Masa Jaya Syahrial Oesman Telah Habis

Jabatan merupakan amanah yang sangat berat pertanggung jawabannya di hadapan sang Pencipta nanti. Namun tak sedikit orang yang justru rela mati untuk memperebutkan sebuah jabatan. Jabatan mereka anggap sebagai sukses dan impain tertinggi.

Hal ini yang nampak sedang dirasakan pula oleh Syahrial Oesman, mantan Gubernur Sumsel yang khawatir lepasnya jabatan Gubernur yang pernah ia nikmati selama 5 tahun. Pilgub 2008 ini bisa menjadi moment besar habisnya masa kejayaan Syahrial Oesman dan kroni-kroninya. Melalui Pilgub ini Syahrial akan merasakan sakit yang luar biasa karena disingkirkan rivalnya, Alex Noerdin, dengan selisih yang tipis.

“Syahrial bisa merasakan bagaimana sakitnya dikalahkan lawan dengan kalah tipis. Ia jadi tahu bagaimana perasaan Rosihan Arsyad lima tahun lalu ketika ia jatuhkan dalam Pilgub waktu itu”, ungkap Chandra seorang warga Palembang berkomentar.

Dengan kekalahan ini tentu saja Syahrial banyak menderita kerugian yang sangat besar. Uang yang ia kumpulkan selama lima tahun habis terkuras. Satu persatu kawan mulai berpaling dan berpihak kepada lawan. Penghormatan dan sanjungan mulai berkurang. Bahkan tak sedikit pandangan mata warga yang sinis mulai ia rasakan.

Tidak sampai disitu saja, KPK sepertinya tak mau mengerti dengan keadaan. Pemeriksaan demi pemeriksaan harus dijalani. Bukan mustahil besok atau lusa Syahrial bisa ditetapkan jadi tersangka. Maka penjara yang penat pun bisa saja ia rasakan juga.

“Semoga kasus seperti calon bupati yang nekad telanjang lari ke tengah sawah di Jawa Timur karena kalah taksampai terjadi disini. Syahrial harus bisa menahan diri dan semakin bersabar menerima kenyataan”, ujar sumber tadi menambahkan.

54 Tanggapan

  1. ada perbedaan visual karakter antara pak helmy yahya dengan syahrial oesman yang saya lihat pada saat siaran televisi metro tv menayangkan ajakan alex nurdin untuk melupakan yg lalu, dan marilah bersama sama kita membangun sumsel ini kata pak alex kepada pak helmy dan syahrial.
    Disitu jelas sekali pak helmy mengatakan ” WHY NOT” sebagai orang yang lahir dan berdarah palembang tentu saya mau menerima tawaran beliau, tapi kita harus menunggu terlebih dahulu keputusan KPUD.
    Namun dilain pihak saya melihat sangat kontras perbedaannya dengan seorang syahrial yang seakan akan tidak menerima apabila KPUD memutuskan setelah penghitungannya menyatakan yang menang bukanlah pasangannya.
    Jadi menurut saya mengutip apa yang ditulis pak supriadi dari sumbernya:
    “Semoga kasus seperti calon bupati yang nekad telanjang lari ke tengah sawah di Jawa Timur karena kalah taksampai terjadi disini. Syahrial harus bisa menahan diri dan semakin bersabar menerima kenyataan”,
    sayapun ingin mengatakan demikian kepada syahrial…
    melly alqudsy

  2. Setelah Lahat, akankah bergeser ke MUBA?

    Akibat Gempa Sumsel: Dua Tewas, 60 Orang Luka-Luka
    Ken Yunita – detikNews
    Jakarta – Gempa yang mengguncang Lahat, Sumatera Selatan berdampak cukup memprihatinkan. Gempa berkekuatan 5,6 Skala Richter(SR) memakan korban harta dan jiwa.

    Tercatat dua orang dan 60 orang warga lainnya luka-luka akibat gempa yang terjadi Selasa (9/9/2008) pagi ini. Beberapa warga yang luka-luka dilarikan ke rumah sakit untuk dirawat secara intensif.

    Selain itu, gempa bumi yang terjadi pukul 10.07 WIB tadi juga merusak sarana infrastruktur. Tercatat satu Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) dan 355 rumah di 11 desa rusak akibat bencana alam ini.
    Data dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) menyebutkan lokasi yang mengalami kerusakan parah adalah Kecamatan Dempo Utara Kabupaten Pagar Alam, Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat, dan di wilayah perbatasan Sumsel-Bengkulu.

    Menurut data BMG, pusat gempa terjadi di darat, 51 Km Baratdaya Tebing Tinggi, di lokasi 4.04 LS 103.01 BT. Gempa susulan pun terjadi pada pukul 10.52 WIB dengan kekuatan 4,4 SR yang juga berpusat di darat, 50 km selatan Tebing Tinggi-Bengkulu.(vna/gah)

    ALAM PUN BISA SAJA TIDAK RELA MENERIMA KEBOHONGAN SEKELOMPOK MANUSIA YANG RAKUS MENELAN DUSTA!

  3. Buat Pak Sup, jangan berlebihan dalam menulis berita. Jangan samakan level kepintaran anda dengan para pemberi komentar yang ASBUN seperti diatas. Paling tidak SO itu bekas Gubernur kita yang masih patut dihormati. Soal penderitaan yang dialaminya sekarang, yah tst sajalah… malah kita doakan saja agar uangnya beliau masih cukup untuk berobat dan pensiun (mungkin mo beli sawah, kebun atau sebagai modal bisnis lainnya).
    Buat SO dan Pengikutnya: Kalah ya Kalah aja… jangan tambah penderitaan kalian dengan kerugian yang lebih dalam.
    Buat semua Masyarakat Sumsel: Kita ini Ibarat menaiki kapal yang berlayar di samudera, Marilah bolong dan retaknya kapal yang kita naiki ini kita perbaiki bersama. Mari kita tangkap dan lemparkan keluar dari Kapal semua mahluk yang ingin merusak kapal kita tercinta ini. Jangan rusak ramadhan kita dengan pertikaian dengan sesama. Mari tumbuhkan sikap optimis. “BERSAMA KITA BANGUN SUMSEL MENUJU KEJAYAAN”

  4. selamat buat siska, untuk pak azwirdi kok diam saja? takutnya denagn alex noerdin? makanya kalo sekolah jangan di amrik, cari sekolah gratis di kertapati kalo pengen jadi pemberani, kalo istri diembat orang laen jangan diam saja, sulut burungnya pake puntung rokok biar tobat, kesian deh elo

  5. Memang sudah saat sumsel dipimpin oleh orang yang berpihak ke rakyat, kanapa demikian???
    sumsel memang perlu infrastruktur yang high tetapi pernah kita renungkan apakah high infrastructureitu berguna untuk rakyat miskin nan kumum di pelosok sumsel, mereka justru membutuhkan jalan-jalan penghubung yang dapat membawah hasil kebun, tanaman ke lokasi pemasaran diperkotaan.

    Mereka tidak pernah berpikir punya mobil karena mereka butuh makan, mereka tidak butuh hotel mewah tetapi butuh tempat berteduh yang layak untuk dihuni….

    Mereka tidak pernah membayangkan ananya bisa sekolah ke Amerika…yang mereka pikirkan bagaimana anak2 mereka bisa sekolah di kampung-kampung mereka sendiri sambil sesekali mebantu orang tuanya berkebun.

    Mereka juga butuh jaminan kesehatan dari negara karena sudah jelas dalam UUD 45 bahwa negara menjamin kehidupan rakyatnya.

    Selamat jalan pak Sahrial…..Rakyat telah menjtuhkan pimpinannya ke Pak Alex Nurdin…mari bersama-sama kita hormati pilihan rakyat Sumsel suka ataupun tidak suka.

  6. Wah wah..wah….blog yag isinya sangat provokatif, berat sebelah dan sarat kata-kata berlumur lumpur. Kasian saja sama yang wong sumsel yang baca. Cm wajar….. wong blog pesanan, bisa menulis apa saja yang penting dibayar.

    Anda semua, cucu-cucuku, berkata harus dipikrkan dulu, setiap orang punya plus-minus gak Syahrial, atau siapapun, apalagi alex noerdin. Apapaun yang terjadi pada syahrial oesman, dia tetap pemimpin yang baik, pernah menjadi bupati OKU, sudah menjadi Gubernur Sumatera Selatan tentu karena dia layak, itu harus dihargai. Siapaun yang ditetapkan KPUD sebagai pemenang pilkada Gubernur ini, kita terima, semoga bisa menjadi gubernur yang baik, janji-janji ditepati. OK, jangan kalian mau dipecah belah dan dibodoh-bodohi oleh supriadi ini. Salam damai.

  7. Kita jangan menilai seseorang dari kulit luar saja, apa betul SO lebih buruk dari Bung AN….? kalo aku simpel saja mas, dari mana asal usul kekayaan AN yang sangat2 fantastis itu..? Dari dia menjabat Bupati Muba selama 6 TAHUN ?
    Alangkah besar gajinya……
    Kalo aku 100% yakin AN itu pasti lebih Korup dari SO !

  8. Sayng banyak wong dak tahu, AN itu korupnya sangat besar….?
    Heran kok masih banyak wong tebudi. Nak jadi apo Sumsel ni kagek..? ck ..ck..

  9. kalau ado uwong yang tolol didunio ini yaitu cuman ado sikok sikoknya… nah itulah si BANDISOS itu.. yang cuman pecak pinter dewek padahal lolo…

  10. @abdi alam

    jadi kalo ada yang bo’ong trus ada gempa ya? kalo iya, mestinya setiap detik gempa dimana mana dong, bener gitu?

  11. @Ki-Dalang

    kayak jualan mobil aja, showroom A jualnya MPV showroom B jualnya SUV, kalo ga suka showroom A ya cari ke toko sebelah.

  12. @pedio pucuk kelapo..kko

    oke, semua yang menilai Pak Alex lebih baik dari Pak Syahrial ubah semua mindset anda, sekarang camkan bahwa Pak Alex TIDAK lebih baik dari Pak Syahrial

    apakah bisa mengubah perhitungan suara? tidak

    menggarami air di laut

  13. memang wong Palembang banyak yang tebudi, di TPSnyo dewek si Alex kalah, artinyo dio dewek dak biso hidup betetanggo, bener dak? cakmano nak ramah dengan wong laen jadi jangan heran kalu kagek kantor gubernur jadi pecak istana Jawo.
    Tapi bagaimanapun “Mari sekarang kita terima gubernur baru dengan lapang dada dan damai, tapi ingat bila dalam satu tahun janji AlDy tidak dapat diwujudkan, jangan salahkan kami ‘rakyat SUMSEL’ akan memaksa anda berdua turun dari jabatan, menelanjangi kalian karena telah memperdaya harapan masyarakat SUMSEL, kami akan memilih gubernur baru, Siap AlDy? Kami Janji, ingat itu!!!!!!

  14. @rReza

    cucuku, aki td gak sengaja mampir ke showroom A ini. Lalu aki jd heran, jualan MPV tp kok…..promosinya dengan cara menjelek-jelekan SUV dengan porsi yang berlebihan. Lalu aki merasa jengah, bisa-bisa orang yang datang ke showroom A jd gak mendapat informasi tepat yang dibutuhkan, kecuali informasi semu yang yang gak jelas. Segala sesuatu harus proporsional, itu baru enak cu.

  15. @Ki-Dalang

    wah Ki, sangat care tampaknya dengan para konsumen mobil :) tapi ki, sekarang ini era nya informasi, pasti informasi yang Ki-Dalang tau juga sudah diketahui oleh orang (kalo ilmu investasi, ini namanya teori efisiensi pasar), jadi kalo mereka udah milih beli MPV atau SUV itu pasti sudah di dukung riset yang memadai.

  16. jujur aja kita semua sangat susah mencari pemimpin yang benar, yang berani mengedepankan kepentingan rakyat.

    Nampaknya masih butuh waktu yang lama untuk mendapatkan pemimpin yang benar-benar amanah. Kita harus sabar, karena semua ada prosesnya.

    Tetapi satu hal yang paling penting, memahami tidak ada seorang pun di dunia yang mampu memuaskan keinginan semua orang.

    Siapa pun, saya dan anda, dan orang-orang yang kita sanjung, atau pun yang kita maki, ada kelebihan dan kekurangannya.

    Nah, (sok bijak nih) mari kita mulai dari diri kita sendiri untuk tertib menjalankan semua norma, baik norma di masyarakat, negara, dan agama kita. hidup tidak hanya sekarang.

    salam

  17. BAGUSSSSSSSSSSS……………………..

  18. Hi,
    selamat bagi uong palembang la ngejalani tahapan demokrasi dengan sukses tanpa bentrokan yang berarti. Kalo ada beberapa yang masih mengutamakan kekerasan bisa dikatakan wajar karena itulah tahapan demokrasi. Yang penting para aparat tegas menindak sesuai hukum jika menggunakan kekerasan. Demonstrasi harus di monitor dengan video sebagai barang bukti tindakan kekerasan (seperti lempar batu, dll), dan pelaku dituntut dengan hukum berlaku. Itulah indahnya demokrasi, jika ada perbedaan suara, suara terbanyaklah yang dituruti oleh karena itu selamat untuk sumsel, daerah potensial seperti sumsel gampang untuk maju jika pemerintah dan rakyatnya sama-sama berfikir (komentar, kritik, kontrol). Bagi saya ada 4 faktor ukuran sukes pemimpin di Indonesia:
    1. Biaya makan 20% dari pendapatan
    2. Biaya sekolah 5% dari pendapatan
    3. Biaya rumah (cicilan/sewa) 20% dari pendapatan
    4. Biaya transportasi 5% dari pendapatan

    Dengan kata lain, rakyat tidak mau apa apa, silahkan naikkan pendapatan atau turunkan biaya hidup menjadi 50% dari pendapatan

    salam

  19. @mobil bekas

    kalo pacak mak ituuu dak jadi masalah, kan masalahnya untuk 50% itu dak cukup,,,,,, untuk biayo makan yang sehat sekarang bisa lebih dari 50% pendapatan….
    untuk sekolah…. lebih qawat…. karena untuk kuliah, banyak PNS minjem duit dibank…..
    nah apo lagi ado biaya cicilan atau sewa…. pacak TBC an….

    he-he-he

  20. wah byk juga yah propaganda selama pilkada ni…

  21. Meskipun pada Pilgub kemarin kami berpihak pada Alex Noerdin dan Eddy Yusuf, kami berpendapat, seharusnya Syahrial Oesman mempunyai tempat tersendiri untuk tetap mengabdi kepada rakyat. Pemimpin yang baik tidak ada matinya. Jimmy Carter, presiden AS yang kalah pada Pilpres untuk mempertahankan jabatannya, belakangan dikenal sebagai salah satu tokoh penting perdamaian dunia. Al Gore, mantan wapres saat Bill Clinton jadi presiden, gagal jadi presiden setelah dikalahkan oleh George Bush, tapi sekarang kita tahu dia mendapat hadiah nobel perdamaian karena perjuangannya dalam lingkungan hidup. Seorang pemimpin yang sejati akan terus berjaya, meskipun kalah dalam pemilihan gubernur. Tuhan menciptakan lahan yang luas bagi umat-Nya untuk menebarkan kebaikan dan kebajikan bagi sesama manusia.

  22. artai kitomo, di/pada September 10th, 2008 pada 4:45 p Dikatakan:
    kalau ado uwong yang tolol didunio ini yaitu cuman ado sikok sikoknya… nah itulah si BANDISOS itu.. yang cuman pecak pinter dewek padahal lolo…

    Mokasi banyak “ATAI KITO MO” atas pujiannyo… Kito ketemu lagi kagek di Palembang. aKu lolo sedunia, Kau paling lolo sedunia sampai akherat. Kito cocok kan. Lanjutkan bae demo kamu tu…

    Aku pantau setiap hari, Kalo belum abis duit om SO jangan berenti ya… Soalnya kaliankan memang cari makan dari kesusahan orang. Kalah ya kalah aja… gitu aja kok repot….

  23. SO + EDY SANTANA
    DUO ITU PALAK BAPAK PMPB BANGSAT

  24. Kamis, 11 September 2008 | 10:04 WIB
    Laporan wartawan Kompas Bonivasius Dwi P

    PALEMBANG, KAMIS – Komisi Pemilihan Umum Sumsel akhirnya selesai melakukan rapat pleno terbuka penghitungan suara Pilkada Gubernur Sumsel, Kamis (11/9) menjelang siang ini.

    Hasilnya, Alex Noerdin memenangi Pilkada Sumsel dengan meraih total suara 1.866.390 suara, sedangkan Syahrial Oesman meraih 1.764.373 suara.

    Dengan demikian, Alex Noerdin dan Eddy Yusuf tinggal menunggu penetapan resmi dan pelantikan sebagai gubernur-wakil gubernur Sumatera Selatan 2008-2013. Namun, situasi sidang pleno ini masih sangat tegang karena saat ini ribuan massa Syahrial Oesman-Helmy Yahya sedang mengepung Kantor KPU Sumsel.

    Sidang pleno ini dijaga 2.500 personel polisi dari jajaran gabungan Polda Sumsel. Berikut hasil detil Pilkada Sumsel, pasangan Aldy menang di Kabupaten Banyuasin, Muba, OKU Selatan, Lahat, Pagar Alam, dan Empat Lawang. Sementara itu, pasangan Sohe menang di Kota Palembang, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, OKU Selatan, OKU Timur, dan Lubuk Linggau.

    Persentase kemenangan belum dihitung oleh KPU Sumsel. Suara tidak sah mencapai 73.828 suara, sedangkan total pemilih di Sumsel mencapai 3.630.763 orang. (ONI)

  25. Masa Jaya Syahrial Oesman Telah Habis????

    payo Pak Supriadi ati2 ngomong tu…. kalo gek kau yg abis

  26. SOHE MASIH IDAK NGAKU KALA NI …..YE>>>>>>>>>>>>>>

    tulah JANGAN BESAK OMONG BAE PAK SOHE

    WAKTU PILGUB DULUH SAMO ROSIHAN MENANG SEMATO
    INI KAU PULOK KALAH SEMATO

    SUDAH ITU PEJABAT ASAL PECAT BAE KAU………..

    INI MATILAH KAU………..

    LIAT BAE HELMY MELARIKAN DIRI KE JKT

  27. SOHE KU BISA JAUH………..DARIMU
    WAHAI……..SOHE KU………..

  28. @REZA

    kampang kau. paling jadu tukang cebok ALEX NOERDIN kau. Ketemuan dimano kito?? taik kau.. anjing kau

  29. @REZA

    kampang kau. paling jadi tukang cebok ALEX NOERDIN kau. Ketemuan dimano kito?? taik kau.. anjing kau

  30. DAK LEMAK NIAN YE KALU KALAH…

    LAGI KALAH OMONGAN DAK LEMAK,
    APOLAGI SAMPE KALAH SEGALO GALONYO…

    DUUHH KASIAN DECH LOH…..

  31. uda p’syarial, kalau uda kalah uda,gentel ya,aku adalah warga sumsel di perautawan yang bangga atas prestasimu,atas susses yg selama ini b’capai,sudah bikin SUMSEL terkenal berkat SRIWIJAYA FC, sabar ya pak

  32. yang pasti Pak Syahrial itu tidak kalah telak, dan bagi Pak Alex jangan besar kepala dan berkata “kemenangan beliau adalah kemenangan rakyat sumsel” jangang terlalu membodohi rakyat yang memang agak bodoh, karena 48% lebih suara rakyat mendukung Pak Syahrial.
    Jadi hanya 51% yang sempat terbodohi dengan ambisi pasangan Aldy. Pak Syahrial kalah karena karmanya jadi yang korban adalah pendukungmu.
    Buat Pak Alex dan kroni2nya ingat janji2 mulukmu, jangan buat sumsel dilaknat oleh Tuhan Allah karena memiliki pemimpin yang ambisius beserta kroni2nya.

  33. Waduh opi….

    Dulu sebelum pencoblosan pihak SO bilang rakyat sumsel sudah pinter2,,,, koq sekarang berputar 180 derajad?

    Oya, meski cuma kalah tipis yo tetap dak biso mbalekan modal kampanye kemaren.
    Artinyo, meski menang tipis yo tetap menang!
    tanyolah samo SO, dio sudah pernah ngerasoinyo duluan.

  34. siapo bae yang menang aku masih cak inalah ….!
    cumo sikok ….pesan aku. jangan lupo janjinyo bae.
    kalu lupo…. yo smoga di azab tuhan. amien.

  35. Hasil pilkada sumsel antara SOHE dan ALDy beda tipis. Artinya rakyat sumsel sebagian masih menginginkan SOHE menjadi Gubernur lagi. Sesuai janji ALDy bahwa dalam 1 thn kedepan tidak berhasil merealisasikan sekolah gratis dan berobat gratis, maka mereka harus mundur. DPRD Sumsel bersama rakyat SUMSEL hrs memberhentikan ALDy sbg Gubernur dan menggantikan segera dengan SOHE, Setuju tdk ?

  36. awak nich wong palembang yang bermental preman….memang sumsel ini milik preman gonta-ganti kalu dak senang, merobah pemimpin itu ada prosedur dan proses yang tepat…..terlihat sekali awak uwong palembang yang bodoh……..ganti ketuo RT bae ado prosedur apolagi ganti gubernur…….Banyak belajar ya…teman, malu kita membaca tulisan wong palembang macam itu……seperti asbun alias asal bunyi……

  37. Uda dechPak sahrial kalo mau menang mending coblos punya istri sendiri aja….atau perbanyak coblos PSK di setiap kota….tapi apa bisa ya…soalnya sbentar lagi SO akan masuk penjara karena kasus Tanjung Api-api lagian uangnya sudah terkuras habis di pilkada…he..he..he…

  38. bukan cuma masa jaya sahrial oesman yang habis…….semua kroninyapun akan habis juga……….mending pensiun dini aja pak…atau coba-coba pindah ke daerah-daerah yang mendukung SO……..biar gak malu…….makanya jadi PNS mesti Netral jangan ikut-ikutan berpolitik………PNS digaji bukan untuk berpolitik tetapi untuk melayani masyarakat…jangan korupsinya aja yang digede in.,…………………

  39. Bange…..!

    Bnyak ige jeme bange…….!

  40. hallo_pak_supriyadi ???!!!!, gimana nih? gak ada berita baru lagi? apa memang blog ini selesai kontrak setelah selesai pilkada?, atau mungkin diperpanjang jika putusan MA mengabulkan tuntutan SoHe?, semoga MA jujur dan pilkada yang jurdil dilakukan ulang di MUBA, semoga, aminnn, doa pas lailatul qadar pasti maqbul, sekali lagi amin. yang jelas saya punya firasat sepertinya putusan MA bakal memenangkan SoHe, tambah seru dong!!!, ini baru SoHe biarlah kalah pipis yang penting menang tipis …
    Yakin SoHe bisa!!!

  41. Weleh … Weleh penulis artikel ini memang tidak punya moral indak ngerti persatuan, mbsakan perut dan kepala dio bae…

    Dak wajar lah jadi penulis…..

  42. hati2 oi dengan uwong kalah!!…biasonyo yg kalah itu jiwa setannyo lebih besak…galak ngamuk, galak nyalahke, yo pecak anjing galak yang grasak-grusuk nak gigit uwong..

    kalo kalah, yo sudah…dak usah banyak alasan, ngomong hana-hini paling suci, paling bener, dan paling jujur!!….dasar jeme bange!!

  43. mano bawak-bawak gempa di lahat lagi…nak cari pembeneran tuh!!!..

    seolah-olah sohe seorang wali dan kiayi suci yang dizalimi oleh bandit…

    awak beruk ngato monyet!!!
    awak perampok ngato maling!!!

    sudahlah oiii…kalo kalah, introspeksi bae!!!

  44. Dak malu kamu ngultuske dan nyanjung 2 koruptor ini. Bengak makan tai syahrial sm alex galo kamu ni. Apolagi supriadi ni, pelacur kau tu. Tau internet sdikit la njual diri. Sm ck Roy Suryo.

  45. yg dibawah bertengkar, idak dapet apo2 malah idak dikenali samo sekali, namun yg atas udah duduk bersamo minum kopi bahkan konon udah peluk2an, inilah fakta politik, wong palembang anti politik !
    salut ama rosihan gub lama,
    salut ama syahrial gub yg baru lengser,
    salut ama alex gub baru kito.
    wong palembang sadar politik, yg idak sadar politik bukan wong palembang, yg idak sadar politik diusir bae dari palembang, dari pada kito ganyang nanti.

  46. ALDY
    menang kerno curang..
    teraso hambar…
    katek artinyo…
    campah…..

    yg dukung ALDY…lajulah..gubernur kamu nian…bukan gubernur aku…!!!

    LEBIH BAIK DIPIMPIN ANJING DARIPADO DIPIMPIN ALEX NURDIN

  47. kita tunggu janji-janji dari gubernur terpilih. kalu dalam setahun gak bisa tepati janjinya kita kutuk dengan janjinyo. yang kalah harap sabar. ada kalah ada menang.
    semoga bisa melaksanakan janjinya……. untuk BAPAK EDI YUSUF jagan lupa tanah kelahiran.

  48. Batara Kala, di/pada September 25th, 2008 pada 10:14 p Dikatakan:

    Weleh … Weleh penulis artikel ini memang tidak punya moral indak ngerti persatuan, mbsakan perut dan kepala dio bae…

    Dak wajar lah jadi penulis…..

    betul betul betul betul…..
    makonyo seharusnyo jangan pake domain sumsel.wordpress.com kalo aslinyo pro ke salah satu wong be…… bener dak …. ????

  49. he…he….he… sudah jatuh tertimpah tangga lagi, itulah yang terjadi dengan sahrial oesman. sudah kalah dalam pilkada gubernur sumsel…di kejar pulo masalah kasus tanjung api-api.

    Ternyato lawan pak sahrial tuuu…Alex Nurdin, bukan uwong kecik, bahkan nak pelantikanpun 8 menteri dan wapres yang akan hadir…bahkan kapolri dan mantan kapolri pun hadir…..

    makmano nian, nak buat alex tunduk ke sahrial…sementaro…alex bener-bener kuat baik di pusat maupun ke daerah….

    Sambil menunggu pelantikan gubernur kito samo-samo jingok pulo makmano perkembangan SO dengan kasus Tanjung api-api nyo

    semoga pak alex bisa membuat sumsel jauh lebih maju dari yang ada sekarang….bravo aldy

  50. ical buyan

    kerno dio pacak kongkow dengan wong besak itulah mangkonyo kasus-kasua alex belum galak wong ngelanjakenyo…dasar lolo

    bagi kami, kalah kerno di curangi, adalah kemenangan yang gemilang…paham dak kau lolo dengan peribahaso ini..??

  51. Makmano nian nak ngomongke SO itu kalah dengan dengan dicurangi…logikanyo bae dak masuk …SO incumbent seharusnyo dio biso bebuat lebih besak untuk galang dukungan…ini malah teberet-beret ketakutan kalah pamor dengan Aldy…jadi siapo nian yang bodoh itu…?? punyo kekuasaan tapi dak pacak manfaatkannyo.

    Kekalahan SO itu jelas kekalahan para preman…,cuma kareno takut malu bae laju tuntutannyo SO di MA dicabut…..

    Pak cik lenjer….sebaiknyo jangan jadi emosi….SO memang ditakdirkan kalah kareno kalu dio menang…alangke malunyo rakyat sumsel milih gubernur yang masuk penjaro kareno kasus Tanjung api-api….SO jugo lah telalu sibuk dengan urusan di KPK….

    Cobo pak cik lenjer banyak bedo’a bae untuk SO…supayo hukuman SO idak telalu lamo……kasian aku mukonyo kusut nian……sesekali pak cik lenjer lap keringat SO itu…biar idak stres nian…he…he…he….

  52. Menang kalah pilkada itu biaso bae … memang kito kecewa kalu yang kito dukung kalah, yang menang jugo pasti besuka cita … tapi yang wajar bae. kagek malah betujahan … katek untungnyo buat kito. Kito boleh kecewa kalu Srwiwijaya FC kalah … akur dak mang … kami di Jogja ngikuti jugo perkembangan pilkada di Palembang kemaren, memang agak panas suasananyo, jadi jangan ado yang ngompori lagi.

  53. ADA YANG TAHU, DIMANA TEMANKU SO BERADA? aku kangen ngajak dio nyabu…kirim infonyo yo…

  54. Pecak tetanggo kame tu yang dak camat lagi, gawenyo benyanyi sampe hampir tengah malam duo laki bini tu, tolonglah Pak Gub kirimke dokter ahli jiwo mangke dio sembuh.

Tinggalkan Balasan