KPUD dan Polisi Jangan Jadi Penakut

Hari ini tindak kekerasan mulai menodai citra Pilkada Sumsel yang telah berlangsung damai sejak masa awal tahapan hingga masa perhitungan suara lalu. Bahkan tekanan massa yang mulai brutal telah mampu memaksa KPU Sumsel yang dikawal ketat polisi untuk bersikap lemah dan menurut. Akibatnya pengumuman rakapitulasi hasil Pilgub Sumsel oleh KPUD Sumsel yang dijadwalkan hari ini terpaksa ditunda. KPUD memutuskan pengumuman akan dilakukan pada 14 September 2008 sesuai jadwal semula.

Padahal, penundaan tersebut sama sekali tidak akan merubah hasil apapun dari perolehan suara yang sudah dicapai kedua pasangan, namun justru akan menambah panjang peluang terjadinya konflik yang dilakukan massa pendukung Sohe.

“Seharusnya KPUD tetap menuntaskan rekapitulasi dan mengumumkannya hari ini dan jangan takut pada tekanan”, ungkap Imam warga Palembang yang sejak pagi telah menanti putusan KPUD tentang siapa yang jadi pemenang secara resmi.

Sebab, sekalipun diundur toh tidak akan mengubah hasil yang sudah ada. Selain itu tuntutan pihak Sohe sebelum diumumkannya hasil akhir merupakan tindakan yang berlebihan. “Kan belum tahu siapa yang menangnya, kenapa mesti ribut duluan”, ungkap Imam.

Dengan dilakukan penundaan berarti akan semakin memberikan kesempatan bagi massa Sohe untuk terus melakukan tekanan dengan pengerahan massa yang semakin besar dan brutal lagi.

“Walau pengumuman ditunda jadi tanggal 14, tetap saja pihak Sohe akan kembali melakukan demo dan tekanan massa pada saatnya nanti”, ujar warga tersebut. Tetapi yang harus dilakukan adalah sikap tegas dari KPU dan jaminan dari polisi sehingga pengumuman hasil rekapitulasi tidak diundur kembali.

“Jangan jadi penakut. KPUD harus tegas agar Pilgub bisa berjalan sesuai tahapan”, ungkapnya lagi.

Pendukung Aldy Tetap Tenang

Kendati pihak Sohe terus-menerus melakukan manuver untuk menggagalkan hasil akhir Pilgub Sumatera Selatan, namun pihak pendukung Aldy tetap memilih diam dan tidak terpancing dengan manuver lawan. Justru pihak Aldy memilih menyerahkan sepenuhnya segala keputusan kepada KPUD Sumsel sebagai lembaga otoritas Pilgub yang adil dan profesional.

“Memang, penundaan ini jelas sangat merugikan, tetapi kita tetap patuh dengan keputusan KPUD Sumsel dan sabar menunggu sesuai tahapan dan jadwal yang telah ditetapkan”, ujar Ketua Timses Aldy kepada wartawan.

Tuntutan Sohe Tak Masuk Akal

Selain meminta pengumuman hasil rekap KPUD Sumsel ditunda, masa pendukung Sohe juga meminta Pilgub di wilayah Muba diulang kembali karena mereka menduga terjadinya penggelembungan suara. Tuntutan ini jelas merupakan tuntutan yang mengada-ada.

Pihak KPUD Muba sebagai penyelenggara Pilgub di wilayah Muba dengan tegas menolak tuduhan kubu Sohe yang tidak memiliki dasar sama sekali.

“Tidak mungkin terjadi apa yang dituduhkan itu karena semua tahapan sudah sangat ketat diawasi. Bahkan polisi pun ikut melakukan penghitungan”, ujar seorang pengurus KPU Muba menegaskan.

Sedangkan Cik Kawairus, seorang warga Lais, Muba, menegaskan bahwa tuduhan penggelembungan suara adalah tuduhan yang tak masuk akal.

“Justru perolehan suara 75 persen untuk Aldy adalah sangat kecil bagi warga Muba karena targetnya harus minimal 90 persen mengingat warga Muba sangat loyal dengan Alex Noerdin”, ujarnya. Kalau sampai dilakukan pemilihan ulang bisa-bisa Aldy malah memperoleh 90 persen lebih, tambah pria tersebut.

Kini warga Sumsel kembali harus bersabar menunggu keputusan KPUD hingga 14 September mendatang. Tetapi mereka berharap jika KPUD mampu bersikap tegas dan tidak lagi menunda mengikuti keinginan pihak Sohe yang telah merasa kalah sendiri.

“Yang menang dan yang kalah saja belum diputuskan, kok kenapa pihak Sohe sudah kebakaran jenggot? Seharusnya umumkan dulu siapa pemenangnya, barulah yang kalah bisa bereaksi dengan melakukan gugatan ke Pengadilan sebagai langkah yang profesional”, ujar Sutarjo warga perumnas.

“Ini namanya Sohe telah mengingkari kesepakatan Siap Kalah Siap Menang yang telah ia tanda-tangani sendiri”, ujar Surtarjo lagi.

Ya, kita tunggu saja.

32 Tanggapan

  1. yoooo kalau itu benar-benar valid, SOHE harus menerima, tapikan herannya kok kenapa KPUD tidak berani mengambil keputusan jika hasil dari KPU seperti dari MUBA sdh valid dari TPS-TPSnya.

    ALDY memang harus tenang, dari pada perang lebih baik dipersilahkan saja mereka mericek OR bila perlu diulang, agar u/ di MUBA…. biar kalo SOHE kalah lagi akan legowo neh

  2. Waahhw……. Pak ZLN gimana sich… gimana orang KPUD mau ngambil keputusan jika ribuan massa dari pihak yang kalah ada diluar gedung?

    Katonyo Syahrial Oesman tu tuanku bagindo nan basa?
    Kalu tuan ku bagindo berarti kalah menang itu biaso.

    KALU DAK SIAP KALAH BERARTI SO DAN PENDUKUNGNYO CEMEE……..N!!!!!!!!!!!!
    MALU DONK,
    DUNIO YANG LEBARNI SERASO SEMPIT YE KARENO KALAH??

  3. suatu kenangan saya terhadap pak alex nurdin adalah sebuah kemenangan senyumnya yang tulus untuk rakyat sumsel..
    selamat pak alex..!! buatlah sumsel kita ini menjadi yang lebih baik…

  4. info dari teman diplg, tim ses SOHE merasa ada penggelembungan suara diMUBA, jadi mereka minta dihitung ulang…..

    nah sikap kstria, ALDY tentu tdk takutkan u itu…
    bentuk aja tim khusus untuk uji ulang, ricek data bisa diaudit tentang kebenaran data….

    SOHE bisa komplainkan dengan hasil perhitungan suara, tapi dalam hal rekap di propinsi rasanya itu tidak efisien bila mau komplain,,,, komplainnya waktu di pleno kabupaten,,lah

  5. Lho ngapain juga mesti verifikasi suara MUBA?
    Bukankah SOHE menang menurut PUSKAPTIS?

    HIDUP PUSKAPTIS…!!!!

    Di desa saya akan mengadakan PILKADES, kiranya bagus buat ajang uji coba atw latihan buat PUSKAPTIS.

  6. Mas Supriadi,
    akhirnya ditunda atau tetap diumumkan tadi sore?
    Kok bertentangan dg posting anda yang ini
    http://sumsel.wordpress.com/2008/09/09/kpud-sumsel-tetapkan-aldy-sebagai-pemenang/

    Terimakasih,
    Imam Soeseno, Bogor

  7. Setelah Lahat, akankah bergeser ke MUBA?

    Akibat Gempa Sumsel: Dua Tewas, 60 Orang Luka-Luka
    Ken Yunita – detikNews
    Jakarta – Gempa yang mengguncang Lahat, Sumatera Selatan berdampak cukup memprihatinkan. Gempa berkekuatan 5,6 Skala Richter(SR) memakan korban harta dan jiwa.

    Tercatat dua orang dan 60 orang warga lainnya luka-luka akibat gempa yang terjadi Selasa (9/9/2008) pagi ini. Beberapa warga yang luka-luka dilarikan ke rumah sakit untuk dirawat secara intensif.

    Selain itu, gempa bumi yang terjadi pukul 10.07 WIB tadi juga merusak sarana infrastruktur. Tercatat satu Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) dan 355 rumah di 11 desa rusak akibat bencana alam ini.
    Data dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) menyebutkan lokasi yang mengalami kerusakan parah adalah Kecamatan Dempo Utara Kabupaten Pagar Alam, Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat, dan di wilayah perbatasan Sumsel-Bengkulu.

    Menurut data BMG, pusat gempa terjadi di darat, 51 Km Baratdaya Tebing Tinggi, di lokasi 4.04 LS 103.01 BT. Gempa susulan pun terjadi pada pukul 10.52 WIB dengan kekuatan 4,4 SR yang juga berpusat di darat, 50 km selatan Tebing Tinggi-Bengkulu.(vna/gah)

    ALAM PUN BISA SAJA TIDAK RELA MENERIMA KEBOHONGAN SEKELOMPOK MANUSIA YANG RAKUS MENELAN DUSTA!

  8. Kalah ya kalah aja dek… negara ini dak akan rugi kehilangan cecunguk yang tidak punya sifat ikhlas dan penyakit hati KRONIS seperti itu. Bisanya cuma berbuat kerusakan dan kekacauan. Kalau Pilkada Mo’ diulang lagi yakin SO dan HY masih punya duit??? Lebih baik di bulan puasa ini banyak beramal DEK. Dari pada demo rusuh-susuhan, ancur-ancuran yang cuma nyakiti badan, lebih baik terima duitnya sebagai infak, sedekah or di zakat dari saudara kita yang kalah itu. Buat yang kalah,… 2000 massa yang anda kerahkan kalau di kalikan Rp.50.000,- itu seratus jeti dek,… dikali lagi dengan sekian hari demo… itu belum masuk transportasinya dan kalau ada yang luka atau masuk penjara urusannya tambah panjang… Kalau Anda amalkan uang itu Subhanallah… alangkah banyak pahala anda! Buat saudara-saudara yang demo, lebih baik kembali ngojek, m’becak atau jaga malam lagi… Duitnya halal dan itu adalah jihad kalian menghidupi keluarga. KECUALI KALAU KALIAN MEMANG BENAR-BENAR PREMAN!!! AWAS!!! BERANI MENGACAU DAN MERUSAK PALEMBANG BERARTI ANDA SUDAH MENEKEN KONTRAK DENGAN KEMALANGAN!

  9. @ zin
    Sekarang kita lihat fakta:
    Jumlah mata pilih di Muba itu cuma 300 ribuan. Yang menggunakan hak pilih hanya 260 ribuan. Kalau menurut anda ada penggelembungan, sebesar apa gelembungnya?
    Untuk membalikan keadaaan SOHE butuh sedikitnya 100 ribuan suara. Mungkinkah penggelembungan di Muba sam[ai sebanyak itu?

    Jangan lupa SO itu calon incumbent. Di Palembang yang penduduknya padat dia didukung oleh Partai incumbent (PDIP). Dengan mata pilih yang lebih besar, semua juga tahu bagaimana kecurangan2 jauh lebih banyak terjadi Palembang. Itu semua sudah terlihat sejak awal, hingga hari pencoblosan. Oleh pihak ALDY semua itu dicatat untuk dproses secara hukum. Nah mengapa pihak SOHE tidak bisa melakukan yang sama? Mengapa lebih pilih ribut? Itu karena mereka tidak punya bukti yang bisa diajukan, alias cuma ngomong doang! Menurutku si Supardi itu harusnya ditangkap karena melakukan penghasutan.

    Penundaan hingga tanggal 14, menurutku tidak ada gunanya, karena tidak ada jaminan pendukung SOHE tidak akan cari gara2 lagi. Sudah saatnya KPUD dan aparat keamanan bertindak tegas! Jangan mau didikte preman!

  10. kalo dak meraso salah yo harus berani bukti ke
    apo salahnyo dari pada ribut…. mending hitung ulang
    kalo Aldy menang yo kamu pantes seneng…
    tapi kalo ternyata setelah hitung ulang SO yang menang…..???
    Hal ini lah yang menurut ku di takuti…… Yo dak ??? hehehe
    kalo ngomong idak brarti bukan aku yang cemen… tapi…

  11. Sebainya juga rekap kembali mata pilih di kota Palembang juga….karena justru ALDY lebih banyak di curangi dikota Palembang….inikan car-caranya edy santana untuk terpilih di walikota kemarin.

    Bahkan di tempat saya satu komplek tidak dapat kartu pilih…mereka yang tidak dapat rata-rata cenderung memilih Alex Nurdin

    Muba adalah barometer kesuksesan Alex Nurdin…jadi tidak perlu digelembungkan suaranya….sudah akan terlihat hasilnya maksimal……..tidak pelu cari-cari masalah karena rakyat sumsel sudah cerdas memilih pemimpin.

  12. wahh… om faisal jangan cari kambing hitam dong
    masak pak Eddy santana yang di salahin
    kalo aku sih yakin biar di rekap ulang Aldy tetep menang
    secara kinerja timses dan relawan ungu yang huebat2
    contohnya ini blog… hehhe

    bener kata om faisal
    “tidak pelu cari-cari masalah karena rakyat sumsel sudah cerdas memilih pemimpin.”
    tapi orang cerdas banyak yang kalah ama orang licik….
    jadi kita orang sumsel kudu ati2 yah

    Jangan sampe padi super toy di tanem di sumsel hihihihi

    Bagi pendukung SOHE mari tetep berdoa……
    Tapi kalo emang harus kalah yang kita harus rela…. oke
    Jangan lupa tetep berdoa semoga pemimpin sumsel
    berikutnya Bisa lebih amanah dan bisa membangun Sumsel

    Inget Hati2 padi super toy

  13. Para Orang2 yang tolol, kenapa mempersalahkan soal suara kemenangan dari muba, dalam hal ini kamu ini sadar dak….kan udah pada tau kalau Alex tu bupati Muba…jadi sangat dan sangat wajar dia menang mutlak di muba. ini lah yang saya bilang tadi…ini hanya nyulut2 masalah saja…mengeruhkan suasana. ngacuk mak kamu jangan tolol lah jadi urang tu. mau gelembung mau kempes kek sok pasti menanglah…..contoh kabupaten lain juga menang…apa lagi kabupaten yang pernah dia pimpin. jadi berpikirlah dengan SMART…ya….jangan bodoh jadi urang.

  14. hik-hik-hik
    aku setuju degaaan mr. cemen….

    nah karena MUBA adalah barometer ALDY jadi,,, bisakan terjadi pengelembungan yang dituntut itu.
    karena apa…. petugas dari TPS s.d KPU Kabupaten kan orong-orang pilihan yg u/ mensukseskan…..

    nah coba bayangkan seperti di OKU, kabarnya barometernya ALDY ternyatakan kalah, karena disana orang tahu yang jadi barometer adalah pemimpin sebelumnya.

    diOKU Selatan menang, karena adanya sifat kekeluargaan seperti di M2Kisam, Kisam Tinggi, Kisam Ilir, Pulau Beringin dan Makakau Ilir. dan begitu juga di seputaran LAHAT karena barometernya mr. Alex.

    jadi,,,, kalau benar…. yah apa salahnya biar sama-sama puas, yah dihitung ulang aja.
    kan,,, biar idak cemen semua khan

  15. Saya minta pada masyrakat Palembang yang tidak tau permasalahan yang sebemnarnya mengenai PILKADA jangan banyak bicara,,,cuma hanya mempengeruh suasana saja nanti. cobalah diam dan ikuti saja yang baik…supaya aman dan cepat terbentuknya kepemimpinan. siapa saja mau ALEK / syarial. semuanya sama saja. ingat yang penting DIA harus memperhatikan Rakyatnya,bertanggung jawab dan memjukan SUMSEL titik,kalau tidak terbukti baru turun kan dia dari kursi Jabatannya. ini baru tindakan yang benar. jangan sekedar banyak omong…ya….jadi tidak mengeruhkan suasana. ( sebentar2 ngmong,yo nian,apo dio,cak mano,dak katek…..ujung2nya apa …PALIOK DI CALANO ) jadi belajarlah pintarrrrrrrrr………

  16. hik-hik-hik
    kacien deh looooooooo

  17. Hi nyo di pucuk nyo nak bukti, di mano-mano kalo yang menuntut itu yang ngenjuk bukti, bukan yang dituntut nyo ngenjuk bukti kudai.. analoginya kalo 100 orang dibayar untuk menuntut, berarti yang dituntut harus memberikan 100 bukti untuk meladeni tuntutan jemo yg dak katek bukti. capek deh…..

  18. Bagaimana AN mau memberi bukti wong KPUD sajo belum mensahkan kemenangan ALDY?

    Kayaknya orang SOHE punya prinsif SENANG MELIHAT ORANG SUSAH DAN SUSAH MELIHAT ORANG SENANG DECH..

    Apo yang diberikan SO waktu lagi menjabat?
    mungkin cuma hingar bingar Wako prabumulih, wako pagar alam dan bupati oku selatan.
    sisanya double winner dan BMPU.

    selebihnya SO sibuk bikin paguyuban demi menjaga kelanggengan kursi Gub yang sedang didudukinya.

    Untuk rakyat? Nol..!!!!!!!!!!!!!!!
    Untuk keponakan dan kroninyo dak usah ditanyo, saking lemaknyo mereka dinina bobokkan SO mereka jadi lupa bahwa pemerintahan disumsel ini bukan sebuah kerajaan SO!

  19. #asmawi, di/pada September 10th, 2008 pada 4:36 p Dikatakan:

    Para Orang2 yang tolol, kenapa mempersalahkan soal suara kemenangan dari muba, dalam hal ini kamu ini sadar dak….kan udah pada tau kalau Alex tu bupati Muba…jadi sangat dan sangat wajar dia menang mutlak di muba. ini lah yang saya bilang tadi…ini hanya nyulut2 masalah saja…mengeruhkan suasana. ngacuk mak kamu jangan tolol lah jadi urang tu. mau gelembung mau kempes kek sok pasti menanglah…..contoh kabupaten lain juga menang…apa lagi kabupaten yang pernah dia pimpin. jadi berpikirlah dengan SMART…ya….jangan bodoh jadi urang.

    Jadi bingung sapa yang tolol…. maaf nih om menurut saya
    komen anda ini yang nyulut-nyulut masalah hehhhee

    Ya iyalah udah pasti di muba ALDY pasti menang
    mungkin yang jadi masalah kurangnya keterbukaan aja kok
    kalo emang udah yakin menang kan tinggal di hitung ulang
    aja suara yang dimuba, ALDY tetep menang pendukung
    sohe bisa puas karna tuntutannya dikabulin,
    lah kalo gini kan gak bakalan ada keributan,
    Hayooo….??? gimana …..???

    @ juhai
    banyak kok prestasi n keberhasilan pak SO gak cuma yg
    anda sebutkan masak gak berasa sih hihihi….

    Bagi pendukung SOHE mari tetep berdoa……
    Tapi kalo emang harus kalah yang kita harus rela…. oke
    Jangan lupa tetep berdoa semoga pemimpin sumsel
    berikutnya Bisa lebih amanah dan bisa membangun Sumsel

  20. oiii mang juhai
    caknyo berani ngenjuk badan demi AN yoooo…
    he-he pejuang sejati nih….

    tapi jangan lupo…. saat menjabat SO punya target bahwa Propinsi sumatera selatan 15 Kabupaten/Kota dapat terhubung jalan lancar… yaitu kalo dulu ada yang disebut pembangunan jalan JAMAK,…. nah ini terbukri cobo awak ke Palembang- sekayu sd Musirawas jalannyo bagus, kemudian Palembang-prabumulih- Baturaja-Okutimur dan OKU Selatan jalanyo bagus, nah mak itu jugo Palembang-muara enim-lahat dan Lubuk linggau….. bisa bagus…. padahal dari jaman baholak susah men…

    ttg Lumbung Energi, kalao mau tahu… upaya pembangunan untuk itu sdh besar-basaran makonyo pulau jawa sdh make punyo kito, jd ngapo lampu sering matiiii nah itu tanyoke ke PLN karena dio ado dirjendnyo dewek krna u/ efisiensi.. bukan kesalahan SO…

    kalo soal kroni,,,,, he-he-he
    cobo bae awak tanyo di MUBA cak mano dio….
    ttg harta,,,,, he-he-he kitokan tahu latar belakangnyo sd jad sekda di MUBA,,,, ndak ado apo-aponyo….

    kalo double winner: lah iyalah kita pasti banggakan bisa memperkenalkan Sriwjaya FC… kalo kita mau melihat di negeri luarpun yang FC internasional itu bukan dari negara sendiri….dari seluruh penjuru dunia yang terbaik… itu nama FC Pro. booooo

    tentang peguyuban, ya logikanya seorang pemimpin adalah salah satu tugasnya mempersatu, bukan kah kita punya selogan untuk itu, ini baru tingkat daerah… kalo P Presiden dia harus mempersatu semua suku diseluruh indonesia,,,, untuk memperstu satu bangsa, satu bahasa; yaitu Indonesia

    yeeee mang logis bae,,,,, tenang kan didepan mata ALDY menang…. yo mang juhai adem lah seperti ALDY,,,,, jg kebakaran jenggot….
    lebih baik… gut anggut-anggut

    kalo timses SO nak mak itu,,,, yo biarlah…. jangan API di lawan dengan minyak…..
    apo jadinyo dunio ini mang…..

  21. Aku setuju dengan pendapat mang zln, jadi pada prinsipnyo kalu nak mandang sosok uwong, jangan liat sisi buruknyo bae tapi liat jugo sisi baeknyo. Kebanyakan dari komen di blog ini cuma mandang sosok calgub dari sisi buruknyo, dak fair namonyo.

    Harus diakui, semenjak kepemimpinan SO banyak sudah kemajuan di kota Palembang khususnyo ini. Dak usah disebutke, pada taulah dewek walau ado jugo hasil kerjonyo itu merupake ide-ide dari pemimpin sebelumnyo, setidaknyo ambek positifnyo.

    Kemajuan kota Palembang ini jugo dak lepas dari peran serta walikotanya, dengan promosi-promosi sekarang Sumsel lebih banyak dikenal oleh khalayak ramai.

    Tinggal kalu AN gek resmi jadi gubernur, tingkatke lagi hasil yang diperoleh selamo ini. Sekolah dan berobat gratis bae idak cukup, lihat jugo sektor-sektor yang lain, termasuk pemberdayaan SDA dan SDM.

  22. Nah setuju dengan pendapat zln samo matilakendak di pucuk

    Hehehe…. kalo masalah SFC emang bener dak ado putra daerah
    Tapi yang namonyo liga emang kayak itu, cobo lah liat
    MU,Juventus ato tim2 besak laennyo pasti dikit yang bener2
    berasal dari kota Mancaster n kota turin asli
    yang lebih banyak dari luar negri cth yg terkenal be top skor MU CR7 dari portugal, keper nyo dari Blando beh pemain2
    hebatnyo ternyata dari luar negri galo yeh hehhee….
    Jadi panteslah kalo kito wong sumsel bangga dengan
    double winner yang di raih SFC…

    Bagi pendukung SOHE mari tetep berdoa……
    Tapi kalo emang harus kalah yang kita harus rela…. oke
    Jangan lupa tetep berdoa semoga pemimpin sumsel
    berikutnya Bisa lebih amanah dan bisa membangun Sumsel

  23. Dah ado pengumuman di tipi kpu menyatakan ALDY menang
    hehehe Selamat be kalo cak itu….

    Buat SOHE semoga di lain waktu ada kesempatan dan
    Masih bisa membangun sumsel tanpa harus jadi gubernur

    Kami tetap mendukung anda SOHE……

  24. Masalah liga di Ingris, Italia dsb. Apakah juga gunakan duit rakyat (pajak dan retribusi) untuk biayai pemain-pemain asing di liganya seperti di Indonesia ?

    Masalahnya di sini (sumsel) adalah, duit tersebut digunakan bukan untuk membangun daerah, tetapi digunakan untuk kemakmuran pemain2, pelatih, manajer yang notabene bukan orang Sumsel.

    Jadi kesimpulannya, pajak yang diambil dari keringat rakyat sumsel digunakan untuk biaya hidup orang luar sumsel.

  25. hihihi emang hampir semua tim di liga Indonesia gitu
    tahun ini aja anggaran buat SFC dah dikurangi
    kecuali ada pengusaha besar dari palembang yang mau biayayi
    hehehe pak alex mungkin
    hihihih

  26. oh yo pas SFC vs PERSIJA ado tulisan di tipi
    kalo Pak alex jadi gubernur bakal ningkatke prestasi SFC
    kito liat yuk pake dana mano heehehehhe….

  27. YAKIN AKU ALEX KAGEK PASTI 2 PERIODE JADIGUB SUMSEL. LAH SOMBONG, KATEK AMBEKAN NIAN PASTI!

    TAMBAH BERKUASO DIO DI SUMSEL, LAH BECAK RAJO KAGEK. GILO, BERHASIL DIO MELAKUKAN PEMBODOHAN MASSAL!!!!

    SUDAH DIO JADI GUB, ANAK NYO PULO SI REZA ITU NYALON PASTI 2 PERIODE, ABIS ITU CUCUNYO PULO YANG KEMBAR ITU JADI GUB. LOKAK KELUARGO NOERDIN BESAK KELAKAR ITU YANG MEGANG PALEMBANG.

    SUMSEL TELAH MASUK KE LINGKARAN SETAN!!!
    SELAMAT

  28. PACAK NGATOI BAE, DAK NYADAR KALU SO JUGO SETULUK DENGAN KOMENTNYO.

  29. Pak sahrial Oesman mending jadi pembina olah raga sepakbola sumsel SFC saja…bapak sudah membuktikan keberhasilan bapak dalam bidang itu dan bisa dikembangkan untuk ikut liga dunia, sepertinyo bapak memang dak pas jadi gubernur karena diposternyo persis artis yang begandengan dengan helmy yahya apolagi kalu lah megang bola macam jorge mourinho si special one…. gelar bapakkan sudah Double Winners….kalu idak boleh jugo jadi melok penasehat alex nurdin bae…..karena bapak belum meresmikan jembatan layang dekat polda itu mako bapak biso melok pulo…..jadi kalu ado peresmian jembatan itu bapak paling idak biso pegang pitanyo walau idak pegang guntingnyo…he…he….

  30. Bang Cemen…kok sewot…dengan Aldy,…Emang apa hubungan saudara dengan SO, Saya khawatir bang cemen juga akan stres melebihi stresnya SO.

    Marilah kita ikhlaskan kepergian SO dengan jiwa besar karena dia sudah berbuat untuk sumsel sehingga menjadikan SFC dengan gelar Doble Winner….kita angkat saja SO jadi manager SCF biar dia bisa ada kegiatan untuk penggalangan dana.

    Kalo Eddy Santana…he..he..he,caknyo pacak malu kalu ado rapat pimpinan daerah Sesumatera selatan agek…soalnyo la telanjur jelek-jeleke Alex Nurdin, Kalu kagek dak pernah datang kalu diundang rapat. Makonyo pak Eddy Santana kalu dukung orang yang akan buat sulit kegiatan kita…jangan ketaro nian…..janganlah pulo gunoke birokrasi untuk dukung uwong,apolagi gunoke camat-camat melarang uwong lain kampanye….malu laju agek betemu……

  31. Menanggapitulisan pak ZIN.,Mengenai jalan yang mulus menghubungkan muba-musi rawas dana lubuk linggau itu…jangan buat-buat tulisan kalau tidak tahu bos.

    Memang jalan itu adalah jalan poros dan dimiliki provinsi sumatera selatan tetapi sejak zaman SO berkuasa tidak ada perbaikan, jalan tersebut dibiarkan saja rusak…..sehingga dengan APBD Muba jalan poros itu dibangun sendiri tanpa menggunakan sedikitpun dana Provinsi…dan perlu diingat tidak ada satupun jalan milik provinsi yang berada di Muba yang dibangun dengan dana provinsi sumsel,…kalaupun ada itupun menjelang PON di sumsel dan kenyataan jalan itu hanya disulap saja yang hanya tahan dalam 3 bulan…selanjutnya…Mubalah yang membangun jalan itu…walau pemerintah sumsel tidak membantu…………..smua beres dengan APBD Muba….

    sekarang banyak teman-teman saya yang berasal dari komring yang kerja di bengkulu ikut nikmati mulusnya jalan tersebut…………….he…he……he…,bicara yang benar teman…jangan mengklaim sesuatu yang bukan kita yang mengerjakannya….

    SO itu kan yang dibangun cuma jalan lingkar dan penghubung di Komering….jadi layaknya beliau itu bukan gubernur sumsel….

  32. hehehe…sudahlah mang syahrial…kau kalah bukan berarti kiamat mang!!..

    yang jelas, kami bangga dengan prestasimu membawa sriwijaya fc menjadi juara ganda…meski namo kau akan kami ukir di urutan nomor 2 setelah namo bapak mc bariyadi…

    pak bariyadi kan keno kadali oleh kau…hehehe

Tinggalkan Balasan