Air PAM Mati, Listrik Padam, BBM Habis


Menjelang pelaksanaan Seagames ke 26 yang tinggal 18 hari lagi kendala demi kendala semakin banyak bermunculan. Hal ini semakin membuat kekhawatiran jika Seagames yang sebagian besar kegiatannya akan dilangsungkan di Palembang ini bakal berantakan.

spbu habisBagaimana tidak disisa waktu yang tingggal sedikit ini selain masalah sarana prasarana pendukung langsung kegiatan Seagames yang belum benar-benar siap, masalah lain pun semakin banyak bermunculan yang bisa saja mengganggu sukses tidaknya kegiatan multi event olah raga se asia tenggara ini.

Hari ini saja tercatat ada tiga masalah yang muncul dan nyaris bersamaan terjadi. Air PDAM dibeberapa tempat mati alias tidak keluar air. Listrik juga yang katanya aman justru banyak dilakukan pemadaman. Sedangkan satu lagi adalah masalah BBM yang hari ini disetiap SPBU di kota Palembang  dinyatakan HABIS !

Antrian kendaraan mulai truk-truk besar, bus, angkutan pribadi dan angkutan umum lainnya menumpuk di tiap pom bensin antri menunggu kalau-kalau ada pasokan BBM datang. Solar, Premium hingga Pertamax habis total.

Beberapa warga mengeluhkan kondisi ini yang jika tidak segera diatasi akan semakin berlarut dan berdampak sosial yang tidak baik.

“Deki Irawan seorang warga Palembang yang mengaku telah keliling ke setiap SPBU di kota Palembang sekedar untuk mendapatkan Solar untuk mobil isuzu fanternya, mengatakan jika ini adalah kondisi yang sangat membahayakan. Sebelumnya belum pernah terjadi kelangkaan BBM yang fatal seperti ini.

“Janjinya baru jam 3 sore nanti akan datang pasokan dari Pertamina”, ungkap Deki.

antrian truk di depan SPBUMasalah BBM, Listrik dan Air PAM adalah faktor  penting yang ikut jadi penentu sukses tidaknya Seagames di Palembang nanti. Apalagi pada saat hari pelaksanaannya nanti kebutuhan akan tiga kebutuhan dasar itu akan meningkat tajam. Air bersih mutlak  harus selalu siap bagi kebutuhan ribuan atlit dan tamu dari berbagai negara. Listrik juga akan dibutuhkan pasokan besar untuk menerangi lokasi  venues khususnya dikawasan sport city Jakabaring. Jika saja untuk memenuhi kebutuhan Seagames terpaksa PLN harus memadamkan sebagian wilayah kota, ini berarti memang seagames ini belum benar-benar siap. “Tidak bijak jika warga kota yang dikorbankan”, ujar Deki ikut komentar.

Sedangkan masalah BBM justru dampaknya akan lebih besar dan lebih terasa. Apalagi ditiap-tiap SPBU antrian kendaraan telah menyebabkan kemacetan dan ketidaknyamanan warga.

“Jika ini tidak segera terselesaikan, saya pesimis Seagames akan lancar”, tambah warga kota ini dengan nada pesimis.

Seagames Belum Siap !


workshop wartawan olahragaSepertinya kurang mengenakan bunyi judul diatas : Seagames Belum Siap! Tapi itulah memang kenyataannya sebagaimana yang terangkum dalam forum workshop Wartawan Olah Raga Sumatera Selatan yang berlangsung hari ini di aula Koni Sumsel, Jalan Sudirman Palembang.

Jika dalam beberapa pekan terakhir, media menyoroti fasilitas sarana Seagames yang dikhawatirkan belum benar-benar siap saat pelaksnaannya nanti, kali ini rombongan kuli tinta lokal ini justru mempertanyakan masalah kesiapan sarana dan prasarana pendukung tugas liputan wartawan yang akan meliput even olah raga tingkat asia tenggara tersebut.

“Kami bingung hingga saat ini keberadaan Media Center saja masih belum jelas, lantas bagaimana pula dengan fasilitas-fasilitas di Media Center nanti, semua harus online, dan itu biasanya satu bulan sebelum acara sudah betul-betul siap tinggal pakai”, ungkap seorang Wartawan media cetak yang mencoba menyampaikan kritiknya kepada panitia.

Sementara itu pembicara dari Seksi Wartawan Olah Raga (SIWO) PWI Pusat, Raja Parlindungan Pane, mengakui jika memang masalah Media Center hingga saat ini belum jelas. ” Saya sudah bicarakan hal ini dengan Inasoc, KONI KOI, bahkan langsung pada Menpora Andi Malarangeng, namun masih belum ada kejelasan”, ujarnya. Padahal, lanjut raja, pada kegiatan tahun 1997 saja semua fasilitas untuk wartawan yang meliput sudah disiapkan jauh-jauh hari. Sedangkan untuk Seagames yang semestinya lebih baik malahan hingga kini belum siap.

Masalah Kartu pengenal ID Card untuk wartawan yang akan meliput Seagames hingga saat ini belum tuntas juga. Pihak Inasoc yang menyiapkan Kartu ID Card terkesan lamban. Puluhan nama wartawan yang dikirimkan oleh KONI Sumsel ke Inasoc di Jakarta hingga kini belum selesai dibuatkan ID card-nya.

“Padahal Seagames ini akan diliput oleh sekitar sepuluh ribu wartawan dalam dan luar negeri, dan kegiatan Seagames ini baru akan terjadi lagi di Indonesia pada 22 tahun mendatang, jika pelaksanaannya tidak sukses maka akan tercatat dalam sejarah sebagai Seagames yang buruk”, tambahnya lagi.

Selain masalah sarana bagi media, sarana prasarana olahraga yang dibuat secara dadakan pun kondisinya belum betul-betul siap. Lintasan sepatu roda yang kini mulai diuji coba dianggap para atlet masih belum sesuai standar. Lintasan masih licin dan agak bergelombang sehingga menyebabkan atlit mudah terjatuh.

Sarana olah raga air di Acuatiq Center juga nampak airnya masih banyak endapan debu, pasir akibat debu dari kegiatan pembangunan yang sedang dikebut kejar waktu.

Karena alasan-alasan inilah para wartawan khawatir jika Seagames nanti bisa berantakan karena sesungguhnya pihak penyelenggara masih belum benar-benar siap melaksanakan kegiatan ini.

Namun apapun keadaanya Seagames tetap harus dilaksanakan dan sukses tepat waktu. Demi nama bangsa semua pihak harus berjuang agar Seagames ini sukses.

Tambang Batubara Diserang Warga


Sebuah areal perusahaan Tambang Batubara di kecamatan Merapi Timur kabupaten Lahat milik PT. Budi Gema Gempita yang sudah cukup lama bersengketa dengan warga sekitar masalah lahan, kemarin (19/10) tiba-tiba diserang warga dan mengakibatkan 2 unit alat berat hangus dibakar dan salah seorang karyawan babak belur diamuk massa.

Kejadian ini sontak menyebabkan aparat dari Polsek Merapi dibantu Polres Lahat segera turun tangan mengamankan situasi yang terlanjur rusuh. Ratusan warga yang sudah lama memendam emosi karena laporannya ke Polres Lahat dan DPRD Lahat belum juga ada hasil berarti, sedangkan pihak perusahaan yang menyerobot tetap saja melakukan aksi penambangan batubara.

Pihak DPRD Lahat sendiri sebenarnya sudah beberapa kali melakukan upaya menyelesaikan masalah ini dengan melibatkan pemerintah daerah, namun nampaknya belum menemukan titik temu. Hal inilah yang menyebabkan kesabaran warga tidak terbendung lagi untuk melakukan amuk massa.

Kasus-kasus sengketa lahan milik warga dengan perusahaan tambang batu bara di kabupaten Lahat memang banyak terjadi. Kemudahan diberikannya izin Kuasa Pertambangan oleh pemerintah kepada swasta kerap menimbulkan masalah dengan warga sekitar. Biasanya warga sekitar yang lemah seringkali dirugikan dan perusahaan akan semakin arogan karena didukung oleh kekuasaan dan aparat.

Kejadian di kecamatan merapi yang meliputi 3 desa, masing-masing desa Banjarsari, desa Gedung Agung dan desa Arahan, bisa saja terulang di tempat lain jika pemerintah daerah dan aparat setempat kurang bijak dan cepat mengatasi persoalan sengketa lahan seperti ini. Warga akan habis kesabaran dan berani bertindak anarkis karena merasa nasibnya tidak ada yang memperjuangkan.

Kedubes Amerika Tinjau Jakabaring


Macam-macam saja ulah Gubernur Sumsel untuk menunjukan kemampuannya mewujudkan sarana Seagames di Jakabaring bisa selesai tepat waktu.  Hampir dalam setiap kesempatan berbicara dalam berbagai acara di dalam maupun luar Sumsel, Gubernur Alex Noerdin selalu menyampaikan undangannya untuk hadir atau sekedar melihat-lihat kawasan sport city di Jakabaring. 

Akibatnya bukan saja orang-orang yang terkait dengan kegiatan Seagames yang datang melihat-lihat kawasan Jakabaring, melainkan orang asing yang sama sekali tak ada kaitannya pun ikut-ikut membuat repot.

Salah satunya orang asing yang kemarin datang meninjau adalah orang Kedutaan Amerika Serikat. Pieter Davidian adalah Vice Council US Embassy di Jakarta yang datang didampingi stafnya Yudha Permana. Piter meninjau Jakabaring didampingi Panitia Seagames daerah yang banyak memberikan penjelasan tentang venues yang ada yang lainnya seputar sport city.

Nah, apa sesungguhnya maksud dari kunjungan Kedutaan Amerika tersebut ke Jakabaring, padahal Seagames nanti sama sekali tak ada kaitannya dengan negara Amerika Serikat.

Pihak panitia seagames sendiri tidak paham apa sesungguhnya maksud kedatangan orang Kedutaan AS tersebut. Namun mereka menganggap jika ini adalah sinyal positif dan bentuk dukungan terhadap Sumsel.

“Kami belum jelas maksud kunjungan kedatangan kedutaan Amerika ke Jakabaring, tetapi ini pertanda positif dan bentuk dukungan terhadap Sumsel,” ungkap Muddai Madang ketua Inasoc Sumsel,  sebagaimana dikutif  Sripo.

Namun Sulaeman Abas seorang aktivis LSM di Palembang menilai kunjungan kedutaan Amerika di Jakabaring tidaklah ada urgensi dan manfaatnya bagi Sumsel. Sulaeman yakin jika kedatangan Kedubes Amerika itu karena undangan Alex Noerdin yang biasa “latah” mengundang siapa saja yang ia temui untuk “ngamboi”.

Entahlah.

BANJIR TAHUNAN SIAP HADANG SEAGAMES


Pelaksanaan seagames ke 26 Tahun 2011 tinggal menghitung hari. Palembang yang akan jadi tuan rumah, tempat seremoni pembukaan dan penutupan serta sebagian besar tempat kegiatan cabang olah raga digelar, terus berpacu menyiapkan segala sarana dan prasarana “dadakan” agar jangan sampai terjadi dalam sejarah sebagai pelaksanaan seagames “memalukan” karena pelaksanaan yang berantakan.

Kendati berbagai pihak memandang pesimis jika semua sarana akan benar-benar siap untuk digunakan pada waktunya, namun pelaksana dan pemerintah provinsi Sumatera Selatan meyakini jika semuanya akan selesai tepat waktu, dan seagames akan bisa digelar tanpa kendala.

Kesibukan pekerja menyelesaikan venues cabang olah raga yang semuanya berpusat dikawasan Jakabaring Palembang memang luar biasa. Ratusan atau bahkan ribuan pekerja yang dieksodus dari Pulau Jawa bekerja siang dan malam tanpa lelah. Target bisa selesai tepat waktu memang jadi hal utama, sedangkan kualitas dan daya tahan hasil pekerjaan bisa menjadi urusan kedua atau ketiga saja.

Lantas jika semua sarana bisa mampu diselesaikan tepat waktu, apakah seagames tersebut akan benar-bener bisa sukses, atau setidaknya tak banyak kendala? Siapakah yang bisa menjamin?

Kendala mewujudkan sukses Seagames di Palembang ini memang tidak hanya sebatas dalam urusan sarana-prasarana saja, hal lain yang sebelumnya tidak terduga bisa saja terjadi dan menjadi masalah besar. Hal dimaksud adalah keadaan alam yang kini mulai memasuki musim “buruk” dengan intensitas hujan yang tinggi dan diiringi angin kencang.

Di setiap akhir tahun Palembang selalu direpotkan dengan masalah lama yang tak pernah tuntas dicarikan jalan keluarnya. Yakni masalah banjir tahunan. Banjir bisa mengenangi sebagian kota ini karena guyuran hujan yang terus menerus. Dan bulan November biasanya menjadi bulan puncak curah hujan tertinggi dalam setiap tahunnya.

Bulan november mendatang, saat Seagames digelar, diyakini hujan dan banjir tak bisa dibendung lagi. Termasuk peran pawang hujan pun tak akan mampu lagi mengatasinya. Sedangkan sarana seagames “dadakan” yang baru dibangun terletak di kawasan Jakabaring, daerah bekas rawa yang direklamasi. Maka ancaman banjir bisa menjadi kendala suksesnya perhelatan oleh raga tingkat asia tenggara tersebut.

Nah jika ini benar-benar tejadi maka dipastikan seagames akan berlangsung lebih unik karena akan banyak atlit yang memilih bersantai ria di wisma atlit ketimbang berkubang di air banjir.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 749 pengikut lainnya.