Pasca Ditinggalkan Alex Noerdin – Eddy Yusuf ; MUBA DITANGAN FAHRI, OKU DIKAKI YULIUS


Nasib dua kabupaten pasca ditinggalkan Bupatinya yang terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel, yaitu kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan kabupaten Ogan Komering Ulu kini ibarat merana, kesepian. Nyaris tak terdengar lagi gebrakan-gebrakan baru serta terobosan jitu dalam mensejahterakan rakyatnya yang dilakukan Bupati penerusnya. Dua kabupaten itu kini senyap, tak ada perbedaan apa-apa dengan kabupaten lainnya.

Tak nampak pembangunan bersekala besar yang digagas. Tak ada terobosan baru yang jitu. Semua hanya sekedar menjalankan tugas sehari-hari seperti biasa saja.
Bahkan saking karena santainya, penerimaan daerah pasca ditinggalkan Bupati lama, kini jumlahnya merosot tajam. Usaha keras untuk menggaet dana pusat ke daerah ini nyaris tak nampak lagi.
Inilah kondisi sesungguhnya kabupaten Muba ditangan Bupati Fahri Azhari dan kabupaten OKU ditangan Bupati Yulius Nawawi, dua mantan Wakil Bupati yang mendapat durian runtuh menjadi Bupati.

Muba di Tangan Fahri
Kabupaten Muba saat ini tak terdengar lagi gemanya. Dulu dimasa Alex Noerdin, kabupaten ini demikian menonjol. Pembangunan berbagai fasilitas luar biasa semarak. Terobosan bagi kesejahteraan rakyat banyak lahir dari kabupaten ini. Sekolah gratis, berobat gratis menjadi acuan tingkat nasional.
Upaya menggaet investor juga dilakukan Alex habis-habisan. Besarnya Sumber daya alam yang dimiliki dimanfaatkan dengan sempurna. Maka jadilah kabupaten itu dengan penghasilan terbesar dengan nilai APBD yang sangat fantastis. Nama Sekayu, ibukota Muba, jadi terkenal di tingkat nasional. Para pejabat dan tokoh nasional berbondong-bondong ke kota itu untuk menyaksikan sendiri kemajuan daerah yang dimasa orde baru sebagai kabupaten tertinggal itu.
Segala fasilitas dibangun dengan megah. Fasilitas olah raga bertaraf internasional banyak berdiri disana. Guru, pelatih dan instruktur luar, baik asing maupun nasional sengaja didatangkan untuk mendidik putera daerahnya. Berbagai macam pernghargaan dan prestasi mampu diraih dengan gemilang. Kabupaten Muba menjadi kebanggaan di tangan Alex Noerdin.
Namun semenjak ditinggal Alex Noerdin, Muba ibarat kehilangan sukmanya. Sepi dan tidak lagi menonjol dari yang lain. Semua biasa-biasa saja. Nama Sekayu kini jarang lagi disebut. Para pejabat pusat tak antusias lagi berdatangan kesana. Pembangunan yang ada hanya sekedar melanjutkan dari yang sudah ada.
Kini kabupaten Muba telah ada di tangan Fahri Azhari. Sebagai penerus estafet kepemimpinan di Muba, Fahri nampaknya saat ini masih sedang sibuk meramu program-program jitu untuk membangun daerahnya. Di tangan Fahri-lah nasib kabupaten ini dalam sisa waktu 3 tahun lagi.
Fahri mesti piawai memainkan tangannya agar kabupaten ini bisa tetap maju dan terdepan. Muba justru harus jauh lebih maju dibandingkan masa Alex Noerdin dahulu. Fahri harus mampu membuktikan bahwa dirinya bukanlah sekedar Pengikut dibelakang Alex Noerdin saja, melainkan iapun setara dengannya.
Terlebih jika Fahri punya niat untuk bisa memperpanjang jabatannya kembali di periode berikutnya. Jika ia hanya mampu jadi sekedar penerus Alex belaka, maka akan sangat sulit baginya untuk bisa terpilih lagi. Namun ia harus mampu menunjukkan bahwa dirinya lebih baik atau setidaknya sama dengan kemampuan Alex Noerdin.

Kabupaten OKU di Kaki Yulius Nawawi
Hal yang tak berbeda dengan Muba juga terjadi di kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Pasca ditinggalkan Bupati Eddy Yusuf yang hijrah menjadi Wagub Sumsel, kabupaten ini seperti kehilangan semangat. Suasana hiruk pikuk pembangunan tidak nampak lagi. Yang ada hanya rutinitas biasa saja.
Di masa kepemimpinan singkat Bupati Eddy Yusuf dulu, kabupaten OKU ibarat pembalap yang melesat jauh didepan. Pembangunan bermunculan dimana-mana. Mulai dari fasilitas sosial, pendidikan, kesehatan, sarana umum, olah raga hingga fasilitas keagamaan ia dirikan dengan megah. Dalam masa 2 tahun anggaran saja kabupaten ini telah disulap menjadi kabupaten yang maju dan terdepan. Padahal sumber keuangan daerah ini jauh lebih rendah dibanding Muba atau Muara Enim. Namun pembangunannya luar biasa semarak.
Kedekatan Eddy Yusuf dengan warga OKU nyaris tak berbatas. Ia tak segan untuk berkumpul bersama mereka tanpa membedakan status sosial. Eddy Yusuf banyak mendapatkan inspirasi membangun daerah justru dari suasana-suasana seperti itu. Ia jadi benar-benar mengetahui permasalahan yang dirasakan rakyatnya. Ia juga tidak terbiasa menerima laporan stafnya yang Asal Bapak Senang. Ia suka terjun langsung untuk melihat kondisi rakyatnya yang sesungguhnya.
Kini kabupaten OKU jauh berbeda. Tak banyak lagi geliat pembangunan disini. Kedekatan Bupati Yulius Nawawi dengan warga OKU pun sangat kurang. Ia nampak tidak terbiasa lagi berbaur dengan masyarakat kelas bawah sebagaimana yang selalu dilakukan Bupati pendahulunya.
Kondisi di lingkungan Pemkab OKU juga sangat jauh berbeda. Kantor besar itu nampak sepi karena banyak PNS yang suka kucing-kucingan dengan Bupatinya. Jika Bupati Yulius Nawawi ada di kantor, karyawan Pemdanya masih bertahan untuk tetap berada di kantor. Tetapi manakala Yulius keluar kantor, maka PNS bawahannya cepat-cepat sibuk dengan urusan pribadinya di luaran. Akibatnya kantor itu sering kosong tak berpenghuni.
Aktivitas pembangunan juga tak nampak semarak lagi. Beberapa proyek besar yang masih berjalan hanyalah program Bupati Eddy Yusuf yang belum kelar. Sedangkan proyek besar yang murni hasil pemikiran Yulius, belum kelihatan sama-sekali.
Justru yang kerap jadi pembicaraan para karyawan dan masyarakat di OKU adalah munculnya beberapa nama kroni Yulius Nawawi yang banyak merongrong proyek-proyek disana. Mereka adalah Anak, ponakan dan keluarga Yulius Nawawi yang mendadak jadi kontraktor ngetop. Beberapa perusahaan baru dibuat untuk mengeruk proyek-proyek disana.
Yulius Nawawi sendiri masih tampak santai dan menikmati kursi empuknya. Ia belum memerankan kakinya untuk membuat terobosan-terobosan jitu untuk menciptakan gol-gol baru yang bermutu bagi rakyatnya. Ibarat pemain bola, Yulius Nawawi kini telah berdiri tegak dan menguasai bola sepenuhnya. Saat ini bola kabupaten OKU itu telah ada di kaki Yulius Nawawi. Mau ia tendang kemana, atau mau menciptakan gol berapa, terserah dirinya.
Sisa waktu 2 tahun lagi adalah waktu yang cukup bagi Yulius untuk membuktikan jika dirinya juga Bupati yang tepat memimpin OKU. Yulius harus menunjukkan kemampuan dirinya agar warga OKU meyakini jika dirinya lebih baik dari Bupati-Bupati sebelumnya. Namun jika ia tetap tenang menikmati jabatannya tanpa membuat terobosan baru, maka jangan harap ia akan dicintai rakyatnya. Jika demikian, bersiaplah untuk tidak coba-coba ikut pencalonan Bupati pada tahun 2010 mendatang. Karena rakyat tak akan rela memilih pemimpin yang salah untuk kedua kalinya.
Selamat berjuang.

About these ads

15 Tanggapan

  1. Iyo tuch, semenjak kuyung PA jadi rajo di muba, makin banyak bae ‘PA’ lainnyo disano (PA= pejabat aceh alias pejabat asal ulah paceh), makmano pacak mak itu, apo ‘PA’ itu bener2 kinerjanyo ado???

  2. Ini memang tulisan yang tidak bermutu. Betul-betul sebuah opini yang didasari apatisme. Jurnalis itu biasanya menulis sesuai fakta, bukan pendapat. Mudah-mudahan pembaca tidak termakan begitu saja. Saya yakin ini memang bukan wartawan senior. Di Header Blog ditulis Berita Terkini, artinya ini adalah Media Massa Online (Surat Kabar). Masak tulisannya tidak bermutu begini. Payahhhhhh.

  3. Bagaimana OKU mau membangun, lha dananya habis buat kampanye Eddy Yusuf. coba anda lihat Lapangan A. Yani yang tidak pernah selesai pembangunannya……Bullshit.

  4. Saya bingung dengan Pemerintah (PNS) motivasi apa sih yang membuat mereka mengingkari janji. PNS itu ibarat pelayan rakyat, namun ya itu cuma dibibir saja. Banyak rakyat yang dipersulit bahkan diperas oleh oknum PNS.Peace….

  5. sama seperti sumsel ditinggal oleh sahrial oesman…sepi senyap tanpa pembangunan….cuma berobat & sekolah gratis bae, itupun sudah prog. pemerintah pusat…bukan asli prog pemerintah daerah….

  6. janganlah membanding2kan seorang pemimpin, tentunya mereka punya keunggulan dan kelemahan masing2, sekarang mari bicara fakta dan bukti jgn opini dan pendapat individu belaka…

    jadilah masyarakat yang cerdas, dan pekerja keras agar bisa membantu proses pembangunan….

    berhenti mengeluh, tunjukan prestasi…

  7. masing2 pemimpin punya cara sendiri, edy yusuf bangun oku pakai dana apdb utk skpd dialihkan utk bangunan fisik yg pada akhirnya mubazir, mega proyek yang di buatnya byk yg tidak bermanfaat utk masyarakat dan mekanisme proyek dgn pihak ketiga dia monopoli… jadi untungnyo byk dio kantongi bae…

  8. God! I wish that my exams will be over soon so that I cannot again continue my blogging, missing it very dearly. Pray for my adobe training

  9. Ah pecak hebat nian Alex samo Eddy ni, sudah-sudah llah wong duo ini jadi apo dari hasil ngutak-ngatik dan duit negara mano ado pns punyo duit ratusan milyar kalau dak calaq ngutak-ngatik. Macam mano Muba samo OKU nak maju lagi amon duitnyo lah dihabis ke wong duo ni………….

  10. sudahlah kalian menggosib aja..
    coba kalian berfikir
    gimana caranya biar pemerintahan kita itu maju..
    bukan hanya bisa protes,,
    tapi kasih solusi dan kasih pemikiran…

  11. sudahlah kalian menggosib aja..
    coba kalian berfikir
    gimana caranya biar pemerintahan kita itu maju..
    bukan hanya bisa protes,,
    tapi kasih solusi dan kasih pemikiran…
    kita lihat aja kedepannya adakah perubahan…

  12. stiap masa slalu ada pljrn yg harus kita plajari n ambil manfaatnya, jgn mencelah sesuatu yg kita tk th ilmunya

  13. Di OKU sudah ado lapangan GOLF Lho….! mantu Bupati maen Golf dihalaman rmh kabupaten,,, ini kemajuan yg signifikan lho,,,,hehehe

  14. Semuanya…
    Yang pasti Pahri lebih menonjol dari Alex
    dari segi G I G I nya………………HAAAAAHAAAAAA

    But Muba community like it………….
    in Muba Toon film “Bupati Hook” not captain hook
    Wait this cinema in 20xx year
    verry DANGER….!!!

    Seperti kata pepatah,
    sitinggi-tingginya bangau “diterbangkan”
    pasti akan kembali ke cucuran…..naif

  15. Memangnya cuma OKU yang BISA
    di Muba juga BISA
    Pak Alek Bangun GOR megah untuk OLA RAGA

    tetapi…
    pertandingan sepak bola antar pejabat eksekutif dan legislatif
    diadakan dihalaman Kabupatenan… JUGA LHO
    rumput yang ditata indah diinjak sepatu bola pejabat PA
    pakai untuk bakar sampah karangan bunga ucapan selamat
    pakai untuk sedekah potong entil anak
    dan,
    pedagang kaki5 bebass
    Jalur jalan bebass
    truk bebas masuk kota
    jalan jalan bebas lobang
    biaya siluman bebass
    lampu padam bebas
    Nodong mulai bebas (carek kitek nia ikak..lagu lame)
    Texas ditahun 1700

    Demokrasi??
    Merakyat???
    Tidak tau aturan???

    Kabupaten Muba sedang terjun bebas dengan kecepatan 99999km/dt
    dak makai parasut…. tapi makai dasi
    mati dem …..sek getop la dem

    Ku kak kecewa nia ngape daerahku jadi ancur….mikak
    ndak nyemulung asek e kalu ingat Pak Alex
    payuu oii tolong kami kalu kamu masih ade ati
    kelek ke kia ke sekayu…..luur
    Kami la dak meleh wangkak dak tau gape menang…?????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 747 pengikut lainnya.