Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel hasil Pilgub lalu, Alex Noerdin dan Eddy Yusuf dipastikan akan dilaksanakan hari Jumat 7 November 2008 mendatang. Hal ini sebagaimana tercantum dalam Kartu Undangan yang telah disebar DPRD Sumsel kepada 6000 Undangan. Sebuah kegiatan pelantikan termegah dan sangat fenomental dengan jumlah undangan yang sangat banyak.
Hanya saja masalah waktu pelaksanaan yang dalam undangan tertera pukul 08.30 Wib diundur menjadi pukul 14.00 Wib, selepas sholat jumat.
Perubahan jam pelaksanaan ini terkait permintaan Menteri Dalam Negeri yang masih berada di Papua Nugini hari itu dan baru meluncur ke Palembang sekitar jam 10.00 wib pagi.
Hal ini sebagaimana disampaikan Ketua DPRD Sumsel, H.Zamzami Ahmad yang mendapat kontak langsung dari Mendagri tentang perubahan jam pelantikan ini. Zamzami juga menegaskan jika saat ini SK pelantikan sudah ditandatangani Presiden.
Beberapa warga Palembang yang telah mendapat undangan untuk acara pelantikan mengaku tidak mempersoalkan perubahan jam pelantikan tersebut. Bahkan mereka lebih setuju jika pelantikan yang berlangsung hari jumat itu dilaksanakan siang hari usai sholat jumat.
“Kalau pagi hari justru waktunya sangat sempit karena orang akan segera sholat jumat, tapi kalau lepas sholat jumat justru lebih leluasa lagi waktunya”, ujar Abdurahman seorang pengusaha di Palembang yang telah menerima Undangan sejak hari Jumat lalu.
Hari-Hari Menunggu Pelantikan
Masa hampir dua bulan menunggu hari pelantikan 7 november merupakan masa yang sangat lama dan panjang. Bahkan terasa sangat membosankan. Hal ini sebagaimana dirasakan oleh Wakil Gubernur Terpilih, Eddy Yusuf.
Sebagai seorang yang sehari-harinya selalu sibuk dengan pekerjaan, masa penantian ini benar-benar membuat mantan Bupati OKU ini jenuh. Untuk mengisi masa penantian ini Eddy Yusuf melakukan aktivitas sehari-hari di dalam rumahnya yang terletak di daerah kampus Palembang.
“Bapak paling-paling baca koran, nonton TV dan ngobrol-ngobrol bersama tamu-tamu yang nyaris tak henti-hentinya berdatangan”, ujar seorang penjaga rumah kepada Wartawan.
Eddy Yusuf memilih untuk tidak sering menampakkan diri di hadapan publik setelah KPU menetapkan dirinya sebagai pemenang Pilkada. Hal ini dilakukan sebagai bentuk ketaatannya pada aturan dan tahapan Pilkada yang telah ditetapkan KPU. Eddy Yusuf juga tidak mau membuat tindakan yang membuat keruh suasana.
“Saya ingin seluruh warga Sumsel kembali tenang dan bersatu kembali. Jangan karena Pilgub kita jadi terpecah belah”, ungkap Eddy Yusuf saat ditanya tentang jarangnya ia muncul dimuka publik.
Eddy meyakinkan ia baru akan langsung sibuk bekerja setelah pelantikan nanti. “Kalau sekarang dilantika saja belum”, ujarnya.
Sedangkan Alex Noerdin Gubernur Terpilih masih sering nampak muncul di koran maupun televisi. Hal ini terkait kesibukannya sebagai Ketua DPD Partai Golkar. Maklum saat ini orang-orang partai sedang sibuk dengan Pencalegan untuk Pemilu 2009 mendatang.
Nah, Jika menang saja mereka merasakan hal yang membosankan, bagaimana orang yang mengalami kekalahan? Apa yang dilakukan Syahrial setelah ia mendapat kekalahan? Apakah benar ia mengalami stress berat dan semakin sakit-sakitan menghadapi masa pahit dalam penjara KPK? Tunggu saja.
DIarsipkan di bawah: Berita Aktual, Palembang News, Peristiwa, Pilkada 2008, news | Ditandai: Add new tag, Pilkada

saking stressnya si Sahrial terus jalan-jalan keluar negeri…he..he… hati-hati pak nanti dicekal KPK untuk tidak boleh keluar negeri…mending duduk yang mantap di sumsel sambil banyak berzikir hilangkan kebiasaan jalan-jalan ke malaysia khusunya berjudi di tanah genting itu…
Payah nian orang kita Indonesia ini, pantaslah kito ni baik di nasional dan di daerah setiap ado penggantian suksesi kepemimpinan selalu dak pernah akur. Jasa orang yang lama tidak pernah diakui karena selalu dikalahkan oleh rasa benci dan dendam kesumat, hal ini sangat mirip pada zaman-zaman peralihan kekuasaan ditanah Jawa (seperti Singasari dan Majapahit). Kita warga Sumsel jangan dipengaruhi oleh budaya Jawa ini kita bukan orang Jawa Bung. Apalagi yang punya Blog ini kalau menurut penerawangan saya ini ORANG JAWA yang selalu menghasut tapi kalau sudah sukses kiri kanan ditendangnya.
iya….iya kita semua mengerti perasaan bapak-bapak semua yang mengaku uwong sekayu..tapi kami yakin anda juga bukan orang sekayu…mungkin anda salah satu anggota penghasut dan perusak nama baik daerah lain. kalo begitu anda juga termasuk penganut budaya jawa yang primordialisme itu.
Memang kalah itu menyakitkankan…aku pikir kelompok SO pun akan melakukan hal yang menyakitkan bila dia menang..karena semua preman dia rangkul…tapi gak papa koq….mungkin SO sedang konsentrasi untuk mengatasi panggilan KPK tahap berikutnya….beri semangat dia bung biar gak stres berat…he..he…