK BUAHNYA AKAN TAKUT MELAKUKAN KKN.
    8. AKAN DIPILIH RAKYAT LAGI.
    9. MATINYA AKAN MASUK SURGA.

    WASSALAM.

  42. @ hanyafakta

    Great job, well done!!
    Saya salut dengan tulisan anda, bapak HanyaFakta (versi ketiga ini) lebih youth dan spiritnya sama dengan saya pribadi! Beda sekali dengan tulisan bapak-bapak HanyaFakta sebelumnya. Okey, itu tidak menjadi panjang lebar bagi saya.

    Saya sepakat dan saya akui secara pribadi bahwa saya kecewa dengan ketidakhadiran pak Syahrial Oesman dalam debat yang dimoderasi oleh CSIS melalui Pilkada Center itu. FYI, saya selalu mendambakan pembelajaran politik ala Amerika yang selalu membuka forum dialog di setiap kesempatan. Namun bukan berarti saya pro Amerika. Cara disini tetap dengan regulasi di sini. Kalau ternyata belum saatnya untuk berdialog dengan konten kampanye apalagi yang bersangkutan masih menjabat gubernur, ya mau apalagi. Tapi lagi-lagi, ini semestinya bukan menjadi excuse/alasan. Namun apa daya, mungkin banyak pertimbangan pak Syahrial Oesman tidak bisa menghadiri acara debat yang benar-benar saya tunggu dan saya percaya dan yakin, pak Syahrial Oesman bisa melakukan debat cagub dengan baik. Mungkin, pertimbangan yang dipaparkan bung Rizal_Malangrangen ada benarnya. Jadi saya sendiri sebagai relawan muda (yah mungkin dimata bapak-bapak relawan bisa dibilang bau kencur lah… tapi yang penting bukan bau kentut kan hehe) tidak bisa kuasa apapun soal ketidakhadiran pak Syahrial Oesman ini.

    Well, mungkin saya tarik garis kesimpulan yang saya harapkan objektif, bahwa pertimbangan Syahrial Oesman belum mau untuk ikut debat lantaran masih menjabat gubernur adalah benar. Bukan berarti takut atau tidak ada nyali. Dengan posisi masih gubernur, -semisal- 2 kandidat lain hadir diikuti para pengunjung malah acara debat berubah menjadi acara ‘pelaporan pertanggung-jawaban kepemimpinan beliau’ yang tentunya konteksnya bukan Syahrial Oesman sebagai pribadi yang menjadi kandidat cagub melainkan Syahrial Oesman sebagai institusi pemprov Sumsel. Posisi ini makin susah lepas apabila Syahrial Oesman masih dicap sebagai Gubernur. Jadi masuk akal apabila Syahrial Oesman berujar (dikutip dari Sumeks 2008-04-15), “Saya kan bukan calon gubernur, saya gubernur. Calon kan belum, nanti dong. Menjadi calon dulu, baru nanti ada perdebatan. Kalau sudah tidak gubernur lagi baru enak kita ngomong.” Ya, pada dasarnya kepemimpinan suatu wilayah tetap tidak terlepas dari protokoler, bahkan dalam menuturkan suatu statement sekalipun.

    Dari semua ini, harapan saya, semoga setelah pak Syahrial Oesman dan Alex Noerdin sudah melepas status incumbent menjadi ajang kampanye pemilukada ini fair/adil dan makin kondusif. Saya menginginkan bahwa semua kandidat pintar memberikan argumentasi ketika ditanya masyarakat dalam suatu forum sehingga semua visi & misinya jelas dipahami oleh rakyat hingga kelas paling bawah sekalipun. Dari sini, saya sepakat, semua statement yang dilontarkan dari semua kandidat mencerminkan apakah sang calon sebagai pemimpin yang sangat visioner atau tidak. Buat calon pemimpin yang cenderung kontektual apalagi hanya sebagai ’suruhan’ suatu kelompok kroninya bakal terlihat jelas. Juga akan terlihat jelas mana yang layak disebut pemimpin dan mana yang jelas-jelas sekali sang kandidat bermental PENGUASA.

    So, saya tetap menunggu sampai tanggalnya. Saya baca di koran, mulai tgl 4 semua incumbent harus mundur dan mulai saat itu semua kandidat bebas melakukan kompentensinya sebagai calon pemimpin. Jadi apabila nanti akan ada lagi debat cagub, bahkan dimediasi oleh media nasional, saya yakin bukan alasan salah bertutur kata lantas malu di depan publik yang menjadi momok utama. Melainkan, mana yang layak sebagai pemimpin dengan saksi mata jutaan pemirsa, baik dari pemirsa Sumsel yang punya kompentensi bahkan pemirsa diluar Sumsel yang tidak punya kompentensi sama sekali terhadap kemajuan bumi Sriwijaya ini. Namun, saya ingatkan. Debat tidak perlu dibawa ke dalam level nasional. Scoope regional sudahlah dirasa lebih dari cukup. Seperti undangan debat-debat di kalangan civitas akademis kampus.

    Nah, saya harap aspirasi mahasiswa/i ikut terlibat dalam menentukan siapa yang layak untuk memimpin Sumsel. Jangan lantas mengagungkan kenetralan suatu lembaga pendidikan namun justru apriori terhadap kemajuan wilayahnya, yaitu Sumsel. Karena saya tetap percaya, kemajuan Sumsel juga turut dipengaruhi oleh kontribusi pemuda yang memang punya prestasi dan kreasi di seluruh aspek aktivitasnya. Nah pembelajaran politik inilah yang harus dicamkan kepada kita-kita yang masih muda. Bukan nantinya malah berujung tidak tahu menahu soal sinergisasi kepemerintahan dan pembangunan suatu provinsi. Bagi saya, pemuda tetap menjadi tulang punggung kemajuan suatu bangsa. Dan di tangan generasi tua hanyalah sebagai pengayom dan penular pengalaman. Tapi tetap bukan berarti kita disini juga mengharapkan pemimpin daerah yang muda, kalau memang pemimpin dari generasi tua mampu memberikan leading yang bagus bagi masa depan kalangan muda, kenapa tidak?

    Nah semua paparan ini telah memberikan renungan pada saya. Muncul suatu keyakinan dari semua kebijakan (berikut bukti achievement plus compliment sekelas nasional) dan visinya bahwa Syahrial Oesman tetap menjadi gubernur yang layak untuk kemajuan Sumsel. Perkara banyaknya bawahan beliau yang berprinsip ABS (asal bapak senang) atau AADC (asal ada dana cash) yah itu bagian kerikil-kerikil tajam yang memang harus beliau selesaikan. Saya suka Syahrial Oesman untuk berani menindak anakbuahnya yang memang sudah menjadi kerikil bahkan benalu kemajuan pembangunan Sumsel. Namun sayang, langkah ini malah menciptakan kerikil lebih besar yang melahirkan ‘musuh-musuh baru’ di pemerintahannya. Yah, dasar politik. Dan kalau orang jakarta bilang, “dasar Indonesia banget…”.

    Well, comment bapak (atau kak atau mas neh?) HanyaFakta di versi ketiga ini saya akui bagus, khususnya sebagai masukan buat semua kandidat seluruh pemilukada Sumsel. Betul kalau mas TIM’s bilang, “Kenapa enggak sekalian bikin blog saja?” Hahaha.. tulisannya puanjang yooo!

    Okey, di awal sekali saya sudah paparkan sekelumit alasan mengapa saya mendukung sekali Syahrial Oesman sebagai gubernur. Mungkin dengan mas HanyaFakta versi III ini bisa membantu, apa saja alasan-alasan HanyaFakta mendukung Alex Noerdin menjadi gubernur Sumsel? Pertanyaan saya sebelumnya, belum dijawab dengan baik oleh pihak mas HanyaFakta version 3.0…
    Silakan mas, saya tunggu jawabannya. Dan tentu saya tidak nuntut data atau fakta yang muluk-muluk, cukup argumentasi saja namun yang logis dan bukan janji surga.

    Terima kasih atas commentnya yang bagus.
    Mari bangun Sumsel, meski hanya dengan satu tetes kemampuan kita.

    salam relawan SO

    derry

  43. Menarik atas komentar bung hasan. untuk calon pemimpin sumsel kedepan nanti kita tidak usah susah susah memilah milahnya, cukup dalam forum debat nanti yang akan dislenggarakan secara resmi, penekanan dalam pertanyaan adalah sanggupkah masing masing calon untuk melakukan “SUMPAH PALAPA ” nya versi pak hasan.
    bagi saya setelah melihat sepak terjang yg telah dilakukan semua calon,,masih tanda tanya bueeesarrrr sekali..PADAHAL TUNTUTAN SUMPAH PALAPA VERSI BUNG HASAN INILAH PILIHAN YG SEBENAR BENARNYA BAGI RAKYAT SUMSEL.
    Jadi………………..??? bingung dewek aku………..ado ado bae ide pak hasan ini..

  44. assamualaikum ww

    salam untuk bung hasan,
    ini ide yang cemerlang untuk kepentingan sumsel yang jaya for the next.
    Tinggal lagi bagaimana adek adek mahasiswa bisa mengemas ide itu dalam bentuk pertanyaan yang mantap dihadapan para peserta debat nanti.
    kita telah mengetahui bahwa negeri kita ini telah banyak menghambur2kan dana hanya untuk melakukan pilkada dalam artian dana dana itu tidak bisa di drive menjadi sumber modal pembangunan lagi . jadi hanya satu cara yang bisa dikatkan jitu adalah pelaksanaan “sumpah palapa” vearsi pak hasan .
    mari dulur dulur mahasiswa, rekan rekan semuanya kita galang nurani kita, rapatkan barisan, demi kemajuan sumsel saya pribadi setuju kalau kita semua sepakat akan membawa ide pak hasan ini menjadi bahan pertanyaan kita dalam forum debat nanti.
    wassalammualaikum ww

  45. ya…………..kami juga setuju akur dan sangat mendukung dengan usulan “SUMPAH PALAPA” kepada semua cagub sumsel.
    bagaimana dengan komentnya hanyafakta dan relawan so ?? kami tunggu komentnya.
    Ingat semua ini kita lakukan hanyalah demi daerah kita SUMSEL yang bersih dari KKN . sehingga setiap rupiah yang dibangunkan untuk rakyat ada manfaat dan diredoi sama Allah saw. Jadi tidak ada sedikitpun untuk menjatuhkan atau menjelekan seorang cagub, okelah yang sudah lewat sudahlah, tapi untuk kedepan ini mari kita galang kekuatan pemuda SUMSEL bergandeng tangan mengawal roda pemerintahan SUMSEL yang bersih dari KKN.
    Kami juga tidak terlalu suka dengan janji janji politik yang berbau janji surga saja, biarlah kita menerima saja janji janji politik yang wajar asal semua janji dapat dilaksanakan secara kongkrit.
    Salam buat pak hasan yang jauh di perantauan, timbalah ilmu setinggi langit tapi tetaplah turut berkontribusi untuk sdr2 mu di daerah. paling tidak ide ide cemerlangmu kami tunggu.
    salam
    nirwan salim.

  46. Wah wah.. saya jadi merinding usulan pak Hasan justru yang lebih menarik hehehe

    Well, Sumpah Palapa memang sangat manjur memberikan 100% komitmen pengabdian Gadjah Mada pada Madjapahit. Wajar, hingga kini direduksi menjadi sumpah di bawah kitab suci atau Al Quran. Tapi sayangnya, kitab suci seringkali ‘terlupakan’ karena sudah menjadi ritual atau ceremony yang sudah acapkali dilakukan setiap kali pelantikan suatu jabatan. Lantas apa yang lebih baik? Tentu tidak sampai sumpah pocong segala hahahaha….
    Saran saya (dan semoga ini menjadi pembelajaran politik bagi semua elit pemerintahan) adalah dibentukan KONTRAK BERMETERAI sebagai bentuk MOU (memorandum of understanding) atas komitmen jabatan yang dilakukannya. Kasarannya saya bilang, semua pejabat yang dilantik (khususnya pemimpin daerah atau sebutlah gubernur) harus meneken tanda tangan bercap darah dengan serangkaian komitmen dasar yang harus dilakukan. Seperti:
    - Pengabdian tanpa pamrih
    - Tidak melibatkan bisnis keluarga di wilayah Sumsel yang terkorelasi langsung dengan kebijakan kepemimpinannya (contohnya: hak penguasaan lahan, perberian ijin, dll).
    - Tidak korupsi
    - Tidak terima suap atau gratifikasi dalam bentuk apapun dari pihak lain.
    - Tidak melibatkan keluarga dalam jajaran kepemimpinannya (itu kalau bisa ya… 80% elit pemerintah Sumsel masih ‘berbau’ saudara).
    - … dll
    - .. dll
    - Mengabdi sepenuhnya untuk kemajuan rakyat seutuhnya (bukan untuk partai, golongan apalagi kroni-kroninya)

    Semua point tersebut digodok bersama dan disepakati oleh pejabat/pemimpin yang terkait.

    Semua itu dilakukan secara profesional dan dipantau dalam kaidah hukum pidana & perdata yang berlaku. Sehingga apabila ada satu point yang dilanggar, SANKSI-lah yang harus diberi kepada pejabat terkait. Mulai soal peringatan keras, mutasi/mundur dari kedudukan atau malah dipecat dari statusnya sebagia PNS atau malah masuk bui hehehe.

    Itulah bentuk ‘Sumpah Palapa’ masa kini, bukan hanya janji dibawah ’saksi’ kitab suci. Bukan berarti saya memandang rendah kemanjuran ’saksi’ kitab suci, saya hanya apriori dengan keloyalan dan keimanan sang pejabat yang diminta perjanjiannya tersebut. Kalau hanya melihat kadarnya dari penggunaan peci/kopyah dan baju putih atau baju kokoh itu belum cukup, apalagi diikuti dengan bahasa-bahasa Quran yang fasih. Dunia ini banyak lho aktor-aktor jago soal begini.

    So, yang penting adalah pengawasan kita yang memang aware dengan kemajuan Sumsel. Sekali tidak beres, kasih peringatan kepada mereka. Dan masyarakat bukan hanya fungsinya sebagai objek, tapi juga subjek dari kemajuan suatu wilayah. Kontribusi dan aspirasinya bukan hanya dibutuhkan saat pemilu atau pemilukada saja tapi juga saat menjalankan kehidupan sehari-hari demi kemajuan kita bersama. Dan lagi-lagi, untuk ini saya percaya dan yakin, Syahrial Oesman memegang teguh prinsip egaliter dan pluralitas untuk memberdayakan masyarakat Sumsel seutuhnya dan selalu berjalan bersama untuk kemajuan Sumsel sebenar-benarnya. Tentu, SO pasti!
    Tapi, semua ini dikembalikan pada pilihan masing-masing. Bagi saya, kontribusi sekecil apapun, Sumsel tetap butuh aspirasi kalian dan seluruh warga Sumsel.

    Salam Relawan SO

  47. maaf koreksi, soal 80% ‘berbau’ keluarga. Ini masih asumsi saya, dan nilainya bukan 80%, mungkin hanya 50%, tapi ya menurut saya itu patut disayangkan. Tapi mau apalagi, dari garis ‘puyang’ dan ‘habit’ kepemerintahan Sumsel dari dulu memang seperti itu (baru asumsi lho, belum masuk level hipotesa). Toh semoga, biarpun masih juga ‘berbau’ keluarga tapi kepemimpinan seseorang tetap bagus kenapa tidak?

    sekali maaf, jadi tulisan saya hanya sebatas wacana, bukan justifikasi ke pihak-pihak tertentu. Dan saya salut, Syahrial Oesman tidak pernah melibatkan kerabat keluarganya terdekat di pemerintahannya bahkan di level bisnis besar di wilayah Sumsel. Hehehe.. anak-anaknya juga masih kecil semua bukan? Paling gede kalau enggak salah masih duduk di SMU.

    Terima Kasih dan SO pasti!

    Salam Relawan SO

  48. salam relawan so..
    kalau seperti di atas usulanmu itu , bukan “SUMPAH PALAPA VERSI PAK HASAN” namanya..
    itu mah “KONTRAK POLITIK” seperti biasa yg sering terjadi dimana mana …..cap darah spt di jatim udah biasa..
    Sekarang kalau kita ajukan SEPERTI APA ADANYA yg ditulis sama pak hasan di atas, itu bagaimana ???
    ya tinggal kita kemas bagus bagus saja nantinya..
    kira kira berat gak ya ??
    tapi betul gajah mada sampe berhasil menguasai seluruh nusantara ini bahkan sampai ke indocina dan philipina selatan dia kuasainya….sungguh luar biasa sumpah itu.
    jadi bagaimana dengan cagub2 kita yg nota bene cuma wilayah sumsel saja ini..masak kalah dengan gajah mada, beliau bukan s1 atau s2, nah bos bos kita ini katanya ada yg sampe s2 ya.. ha ha ha ha
    salam
    nirwan salim

  49. kalau kontrak politik gak usahlah..
    tapi kalau sumpah Palapa ala pak Hasan,,YESS…
    semoga kedepan sumsel bertambah maju dan jaya menuju masa keemasan sriwijaya /majapahit yang gemilang.

  50. Relawan So….
    nggak masuk akal kalau so nggak datang debat pilakada dengan alasan beliau masi gub…….beliau belum jadi calon gub tapi masih gub sumsel………………..

    KITA SEMUA TAU POSTER SO DI SETIAP SIMPANGAN JALAN.GANG,IKLAN DI TV DOWBLE WINNER. RCTI/PALTV
    BAGI – BAGI POSTER KE TUKANG BECAK ,KALENDER, UANG RP.15000,- /PER ORANG

    APA KAH SEPERTI ITU BELUM DINAMAKAN CALON

    COBA PIKIR BUNG……..
    BEDAHKAN ………………….

  51. assww
    salam buat teman teman peduli sumsel
    sebenarnya banyak dan besar sekali potensi sumsel kita ini untuk tumbuh maju lebih cepat lagi bahkan mungkin bisa meninggalkan propinsi propinsi lain yang level pembangunannya sama. spt : sumut, seluruh jawa, sulsel. dari skala pencapaian pembangunan infrastruktur hampir sama dan tingkat pembangunan Fasum dan Fasos juga hampir sama. cuma yang membedakan sumsel dengan propinsi lain itu adalah bahwa sumsel masih kaya dengan sumber sumber alam yang belum tergali spt : batubara, migas, perkebunanan sawit, karet, tebu, pariwisata, energi air yg belum termanfaatkan khususnya buat pembangkit listrik hydro skala kecil. kalau propinsi lain mungkin boleh dibilang sumber sumbernya hampir maksimal.

    nah kedepan nanti, kalaulah ini kita biarkan seperti ini terus jalan pemerintahannya tanpa ada kontrol yang kuat dari masyarakat khususnya adik adik mahasiswa, dan para ikatan alumni ,,semua potensi yang besar ini akan hilang tiada bekas, artinya ya dikemanain hasil hasil dari potensi besar tadi, apakah hilang di tilep, atau hilang bias karena salah pengelolaan atau tidak akan pernah tergali samasekali ?

    saya mau menyitir sedikit tentang peranan mahasiswa dalam proses pembangunan di daerah kita sumsel, Bahwa Pemda Jabar itu sejak tahun 70 an selalu mendapat kontrol yang ketat dari para mahasiswa ITB, bahkan mahasiswa ITB itu lebih berani lagi merangsek masuk ke istana di era suharto, memang pada waktu itu jamannya demokrasi terpimpin ala suharto kalau boleh dibilang pemerintahan tiran, tapi itulah ITB, sampai sekarang alumni alumni ITB itu sangat berperan dalam pemerintahan pasca suharto.

    nah, saya bukan mau melihat bahwa ITB itu beken, saya melihat UNSRI dan ITB sama sama perguruan tinggi negeri, tak ada bedanya, yang membuat beda itu adalah bahwa mahasiswa ITB sebagian besar perantauan dari daerah lain, masuk bandung, sedangkan Unsri mayoritas mahasiswanya adalah penduduk lokal sumsel, jadi kemungkinan besar menurut hukum alam bahwa setiap penduduk datangan itu Fighting spiritnya jauh lebih besar ketimbang tuan rumah, sikap straglingnya lebih kuat, jadi otomatis kreativitas inovasi dan ide ide lebih banyak bermunculan pada penduduk atau siswa pendatang. oleh karena itulah ITB itu terlihat lebih maju dan lebih beken dan mereka terlihat sangat kompak satu sama lain, mereka tidak pernah memandang senior ataupun junior, prinsip mereka siapa yang mampu hayo maju.

    nah, dengan segala kajian diatas, kalau kita mau hubungkan dengan peranan mahasiswa kita di sumsel, untuk lebih diharapkan berperan banyak dalam hal pengawalan jalannya pemerintahan sumsel kedepan nanti, saya sarankan buatlah MOTIVASI APA YG MEMBUAT KALIAN MAU DAN HARUS MENGAWAL JALANNYA pemerintahan sumsel, seperti contoh : sumsel bebas KKN, atau orang sumsel berpolitik nurani dll.

    jangan biarkan “mawar” ini layu sebelum berkembang

    salam dari jauh
    wass.

  52. Hayoooo, siapa yang berani bertaruh neh ….

    Menurutku, kalo jadi debat antara Alex dengan S0, … temen2 perhatiin lutut nya S0, … lihat … lututnya akan goyang-goyang karena ketakutan … hehehhe

  53. Relawan SO : maaf koreksi, soal 80% ‘berbau’ keluarga. Ini masih asumsi saya, dan nilainya bukan 80%, mungkin hanya 50% …

    –>> Masih asumsi toh, … dasar asumsinya dari mana mas? Asumsi saya malah 90 % proyek SO diberikan kepada kolega, keluarga2 nya (KKN), ini asumsi juga lho .. hehehe

    Relawan SO : sekali maaf, jadi tulisan saya hanya sebatas wacana, bukan justifikasi ke pihak-pihak tertentu. ….

    —>> baru sebatas wacana juga kan, … jadi baru sebatas dongeng kayaknya neh … heheheh

    Relawan SO : Dan saya salut, Syahrial Oesman tidak pernah melibatkan kerabat keluarganya terdekat di pemerintahannya bahkan di level bisnis besar di wilayah Sumsel.

    —>> ini juga kan hanya asumsi saja kan, .. hanya dongeng juga yang tidak dapat dibuktikan … ahhahahah ..

    Relawan SO : Terima Kasih dan SO pasti!

    —>> kalo saya .. gak milih SO .. makasih juga

    Salam Relawan SO

  54. AAII MEN JIKU WONG DUSON INI NGOMONG BENAR NIAN PARA CAGUB ARUS BERANI MELAKSANAKAN SUMPAH PALAPA, MPAII TAHU RASE GALEK BELIAU2 ITU.

  55. AI KALU AKU KAK PASTI NAK NUKUNG UWAN BALAGAK TULA. TAU KAN UWANGNYE, BIASO PAK ALEX. WALAUPUN DIE TUCH DAK PERNAH BUAT JALAN NAK KE DUSUN AKU DAK APE-APE, YANG PENTING DIE PACAK GRATISKE SEKOLAH DAN BEROBAT DI DUSUN. JADI BENO DAK UJI AKU TUCHV ?………..

  56. dak beno itu dek, cakmane nak gratis kalu kkn maseh banyak disumsel, nak an ape so teserah sape bae, tapi sumpah palapa itu yang nyetop wuang itu nak bebuat kkn, kalu kite biarkan same bae kito ini buyan, wuang pucuk makan cempedak kite dibawah keno getah galek.

  57. saya percaya 100 % kalau pak so takut debat
    lh bukti nyo bae d debat novotel kemaren nggak datang

  58. Assalamualaikum
    Salah satu faktor memilih calon adalah :
    TRACK RECORD
    Jadi lebih bagus kita coba up load jejak karya yang sudah dibuat ke masyarakat oleh masing-masing calon, tidak hanya 5 tahun yang lalu , bahkan lebih bagus track recrod calon dari sejak muda sampai sekarang, disitu kita akan menilai mana yang memang betul-betul punya jiwa amanah peduli sosial dan track record bagus.
    Wassalam

  59. Kalu S0 beradu argumentasi (debat) untuk majuke Sumsel ini lagi dak berani, mak mano ngadepi rakyat yang idak puas dengen pembangunan yang digawekenyo selamo ini ? …,

    Seharusnyo dio biso berdialog .. menyampeke apo yang diingininyo, dicita-citakannyo kesemua rakyatnyo dengen santun, dengen argumentasi yang bener. Lha, makmano nak berargumentasi, aman diajak debat bae la takut ….

    Pantes bae dio (S0) gunoke tindakan kekerasan dengan memperalat preman-preman untuk menjalankan kebijakan-kebijakannyo sebagai gubernur.

    ….

    Carilah gubernur yang biso berdialog langsung dengen rakyat, tanpa gunoke kekerasan …

  60. Debat bukanlah hal yang penting dilakukan. kultur masyarakat kita, kalau berdebat bisa menimbulkan perpecahan. biaso caro wong kito, ujung – ujungnyo nak betujahan. kalau aku setuju bae dengan pak syahrial. kalau kemarin beliau ikut debat, kita gak tau apa yang akan terjadi di tingkat grass root. efeknya bisa sangat mengerikan. lagipula, apa sih untungnya berdebat?? tidak ada untungnya sama sekali, bahkan ujung – ujungnya yang timbul bukan program yang akan dilaksanakan tapi janji – janji dan bualan politik. jelas dong akan timbul bualan. orang berdebat pengen menang dan adanya keharusan untuk menang. jadi, intinya, pak syahrial tetap yang terdepan dalam memperhatikan masyarakat dengan tidak mau ikutnya beliau dalam debat yang tidak bertanggung jawab. beliau tidak mau terpancing, jika terpancing, hancurlah kerukunan yang terjadi di masyarakat. tetap bertahan dengan khusnul khotimah deh pak…

  61. Cam mano..kawan-kawan kita nih…pilih gub dengan hati nurani dan logika euu….
    Sampek kapan sih mau debat antara preman dan pengobatan gratis??….hahaha…Mane solusinyoooo….hehehe
    ini bukan solusi tapi saling menjatuhkan…(mengejek-red)
    Ayo kita coblos gubernur yang mendukung program peningkatan UKM dan memperhatikan nasib para wiraswasta…karena Daerah yang cepat berkembang adalah Pemerintahan yang peduli dengan wirausaha-wirausaha. kalo daerah rata – rata penduduknya sudah bisa wiraswasta apa ga kayoo itu daerahnyoo….
    Bagaimana apa pak alex mau keluarkan semua uangnyo sendiri untuk menutupi pembangunan daerah???…hemmm….hayooo

  62. alumnibaturaja :
    Debat bukanlah hal yang penting dilakukan. kultur masyarakat kita, kalau berdebat bisa menimbulkan perpecahan. …..

    —>> wah, ini yang masih ketinggalan jaman. bukan kultur lah … apo pemilihan langsung gaya amerika ini jugo asalnyo dari kultur palembang jugo. kan idak… baru pertamo kali di propinsi ini. tetapi di daerah-daerah tingkat 2 idak tejadi apo-apo. idak tejadi betujahan. lah … kalo bedebatnyo, adu argumentasinyo, adu visi, misi nyo bagus .. dak kan tejadi apo-apo. Tapi kalu belum apo-apo sudah ketakutan dengen debat … wah, kembali ke majapahit bae kito ini. kembali ke jaman orde baru lagi. kepala daerah itu, harus orang yang bisa menyampaikan pikiran-pikirannya, visi dan misi nya kepada orang yang dipimpinnya. visi dan misi nya pun sebelum dilaksanakan, akan dinilai, didengar, diberi tanggapan oleh orang yang dipimpinnya. kalu belum apo-apo sudah sombong, sudah dak galak di nilai, dak galak di buka, mak mano nian visi misinyo itu, cak mano rakyat nak mbandingken jago-jago yang maju ini.

    Contoh mudahnyo bae mak ini. Kalu kito ujian sarjana, baik itu S1, S2 atau S3, dak tahu kalu S0 apo pake jugo dak. Kan kito disuruh bedebat, beradu argumentasi sampai di mano kemampuan kito menguasai dan membahas masalah yang kito kemukakan. disitu kito dinilai kemampuan kito. nah kalu belum apo2 … S0 sudah dak berani … jangan-jangan preman-preman yang muncul kagek nyelesai masalah dio karno dio dak pacak nyelesaikan masalah dengan komunikasi masa.

  63. payo lah So bijak sana sedikit

  64. sumsel tb maju dipimpin pak alex dan eddy yusuf
    mari kita dukung beliau jadi gub sumsel

    5 tahun sudah sumsel di pimpin SO
    tak ada perobahan yg berarti selain Double Winner.

    pak alex dan pak edy sudah terbukti karya nya

    SO? mana bukti keberhasilan mu……………
    selain bola kaki……………….

    tak ada guna nya So bw piala double winner ke kabupaten2
    disumsel……………………

  65. Dengan double winner yang diarak ke daerah-daerah, apa yang mau dibanggakan ?

    Apakah orang-orang kulit hitam dari luar negeri itu yang mau dibanggakan, yang ketika SFC menang, dengan bangganya mereka mengibarkan/mengarak bendara negara mereka keliling stadion ? Seakan-akan mereka berkata, inilah kami, dari negari hitam, sewalah kami, maka klub anda akan menang. Tidak percuma anda mengeluarkan duit ber milyar-milyar dari bumi dan keringat-keringat rakyat anda untuk menyewa kami. Kami berikan piala double winner untuk anda.

    Selamat pak SO, berapa yang anda kucurkan untuk pembangunan masing-masin daerah-daerah kabupaten/kotamadya ? sebesar dana untuk pemain-pemain kulit hitam itukah ?

  66. buka situs http://www.youtube.com. ketik dikolom search alex noerdin. disitu anda akan tau siapa sebenarnya alex noerdin. orang yang kalian bangga – banggakan.

  67. RAKYAT TIDAK BUTUH PRESTASI SEMU

    Salam Perubahan!
    Kini di sekitar kita banyak bertebaran spanduk / baliho bertuliskan :”Kita Bangga. Bumi Sriwijaya Membuat Sejarah Double Winner (Piala Copa Indonesia dan Piala Liga Indonesia 2007) Sriwijaya FC. Ayo, terus kita berikan yang terbaik untuk Sumsel”.
    Spanduk / baliho yang memuat poto Ir Syahrial Oesman, MM itu seakan ingin memaksa kita untuk bangga atas keberhasilan Sriwijaya Footbal Club (SFC) meraih double winner. Juga dimaksudkan untuk menggiring kita agar bangga pada sosok Syahrial Oesman yang selalu mengklaim diri sebagai orang paling berjasa atas keberhasilan SFC. Jadi, jelaslah bahwa spanduk/baliho double winner itu telah dijadikan alat politik (kampanye) oleh sosok yang masih berminat menjadi Gubernur Sumatera Selatan ini.

    Saudaraku. Rakyat Sumsel yang Tercinta!
    Sungguh kita mencintai SFC. Kitapun senang jika klub yang dibiayai uang rakyat (APBD) ini sampai mampu mengukir prestasi. Hanya saja yang kita butuhkan adalah prestasi sungguhan. Bukan prestasi semu karena hasil kongkalikong dan diukir oleh para pemain asing (bukan pemain lokal) yang mendominasi klub ini. Apalagi, prestasi double winner itu justru telah dijadikan atraksi oleh para pemain asing untuk mengibarkan dan mencium bendera negaranya.
    Sungguh sangat menyakitkan prilaku pemain asing yang dibiayaai dengan uang hasil keringat rakyat itu. Perilaku itu sangat melukai jiwa nasionalisme kita. Kita sungguh telah membuat arwah para pejuang kemerdekaan kita marah. Karenanya, wajar jika kemudian banyak pihak yang marah dan mengecam prilaku itu, diantaranya para mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Merah Putih. Anehnya, pihak manajeman SFC justru sama sekali tidak menegurnya. Bahkan mereka malah memperpanjang kontrak para pemain asing yang berlaku kurang ajar itu di SFC.

    Rakyat Sumsel yang berdaulat.
    Tahukah anda kalau SFC selama ini telah menyedot uang rakyat (APBD) hingga berpuluh-puluh milyar rupiah sejak pertama kali dibeli dari klub Persijatim Solo (2005). Uang itu sebagian besar habis untuk membeli dan mengontrak pemain asing. Uang itu lenyap bukan untuk kesejahteraan rakyat. Sebaliknya, hanya bermanfaat untuk mendongkrak popularitas dan kepentingan politik segelintir orang yang tergabung dalam manajemen SFC.
    Tahukah anda, wahai rakyat Sumsel/ Andai saja uang itu digunakan untuk kepentingan rakyat, pasti tidak akan ada pasien gizi buruk di daerah ini yang harus meninggal gara-gara kurang gizi, seperti Farel (3) dan M.Albagir (2,5). Tidak akan ada jalan provinsi di sekitar kita yang rusak seperti kubangan kerbau. Harga sembako dan minyak tanah pun tidak semahal sekarang jika uang itu digunakan untuk mensubsidi harga kebutuhan pokok rakyat ini.
    Berangkat dari fakta diatas, sungguh menggelikan jika kita (rakyat) ternyata digiring untuk bangga terhadap prestasi double winner. Padahal, kita justru pantas muak terhadap prestasi semu itu, terlebih lagi kepada sosok yang telah secara sengaja memenfaatkan SFC dan double winner-nya untuk kepentingan politik sesaatnya. Sekarang saatnya rakyat Sumsel harus bangkit dan bersatu melawan prilaku yang menjadikan SFC sebagai tameng untuk menyedot uang rakyat dan mencari Simpati menjelang Pilkada Sumsel 2008.

    Dari kami,
    Forum Rakyat Anti Prestasi Semu (For-RANPRESS)

  68. BENAR ITU so cuma membangga2kan Double winner saja

    cubo Relawan SO
    tunjukan bukti lain tentang keberhasilan SO
    selain bola kaki

  69. MERDEKA !!
    MERDEKA !!
    MERDEKA !!!
    KEPADA KADER2 PARTAI SAYA yg bera

  70. Wah, gosip apo lagi alumnibaturaja? Berita-berita basi cak ini sering kito denger/jingok waktu pemili/pilkada berlangsung. Masih segar dalam ingatan kita bagaimana SBY di fitnah berhubungan dengan wanita lain ketika dia masih taruna. Sampai-sampai gosipnya, siwanitanya sendiri yang bilang. Berita ini pun telah sampai ke DPR segala, ketika pergeseran wakil ketua DPR dari PBR.

    Jadi, menurut saya, selagi berita itu belum bisa dibuktikan di depan pengadilan, maka berita itu pun sangat layak disebut berita sampah.

  71. Sudah, dukung aja yang pasti-pasti aja .. yang sudah terbukti meringankan beban kehidupan rakyat …

    jangan yang sudah terbukti suka hambur-hamburkan uang rakyat sumsel, …. puluhan milyar … hanya untuk kesenangan orang lain (rakyat di luar sumsel).

  72. Artikel di Blog ini bagus dan berguna bagi para pembaca.Anda bisa lebih mempromosikan artikel anda di Infogue.com dan jadikan artikel anda topik yang terbaik bagi para pembaca di seluruh Indonesia.Telah tersedia plugin/widget.Kirim artikel dan vote yang terintegrasi dengan instalasi mudah dan singkat.Salam Blogger!!!

    http://www.infogue.com/
    http://www.infogue.com/masalah_politik/debat_pilkada/

  73. DULUR DULURKU WARGO SUMSEL PENDUKUNG SO ATAU AN ATAU SM ATAU ESP DLL, MARILAH KITA BERKAMPANYE NGAJAK UNTUK MENDUKUNG SEORANG CALON DENGAN MEMBERIKAN DATA KELEBIHAN CALON MASING MASING, TAPI JANGANLAH SEKALI SEKALI BLOG INI KITO PAKE UNTUK MENDISKREDITKAN SESEORANG CALON SECARA BERLEBIH LEBIHAN, ITU GAWEAN DAK BAGUS, CUKUPLAH KITA TAHU,, KALULAH KAMU SUKA BERBUAT SEPERTI ITU, TANDONYOLAH TINGKAT INTELEKTUALITAS KITO INI MASIH PACAK DI KILANI WONG, KAN DAK LEMAK KALU KITO DIANGGAP WONG LAIN KITO INI DAK ADO APO APONYO ALIAS AMATIRAN, SAMPAH, TERLEPAS BENER IDAKNYO SUATU BERITA, KALU BENER JUGO APO KIRO KIRO UNTUNG PRIBADI KITO, KALU BERITA ITU DAK BENER BEDUSOLA KITO,,YANG BAEK KITO UCAPKAN ADALAH ISTIGHFAR BANYAK BANYAK. BERITA BERITA MIRING ITU PASTI ADO WONG YG PACAK NGURUSINYO SAMPE TUNTAS.
    KALU CUMA BERITA BERITA SALING HUJAT SALING CAMPAKE SALING KATO, LAMO LAMO WONG MALES BUKA BLOG INI LAGI.

    MARI KITA TAMPILKAN BERITA BERITA YANG MENYEGARKAN, SEPERTI ADU VISI MISI DARI MASING MASING TIMSES. ATAU IDE IDE SEPERTI IDENYA PAK HASAN MENGENAI “SUMPAH PALAPA”
    AKU YAKIN KALAU SUMPAH PAK HASAN ITU KITA CANANGKAN KEHADAPAN MASING MASING CALON, KALU DAK GEMETARAN GALO KAKI KAKI MEREKA, KALU DAK GEMETARAN MULUT MULUT MEREKA MENGUCAPKAN SUMPAH TSB,,SUMPAH INI OBAT BUAT MEREKA YANG SUKA MELAKUKAN KKN, KKN LAH YANG SERING MEMBUAT HAMBATAN KEMAJUAN RAKYAT KITA CONTOHLAH SEPERTI PRA KAMPANYE INI SENDIRI, SUDAH BERAPA PULUH MILYARD DANA DIGELONTORKAN MASING MASING CALON, APAKAH DANA INI MUTLAK MILIK SANG CALON ?? KALU YA, ALANGKAH CEPETNYA KAYA MEREKA, KALUPUN MEREKA PUNYA USAHA LAIN, BAKALAN GAK NORMAL USAHA MEREKA KALU GAK CEPAT DIGANTI DANANNYA, SAMA SAJA KALAU MEREKA DI DUKUNG DONATUR PENGUSAHA, PASTILAH PENGUSAHA ITU MENUNTUT DAPAT KONTRAK KERJA, UNTUK MENUTUPI DANA YG SUDAH DIKELUARKAN. INI SEMUA MEMAKSA SI CALON JAUH JAUH HARI SUDAH MEMASANG STRATEGI KKN, BEGITU TERPILIH DAN DILANTIK HARI PERTAMA KKN PUN SUDAH BERGULIR LAGI,,ADUHH..CAPEDEH RAKYAT KALU BEGINI TERUS…
    ITULAH KUNCI SATU SATUNYA ADALAH PAKE SUMPAHNYA PAK HASAN, DENGAN BEGITU MEMAKSA MEREKA UNTUK BERKAMPANYE MEMAKAI NURANI, BUKAN MENGANDALKAN UANG LAGI..MARI MARI KITA PIKIRKAN,,KITA PIKIRKAN..MASAK MASAK…

    “MARI KITA SAMA SAMA MAJU SELANGKAH MENAPAK IMPIAN YANG PASTI ”

    nirwan salim

  74. @ Forum Rakyat Anti Perubahan Semu
    Masukan yang bagus dan saya berusaha mengomentari masukan ini seobjektif mungkin meski saya sejujurnya tidak dan bukan fanatik olahraga. Ya kalau debat soal siapa pembalap MotoGP yang bakal menang musim ini, ayo sama saya hehehe….
    Well, sebuah persepakbolaan didanai oleh APBD memang gosip yang hangat 2 tahun belakangan ini. Bukan hanya Sumsel, ironi ini juga terjadi di Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan hingga DKI Jakarta sekalipun. Mungkin, tulisan di http://www.radarbanten.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=19821
    dan http://www.suaramerdeka.com/harian/0402/27/tjk2.htmmenjadi sebuah renungan yang menarik, khususnya buat penikmat bola Tanah Air.
    Jadi, kalau saya tarik kesimpulan dari berita-berita soal polemik APBD adalah geliat APBD di persepakbolaan adalah bentuk ketidakefesienan dan ketidakoptimalan PSSI membina prestasi sepak bola nasional. Saat dulu Krama Yudha Tiga Berlian menorek prestasi emas, warga Sumsel bangga dan mendapatkan ikon daerahnya. Lantas sayang, prestasi ini tidak konsisten dan Sumsel tenggelam dalam kancah sepakbola nasional sampai akhirnya Syahrial Oesman beserta jajaran pemerintah (provinsi, kabupaten dan praktisi sepakbola) berinisiatif membeli klub di Jakarta dan menggantinya menjadi klub kebanggaan Sumsel yaitu SFC. Pertimbangan saat itu untuk menghidupkan persepakbolaan Sumsel kembali paska PON dan menggeliatkan prestasi membanggakan dari Sumsel. Tentu hal ini sebuah tindakan yang penuh resiko, restu anggaran dari pusat pun tidak semudah membalikkan tangan. Dengan membelinya dari Persijatim 6 miliar pun masih butuh penggodokan prestasi lagi. Sehingga geliat untuk mendongkrak nama Sumsel dengan tetap membeli pemain luar Sumsel, juga tetap membina atlet sepakbola lokal. Persiapan dibutuhkan setahun agar gelar kemenangan ganda diraih (http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/bola-nasional/buah-revolusi-sfc.html). Hasilnya, kebanggaan warga Sumsel yang dulu pernah dimiliki melalu klub Karmayudha Tiga Berlian (KTB) diraih kembali. Sayangnya, gelontoran APBD tetap menuai polemik meski ini dijadikan solusi sepinya sponsorship perusahaan-perusahaan yang mau menaungi seluruh operasional suatu tim seperti KTB dulu itu. Toh, dengan kemenangan 2007 lalu, SFC mendapatkan hibah 7,5 miliar di 2008 dengan target operasional 23 miliar. Perjalanannya mirip musim2 lalu (www.sinarharapan.co.id/berita/0601/06/ola02.html) namun disiasati untuk lebih memperkecil porsi APBD dan selanjutnya dihilangkan ‘ketergantungan’ ini. Seperti yang dipaparkan Syahrial di Sripo (http://www.sripo-online.com/?urut=74&pil=minggu&id_edisi=1), “Waktu tiga tahun, adalah waktu yang sangat singkat dalam pembinaan olahraga tapi dengan keberanian mengambil sikap merombak manajemen dan mengganti pelatih yang profesional dan mencari pemain yang bisa menggandakan kekuatan para pemain seperti masuknya Obiora, Kayamba, dan beberapa pemain seperti Isnan Ali ini saya kira akan memberikan gambaran yang baik.” .
    Jadi, dengan suatu gebrakan yang bisa membanggakan penikmat bola Sumsel, prestasi ‘instan’ SFC diharapkan melahirkan benih atlet sepakbola lokal yang sangat prestasi. Dan saya sepakat, dengan melalui prestasi ‘maya’ SFC, semoga geliat prestasi olahraga Sumsel akan ikut terdongkrak dan geliat semangat untuk prestasi di bidang lain juga ikut terpacu. Harapan saya, SFC dengan menjadikan institusi yayasan dan ke depan menjadi lembaga profit akan membuahkan klub Sumsel yang mandiri penuh prestasi.

    Nah menjawab Syahrial Oesman ‘menumpang’ kesuksesan SFC sehingga seakan menjadi ‘komoditas politiknya’ adalah dengan alasan:
    1. Dukungan SFC terhadap Syahrial Oesman sebagai sosok suksesor keberhasilan SFC raih kemenangan ganda.
    2. Langkah campaign SFC untuk mendapatkan dukungan sponsorship perusahaan-perusahaan di Sumsel untuk mengejar target operasional musim ke depan. Lalu kenapa Syahrial Oesman yang terpampang, bukan pemain-pemainnya? Pengamatan saya, alasannya:
    - Proses kontrak pemain SFC masih dalam proses (baru selesai beberapa minggu lalu).
    - Komitmen SFC untuk mematenkan atribut-atributnya termasuk para pemainnya dalam rangka pemasukan pos dana operasional. Jadi secara bisnis, ‘lebih murah’ mengusung Syahrial Oesman sebagai talent campaign dibanding mengusung Ferry atau pemain lainnya.
    3. Menggunakan ikon Syahrial Oesman di campaign SFC yang memang merambah keseluruh pelosok Sumsel adalah untuk mendapatkan legitimasi sponsorship bahwa SFC memang didukung oleh pemerintah Sumsel (baik pemprov, pemkab hingga pengurus sepakbola Sumsel). Dengan demikian, SFC diharapkan makin mudah mendapatkan sponsorship oleh seluruh perusahaan yang bernaung di Sumsel.

    Nah, soal detailnya, (lagi-lagi) silakan Anda tanyakan kepada jajaran SFC yang lebih berkomitmen hehehe
    Tapi ingat, ‘jualan’ Syahrial Oesman di pemilukada ini bukan hanya Double Winner SFC, masih segudang prestasinya yang bisa memaparkan bargaining point Syahrial Oesman menjabat kembali Gubernur Sumsel.
    Silakan, telaah dahulu paparan saya sebelumnya mengenai bentuk kebanggaan saya terhadap beliau (di comment bagian atas).

    @ nirwan salim atau comment tentang Sumpah Palapa

    Betul, sumpah palapa yang dilontarkan pak Hasan menjadi topik yang menarik. Namun saya tanyakan kembali, kalau memang kontrak politik yang disebut rekan Nirwan Salim tidak mempan, lantas Sumpah Palapa menjadi pamungkasnya? Saya tetap apriori. Yang menegaskan kepercayaan saya terhadap kepemimpinan seseorang adalah visi-visi dan misi-misinya yang secara portofolio terekam dengan baik di wilayah yang dipimpin sebelumnya.
    Kalau memang Syahrial Oesman terbukti membangun kemajuan Sumsel secara egaliter (mengutamakan kesejajaran dan mendahulukan kemaslahatan rakyat), why not I’ve been choosing him as right person in right place?
    Tentu visi-misi ini bukan jargon dan janji-janji surga semata. Saya tidak pernah termakan janji sekecilpun kalau tanpa didukung oleh maksud & iktikad seseorang dengan jelas. Termasuk di dunia kerja saya.
    Jadi kesimpulannya apa? Okey, kalau akhirnya Sumpah Palapa sebagai gong-nya komitmen seorang kandidat sebelum menjabat. Namun yang lebih penting adalah, progress work semua misi-misinya yang mengacu visi seorang kandidat adalah yang benar-benar kita pantau. Pemantauan secara efektif tetap harus disaksikan dengan bukti di atas kertas seperti yang rekan Nirwan Salim disebut sebagai kontrak politik. Apabila belum mencapai target, harus kita tegur dengan somasi legal. Apabila melenceng, segera serukan untuk memperingatkan; mundur atau dihukum secara tegas! Itu saja. Kalau memang seorang kandidatnya amoral, Sumpah Palapa pun saya yakin tidak akan manjur 100%. Berharap karma yang menghajarnya? Kalau sosoknya sekuler? Percuma kan?

    @ Untuk pendukung & tim ses Alex Noerdin
    Saya seringkali melontarkan permintaan yang sama, mohon dipaparkan juga alasan-alasan pendukungan kalian terhadap Alex Noerdin untuk cagub 2008-2013 ini. Hingga kini saya belum mendapatkan paparan yang bagus. Hanya seruan berobat gratis dan sekolah gratis. Selain itu?
    Muba SMART 2012? Tolong paparkan secara poin per poin biar saya jelas membacanya.
    Terima Kasih.

    Salam Relawan SO

  75. @ Forum Rakyat Anti Perubahan Semu
    Masukan yang bagus dan saya berusaha mengomentari masukan ini seobjektif mungkin meski saya sejujurnya tidak dan bukan fanatik olahraga. Ya kalau debat soal siapa pembalap MotoGP yang bakal menang musim ini, ayo sama saya hehehe….
    Well, sebuah persepakbolaan didanai oleh APBD memang gosip yang hangat 2 tahun belakangan ini. Bukan hanya Sumsel, ironi ini juga terjadi di Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan hingga DKI Jakarta sekalipun. Mungkin, tulisan di ([dot] diganti tanda titik yah)
    www[dot]radarbanten[dot]com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=19821
    dan www[dot]suaramerdeka[dot]com/harian/0402/27/tjk2.htmmenjadi sebuah renungan yang menarik, khususnya buat penikmat bola Tanah Air.
    Jadi, kalau saya tarik kesimpulan dari berita-berita soal polemik APBD adalah geliat APBD di persepakbolaan adalah bentuk ketidakefesienan dan ketidakoptimalan PSSI membina prestasi sepak bola nasional. Saat dulu Krama Yudha Tiga Berlian menorek prestasi emas, warga Sumsel bangga dan mendapatkan ikon daerahnya. Lantas sayang, prestasi ini tidak konsisten dan Sumsel tenggelam dalam kancah sepakbola nasional sampai akhirnya Syahrial Oesman beserta jajaran pemerintah (provinsi, kabupaten dan praktisi sepakbola) berinisiatif membeli klub di Jakarta dan menggantinya menjadi klub kebanggaan Sumsel yaitu SFC. Pertimbangan saat itu untuk menghidupkan persepakbolaan Sumsel kembali paska PON dan menggeliatkan prestasi membanggakan dari Sumsel. Tentu hal ini sebuah tindakan yang penuh resiko, restu anggaran dari pusat pun tidak semudah membalikkan tangan. Dengan membelinya dari Persijatim 6 miliar pun masih butuh penggodokan prestasi lagi. Sehingga geliat untuk mendongkrak nama Sumsel dengan tetap membeli pemain luar Sumsel, juga tetap membina atlet sepakbola lokal. Persiapan dibutuhkan setahun agar gelar kemenangan ganda diraih (www[dot]seputar-indonesia[dot]com/edisicetak/bola-nasional/buah-revolusi-sfc.html). Hasilnya, kebanggaan warga Sumsel yang dulu pernah dimiliki melalu klub Karmayudha Tiga Berlian (KTB) diraih kembali. Sayangnya, gelontoran APBD tetap menuai polemik meski ini dijadikan solusi sepinya sponsorship perusahaan-perusahaan yang mau menaungi seluruh operasional suatu tim seperti KTB dulu itu. Toh, dengan kemenangan 2007 lalu, SFC mendapatkan hibah 7,5 miliar di 2008 dengan target operasional 23 miliar. Perjalanannya mirip musim2 lalu (www[dot]sinarharapan[dot]co[dot]id/berita/0601/06/ola02.html) namun disiasati untuk lebih memperkecil porsi APBD dan selanjutnya dihilangkan ‘ketergantungan’ ini. Seperti yang dipaparkan Syahrial di Sripo (www[dot]sripo-online[dot]com/?urut=74&pil=minggu&id_edisi=1), “Waktu tiga tahun, adalah waktu yang sangat singkat dalam pembinaan olahraga tapi dengan keberanian mengambil sikap merombak manajemen dan mengganti pelatih yang profesional dan mencari pemain yang bisa menggandakan kekuatan para pemain seperti masuknya Obiora, Kayamba, dan beberapa pemain seperti Isnan Ali ini saya kira akan memberikan gambaran yang baik.” .
    Jadi, dengan suatu gebrakan yang bisa membanggakan penikmat bola Sumsel, prestasi ‘instan’ SFC diharapkan melahirkan benih atlet sepakbola lokal yang sangat prestasi. Dan saya sepakat, dengan melalui prestasi ‘maya’ SFC, semoga geliat prestasi olahraga Sumsel akan ikut terdongkrak dan geliat semangat untuk prestasi di bidang lain juga ikut terpacu. Harapan saya, SFC dengan menjadikan institusi yayasan dan ke depan menjadi lembaga profit akan membuahkan klub Sumsel yang mandiri penuh prestasi.

    Nah menjawab Syahrial Oesman ‘menumpang’ kesuksesan SFC sehingga seakan menjadi ‘komoditas politiknya’ adalah dengan alasan:
    1. Dukungan SFC terhadap Syahrial Oesman sebagai sosok suksesor keberhasilan SFC raih kemenangan ganda.
    2. Langkah campaign SFC untuk mendapatkan dukungan sponsorship perusahaan-perusahaan di Sumsel untuk mengejar target operasional musim ke depan. Lalu kenapa Syahrial Oesman yang terpampang, bukan pemain-pemainnya? Pengamatan saya, alasannya:
    - Proses kontrak pemain SFC masih dalam proses (baru selesai beberapa minggu lalu).
    - Komitmen SFC untuk mematenkan atribut-atributnya termasuk para pemainnya dalam rangka pemasukan pos dana operasional. Jadi secara bisnis, ‘lebih murah’ mengusung Syahrial Oesman sebagai talent campaign dibanding mengusung Ferry atau pemain lainnya.
    3. Menggunakan ikon Syahrial Oesman di campaign SFC yang memang merambah keseluruh pelosok Sumsel adalah untuk mendapatkan legitimasi sponsorship bahwa SFC memang didukung oleh pemerintah Sumsel (baik pemprov, pemkab hingga pengurus sepakbola Sumsel). Dengan demikian, SFC diharapkan makin mudah mendapatkan sponsorship oleh seluruh perusahaan yang bernaung di Sumsel.

    Nah, soal detailnya, (lagi-lagi) silakan Anda tanyakan kepada jajaran SFC yang lebih berkomitmen hehehe
    Tapi ingat, ‘jualan’ Syahrial Oesman di pemilukada ini bukan hanya Double Winner SFC, masih segudang prestasinya yang bisa memaparkan bargaining point Syahrial Oesman menjabat kembali Gubernur Sumsel.
    Silakan, telaah dahulu paparan saya sebelumnya mengenai bentuk kebanggaan saya terhadap beliau (di comment bagian atas).

    @ nirwan salim atau comment tentang Sumpah Palapa

    Betul, sumpah palapa yang dilontarkan pak Hasan menjadi topik yang menarik. Namun saya tanyakan kembali, kalau memang kontrak politik yang disebut rekan Nirwan Salim tidak mempan, lantas Sumpah Palapa menjadi pamungkasnya? Saya tetap apriori. Yang menegaskan kepercayaan saya terhadap kepemimpinan seseorang adalah visi-visi dan misi-misinya yang secara portofolio terekam dengan baik di wilayah yang dipimpin sebelumnya.
    Kalau memang Syahrial Oesman terbukti membangun kemajuan Sumsel secara egaliter (mengutamakan kesejajaran dan mendahulukan kemaslahatan rakyat), why not I’ve been choosing him as right person in right place?
    Tentu visi-misi ini bukan jargon dan janji-janji surga semata. Saya tidak pernah termakan janji sekecilpun kalau tanpa didukung oleh maksud & iktikad seseorang dengan jelas. Termasuk di dunia kerja saya.
    Jadi kesimpulannya apa? Okey, kalau akhirnya Sumpah Palapa sebagai gong-nya komitmen seorang kandidat sebelum menjabat. Namun yang lebih penting adalah, progress work semua misi-misinya yang mengacu visi seorang kandidat adalah yang benar-benar kita pantau. Pemantauan secara efektif tetap harus disaksikan dengan bukti di atas kertas seperti yang rekan Nirwan Salim disebut sebagai kontrak politik. Apabila belum mencapai target, harus kita tegur dengan somasi legal. Apabila melenceng, segera serukan untuk memperingatkan; mundur atau dihukum secara tegas! Itu saja. Kalau memang seorang kandidatnya amoral, Sumpah Palapa pun saya yakin tidak akan manjur 100%. Berharap karma yang menghajarnya? Kalau sosoknya sekuler? Percuma kan?

    @ Untuk pendukung & tim ses Alex Noerdin
    Saya seringkali melontarkan permintaan yang sama, mohon dipaparkan juga alasan-alasan pendukungan kalian terhadap Alex Noerdin untuk cagub 2008-2013 ini. Hingga kini saya belum mendapatkan paparan yang bagus. Hanya seruan berobat gratis dan sekolah gratis. Selain itu?
    Muba SMART 2012? Tolong paparkan secara poin per poin biar saya jelas membacanya.
    Terima Kasih.

    Salam Relawan SO

  76. saudara relawan so cs

    Pertama tama saya ucapkan terimakasih atas responnya walaupun pembahasan masih perlu banyak penajaman dan banyak ulasan anda masih dirasakan agak dipaksakan untuk bersikap status quo. walaupun sebenarnya anda sudah cukup memahami dengan situasi dan kondisi perpolitikan dan perekonomian di sumsel keseluruhan.

    ya kami maklum anda atau tim anda adalah relawan seorang calon, jadi wajar sajalah dengan alasan apapun anda tetap akan berdalih untuk berkelit.
    Disini saya bukan mendukung atau menohok seorang calon. Terus terang saya sebagai warga sumsel yang tinggal di sumsel ini telah banyak mengikuti, mendengar dan membaca berita berita dimedia tentang prilaku ataupun baik buruknya seorang calon, kadang kadang kita yang tidak mau su uzon ini jadi sedih bimbang dan ragu tentang integritas seseorang calon, mungkin saya atau teman teman warga sumsel ini akan bersikap lain kalaulah semua berita berita itu dapat dibuktikan dengan pembuktian disajikan kepada kami secara luas.
    tapi inikan ceritanya lain, disatusisi kami tidak punya kepentingan untuk suatu bukti atas suatu masalah, di sisi lain kadang kadang masalah itu beredar luas sehingga akhirnya ada yang harus diperlukan pembuktian, tapi kami sebagai warga biasa manalah kuasa untuk mendapat bukti, karena banyak “faktor ”

    tapi secara umum begini, terus terang masalah KKN diseluruh sumsel ini sudah menjadi omongan warga luas. dimana mana.
    kadang kadang membuat kuping kita jadi ikut panas, terlepas itu benar atau tidak, untuk adilnya marilah kita bersama sama pecahkan permasalahan ini, yaitu kami usulkan mari kita laksanakan sumpahnya pak hasan, betapapun sakit dan pahitnya konsekwensi dari sumpah itu, sejauh sang pemimpin tidak melakukan KKN, siapa takut ???? dan sang pemimpin akan bersikap menjadi lebih egaliter, kuat dan lebih berani dan tegas seperti apa yang didambakan oleh warga sumsel.
    ini kan sumpah penekanannya pada konsekwensinya ??
    pahittt !!!! sangat pahitt …..dan menderita dalam hidup !!!
    mungkin sama kondisinya pada zaman gajah mada yang tidak akan memakan buah palapa sebelum dia dapat menyatukan seluruh nusantara ini..entah buah palapa itu sendiri saya masih ragu pengertiannya apakah kelapa ataukah sebagai suatu simbol saja untuk tidak melakukan apa yang saya tidak ketahui he he he …tapi yang jelas gajah mada mengucapkan sumpah itu dengan konsekwensi sangat sangat tinggi dan menderita pula.
    sebagai perbandingannya dalam hukum islam itu kalau kita mencuri pake tangan kanan, konsekwensi tangan kanan kita kena potong, kan ini membuat suatu penderitaan juga,, tapi ini effektif khan ??
    apa harus kita berlkukan hukum islam ??? belumlah saya rasa….

    naa…cobalah kalau kita bandingkan juga dengan namanya kontrak politik, yang namanya kontrak, kalau kita tidak patuhi atau wanpretasi sepahit pahitnya kontrak kita diputus dan kita kena denda ….jadi konsekwensi nya sipelaku masih bisa bebas wara wiri kemana mana, ini kan membuat rakyat jadi miris ngurut dada, seperti halnya para pejabat/pengusaha kakap kita yang sudah pernah kena kasus. tidak ada istilah “Knock out”
    manusia indonesia kalau belum knock out pastilah belum lejar dio he he he he he……
    pertanyaannya adalah kalau hanya seperti ini saja hukumnya di indonesia ini khususnya sumsel, kapan kito bisa membangun negeri kita ini secara maksimal ????
    oke ??? maju terus pak,,pantang mundur siap menerima segalo konsekwensi ……

    nirwan salim

  77. kito setuju bae apo yg dikatokan nirwan salim. cuma yang jadi masalah, di blog ini dari berita sampai komentar – komentar yang ado, rato – rato memojokkan pak syahrial. padahal apo yang diomongke mereka itu samo cak mereka ngomongi komentar aku SAMPAH… jadi memang blog ini blog sampah, wong yang bekomentar jugo sampah (cak yang diomongi gundala ke aku). hehe… teriak – teriak SFC ngabisi duit daerah, padahal mereka jugo betanyo dak dengan alex, berapo duit daerah Muba diabisi untuk bayar iklan dimedia. itu atas namo Pemda Muba galo.

  78. oii mang..
    kalu dipikirke masak masak yang biso bagusi diri kito ini ya kito inilah, bukan wong lain, bukan pulo tuhan, cuma kalu tuhan bekehendak itu lain persoalan,,,
    jadi mulailah dari diri kito dewek, kalu wong lain dak pacak, jangan laju kito melok nyebur pulok,,namonyo kito ini ..apo ? ..he he he he
    udahlah…ngomongi wong, kagek tuhan kesel laju dibalekenyo galo kito wargo sumsel ini, udah pernah jingok sungai musi jadi danau belum, kalu belum itula jangan sampe jadi danau, ini kalu tuhan sudah bekehendak.

    oh ya saya ingin komentnya pak hasan ini, ttg ide pak hasan ini, maaf kalu saya salah persepsi pak dan bagaimana persepsi pak hasan sendiri, ditunggu komentnya pak.

    nirwan salim

  79. salam buat pak nirwan dan relawan so

    ha ha hah ha ..
    belum ketemu persamaan persepsi kalian rupanya.
    itu kan simpel saja, seperti apa adanya saja yang saya tulis, tidak ada pengertian lain kok
    cuma permasalahannya,, pelaksanaannya ini memang berat karena dimulai dari masa kampanye sampai masa kepemimpinnya harus konsen, ha haha ha ha…biar sumsel jadi maju dan tak ada rupiah rakyat yang salah penempatannya, tapi inilah arti sebagai pemimpin rakyat yang sebenar benarnya..

    kalau kasih janji enak atau kasih uang supaya dia jadi pemenang, artinya hanya berlomba siapa yang menang, ini bukan pemimpin lagi namanya, alias ada udang dibalik gendum ha ha ha ha..ya itu nanti sasarannya adalah banyak dapet lokak.ha ha ha ha

    Seorang pemimpin itu adalah tanpa dengan janji atau uang dia akan dipilih rakyat. , dia akan membangun untuk rakyat, dia akan diagungkan rakyat, dia akan dicintai rakyat, dia akan mati untuk rakyat…

    kira kira masih ada kah calon pemimpin sumsel seperti itu ??? atau yang mendekati kriteria seperti itu lah.??

    coba tanya sama rumput yang bergoyang….
    aku cinta indonesia, tapi aku rindu sumsel gemilang.

    salam dari jauh

    wassalam

  80. @nirwan salim
    Maaf, sebelumnya saya koreksi seobjektif mungkin. Asumsi Anda bahwa statement saya adalah demi mempertahankan atau mengiyakan status quo yang ada belum tentu benar. Dan belum tentu benar apabila pemerintahan Syahrial Oesman kini adalah mempertahankan status quo. Saya tidak memaparkan bukti contohnya, cukup dengan kalimat bahwa dibawah kepemimpinan beliau Sumsel sudah jauh berbeda dengan kepemimpinan sebelumnya. Ya memang semua dikarenakan pemberdayaan otonomi daerah dari kebijakan pemerintah pusat. Namun ingat, masih banyak daerah yang tidak beranti menggelontorkan APBD-nya untuk semua kebijakan pemerintahannya. Kejelian Syahrial Oesman mampu mengolah kekayaan Sumsel ini untuk memberikan kemajuan yang nyata di berbagai bidang. Okeylah, beberapa diantaranya adalah penerusan dari ‘long project’ dari gubernur sebelumnya. Tapi di tangan Syahrial justru terwujud. Beliau dikenal orang yang berani melobi, bahkan sewaktu menjabat staf DPU Bangka (belum kepala dinas), lobi-lobi ke pusat banyak terwujud karena jasa dan keberanian Syahrial Oesman. Dari gaya bicaranya yang blak-blakan namun santai diselingi canda ringan, semua orang bakal nyaman berbicara dengan beliau. Itulah kekuatan Syahrial Oesman sebagai pelobi ulung. Makanya wajar, di bawah kepemimpinan beliau, Sumsel langsung dipandang oleh sejumlah daerah bahkan investor dunia. Tapi toh Syahrial Oesman tidak gelap mata, investasi tetap penting tapi kalau terlalu rakus, dampak negatifnya pasti banyak. Belum lama ini, dibawah pimpinan Syahrial Oesman, pemprov Sumsel menolak investasi dari perusahaan asal Sumut untuk membuka lahan karet 40.000 hektar! Alasannya tentu beragam, salah satunya untuk melindungi petani-petani karet Sumsel dan juga melindungi bumi Sriwijaya dari penggundulan lahan atau hutan lindung. Ini mirip sekali ketika Syahrial Oesman berteriak untuk melarang impor beras. Padahal cukup beresiko tanpa impor karena subsidi pupuk tetap jauh lebih merugikan (secara balance APBD) dibanding impor beras). Nyatanya, Sumsel diuntungkan akibat pelarangan impor beras. Petani bahagia, warga Sumsel senang.
    Jadi, Syahrial Oesman mempertahankan status quo? Saya sangsi. Justru beliau sedang menggebrak perlahan agar Sumsel maju dan rakyatnya makin mapan (bukan hanya mapan materi tapi mapan atas kemampuan kerja, semangat hidup dan tentu mapan akan ilmu).

    @alumnibaturaja
    Bro, jangan terlalu menjustifikasi blog milik bos andang berikut comment2nya. Justru blog ini jadi wadah pembelajaran kita agar lebih aware dengan pembangunan dan kemajuan sumsel. Biarlah saling berkritik pedas, namun cerdas tanpa saling cela dan silat lidah bikin hati panas.
    Lagi-lagi soal SFC. Mari kita berlogika. Semua denyut pembangunan di suatu wilayah bahkan negara pasti butuh ’simbol’ yang membanggakan sehingga menyemangati rakyatnya untuk berkontribusi dan beraspirasi dalam proses kemajuannya. Jaman Soekarno muncul dengan Monas dan Gelora Senayan (skrg Gelora Bung Karno), Amerika dengan menara Liberty hingga Malaysia dengan Twin Tower Petronas KLCC-nya. Nah Sumsel apa? Syahrial menampik untuk membuat simbol monumental yang lebih pada kebanggaan ’sangat semu’, lebih mending Persijatim dibeli menjadi klub kebanggaan Wong Kito yaitu SFC sebagai nyawa warga Sumsel agar hidup lebih sportif dan bersemangat untuk berprestasi dan MAU BERSAING. Ini sangat mirip dukungan pemerintah China untuk menggembleng rakyatnya menjadi atlit2 besar dengan cara keras. Juga seperti Brasil merelakan atlit2 potensialnya untuk dipakai puluhan klub sepakbola kaya di eropa meski persepakbolaan di negaranya masih membutuhkannya. Dan lebih mirip di Inggris, pemerintah pun terlibat dalam pembinaan klub2 di sana.
    Jadi salah-tidak salah, SFC tetap dibutuhkan untuk Sumsel yang memang sedang membangun bergerak menuju akselerasi kemajuan rakyatnya!

    @Ir. Hasan, Msi
    Bapak Hasan, Anda sebagai kalangan intelek, mohon paparkan kepada kami. Sebetulnya seperti apa sih konsep Sumpah Palapa itu? Bukan semata-mata seperti sumpah pocong kan pak? Sepertinya konsep Sumpah Palapa yang dipaparkan bapak menjanjikan dalam sebuah komitmen yang lebih besar. Nah, tolong pak. Jelaskan, seperti apa Sumpah Palapa yang bapak maksud terutama dikaitkan dengan konteks sekarang yang lebih cenderung bergerak dalam kemajuan dunia informasi dan technology.

    Terima Kasih

    Salam Relawan SO

  81. apo bae wang kau omong relawan so
    tetap pilhan kami bukan so

    kami semua tau bhw so belum berhasil pimpin sumsel
    5 tahun ide2 So belum keluar
    semua nya masih ide2 gub lamo
    so cuma nerusin aja

  82. Aku sangat prihatijn sekali… sedih sekali… bagaimana tidak Calon Gubernur Alex Nurdin Berselingkuh dengan Istri teman anaknya? Andria Sisca….Cakmano ini… baru Bupati sudah ngelantak bini wong? bagaimana kalao la jadi gubernur? ampun.. ampun… ak sudah liat vidionyo, foto2 andria sisca dengan alex nurdin… menjijikan… wahai masyarakat Sumsel… hati2 kalo memilih pemimpin….

  83. Kalau pengakuan Azwardhi aminudin tentang perselingkuhan istrinya itu tidak benar… dikomfirmasi lah kemasyarakat… biar jelas… tapi kalo ado nian… terus terang ak dak milih pemimpin yang bejat moralnyo…

  84. Pada saat Pemilu Presiden, ketika Jenderal Hartono menuduh SBY pernah berhubungan dengan wanita lain sebelum masuk taruna, SBY tidak berkomentar. SBY menganggap prilaku Hartono, seniornya itu belum saatnya untuk ditanggapi atau memang sebaiknya tidak ditanggapi. Tetapi ketika Zainal Ma’arif dengan terang-terangnya melaporkan tuduhan ini ke MPR segala, sampai-sampai ke Polisi, maka SBY pun merasa harga diri dan kehormatannya direndahkan. Maka SBY pun menganbil tindakan untuk melaporkan kembali hal-hal yang merendahkan martabatnya ini.

    Mengenai tuduhan yang dilakukan oleh orang yang menamakan dirinya Azwardi ini, maka benar-benar naif orang ini. Bila dia ini merasa dirugikan, maka dia bisa saja mengadukan masalahnya ke kepolisian. Bisa dengan tuduhan perbuatan yang tidak menyenangkan. Tapi anehnya, dia tidak melakukan hal ini. Ada apakah ini ?

    Tetapi dengan tiba-tiba, ketika mulainya masa Pilkada Gubernur, dengan serta merta, dia mengeluarkan keluhan-keluhannya, seakan-akan bumi ini mau kiamat yang dia rasakan. Gerangan apakah yang sebenarnya yang direncanakannya ?

  85. terimakasih dindo relawan so

    sebelumnya saya beritahukan dalam setiap tulisan saya tidak pernah membahas integritas seorang pejabat atau calon pejabat, tolong di ingat itu dindo.
    jadi kalau kau campur adukan seperti ulasanmu diatas jelas artinya disebutkan bahwa saya menyinggung performance pejabat, tidak !!! saya tak pernah mau mengulas seperti itu.
    yang dimaksudkan saya dari topik pembicaraan kita sebelumnya
    adalah bagaimana cara kita mencari solusi pemerintahan yang bebas dari kkn, kan itu masalahnya, salah satu masukan adalah mari kita usulkan sumpahnya pak hasan, karena dalam penilaian kami kkn masih terus berlangsung karena kurang keras penerapan konsekwensi hukum dinegri ini. itu khan masalah pembahasan kita,,,kok kamu jadi melenceng ngawur membahas masalah kinerja pak gub segala ??? jangan dibawa bawa kesana dong omongan kita, sepertinya fokus kamu hanya untuk membela pak gub ya jadinya itu yang saya rasakan bahwa omongan kamu masih bersikap mempertahankan SQ dan SO, ya gak apa apa, tapi liat liat dong, saya ngomong apa lantas kamunya ngomong apa he he he he…seperti tipenya bu ayu ini …ha hah ha ha sori ya kalu salah tebak mang…

    salam thankyou
    nirwan salim

  86. ASSWW

    BUNG NIRWAN..

    GIMANA SIH PANTUNNYA…??
    AHH..SUKA SUKA AKU BUAT PANTUNLAH

    ” HARI MINGGU MEMBELI GULA
    SUDAH TAHU BERTANYA PULA ”

    YESS…PASSS…
    HA HA HA HA ….

    salam dari jauh
    wassalam

  87. assww

    salam relawan so

    apa sih sumpah pocong ? saya gak pernah tahu itu dan saya gak suka dengar istilah sumpah pocong.
    saya bicara apa adanya saja dan pemaparannya mungkin sudah saya jelaskan sebelum sebelumnya ditambah bung nirwan sendiri lebih detil lagi, jadi apanya lagi yg harus dijelaskan ?

    saya kepingin pemerintahan kita ini untuk segera bebas dari KKN, itu saja, mulai dari masa kampanye sampe berjalannya suatu pemerintahan, ini para pejabatnya di pagari dengan sumpah seperti apa yg saya sebutkan tempohari menyadur istilah sumpah palapa nya Gajah mada. itu saja ..itu saja…

    betul kata bung nirwan itu, sebab kalau cuma kontrak politik, konsekwensi hukumnya kurang menggigit, pelaku masih bisa lari dari jeratan hukum, kan sudah sering terjadi di negeri kita ini,,,tapi kalau dengan sumpah itu yg saya maksud, konsekwensinya orang langsung skak matt. ha ha ha ha ha. jadi kalau pejabat mau melakukan KKN , mereka pasti akan berfikir seribu kali. kan akhirnya kkn jadi berkurang jauh dari daerah sumsel.

    itu saja pak atau bu ay,,sori ya kalu salah ha ha ha ha…

    wassalam

  88. Yang ngomong diatas itu.. adalah orang yang suka makan “TAIK BURIT” Alex Nurdin

  89. apo dio maksud “rislu” ngomong ini…
    mako nyo kalu dak terti politik jangan melok nimbrung kagek kejebak galo, malu dewek..
    pak hasan itu amen nak tau, group nyo pak gub kito, cuma caro beliau itu halus ngomongnyo, bukan cak kito belepotan.
    jugo buat relawan so, jangan mak itula….beliau pak hasan lebih tahu dari kito kito ini..cuma kito bae dak tahu..
    BENER DAK PAK HASAN ?
    MAJU TERUS PAK GUB, PANTANG MUNDUR DENGAN SEGALO KONSEKWENSI !! SIAPA TAKUT ??

  90. semua comen2 anda sedang kami lacak, hati2.

  91. nirwan salim & Ir. Hasan Msi
    Waduh… kok saya dikira wanita… pejantan tangguh lho hahaha…
    makasih apabila ‘rasa’ bahasa saya halus, yang penting tidak rakus dan tidak jayus -halah-

    nirwan salim
    Waw, great man..
    Ya, KKN harus diberantas saya sepakat 1.000%. Caranya bagaimana? Lakukan pengawasan secara sinergis, mulai dari KPK, kepolisian, kejaksaan hingga individu masyarakat. Ketika kita temui kasus KKN walau masih berformat kecurigaan tanpa bukti, mbok ya langsung disikapi dengan gayung bersambut untuk mengungkap bersama. Bukan saling tuding dan malah sang pelapor dijebloskan dalam tuduhan macam-macam. Musuh kita cuman satu kok, yaitu KKN. Mengapa dalam pengungkapan KKN malah muncul musuh-musuh baru? Sayangnya, shock-therapy atau psico-therapy pemberantasan KKN dalam bentuk hukuman mati seperti di negeri China, disini masih gray area alias anget-anget tahi ayam. Apakah ini terkait dengan rimba elit politik nasional yang juga nyata-nyata masih berbau KKN? Coba kalau saja, koruptor BPPN, BLBI hingga kolusi illegal logging ditembak dor dalam koridor hukum yang berlaku, saya yakin KKN mulai sirna di bumi Indonesia. Sayang, semua ini tidak disikapi dengan semangat fair atau kesadaran diri. Malah cenderung, pemberantasan KKN justru menjadi alat elit politik tertentu. Semoga, ditangan Antasari Azhar, penyakit KKN mulai sirna di bumi tercinta ini.
    Nah akan sangat membantu apabila semangat anti KKN muncul dari diri kita masing-masing. Entah mulai dengan bersikap fair atau dewasa, tidak berharap gratifikasi/suap/amplop/’angpao’ dari instansi yang jelas tendensius, hingga untuk tidak melakukan ‘korupsi amatir’ di dunia kerja masing-masing. Kalau saja semua ini berlaku, saya yakin, kita semakin berani bertindak apabila ditemui birokrat maupun aparat yang memang disinyalir bertindak KKN.

    Ir. Hasan Msi
    Ok ok.. Jadi soal Sumpah Palapa saya menangkapnya dalam bentuk deklarasi seperti Bung Tomo menyampaikan Soempah Pemudanya? Kalau ini saya setuju banget. Jadi nanti kalau siapapun menjadi pemimpin Sumsel atau wilayah manapun sebaiknya berteriak bukan hanya umbar janji atau galang dukungan tapi juga berteriak menyerukan sumpah pengabdian amanah rakyat. Dan itu semua diutarakan didepan ribuan massa dan diliput secara live melalui broadcast radio maupun tipi. Kira-kira begitu, Bos?

    Salam Relawan SO

    derry

  92. Oops.. ralat.. kok bung tomo yo? hahaha
    M Yamin… maksudnya…
    wah.. saya baru baca2 soal polemik pengangkatan gelar kepahlawanan bung tomo saja sampai mlintut ke sumpah pemuda…

    Salam Relawan SO

  93. WADUUUUHHH!!!!!!! KACAU-KACAU! KEBOBROKAN GW KETHUAN DI YOUTUBE!!!! BISA-BISA ANE KALAH DALAM PILKADA NANTI..! MOGA-MOGA MASIH BANYAK ORANG BEGO SI SUMSEL YANG MAU PILIH ANE….DASAR YOUTUBE SIALLAAAAANN

  94. Kepada Anda-anda yang memberikan komentar di forum ini, mohon bisa menggunakan kata-kata yang bijak. Ingatlah bahwa forum ini bisa dibaca online oleh semua orang se-Indonesia. Saya kecewa dengan website ini ini karena admin tidak memegang kendali kepada pemberi komentar yang menggunakan kata-kata hinaan dan tidak bijaksana. Sumsel memang sudah terkenal dengan dunia kriminalnya, apakah kita akan tetap menerima stigma tersebut tanpa perubahan dari kita sendiri. Saya yakin anda-anda bukanlah para kriminal, tetapi menggunakan kata-kata/kalmat yang tidak baik merupakan salah astu pembenaran terhadap siapa kita (Salam Tia, wong Sumsel di Jakarta)

  95. GIMANA MAU BENAR KASIH KOMENTARNYA WONG
    PENDUKUNG SO PREMAN GALO
    JADI KALAU OMONG TUH SEENAK JIDAT NYO BAE

    MAKLUM LAH GAWE NYO
    OMONGAN NYO PREMAN

    SADAR LAH BUAT PENDUKUNG SO
    BW APA YG ANDA LAKUKAN SALAH

    INGAT MATI……………
    JANGAN LAKUKAN HAL2 YG DILARANG ALLAH
    TOBAT2……BILAH PERLU KALAU ANDA ISLAM
    COBA NGUCAP

  96. sebagai sesama umat islam saling mengingat
    bilah kalian pendukung so yg belum insyaf

  97. Calon Alternatif:
    Dari 2 calon (balon) ada yg hrs kt perhatikan: (1) maanfaat demokrasi bg rakyat sumsel, (2) amanah seorang pemimpin (keteguhan sikap, tauladan, dlsb), (3) produktivitas daerah dalam era global, dan (4) indonesiana (tanpa melihat kesukuan kerdil). Karena itu calon independent menjadi alternatif untuk rakyat menentukan pilihan. Dua incumbent + perseorangan Rosihan Arsyad akan menjadi model yang baik bagi demokrasi di SUmsel. Trims.

  98. Semoga menjadi renungan yang positif. Berikut tulisan Prof. Amzulian Rifai Phd (Guru Besar Fakultas Hukum, Unsri) disadur dari Sindo 22 April 2008

    Sumpah, Aku Mendukung
    Budaya kita memang khas. Tidak biasa berbeda pendapat. Suatu waktu saya dihadang preman kampong. Ceritanya begini. Ada rapat panitia masjid guna peringatan Nuzulul Alquran. Perdebatannya sepele. Kapan makan ringan dibagikan kepada peserta ceramah. Pada saat ceramah sedan berlangsung atau setelah. Ada juga usul pembagian sebelum ceramah saja. Preman kampong itu ngotot agar kue dibagikan pada saat ceramah berlangsung. Saya beda pendapat. Dasarnya, ukuran ruangan terbatas, audiensi yang tidak disiplin, kemungkinan bakal gaduh. Semua sepaham, kecuali sang preman. Usai acara, di tempat sepi saya dihadang dan ditantang. Oleh “jagoan” kampong itu dinilai telah mempermalukannya, bukan main.
    Cerita ini mungkin sederhana, tetapi kejadian itu menggambarkan betapa “orang kita” seringkali tidak terbiasa berbeda paham. Mulai dari hal kecil hingga masalah lebih serius. Akibatnya, bagi sebagian orang menunjukkan keberpihakan itu menjadi penting. Soalnya, ada akibat yang jelas jika ketahuan tidak mendukung. Bahkan ada yang menuntut agar dukungan itu secara terang-terangan. Jika tidak maka dipandang sebagai lawan. Kawan atau lawan sangat relevan dalam pertarungan perebutan kekuasaan.
    Soal dukung-mendukung itu menjadi lebih nyata dalam pemilihan kepala daerah. Oleh karena budaya tidak terbiasa berbeda pendapat tadi, di benak sang kandidat, “semua orang” harus menunjukkan posisi yang jelas. Sebagai kawan atau lawan. Jika sebagai kawan maka dukungan itu bukan hanya harus tegas, tetapi juga terang. Tidak boleh secara sembunyi-sembunyi. Apalagi jika hanya dalam hati. Ada kecenderungan, kandidat tidak peduli apa pun profesi si pendukung. Mau ulama, akademisi, pengusaha, masa bodoh. Tunjukkan keberpihakkan. Jika tidak, masuk “daftar hitam” sebagai lawan. Minimal bukan pendukung. Celakanya, daftar pendukung atau bukan ini dilestarikan dan ditindaklanjuti jika kelak berkuasa.
    Posisi dukungan yang harus jelas, tidak selalu tepat. Salah satu kesalahannya karena kebanyakan politikus menggeneralisasikan profesi. Artinya, total general saja. Tidak ada perbedaan profesi. Cuma ada satu, kawan atau lawan. Penarikan garis tegas ini jelas sesat dan tidak sehat untuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Secara keseluruhan rentan terhadap perpecahan. Minimal ada dua profesi yang mestinya netral.
    Pertama kaum ulama. Mestinya tempat orang bertanya, panutan dan membawa kedamaian. Ketiga hal ini lebih mungkin dicapai jika ada kepercayaan (trust) orang terhadap ulama. Cara paling efektif adalah dengan sikap netral. Jika sulit menjadi tempat bertanya, menjadi panutan dan membawa kedamaian jika ulama “terpecah-belah” karena klaim dukung-mendukung. Muara dari semuanya adalah perpecahan baik secara terang-terangan maupun secara tidak ketahuan.
    Realitanya, sebagian ulama secara terang-terangan memberikan dukungan terhadap kandidat tertentu. Memanfaatkan kepakaran di bidang agama agar mampu mendulang suara. Mungkin masih bisa dimaklumi jika dukungan itu semata-mata untuk kebaikan. Secara objektif tanpa pamrih. Runyamnya, muncul kecurigaan ada faktor lain mengapa seorang ulama bersusah paya menyimpang dari peran idealnya. Bahkan ada yang menggunakan organisasi keagamaan sebagai modal.
    Kedua kaum akademisi. Ciri pokok seorang akademisi itu adalah bebas berpikir dan berpendapat. Untuk mencapai itu seorang akademisi harus memiliki independensi dan bebas dari rasa takut. Di negara-negara otoriter, akademisi sulit berkembang karena berhadapan dengan rezim yang mengharamkan orang berpikir mandiri. Rasa takut terhadap penguasa. Perasaan itu dapat juga muncul terhadap orang lain yang lebih ahli. Takut menulis karena nanti dikira tak berkualitas. Takut berpendapat karena telanjur mengambil posisi soal “dukung-mendukung”.
    Di era pemilihan kepala daerah terkadang politikus tak mau tahu dengan posisi netral seorang akademisi. Pokoknya, akademisi harus menentukan posisi menjadi kawan atau lawan. Terjemahannya sederhana pula. Dianggap kawan jika secara membabi-buta dan terang-terangan membela sang calon. Berbicara “dimana-mana”soal keunggulan-keunggulan sang calon. Tak soal benar atau salah. Masalahnya, ada banyak calon. Jelas sikap mendukung terhadap salah satu kandidat berarti “berhadap-hadapan”dengan calon lainnya. Padahal, netralitas seorang akademisi mampu melahirkan kritik. Mungkin baik bagi sang pemimpin dan kemajuan negeri ini.
    Akademisi diterjemahkan sebagai lawan jika tak tampil membela terang-terangan lewat pernyataan atau aktivitas. Seorang akademisi yang jarang hadir kampanya saja diberi label sebagai lawan. Apa jadinya kalau akademisi berubah menjadi politikus bayangan dan terang-terangan memihak. Pastilah menjadi terbelah dan tidak netral. Padahal, esensi akademisi adalah netralitas. Ini membuatnya berpikir atas dasar ilmu pengetahuan dan nilai universal. Di sisi lain, terkadang kelakuan politisi tak sesuai dengan teori dan nilai-nilai universal. Jelas ada conflict of interest para akademisi disini.
    Yang santer, adanya sumpah missal pendukung salah seorang calon bupati jelas “kelakuan baru”. Namun, itu bukan perbuatan yang serta-merta ada. Lewat proses budaya. Mungkin bingung cara meyakinkan pihak yang didukung bahwa mereka “benar-benar pendukung”. Pasalnya, banyak yang mengaku pendukung, menikmati fasilitas, padahal loyalitasnya ganda. Bagi sebagian orang tentu menilai sumpah pendukung sebagai sikap berlebihan. Walau sulit juga mengaitkan dengan pelanggaran HAM. Mungkin bagi para pengangkat sumpah lumrah saja. Bukankah para politikus perlu sikap terang-terangan sebagai kawan atau lawan. Walhasil, sumpah pendukung dianggap cara pamungkas. Asal saja akademisi dan kaum ulama tidak ikut-ikutan bersumpah.

    Salam Relawan SO

  99. Netralitas,
    Netralitas hidup dalam “wacana”. Pada waktu dikonkritkan terlihat betul yg berbicara netrapun sebenarnya tidak netral. Karena itu “wacana” tidak lebih dari sekedar istilah “dunia tidak ada yg absolut”. Keberpihakan bukan menjadi suatu hal yang terlarang, sepanjang pihak-pihak dapat mengerti batasan, kebolehan dan kepantasan. Demokrasi itulah yg seyogianya dijunjung. Kalau ada istilah siap menang dan siap kalah. Sy sebenarnya ingin mengatakan, siap untuk tidak terpilih, sehingga rakayt Sumsel menjadi lebih dewasa. Bravo.. ! Salam…

  100. kami kalau idak dibayar SO idak mungkin jugo dukung
    namonyo idup ni cari duit kalau idak cari duit
    mano nak biso makan

    halalkan bermacam cara

  101. alumnibaturaja :
    Debat bukanlah hal yang penting dilakukan. kultur masyarakat kita, kalau berdebat bisa menimbulkan perpecahan. …..
    —>> wah, ini yang masih ketinggalan jaman. bukan kultur lah katonyo … Dekarang aku nak betanyo, apo pemilihan langsung gaya amerika ini jugo asalnyo dari kultur palembang jugo. kan idak … baru pertamo kali di propinsi ini. Apo kareno idak kultur kito, jadi dak pacak kito terapke pilkada secara langsung ini ? Budaya yang bagus kito embek, tetapi budaya yang jelek, jahat harus kito ilangke.
    Di daerah-daerah tingkat 2m penerapan pilkada langsung ini idak tejadi apo-apo. idak tejadi betujahan. lah … kalo bedebatnyo, adu argumentasinyo, adu visi, misi nyo bagus .. dak akan tejadi apo-apo. Dalam berdialog, berargumentasi, berdebat ini pun dipandu ado caronyo. ado moderatornyo, ado pe analisnyo.
    Tapi kalu belum apo-apo sudah ketakutan dengen debat … wah, kembali ke majapahit bae kito ini. Atau kembali ke jaman orde baru lagi.
    Kepala daerah itu, harus orang yang bisa menyampaikan pikiran-pikirannya, visi dan misi nya kepada orang yang dipimpinnya. visi dan misi nya pun sebelum dilaksanakan, akan dinilai, didengar, diberi tanggapan oleh orang yang dipimpinnya. Dengan adanya komunikasi dua arah ini, maka rakyat akan terdewasakan dan program-program yang akan dijalankan oleh pemimpin tadi akan dinilai secara transparan.
    Kembali kepada debat kandidat Gubernur ini, kalu belum apo-apo Syahrial Usman sudah sombong, sudah dak galak di nilai, dak galak terbuka, dak galak beradu argumentasi, mak mano nian visi misinyo itu, cak mano rakyat nak mbandingken jago-jago yang maju ini.
    Contoh mudahnyo bae mak ini. Kalu kito ujian sarjana, baik itu S1, S2 atau S3, dak tahu kalu S0 apo pake ujian sarjana jugo dak. Kan kito disuruh bedebat, beradu argumentasi sampai di mano kemampuan kito menguasai dan membahas masalah yang kito kemukakan. disitu kito dinilai kemampuan kito. nah kalu belum apo2 … S0 sudah dak berani … jangan-jangan preman-preman yang muncul kagek nyelesai masalah dio karno dio dak pacak nyelesaikan masalah dengan komunikasi masa.

  102. kasian ye, maksokan diri nak bedebat. untung bae pak syahrial dak galak. whekekek… gek ado waktunyo. debat yang diadoke oleh KPU Sumsel. terus kalau nak ngomong debat pilkada dapat berjalan dengan lancar, aku nak nanyo dimano? bahkan kpu di daerah bae dak sanggup ngadoke debat. dari 5 daerah yang pernah melakukan pilkada langsung, kebetulan waktu itu waktunya berdekatan, oku, oku selatan, oku timur, oi dan mura, cuma kpu oku yang sanggup ngadoke debat kandidat. di oku setau aku ado sampai 6 kali debat yang diadoke yang pelaksananyo bukan kpu. dari setiap debat, dak pernah calon hadir berdebat. calon hadir berdebat cuma debat yang diadoke kpu. lagi pulo, debat yang diadoke di palembang kemarin, idak terjamin netralitasnyo. yakinlah, pak syahrial pasti hadir dalam debat yang diadoke kpu…

  103. Menurutku saat ini, alex lebih layak memimpin Sumsel, sebab yang dikedepankan ialah visi dan misi yang bisa langsung diterapkan untuk program jangka pendek, dan bisa dijadikan panduan untuk program jangka panjang.
    Sedangkan yang dilakukan Syahrial selama ini hanya Pencitraan Positif, belum memiliki visi dan misi yang jelas.

  104. dd

  105. Dari halaman sebelah :
    KPU Sumsel Tidak Melarang Debat Kandidat
    http://infokito.wordpress.com/2008/04/13/kpu-sumsel-tidak-melarang-debat-kandidat/

    Program Pasca Sarjana UNSRI akan Gelar Debat Cawako Palembang
    http://infokito.wordpress.com/2008/03/17/pps-unsri-akan-gelar-debat-cawako-palembang/
    Ketua Program Studi Ilmu Hukum PPs Unsri Amzulian Rifai optimistis acara debat terbuka cawako-wawako ini dihadiri pasangan cawako-wawako yang akan bersaing dalam ajang Pilkada Palembang 7 Juni mendatang.
    ”Tapi, saya kira pasangan calon yang tak hadir akan rugi karena debat terbuka ini mampu menaikkan ratingpasangan calon itu sendiri,” kata Amzulian di Palembang, Minggu kemarin.

    ———————————

    Dimana –mana, di daerah kita ini telah dilakukan debat pilkada. Debat atau dialog dua arah yang dipandu oleh moderator dan di analisa oleh penalis yang pakar dibidangnya masing-masing akan memperlihatkan kesiapan dari para kandidat. Melalui dialog jenis ini, maka akan terlihat ketransparanan atau keterbukaan program yang dilakukan atau yang akan dilakukan. Juga koreksi-koreksi atas program tersebut. Kita akan melihat dan menilai, program siapa yang lebih berbobot. Tentulah penilaian tersebut diserahkan ke pribadi masing-masing.

    Hal ini sangat lazim sekali dilakukan di dunia akademisi, dimana kesiapan/kemampuan seseorang misalnya mahasiswa/orang yang berpendidikan dapat diukur dari kemampuannya menguasai tugasnya.

    Pemerintah berusaha dengan keras untuk menaikkan tingkat pendidikan/kwalitas rakyat kita melalui sekolah. Belanja Negara/daerah harus minimal 20% diperuntukkan di sektor pendidikan. Dengan keberfihakkan kepada sektor pendidikan tersebut, diharapkan akan muncul manusia-manusia yang berkualitas di daerah ini. Alex Noerdin di Kabupaten Musi Banyuasin telah melakukan salah satu prioritas pembangunan yaitu di bidang pendidikan. Kita talah lihat di mana-mana di daerah Muba, beban masyarakatnya telah terkurangi dari sektor pendidikan, melalui program pendidikan gratis, mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan lanjutan.

    Kembali kepada masalah debat pilkada ini. Seperti dikemukakan diatas, debat/dialog dua arah ini biasa dilakukan oleh orang yang berpendidikan atau yang lebih maju. Alex Noerdin, dengan segala kesederhaannya, telah berani melakukan debat tersebut. Adalah tidak aneh sana sekali bagi beliau, karena dengan melihat rekam jejak pembangunan yang dilakukannya di Muba, melalui prioritas di bidang pendidikan ini, yang sangat menjunjung tinggi keterbukaan, kebebasan, kesportifan, perbedaan pendapat. Beliau telah mempersiapkan rakyat Muba benar-benar terhadap perbedaan-perbedan pendapat.

    Ketika membandingkan dengan Syahrial Usman yang sangat ketakutan terhadap kebiasaan berdebat, dimana, menurut tulisan Profesor diatas bahwa banyak preman yang akan protes sehingga dikhawatirkan akan terjadi gangguan keamanan.

    Sekarang timbul pertanyaan, kenapa preman yang nota bene kaum yang tidak berpendidikan, pengangguran menjadi subur dan berkembang biak di wilayah Sumsel ini sejak diperintah oleh Syahrial Usman ?

    Apakah dengan cara preman, Syahrial Usman menyelesaikan masalah-masalahnya ?

    Kalau benar adanya, maka pilihlah pemimpin yang mencerdaskan rakyat dan bukan pemimpin yang malah membuat rakyat jadi bodoh.

  106. wah pendapat saya koq gak di muat-muat

  107. wah pendapat saya koq gak di muat-muat, ada pesannya :

    Gundala, di/pada April 25th, 2008 pada 11:30 p Dikatakan: Komentar anda sedang menunggu moderasi.

  108. Dari halaman sebelah : KPU Sumsel Tidak Melarang Debat Kandidat
    http://infokito.wordpress.com/2008/04/13/kpu-sumsel-tidak-melarang-debat-kandidat/

    PPS UNSRI akan Gelar Debat Cawako Palembang
    http://infokito.wordpress.com/2008/03/17/pps-unsri-akan-gelar-debat-cawako-palembang/

    Program Pascasarjana (PPs) Universitas Sriwijaya (Unsri) berencana menggelar debat terbuka calon wali kota (cawako) Palembang. Dana pelaksanaan acara ini sudah diajukan ke salah satu fundingdi Jakarta. PPs berharap acara ini dapat terlaksana pada April atau sebelum memasuki masa kampanye Pilkada Kota Palembang.

  109. Penting dicatat,
    1. Pendaftaran peserta pemilukada Prov SS dimulai awal Mei; KPU akan menetapkan kisaran waktu 4-10 Mei 2008; 2. Peserta incumbent mengundurkan diri paling lambat pertengahan Juni; 3. Untuk peserta calon independent (perseorangan), verifikasi faktual sejumlah 4% darui jumlah penduduk SS sampai dengan kisaran waktu 2 bln.
    Catatan untuk kita:
    1. Untuk calon lewat partai politik tidak menjadi masalah berarti (kesepakatan mencapai 15% kursi), baik SO ataupun AN;
    2. Untuk calon perseorangan 4% adalah memenuhi jumlah lebih dari 50% dari jumlah kota+kabupaten, sehingga perkiiraan KTP yg ahrus dikumpulkan berkisar 250-300 penduduk, jika asumsi penduduk SS berjumlah 6,3-7 jta jiwa.
    3. Rakyat memiliki hak konstitusional menentukan pilihan ini dan sekaligus membantu dengan nurani bersih sejalan dg prinsip demokrasi yg kita pahami bersama, yi demi kepentingan rakyat bukan kepentingan orang atau golongan.
    4. Selamat pesta demokrasi .. InsyaALlah..

    Lucky

  110. Relawan SO, di/pada April 24th, 2008 pada 4:08 p Dikatakan:
    kami kalau idak dibayar SO idak mungkin jugo dukung
    namonyo idup ni cari duit kalau idak cari duit
    mano nak biso makan
    halalkan bermacam cara

    Wadaw… ada yang bajak nickname saya… duh duh… mblek kampain niii…

    Ok, biar tidak terjadi hal2 yang tidak diinginkan. Nickname saya yang memang asli saya adalah berciri khas:
    - Posting saat jam istirahat kerja atau mau pulang kerja (11-13 WIB atau 15-17 WIB)
    - Paparan saya panjang hehe Dengan paparan panjang, akan tahu siapa yang Relawan SO sebenarnya, yaitu saya.
    - Selalu dengan salam hangat dari saya, okey saya perbarui lagi dengan font italic bold.

    Jadi mohon maklum dengan posting Relawan SO sebelumnya itu.

    @Gundala
    Coba bung Gundala untuk tidak menulis alamat referensi situs yang sensitif sehingga tidak dimoderasi oleh admin wordpress.com

    @Lucky
    Wah terima kasih infonya. Mantap nih… biarpun saya sudah tahu dari koran-koran yang ada, tapi info ini layak ditulis di blognya Aa Andang Supriadi.

    Terima Kasih

    Salam Relawan SO

  111. Black campaign,
    Seperti apa itu? Peraturan perundang-undangan tidak tegas mengatur black campaign itu apa, sehinga normanya masuk dalam pengertian norma khabur (abu-abut). So what? 2 kandidat sebenarnya masuk dalam area grey tersebut semisal money politics..
    Hebatnya lagi, jika AN diterpa kasus selingkuh, maka SO diterpa kasus Judi.. Dua hal yg tidak dapat dijadikan suri tauladan..
    Hendak kemana kita memilih?
    Terserah semua kepada pilihan anda…
    Lucky

  112. Dari halaman sebelah : KPU Sumsel Tidak Melarang Debat Kandidat
    http://infokito.wordpress.com/2008/04/13/kpu-sumsel-tidak-melarang-debat-kandidat/
    PPS UNSRI akan Gelar Debat Cawako Palembang
    http://infokito.wordpress.com/2008/03/17/pps-unsri-akan-gelar-debat-cawako-palembang/
    Program Pascasarjana (PPs) Universitas Sriwijaya (Unsri) berencana menggelar debat terbuka calon wali kota (cawako) Palembang. Dana pelaksanaan acara ini sudah diajukan ke salah satu fundingdi Jakarta. PPs berharap acara ini dapat terlaksana pada April atau sebelum memasuki masa kampanye Pilkada Kota Palembang.
    Debat di mana-mana sudah lumrah Bung. Diskusi yang di pandu oleh penalis pun di dunia akademik sudah sangat lumrah. Tetapi kalau dikalangan preman, saya kira belum ya, bung ya …. Hehehhe.
    Kalau seandainya kalangan preman , seperti dicontohkan oleh bapak Profesor di atas tadi enggak setuju dengan kebiasaan komunikasi dua arah, dimana dengan cara ini akan didapat keterbukaan/transparansi, penerimaan pendapat orang lain bila orang lain itu yang lebih baik, koreksi terhadap program-program kita, dst.
    Kalau banyak preman di sumsel ini gak setuju dengan acara pendewasaan cara berfikir public ini, maka siapa yang patut disalahkan dalam hal ini. Banyaknya preman yang tumbuh subur di Sumsel ini, siapa yang salah dalam hal ini ?
    Bagaimana dengan visit musi 2008, apakah pendatang merasa aman dari ancaman preman yang tumbuh subur di negeri tercinta kita ini, sumsel jaya ?
    Dengan melihat hal ini, maka menurut saya, pilihlah calon yang sudah terbukti meringankan beban hidup rakyat, memajukan pendidikan, kwalitas rakyat yang dipimpinnya.

  113. Dari halaman sebelah : (untuk alamat, hilangkan tanda * nya)
    KPU Sumsel Tidak Melarang Debat Kandidat
    i*n*f*o*k*i*t*o*.w*o*r*d*p*r*e*s*s.c*o*m/2008/04/13/kpu-sumsel-tidak-melarang-debat-kandidat/
    PPS UNSRI akan Gelar Debat Cawako Palembang
    i*n*f*o*k*i*t*o.w*o*r*d*p*r*e*s*s.*c*o*m/2008/03/17/pps-unsri-akan-gelar-debat-cawako-palembang/
    Program Pascasarjana (PPs) Universitas Sriwijaya (Unsri) berencana menggelar debat terbuka calon wali kota (cawako) Palembang. Dana pelaksanaan acara ini sudah diajukan ke salah satu fundingdi Jakarta. PPs berharap acara ini dapat terlaksana pada April atau sebelum memasuki masa kampanye Pilkada Kota Palembang.
    Debat di mana-mana sudah lumrah Bung. Diskusi yang di pandu oleh penalis pun di dunia akademik sudah sangat lumrah. Tetapi kalau dikalangan preman, saya kira belum ya, bung ya …. Hehehhe.
    Kalau seandainya kalangan preman , seperti dicontohkan oleh bapak Profesor di atas tadi enggak setuju dengan kebiasaan komunikasi dua arah, dimana dengan cara ini akan didapat keterbukaan/transparansi, penerimaan pendapat orang lain bila orang lain itu yang lebih baik, koreksi terhadap program-program kita, dst.
    Kalau banyak preman di sumsel ini gak setuju dengan acara pendewasaan cara berfikir public ini, maka siapa yang patut disalahkan dalam hal ini. Banyaknya preman yang tumbuh subur di Sumsel ini, siapa yang salah dalam hal ini ?
    Bagaimana dengan visit musi 2008, apakah pendatang merasa aman dari ancaman preman yang tumbuh subur di negeri tercinta kita ini, sumsel jaya ?
    Dengan melihat hal ini, maka menurut saya, pilihlah calon yang sudah terbukti meringankan beban hidup rakyat, memajukan pendidikan, kwalitas rakyat yang dipimpinnya.

  114. Dimana –mana, di daerah kita ini telah dilakukan debat pilkada. Debat atau dialog dua arah yang dipandu oleh moderator dan di analisa oleh penalis yang pakar dibidangnya masing-masing akan memperlihatkan kesiapan dari para kandidat. Melalui dialog jenis ini, maka akan terlihat ketransparanan atau keterbukaan program yang dilakukan atau yang akan dilakukan. Juga koreksi-koreksi atas program tersebut. Kita akan melihat dan menilai, program siapa yang lebih berbobot. Tentulah penilaian tersebut diserahkan ke pribadi masing-masing.

    Hal ini sangat lazim sekali dilakukan di dunia akademisi, dimana kesiapan/kemampuan seseorang misalnya mahasiswa/orang yang berpendidikan dapat diukur dari kemampuannya menguasai tugasnya.

    Pemerintah berusaha dengan keras untuk menaikkan tingkat pendidikan/kwalitas rakyat kita melalui sekolah. Belanja Negara/daerah harus minimal 20% diperuntukkan di sektor pendidikan. Dengan keberfihakkan kepada sektor pendidikan tersebut, diharapkan akan muncul manusia-manusia yang berkualitas di daerah ini. Alex Noerdin di Kabupaten Musi Banyuasin telah melakukan salah satu prioritas pembangunan yaitu di bidang pendidikan. Kita talah lihat di mana-mana di daerah Muba, beban masyarakatnya telah terkurangi dari sektor pendidikan, melalui program pendidikan gratis, mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan lanjutan.

    Kembali kepada masalah debat pilkada ini. Seperti dikemukakan diatas, debat/dialog dua arah ini biasa dilakukan oleh orang yang berpendidikan atau yang lebih maju. Alex Noerdin, dengan segala kesederhaannya, telah berani melakukan debat tersebut. Adalah tidak aneh sana sekali bagi beliau, karena dengan melihat rekam jejak pembangunan yang dilakukannya di Muba, melalui prioritas di bidang pendidikan ini, yang sangat menjunjung tinggi keterbukaan, kebebasan, kesportifan, perbedaan pendapat. Beliau telah mempersiapkan rakyat Muba benar-benar terhadap perbedaan-perbedan pendapat.

    Ketika membandingkan dengan Syahrial Usman yang sangat ketakutan terhadap kebiasaan berdebat, dimana, menurut tulisan Profesor diatas bahwa banyak preman yang akan protes sehingga dikhawatirkan akan terjadi gangguan keamanan.

    Sekarang timbul pertanyaan, kenapa preman yang nota bene kaum yang tidak berpendidikan, pengangguran menjadi subur dan berkembang biak di wilayah Sumsel ini sejak diperintah oleh Syahrial Usman ?

    Apakah dengan cara preman, Syahrial Usman menyelesaikan masalah-masalahnya ?

  115. Relawan SO, di/pada April 25th, 2008 pada 3:25 p Dikatakan:
    ……………
    @Gundala
    Coba bung Gundala untuk tidak menulis alamat referensi situs yang sensitif sehingga tidak dimoderasi oleh admin wordpress.com

    ……………….

    –>>
    makasih saudara Relawan SO atas bantuan informasinya ..

  116. test

  117. setelah saya melihat pendapat rekan2 mengenai pak alex
    saya baru yakin dan di hati saya juga yakin
    bahwa pak alex lebij layak dari pada SO
    saya juga kecewa sama pak so
    karena kemaren2 dia bagi2 duit untuk guru,motor,uang pendidikan, dan sebagai nya. ndak tau duit nya dari mana
    wah…..kalau pak alex jadi gubernur yg banyak harus bayar utaang so/pinjaman so
    semoga saja nggak begitu. tapi saya yakin pak alex lebih bisa mengatasi semua nya.

  118. Melihat track record nya ketika membangun Muba, dari APBD MUBA yang sangat kecil dibanding daerah-daerah lain, kemudian berkat kemampuan bernegosiasi, kepemimpinannya, kreatifitasnya dan keorganisasiannya, berhimpun, menggalang kekuatan bersama daerah-daerah lain menggedor Pemerintah Pusat untuk mendapatkan bagi hasil daerah yang lebih baik lagi.

    Sekali lagi, hali ini hanya dapat dicapai oleh pemimpin yang mempunyai kreatifitas, manajemen, negosiasi, organisasi, argumentasi yang sangat baik. Semua ini kita dpatkan pada diri Alex Noerdin dan sangat jauh bila dibandingkan dengan Syahrial Oesman.

    Anda dapat lihat sendiri bagaimana peningkatan APBD Sumsel ketika dipimpin oleh Syahrial Osman, dan bagaimana dia mengelola APBD tersebut ?

  119. rar

  120. saya bangga dengan adanya DEBAT pilkada !!!
    mengapa saya katakan demikian??
    karena dengan adanya debat tersebut sudah membuka bahwa sistem politik kita sudah tidak main belakang lagiii sehingga lebih membuka wawasan bagi calon kandidat untuk dapat mengerti apa yang dikehendaki oleh masyarakat dan lebih intropeksi diri lagi dalam menyiapakan diri.
    namun demikian bagi saya siapa saja yang menjadi kepala daerah berarti sudah menjadi pilihan terbaik masyarakat sumsel.

  121. maju terus pak alex

  122. saya percaya kalau pak co panik
    krn dia bagi2 duit terus

    takut kala

  123. kami kerja sesuai perintah saja
    terserah anda mau pilih pak SO atau tidak
    pilihan di tangan anda

  124. Again!!!!??????
    Ini provokator apa kambing guling???
    Suka banget bajak nickname orang!
    Huh!

    OKEY, BEBERAPA KALI STATEMENT SAYA BELUM ADA RESPON JUGA. MANA OPINI KALIAN YANG MENYERUKAN PEMBELAAN DAN PENDUKUNGAN TERHADAP PAK ALEX NOERDIN? AYO DONG PAPARKAN KE KITA, JANGAN DENGAN STATEMENT SINGKAT DAN TANPA PAPARAN YANG JELAS!!
    SEBUTKAN POIN-POIN SECARA LOGIS MENGAPA KALIAN MENDUKUNG PAK ALEX NOERDIN SEBAGAI GUBERNUR SUMATERA SELATAN!

    Dari atas-hingga bahwa, saya belum nemuin statement yang saya mau! Sekali lagi, saya tidak butuhlah bukti atau fakta, cukup paparan pendapat saja dari kalian!!
    Kalau hanya dengan penyikapan berkomentar simpel jatuhnya seperti ini. Isinya intimidasi!! Mana mau pintar kalian kalau diajak berdiskusi isinya hanya menggonggong!!

    Salam Relawan SO!!!

  125. SAKSIKANLAH BERAMAI-RAMAI LIPUTAN EKSLUSIF TENTANG SANG BUPATI PELOPOR “KORUPSI & TUKANG GANGGU RUMAH TANGGA ORANG” MALAM INI JAM 7 MALAM (19.00 WIB) DI tvOne (LATIVI).
    KEBENARAN SANG ALEX AKHIRNYA TERUNGKAP.
    SEBARKAN!!!

    FMMP
    (Forum Masyarakat MUBA Perantauan)

  126. oii pendung SO
    mana program mu
    pendukung so mano program mu kedepan
    JANGAN BESOK OMONG BAE YO

  127. bagus nyo mendingan kalian begoco bae
    BW SAMURAY PISTOL KALIAN PENDUKUNG ALEX DAN SO

    dari pd kamu bedebat

    kami2 jadi penonton nyo bae
    tapi kalau cuma omong di forum idak seru oi

    hehehhehe…..ehheheheh…….
    yg calon gub nyantai bae
    kamu ribut

  128. Meski hanya 5 menit telah tersiar
    Meski hanya 10 menit telah berlalu

    Fakta merangkak terkuak
    Data menanjak menggebrak

    Azwirdhi punya hak untuk mengungkap
    Azwirdhi hanya bijak untuk bercakap

    Keadilanlah yang ia tangkap
    Bukan politik yang buatnya terperangkap

    Selamat berjuang, Bung!
    Kami tunggu video Youtubenya!

  129. baru dapet tentang pengobatan gratis.
    disini


    salam.
    objektif

  130. Selamat siang semua,

    Saya dulu warga Palembang, dan memang wong Pelembang. Tp skr dak milih krn idak domisili lagi di PLB.
    Seharusnyo pendukung keduonyo jangan cak itu.
    Malu……aman nak ribut nian contoh bae Pilkada di Ambon atau makasar. Ribut nian 2x.

    Ye…..mendingan santai bae. Milih dan angkat yang menang. Dah diem……..bae.
    Mengenai kagek dio dak bener mimpin, kan pacak dijingok kagek. Itulah solusi untuk supaya jangan ribut duluan sebelum hari H.

    Trims

  131. Sekadar untuk dipikir dan direnungkan. Saya baca tulisan bagus di Kompas hari kemarin,April 28th, 2008 .

    Salam Relawan SO

    Sekolah Gratis, Pepesan Kosong
    Senin, 28 April 2008 | 01:54 WIB

    Begitu mendengar kata gratis, rasa senang langsung menjalar, mata mengerjap berbinar sambil dibarengi sedikit keraguan. Benar gratis? Kata gratis banyak digunakan untuk memikat konsumen dalam iklan barang konsumsi dengan maksud pada kesempatan lain mereka akan teringat pada produk itu dan membelinya lagi.

    Wacana sekolah gratis telah membola salju. Di beberapa daerah, seperti Pemerintah Kota Makassar mulai tahun ajaran 2007/2008 telah menggratiskan biaya sekolah SD dan SMP di semua sekolah di pulau-pulau di Makassar (Kompas, 28/3/2007). Bagaimana sekolah gratis diselenggarakan? Bagaimana proses pembelajarannya? Materi apa yang dipelajari? Bagaimana peserta didiknya belajar? Bagaimana kesejahteraan gurunya? Bagaimana hasil ujian nasionalnya? Hal-hal ini kurang diberitakan.

    Entah sejak kapan mentalitas ”gratisan” ada dan mendarah daging dalam masyarakat kita. Naik kereta api tanpa membeli karcis, bondo nekad (bonek) menjadi ikon gratisan; mau baca koran tetapi tak mau membeli/langganan. Pemerintah, lembaga, dan orang yang memberi sesuatu dengan gratis merasa sebagai pihak lebih mampu, lebih kaya. Klop. Pemerintah senang membuat program penggratisan: sekolah gratis, kompor gratis, obat gratis.

    Sekolah menjadi bermutu karena ditopang oleh peserta didik yang punya semangat belajar. Mereka mau belajar kalau ada tantangan, salah satunya tantangan biaya. ”Saya harus berhasil karena orangtua saya telah membayar mahal.” Sebaliknya, jika tanpa membayar sepeser pun, mereka bisa seenaknya, bahkan ”mundur tanpa berita” (muntaber)—”toh tidak rugi”. Bagaimana mau menjadi pejuang tangguh kalau tak membiasakan diri belajar secara cerdas?

    Guru adalah ujung tombak dunia pendidikan. Mereka salah satu yang memungkinkan talenta anak berkembang atau malah mati sebelum berkembang. Guru sekolah gratisan mengalami keterbatasan mengembangkan diri dan akhirnya akan kesulitan memotivasi peserta didik sebab harus berpikir soal ”bertahan hidup”. Lebih celaka lagi jika guru berpikiran: pelayanan pada peserta didik sebesar honor saja. Jika demikian situasinya, maka ”jauh panggang dari api” untuk menaikkan mutu pendidikan.

    Sekolah, terutama sekolah swasta kecil, akan kesulitan menutup biaya operasional sekolah, apalagi menyejahterakan gurunya. Pos pembiayaan seperti listrik, air, perawatan gedung, komputer, alat tulis kantor, transpor, uang makan, dan biaya lain harus dibayar. Mencari donor pun semakin sulit. Sekolah masih bertahan hanya berlandaskan semangat pengabdian pengelolanya. Tanpa iuran dari peserta didik, bagaimana akan menutup pembiayaan itu.

    Seorang rekan berseloroh, ”Kencing saja bayar Rp 1.000, sekolah kok gratis!” Masyarakat kita dengan senang hati membeli rokok Rp 7.500 per hari, membeli VCD bajakan Rp 5.000 per minggu, namun protes keras saat ditarik biaya Rp 300.000 untuk membeli buku pelajaran yang dipakai selama setahun pendidikan anaknya.

    Masyarakat harus cerdas mencermati wacana sekolah gratis, menyikapi kampanye calon kepala daerah yang menjanjikan sekolah gratis. Banyak janji menggratiskan pendidikan di sana-sini. Jika dicermati, dalam janji-janji kampanye tetap ada syarat dan ketentuan, yaitu pendidikan murah, iuran sekolah, bantuan buku, dan warga kurang mampu. Tak semua gratis.

    Masyarakat harus cerdas menghadapi fakta, anggaran Depdiknas dipangkas Rp 4,918 triliun untuk penghematan. Langkah ini mengganggu pemberantasan buta huruf, bantuan operasional sekolah, dan tunjangan guru. Masihkah pemerintah bicara sekolah gratis?

    Program beasiswa lebih baik daripada sekolah gratis. Etos belajar siswa tinggi karena jika tak bisa mempertahankan prestasi, beasiswa dicabut. Perlu diperluas cakupan penerimanya.

    Kita sering saksikan, seorang sukses dengan air mata bahagia menceritakan perjuangan orangtuanya membiayai pendidikannya. Orangtuanya bangga berhasil membiayai pendidikan anaknya hingga jadi ”orang”. Kebanggaan ini pantas ditonjolkan.

    Tidak semua orang harus menjalani sekolah formal. Mereka perlu diarahkan memilih atau disalurkan ke pendidikan nonformal yang kontekstual. Pemerintah tinggal mendiversifikasi berbagai kursus.

    Seyogianya mental gratisan dikikis habis. Kerja keras, rendah hati, toleran, mampu beradaptasi, dan takwa, itulah yang harus ditumbuhkan agar generasi muda ini mampu bersaing di dunia internasional, mampu ambil bagian dalam percaturan dunia, bukan hanya menjadi bangsa pengagum, bangsa yang rakus mengonsumsi produk.

    Paling susah adalah pemerintah menciptakan kondisi agar setiap orangtua mendapat penghasilan yang cukup sehingga mampu membiayai pendidikan anak-anaknya….

    N WIDI WAHYONO SMA Kolese Kanisius, Jakarta

  132. sapa pun gub nya yg penting harus diganti
    gubernur sumsel SO….kami sudah bosan kami pengen perobahan, kami dukung calon bukan dari partai politik

    SO memimpin sumsel tidak ada perubahan
    BP Peliung lah yg pantas jadi gub sumsel
    DARI PADA SO

    PREMAN TB GEMUK AJA DI SUMSEL

    PAK SO SAYA BERI NILAI 0.5 BUAT ANDA SELAMA MEMIMPIN SUMSEL.

  133. Gosip sore ini:
    kbrnya sore ini 29/4/2008 pkl 15.30 di TV one program kroscek ada pembahasan lg mengenai video selingkuhnya AN ya!! kita saksikan saja nanti liputannya…

  134. Pak supriadi ( Admin ) tolong bikin topik baru
    tabel perbandingan tentang keberhasilan calon gubernur kita
    jadi kita bisa liat apa aja yg sudah mereka2 perbuat selama memimpin.

    saya liat dari atas sampai kebawah forum ini
    cuma ocehan relawan masing calon ya saling jelek2in saja.

    misal tabel perbandingan
    —————————————————————————
    Syahrial Oesman & M.mayudin
    ————————————————————————-
    Pembangunan A dan B
    double winner
    dlll

    ————————————————————————–
    alex noerdin & eddy yusuf
    ————————————————————————–
    sekolah gratis &berobat gratis
    pembanguan A dan B

    jadi kita2 orang awan ini tau o….pak so
    berhasil bikin A & B

    Dsb

  135. Gosip sore ini:
    KBRNYA SORE INI 29/4/2008 PKL 15.30 DI TV ONE PROGRAM KROSCEK ADA PEMBAHASAN LG MENGENAI VIDEO SELINGKUHNYA AN YA!! KITA SAKSIKAN SAJA NANTI LIPUTANNYA….

  136. test

  137. cobo mano nian bukti keberhasilan so
    aku raso idak katek mano tim sukses so
    tunjukan keberhasilan so, kami lah bosan main gosip trus
    cubo tunjukan bukti keberhasilan SO
    apo idak katek ? hehehheheh……………………

    APA AJA YG BISA JADI PATOKAN TENTANG KEBERHASILAN SO ?
    WE…KKKKKKKKKKKKKKKK…………..KATEK KAN………….PROGRAM KEDEPAN APO NIAN MANG………………..
    CAM………….CAM……………….KATEK NIAN TUJUAN NGAMBANG TRUSS………….KATEK TUJUAN…………………HEHEHHEHEH CAPEK DEH………….

    ADUH……PAK KALAU BLOM ADA RENCANA 5 TAHUN KEDEPAN NGINTIP AJA KE TETANGGA………
    ……….KEK KEK………….KEK…
    KALI AJA DAPAT INSPIRASI………………HHIHIHIIHIH………………

  138. pak irwan, pak?
    sdh gila ya?
    tertawa yuuuk
    BWAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA
    -uhuk-

  139. kan anda yg pakai nama orang gila
    semoga anda gila benaran deh…………

    Amin.

  140. po nian kabar alex di TVONE semalam??? skandal????

  141. pak alex maju terus

  142. RAKYAT TIDAK BUTUH PRESTASI SEMU

    Salam Perubahan !

    Kini di sekitar kita banyak bertebaran spanduk/baliho bertuliskan, “Kita Bangga, Bumi Sriwijaya Membuat Sejarah Double Winner (Piala Copa Indonesia dan Piala Liga Indonesia 2007) Sriwijaya FC. Ayo, terus kita berikan yang terbaik untuk Sumsel”.

    Spanduk/baliho yang memuat photo Ir. Syahrial Oesman, MM itu sekan ingin memaksa kita untuk bangga atas keberhasilan Sriwijaya Football Club (SFC) meraih double winner. Juga dimaksudkan untuk menggiring kita agar bangga pada sosok Ir. Syahrial Oesman, MM yang selalu mengklaim diri sebagai orang paling berjasa atas keberhasilan SFC. Jadi, jelaslah bahwa spanduk/baliho double winner itu telah dijadikan alat politik (kampanye) oleh sosok yang masih berminat menjadi Gubernur Sumsel ini.

    Saudaraku, Rakyat Sumsel yang Tercinta
    Sungguh kita mencintai SFC. Kita pun senang jika klub yang dibiayai uang rakyat (APBD) ini sampai mampu mengukir prestasi. Hanya saja yang kita butuhkan adalah prestasi sungguhan. Bukan prestasi semu karena hasil kongkalikong dan diukir oleh para pemain asing (bukan pemain local) yang mendominasi klub ini. Apalagi, prestasi double winner itu justru telah dijadikan atraksi oleh para pemain asing untuk mengibarkan dan mencium bendera negaranya.

    SUngguh sangat menyakitkan perilaku pemain asing yang dibiayai dengan uang hasil keringat rakyat itu. Perilaku itu sangat melukai jiwa nasionalisme kita. Mereka sungguh telah membuat arwah para pejuang kemerdekaan kita marah. Karenanya, wajar jika kemudian banyak pihak yang marah dan mengecam perilaku itu, di antaranya para mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Merah-Putih. Anehnya, pihak manajemen SFC justru sama-sekali tidak menegurnya. Bahkan mereka malah memperpanjang kontrak para pemain asing yang berlaku kurang ajar itu di SFC.

    Rakyat Sumsel yang Berdaulat
    Tahukah Anda kalau SFC selama ini telah menyedot uang rakyat (APBD) hingga berpuluh-puluh milliard rupiah sejak pertama kali dibeli dari klub Persijatim Solo (2005). Uang itu sebagian besar habis untuk membeli dan mengontrak pemain asing. Uang itu lenyap bukan untuk kesejahteraan rakyat. Sebaliknya, hanya bermanfaat untuk mendongkrak popularitas dan kepentingan politik segelintir orang yang tergabung dalam manajemen SFC.

    Tahukan Anda, wahai rakyat Sumsel. Andai saja uang itu digunakan untuk kepentingan rakyat, pasti tidak akan ada pasien gizi buruk di daerah ini yang harus meninggal gara-gara kurang gizi, seperti dialami Farel (3) dan M. Albagir (2,5). Tidak akan ada jalan provionsi di sekitar kita yang rusak seperti kubangan kerbau. Harga sembako dan minyak tanah pun tidak semahal sekarang jika uang itu digunakan untuk mensubsidi harga kebutuhan pokok rakyat ini.

    Berangkat dari fakta di atas, sungguh menggelikan jika kita (rakyat) ternyata digiring untuk bangga terhadap prestasi double winner. Padahal, kita justru pantas muak terhadap prestasi semu itu, terlebih lagi kepada sosok yang telah secara sengaja memanfaatkan SFC dan double winner-nya untuk kepentingan politik sesaatnya. Sekarang, saatnya rakyat Sumsel harus bangkit dan bersatu melawan perilaku yang menjadikan SFC sebagai tameng untuk menyedot uang rakyat dan mencari simpati menjelang Pilkada Gubernur 2008.

    Dari Kami,
    Forum Rakyat Anti Prestasi Semu (For-RANPRESS)

    NB: Terlampir Liputan Majalah Forum Keadilan, No. 43, 03 Maret 2008, hlm 76-77.

  143. kalau saya sih nyantai aja dengan keberadaan sriwijaya FC. kebetulan saya pendukung setia SFC. kalau memang masyarakat sumsel tidak suka dengan keberadaan SFC, adakan aja vooting, referendum atau apapun istilahlahnya kemasyarakat. lihat berapa banyak masyarakat yang setuju dengan keberadaan SFC. kalau banyak masyarakat yang setuju, berarti keberadaan SFC sangat diinginkan masyarakat sumsel. ingat, uang yang digunakan untuk SFC adalah uang masyarakat sendiri. sah – sah saja kalau masyarakat menginginkan SFC tetap eksis di bumi sriwijaya.

  144. saya setujuh sekali dengan holy
    emang nyo rakyat bodoh.

    ngomong belum jadi calon gub tapi masih gub sumsel
    lemak nian ngomong so

    SPANDUK TIAP PELOSOK SUMSEL

    SAMO BAE MEMAKSA KEHENDAK DIO TUH
    kito bangga sumsel dpt double winner

  145. Untuk mereka yang menulis RAKYAT TIDAK BUTUH PRESTASI SEMU

    Saya tidak keberatan dengan somasi kalian soal APBD untuk SFC. Yang membuat saya gerah adalah, Anda pakai referensi yang sangat meragukan. Alasannya:

    1. Kredibilitas Majalah FORUM dibawah Priyono Bandot Sumbogo
    Majalah yang didirikan oleh Karni Ilyas ini mulai hancur kredibilitasnya setelah dipimpin oleh Priyono Bandot Sumbogo.
    Bisa kalian cek di pemberitaan dan beberapa forum mailing list di alamat berikut ini.
    - Website Kabar Indonesia
    - Milis MediaCare di googlegroups (groups[dot]google[dot]co[dot]id/group/milis-mediacare/msg/369c6015157dff5c
    - Milis MediaCare di yahoogroups (article[dot]gmane[dot]org/gmane.culture.media.mediacare/22628″ rel=”nofollow”>
    - Atau di blog forum-keadilan[dot]blogspot[dot]com (huruf [dot] diganti dengan tanda baca . )

    2. Apriori atas keabsahan tulisan tentang referensi kalian di majalah Forum ini makin terjawab apabila menyimak lebih jauh detail tulisannya. Coba kalian simak di file artikel tersebut di rapidshare.com/files/111533510/hoaxAN.jpg.html.

    Gaya penulisan majalah Forum Keadilan dibawah Priyono Bandot ini mirip-mirip gaya penulisan Andang Supriadi atau sebagian artikel-artikel koran Berita Pagi dibawah pimpinan Riduan Tumenggung dalam menulis sebuah artikel; tanpa narasumber yang proporsional, berimbang dan sepihak yang dipaparkan secara argumentatif dan sangat subjektif. Saya yakin, apabila ini diteruskan, media bersangkutan akan hancur karena kredibilitasnya yang memang sangat meragukan. Sampai kapanpun, bahkan untuk mereka yang pindah media level apapun. Ya, seperti Priyono Bandot, yang memang ‘buangan’redaksi majalah Gatra. Seharusnya, Dewan Pers turun tangan untuk membantu ulah ‘wartawan lokal’ (kalau jurnalis nasional menyebut mereka; ‘Raja Daerah’) Sumsel ini. Kasihan, masyarakat telah dibodohi oleh ulah ‘wartawan kelas lokal’ini.

    Untuk tulisan SFC di majalah Forum ditulis dalam format seperti Advertorial, redaksi Forum tidak bertanggung-jawab atas akurasi data tulisan yang disimbolkan dengan tanpa keterangan nama penulis/wartawan. Tentu, artikel tersebut adalah titipan dari pihak yang ingin mengkritik SFC namun dengan cara sepihak. Jadi, saya pribadi, tulisan ini murni hoax, yaitu tulisan yang tidak absah 100% kebenaran datanya malah cenderung mengada-ada.

    Saya yakin, somasi kalian ini yang digunakan sebagai black campaign untuk menyerang kredibilitas pemprov dibawah kepemimpinan Gubernur Syahrial Oesman. Jadi, sangat disayangkan, kalian menggunakan data yang sangat-sangat diragukan keabsahannya.

    …just thought…

    Terima kasih and selamat malam

  146. oiiiiiiiiiii
    mas Rizal_Malangrangen yg sering black campaign pendukung so

  147. Rasanyo aku sebage wong yang banyak tahu tentang kasus kampanye hitam ke alex nurdin perlu ngejelaske masalah sebenarnyo. Agar kamu galo-galo sebage wong berpendidikan ngerti, mana yang bener dan mana yang ngaco.
    Vidio samo poto yang nyebutke alex selingkuh itu tidak bener. itu bohong. itu bukan alex. tapi itu fitnah keji untuk ngejatuhke alex. itu dibuat oleh lawan alex yang kalap.
    Ngapo nian alex itu diam bae dak galak melawan kampanye jahat itu? nah ini penjelasan aku:
    Dulu alex punya anak namonyo deny akendra alias aken. Ia sudah meninggal karno kecelakaan di motor harley davidson. ia tuh anak kesayangan alex. mun di keluarga cendana, Aken itu samo dengan tomy suharto.
    Aken punya kawan kental namonyo arzwidhi itu. Azwirdhi banyak ngandalkan hidup samo Aken. Ia manfaatkan Aken untuk kepentingan dio. Bahkan untuk hasil tujuannyo, si azwirdhi rela memanfaatkan isterinya yang bernamo Andria sisca itu.azwirdhi nyuruh bininyo untuk mendekati, merayu si Aken dan akhirnya si aken terpedaya. bahkan si azwirdhi sempat moto si aken sedang adegan mesra dengan bini dio make kamera hendpone.
    Si azwirdhi banyak minta proyek di muba, salah satunyo pembangunan hotel ranggonang.
    Tiba-tiba Aken ninggal kecelakaan waktu pake motor Harley Davidson yang dikasih si Azwirdhi. alex nurdin yang kehilangan anak kesayangan nganggap si azwirdhi adalah penyebab matinyo aken karena ia yang ngasih motor gede itu. padahal dari dulu alex ngelarang aken beli motor.
    Karena kecewa samo si Azwirdhi, alex langsung membekukan semua usaha azwirdhi yang berkaitan dengan aken. termasuk proyek hotel ranggonang yang belum kelar. ahirnyo si azwirdhi sakit hati dan balik miskin.
    Karena sakit hati, azwirdhi berusaha segalo cara untuk menjatuhkan alex.
    Salah satu senjatanyo adalah gambar dan vidio bininyo dengan si aken yang ada di hendpone. kebetulan wajah si aken mirip sekali dengan alex.
    Ketika menjelang pemilukada ini si azwirdhi ngedekati kakaknyo sahrial oesman yang bernamo syahrir oesman alias kak Yin. Ia menawarkan cara jitu untuk menjatuhkan alex. foto dan vidio selingkuh.
    Selanjutnya langsung setuju dengan bayaran yang cukup besar dan jaminan keselamatan. ahirnya munculah poto dan vidio yang heboh yang nyebutke alex melanta bini wong. padahal itu fitnah, bohong.
    jadi itu persoalan yang sebenernyo. alex noerdin tidak pernah galak nanggapi masalah ini karena menyangkut anak kesayangannya yang sudah tiada. ia tak mau anaknya yang sudah tenang diungkit-ungkit. alex akan merasa sakit jika nama aken disebut-sebut lagi. ia cuma nyerahke semuanyo ke yang maha kuasa. Biar Alloh yang menunjukan mana yang benar dan mana yang jahat dan keji.
    cukup segitu bae, moga kalian yang sudah terlanjur terbawa jahat, dzolim dan keji segera sadar dan galak bertobat.

  148. wah….ini bagus nyo perang bae antara pendukung
    nah kato nyo pendukung so preman2 galo. pasti lebih seru ini
    BKB BAE tempat perang nyo biar rame banyak penonton nyo untuk hiburan hehheheh…..hehhehe…..

    seperti yg terjadi di POSKO pelangi.
    PNS ATAU KETUA POSKO PELANGI DUEL DENGAN TETANGGA
    itu baru seru…..

    ADO YANG TAU DAK POSKO PELANGI POSKO SAPO?

  149. mr jack, mari bergoyang geleng-geleng bersamaaaah…
    ((((native india’s music ~dung tek dung tek~)))
    ayo.. tari perut….
    mmmm jangan kalah dong samo Azwirdhi… bikin filmnya…
    cantik nian kalo dibuat sinenteror…
    ayo.. goyang pinggul…
    lapur polisih yah.. lapur… hansip… grebek…
    KEKEKEKEKEKEKKEEK
    -orang gila salto-salto galo-

  150. KITA PERLU BUKTI BUKAN JANJI!!!
    ALEX NOERDIN TERBUKTI DI MUBA 5 TAHUN!!!
    PENDIDIKAN GRATIS? ERBUKTI!!!
    BEROBAT GRATIS??? TERBUKTI!!!
    KLO
    ~ mall peninggalan gubernue lama
    ~ diajak berdebat pilkada nga` dateng
    ~ double winner itu pake` duit rakyat
    pesta pora rakyat!!!
    GO ALEX NOERDIN!!!!!! APALAGI YG KITA INGINKAN???
    KITA PERLU BUKTI BUKAN JANJI!!

  151. aloww, kata alex, yang negeri bae gratis. ya, anak gw dari dulu sekolah di palembang gratis

  152. stuju dengan pak alex. dari sekarang aku uda mulai berfikir, alangkah enaknya hidup di negeri yang serba gratis. sekolah gratis, pengobatan gratis, makan gratis, mo tidur di aston, harison, novotel gratis. mungkin, di kamar hotel juga sudah disiapkan wanita secara gratis pula. oohhh…. yeeeeeeeeeessss……. oohhh… nooooooooooo………

  153. Kepada Syahrial Oesman Siap-siaplah KPK telah menanti anda, Sarjan Taher telah menjadi tersangka selanjutnya anda? stop senyum munafik penuh kepalsuan kami masyarakat MUBA dan OKU pendukung Alex Nurdin dan Edy Yusuf siap adu fisik maupun otak dalam PILKADA nanti. Atay sudah mati dilantak preman di Jakarta selanjutnya siapa preman Syahrial yang ingin menyusul?????

  154. halo syahrial oesman kalau KKN jangan kasar gino, mamang bini kau namonyo Bursaly Jaun (Drs boleh beli di UNTAG Jakarta) sekarang menjadi calo jabatan di daerah-daerah, sudah itu misan kau yang namonyo Husnayati Bastari pengajar di AKPER DEPKES Palembang wong bengak kau angkat jadi KABAG TU DINKES SUMSEL sudah itu misan-misan bini kau, kau angkat jadi PNS contoh JUMIATI alias Jimi anak Burhalek misan Bursali jadi PNS di Lahat padahal wong bengak lulusan PTS. Hoi Syahrial jangan nemen gino senyum wong malek jingok gigi kau nyongol. Ruponyo kau ni jahat rai jahat perangai. sudahlah pulo jahatke alex nurdin dio wong hebat nian Bapaknyo pejuang kalau kau siapo? kakek kau yang katonyo Pangeran Dusun itutu penjilat Belando sudah yooo!!!!!!!!!!

  155. mas doni anak kamu kan emang gratis sekolah di palembang
    tapi dapet duit dari ngaku wong idak mampu lah miskin nian
    hehehehhehe…..hehehhhe

  156. kacian deh…mas doni…
    sekarang dapat bantuan berapo dari pak So

  157. ada kabar tim alex nurdin gaji, tim sukses nya 15 juta perbulan. kayak alfifri dosen unsri. Tarec rasyid(IBA) dll. asyik tuh tim sukses alex. yang lain minta dong sama alex gaji segitu. masak membeda-bedakan. gak fair dong. ini si indun, lu gaji mu gede gak dari alex.kalo gede ya syukur deh. dari pada bayar internet duit pribadi. gak lucu kan. nama nya tim sukses alex. banyak duit.

  158. Tarec, jangan nyangkal lu itu. lu ngaku2 sama orang2 lu itu peneliti. gak tahunya tim sukses. lu nulis di sumeks bela-belain alex. laporin tuh si azwirdi ke polisi. bilang sama alex. klo gak di laporin, bener tuh lu lex pasti nyikat bini kawan anak. sama dengan pedhofilia. ya gak?

  159. don pilat kau, binatang kau, kau dilahir dari rahim binatang
    kau tuh kalau ngomong jangan asal bae

  160. bagi masyarakat di seluruh indonesia. jika anda butuh makan, pekerjaan, tempat tinggal lengkap dengan perabotannya serta jaminan kesehatan dan pendidikan secara gratis. silahkan datang ke Muba. disini semua sudah disiapkan oleh pemerintah daerah. jadi jangan ragu – ragu untuk datang ke Muba.

  161. heheheh……..tim sukses so emang bodoh
    galak nian di kadali SO.

    disuruh jahat2i alex

  162. pak alex maju terus

  163. alex noerdin dan Eddyyusuf pilihan RAKYAT SUMSEL

  164. pak alex maju terus

  165. KPUD sumsel tlg tangkap KADES, CAMAT, KEPALA DINAS,BUPATI yg jadi TIMSUKSES SYAHRIAL di OKU SELATAN. aku yakin alex nurdin, edy yusuf jadi sumsel 1 dan 2. kalau alex menang tlg basmi koropsi di OKU SELATAN. saya berharap KPK masuk ke OKU SELATAN untuk meriksa bupati sampai kepala dinas, terutama kepala dinas PU biang koropsi. proyek di okus tendernya di kuasain oleh keluarga bupati. agota DPRD,KAPOLRES,KEJAKSAAN,LSM,WARTAWAN, tidak akan berani melawan bupati dikernakan bupati okus mantan preman kelas kakap di jogja dan sumsel siapa tidak kenal dgn tadin. apbila ada yg menggusik bupati bisa2 anak buahnya yg ngamuk preman okus. hidup alex nurdin dan edy yusuf, semoga anda menjadi sumsel 1 dan 2 amin.

  166. ya semoga saja pak alex dan eddy menang dalam pilkada sumsel
    mari kita dukung

  167. alex dan edy pilihan kito

  168. kejingok’an nian m2okus lolo. kpud sumsel tu bukannyo aparat pacak nangkap kades, camat, kepala dinas dan bupati. lolo bae dipeliharo. alangkah nyesel pak alex ngajak kau jadi tim suksesnyo. dasar lolo,,,,

  169. KPK membenarkan mereka telah mengirimkan tim untuk menggeledah Kantor Gubernur Sumatera Selatan, terkait kasus Tanjung Api-api yang melibatkan anggota FPD Sarjan Tahir. Belum ada rencana menggeledah rumah Gubernur Sumsel Syahrial Oesman.

    “KPK mengirimkan tim dari hari Minggu, dan sampai hari ini masih berlangsung penggeledahan di Kantor Gubernur dan tempat lain yang saya tidak tahu pasti,” kata Jubir KPK Johan Budi di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (5/5/2008).

    Johan enggan menjelaskan tujuan penggeledahan. Menurut itu bagian dari proses penyelidikan. “Ada sesuatu yang kita butuhkan dari penggeledahan itu,” jelasnya.

    Johan menambahkan sejauh ini masih dilakukan pemeriksaan di Kantor Gubernur. KPK belum berencana menggeledah rumah Gubernur Sumsel Syahrial Oesman. Johan mengakui KPK pernah memeriksa Gubernur Sumsel.

    “Belum ada rencana menggeledah rumah Gubernur Sumsel. Tapi juga pernah diperiksa,” ungkap Johan.

    Terkait kasus Tanjung Api-api? “Iya, memang,” tandasnya.

  170. setelah KPK masuk Palembang, acara gratisan Alex Noerdin kok tiba2 hilang….ini nggak fair di daerah laen ada, kok di daerah kami nggak dapet ya……

  171. pak KPK penjaeo bae so tuh

  172. Apapun partainya, Siapapun Gubernutnya, Anda semua dan kita masih tetap begini2 saja.

  173. Kalau dipikir2. Apapun partainya, Siapapun Gubernutnya, Anda semua dan kita masih tetap begini2 saja.

  174. YA….PILIH AJA ALEX BIAR BEROBAH SEKOLAH GRATIS
    DAN BEROBAT GRATIS….KITO JUGO BISO NGERASONYO
    KALAU SO………CAK INI2 LAH LIAT BAE 5 TAHUN DIO JADI GUB KITO CAK INILAH

  175. SO jadi gubernur karena otak mafianya waktu jadi bupati OKU uang kas OKU habis untuk beli suara diDPRD dengan otak mafianya Rosihan Arsyad K.O dengan selisih satu suara itu fakta sudah jadi Gubernur Korupsinya makin menggila preman digandeng untuk jadi pelindungnya akhirnya SUMSEL jadi Lumbung Duit untuk SO dan Lumbung Korupsi untuk kroni SO bravo… memang Foto Copy Suharto sejati kalo tidak percaya datanglah pas tender diDinas seluruh Sumsel kebanyakan punya BG 1 yang sudah terjual ke KONAK (Kontraktor Nakal)untuk modal PILKADA yang sebentar lagi kita lihat 5 tahun jadi Gubernur adakah yang membawa dampak positif untuk rakyat yang ada cuma kabupaten baru yang ujung-ujungnya jadi sarang kroninya
    Proyek Fly Over cuma meneruskan rencana Gubernur Lama TAA Samo Bae Lumbung pangan lumbung energi = Mati lampu terus dan Beras Mahal lihatlah Muka SO yang sombong + Gigi Bokirnya sudah menghiasi jalan di seluruh penjuru Sumsel sejak 3 tahun belakangan ini tujuannya untuk menghipnotis orang agar pas pilkada otak kita secara otomatis akan mencoblos SO memang hebat coy ilmu psycology pun dipakai agar terus menang Pilkada mudah mudahan Tuhan kali ini tidak tertipu lagi oleh doa – doa Kyai2 yang sudah dibayar SO

  176. Siapapun kalu jadi bupati MUBA sano, pastilah biso mbuat Sekolah dan Kesehatan Gratis(PAD besak, apo yang dak biso)….tapi bukan itu pointnyo…pointnyo Alex dengan caro genius berhasil meningkatkan PAD MUBA, dari tempat jin buang anak jadi Kabupaten terkayo di palembang & terkayo no 2 seluruh indonesia (tidak semua wong biso, caknyo alex ini memang dikarunia bakat financial explorer, biso nyium duit dari jarak jauh), satu lagi dalam beberapo praktek ekonomi yang diterapke sering menggunakan asuransi di MUBA (Cerdas nian, Asuransi bayar pake PAD, fee masuk kantong)

    Salam dari germany

  177. Mangcek Bicek tau dak ngapo SO mati-matian nak jadi BG 1 karena kalo dio dak jadi BG 1 lagi dio bakal masuk Lapas Cipinang 1 karena korupsinyo merajalela rentetanyo panjang nak bukti korupsinyo waktu jadi bupati OKU tertutup rapat karena dio jadi BG 1 akhirnyo BB ilang Polisi tatut nak merikso agek dak dapet angpaw dari SO dio jadi BG 1 be karena nyogok kito buktiin be pas Pilkada kagek dio pasti 100 % kalah karena rakyat dikota sudah tau siapo dio dak tau yang didusun bukannyo apo didusun banyak kroninyo nak bukti di OKUS kota yang tak ado hukum Bupati yang Bekas Preman Muktadin Sereh eh Serai Korupsinyo merajalela tak terjamah hukum kalo nak tender harus lewat adeknyo dulu

  178. kalo seandainya alex jadi gubernur :

    -Kalo seandainya AN menjadi gubernur, otomatis dengan sendirinya title “Gubernur” telah terstandarisasi dengan alami, artinya untuk generasi2 berikutnya kalo memang ingin mencalonkan jadi gubernur mestilah orang yang selevel dengan AN sebagai rujukan prestasi (yang bagus-bagus, yang jelek dibuang) dan telah membuktikan diri bagus, jangan hanya modal tampang atau modal otot kuat atau modal nama Bapak Moyang atau modal namo mertuo atau modal nama suku atau apalagi modal dengkul…datang bawa surat melamar jadi calon gubernur tapi kosong prestasi.

    -Kalo seandainya AN menjadi gubernur, kemudian beliau mengaplikasikan semua program yang ia ucapkan pada saat kampanye sebagai kontrak politik dengan rakyat sumsel dan dan program2 tersebut terbukti berjalan dengan baik (kira 75% lah), maka akan sangat baik bagi rakyat sumsel dimana semua orang bisa mengenyam pendidikan, anak petani miskin yang cerdas sekalipun akan tetap bisa bersekolah dimana bapaknya nggak perlu khawatir akan biaya walaupun harga padi dan gaba lagi turun…sungguh dalam hal ini AN tampaknya sangat menyadari membangun sumber daya manusia adalah hal yang sangat penting…tengoklah jepang dengan sumber daya alam terbatas tapi dengan modal sumber daya insani yang hebat mampu membuat jepang mempunyai fundamental ekonomi domestik yang sangat kuat, jadi dalam hal ini kita jangan apriori terlebih dahulu dengan “sekolah dan berobat gratis” ini, apapun bentuknya ia sebagai fungsi atau tujuan ataupun proses yang terpenting adalah rakyat behak mendapatkan khidmat seperti ini karena apa?….karena kita membayar pajak kepada negara bung..

    -Kalo seandainya AN menjadi gubernur kemudian program2 tersebut diaplikasikan dan terasa sukses…maka harumlah nama sumsel sebagai propinsi yang pertama kali melakukan inovasi tersebut…efeknya semua propinsi lain akan mengikuti jejak sumsel….jadi pada prinsipnya semua propinsi dari sabang sampe merauke ini akan bisa bersekolah semua, bermacam suku2 bangsa ini akan bisa menikmatinya…sumatera, jawa, kalimatan..sulawesi, papua dll………tentunya kalo AN mau berbagi resep kepada daerah yang laen hahaha….nama AN semakin harum nie….wajarlah kalo nanti naik sedikit level untuk “Republik Indonesia 2” (sebenarnyo inilah target akhir politik AN). Ya kalo panjang umur dan ALLAH SWT merestui ….

    pesan buat pak AN :
    -manusia Cuma merencanakan ALLAH yang menentukan
    -Jangan terlalu banyak korupsi, terus terang dan terang terus, Pak AN memang banyak melakukan korupsi dengan cara yang sangat cerdas (secerdas program pembangunan yang ia miliki dan program korupsi yang ia miliki)

    Salam dari jerman

  179. Awalnya aku muak dengan pilkadal jadi tambah muak lihat gambar senyum munafiknyo Syahrial tongOESMAN aku sudah 4 kali Golput karena muak dengan pemerintah tapi pas Pilkadal aku mau nyoblos agar jangan sampe Syahrial tongOESMAN menang Sumsel bisa Maju 10 kali lipat kalo Alex dan Edy yang menang

  180. MEMANG NIAN SYAHRIAL OESMAN TUH
    MUKA MUNAFIK, SO HEBAT
    SUKUR2 KAU DI TANGKEP KPK

    muka sombong, LIAT BAE SEPAK TERJANGNYO
    MENGHALALKAN BERMACAM CARA SUPAYA TERPILIH KEMBALI SUMSEL 1

  181. syahrial osman =soeharto=ramli hasan basri:pacaknyo korupsi kroni-kroni merajalela rakyat tambah sengsara mereka pesta pora

  182. kalo alex nurdin jadi Gubernur raso lemak nian

  183. ADA APA SYAHRIAL OESMAN DENGAN
    PROGRAM PENDIDIKAN GRATIS YANG BERKUALITASNYA

    Tulisan ini merujuk dari :

    1. Pembangunan Pendidikan Sumsel Masih Tertinggal (Catatan Memperingati Hardiknas), Ambo Intang, Dosen Universitas Taman Siswa Palembang, BeritaPagi, Jumat, 2 Mei 2008, Halaman 18, Rubrik Opini.

    2. Refleksi Pendidikan Tak Tuntas, Ferdiansyah, SE., MM. Anggota Fraksi Partai Golkar DPR Komisi X, Kandidat Doktor UNJ, Seputar Indonesia, Jumat, 2 Mei 2008, Halaman 5, Rubrik Opini.

    3. Slide Paparan Mendiknas (Pembangunan Pendidikan Nasional), oleh Departemen Pendidikan Nasional, Rapat Pimpinan Nasional, Arga Mulya, 31 Januari 2008.

    rembuk2008.diknas.go.id/bahan/PAPARAN%20MENDIKNAS%20PADA%20REMBUK%2031%20JANUARI%202008%20RM.ppt

    Banyak cara untuk mengukur keberhasilan kinerja pemerintahan, misalnya di bidang pendidikan. Dalam bidang pendidikan ini, untuk mengetahui kenerja atau sampai sejauh mana keberhasilan pembangunan dibidang pendidikan maka kita akan membandingkan kemampuan Provinsi Sumatera Selatan ini dengan provinsi-provinsi lain dan target nasional yang seharusnya dicapai oleh suatu daerah. Perbandingan ini memakai indikator-indikator terukur.

    1. Rasio Jumlah Siswa SMK dengan SMA yang masih rendah dibanding daerah regional atau Sumbagsel

    TABEL 1
    PERBANDINGAN JUMLAH SISWA SMK VS SMA DI SUATU DAERAH

    NO DAERAH RASIO PERINGKAT DARI 33 PROVINSI
    DI INDONESIA
    1 TARGET NASIONAL40:60 0.67
    2 SUMSEL 25:75 0.33 29
    3 JAMBI 30:70 0.43 24
    4 BENGKULU 37:63 0.59 15
    5 LAMPUNG 38:62 0.61 14
    6 BANGKA-BELITUNG39:61 0.64 12

    Dari Tabel 1, didapat bahwa untuk perbandingan jumlah siswa SMK terhadap siswa SMA di provinsi Sumatera Selatan (25:75) masih jauh di bawah target nasional (40:60). Provinsi ini urutan 29 dari 33 provinsi di Indonesia. Dibandingkan dengan daerah-daerah regional atau sumbangsel pun provinsi ini masih kalah. Provinsi Jambi peringkat 24 dari 33 provinsi, Bengkulu peringkat 15, Lampung peringkat 12 dan Bangka-Belitung peringkat 12 dari 33 provinsi di Indonesia.

    2. Peningkatan Mutu Dan Daya Saing Pendidikan Yang Masih Rendah

    TABEL 2
    KUOTA JUMLAH GURU BERSERTIFIKAT PENDIDIK

    NO DAERAH JUMLAH GURU
    1 SUMSEL 5,128
    2 SUMBAR 6,241
    3 RIAU & KEP. RIAU 5,149
    4 SULSEL 10,089
    5 JATIM 31,695
    6 JABAR 18,424
    7 JATENG 21,491
    8 SUMUT 12,105
    9 LAMPUNG 7,844

    Dari Tabel 2, didapat kuota jumlah guru bersertifikat pendidik sampai tahun 2007 masih dibawah Sumbar (6.241 orang), Lampung (7.844 orang), Riau dan Kepulauan (5.149 orang) dan Sumut (12.105 orang).

    4. Perluasan Akses Pendidikan Yang Masih Rendah di Tingkat Nasional, Bahkan Dibandingkan Dengan Kabupaten Musi Banyuasin Yang Telah Meninggalkan Terget Nasional
    APK atau Angka Partisipasi Kasar adalah rasio jumlah siswa, berapapun usianya, yang sedang sekolah di tingkat pendidikan tertentu terhadap jumlah penduduk kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikan tertentu.
    Misal, APK SD sama dengan jumlah siswa yang duduk di bangku SD dibagi dengan jumlah penduduk kelompok usia 7 sampai 12 tahun.

    APK ini terkait dengan perluasan layanan pendidikan di suatu daerah, yaitu seberapa luas layanan pendidikan terhadap penduduk pada usia sekolah tertentu (misalnya SD, SMP atau SMA). Di provinsi Sumatera Selatan, pada saat ini, masalah ini menjadi masalah yang sangat serius. Masih banyak populasi anak usia sekolah di propinsi ini yang tidak atau sulit untuk bersekolah karena berbagai faktor penghambat, terutama karena faktor ekonomi. Padahal, diketahui bahwa Provinsi ini adalah provinsi terkaya ke 5 di era otonomi daerah. Hal ini tidak terjadi pada Kabupaten Musi Banyuasin. Besarnya anggaran pendidikan (lebih dari 20%) dan praktik sekolah gratis yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin sejak tahun 2002 misalnya terbukti memiliki kontribusi positif terhadap peningkatan akses mutu pendidikan di daerah ini.

    TABEL 3
    ANGKA PARTISIPASI KASAR (APK) SD DI TINGKAT NASIONAL, PROVINSI SUMATERA SELATAN DAN KABUPATEN MUSI BANYUASIN PADA TAHUN2007

    NO APK (%) KETERANGAN
    1 94.66 Target Nasional Tahun 2007
    2 94.90 Realisasi Nasional Tahun 2007
    3 118.24 Realisasi Kab. Muba Tahun 2003
    4 119.15 Realisasi Kab. Muba Tahun 2007
    5 93.34 Realisasi Prov. Sumsel Tahun 2007

    Dari Tabel 3, dapat dilihat bahwa APK SD untuk saat ini, Provinsi Sumsel (93.34%) masih dibawah target Nasional (94.90%). Bandingkan dengan APK SD untuk Kabupaten Musi Banyuasin (119.15%) yang sudah jauh meninggalkan target/realisasi Nasional, apalagi Propinsi Sumatera Selatan.
    TABEL 4
    ANGKA PARTISIPASI KASAR (APK) SMP DI TINGKAT NASIONAL, PROVINSI SUMATERA SELATAN DAN KABUPATEN MUSI BANYUASIN PADA TAHUN2007

    NO APK (%) KETERANGAN
    1 91.75 Target Nasional Tahun 2007
    2 92.52 Realisasi Nasional Tahun 2007
    3 62.74 Realisasi Kab. Muba Tahun 2003
    4 95.27 Realisasi Kab. Muba Tahun 2007
    5 84.90 Realisasi Prov. Sumsel Tahun 2007

    Dari tabel 4, dapat dilihat juga bahwa untuk pemerataan pendidikan di tingkat SMP, lagi-lagi Provinsi Sumsel belum bisa mencapai target nasional yanitu dengan APK (84,90%) yang dibawah APK Target Nasional (91.75%) dan Realisasi Nasional (92.52%). Bandingkan dengan APK Kabupaten Musi Banyuasin (95.27%) dengan program pendidikan gratisnya yang telah meninggalkan target/realisasi nasional.

    Menurut (Ferdiansyah, 2008), Depdiknas akan mencapai laju peningkatan APK per tahun sekitar 3% sampai 4% dengan melakukan strategi yang lebih kreatif lagi, bersinergi dengan pembangunan infrastruktur serta tidak terpaku pola-pola lama. Data ini didapat dari rapat kerja komisi X DPR RI dengan Depdiknas pada tanggal 8 Februari 2008. Dari hasil rapat tersebut, beliau juga menambahkan bahwa sudah dapat dipastikan 11 provinsi tidak akan tuntas dalam program penuntasan wajib belajar pendidikan dasar, karena APK 11 provinsi dan 149 Kabupaten/Kota kurang dari 95%.

    Melihat capaian APK Prov. Sumsel tahun 2007 sebesar 84.90%, dengan melakukan strategi yang lebih kreatif lagi dibanding yang telah dilakukan selama ini, diasumsikan didapat peningkatan APK 4% per tahun maka untuk 2 tahun akan mencapai APK sebesar 94% dan ini masih dibawah target APK Nasional (95%). Jadi jelas di sini bahwa Prov. Sumsel termasuk 11 provinsi dari 33 provinsi yang ada di Indinesia ini yang dipastikan untuk tahun 2009 tidak akan tuntas dalam program penuntasan wajib belajar pendidikan dasar.

    Bagaimana sebaran pendidikan untuk tingakat SMA, apa yang dapat dilakukan oleh Pemprov Sumsel, data pada tabel dibawah ini.

    TABEL 4
    ANGKA PARTISIPASI KASAR (APK) SMA DI TINGKAT NASIONAL, PROVINSI SUMATERA SELATAN DAN KABUPATEN MUSI BANYUASIN PADA TAHUN2007

    NO APK (%) KETERANGAN
    1 60.20 Target Nasional Tahun 2007
    2 60.51 Realisasi Nasional Tahun 2007
    3 21.83 Realisasi Kab. Muba Tahun 2003
    4 70.21 Realisasi Kab. Muba Tahun 2007
    5 52.20 Realisasi Prov. Sumsel Tahun 2007

    Untuk tingkat SMA, lagi-lagi Prov. Sumsel kedodoran. APK prov Sumsel (52,2%) masih dibawah standar APK Nasional (62.20%). Bila dibandingkan dengan prestasi yang dilakukan oleh Kabupaten Musi Banyuasin pun masih kalah jauh (70.21%).

    Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa

    1. Proses pembangunan pendidikan yang dilakukan oleh provinsi Sumatera Selatan (pemerintahan Syahrial Oesman) dibawah standar Nasional, dan termasuk 11 provinsi/daerah terbelakang di tahun 2009 dalam soal pembangunan pendidikan. Hal ini pun sangat kontras bila dibandingkan pembangunan pendidikan oleh Kabupaten Musi Banyuasin (pemerintahan Alex Noerdin) dimana pembangunan yang dicapai telah melebihi target dan perolehan nasional.

    2. Kaya miskin suatu provinsi/daerah, bukanlah penentu tunggal bagi maju mundurnya sebuah pembangunan pendidikan. Sebaliknya yang sangat menentukan adalah sejauh mana komitmen pemimpinnya terhadap dunia pendidikan dan program strategisnya dalam membangun pendidikan di daerah yang bersangkutan.

    Lantas kita pun bertanya, … Ada apa Syahrial Oesman dengan Program Pendidikan Gratis Yang Berkualitas, bila jumlah penduduk untuk usia sekolah di Sumatera Selatan ini pun belum bisa diusahakannya mencapai standar Nasional, bahkan akan menjadi 11 provinsi terbelakang pembangunannya diantara 33 provinsi di Indonesia ini pada tahun 2009 ?

    spectrum_5g@yahoo.com

  184. wow komentar no 1-3 nih bisa omdo doang. saya lebih setuju dengan kawan2 yg komentar dari no 4 sampe seterusnya….
    kita disini saling mengunggulkan pemimpin kita masing…
    ada baiknya kita melihat hal2 yg baik2 saja dari para pemimpin dan jgn saling menjelek-an

  185. pemilihan kepala daerah di indonesia hanya menampilkan..PENCITRAAN DIRI..

    kalo ga percaya buktikan saja..kampanye mengedepankan citra daripada visi dan misinya..saling menjelek2an oposisi masing2..

    setiap kampanye ada goyangan dangdut,,bisa diliat program ga beda ma goyangan,,hehe,,

    hopeless pilkada..

  186. wah kalau mak itu program so
    melenceng…………….wajar bae
    kalau wong omong gaya mafia…emang benar
    mau jadi GUB jadi menghalalkan bermacam cara………..

  187. menurut info terakhir, Alex dalam bahayo….KPK caknyo sedang bersiap-siap merikso alex…

  188. bener nian SKY..

    Semalem aku dapat info (08-mei-08) SO AMAN..!!!

    BRAVO..!!!!!!!!!!!!!

    kito jingok..cak mano reaksi rombongan alex (sang PELOPOR MAKSIAT)selanjutnyo…hik…hikk..waaakaakaak…

  189. aman kemano KPK akan tangkap Syahrial Oesman
    Sang Koruptor heheheh
    mati kau …

  190. ai… kalu aku mukak youtobe, AN b ukan pelopor sekolah dan berobat gratis tapi pelopor perselingkuhan, merusak rumah tangga orang, sungguh bejat moral, yang seperti ini tidak layak dan tidak pantas untuk menjadi pemimpin sumsel yang religius, cocoknyo di sekayu tula maraki kupik kupik yang nrut bae apo yang dikehendaki bosnyo itu, kalu dio jadi pemimpin sumsel aku nak make celano besi bae biar dio dak pacak berbuat mesum samo aku, kuanjurke jugo buat wanita-wanita khususnya di sumsel hati-hatilah kalau beliau jadi pemimpin sumsel lokak kita jadi jando galo dibuatnyo.

  191. laju kela KPK tangkep So

  192. Dialong kita tundah sejenak ada Iklan mau Lewat

    selamat sore bapak/bapak ibu/ibu….
    ————————————————
    Memiliki Printer Pixma ini mungkin banyak diantara kita yang merasa kecewa karena telah membelinya, Benar… printer ini pengoprasiannya dibatasi hingga batas tertentu, Sehingga jika sudah mencapai batas yang telah diakumulasikan ini printer akan berhenti mencetak dengan kata lainnya BLINGKING dan mau tidak mau anda harus membawanya ke Service Center untuk memperbaikinya!

    Bayangkan… di saat anda sangat membutuhkan mesin pencetak bisa berjalan dengan baik, printer anda ngadat, terjadi BLINK! Itu masih beruntung karena masih bisa diservice mode, lebih celakanya lagi… printer terus saja nge-BLINKING setiap mau dipakai. Semua data hasil jerih payah anda sia-sia karena tidak bisa dicetak hari ini juga.

    utk software resetenya yang saya punya ada utk i320, i1000, i1200,ip13000,ip15000,i1600, i1300,i1700, i2000,i2200, ip1880,1100,2500 semuanya ada di blog ini coba aja deh GRATIS , semoga bermanfaat.

    info lebih lanjut : resetprint.blogspot.com

  193. Nah aku setujuh samo IKlan
    bedebat terus

  194. Iklan boleh
    tapi pilihan tetap alex dan eddy

  195. oiii syahrial oesman kau tu jangan galak ketawo kasian dengan jingok kau tu, gigi kau tu rapet cak sikat pisang,sudah tu dak usahlah mudike rakyat SFC kau tu pake anggaran daerah (APBD)milyaran jumlahnyo,lagi pulo kau tu pake wong item negro,lemak pulo klo wong komering atau wong lahat atau wong padang.klo kau tu sehat duit sebanyak itu lebih baek kau bener ke jalanan yang rusak,di palembng ni banyak jalanan yang rusak,klo ado lebih kau pasang ke behel di gigi kau supaya lemak jingok kau senyum…daah yooo…..

  196. PKS = partai keadilan sejahtera,ruponyo jadi Penampilan Kayaknya Suci.Cubo jingok wong sejagad rayo sumsel ini tau persis SO arogan,koruptor,penipu, anehnyo di calonke lagi oleh PKS….Ngapo jadi cak itu???apo kiyai di PKS lah di bayar gaLO????sudah itu ngapo PKS selalu mencalonkan kadernyo jadi PeCundang alias Wakil,pecak iqbal Romzi kiai lolo, MAt amIn di praBumulih….apo kamu tu lah lolo galo????klo mak itu PKS itu kito ubah jadi Partai KIai Sesat..Apolagi yang mimpinnyo MUsliman SaG,kiai poligami…Taiiikkkk kuccciiinnnggg galooooooooooo…….

  197. pks tuh cuma pengen ikut menang bae

  198. BPpeliung maju terus, aku kemaren2 dukung So tapi KPK perikso so
    wah,,,,bahayo dukung wong korupsi

  199. Informasi Calon Gubernur SUmsel 2008-2013,
    Kita selalu menunggu perbaikan dan kebaikan bagi masyarakat SUMSEL. Dua calon terkuat, baik SO ataupun AN sungguh memenuhi banyak pikiran warga Sumsel yg merasa keterusikan dalam berbagai segi. Entahkah korupsi, skandal judi, skandal wanita, dst..
    Sungguh calon perseorangan Syahrial BP Peliung merupakan angin segar bagi kita untuk menambah daftar pilihan..
    Dan bukan sekedar basa basi.. terpecahnya pilihan untuk bakal calon Wakil Gubernur SO akan membuat peluang parpol mengalihkan pilihan pad figur yang kuat, amanah dan kredibel..
    Kabar anginya adalah akan turun gunungnya “RIMAU” ROSIHAN ARSYAD… mari kita tunggu.. InsyaALlah kita akan mampu memilih sesuai dengan nurani kita masing-masing.. AMin..
    Lucky

  200. Gw Ragu Comment frenz #183. Menurut gw data-data yang ginian ga valid, paling banter Validitasnya dibawah 20%. Tau dwegh gimana kualitas kerja PNS umunya, palagi yang disuruh ngumpulin data kaya gitu biasanya Pesuruh Kantor. Ga mungkin kan elu yang muter di Sumsel bwt ngumpulin data? Banyakan rekayasa doank, abiz takutnya dimarahin big bos. Angka2 gethu baeknya ga usah aja deh ditampilin di forum gene. Tar ada frenz nanyain elu, truz elu kaga bisa ngejawab kan malu2in lagian kesannya elu maksain buat Public Opinion.

  201. @ 195 s/d 199…cuuuiiiiiiiihh…

    ini pasti commentnya orang-orang AN (sang pelopor maksiat) yg mulai kebakaran jembut…hikss..hikss…

    karena kesadaran masyarakat akan pemimpin yg propesional dan amanah udah mulai bangkit..

    jadi para mania AN..mulai mengalihkan isu dengan bawa-bawa nama BP. Peliung & Rosihan…UDAH BASI TAU…saya yakin kedua nama tsb tdk akan mendapat tempat dihati rakyat sumsel..mereka cuma buang-buang duit aja kalo maju..hikss…hiks……

  202. Saya sepakat agar dalam mendukung calon gubernur 5 tahun kedepan,kita tidak perlu saling menjelek-jelekkan apalagi saling menghujat satu sama lain,mari kita tetap mengutamakan Persatuan dan kesatuan dan berfikir jernih untuk memdukung figur yang kita inginkan

    Syahrial oesman,kami fikir cukup baik kinerjanya selama ini dan telah banyak kemajuan yang ia capai dan semua itu sudah banyak yang tahu,namun sebagai manusia biasa tentunya masih ada kekurangan-kerungan yang ia miliki,salah satunya sesuai info yang kami dengar bahwa beliau masih dekat dengan premanisme, tentunya bila ia ingin diterima oleh publik,maka ia harus rela menyingkirkan premanisme tsb dan dapat mengobtimalkan aparat penegak hukum yang ada

    Ada hal yang dapat membuat kita simpatik kepada sosok yang satu ini,bahwa beliau tidak pernah sombong dan rendah hati,serta saya tidak pernah mendengar beliau menghujat lawan politiknya

    Saya berharap semoga gelar Haji yang ia sandang dapat diimplementasikan dalam menjalankan roda pemerintahan ini, sehingga akan terhindar dari bentuk bentuk Korupsi dan lain-lain yang dapat merugikan rakyat sumatera Selatan

    Demikian juga dengan Alex Nurdin,bagi kami siapapun ia yang penting dapat berbuat nyata untuk kesejahteraan Sumatera selatan dan bermanfaat bagi Masyarakat

  203. wangga kau tuh wong bodoh jadi cuba kalau ngomong benar dikit
    awak masih ingusan.

    saya tau kemaren bapak u terima uang 50 juta dari so
    jadi wajar saja kalau anda dukung so..
    duit pinjaman atau duit apa itu…

  204. @ samosir…cuiiih..preeet…
    makan tai aku ni..biar jalan otak ente..hiks…hiks…

    perlu ente ketahui wong tuo aku sdh lamo menghadap Illahi..beliau katek sangkut paut dengan urusan ini..

    jadi jelas ente ngomong dak pake otak..hiks..hiks..

    dosa apo yg dibuat bapak – mak ente..sehingga melahirkan anak yg bisanya menyebar fitnah dimuka bumi ini….waaaakaakkakk…

    salam dari nerako buat ente, seumur hidup…dunia aherat ente tidak saya maafkan..

    jng lupo, makan tai aku tadi..biar mulut kau dak sembarang ngomong…wwwwaaaakakakak..hiks…hiksss..

  205. Untuk bapak-bapak .. ibu-ibu … aku nak ngomong dulu yeh ..

    SO dak berhasil mbangun sumsel, buktinyo apo ?

    1. Sumsel ini provinsi terkayo ke-5 dari 33 provinsi di Indonesia tapi APBD Provinsi kito ini kecik nian.

    2. Sumsel ini provinsi terkayo ke-5 dari 33 provinsi di Indonesia tapi pembangunan pendidikannya masih kalah jauh dibanding Jambi, Lampung, Bengkulu yang APBD nyo lebih kecik lagi dibanding Sumsel.

    Jadi kesimpulannyo :
    1. Syahrial ini dak pacak mengelola daerah kito yang kayo rayo ini untuk membangun Sumsel.
    2. Dengen APBD yang kecik ini bae, dio masih kalah oleh daerah lain yang APBD nyo lebih kecik lagi.

    Akhir kesimpulannyo : Syahrial dak pantas di pilih untuk jadi Gubernur Sumsel. Tambah saro bae kito dibuatnyo. Sudah te bukti impoten, masih nak dipilih lagi .. memang kito pacak di buyani nyo apo …???????

  206. teest

  207. dulur2ku sepalembang anget…..

    Stopkelah kalimat2 semacam gigi bokir SO atau raih mesum AN itu,dak baeklah ngato2 fisik seseorang tuh, yang kito perdebatkan disini program serta analisa yang kito kaji masing2…banyak yang mesti kito kaji dan kito papar disini berkaitan dengan program calon2 pemimpin kito ini, semisal utak atik & analisa program serba gratis alex noerdin itu, bisokah hal semacam itu diterapke di skala privinsi? kalu memang biso, pake metode apo? asuransikah? terus makmano program infrastruktur di provinsi kito ini seiring dengan program serba gratis tsb yang notabene menyedot banyak dana (cak taplak meja ditarik ke kiri yang kanan tebuka) sedangkan PAD sifatnya dah fixed segitu untuk thn 2008 ini? cak mano kalu sekolah & berobat gratis bejalan tapi jalan2 seluruh palembang ini rusak parah galo ( dak katek duit lagi nak bangun jalan sebab dananyo ke sekolah & berobat gratis), cak mano sekolah & berobat gratis kalu belum ado sarananyo didaerah yang jauh? biso dak program tersebut berjalan parsial dulu semisal di kota bae, di daerah kagek atau sebaliknyo lagipula apo efeknyo kalu macam itu, kemudian program ekonomi jangka panjangnyo mak mano untuk meningkatkan PAD Provinsi (yang ini perlu infrastruktur) atau kito serahke gawean yang terakhir ini untuk generasi2 yang sekolah gratis hari ini..apakah kita mesti melobi ke pusat untuk minta dana tambahan PAD???

    Unutk SO
    -kalu TAA itu jadi dibangun, sarana itu punyo pusat atau punto BUMD?
    -kalu dah jadi, Planning apo lagi? madai cuma ado pelabuhan tapi dak katek kapal yang nak bersandar (yang nyato pengiriman batubara dah pasti lewat TAA ke suralaya dll)
    -komoditi dan Produk apo bae yang biso kito kirim ke luar negeri via TAA ini
    -program berobat gratis itu mak mano konsepnyo, pengobatan dengan caro preventiv dimano satu dokter mengcover beberapa kepala rumah tangga kah (konsep ini memang bagus untuk daerah yang belum ado sarana kesehatan)?
    -konsep pendidikan gratisnyo mak mano? apo anak yang kurang mampu diberi kemudahn atau memang gratis nurut MUBA?

    macam2 pertanyaan yang biso kito ajuke ke timses masing2 ini…melihat dengan caro yang rasional dan konsep pembangunan yang berimbang…banyak kan? jadi untuk apo saling ngatoi…lebih baek berargumentasi dengan caro2 wong yang sekolah dan terdidik..

    Aku mencintai Palembangkoe, daerah yang dulu kumuh sekarang sudah berubah, sudah maju, sudah hebat…pemimpinnyo jugo hebat2 walau maing2 banyak kekurangan, dulu palembangku ini jadi bahan ketawo wong, tapi skarang dah jadi icon kebanggaan…siapo dak bangga nyingok palembang maju seperti hari ini…buka2 website tentang palembang ini untuk pelampiasan raso kangen

    Salam dari Germany

  208. ADA APA SYAHRIAL OESMAN DENGAN PROGRAM PENDIDIKAN GRATIS YANG BERKUALITASNYA

    Tulisan ini merujuk dari :

    1. Pembangunan Pendidikan Sumsel Masih Tertinggal (Catatan Memperingati Hardiknas), Ambo Intang, Dosen Universitas Taman Siswa Palembang, BeritaPagi, Jumat, 2 Mei 2008, Halaman 18, Rubrik Opini. (Dengan merujuk pada buku “Capaian Kinerja Pembangunan Pendidikan Nasional 20-05-2008 yang dikeluarkan oleh Depdiknas RI)

    2. Refleksi Pendidikan Tak Tuntas, Ferdiansyah, SE., MM. Anggota Fraksi Partai Golkar DPR Komisi X, Kandidat Doktor UNJ, Seputar Indonesia, Jumat, 2 Mei 2008, Halaman 5, Rubrik Opini.

    3. Slide Paparan Mendiknas (Pembangunan Pendidikan Nasional), oleh Departemen Pendidikan Nasional, Rapat Pimpinan Nasional, Arga Mulya, 31 Januari 2008.

    rembuk2008.diknas.go.id/bahan/PAPARAN%20MENDIKNAS%20PADA%20REMBUK%2031%20JANUARI%202008%20RM.ppt

    Banyak cara untuk mengukur keberhasilan kinerja pemerintahan, misalnya di bidang pendidikan. Dalam bidang pendidikan ini, untuk mengetahui kenerja atau sampai sejauh mana keberhasilan pembangunan dibidang pendidikan maka kita akan membandingkan kemampuan Provinsi Sumatera Selatan ini dengan provinsi-provinsi lain dan target nasional yang seharusnya dicapai oleh suatu daerah. Perbandingan ini memakai indikator-indikator terukur.

    1. Rasio Jumlah Siswa SMK dengan SMA yang masih rendah dibanding daerah regional atau Sumbagsel

    TABEL 1
    PERBANDINGAN JUMLAH SISWA SMK VS SMA DI SUATU DAERAH

    NO ….DAERAH ……….RASIO ………PERINGKAT DARI 33
    …………………………………PROVINSI DI INDONESIA
    1 …..TARGET NASIONAL ….40:60 . 40%
    2 …..SUMSEL ………….25:75 . 25% ….. (29)
    3 …..JAMBI …………..30:70 . 30% ….. (24)
    4 …..BENGKULU ………..37:63 . 37% ….. (15)
    5 …..LAMPUNG …………38:62 . 38% ….. (14)
    6 …..BANGKA-BELITUNG ….39:61 . 39% ….. (12)

    Dari Tabel 1, didapat bahwa untuk perbandingan jumlah siswa SMK terhadap siswa SMA di provinsi Sumatera Selatan (25:75) masih jauh di bawah target nasional (40:60). Provinsi ini urutan 29 dari 33 provinsi di Indonesia. Dibandingkan dengan daerah-daerah regional atau sumbangsel pun provinsi ini masih kalah. Provinsi Jambi peringkat 24 dari 33 provinsi, Bengkulu peringkat 15, Lampung peringkat 12 dan Bangka-Belitung peringkat 12 dari 33 provinsi di Indonesia.

    2. Peningkatan Mutu Dan Daya Saing Pendidikan Yang Masih Rendah

    TABEL 2
    KUOTA JUMLAH GURU BERSERTIFIKAT PENDIDIK

    NO DAERAH JUMLAH GURU
    1 .SUMSEL ………….. 5,128
    2 .SUMBAR ………….. 6,241
    3 .RIAU & KEP. RIAU …. 5,149
    4 .SULSEL …………. 10,089
    5 .JATIM ………….. 31,695
    6 .JABAR ………….. 18,424
    7 .JATENG …………. 21,491
    8 .SUMUT ………….. 12,105
    9 .LAMPUNG …………. 7,844

    Dari Tabel 2, didapat kuota jumlah guru bersertifikat pendidik sampai tahun 2007 masih dibawah Sumbar (6.241 orang), Lampung (7.844 orang), Riau dan Kepulauan (5.149 orang) dan Sumut (12.105 orang).

    4. Perluasan Akses Pendidikan Yang Masih Rendah di Tingkat Nasional, Bahkan Dibandingkan Dengan Kabupaten Musi Banyuasin Yang Telah Meninggalkan Terget Nasional.

    APK atau Angka Partisipasi Kasar adalah rasio jumlah siswa, berapapun usianya, yang sedang sekolah di tingkat pendidikan tertentu terhadap jumlah penduduk kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikan tertentu.
    Misal, APK SD sama dengan jumlah siswa yang duduk di bangku SD dibagi dengan jumlah penduduk kelompok usia 7 sampai 12 tahun.

    APK ini terkait dengan perluasan layanan pendidikan di suatu daerah, yaitu seberapa luas layanan pendidikan terhadap penduduk pada usia sekolah tertentu (misalnya SD, SMP atau SMA). Di provinsi Sumatera Selatan, pada saat ini, masalah ini menjadi masalah yang sangat serius. Masih banyak populasi anak usia sekolah di propinsi ini yang tidak atau sulit untuk bersekolah karena berbagai faktor penghambat, terutama karena faktor ekonomi. Padahal, diketahui bahwa Provinsi ini adalah provinsi terkaya ke 5 di era otonomi daerah. Hal ini tidak terjadi pada Kabupaten Musi Banyuasin. Besarnya anggaran pendidikan (lebih dari 20%) dan praktik sekolah gratis yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin sejak tahun 2002 misalnya terbukti memiliki kontribusi positif terhadap peningkatan akses mutu pendidikan di daerah ini.

    TABEL 3
    ANGKA PARTISIPASI KASAR (APK) SD DI TINGKAT NASIONAL, PROVINSI SUMATERA SELATAN DAN KABUPATEN MUSI BANYUASIN PADA TAHUN2007

    NO … APK (%) ….. KETERANGAN
    1 …. 94.66 ……. Target Nasional Tahun 2007
    2 …. 94.90 ……. Realisasi Nasional Tahun 2007
    3 … 118.24 ……. Realisasi Kab. Muba Tahun 2003
    4 … 119.15 ……. Realisasi Kab. Muba Tahun 2007
    5 …. 93.34 ……. Realisasi Prov. Sumsel Tahun 2007

    Dari Tabel 3, dapat dilihat bahwa APK SD untuk saat ini, Provinsi Sumsel (93.34%) masih dibawah target Nasional (94.90%). Bandingkan dengan APK SD untuk Kabupaten Musi Banyuasin (119.15%) yang sudah jauh meninggalkan target/realisasi Nasional, apalagi Propinsi Sumatera Selatan.

    TABEL 4
    ANGKA PARTISIPASI KASAR (APK) SMP DI TINGKAT NASIONAL, PROVINSI SUMATERA SELATAN DAN KABUPATEN MUSI BANYUASIN PADA TAHUN2007

    NO .. APK (%) …. KETERANGAN
    1 … 91.75 …… Target Nasional Tahun 2007
    2 … 92.52 …… Realisasi Nasional Tahun 2007
    3 … 62.74 …… Realisasi Kab. Muba Tahun 2003
    4 … 95.27 …… Realisasi Kab. Muba Tahun 2007
    5 … 84.90 …… Realisasi Prov. Sumsel Tahun 2007

    Dari tabel 4, dapat dilihat juga bahwa untuk pemerataan pendidikan di tingkat SMP, lagi-lagi Provinsi Sumsel belum bisa mencapai target nasional yanitu dengan APK (84,90%) yang dibawah APK Target Nasional (91.75%) dan Realisasi Nasional (92.52%). Bandingkan dengan APK Kabupaten Musi Banyuasin (95.27%) dengan program pendidikan gratisnya yang telah meninggalkan target/realisasi nasional.

    Menurut (Ferdiansyah, 2008), Depdiknas akan mencapai laju peningkatan APK per tahun sekitar 3% sampai 4% dengan melakukan strategi yang lebih kreatif lagi, bersinergi dengan pembangunan infrastruktur serta tidak terpaku pola-pola lama. Data ini didapat dari rapat kerja komisi X DPR RI dengan Depdiknas pada tanggal 8 Februari 2008. Dari hasil rapat tersebut, beliau juga menambahkan bahwa sudah dapat dipastikan 11 provinsi tidak akan tuntas dalam program penuntasan wajib belajar pendidikan dasar, karena APK 11 provinsi dan 149 Kabupaten/Kota kurang dari 95%.

    Melihat capaian APK Prov. Sumsel tahun 2007 sebesar 84.90%, dengan melakukan strategi yang lebih kreatif lagi dibanding yang telah dilakukan selama ini, diasumsikan didapat peningkatan APK 4% per tahun maka untuk 2 tahun akan mencapai APK sebesar 94% dan ini masih dibawah target APK Nasional (95%). Jadi jelas di sini bahwa Prov. Sumsel termasuk 11 provinsi dari 33 provinsi yang ada di Indinesia ini yang dipastikan untuk tahun 2009 tidak akan tuntas dalam program penuntasan wajib belajar pendidikan dasar.

    Bagaimana sebaran pendidikan untuk tingakat SMA, apa yang dapat dilakukan oleh Pemprov Sumsel, data pada tabel dibawah ini.

    TABEL 4
    ANGKA PARTISIPASI KASAR (APK) SMA DI TINGKAT NASIONAL, PROVINSI SUMATERA SELATAN DAN KABUPATEN MUSI BANYUASIN PADA TAHUN2007

    NO … APK (%) . KETERANGAN
    1 … 60.20 …. Target Nasional Tahun 2007
    2 … 60.51 …. Realisasi Nasional Tahun 2007
    3 … 21.83 …. Realisasi Kab. Muba Tahun 2003
    4 … 70.21 …. Realisasi Kab. Muba Tahun 2007
    5 … 52.20 …. Realisasi Prov. Sumsel Tahun 2007

    Untuk tingkat SMA, lagi-lagi Prov. Sumsel kedodoran. APK prov Sumsel (52,2%) masih dibawah standar APK Nasional (62.20%). Bila dibandingkan dengan prestasi yang dilakukan oleh Kabupaten Musi Banyuasin pun masih kalah jauh (70.21%).

    Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa

    1. Proses pembangunan pendidikan yang dilakukan oleh provinsi Sumatera Selatan (pemerintahan Syahrial Oesman) dibawah standar Nasional, dan termasuk 11 provinsi/daerah terbelakang di tahun 2009 dalam soal pembangunan pendidikan. Hal ini pun sangat kontras bila dibandingkan pembangunan pendidikan oleh Kabupaten Musi Banyuasin (pemerintahan Alex Noerdin) dimana pembangunan yang dicapai telah melebihi target dan perolehan nasional.

    2. Kaya miskin suatu provinsi/daerah, bukanlah penentu tunggal bagi maju mundurnya sebuah pembangunan pendidikan. Sebaliknya yang sangat menentukan adalah sejauh mana komitmen pemimpinnya terhadap dunia pendidikan dan program strategisnya dalam membangun pendidikan di daerah yang bersangkutan.

    Lantas kita pun bertanya, … Ada apa Syahrial Oesman dengan Program Pendidikan Gratis Yang Berkualitas, bila jumlah penduduk untuk usia sekolah di Sumatera Selatan ini pun belum bisa diusahakannya mencapai standar Nasional, bahkan akan menjadi 11 provinsi terbelakang pembangunannya diantara 33 provinsi di Indonesia ini pada tahun 2009 ?

    jenderalkumbang@yahoo.com

  209. oi wangga lolo kau ni contoh anak yatim yang lolo bin goblok katonyo bapak kau melarikan diri dari nerako bapak kau nilah yang buat sms teror maut biar pcak ngerewangi kau di nerako jahanam sano ha….ha…ha… kalo kau nak nyari aku jangan sungkan2 ketik ketut sms 081331181133

  210. awas wangga orang gila kabur dari RS SUMBERWARAS.

  211. kato alex kalo dio jadi gubernur sembako samo BBM dak bakalan naek!!!!!!!!!!!!

    hahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahaha 2000000000X

    LUCU YE

    PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDOYONO bae dak biso mencegah kenaekan BBM!!!

    tp aneh bin ajaib,anak kemaren sore Ir ALEX NOERDIN
    berjanji BBN sm sembako dak akan naek dan tetap stabil!!!

    lucu ye bupati nak nurunin BBM,

    la jelas apo yang di omongin itu bohong
    masih tula nak bela bela,dukung dio!!!

    apo ado SO jnj2 manis cak dio?
    percuma jnj2 tp dak telaksana

    tp,tunggu awal bulan juli ado gebrakan hwbat dari SYAHRIAL OESMAN.

    tunggu tanggal main nyo

  212. @ maranai KOMERING

    itulah kehabatan alex noedin, mempunyai visi, pemikiran, dan aplikasi/penerapan yang sudah terbukti, tunggu bae, kedepan kagek, ketika sumsel yang dipimpin alex noerdin telah maju meninggalkan propinsi-propinsi yang laen. saat itulah alex noerdin kita sokong menjadi presiden RI.

    kalu sahrial, diajak debat bae ketakutan .. demam kalu badannyo hahahha ….

    wajar bae, samo jambi, bengkulu lagi kalah … ghahahahha

  213. yup bener banget

    Alex = Pembual Besar..mau nurunin harga minyak..?????? Mimpi Kali ye…!!!! hiks..hiks…

    inilah bukti nyata..kalo alex itu pembual..
    dan orang-orang yg mendukung_nya..adalah orang-orang yg hidup di dunia khayalan…hiks..hiks..

    BANGUN Oi..Sudah Siang..Kerja Nyata jgn CUMA MIMPI..

  214. hahaha, Alex nak menstabilke hargo BBM samo hargo sembako, dasar pendukung Alex lah gilo galo…BBM samo sembako naek kareno Ekonomi Dunio…pake apo? pake duit MUBA….nah lah gilo galo ini, dukung boleh bae…tapi pake otak dikit, pantes bae alex ado program “Sekolah & Berobat Gratis”, biar anak buahnyo pada waras samo sehat hahahaha…..bangun oiii..bangun…dasar lah gilo galo, mending kalo otak di dengkul, ini dak katek otak samo sekali, payo bepikiiiir oiiiiiiii…

  215. wah,,

    kyknya org lama semua yg maju pilkada…

    bener2 hopeless pilkada ni..

    ayo generasi muda mana gaung mu…

    hidup mahasiswa!!

    satu kesalahan mahasiswa pd reformasi 10 th lalu, yaitu hanya menurunkan Soeharto tp tdk merubah semua ’sistem-nya’…makanya negara ga maju-maju..ayo,saatnya qt sbg ‘jong indonesia’ yg maju..

    ayo generasi muda,,,tunjukkan nYali mu….

    saVe Indonesia…

  216. @ Kentut Asu..cuuuiiiiiih…

    kematian itu ketentuan tuhan, setiap orang akan merasakan..kita akan pergi dan ditinggal pergi..

    kebetulan saya lebih dahulu merasakan itu..mungkin anda belum.
    tapi nanti jika waktunya samapai..engkau akan menagis..

    pada saat itulah, engkau akan menyesal atas apa yg telah anda tulis untuk saya..

    ingat pesan_ku ini baik-baik..

  217. ADA APA SYAHRIAL OESMAN DENGAN PROGRAM PENDIDIKAN GRATIS YANG BERKUALITASNYA

    Tulisan ini merujuk dari :

    1. Pembangunan Pendidikan Sumsel Masih Tertinggal (Catatan Memperingati Hardiknas), Ambo Intang, Dosen Universitas Taman Siswa Palembang, BeritaPagi, Jumat, 2 Mei 2008, Halaman 18, Rubrik Opini. (Dengan merujuk pada buku “Capaian Kinerja Pembangunan Pendidikan Nasional 20-05-2008 yang dikeluarkan oleh Depdiknas RI)

    2. Refleksi Pendidikan Tak Tuntas, Ferdiansyah, SE., MM. Anggota Fraksi Partai Golkar DPR Komisi X, Kandidat Doktor UNJ, Seputar Indonesia, Jumat, 2 Mei 2008, Halaman 5, Rubrik Opini.

    3. Slide Paparan Mendiknas (Pembangunan Pendidikan Nasional), oleh Departemen Pendidikan Nasional, Rapat Pimpinan Nasional, Arga Mulya, 31 Januari 2008.

    rembuk2008.diknas.go.id/bahan/PAPARAN%20MENDIKNAS%20PADA%20REMBUK%2031%20JANUARI%202008%20RM.ppt

    Banyak cara untuk mengukur keberhasilan kinerja pemerintahan, misalnya di bidang pendidikan. Dalam bidang pendidikan ini, untuk mengetahui kenerja atau sampai sejauh mana keberhasilan pembangunan dibidang pendidikan maka kita akan membandingkan kemampuan Provinsi Sumatera Selatan ini dengan provinsi-provinsi lain dan target nasional yang seharusnya dicapai oleh suatu daerah. Perbandingan ini memakai indikator-indikator terukur.

    1. Rasio Jumlah Siswa SMK dengan SMA yang masih rendah dibanding daerah regional atau Sumbagsel

    TABEL 1
    PERBANDINGAN JUMLAH SISWA SMK VS SMA DI SUATU DAERAH

    NO ….DAERAH ……….RASIO ………PERINGKAT DARI 33
    …………………………………PROVINSI DI INDONESIA
    1 …..TARGET NASIONAL ….40:60 . 40%
    2 …..SUMSEL ………….25:75 . 25% ….. (29)
    3 …..JAMBI …………..30:70 . 30% ….. (24)
    4 …..BENGKULU ………..37:63 . 37% ….. (15)
    5 …..LAMPUNG …………38:62 . 38% ….. (14)
    6 …..BANGKA-BELITUNG ….39:61 . 39% ….. (12)

    Dari Tabel 1, didapat bahwa untuk perbandingan jumlah siswa SMK terhadap siswa SMA di provinsi Sumatera Selatan (25:75) masih jauh di bawah target nasional (40:60). Provinsi ini urutan 29 dari 33 provinsi di Indonesia. Dibandingkan dengan daerah-daerah regional atau sumbangsel pun provinsi ini masih kalah. Provinsi Jambi peringkat 24 dari 33 provinsi, Bengkulu peringkat 15, Lampung peringkat 12 dan Bangka-Belitung peringkat 12 dari 33 provinsi di Indonesia.

    2. Peningkatan Mutu Dan Daya Saing Pendidikan Yang Masih Rendah

    TABEL 2
    KUOTA JUMLAH GURU BERSERTIFIKAT PENDIDIK

    NO DAERAH JUMLAH GURU
    1 .SUMSEL ………….. 5,128
    2 .SUMBAR ………….. 6,241
    3 .RIAU & KEP. RIAU …. 5,149
    4 .SULSEL …………. 10,089
    5 .JATIM ………….. 31,695
    6 .JABAR ………….. 18,424
    7 .JATENG …………. 21,491
    8 .SUMUT ………….. 12,105
    9 .LAMPUNG …………. 7,844

    Dari Tabel 2, didapat kuota jumlah guru bersertifikat pendidik sampai tahun 2007 masih dibawah Sumbar (6.241 orang), Lampung (7.844 orang), Riau dan Kepulauan (5.149 orang) dan Sumut (12.105 orang).

    4. Perluasan Akses Pendidikan Yang Masih Rendah di Tingkat Nasional, Bahkan Dibandingkan Dengan Kabupaten Musi Banyuasin Yang Telah Meninggalkan Terget Nasional.

    APK atau Angka Partisipasi Kasar adalah rasio jumlah siswa, berapapun usianya, yang sedang sekolah di tingkat pendidikan tertentu terhadap jumlah penduduk kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikan tertentu.
    Misal, APK SD sama dengan jumlah siswa yang duduk di bangku SD dibagi dengan jumlah penduduk kelompok usia 7 sampai 12 tahun.

    APK ini terkait dengan perluasan layanan pendidikan di suatu daerah, yaitu seberapa luas layanan pendidikan terhadap penduduk pada usia sekolah tertentu (misalnya SD, SMP atau SMA). Di provinsi Sumatera Selatan, pada saat ini, masalah ini menjadi masalah yang sangat serius. Masih banyak populasi anak usia sekolah di propinsi ini yang tidak atau sulit untuk bersekolah karena berbagai faktor penghambat, terutama karena faktor ekonomi. Padahal, diketahui bahwa Provinsi ini adalah provinsi terkaya ke 5 di era otonomi daerah. Hal ini tidak terjadi pada Kabupaten Musi Banyuasin. Besarnya anggaran pendidikan (lebih dari 20%) dan praktik sekolah gratis yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin sejak tahun 2002 misalnya terbukti memiliki kontribusi positif terhadap peningkatan akses mutu pendidikan di daerah ini.

    TABEL 3
    ANGKA PARTISIPASI KASAR (APK) SD DI TINGKAT NASIONAL, PROVINSI SUMATERA SELATAN DAN KABUPATEN MUSI BANYUASIN PADA TAHUN2007

    NO … APK (%) ….. KETERANGAN
    1 …. 94.66 ……. Target Nasional Tahun 2007
    2 …. 94.90 ……. Realisasi Nasional Tahun 2007
    3 … 118.24 ……. Realisasi Kab. Muba Tahun 2003
    4 … 119.15 ……. Realisasi Kab. Muba Tahun 2007
    5 …. 93.34 ……. Realisasi Prov. Sumsel Tahun 2007

    Dari Tabel 3, dapat dilihat bahwa APK SD untuk saat ini, Provinsi Sumsel (93.34%) masih dibawah target Nasional (94.90%). Bandingkan dengan APK SD untuk Kabupaten Musi Banyuasin (119.15%) yang sudah jauh meninggalkan target/realisasi Nasional, apalagi Propinsi Sumatera Selatan.

    TABEL 4
    ANGKA PARTISIPASI KASAR (APK) SMP DI TINGKAT NASIONAL, PROVINSI SUMATERA SELATAN DAN KABUPATEN MUSI BANYUASIN PADA TAHUN2007

    NO .. APK (%) …. KETERANGAN
    1 … 91.75 …… Target Nasional Tahun 2007
    2 … 92.52 …… Realisasi Nasional Tahun 2007
    3 … 62.74 …… Realisasi Kab. Muba Tahun 2003
    4 … 95.27 …… Realisasi Kab. Muba Tahun 2007
    5 … 84.90 …… Realisasi Prov. Sumsel Tahun 2007

    Dari tabel 4, dapat dilihat juga bahwa untuk pemerataan pendidikan di tingkat SMP, lagi-lagi Provinsi Sumsel belum bisa mencapai target nasional yanitu dengan APK (84,90%) yang dibawah APK Target Nasional (91.75%) dan Realisasi Nasional (92.52%). Bandingkan dengan APK Kabupaten Musi Banyuasin (95.27%) dengan program pendidikan gratisnya yang telah meninggalkan target/realisasi nasional.

    Menurut (Ferdiansyah, 2008), Depdiknas akan mencapai laju peningkatan APK per tahun sekitar 3% sampai 4% dengan melakukan strategi yang lebih kreatif lagi, bersinergi dengan pembangunan infrastruktur serta tidak terpaku pola-pola lama. Data ini didapat dari rapat kerja komisi X DPR RI dengan Depdiknas pada tanggal 8 Februari 2008. Dari hasil rapat tersebut, beliau juga menambahkan bahwa sudah dapat dipastikan 11 provinsi tidak akan tuntas dalam program penuntasan wajib belajar pendidikan dasar, karena APK 11 provinsi dan 149 Kabupaten/Kota kurang dari 95%.

    Melihat capaian APK Prov. Sumsel tahun 2007 sebesar 84.90%, dengan melakukan strategi yang lebih kreatif lagi dibanding yang telah dilakukan selama ini, diasumsikan didapat peningkatan APK 4% per tahun maka untuk 2 tahun akan mencapai APK sebesar 94% dan ini masih dibawah target APK Nasional (95%). Jadi jelas di sini bahwa Prov. Sumsel termasuk 11 provinsi dari 33 provinsi yang ada di Indinesia ini yang dipastikan untuk tahun 2009 tidak akan tuntas dalam program penuntasan wajib belajar pendidikan dasar.

    Bagaimana sebaran pendidikan untuk tingakat SMA, apa yang dapat dilakukan oleh Pemprov Sumsel, data pada tabel dibawah ini.

    TABEL 4
    ANGKA PARTISIPASI KASAR (APK) SMA DI TINGKAT NASIONAL, PROVINSI SUMATERA SELATAN DAN KABUPATEN MUSI BANYUASIN PADA TAHUN2007

    NO … APK (%) . KETERANGAN
    1 … 60.20 …. Target Nasional Tahun 2007
    2 … 60.51 …. Realisasi Nasional Tahun 2007
    3 … 21.83 …. Realisasi Kab. Muba Tahun 2003
    4 … 70.21 …. Realisasi Kab. Muba Tahun 2007
    5 … 52.20 …. Realisasi Prov. Sumsel Tahun 2007

    Untuk tingkat SMA, lagi-lagi Prov. Sumsel kedodoran. APK prov Sumsel (52,2%) masih dibawah standar APK Nasional (62.20%). Bila dibandingkan dengan prestasi yang dilakukan oleh Kabupaten Musi Banyuasin pun masih kalah jauh (70.21%).

    Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa

    1. Proses pembangunan pendidikan yang dilakukan oleh provinsi Sumatera Selatan (pemerintahan Syahrial Oesman) dibawah standar Nasional, dan termasuk 11 provinsi/daerah terbelakang di tahun 2009 dalam soal pembangunan pendidikan. Hal ini pun sangat kontras bila dibandingkan pembangunan pendidikan oleh Kabupaten Musi Banyuasin (pemerintahan Alex Noerdin) dimana pembangunan yang dicapai telah melebihi target dan perolehan nasional.

    2. Kaya miskin suatu provinsi/daerah, bukanlah penentu tunggal bagi maju mundurnya sebuah pembangunan pendidikan. Sebaliknya yang sangat menentukan adalah sejauh mana komitmen pemimpinnya terhadap dunia pendidikan dan program strategisnya dalam membangun pendidikan di daerah yang bersangkutan.

    Lantas kita pun bertanya, … Ada apa Syahrial Oesman dengan Program Pendidikan Gratis Yang Berkualitas, bila jumlah penduduk untuk usia sekolah di Sumatera Selatan ini pun belum bisa diusahakannya mencapai standar Nasional, bahkan akan menjadi 11 provinsi terbelakang pembangunannya diantara 33 provinsi di Indonesia ini pada tahun 2009 ?

    jenderalkumbang@yahoo.com

  218. Wangga kau tuh harus sadar
    jangan bodoh jadi wong
    kalau kato so makan tai makan

    kau tuh idak sekolah jadi otak kau otak udang
    gawe nyo ….jalan mdr buntut trus

  219. wangga itu wong kurang waras lari dari RS JIWO wajar bae dio ngomong sekendak perut dio.

  220. @m2OKUS

    km km tu pendukung alex yang gilo galo.la tau pembohong,penzina msh tula di dukung

    kau punyo keluargo,atau bapak kau penzina pasti kau bunuh kan???
    cubo adek kau yang di selingkuhi atau bini kau yang di ambek Ir alex noerdin.apo la perasaan kau???

    sekarang pemimpin penzina nak mimpin sumsel???

    dasar nak di laknat allah nian wong wong yang bela penzina,pembohong,

    bupati muba nak turunin hargo BBM sm sembako,lucu ye
    SBY,presiden sekalipun dak biso mencegah,tp bupati kemarin sore nak nurunin BBM.ketahuan nian bohong,bohongin wong plaju pulo.kalo memang dio biso nurunin BBM,dak usah di INDONESIA,di plaju bae

    bensin rp 2000
    solar rp 1500

    aq pilh dio.itu bae!!!

  221. @m2OKUS

    km km tu pendukung alex yang gilo galo.la tau pembohong,penzina msh tula di dukung

    kau punyo keluargo,atau bapak kau penzina pasti kau bunuh kan???
    cubo adek kau yang di selingkuhi atau bini kau yang di ambek Ir alex noerdin.apo la perasaan kau???

    sekarang pemimpin penzina nak mimpin sumsel???

    dasar nak di laknat allah nian wong wong yang bela penzina,pembohong,

    bupati muba nak turunin hargo BBM sm sembako,lucu ye
    SBY,presiden sekalipun dak biso mencegah,tp bupati kemarin sore nak nurunin BBM.ketahuan nian bohong,bohongin wong plaju pulo.kalo memang dio biso nurunin BBM,dak usah di INDONESIA,di plaju bae

    bensin rp 2000
    solar rp 1500

    aq pilh dio.itu bae!!!

    salam maranai KOMERING

  222. yang buat COMMENT 198 pake marnai KOMERING = TIKUS CURUT+BANCI
    pake nama sendiri lah kalo memang berani,jujur aja jd orang
    q tggu comment mu

    salam maranai KOMERING

  223. Kacian deh loe maranai KOMERING

    sungguh licik nyo syahrial Oesmman
    setiap kali alex mau ngadoke acara selalu dihalang2i
    emangnyo sumsel ni punyo dio…

    kalau dio ngadoken acara lancar bae
    bini alex ngadoke pengajian dio suruh wong halang2i

    cak mano lah wong cak so ni
    padahal baru balek dari Haji tapi watak nyo preman/cak wong idak katek agama bae. kalau ado agama idak mungkin wong pengajian dihalang-halangi / cak wong katek kepercayaan bae.

    wong cak so ni idak pantas lah jadi pemimpin
    idak katek nian raso menghargai wong……
    cak dio lah yg paling hebat
    apo idak takut mati….

    CD fitnah diputer di Sekolahan PGRI muara enim.
    sesungguh nya perbuatan fitnah sangat dibenci oleh allah
    pak so sadar…….lah…..bapak kan baru pulang dari haji
    jangan berbuat dosa lagi lah,….

    so tak pantas lagi jadi pimpinan sumsel
    mari kita pilih gubernur baru

    perilaku dan perbuatan nya tak pantas di contoh

  224. so terkencing2 di celana
    takut kala pemilu gub

  225. @ idnan
    kalo CD tu fitnah ngapo alex dak lapor polisi???
    kan pencemaran nama baik
    lolo kau tu

    wajar kekuasaan tertinggi di sumsel di pegang oleh gubernur,jd apo pun acara yang dak sesuai,misal kampanye alex di plaju di larang,baliho2 di rusak karena sekarang beum masuk masa kampanye

    sudah itu ALEX NOERDIN kampanye ke plaju
    ngmg BBM sm Sembako murah dfak bakal naek

    BOHONG!!!!!!!!!!

    SBY bae dak biso cegah kenaikan BBM,tp seorang bupati nak nurunion,ataumempertahan kan BBM dgn harga lama….lucu ye

    tega dio bohongi wong wong plaju,dak masuk akal la bupati naknurunin BBM

    ketahuan nian pembohong!!!!

    salam maranai KOMERING

  226. Kepada Yth,
    seluruh Simpatisan SO

    untuk diketahui bersama :

    1. Blog ini sengaja dibuat untuk Memprovokasi..dengan Tujuan Ahir adalah terjadinya perpecahan khususnya di tanah sumatera Selatan ini, dan Indonesia pada umumnya.

    2. Banyak sekali komentar – komentar (99,999 % ) dari simpatisan SO yg telah dihapus..karena mereka takut akan bangkitnya kesadaran para anggota forum akan fakta yg sebenarnya.

    3. Tulisan yg mereka/admin sajikan adalah kampanye hitam dari kubu AN..dengan harapan dapat membentuk opini sesuai dengan yg mereka harapkan. tetapi kita / masyarakat lebih cerdas dari yg mereka duga..

    4. Kerena ke_TIDAK MAMPU_an mereka untuk berdiskusi dengan cerdas dan berwawasan ahirnya para pendukung AN hanya bisa mencaci dan memaki

    oleh karena itu, saya menagajak rekan – rekan semua :

    1. Mewaspadai bahaya laten yg ditimbulkan dari usaha provokasi blog ini

    2. kita tidak perlu lg berkomentar karena akan sia – sia ( dihapus ) dan biarkan mereka berpesta memuja – muji AN..biarkan mereka tenggelam dalam mimpi..iklaskan saja..karena kita telah berusaha untuk mengingatkan.

    3. Kita tidak perlu lg menanggapi ocehan pendukung AN yg keluar dari hati dan pikiran mereka yg busuk..mereka adalah BAU BUSUK KEHIDUPAN..!!!

    4. Kepada rekan – rekan semua..teruslah berprestasi..gapai tantangan kedepan dengan wawasan dan skiil yg nyata..

    Selamat Berkarya..Sukses Selalu
    Hormat saya,
    Wangga

  227. bener jok,memasoalnyo katek cr laen.ng blog ini to provokasi,dan pendukung alex sedang terpojok,,,

    jd si supriadi lolo ngapusi comment yang menurut dio dak pantes di tampil ke di sini,tp yang jelek2in syahrial oesman malah di diemi,dak di hapus…!!!

  228. Yoo, mak itulah politik. idak dapt apa2 bela mati-matian. Dasar tim sukses tolol semua. Enak jadi bini simpanan, dapat di tidurin dan dapat uang banyak. cari cak itu bae. Aku dukung Rosihan Bae dari jalur independen. hehehehehhe

    Sisca

  229. cerdas kamu sis, gitu dong. jangan mentang2 bini simpanan gak pacak bepikir lagi yang bener. yok sis. ok sis, selamat ayik aja ya ama papa ya. kami doa mu untuk mu.

  230. mano tarec dosen IBA tim sukses, gaji 15 juta per bulan. alfitri si dosen unsri, mano? kok dak nampil di blog ini. napa? takut mentraktir temen2 ya. jangan gitu dong. santai aja, gak kami minta kok. cuman kau tuh jujur, kau tuh tim sukses alex. bukan peneliti, bohongin temen2 mu biar gak minta gaji mu ya. Bisa gak membedakan peneliti dan tim sukses? penliti itu jujur? kalau tim sukses penjilat pantat.

  231. Alex Noerdin, kemampuannya bernegosiasi, berorganisasi sebagai ketua daerah-daerah penghasil migas.

    Sebagain besar Dana APBD Provinsi didapat dari daerah-daerah penghasil migas (termasuk Sumsel) yang diketuai oleh Alex Noerdin.

    Pertanyaannya : Sekarang, Apa kehebatang Syahrial Oesman ???

    —————-

    http://dpd.go.id/news_content.php?page=Jurnal%20dan%20Siaran%20Pers&id_berita=495

    Jurnal dan Siaran Pers

    24-03-2006
    Forum Konsultasi Daerah Penghasil Migas (FKDPM) Tuntut Transparansi Bagi Hasil Migas

    JAKARTA (Dewan) Para kepala daerah penghasil minyak bumi dan gas (migas) yang tergabung dalam Forum Konsultasi Daerah Penghasil Migas (FKDPM) menuntut transparansi perhitungan bagi hasil, ketepatan waktu pembayaran dana bagi hasil, dan keadilan sesuai proporsi pembagian keuangan antara pusat dan daerah serta antara daerah penghasil dan bukan penghasil migas.

    Rombongan dipimpin Ketua Umum FKDPM Alex Noerdin yang juga Bupati Musi Banyuasin, didampingi Sekretaris Umum Dadang S Muchtar (Bupati Karawan), dan para ketua-ketua seperti Satono (Bupati Lampung Timur), asisten Bupati T Taufil mewakili Bupati Bengkalis Syamsurizal, Jusuf Serang Kasim (Walikota Tarakan), Achmad Amins (Walikota Samarinda); M Hasan Basri, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Pertambangan dan Energi Kabupaten Sidoarjo; dan anggota tim pakar Teuku Abdullah Sanni.

    Mereka diterima Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita, Ketua Panitia Ad Hoc I Muspani, Wakil Ketua Komisi Ad Hoc II Lalu Yusuf di ruang rapat pimpinan DPD lantai 8 Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/3).

    Beberapa masalah disampaikan kepada pimpinan DPD. Menurut FKDPM, yang memerlukan perbaikan terkait pengelolaan migas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah penghasil adalah formula bagi hasil yang adil. Pemerintah pusat belum menerapkan asas transparansi mengenai perhitungan bagi hasil kepada daerah-daerah penghasil migas.

    Forum juga meminta pemerintah pusat tidak menunda-nunda pembayaran dana bagi hasil, tidak mengambil hak atas royalti lebih dari seharusnya, tidak membiarkan daerah produksi tetap miskin dan tidak berkembang, serta tidak membiarkan daerah penghasil mengalami kerusakan lingkungan akibat kegiatan eksplorasi. FKDPM juga mempertanyakan transparansi lifting dan biaya operasional migas.

    �Intinya, daerah penghasil migas mengharapkan pemerintah merevisi formula perhitungan bagi hasil yang belum memenuhi asas transparansi dan berkeadilan. Pada formula lama daerah tidak mendapatkan bagian,� ujar Hasan. Alex menyebutkan, bagi hasil yang diterapkan tidak memberi kontribusi signifikan bagi daerah penghasil karena di daerah penghasil migas besar, tetapi angka kemiskinan masih tinggi.

    Misalnya, FKDPM mempertanyakan perhitungan ongkos produksi hasil minyak bumi yang kurang transparan kepada daerah penghasil, padahal daerahlah yang memiliki hak potensi, hak eksistensi, dan hak menentukan kebijakan atas sumber minyak bumi di daerah bersangkutan. �Riau penghasil minyak yang besar, tetapi hasilnya buat daerah kecil,� ujar Taufil.

    Mewakili rekan-rekannya, Alex meragukan transparansi perhitungan bagi hasil dari minyak bumi sebesar 6% untuk kabupaten/kota penghasil sesuai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Sebab, menurutnya, perhitungan dewan pakar FKDPM yang diterima daerah penghasil paling tidak hanya 1,2%.

    Menyangkut ketepatan waktu pembayaran dana bagi hasil, Alex menyatakan, saat ini pihaknya sudah tidak bisa lagi mentoleransi keterlambatan tersebut. Persoalannya, kelambatan tersebut terkesan disengaja, padahal dana tersebut sangat diperlukan daerah untuk menyusun anggaran pembagunan dan belanja daerah (APBD). �Menghadapi tahun anggaran 2007, kami meminta agar dana untuk daerah penghasil bisa diperjuangkan tepat waktu,� kata Satono.

    Lainnya, soal dana pengelolaan lingkungan. Persoalan jaminan kelestarian dan rehabilitasi lingkungan di daerah-daerah pertambangan juga menjadi masalah penting yang dituntut untuk diperhatikan pemerintah yang diambil dari dana bagi hasil. Sejumlah daerah kini harus menanggung beban akibat penurunan kualitas lingkungan sebagai dampak aktivitas pertambangan. �Jumlah 6% cukup atau tidak. Kalau boleh lebih besar, karena daerah menganggung langsung beban lingkungan,� tambah Alex.

    Pernyataan yang sama dipaparkan Dadang dan Jusuf. Pelaksanaan community development tidak melibatkan daerah penghasil, padahal daerah diwajibkan memelihara kelestarian lingkungan dalam kewenangannya mengolah sumber daya nasional di wilayah masing-masing.

    Baik Jusuf maupun Alex mendesak pimpinan DPD untuk menyampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada rapat konsultasi nanti, agar prinsip-prinsip good governance yaitu transparansi, akuntabilitas, dan fairness dalam penggunaan dana bagi hasil. Jusuf dan Alex juga meminta DPD secara terus-menerus memperjuangkan prinsip-prinsip ini dalam pembagian bagi hasil dengan melibatkan berbagai pihak, di antaranya Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Departemen Keuangan, BP Migas, Departemen Dalam Negeri.

    FKDPM juga memprotes realisasi lifting tahun anggaran dan prognosa antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah penghasil migas karena keterlambatan distribusi bagi hasil migas kembali terulang. Misalnya, realisasi triwulan I tahun anggaran seharusnya direalisasikan ke daerah penghasil secepatnya, ternyata baru terealisasi pada triwulan III di tahun anggaran yang sama.

    �Dana yang mestinya didistribusikan kepada daerah tepat waktu ternyata terlambat sehingga mengacaukan kondisi keuangan di daerah yang mengandalkan sumber pendapatan dari bagi hasil migas,� jelas Hasan. Selama ini Forum tidak mendapatkan penjelasan memadai dari Departemen Keuangan dan instansi terkait keterlambatan pencairan dana bagi hasil migas. Keterlambatan berulang-ulang ini menunjukkan kekurangprofesionalan pengelolaan keuangan oleh pemerintah pusat.

    Selain itu, mereka mempertanyakan sikap BP Migas yang tidak menanggapi permintaan salinan lifting migas KPS (kontraktor bagi hasil). Mereka mengaku sering kecewa karena harus terus-menerus menagih dana bagi hasil. Karena itu, FKDPM meminta DPD mendesak pemerintah menyiapkan perhitungan lifting migas sebelum perhitungan lifting dimulai agar daerah tidak lagi mempertanyakan angka yang baru disodorkan pemerintah dalam rapat.

    Menanggapi keluhan kepala daerah, Ginandjar mengatakan bahwa semua permasalahan daerah akan disampaikan langsung kepada Presiden Susilo Bambang Yuhoyono pada saat rapat konsultasi Presiden dengan DPD, Selasa (28/3) depan. �DPD memang masih baru dengan kewenangan terbatas, tetapi kami akan berusaha optimal memperjuangkan aspirasi daerah.� (IMS)

  232. 1. Blog ini sengaja dibuat untuk Memprovokasi..dengan Tujuan Ahir adalah terjadinya perpecahan khususnya di tanah Sumatera Selatan ini, dan Indonesia pada umumnya.

    3. Tulisan yg mereka/admin sajikan adalah kampanye hitam dari kubu AN..dengan harapan dapat membentuk opini sesuai dengan yg mereka harapkan. tetapi kita / masyarakat lebih cerdas dari yg mereka duga..

    oleh karena itu, saya mengajak rekan – rekan semua :

    1. Mewaspadai bahaya laten yg ditimbulkan dari usaha provokasi blog ini

    2. kita tidak perlu lg berkomentar karena akan sia – sia ( dihapus ) dan biarkan mereka berpesta memuja – muji AN..biarkan mereka tenggelam dalam mimpi..iklaskan saja..karena kita telah berusaha untuk mengingatkan.

    3. Kita tidak perlu lg menanggapi ocehan pendukung AN yg keluar dari hati dan pikiran mereka yg busuk..mereka adalah BAU BUSUK KEHIDUPAN..!!!
    kalau kita terus menanggapi ocehan busuk mereka..maka akan kita rugi….!!rugi waktu, pikiran, energi..

  233. kacian deh loe wangga
    mati loe sano
    pengen aku ngoco palak kau

  234. FAKTA

    4. Karena ke_TIDAK MAMPU_an mereka untuk berdiskusi dengan cerdas dan berwawasan ahirnya para pendukung AN hanya bisa mencaci – memaki, serta memutar balikan persepsi..

    oleh karena itu, saya mengajak rekan – rekan semua :

    2. kita tidak perlu lg berkomentar karena akan sia – sia ( dihapus ) dan biarkan mereka berpesta memuja – muji AN..biarkan mereka tenggelam dalam mimpi..iklaskan saja..karena kita telah berusaha untuk mengingatkan.

    3. Kita tidak perlu lg menanggapi ocehan pendukung AN yg keluar dari hati dan pikiran mereka yg busuk..mereka adalah BAU BUSUK KEHIDUPAN..!!!
    kalau kita terus menanggapi ocehan busuk mereka..maka akan kita rugi….!!rugi waktu, pikiran, energi..

  235. Gubernur Siap Ditahan

    Asal Pelabuhan Internasional TAA Terwujud

    PALEMBANG – Keinginan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mewujudkan Pelabuhan Internasional Tanjung Api-Api (TAA) benar-benar kuat. Bahkan, Gubernur Ir H Syahrial Oesman MM menegaskan, apa pun akan ia hadapi untuk mewujudkan pelabuhan yang sudah sejak 40 tahun lalu direncanakan pembangunannya. Tekad tersebut, menurut Gubernur, semata-mata agar Pelabuhan Internasional TAA tetap berjalan dan terlaksana. Sebab, menyangkut kepentingan dan keinginan 7 juta masyarakat Sumsel ke depan.

    “Walaupun terjadi pro dan kontra, dan walaupun nantinya saya harus ditahan atau bahkan dipenjarakan, saya siap. Asalkan keinginan dari 7 juta masyarakat Sumsel dapat terwujud. TAA sudah sejak 40 tahun yang lalu direncanakan untuk dibangun dan itu memang harus dibangun,” tegas Gubernur di sela-sela perayaan syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sumsel Ke-62 di Griya Agung, kemarin (15/5).
    Dikatakan, pemeriksaan alih fungsi hutan lindung (mangrove) yang menjadi lokasi proyek TAA oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bukan terkait perizinan. Tetapi, ada masalah lain. Masalah apa? “Adalah…. dak enak dibahas di sini,” kata gubernur berlalu.
    Sebaliknya, kepada seluruh masyarakat Sumsel, Gubernur berharap agar terus berpartisipasi, berperan serta dalam mewujudkan pembangunan demi kepentingan bersama. “Kita lihat ke belakang, jadikan pelajaran. Kita lihat ke depan, menatap dan membangun Sumsel yang berkesinambungan, baik itu ekonomi, pendidikan, mutu dan infrastrukturnya,” kata Gubernur lagi.
    Saat pidato dalam upacara peringatan HUT Sumsel Ke-62 di halaman kantor Pemprov Sumsel, Jl Kapten A Rivai, pukul 07.35 WIB, Gubernur juga mengingatkan, peringatan HUT Sumsel tahun ini akan menjadi titik awal kemajuan Sumsel ke depan. Yakni, lebih menggiatkan pembangunan di segala sektor kehidupan masyarakat.
    Dikatakan, ada tiga bidang yang menjadi perhatian Pemprov Sumsel. Yakni, perbaikan dan pembangunan infrastruktur, pengembangan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, dan kesehatan.
    Khusus bidang infrastruktur, lanjut Gubernur, sekarang Sumsel tengah berbenah dengan membangun pelbagai sektor. Antara lain, fly over (jembatan layang), rencana pembangunan Jembatan Musi 3, hingga pembangunan TAA.
    Nah, di sektor ekonomi, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumsel mengalami kenaikan sangat signifikan. Sebagai contoh, tahun 2003, total pendapatan Sumsel Rp843.341.654.000, sedangkan 2007 mencapai Rp2.194.239.953.836. Terjadi kenaikan sekitar 160,18%.
    Ke depan, pemerintah bakal meningkatkan pendapatan masyarakat dengan menumbuhkan peluang-peluang kerja. “Untuk bidang pendidikan, kita akan lebih perhatikan segi mutu maupun perlengkapan infrastruktur.”
    Sekadar diketahui, HUT Sumsel kali ini mengangkat tema, “Membangun Sumsel Sejahtera dengan Pendidikan, Kesehatan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, dan Infrastuktur yang Berkualitas”.
    Hadir saat upacara, Wakil Gubernur Prof dr Mahyuddin NS SpOG, setda, para asisten, para kepala dinas, dan pejabat Sumsel lainnya. Ketua DPRD Sumsel, Drs H Zamzami Achmad, Kapolda Irjen Pol Ito Sumardi DS, dan unsur muspida lainnya. Pimpinan BUMN, BUMS, BUMD, tamu-tamu kehormatan, seperti Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) III, tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.
    Sementara itu, masih rangkaian HUT Sumsel, di DPRD Sumsel berlangsung rapat paripurnamara

    salam maranai KOMERING

  236. syahrial Oesman bagi-bagi Asuransi untuk tukang Becak di belakang PIM . asuransi utk bang becak, 1 buah kipas angin uang 15000. dan nasi bungkus hiks…..hiks…

    PAK SO………NYONTEK PROGRAM ALEX LAGI YO
    ————————————————–

  237. Gw lama-lama jadi gendeng neh ngebaca komen pro Alex. Gw g ngedukung sapa2, cuman gw bisa ngenilai mana yang bagus buat dipilih pada Pilkada Sumsel 2008. Gw cuman pegang prinsip2 doank “yang berlebihan, baek ntu supporter mwpun calon, menurut gw mesti diwaspadai” Gw punya argumen, now elu pada buka hati n fikiran getu aja. Elu tanya ke bathin elu, darimana seh dananya buat pasang baleho seantero Sumsel, pasang iklan di seluruh media, kaseh dokat ke hampir setiap manusia yang ditemuin? Teruz 7annya ap? Now gw kaseh tau, elu pada tau ga, now berkeliaran Lintah Darat Pilkada; mereka nawarin Dana Minimal 50 Milyard buat seorang Calon (yang mau n ambisius tentu) dengan Garansi kalo ga kepilih semua Harta Calon yang digadein; tanah-rumah-deposito-dll, disita! Kalo kepilih? Pembayaran melalui Proyek!
    Nah… mikir ga seh. Kalo Proyek buat bayar Utang Pilkada, lalu buat Rakyat Kapan?
    Taon Pertama, Ngegarangin Tampang supaya orang2 di jajarannya pada takut teruz dilibas yang ga mw nurut “berkoalisi ngambil duit rakyat buat bayar Utang Pilkada”
    Taon Kedua, Sebagian ngasih Proyek buat yang Kasih Pinjem Dana Pilkada, sebagian lagi balikin Modal Pribadi n Keluarga + anak-anaknya.
    Taon Ketiga, Lanjutin Taon Kedua.
    Taon Keempat, Sisain buat rakyat, dah abissss!!!
    Taon Keberapapun, intinya bikin Proyek (ga perlu berpihak, bermanfaat ke Rakyat yang milih dia) yang penting bisa nguntungin dirinya & keluarganya & anak-anaknya + Pilkada Finance yang ngebiayain Pemenangan dia.
    Gw… emang tinggal di Jakarta, tapi gw tau sepenjuru Sumsel. Gw sering nengok ke daerah2, a.l. k Muba. Duh…. kasian deeeh Masyarakat sono. Mereka tuh banyakan diboongin Pemimpinnya (& emang masyarakat sono rada cuex). Ladang-ladang minyak yang udah ditinggalin sama Belanda teruz diusahain Join Asamera Oil teruz Rakyat coz lahannya emang turun-temurun milik mereka buat dapetin Crude Oil 3 liter/hari, Disita Ma Bupatinya! Semuanya dengan alasan untuk kepentingan Rakyat Banyak. Nyatanya? hasilnya dikocok ma Pemimpinnya dapet duit (anggep aja Rp.100), lah yang dibalikin ke Rakyat Rp.1 doank. G sebanding bangetz
    Cuba Elu itung, Ongkos berobat ke Puskes tuh cuman Rp.2.000,- Banyakin aja yg sakit, 600.000 org x 2.000 = Rp.1,2 Milyard setaon. Biaya Sekolah? yah… emang dah ada BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang diGratisin tuh apanya? SPPnya? emang cuman 2.000 perak. Kaliin aja sebanyak apa seh duitnya. Padahal Pemimpinnya dapet Trilyunan dari ngambil milik Masyarakat. Menurut gw definisi Gratis (For Free) tuh, sesuatu yang ga ngambil lebih dari 1/2 dari orang yang dikasih gratis (for free). Misal elu, beli roti 1; gratis 1, beneran gratis. Lah kalo elu mesti beli 1.000 (seribu), gratis 1. Itu mah kebangetan, ga ada gratisnya coz biaya gratisnya dah dicuri dari yang 1.000 tadi.
    Pokoknya kudu ati2, gw ingetin, elu pada jangan ampe terkecoh n mau diboongin sama Ya’jud Wa Ma’jud, yang nawarin serba Indah, serba Enak, serba Gratis, serba Duit 7annya supaya ikut pengaruhnya. Saran gw, pilih aja yang Ga Banyak Janji + Low Profile + Terbukti + Yang Lum Mentingin Keluarga & Anak-anaknya. Tapi seh terserah elu pada, yang penting ga nyesel.
    Liat tuh da apa di http://www.youtube.com/watch?v=bHH8wH2Hzww

  238. WAH…LICIK BENER ORANG SO
    GAMBAR ALEX DAN EDY DI SAMPING PARTAI PDI
    DI RUSAK …..

    takut kala ya bos

  239. Buat Opu yang Antek GOLKAR.
    Kau Gak malu ya ngaku orang Golkar? Kau gak malu ya menjadi rombongan orang-orang yang selama 32 tahun menjadi Penindas Rakyat? Kelompok yang menimbulkan Ketakutan di setiap aliran darah merah kental Rakyat Indonesia selama 32 Tahun!!! Kau gak kapok ya menjadi kelompok yang DIHANCUR-LEBURKAN oleh Kekuatan Rakyat di Tahun 1998? Dasar Bunglon! Kau gak ingat ya gimana ketakutannya setiap orang untuk mengatakan Golkar? Apalagi mengaku sebagai orang Golkar seperti kau!? Kau sudah lupa ya teriakan Rakyat Semesta, PILIH PARTAI APA SAJA, ASAL BUKAN GOLKAR!!! Hidup ABG! Mau ya kau minta diulangi lagi sehingga Golkar Kucar Kacir? Mau kau diiris Guilotin seperti Revolusi Perancis?
    Taukah kau, Golkar hanyalah Kaset Baru Lagu Lama! Tetap Licik! Dasar Bodoh kau! Kalau bukan karena Amerika Turun Tangan, Golkar akan TETAP menindas,menghisap darah merah kental Rakyat Indonesia untuk selama-lamanya setelah 32 tahun berlangsung!!! Setelah 10 Tahun berselang, seolah Golkar telah melupakan DOSA-DOSANYA. Berapa ribu Rekan-rekan Mahasiswa, Orang Tua kehilangan anaknya, Suami yang kehilangan Istri, Istri yang menjadi janda karena upaya mempertahankan Sang Penindas?! Lihatlah kau Kekuatan Penindas Penghisap Sumber Daya Alam Indonesia seperti Freeport, dsb yang mengatakan di Irian Jaya kami menambang Tembaga, tapi apa yang mereka, Freeport keruk? Emas kawan!! Produk siapakah itu? Lalu berapa kilogram Emas yang kau kalungkan di lehermu sekarang? Kau perolehkah kenikmatan atas itu??? Lalu tidakkah kau lihat siapakah yang menambang Oil di MUBA sana?? Kami mengalami kerugian karena kami harus Inject Mud lebih banyak ke Well #1. Tidakkah kau tau berapa Kilo Barrel Oil yang disalurkan ke Tug Boat di Sungai Lilin setelah melewati Pig Ball Pipe untuk kemudian diangkut ke Sipangpore?? Lalu berapa Kilo Barrel yang mereka Laporkan ke BKKA?? Siapa-siapa saja itu? Orang-orang GOLKAR jawabnya.

  240. Buat Opu yang Antek GOLKAR.
    Kau Gak malu ya ngaku orang Golkar? Kau gak malu ya menjadi rombongan orang-orang yang selama 32 tahun menjadi Penindas Rakyat? Kelompok yang menimbulkan Ketakutan di setiap aliran darah merah kental Rakyat Indonesia selama 32 Tahun!!! Kau gak kapok ya menjadi kelompok yang DIHANCUR-LEBURKAN oleh Kekuatan Rakyat di Tahun 1998? Dasar Bunglon! Kau gak ingat ya gimana ketakutannya setiap orang untuk mengatakan Golkar? Apalagi mengaku sebagai orang Golkar seperti kau!? Kau sudah lupa ya teriakan Rakyat Semesta, PILIH PARTAI APA SAJA, ASAL BUKAN GOLKAR!!! Hidup ABG! Mau ya kau minta diulangi lagi sehingga Golkar Kucar Kacir? Mau kau diiris Guilotin seperti Revolusi Perancis?
    Taukah kau, Golkar hanyalah Kaset Baru Lagu Lama! Tetap Licik! Dasar Bodoh kau! Kalau bukan karena Amerika Turun Tangan, Golkar akan TETAP menindas,menghisap darah merah kental Rakyat Indonesia untuk selama-lamanya setelah 32 tahun berlangsung!!! Setelah 10 Tahun berselang, seolah Golkar telah melupakan DOSA-DOSANYA. Berapa ribu Rekan-rekan Mahasiswa, Orang Tua kehilangan anaknya, Suami yang kehilangan Istri, Istri yang menjadi janda karena upaya mempertahankan Sang Penindas?! Lihatlah kau Kekuatan Penindas Penghisap Sumber Daya Alam Indonesia seperti Freeport, dsb yang mengatakan di Irian Jaya kami menambang Tembaga, tapi apa yang mereka, Freeport keruk? Emas kawan!! Produk siapakah itu? Lalu berapa kilogram Emas yang kau kalungkan di lehermu sekarang? Kau perolehkah kenikmatan atas itu??? Lalu tidakkah kau lihat siapakah yang menambang Oil di MUBA sana?? Kami mengalami kerugian karena kami harus Inject Mud lebih banyak ke Well #1. Tidakkah kau tau berapa Kilo Barrel Oil yang disalurkan ke Tug Boat di Sungai Lilin setelah melewati Pig Ball Pipe untuk kemudian diangkut ke Singapore?? Lalu berapa Kilo Barrel yang mereka Laporkan ke BKKA?? Siapa-siapa saja itu? Orang-orang GOLKAR jawabnya.

  241. Hei Opu, sadarkah kau…! Kita bisa bicara BEBAS di sini karena KEKUATAN RAKYAT SEMESTA 1998 yang mampu menghancur-leburkan GOLKAR yang mati-matian membela Sang Penindas! 32 Tahun GOLKAR telah menjadi Kendaraan Politik Sang Penindas, RAKYAT SEMESTA berontak.
    GOLKAR Mati Suri, Ketakutan. Tidak ada SATUPUN Manusia di Bumi Pertiwi ini BERANI berkata : “Aku Orang Golkar!”.

    Sekarang, setelah 10 Tahun berlalu,
    GOLKAR SOK SUCI, SOK ALIM, SOK PEMBAHARU, SOK SEGALA SOK! Bahkan TIDAK MALU-MALU, GOLKAR mengatakan “KAMI REFORMIS”.

    Hoh..hoh..hoh…! SIAPA yang REFORMIS??? Nyadar Bro…!!! Baju Baru-Kulit Keriput.

    Hidup ABG!

  242. And buat Denny JA. Kau tiba-tiba muncul di Awal Reformasi. Kau eksis karenanya. Tapi kemudian kau hadir pasang badan di tengah-tengah Penindas! Kau hadir dengan Quick Count-mu. Memang kau Penjilat, demi Menghidupi LSI-mu, demi makan; kau menggaruk di sela-sela tumpukan sampah dan bersembunyi di balik riset yang ‘dibiayai’. Ada berjuta peluang bisnis di Tanah Air, tidak harus mengais sampah-sampah itu. Untuk apa jadi Doktor kalau hanya jadi Pemulung. Mmmm… itung-itung masuk buat Kepentingan ya Den… Silahkan aja, tapi selamat Menggigit Jari untuk Riset-mu di Sumsel!!!!

  243. Dari sumber yang dapat dipercaya, ada poin strategi kampanye Alex Noerdin sebagai senjata jitu:
    - Biar curang asal menang.
    - Dekati setiap tim sukses Syahrial agar bisa membelot (ini yang paling ampuh)
    - Gunakan semboyan janur kuning (serangan fajar): Siapkan pemetaan mata pilih untuk di serang dengan cara uang Rp. 50.000,- (lima puluh ribu)/orang ditambah dengan sembako+kaos, tergantung kharisma seseorang di lapangan.
    - Pada saat malam untuk menuju TPS besok buat seolah-olah ada hajatan (sedekah, nikah) mereka ini untuk menyalurkan sembako
    - Beri jaminan kepada kepala desa yang tersangkut masalah hukum seperti ijazah palsu dan lain-lain.
    - Sebar pamlet, spanduk, umbul-umbul, baju, jam dinding, kalender, cat rumah/posko relawan ungu, jaket tukang ojek/sopir.

    Selain memanfaatkan para barisan sakit hati, keberadaan Relawan Ungu di tim sukses Alex Noerdin tidak kalah menarik. Mari simak relawan yang berblog di relawan-ungu_blogspot_com (ganti tanda _ dengan .). Dengan mengibarkan warna kebesaran Yahudi (www_jewishhistory_org_il, tanda _ diganti .) dan Katolik (santamaria_or_id/beranda_gereja/minggu_palma_dan_warna_unggu, tanda _ diganti .). Apalagi itu didasarkan pada rekan Relawan Ungu yang menggunakan nick t (mirip tanda salib) dan Gundala sebagai makhluk ungu.
    Strategi berbau Yahudi mirip pada komunitas Rotary Club (www_rotary_org, tanda _ diganti .). Namun sayangnya, apabila memang berarwah salib, mengapa pendekatannya selalu dengan kyai-kyai dan selalu dekat dengan pesantren?
    Bila diambil garis kerasnya mirip nian dengan mafioso Purple Gangster (www_crimelibrary_com/gangsters/purple/purplemain.htm, tanda _ diganti .) atau di en_wikipedia_org/wiki/Purple_gang (tanda _ ganti .). Terutama menilik keterlibatan Yapto SS (ketua pemuda pancasila alias preman kakap ‘legal’ Indonesia) dan Tommy Winata (godfather Indonesia) yang sudah menyumbang dana kampanye Alex Noerdin lebih dari Rp 60 milyar.
    Jadi kesimpulannya apa? Waspadai bersama terhadap Gerakan Relawan Ungu!

  244. inilah dia, pada saat saya pulang ke palembang, kebetulan saya ajak teman gua (teman sesama kuliah di luar negeri),ada ngeliat gambar iklan pamflet alex noerdin dengan slogan “Sekolah & kesehatan Gratis” dengan latar berwarna ungu, teman saya yang cerdas ini sempat nyeletuk begini ” coy, ini calon gub sumsel ye, kok warna latarnya ungu kayak yahudi aja”, saat itu gua teringat lambang bintang david punyanya yahudi “juga berwarna ungu”, apakah ini kebetulan saja aku nggak tau, sebab kita kemarin2 juga bahas tentang hari Al _Nakbah Palestina, hari dimana 60 tahun kekalahn total bangsa arab terhadap yahudi yang terusir dari tanah negerinya oleh yahudi di bantu british….

  245. Kan’an adalah bahasa semit ibrani purba yang artinya “ungu kemerah-merahan”, kan’an adalah kota yang sekarang di tempati bangsa yahudi

  246. Sekedar Flasback… gimana GOLKAR selalu memenangkan PEMILU di Tanah Air selama 32 Tahun?

    Cerita seorang Teman Karib Senioren yang pernah bertugas di Irian Jaya. Ketika itu beliau masih berpangkat Letnan Kolonel. Beliau bercerita bagaimana GOLKAR selalu memperoleh l.k. 90% suara di Irian Jaya a.l. karena Memang Sengaja Kertas Suara Beringin (gambar hantu) itu dicoblos rame-rame ketika Kertas Suara itu tiba di sana. Kertas Suara itu sebenarnya tidak pernah sampai ke TPS apalagi ke desa-desa, tetapi hanya mampir di ‘Suatu Tempat’. Lalu ‘diperintahkan’ agar KS itu cukup ditelakkan ‘di sana’ dan silahkan ‘mereka’ mencoblos Gambar Beringin sesuka hati. Alhasil ketika seluruh KS diperiksa hasilnya Golkar #1, menyusul kemudian SATU CONTAINER NASI BUNGKUS + UANG SAKU. Tidak lama kemudian Kotak Suara yang sudah penuh dengan Coblosan Tanda Gambar Golkar dikembalikan ke Provinsi. Hebaaaaattt….!!! Hebat! Makanya selalu dikatakan Golkar menguasai kantong-kantong pemilih di desa-desa. Bukan karena orang-orang desa yang doyan Beringin Tua Jelex, tapi orang-orang desa banyak yang ’se bodo’. Kebodohan itulah yang DIMAKAN Golkar. Jadi, nonsens orang Golkar bicara tentang Sekolah Gratis-Smart-Cerdas-Hapalaaaah…! Orang Golkar menginginkan agar Rakyat Tetap BODOH!!! Supaya Golkar Ditusuk Rame-rame! Dan Supaya Orang Golkar ‘MENUSUK’ Istri-(istri) Orang.

  247. 3. Kita tidak perlu lg menanggapi ocehan pendukung AN yg keluar dari hati dan pikiran mereka yg busuk..mereka adalah BAU BUSUK KEHIDUPAN..!!!
    kalau kita terus menanggapi ocehan busuk mereka..maka akan kita rugi….!!rugi waktu, pikiran, energi..

    MEREKA = BAU BUSUK KEHIDUPAN

  248. YG LEBIH BUSUK PENDUKUNG SYAHRIAL OESMAN
    MENGHALAL KAN BERMACAM CARA UTK UNTUK SO

    YANG LEBIH BUSUK PENDUKUNG SYAHRIAL OESMAN
    BEROBAT GRATIS ………….DILARANG………
    PENGAJIAN DI MESJID DILARANG

    KALAU ACARA DIO LANCAR BAE….
    INI LAH YG DINAMAKAN BUSUK HATI

    SUNGGUH TIDAK BERMORAL BERHATI BUSUK
    TINGKALAKU PREMAN………….

    WANGGA….CONTOH NYA ANDA
    HATI ANDA BUSUK…PIKIRAN ANDA LICIK…
    ANDA BISA NYA MENCACI….

    APAKAH ANDA SUDAH MERASA PINTAR 100 %
    SAYA RASA ANDA TERMASUK ORANG YG TIDAK BERIMAN….
    JANGAN2 ALIRAN YG ANDA ANUT ALIRAN SESAT….

    SAYA LIHAT TULISAN ANDA TENTANG BUSUK..TERUS
    JANGAN-JANGAN ANDA BUSUK…KELUARGA ANDA BUSUK…
    YA ANDA HOBI NYA YG BUSUK2 JADI…TANGGAPAN ANDA BUSUK
    SAMPAI SAMPAI YG HARUM ANDA BILANG BUSUK…
    BERARTI HIDUNG ANDA BUSUK……..( ANDA SAKIT ( GILA GARA-YG BUSUK-BUSUK)

  249. benar tuh wangga bisa nya mencaci
    kalau anda mendukung so mantapkan dukungan anda pada nya.
    tunjukan karya keberhasilan yg anda dukung.
    masalah nya kami tidak begituh tau apa yg so perbuat selama 5 tahun kepemimpinan dia.

    yah….kalau saya pribadi cuma tau So Diperiksa KPK
    menyangkut kasus TAA so korupsi cuma itu saja.
    so minta dukungan pd paguyuban minang,banten dsb,,,

  250. SATU LAGI FAKTA

    4. Karena ke_TIDAK MAMPU_an mereka untuk berdiskusi dengan cerdas dan berwawasan ahirnya para pendukung AN hanya bisa mencaci – memaki, serta memutar balikan persepsi..

    oleh karena itu, saya mengajak rekan – rekan semua :

    1. Mewaspadai bahaya laten yg ditimbulkan dari usaha provokasi blog ini

    2. kita tidak perlu lg berkomentar karena akan sia – sia ( dihapus ) dan biarkan mereka berpesta memuja – muji AN..biarkan mereka tenggelam dalam mimpi..iklaskan saja..karena kita telah berusaha untuk mengingatkan.

    3. Kita tidak perlu lg menanggapi ocehan pendukung AN yg keluar dari hati dan pikiran mereka yg busuk..mereka adalah BAU BUSUK KEHIDUPAN..!!!
    kalau kita terus menanggapi ocehan busuk mereka..maka akan kita rugi….!!rugi waktu, pikiran, energi..

  251. @James Bondon

    Dari James Bondon :
    Dari sumber yang dapat dipercaya, ada poin strategi kampanye Alex Noerdin sebagai senjata jitu:
    - Biar curang asal menang. ….

    Jawab :
    Apakah tidak sebaliknya mas. Yang curang siapa ? Yang bagi-bagi uang siapa ? Apakah indikasi KPK itu tidak cukup ?

    Dari James Bondon :
    …. Apalagi itu didasarkan pada rekan Relawan Ungu yang menggunakan nick t (mirip tanda salib) dan Gundala sebagai makhluk ungu.

    Jawab :
    He he he he, sangat menggelikan, nama saya dimasukkan di dalam analisa anda. Cukup bahagia dan terhormat juga bagi saya, saya sebagai orang kecil ini anda ikutkan di analisa anda. Terima kasih mas. Nick tersebut dipakai asalan saja. Gak ada maksud yang lain. Gundala dipakai karena saya males make nama Superman, Batman, jadi saya pake aja Gundala. Ada-ada saja mas ini … hahahahah

    Dari James Bondon :

    Strategi berbau Yahudi mirip pada komunitas Rotary Club (www_rotary_org, tanda _ diganti .). Namun sayangnya, apabila memang berarwah salib, mengapa pendekatannya selalu dengan kyai-kyai dan selalu dekat dengan pesantren?

    Jawab:
    Dengan pendekatannya ke kyai-kyai, dan kyai-kyai pun paham dan sangat mendukung visi dan misi Alex Noerdin, maka pendapat anda tersebut terbantahkan, ya kan mas.

    Gambar ungu di permasalahkan. Memang apa salahnya warna ungu. Apa terong gak boleh di makan gara-gara warna ungu? Padahal terong itu sangat enak loh di makan. Kadang ada pertanyaan yang aneh-aneh di sini.

    Ngemeng-ngemeng .. eh salah, ngomong-ngomong, nama james bondon itu habat juga, mirip nama james bond, agen 007 yang terkenal banyak ceweknya. Merujuk ke cara berfikir anda, Apakah Syahrial banyak ceweknya ? Tentu tidak kan.

  252. FAKTA

    3. Tulisan yg mereka/admin sajikan adalah kampanye hitam dari kubu AN..dengan harapan dapat membentuk opini sesuai dengan yg mereka harapkan. tetapi kita / masyarakat lebih cerdas dari yg mereka duga..

    4. Karena ke_TIDAK MAMPU_an mereka untuk berdiskusi dengan cerdas dan berwawasan ahirnya para pendukung AN hanya bisa mencaci – memaki, serta memutar balikan persepsi..

    oleh karena itu, saya mengajak rekan – rekan semua :

    1. Mewaspadai bahaya laten yg ditimbulkan dari usaha provokasi blog ini

    2. kita tidak perlu lg berkomentar karena akan sia – sia ( dihapus ) dan biarkan mereka berpesta memuja – muji AN..biarkan mereka tenggelam dalam mimpi..iklaskan saja..karena kita telah berusaha untuk mengingatkan.

    3. Kita tidak perlu lg menanggapi ocehan pendukung AN yg keluar dari hati dan pikiran mereka yg busuk..mereka adalah BAU BUSUK KEHIDUPAN..!!!
    kalau kita terus menanggapi ocehan busuk mereka..maka akan kita rugi….!!rugi waktu, pikiran, energi..

  253. samo atau idak samo?

    “sekolah dan berobat gratis”

    dengan

    “sekolah gratis dan berobat gratis”

    satu lagi……

    berobat = ber + obat…artinyo mencangkup kato kerjo samo bendo…Berobat gratis artinyo prosesnyo samo obatnyo gratis…kiro2 bener dak?

    aku wong buyan nak betanyo

  254. semboyan sumsel lumbung energi sekarang sudah berubah menjadi sumsel lumbung korupsi.

    yang setuju silahkan komentar balik!!!!!!!!

  255. ah.. lucu banget baca komentar2nya, yang lebih lucu nama2 komentatornya..

  256. GUNDALA = gundul kepala.. hehe.. ini pasti Alex Noerdin.

  257. semboyan sumsel lumbung energi sekarang sudah berubah menjadi sumsel lumbung korupsi.

    yang setuju silahkan komentar balik!!!!!!!!

    Komentar oleh IWAN SETIAWAN | Mei 20, 2008

    Nah: kalau yg ini percaya 100 %
    Syarial oesman emang tukang korupsi
    KPK di suap berapo bae

  258. wangga itu wong gilo kabur dari RS JIWO aku tau persis dikernakan wannga tetanggo aku. wangga itu belum sembuh total dari penyakit gilonyo.

  259. duit hasil korupsi So
    dibagi2 so dibelakang PIM

  260. Penting coba klik yang ini :
    trijayafmplg.wordpress.com

  261. TOLONG BUKA MATA KALIAN WARGA SUMSEL….!!!
    KENAPA….?
    masa bodoh yg pilih SO atw AN, yg penting SUMSEL maju..!!!

    2 BALON GUB yg akan MAJU dalam PENCALONAN GUBERNUR SUMSEL PERIODE 2008-2013, TIDAK ada yg cocok utk memimpin SUMSEL…!!!

    mengapa begitu…???
    pertama : SYAHRIAL OESMAN (SO)
    CACAT DALAM PERMASALAHAN :
    -terkait kasus dugaan KORUPSI
    -VISIT MUSI GAGAL TOTAL
    -2003-2008 SUMSEL TIDAK ADA PERKEMBANGAN YG SIGNIFIKAN

    hal positif :
    -dalam periode kepemimpinan dekat dan hangat kepada masyarakat.

    kedua : ALEX NOERDIN (AN)
    CACAT DALAM PERMASALAHAN :
    -Dugaan kasus PERSELINGKUHAN

    hal positif :
    -mampu memberi BUKTI dari thn 2002 memberikan sekolah GRATIS dan PENGOBATAN GRATIS, FAKTA dan NYATA…
    -KETUA PARTAI yg mempunyai dedikasi dan integritas yg TINGGI, serta mampu memberikan BUKTI dlm membawa masyarakat MAKMUR dan SEJAHTERA selama menjabat BUPATI…!!!
    -bisa mem’BUKTI’kan kepada seluruh warga SUMSEL bahwa MUBA merupakan KABUPATEN penghasil MIGAS no.1 diSUMSEL…

    SEKARANG…..!!! mari lihat dan nilai sendiri mana yg mendekati kecocokan utk MEMIMPIN SUMSEL kedepan…???
    mungkin dengan fakta dan realita yg ada diatas bisa berguna utk dijadikan bahan PERTIMBANGAN dalam memilih BALON GUB…?!!!

  262. TOLONG BUKA MATA KALIAN WARGA SUMSEL….!!!
    KENAPA….?
    masa bodoh yg pilih SO atw AN, yg penting SUMSEL maju..!!!

    2 BALON GUB yg akan MAJU dalam PENCALONAN GUBERNUR SUMSEL PERIODE 2008-2013, TIDAK ada yg cocok utk memimpin SUMSEL…!!!

    mengapa begitu…???
    pertama : SYAHRIAL OESMAN (SO)
    CACAT DALAM PERMASALAHAN :
    -terkait kasus dugaan KORUPSI
    -VISIT MUSI GAGAL TOTAL
    -2003-2008 SUMSEL TIDAK ADA PERKEMBANGAN YG SIGNIFIKAN

    hal positif :
    -dalam periode kepemimpinan dekat dan hangat kepada masyarakat.

    kedua : ALEX NOERDIN (AN)
    CACAT DALAM PERMASALAHAN :
    -Dugaan kasus PERSELINGKUHAN

    hal positif :
    -mampu memberi BUKTI dari thn 2002 memberikan sekolah GRATIS dan PENGOBATAN GRATIS, FAKTA dan NYATA…
    -KETUA PARTAI yg mempunyai dedikasi dan integritas yg TINGGI, serta mampu memberikan BUKTI dlm membawa masyarakat MAKMUR dan SEJAHTERA selama menjabat BUPATI…!!!
    -bisa mem’BUKTI’kan kepada seluruh warga SUMSEL bahwa MUBA merupakan KABUPATEN penghasil MIGAS no.1 diSUMSEL…

    SEKARANG…..!!! mari lihat dan nilai sendiri mana yg mendekati kecocokan utk MEMIMPIN SUMSEL kedepan…???
    mungkin dengan fakta dan realita yg ada diatas bisa berguna utk dijadikan bahan PERTIMBANGAN dalam memilih BALON GUB…!!!

  263. MANA YANG NAMANYA SEKOLAH GRATIS ???
    MANA YANG NAMANYA BEROBAT GRATIS ???
    MANA YANG NAMANYA RAKYAT MUBA MAKMUR ???
    BUNG COBA BUAT TIM SURVEI KELILING MUBA,,
    COBA LIHAT DARI LUARNYA SAJA RUMAH RUMAH PENDUDUK MUBA,,
    APA YANG KAU MAKSUD MAKMUR ??

  264. “ADA APA SYAHRIAL OESMAN DENGAN PROGRAM PENDIDIKAN GRATIS YANG BERKUALITASNYA”

    Tulisan ini merujuk dari :

    1. Pembangunan Pendidikan Sumsel Masih Tertinggal (Catatan Memperingati Hardiknas), Ambo Intang, Dosen Universitas Taman Siswa Palembang, BeritaPagi, Jumat, 2 Mei 2008, Halaman 18, Rubrik Opini. (Dengan merujuk pada buku “Capaian Kinerja Pembangunan Pendidikan Nasional 20-05-2008 yang dikeluarkan oleh Depdiknas RI)

    2. Refleksi Pendidikan Tak Tuntas, Ferdiansyah, SE., MM. Anggota Fraksi Partai Golkar DPR Komisi X, Kandidat Doktor UNJ, Seputar Indonesia, Jumat, 2 Mei 2008, Halaman 5, Rubrik Opini.

    3. Slide Paparan Mendiknas (Pembangunan Pendidikan Nasional), oleh Departemen Pendidikan Nasional, Rapat Pimpinan Nasional, Arga Mulya, 31 Januari 2008.

    rembuk2008.diknas.go.id/bahan/PAPARAN%20MENDIKNAS%20PADA%20REMBUK%2031%20JANUARI%202008%20RM.ppt

    Banyak cara untuk mengukur keberhasilan kinerja pemerintahan, misalnya di bidang pendidikan. Dalam bidang pendidikan ini, untuk mengetahui kenerja atau sampai sejauh mana keberhasilan pembangunan dibidang pendidikan maka kita akan membandingkan kemampuan Provinsi Sumatera Selatan ini dengan provinsi-provinsi lain dan target nasional yang seharusnya dicapai oleh suatu daerah. Perbandingan ini memakai indikator-indikator terukur.

    1. Rasio Jumlah Siswa SMK dengan SMA yang masih rendah dibanding daerah regional atau Sumbagsel

    TABEL 1
    PERBANDINGAN JUMLAH SISWA SMK VS SMA DI SUATU DAERAH

    NO ….DAERAH ……….RASIO ………PERINGKAT DARI 33
    …………………………………PROVINSI DI INDONESIA
    1 …..TARGET NASIONAL ….40:60 . 40%
    2 …..SUMSEL ………….25:75 . 25% ….. (29)
    3 …..JAMBI …………..30:70 . 30% ….. (24)
    4 …..BENGKULU ………..37:63 . 37% ….. (15)
    5 …..LAMPUNG …………38:62 . 38% ….. (14)
    6 …..BANGKA-BELITUNG ….39:61 . 39% ….. (12)

    Dari Tabel 1, didapat bahwa untuk perbandingan jumlah siswa SMK terhadap siswa SMA di provinsi Sumatera Selatan (25:75) masih jauh di bawah target nasional (40:60). Provinsi ini urutan 29 dari 33 provinsi di Indonesia. Dibandingkan dengan daerah-daerah regional atau sumbangsel pun provinsi ini masih kalah. Provinsi Jambi peringkat 24 dari 33 provinsi, Bengkulu peringkat 15, Lampung peringkat 12 dan Bangka-Belitung peringkat 12 dari 33 provinsi di Indonesia.

    2. Peningkatan Mutu Dan Daya Saing Pendidikan Yang Masih Rendah

    TABEL 2
    KUOTA JUMLAH GURU BERSERTIFIKAT PENDIDIK

    NO DAERAH JUMLAH GURU
    1 .SUMSEL ………….. 5,128
    2 .SUMBAR ………….. 6,241
    3 .RIAU & KEP. RIAU …. 5,149
    4 .SULSEL …………. 10,089
    5 .JATIM ………….. 31,695
    6 .JABAR ………….. 18,424
    7 .JATENG …………. 21,491
    8 .SUMUT ………….. 12,105
    9 .LAMPUNG …………. 7,844

    Dari Tabel 2, didapat kuota jumlah guru bersertifikat pendidik sampai tahun 2007 masih dibawah Sumbar (6.241 orang), Lampung (7.844 orang), Riau dan Kepulauan (5.149 orang) dan Sumut (12.105 orang).

    4. Perluasan Akses Pendidikan Yang Masih Rendah di Tingkat Nasional, Bahkan Dibandingkan Dengan Kabupaten Musi Banyuasin Yang Telah Meninggalkan Terget Nasional.

    APK atau Angka Partisipasi Kasar adalah rasio jumlah siswa, berapapun usianya, yang sedang sekolah di tingkat pendidikan tertentu terhadap jumlah penduduk kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikan tertentu.
    Misal, APK SD sama dengan jumlah siswa yang duduk di bangku SD dibagi dengan jumlah penduduk kelompok usia 7 sampai 12 tahun.

    APK ini terkait dengan perluasan layanan pendidikan di suatu daerah, yaitu seberapa luas layanan pendidikan terhadap penduduk pada usia sekolah tertentu (misalnya SD, SMP atau SMA). Di provinsi Sumatera Selatan, pada saat ini, masalah ini menjadi masalah yang sangat serius. Masih banyak populasi anak usia sekolah di propinsi ini yang tidak atau sulit untuk bersekolah karena berbagai faktor penghambat, terutama karena faktor ekonomi. Padahal, diketahui bahwa Provinsi ini adalah provinsi terkaya ke 5 di era otonomi daerah. Hal ini tidak terjadi pada Kabupaten Musi Banyuasin. Besarnya anggaran pendidikan (lebih dari 20%) dan praktik sekolah gratis yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin sejak tahun 2002 misalnya terbukti memiliki kontribusi positif terhadap peningkatan akses mutu pendidikan di daerah ini.

    TABEL 3
    ANGKA PARTISIPASI KASAR (APK) SD DI TINGKAT NASIONAL, PROVINSI SUMATERA SELATAN DAN KABUPATEN MUSI BANYUASIN PADA TAHUN2007

    NO … APK (%) ….. KETERANGAN
    1 …. 94.66 ……. Target Nasional Tahun 2007
    2 …. 94.90 ……. Realisasi Nasional Tahun 2007
    3 … 118.24 ……. Realisasi Kab. Muba Tahun 2003
    4 … 119.15 ……. Realisasi Kab. Muba Tahun 2007
    5 …. 93.34 ……. Realisasi Prov. Sumsel Tahun 2007

    Dari Tabel 3, dapat dilihat bahwa APK SD untuk saat ini, Provinsi Sumsel (93.34%) masih dibawah target Nasional (94.90%). Bandingkan dengan APK SD untuk Kabupaten Musi Banyuasin (119.15%) yang sudah jauh meninggalkan target/realisasi Nasional, apalagi Propinsi Sumatera Selatan.

    TABEL 4
    ANGKA PARTISIPASI KASAR (APK) SMP DI TINGKAT NASIONAL, PROVINSI SUMATERA SELATAN DAN KABUPATEN MUSI BANYUASIN PADA TAHUN2007

    NO .. APK (%) …. KETERANGAN
    1 … 91.75 …… Target Nasional Tahun 2007
    2 … 92.52 …… Realisasi Nasional Tahun 2007
    3 … 62.74 …… Realisasi Kab. Muba Tahun 2003
    4 … 95.27 …… Realisasi Kab. Muba Tahun 2007
    5 … 84.90 …… Realisasi Prov. Sumsel Tahun 2007

    Dari tabel 4, dapat dilihat juga bahwa untuk pemerataan pendidikan di tingkat SMP, lagi-lagi Provinsi Sumsel belum bisa mencapai target nasional yanitu dengan APK (84,90%) yang dibawah APK Target Nasional (91.75%) dan Realisasi Nasional (92.52%). Bandingkan dengan APK Kabupaten Musi Banyuasin (95.27%) dengan program pendidikan gratisnya yang telah meninggalkan target/realisasi nasional.

    Menurut (Ferdiansyah, 2008), Depdiknas akan mencapai laju peningkatan APK per tahun sekitar 3% sampai 4% dengan melakukan strategi yang lebih kreatif lagi, bersinergi dengan pembangunan infrastruktur serta tidak terpaku pola-pola lama. Data ini didapat dari rapat kerja komisi X DPR RI dengan Depdiknas pada tanggal 8 Februari 2008. Dari hasil rapat tersebut, beliau juga menambahkan bahwa sudah dapat dipastikan 11 provinsi tidak akan tuntas dalam program penuntasan wajib belajar pendidikan dasar, karena APK 11 provinsi dan 149 Kabupaten/Kota kurang dari 95%.

    Melihat capaian APK Prov. Sumsel tahun 2007 sebesar 84.90%, dengan melakukan strategi yang lebih kreatif lagi dibanding yang telah dilakukan selama ini, diasumsikan didapat peningkatan APK 4% per tahun maka untuk 2 tahun akan mencapai APK sebesar 94% dan ini masih dibawah target APK Nasional (95%). Jadi jelas di sini bahwa Prov. Sumsel termasuk 11 provinsi dari 33 provinsi yang ada di Indinesia ini yang dipastikan untuk tahun 2009 tidak akan tuntas dalam program penuntasan wajib belajar pendidikan dasar.

    Bagaimana sebaran pendidikan untuk tingakat SMA, apa yang dapat dilakukan oleh Pemprov Sumsel, data pada tabel dibawah ini.

    TABEL 4
    ANGKA PARTISIPASI KASAR (APK) SMA DI TINGKAT NASIONAL, PROVINSI SUMATERA SELATAN DAN KABUPATEN MUSI BANYUASIN PADA TAHUN2007

    NO … APK (%) . KETERANGAN
    1 … 60.20 …. Target Nasional Tahun 2007
    2 … 60.51 …. Realisasi Nasional Tahun 2007
    3 … 21.83 …. Realisasi Kab. Muba Tahun 2003
    4 … 70.21 …. Realisasi Kab. Muba Tahun 2007
    5 … 52.20 …. Realisasi Prov. Sumsel Tahun 2007

    Untuk tingkat SMA, lagi-lagi Prov. Sumsel kedodoran. APK prov Sumsel (52,2%) masih dibawah standar APK Nasional (62.20%). Bila dibandingkan dengan prestasi yang dilakukan oleh Kabupaten Musi Banyuasin pun masih kalah jauh (70.21%).

    Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa

    1. Proses pembangunan pendidikan yang dilakukan oleh provinsi Sumatera Selatan (pemerintahan Syahrial Oesman) dibawah standar Nasional, dan termasuk 11 provinsi/daerah terbelakang di tahun 2009 dalam soal pembangunan pendidikan. Hal ini pun sangat kontras bila dibandingkan pembangunan pendidikan oleh Kabupaten Musi Banyuasin (pemerintahan Alex Noerdin) dimana pembangunan yang dicapai telah melebihi target dan perolehan nasional.

    2. Kaya miskin suatu provinsi/daerah, bukanlah penentu tunggal bagi maju mundurnya sebuah pembangunan pendidikan. Sebaliknya yang sangat menentukan adalah sejauh mana komitmen pemimpinnya terhadap dunia pendidikan dan program strategisnya dalam membangun pendidikan di daerah yang bersangkutan.

    Lantas kita pun bertanya, … Ada apa Syahrial Oesman dengan Program Pendidikan Gratis Yang Berkualitas, bila jumlah penduduk untuk usia sekolah di Sumatera Selatan ini pun belum bisa diusahakannya mencapai standar Nasional, bahkan akan menjadi 11 provinsi terbelakang pembangunannya diantara 33 provinsi di Indonesia ini pada tahun 2009 ?

    jenderalkumbang@yahoo.com

  265. @ maranai KOMERING

    Maranai bilang :

    Gubernur Siap Ditahan
    Asal Pelabuhan Internasional TAA Terwujud

    PALEMBANG – Keinginan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mewujudkan Pelabuhan Internasional Tanjung Api-Api (TAA) benar-benar kuat. Bahkan, Gubernur Ir H Syahrial Oesman MM menegaskan, apa pun akan ia hadapi untuk mewujudkan pelabuhan yang sudah sejak 40 tahun lalu direncanakan pembangunannya. Tekad tersebut, menurut Gubernur, semata-mata agar Pelabuhan Internasional TAA tetap berjalan dan terlaksana. Sebab, menyangkut kepentingan dan keinginan 7 juta masyarakat Sumsel ke depan.
    …..

    Jawab :

    Ini yang wawancara ke Syahrial siapa ? Apakah anda ? Atau anda mengutip dari media ? seharusnya anda menunjukkan darimana sumber berita ini.

    Seperti dikemukakan dahulu, bahwa tidak perlu Syahrial ngomong bahwa ”dia siap ditahan”. Sebagai warga negara yang baik, ketika kita salah, maka kita pun harus siap di tahan. Siap di proses sesuai dengan hukum. Jangankan gubernur, kita-kita ini, orang-orang kecil saja harus siap di proses ketika kita berbuat salah. Ini gubernur harus dong ditahan. Saya teringat ketika kejadian ”uang amplop” yang diberikan oleh mantan menteri kelautan, Rohimin Dahuri kepada Amin Rais, Fachri Hamzah (PKS), dst. Amin Rais begitu kesatria nya mengakui mendapatkan uang tersebut sebanyak beberapa kali. Kasus pembagian uang yang dilakukan Rohimin Dahuri ini, mengakibatkan dia ditahan. Alangkah baiknya juga, bila kasus sogokan di TAA, Syahrial bicara. Siapa-siapa lagi yang kecipratan uang TAA ? Dan sebagai warga negara yang baik, menteladani sifat Amin Rais tersebut juga harus dilakukan oleh Syahrial. Kemudian, setelah dia mengaku maka barulah dia berbicara seperti Amin Rais, saya siap di tahan. Begitu dong seharusnya yang dilakukan oleh Syahrial, bukan bersembunyi dibalik kata-kata presiden/menteri tempo hari yang mengatakan bahwa proyek tetap dilanjutkan.

    Maranai bilang :

    Tekad tersebut, Gubernur, semata-mata agar Pelabuhan Internasional TAA tetap berjalan dan terlaksana. Sebab, menyangkut kepentingan dan keinginan 7 juta masyarakat Sumsel ke depan.

    Jawab :

    Darimana keinginan 7 juta masyarakat Sumsel itu, Syahrial ? Investasi oleh Pemerintah sedang dilaksanakan di TAA. Banyak dana sudah keluar dari pembangunan proyek-proyek di TAA. Proyek swasta, seperti perumahan-perumahan telah didirikan di sana. Tanah-tanah yang di investasikan/dibeli oleh swasta-swasta juga banyak di sana. Otomatis, harga tanah melambung tinggi di sana. Apakah ”berani” Syahrial menghadang bola yang sudah digulirkannya ini ? Besar dana yang sudah di investasikan di sini, dan mungkin caci maki yang tanpa ampun kepada Syahrial bila dia berani menggagalkan/menunda dahulu jalannya proyek TAA ini. Perlu seorang yang berani dan tulus dalam kasus TAA ini, dan itu tidak kita dapatkan pada diri Syahrial Oesman.

    Maranai bilang :

    Dikatakan, pemeriksaan alih fungsi hutan lindung (mangrove) yang menjadi lokasi proyek TAA oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bukan terkait perizinan. Tetapi, ada masalah lain. Masalah apa? “Adalah…. dak enak dibahas di sini,” kata gubernur berlalu.

    Jawab :

    Kok, kenapa gak berani bilang, bahwa masalah itu terkait dengan ditahannya Sarjan oleh KPK. Ngomong gini aja kok gak berani. Pantes aja debat kandidat kemaren gak berani datang ya Pak ? sekali lagi, perlu seorang yang berani dan tulus untuk menghadapi kasus TAA ini, bukan orang yang bersembunyi di ketiak orang lain. Bukan orang seperti Syahrial ini.

    Maranai bilang :

    Nah, di sektor ekonomi, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumsel mengalami kenaikan sangat signifikan. Sebagai contoh, tahun 2003, total pendapatan Sumsel Rp843.341.654.000, sedangkan 2007 mencapai Rp2.194.239.953.836. Terjadi kenaikan sekitar 160,18%.

    Jawab :

    Anda, Gubernur, lagi-lagi salah. Kalau yang anda sebutkan itu PAD, maka PAD Sumsel

    Untuk tahun 2003 sebesar Rp.428.080.427. 000
    Untuk tahun 2004 sebesar Rp.493.132.547.170 (naik 15% dari tahun 2003)
    Untuk tahun 2005 sebesar Rp.594.754.228. 650 (naik 21% dari tahun 2004)
    Untuk tahun 2006 sebesar Rp.743.056.584.742 (naik 25% dari tahun 2005)
    Untuk tahun 2007 … (saya belum ada data).

    Kalau kita perkirakan dengan trend garis linear tahun 2003, 2004 dan 2005, maka kenaikan PAD sekitar 30% dari tahun 2006. Dengan kenaikan 30% didapat PAD sekitar Rp.965.973.560.163,- Terlalu jauh bila dibandingkan dengan angka Rp. 2.19 Triliun.

    Sebagian besar pendapatan Sumsel disumbangkan dari Pemerintah Pusat (lebih dari 60%). Dan lebih dari 60% nya juga sumbangan dari Pemerintah Pusat itu merupakan bagi hasil migas yang disumbangkan Muba untuk Pusat.
    Dari data diatas, selanjutnya, apa yang pantas di banggakan dari seorang Syahrial Oesman ?

    JenderalKumbang@yahoo.com

  266. maranai KOMERING kau tuh buyan nian
    alex idak kampanye di stan tapi mengenalkan kepada pengunjung bahwa muba bisa maju dipimpin beliau.

    kau tuh bodoh buyan ,,,,kalau seperti so yg bagi2 asuransi di belakng PIM 3 hari yg lewat baru kampanye..

    Asuransi,kipas angin, uang 15000,nasi bungkus….nah.. kata
    terakhir nyo itu baru kampanye……..Isinyo ” JANGAN LUPO DUKUNG so” KALAu sudah terima bingkisan ini.

    itu baru kampanye….

    maranai KOMERING kau tuh tamat SD mano napo buyan nian kau tuh. makan tai Syahrial oesman trus jadi mano nak pintar.

  267. saudarah maranai KOMERING jangan suka jadi pecundang syahrial oesman.

  268. maranai KOMERING jangan-jangan keluarga kamu sudah di zinah AN juga ya.. kok benci banget sama AN. coba kamu bikin video versi keluarga mu dan AN juga biar kamu cukup puas.

  269. oi, maranai KOMERING :

    kau ini nulis yang idak-idak lagi, kau nulis : “DARI PADA DUKUNG BUPATI PENZINA …”

    apo buktinyo, boy? sedeng ke ketua NU bae, Hasyim Muzadi, ndukung dio sebagai sebagai gubernur sumsel yang akan datang. NU, oraganisasi islam terbesar di indonesia. di situ banyak kiai-kiai. lagi ndukung Alex. lah kito ini, uong yang jarang-jarang sholat nak mem fitnah Alex. kalu kualat kagek.

    Sudahlah maranai, dak usah ditanggapi, omongan azwir itu, uong yang “juntrungannyo” bae dak tahu. cubo, kalu tahu, di sini, siapa dio azwir itu ? nah, lau dak tahu, ngapo nian di pecayo. sudah tu, anak yang dipamerkenyo itu diakuinyo anak dio. apo iyo nian anak dio itu ?

  270. menarik untuk tulisan si jendral kumbang, data statistik pendidikan sumsel ya pak ?
    tapi sayang itu semua bukan data asli yang kau paparkan disini, alias data itu kamu ketik sendiri dan kau sajikan di blog ini, tentu akan mengundang banyak pertanyaan, terutama bagi pro SO
    pertanyaannya adalah : adakah data itu kau kutip sesuai aslinya ?
    sangat mudah bagi kamu untuk mengubah angka angka itu, atau kau bolak balik angka tsb sesuai dengan keinginan yang hendak kau tujukan. artinya, sejujur jujur anda memamparkan angka angka tsb disini, selagi cara kamu hanya sebatas ketikan komputer, yah tidak gampang membuat orang percaya begitu saja.

  271. dulur 2x se palembang anget

    aku dak bepiak samo siapo-siapo yg melok pilkada kito ni
    tapi aku punyo cerito, dikampung aku

    ado wong yg sbelumnyo melok syahrial, tp sekarang sudah melok alex nurdin, cerito punyo cerito karno duit yg dikasih bpk alex lebih besak, nah nafsu wong ini sdh kito tau..kerno duit.

    ado jg yg sblmnyo melok alex sekarang melok syahrial, cerito punyo cerito karno hati nurani, nah nafsu yg cak ini yg dak biso kito ukur..

  272. @Komentar oleh Marlin | Mei 21, 2008

    Dari Marlin :

    ….
    tapi sayang itu semua bukan data asli yang kau paparkan disini, alias data itu kamu ketik sendiri dan kau sajikan di blog ini, tentu akan mengundang banyak pertanyaan, terutama bagi pro SO

    Jawab :

    Memang benar, data-data terebut saya pindahkan dari sumber yang saya sebutkan/rujukkan ke blog ini.

    Anda dapat melihat langsung, dari sumber yang saya sebutkan tersebut, bahkan langsung sampai ke halaman nya. Juga sebagian data, saya rujukkan ke alamat web nya. Anda bisa langsung akses ke alamat tersebut.

    Mengenai data, kita harus jujur dalam hal ini. Karena dengan ini, maka kita bisa menilai calon yang mana yang memang menghalalkan segala cara dan calon yang mana yang menampilkan bukti dan sudah terbukti.

    Saya juga bingung mengenai data yang dikutip oleh sdr. maranai spt PAD Sumsel tahun 2007 sebesar Rp. 2.19 Triliun, yang dibilangnya dari Harian Sumeks. Saya ingin bertanya, data ini, sumeks tanggal berapa dan dihalaman berapa ?

    Dari Marlin :

    pertanyaannya adalah : adakah data itu kau kutip sesuai aslinya ?

    Jawab :

    Data tersebut saya kutip seperti aslinya. Saya sampaikan juga sumber rujukan data tersebut, lengkap sampai ke halaman-halamannya. Saudara bisa langsung lihat di media tersebut. Juga Saudara dapat mengakses sebagian data dari alamat web yang saya kemukakan diatas.

    Dari Marlin :

    sangat mudah bagi kamu untuk mengubah angka angka itu, atau kau bolak balik angka tsb sesuai dengan keinginan yang hendak kau tujukan. artinya, sejujur jujur anda memamparkan angka angka tsb disini, selagi cara kamu hanya sebatas ketikan komputer, yah tidak gampang membuat orang percaya begitu saja.

    Jawab :

    Saya kira, dengan menampilkan data secara jujur, maka kita dapat menilai mana yang terbaik dari calon pemimpin kita. Kalau anda seorang akademisi yang baik, anda akan kemukakan data-data dengan jujur dan menampilkan sumber yang anda rujuk juga.

    Sekali lagi, pilih calon yang punya visi kedepan dan benar-benar sudah terbukti meringankan beban hidup rakyat, dan bukan sudah terbukti gagal dan berkemungkinan menjatuhkan rakyat sumsel ke keterbelakanan pendidikan.

    JenderalKumbang@yahoo.com

  273. mas gundala, tlng dong sampein ama om alex..dona udah pengen banget ML ama om alex..jng cuma mbak sisca aja yg dicipok..dona jg mau..oh..oh..aaauu..aaaah..

  274. @ gundala

    lama-lama jengah juga membaca tulisan anda..saya pada prinsipnya udah males menanggapi coment anda..sbb saya tau kualitas anda, ingat gak pesan saya pada anda ” sudah ah, bobo sana, minum obat cacing biar pinter..”

    seharusnya anda malu..!!! coment2x anda seolah-olah telah memastikan bahwa alex akan berhasil memimpin sumsel..memastikan sesuatu yg belum terjadi..anda mendahului tuhan…hebat!!

    baiklah, karena anda ngotot dan memastikan bahwa AN lah yg mampu memimpin sumsel kedepan..skrng saya mau bertanya.. ” berikan satu alasan yg tepat sehingga anda memastikan bahwa dibawah kepemimpinan alex noerdin sumsel akan maju..???”

    jawab dengan baik, jng hanya bermain kata dan memutar balikan persepsi kalu anda tidak mau dianggap tong kosong nyaring bunyinya..

  275. @zainal

    mak kau tu yang di zinahi alex,ngapo cak seneng nian samo alex

  276. @gundala

    CD itu da cukup jadi bukti yo kan???

    kalo itu fitnah ngapo BOS kau dak lapor polisi???

    takut apo malu???

    kalo BOS kau memang nak jadi gubernur ngapo harus malu???

    di tuduh maling sendal nae lapor polisi

    kato kau negara ni negara hukum.

    masalah PAD kau complaint ke media atau ke instansi terkait,jangan complaint ke aq yo dak ye,aq dak ngurusi itu
    aq cm wong biaso,aq bkn tkg jawab commen2 dr simpatisan alex,tp aq cm melok berpartisipasi di sini.itu bae,dan di sinsi cuma sebatas adu argument,bukan adu penngetahuan atau adu kepintaran yo dak gun

    SALAM MARANAI CAMPANG TIGA

  277. @agoes

    aq dak tamat SD,tp aq dak se buyan kau makan tai alex !!!!

    SALAM MARANAI CAMPANG TIGA

  278. @wangga:

    lama-lama jengah juga membaca tulisan anda..saya pada prinsipnya udah males menanggapi coment anda..sbb saya tau kualitas anda, ingat gak pesan saya pada anda ” sudah ah, bobo sana, minum obat cacing biar pinter.

    Jawaban :
    kami jugo jijik liat kelicikan anda
    dalam berpolitik. anda bisa nya mencaci. tapi anda tidak bisa kasih bukti , hendak nya anda sadar akan prilaku anda yg sangat buruk.

    @wangga:
    seharusnya anda malu..!!! coment2x anda seolah-olah telah memastikan bahwa alex akan berhasil memimpin sumsel..memastikan sesuatu yg belum terjadi..anda mendahului tuhan…hebat!!seharusnya anda malu..!!! coment2x anda seolah-olah telah memastikan bahwa alex akan berhasil memimpin sumsel..memastikan sesuatu yg belum terjadi..anda mendahului tuhan…hebat!!

    Jawaban:
    Ya saya rasa harus percaya karena banyak keberhasilan AN dan eddy dalam memimpin OKU dan MUBA.

    Sedangkan Syahrial Oesman apa hasil nya?
    di OKU sewaktu beliau jadi bupati!! apa yg beliau kerjakan selain mengumpulkan uang untuk pemilihan Gubernur sumsel. setelah jadi gubernur selama 5 tahun memimpin beliau balek modal. sekalian ngumpulin untuk pemilihan gubernur periode ke 2.. nah .kalau so terpilih lagi pasti
    balek utang dan ngumpulin dana utk pensiun

    ———————————————
    inti nyo syahrial oesman tuh memimpin OKU dan sumsel
    belum berhasil. karena selalu panik
    ———————————————

  279. dari sdr. wangga :

    baiklah, karena anda ngotot dan memastikan bahwa AN lah yg mampu memimpin sumsel kedepan..skrng saya mau bertanya.. ” berikan ….

    dijawab:

    Anda selama ini kayaknya belum menyimak tulisan-tulisan di blog ini. Pantes aja yang anda tulisan anda diawali dari kotoran-kotoran manusia .. heheheh

    ini, contoh sederhana saja dari keberhasilan Alex Noerdin :

    ——–

    ADA APA SYAHRIAL OESMAN DENGAN PROGRAM PENDIDIKAN GRATIS YANG BERKUALITASNYA_

    Tulisan ini merujuk dari :

    1. Pembangunan Pendidikan Sumsel Masih Tertinggal (Catatan Memperingati Hardiknas), Ambo Intang, Dosen Universitas Taman Siswa Palembang, BeritaPagi, Jumat, 2 Mei 2008, Halaman 18, Rubrik Opini. (Dengan merujuk pada buku “Capaian Kinerja Pembangunan Pendidikan Nasional 2005-2008 yang dikeluarkan oleh Depdiknas RI)

    2. Refleksi Pendidikan Tak Tuntas, Ferdiansyah, SE., MM. Anggota Fraksi Partai Golkar DPR Komisi X, Kandidat Doktor UNJ, Seputar Indonesia, Jumat, 2 Mei 2008, Halaman 5, Rubrik Opini.

    3. Slide Paparan Mendiknas (Pembangunan Pendidikan Nasional), oleh Departemen Pendidikan Nasional, Rapat Pimpinan Nasional, Arga Mulya, 31 Januari 2008.

    rembuk2008.diknas.go.id/bahan/PAPARAN%20MENDIKNAS%20PADA%20REMBUK%2031%20JANUARI%202008%20RM.ppt

    Banyak cara untuk mengukur keberhasilan kinerja pemerintahan, misalnya di bidang pendidikan. Dalam bidang pendidikan ini, untuk mengetahui kenerja atau sampai sejauh mana keberhasilan pembangunan dibidang pendidikan maka kita akan membandingkan kemampuan Provinsi Sumatera Selatan ini dengan provinsi-provinsi lain dan target nasional yang seharusnya dicapai oleh suatu daerah. Perbandingan ini memakai indikator-indikator terukur.

    1. Rasio Jumlah Siswa SMK dengan SMA yang masih rendah dibanding daerah regional atau Sumbagsel

    TABEL 1
    PERBANDINGAN JUMLAH SISWA SMK VS SMA DI SUATU DAERAH

    NO ….DAERAH ……….RASIO ………PERINGKAT DARI 33
    …………………………………PROVINSI DI INDONESIA
    1 …..TARGET NASIONAL ….40:60 . 40%
    2 …..SUMSEL ………….25:75 . 25% ….. (29)
    3 …..JAMBI …………..30:70 . 30% ….. (24)
    4 …..BENGKULU ………..37:63 . 37% ….. (15)
    5 …..LAMPUNG …………38:62 . 38% ….. (14)
    6 …..BANGKA-BELITUNG ….39:61 . 39% ….. (12)

    Dari Tabel 1, didapat bahwa untuk perbandingan jumlah siswa SMK terhadap siswa SMA di provinsi Sumatera Selatan (25:75) masih jauh di bawah target nasional (40:60). Provinsi ini urutan 29 dari 33 provinsi di Indonesia. Dibandingkan dengan daerah-daerah regional atau sumbangsel pun provinsi ini masih kalah. Provinsi Jambi peringkat 24 dari 33 provinsi, Bengkulu peringkat 15, Lampung peringkat 12 dan Bangka-Belitung peringkat 12 dari 33 provinsi di Indonesia.

    2. Peningkatan Mutu Dan Daya Saing Pendidikan Yang Masih Rendah

    TABEL 2
    KUOTA JUMLAH GURU BERSERTIFIKAT PENDIDIK

    NO DAERAH JUMLAH GURU
    1 .SUMSEL ………….. 5,128
    2 .SUMBAR ………….. 6,241
    3 .RIAU & KEP. RIAU …. 5,149
    4 .SULSEL …………. 10,089
    5 .JATIM ………….. 31,695
    6 .JABAR ………….. 18,424
    7 .JATENG …………. 21,491
    8 .SUMUT ………….. 12,105
    9 .LAMPUNG …………. 7,844

    Dari Tabel 2, didapat kuota jumlah guru bersertifikat pendidik sampai tahun 2007 masih dibawah Sumbar (6.241 orang), Lampung (7.844 orang), Riau dan Kepulauan (5.149 orang) dan Sumut (12.105 orang).

    4. Perluasan Akses Pendidikan Yang Masih Rendah di Tingkat Nasional, Bahkan Dibandingkan Dengan Kabupaten Musi Banyuasin Yang Telah Meninggalkan Terget Nasional.

    APK atau Angka Partisipasi Kasar adalah rasio jumlah siswa, berapapun usianya, yang sedang sekolah di tingkat pendidikan tertentu terhadap jumlah penduduk kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikan tertentu.
    Misal, APK SD sama dengan jumlah siswa yang duduk di bangku SD dibagi dengan jumlah penduduk kelompok usia 7 sampai 12 tahun.

    APK ini terkait dengan perluasan layanan pendidikan di suatu daerah, yaitu seberapa luas layanan pendidikan terhadap penduduk pada usia sekolah tertentu (misalnya SD, SMP atau SMA). Di provinsi Sumatera Selatan, pada saat ini, masalah ini menjadi masalah yang sangat serius. Masih banyak populasi anak usia sekolah di propinsi ini yang tidak atau sulit untuk bersekolah karena berbagai faktor penghambat, terutama karena faktor ekonomi. Padahal, diketahui bahwa Provinsi ini adalah provinsi terkaya ke 5 di era otonomi daerah. Hal ini tidak terjadi pada Kabupaten Musi Banyuasin. Besarnya anggaran pendidikan (lebih dari 20%) dan praktik sekolah gratis yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin sejak tahun 2002 misalnya terbukti memiliki kontribusi positif terhadap peningkatan akses mutu pendidikan di daerah ini.

    TABEL 3
    ANGKA PARTISIPASI KASAR (APK) SD DI TINGKAT NASIONAL, PROVINSI SUMATERA SELATAN DAN KABUPATEN MUSI BANYUASIN PADA TAHUN2007

    NO … APK (%) ….. KETERANGAN
    1 …. 94.66 ……. Target Nasional Tahun 2007
    2 …. 94.90 ……. Realisasi Nasional Tahun 2007
    3 … 118.24 ……. Realisasi Kab. Muba Tahun 2003
    4 … 119.15 ……. Realisasi Kab. Muba Tahun 2007
    5 …. 93.34 ……. Realisasi Prov. Sumsel Tahun 2007

    Dari Tabel 3, dapat dilihat bahwa APK SD untuk saat ini, Provinsi Sumsel (93.34%) masih dibawah target Nasional (94.90%). Bandingkan dengan APK SD untuk Kabupaten Musi Banyuasin (119.15%) yang sudah jauh meninggalkan target/realisasi Nasional, apalagi Propinsi Sumatera Selatan.

    TABEL 4
    ANGKA PARTISIPASI KASAR (APK) SMP DI TINGKAT NASIONAL, PROVINSI SUMATERA SELATAN DAN KABUPATEN MUSI BANYUASIN PADA TAHUN2007

    NO .. APK (%) …. KETERANGAN
    1 … 91.75 …… Target Nasional Tahun 2007
    2 … 92.52 …… Realisasi Nasional Tahun 2007
    3 … 62.74 …… Realisasi Kab. Muba Tahun 2003
    4 … 95.27 …… Realisasi Kab. Muba Tahun 2007
    5 … 84.90 …… Realisasi Prov. Sumsel Tahun 2007

    Dari tabel 4, dapat dilihat juga bahwa untuk pemerataan pendidikan di tingkat SMP, lagi-lagi Provinsi Sumsel belum bisa mencapai target nasional yanitu dengan APK (84,90%) yang dibawah APK Target Nasional (91.75%) dan Realisasi Nasional (92.52%). Bandingkan dengan APK Kabupaten Musi Banyuasin (95.27%) dengan program pendidikan gratisnya yang telah meninggalkan target/realisasi nasional.

    Menurut (Ferdiansyah, 2008), Depdiknas akan mencapai laju peningkatan APK per tahun sekitar 3% sampai 4% dengan melakukan strategi yang lebih kreatif lagi, bersinergi dengan pembangunan infrastruktur serta tidak terpaku pola-pola lama. Data ini didapat dari rapat kerja komisi X DPR RI dengan Depdiknas pada tanggal 8 Februari 2008. Dari hasil rapat tersebut, beliau juga menambahkan bahwa sudah dapat dipastikan 11 provinsi tidak akan tuntas dalam program penuntasan wajib belajar pendidikan dasar, karena APK 11 provinsi dan 149 Kabupaten/Kota kurang dari 95%.

    Melihat capaian APK Prov. Sumsel tahun 2007 sebesar 84.90%, dengan melakukan strategi yang lebih kreatif lagi dibanding yang telah dilakukan selama ini, diasumsikan didapat peningkatan APK 4% per tahun maka untuk 2 tahun akan mencapai APK sebesar 94% dan ini masih dibawah target APK Nasional (95%). Jadi jelas di sini bahwa Prov. Sumsel termasuk 11 provinsi dari 33 provinsi yang ada di Indinesia ini yang dipastikan untuk tahun 2009 tidak akan tuntas dalam program penuntasan wajib belajar pendidikan dasar.

    Bagaimana sebaran pendidikan untuk tingakat SMA, apa yang dapat dilakukan oleh Pemprov Sumsel, data pada tabel dibawah ini.

    TABEL 4
    ANGKA PARTISIPASI KASAR (APK) SMA DI TINGKAT NASIONAL, PROVINSI SUMATERA SELATAN DAN KABUPATEN MUSI BANYUASIN PADA TAHUN2007

    NO … APK (%) . KETERANGAN
    1 … 60.20 …. Target Nasional Tahun 2007
    2 … 60.51 …. Realisasi Nasional Tahun 2007
    3 … 21.83 …. Realisasi Kab. Muba Tahun 2003
    4 … 70.21 …. Realisasi Kab. Muba Tahun 2007
    5 … 52.20 …. Realisasi Prov. Sumsel Tahun 2007

    Untuk tingkat SMA, lagi-lagi Prov. Sumsel kedodoran. APK prov Sumsel (52,2%) masih dibawah standar APK Nasional (62.20%). Bila dibandingkan dengan prestasi yang dilakukan oleh Kabupaten Musi Banyuasin pun masih kalah jauh (70.21%).

    Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa

    1. Proses pembangunan pendidikan yang dilakukan oleh provinsi Sumatera Selatan (pemerintahan Syahrial Oesman) dibawah standar Nasional, dan termasuk 11 provinsi/daerah terbelakang di tahun 2009 dalam soal pembangunan pendidikan. Hal ini pun sangat kontras bila dibandingkan pembangunan pendidikan oleh Kabupaten Musi Banyuasin (pemerintahan Alex Noerdin) dimana pembangunan yang dicapai telah melebihi target dan perolehan nasional.

    2. Kaya miskin suatu provinsi/daerah, bukanlah penentu tunggal bagi maju mundurnya sebuah pembangunan pendidikan. Sebaliknya yang sangat menentukan adalah sejauh mana komitmen pemimpinnya terhadap dunia pendidikan dan program strategisnya dalam membangun pendidikan di daerah yang bersangkutan.

    Lantas kita pun bertanya, … Ada apa Syahrial Oesman dengan Program Pendidikan Gratis Yang Berkualitas, bila jumlah penduduk untuk usia sekolah di Sumatera Selatan ini pun belum bisa diusahakannya mencapai standar Nasional, bahkan akan menjadi 11 provinsi terbelakang pembangunannya diantara 33 provinsi di Indonesia ini pada tahun 2009 ?

    jenderalkumbang@yahoo.com