Berita

Terima kasih atas kunjungan anda di Blog kami, tanpa dukungan anda blog ini tak berarti apa-apa. Terima kasih juga atas berbagai coment yang berisi kritik, saran, pendapat kepada kami. Kami sangat terbuka, apapun kritik anda tak akan kami sensor selama tidak melewati batas kepantasan susila. Namun sekali lagi kami tegaskan bahwa kami sebagai pengelola Blog ini sama sekali tidak memiliki misi apapun selain menyajikan informasi yang kami dapat setiap hari kepada dunia. Kami tidak ada hubungan dengan kandidat salah satu calon Gubernur atau calon Walikota. Suka atau tidak suka inilah fakta yang sesungguhnya. Kami siap dengan resiko apapun sebagai akibat dari tulisan yang kami muat disini. Kami tidak perlu takut dengan kekerasan, ancaman hingga tuntutan hukum. Kami mengelola Blog ini hanya sendiri, sejak awal tak pernah melibatkan siapapun dan dari pihak manapun. Terima kasih.

25 Tanggapan

  1. tolong dong tampilin berita seputar Kota Lubuklinggau, atau daerah-daerah sumsel yang jelas. makasih

  2. Ada yang menarik soal pemberitaan di Rakyat Merdeka 30 mei 2008
    (I paste-in lagi ya..)
    BAHARUDDIN ARITONANG, ANGGOTA BPK
    “Masih Banyak Yang Dicuekin”

    BADAN Pemeriksa Keuangan (BPK) merasa senang bila hasil auditnya terkait dugaan penyimpangan anggaran di daerah ditindaklanjuti aparat penegak hukum.
    “Kalau benar hasil audit BPK terkait dugaan penyimpangan anggaran di Pemda Musi Banyuasin masuk penyelidikan di KPK, ya tentu kami senang. Tapi terus terang, banyak yang dicuekin aparat hukum mengenai audit BPK,” kata anggota BPK, Baharuddin Aritonang kepada Rakvat Merdeka, di Jakarta, kemarin.
    Bekas anggota DPR itu menyarankan KPK agar berkoordinasi dengan aparat penegak hukum lainnya. Sebab, biasanya masvarakat itu melaporkan temuan BPK itu ke semua aparat hukum.
    “Sebaiknya koordinasi dengan Polri dan Kejagung supaya tidak tumpang tinddih penanganan suatu kasus,” ujarnya.
    Dikatakan, minimnya tindak lanjut temuan BPK yang berindikasi korupsi di sejumlah daerah akibat kinerja aparat hukum yang lambat. Padahal, pasal 26 ayat (2) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Keuangan Negara dengan tegas menyatakan adanya sanksi pidana dan denda bagi yang tidak menindaklanjuti hasil pemeriksaan BPK.
    Meski ada aturan, lanjutnya, masih banyak hasil audit BPK di seluruh daerah tidak ditindaklanjuti aparat hukum. Misalnya saja, selama tahun 2005 dan 2006.penyelewengan uang negara Rp 33 triliun dari 4.775 kasus. ■ WIS

    JOJOHN PANTAU menemukan fakta berupa data BPK tahun anggaran 2006! Silaken daripadanya untuk mengunduh di BPK-Badan Pemeriksa Keuangan (sssst, klik saja disitu…). Buruan, mumpung belum didelet oleh pihak yang kebakaran jenggot!
    Berikut intisari dari laporan anggaran Musi Banyuasin anggaran 2006 (baru tahun itu saja lho, belum 2001, 2002,2003,2004,2005,2007…)

    Dalam melakukan pemeriksaan keuangan ini, BPK RI mengungkapkan kondisi pengendalian
    intern Pemerintah Daerah Kabupaten Musi Banyuasin yang telah BPK RI muat dalam Laporan
    Hasil Pemeriksaan atas pengendalian intern nomor 91.a.3/S/XIV.2/06/2007 tanggal 13 Juni
    2007.
    Dari pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Tahun
    Anggaran 2006, ditemukan beberapa hal material sebagai berikut:
    1. Status kepemilikan beberapa aset tanah tidak jelas dan belum dicatat dalam Neraca Daerah
    Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin sehingga penyajian aktiva tetap di Neraca Daerah
    lebih kecil dari yang seharusnya sebesar Rp1.028.146.992,00.
    2. Realisasi Belanja Seketariat Daerah, Badan Pengelola Keuangan Daerah, Belanja Bagi
    Hasil dan Bantuan Keuangan serta Penunjang Operasional Bupati dan Wakil Bupati tidak
    didukung bukti yang lengkap sebesar Rp4.638.928.000,00 sehingga mempengaruhi
    kewajaran Laporan Keuangan Daerah.
    3. Biaya Pengelolaan/Penatausahaan Keuangan Daerah tidak didukung bukti yang lengkap
    dan menyalahi ketentuan sebesar Rp1.028.500.000,00 sehingga mempengaruhi kewajaran
    Laporan Keuangan Daerah.
    4. Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan untuk Instansi Vertikal tidak sesuai ketentuan
    dan tidak didukung bukti yang lengkap sebesar Rp7.951.770.250,00 sehingga
    mempengaruhi kewajaran Laporan Keuangan Daerah.

    Hasil Pemeriksaan atas Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas dan Catatan
    Atas Laporan Keuangan TA 2006 yang disusun oleh Pemerintah Kabupaten Muba serta surat
    dari PT Bank Sumsel Nomor 107/SKY/1/B/2007 kepada Kepala Badan Pengelola Keuangan
    Daerah (BPKD) Kabupaten Muba perihal Konfirmasi Kas Daerah diketahui bahwa per tanggal
    31 Desember 2006, Pemerintah Kabupaten Muba memiliki beberapa rekening di PT Bank
    Sumsel, untuk menampung kas daerah baik berupa rekening umum kas daerah dan beberapa
    rekening khusus dana perimbangan atau rekening khusus lainnya. Rincian rekening yang
    diakui Pemkab Muba per tanggal 31 Desember 2006 sebagai berikut:
    No. Nama Rekening Nomor Rekening Jumlah (Rp)
    1. Kas Daerah Tingkat II (Umum) 149-30-00001 Rp 99.383.033.083,18
    2. DAU 149-30-00002 Rp 6.488.115.014,02
    3. DAK Dana Reboisasi TA 2004 149-30-00008 Rp 40.624.224,00
    4. DAK Bid Infrastruktur 149-30-00011 Rp 0,00
    5. DAK Bid Kesehatan 149-30-00012 Rp 0,00
    6. DAK Bid Perikanan&Kelautan 149-30-00013 Rp 0,00
    7. DAK Bid Pendidikan 149-30-00014 Rp 0,00
    –> LHO KOK KOSONG?? HABIS BUAT SKULLAH GRATISS??
    8. DAK Bid Pertanian 149-30-00015 Rp 0,00
    Jumlah total Rp 105.911.772.321,20

    Hasil konfirmasi dari BPKD diketahui bahwa untuk TA 2006 semua rekening bank
    yang menyimpan kas daerah sebesar Rp105.911.772.321,20 belum ditetapkan dengan Surat
    Keputusan Bupati, namun hanya berupa surat permohonan pembukaan rekening giro kepada
    pihak PT Bank Sumsel yang ditanda tangani oleh Kepala Bagian Keuangan Setda Kabupaten

    Di buku ini juga ditemukan fakta bahwa:
    1. Biaya Penunjang Operasional Bupati dan Wakil Bupati dalam Biaya
    Jasa Lainnya serta Biaya Perawatan dan Pengobatan Tidak Didukung
    Bukti yang Lengkap Sebesar Rp252.500.000,00 (ada di halaman 30)

    2. Biaya Pengelolaan/Penatausahaan Keuangan Daerah Tidak didukung
    Bukti yang Lengkap dan Menyalahi Ketentuan Sebesar
    Rp1.028.500.000,00 (ada di halaman 39)

    3. Pembayaran Pekerjaan Pembangunan Jaringan Listrik Desa Nusa
    Serasan dan Desa Peninggalan Tidak Berdasarkan Kondisi Senyatanya
    dan Harus Dikenakan Denda Keterlambatan Sebesar Rp233.623.950,00 (ada di halaman 50)

    4. Pengeluaran-pengeluaran dari Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan sebesar
    Rp3.185.475.050,00 yang dikeluarkan tidak sesuai peruntukannya diantaranya
    digunakan untuk bantuan kepada pribadi seperti biaya pendidikan, wisuda, biaya umroh
    dan uang sakunya yang merupakan hadiah bupati, transport kepada ketua tim penggerak
    PKK, karangan bunga atas nama bupati, pemberian Tunjangan Hari Raya untuk instansi
    vertikal, peringatan HUT dan nonton bareng final world cup 2006.

    5. Realisasi Belanja Tidak Terduga Menyalahi Ketentuan Sebesar Rp4.295.122.918,00

    6. Pembuatan Website http://www.alexnoerdin.com Rp. 12.500.000,00 (ada di tabel halaman 162 tentang Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan yang Direalisasikan untuk Kegiatan Bupati/Wakil Bupati nomor 192)
    –> coba deh kita klik situsnya, tidak ado!!!! mantap……
    7. SPJ TIDAK ADA BUKTI PENDUKUNG Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan senilai 3.656.446.000,00! (ada di halaman 154) dan Pengeluaran Tidak Sesuai Peruntukan Rp 3.185.475.050,00! (ada di halaman 157) ?????!!!!!?????

    Huhuy……!!!!

  3. O, o.. kamu ketahuan….
    bwakakakahakakakahakaka…. Alex Noerdin pernah ga naik kelas!!!
    Lihat hyuk di http://youtube.com/watch?v=ibwlALOLKgw
    Pasti geli… lucu… ada orang bodoh teriak sekolah gratis…!!

  4. nggak ada salahnya buat rubrik seperti ini !!!

  5. Huahahaha… ALDY kebakaran jenggot, setelah bikin tim survey palsu Maestro Strategos Brengos.. lalu dimunculkan kembali LSSI (Lembaga Stategi Survei Indonesia) atau LSII (Lembaga Survei Independen Indonesia) yang sama-sama dipimpin oleh Ismail Taufik (kapan & di mana pembentukannya, wallahualam…, memang enggak jelas. Pokoknya parodinya Lingkaran Survey Indonesia/LSI Danny JA) dengan memenangkan secara mutlak di atas SOHE. Dahsyat!
    Dana milyaran rupiah pun hangus sudah, sampai-sampai salah satu promotornya, Soetrisno Bachir menariknya menjadi uang kuis 10 miliar buat kader PAN bersuara banyak. Oh Alex oh Alex… Sudah memikirkan uang balik modalnya apabila kalah telak nanti?
    Ya, Rizal Mallarangeng sedang kalap, pertapaan di hotel Aston pun tak mengobati… Kliennya (Alex Noerdin) berpotensi besar kalah di Sumsel.
    Hasil SURVEI FOX INDONESIA (Lembaga survey yang dipakai ALDY), Lembaga survey ini dipimpin oleh Rizal Mallarangeng (adiknya Andi Mallarangeng). ALDY 42%, SOHE 52%,SWING VOTER 6%.
    Untuk mendongkrak perolehan suara ALDY, FOX Indonesia menyarankan ke ALDY untuk :
    1. Menghembuskan isu kerusuhan di masyarakat.
    2. Isu Money politik.
    3. Penggelembungan suara.
    4. Isu parpol menarik dukungan.
    5. Isu KPUD tidak netral.
    Dengan adanya isu tersebut, ALDY berharap :
    1. Pelaku kerusuhan diarahkan SOHE, sehingga timbul kebencian masyarakat ke SOHE.
    2. Pihak SOHE diisukan money politik dengan maksud menghancurkan kredibilitas SOHE di masyarakat.
    3. Tidak fokusnya pihak – pihak yang berkompeten terhadap ALDY. padahal yang saat ini terjadi, ALDY telah menyebarkan tim sampai ke KPPS untuk menggelembungkan suara bagi ALDY.
    4. Parpol menarik dukungan dianggap bisa menghancurkan SOHE. apalagi parpol tersebut mempunyai massa yang berbasis keagamaan.
    5. KPUD dianggap berpihak ke SOHE, padahal hampir sebagian besar ketua KPUD kabupaten/kota sudah mendapat uang dimuka dari ALDY.
    oleh karena itu, tim SOHE harus waspada. apalagi waktu tinggal 1 hari lagi. mudah-mudahan rakyat tidak terpengaruh dengan isu yang dibuat oleh para ahli politik tersebut.

    WASPADAI GERAKAN ALDY FRUSTASI!!!

  6. HAYOOO…….SIAPA SEKARANG YANG KEBAKARAN JENGGOT
    SAMPAI2 PASANG IKLAN BESAR DI KORAN DAN KONVOI DI JALANAN KLAIM KEMENANGAN BERDASAR PADA HITUNG CEPAT PUSKAPTIS YANG GAK TAU MUNCUL DARI LOBANG MANA.
    ADUHH…..MAU2NYA DIKIBULI PUSKAPTIS DENGAN HASIL SURVEY STATIS……….YAHHH….BERAKHIR TRAGIS…..
    CAPE’ DEEEHHHHH………………

  7. setuju aku, ketaun siapo yang kebakaran jenggot. he he he.

    ingat pepatah sepandai-pandainya “GIGI TUPAI” melompat akhirnya nyampak jugo.

    melok oiii… ke Genting Malaysia, … caknyo seruuuuu…

  8. hee…he…he….,betul itu teman-teman,orang yang berbuat zalim keorang lain maka Allah tidak akan memberikan kemudahan baginya.

    Sekarang sudah terbukti Allah telah menunjukan jalan bagirakyatsumateraselatan untuk berpikir dan bertindak secara cerdas. Dengan memilih Alex Nurdin makaakan putus Primordialisme kesukuan yang ada dipemerintahan sumatera Selatan.Memang Sumsel milik 1 suku saja.Alex dan Edu Yusufakan membuat kesetaraan semua suku bangsayang ada disumatera selatan.

    Buat Edy Santana, sebaiknya bapak gak perlu kebakaran jenggot dengan terpilihnya Alex Nurdin…Marilah bahu membahu membangun sumsel demi martabatdan harga diri masyarakat sumsel yang disegani dikawasan sumbagsel dan nasional umumnya.

    Kami mengerti dengan tidak terpilihnya pak Sahrial Oesman maka akan sulit buat bapak untuk menjadi calon Gubernur 2013 mendatang,soalnya teman dekat bapak untuk saling membantu dalam kebohongan terhadap masyarakat telah patah. Untuk membuktikan siapa yang terbesar dan terbaik disumatera selatan. Apakah Alex Nurdin atau Edy Santana silahkan bapak berkompetisi 2013 mendatang…..mudah-mudahan bapak tidakmundur sebelum bertanding seperti perebutan ketua Umum Golkar Sumsel lalu….Tiba-tiba sehari sebelum pemilihan Ketua Umum Golkar Sumsel bapak dengan muka kecut mengatakan mengundurkan diri karena tahu Alex Nurdin jauh lebih kuat dibanding Edy Santana…….Maka jadilah Pak Edy Santanasebagai Politikus Kutu loncat ke PDIP……he…he…he…. inikah kader yang patut dipilih rakyat…..ha…ahaa…

    Berikan kesempatan Pak Alex Nurdin untuk menata Provinsi Sumatera Selatan menjadi disegani semua provinsi dengan kecerdasan dan ketangguhan dalam berkiprah secara nasional di segala bidang…bukan yang ditonjolkan premanisme…..sudah tidak zamannya lagi pak edy dan pak sahrial.

    Justru sekarang anak-anak preman akan disekolahkan secara gratis oleh pak Alex dan Edy Yusuf….supaya mereka jadi orang pintar dan cerdas. Tidak lagi membuat kerusahan dan dibayaroleh orang berduit seperti Sahrial dan Edy Santana untukmenakut-nakuti rakyat lainnya..

    Selamat datang pemimpin baru sumsel…..kami tunggu sumsel SMART dan Jaya.

  9. MANTAP NIAN FRIEND KOMENT AWAK TU………..SETUJU…….
    SEKARANG TINGGAL KITO AWASI KPUD, JANGAN SAMPAI KENO TEROR OLEH SAHRIAL SUPAYO MENANGKE DIO.
    SEBAB KUNCINYO TINGGAL DI KPUD……..OK FRIEND…..!!!!

  10. Setuju Nian Komentar dari u Faisal…
    Skrng Kito Harus Jingok Hasil Dari KPU jangan Sampai lebih dari sikok suaro cak Pemilihan Gubenur yang 5 Tahun lalu… Bener dak Loer……?????

  11. ha..ha…ha…caknyo katik suaro lagi wong sahrial………

  12. Kalo SOHE menang, “SELAMAT” anda layak untuk memimpin Sumsel kembali dan kami yang mendukung ALDY dak mungkin biso digerakkan untuk rusuh macem kamu. Tapi,… POKOKNYO KALO PENGUMUMAN RESMI KPU LA KELUAR, DAN BENER MENGESAHKAN PASANGAN ALDY SEBAGAI GUBERNUR DAN WAKILNYA, YANG MASIH BERANI DEMO DUKUNG SOHE KAMI ANGGAP PREMAN!!! KALO SUDA TIBO WAKTUNYO KAMI IDAK TOLERANSI LAGI DENGEN PENDUKUNG SOHE YANG NAK BIKIN RUSUH SUMSEL/PALEMBANG!!! KAMI BAKAL BERSIHKAN SUMSEL DAN PALEMBANG KHUSUSNYO DARI PREMAN2. PAYO DULUR-DULUR PUASO NI JANGAN LAGI SALING MENGHUJAT. INGET FITNAH CUMA SENJATA TERAKHIR MANUSIO YANG SUDAH KALAH!!!

  13. MANTAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAPPPPPPP

  14. Kepada Yth
    Bpk.Gubernur Sumsel

    Pak,, bagaimana syarat kredit tanpa agunannya?
    kok kami sebagai salah satu pendukung Bapak
    tidak mendapatkan informasi kelanjutannya

  15. Ass. Pak Alex Puluhan Siswa SMKN 5 Rapotnyo ditahan guru, termasok adek aku karena tidak bisa membayar uang komite. sedih nian pak dio, nangis, kawan-kawanyo yang lain dapet. karno anak wong kayo pacak bayar SPP. Lah kami? malah diusir guru depan kelas. pokoknyo kejam nian guru SMKN 5 Palembang. dak pacak ngajar. siswa yang masuk PTN jugo katek sikok pun keluaran sano. gurunyo didik cak itu olehnyo

  16. uyy kamu tu lemak nian..kami ni,kasian nian,OKU Selatan..kabupaten terbelakang…bupati kami buyan nian,cuma tamat smp,ijasah palsu SMA..sekarang si OKU Selatan pembangunannyo kacau nian..camat dak katik malu lagi bangun rumah tigo tingkat yang kurang l;ebih pembangunannya mencapai 1,5M.belum lagi pejabat – pejabat yang lain..segalo pejabat di oku selatan sibuk korupsi galo..penduduknyo makin terpuruk dalam kemiskinan dan kebodohan..ditambah lagi sekarang Caleg – calegnyo nak ikut – ikutan nyari duit tanpa sadar kualitasnyo..,kandidat calon bupati yang kalah dulu sekarang sibuk nak nyalon lagi untuk balikkan modal yang habis waktu kalah kemaren..

  17. coba diperhatikan p alex semua pejabat dari pemda dan keroni2 ya masih banyak simpang siur tentang anggaran apdn untuk pemangunan omong pinter bukti tdk ada belum ada kemajuan. utk lowongan kerja sulit pada hal proyek banyak seperti lumbung migas didusun2dll saya mencari nasif di ibukota jakarta sedangkan asli saya orang palembang harapan saya bisa membuktikan kerja dikampung sendiri utk pengalaman sudah 6th diperusahaan contruction semoga bpk membutikan ada jalan keluar buat otonomi wong plg tercinta terutama saya pribadi dr saudara hermi (081314453164) terima kasih sama saya khusus p alex dan wakil nya selama meneruskan perjuangan wong plg

  18. tolong berita terkini syahrial oesman dong

  19. aku sebagai warga oku selatan cuma minta dengan sanak – sanak aku.”jangan lagi mendukung pemerintahan sekarang dan yang sudah’oku selatan semakin hancur.kito butuh wajah baru yang berpengalaman..

  20. setuujuuuu..
    ganti tadin
    usut korupnya
    tangkapin kroni-kroni nya…

  21. Minta brita teraktual dong tentang realisasi sekolah gratis d sumsel n gimn tindak lnjut (ketegasan) PEmda kpada sekolah yangtidak mw menjalankn perda ini …? thnx

  22. People will be excited to use Blue Mars for music, a place for self-expression and community. ,

Tinggalkan Balasan