Salah satu pihak yang ikut menjadi penentu sukses tidaknya suatu Pilkada adalah Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUG). Tak sedikit kegiatan Pilkada yang berujung konflik akibat lembaga tersebut tidak bisa memposisikan diri untuk bersikap netral dan independen. KPUD kerap kali terlibat untuk memenangkan calon tertentu, terutama calon yang memiliki kekuasaan.
KPUD sendiri keanggotaannya hanya terdiri dari 5 orang saja. Mereka dipilih melalui mekanisme yang panjang dan selektif. Orang-orang yang terpilih kualitasnya tak perlu diragukan lagi. Latar belakang mereka bisa bermacam-macam. Ada tokoh masyarakat, akademisi, pengacara, wartawan hingga aktivis LSM. Komitmen mereka sudah sangat jelas : Senantiasa bersikap Netral, bersih dan profesional.
Namun mengapa selalu saja ada tudingan yang menyebutkan KPUD tidak netral. KPUD memihak.
Sebagai sebuah lembaga permanen, KPUD selain diisi oleh lima anggota yang dipilih secara demokratis, juga dilengkapi perangkat personil sekretariat yang jumlahnya cukup banyak. Dan mereka adalah para karyawan yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Oleh karena itu jika kelima anggota KPUD bisa bersikap netral, maka bagi staf-stafnya yang PNS justru akan sulit untuk bersikap netral. Mereka pasti akan berpihak kepada orang yang dia anggap sebagai pemberi jalan hidup. Mereka pasti akan memihak atasannya yang notabene calon Incumbent.
Hal seperti ini sebagaimana yang terlihat dalam lingkungan KPUD Sumsel saat ini. Kendati kelima anggota KPUD Sumsel yang diketuai Maramis telah menegaskan sikap untuk tetap independen dan netral, ternyata sikap tersebut tidak serta merta diikuti staf-stafnya. Para staf KPUD Sumsel justru lebih memihak kepada calon incumbent Syahrial Oesman.
Hal ini terbukti sebagaimana dikatakan Kasubag Hukum KPUD Sumsel, Samanudin, SH, hari sabtu lalu di Loby Hotel Suarna Dwipa Palembang.
Samanudin yang berbicara lantang sehingga didengar semua orang yang ada di lobby tersebut menyatakan terang-terangan menjagokan Syahrial Oesman untuk jadi Gubernur kembali. Samanudin juga berkoar-koar mengumbar fitnah keji tentang saingan Syahrial yaitu Alex Noerdin. Samanudin mengatakan jika Alex adalah seorang Koruptor dan tukang jinah.
Menurut orang tersebut, ia siap bertaruh jika Syahrial pasti bakal menang melawan Alex. “Aku berani taruhan satu banding lima jika ada yang berani”, ujarnya dengan nada berapi-api.
Kehadiran Samanudin saat ini dalam rangka acara KPUD Sumsel yang digelar di Hotel tersebut. Ketika acara usai Samanudin dan Ketua KPUD Maramis duduk di kursi Loby bersama beberapa orang wartawan. Ketika Maramis pergi Samanudin memilih ngobrol dengan orang yang ada dihadapannya. Nampaknya ia tidak tahu jika orang yang diajaknya ngobrol tersebut adalah Wartawan yang sedang mengumpulkan informasi. Setelah dipancing-pancing maka keluarlah ungkapan-ungkapan tak bermutu dari Samanudin yang menjelekan Alex Noerdin dan Eddy Yusuf. Sebaliknya ia mengidolakan Syahrial Oesman sebagai calon yang pasti menang.
Wartawan terus berusaha memancing emosi sang Kasubag Hukum ini. Seperti tanpa kendali lagi dengan suara besarnya Samanudin semakin lantang mencaci maki Alex Noerdin.
Samanudin adalah salah satu bukti jika di KPU Sumsel saat ini dipenuhi orang-orang yang tak bisa bersikap netral. Bahkan bukan sekedar tidak netral saja, melainkan penyebar fitnah dan berusaha menjatuhkan calon lainnya.
Bagaimana pak Maramis? Apa tindakan bapak terhadap staf seperti ini?
DIarsipkan di bawah: Berita Aktual, Pilkada 2008 | Ditandai: Pilkada
sudah dak usah ribut lagi masalah alex bezina
kito penganut agama alex sudah bebas
nak befoto boleh, kumpul kebo boleh, dengan kambing jg boleh
jd jangan pusing bagi pendukung alex
kalu lg BU boleh juga dengan mak dewek, adek atau ayuk dewek jg boleh..pokoknyo bebas….
HIDUP ALEX….!!!!
HIDUP AGAMA ALEX….!!!
bukti yang kau omongke itu mano “Dunia Pinter” ? jangan-jangan kau cuma ngoceh dak keruan bae, pecak idola kau, Azwhirdhi itu kan .. hahaha, kalu Azwirdhi itu kan jelas-jelas dio ngomongke, kalu bepoto itu samo dengen selingkuh. kalu kau dak pecayo kau pacak buka youtube bae. ye kan .. aku dak ngotak i kan ? hahahaha
iyo ye..kupikir-pikir bener nian omongan kau dunia pinter
kalu cak itu aku melok agama alex bae..agama boleh galo..
nak korupsi, nak bebohong, nyipok bini wong, nyipok mak dewek, samo babi..samo supriadi jg boleh..pokoknyo boleh galo..
lemak nian lur..mokasih dunia pinter ye..
kau dak setuju dengan agama alex..agama boleh galo
kau boleh melok agama aswirdhi..ngapo kau cak sibuk nian ini..??
nah ngomong dewek aku ni di forum ini..tolong oi bawa aku ke RUMAH SAKIT JIWO…
nah inilah salah satu kelebihan dari Nabi Baru Kito..
ALEX NOERDIN..dio ngembangke agama yg sesuai nian dengan aspirasi kita para pendukungnyo..
oleh karena itu jng ragu lagi untuk memilih alex nurdin karena kita akan BEBAS…FREE….GRATIS untuk semua hal..
mau korup..silahkan
mau ML sama BABI, ANJING, SUPRIADI,…monggo..
Enak kan..????!!!!!
eeuuunnakkk tenaaaan…!!!!!
@ UNTUK SEMUA PENDUKUNG DAN SIMPATISAN ALEX
“Menurut Achmad Mulyana, besaran gaji Rp 7,5 juta per bulan merupakan rekor gaji tertinggi yang pernah ada di Kabupaten Bandung. Bahkan, kata dia, besaran gaji manager Persikab yang kini di Jabat Sekda Kabupaten Bandung, Abubakar ini melampaui gaji bupati Bandung yang setiap bulannya hanya Rp 4-5 juta.”
SAYA KUTIP DARI SINAR HARAPAN
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0701/03/ola04.html
JADI,GAJI BUPATI DI KASARAN 4 SAMPAI 5 JUTA
KEKAYAAN ALEX NOERDIN ADALAH
615 MILYAR
ENAM RATUS LIMA BELAS MILYAR RUPIAH
LUAR BIASA!!!!!!!!!!!!!!!!!
LUAR BIASA!!!!!!!!!!!!!!!!!
LUAR BIASA!!!!!!!!!!!!!!!!!
JIKA 1 BULAN 4 JUTA,MAKA 1 TAHUN HANYALAH 48 JUTA
SEDANGKAN ALEX NOERDIN SUDAH MENJABAT 2 PRIODE
ATAU LEBIH KURANG 8 TAHUN
JADI KEKAYAAN NYA SEKITAR RP 384.000.000
TAPI BIAYA KAMPANYE SAJA 25 MILYAR!!!
DARI MANA UANG SEBANYAK ITU????
ITU PERTANYAAN YANG HARUS ADA DI BENAK MASYARAKAYAT SUMSEL
1 TAHUN SAJA 48 JUTA
10 TAHUN 480 JUTA
100 TAHUN 4,8 MILYAR
1000 TAHUN 48 MILYAR
10000 TAHUN 480 MILYAR
JADI MASIH ADA SISA 135 MILYAR
ANGGAP ITU TUNJANGAN SELAMA MENJABAT
TAPI,APA ADA MANUSIA YANG HIDUP 10000 TAHUN
NABI ADAM PUN CUMA 999 TAHUN,ITU MANUSIA
TERLAMA HIDUP DI MUKA BUMI INI.TAPI SEORANG
BUPATI BIASA YANG DULU CUMA SEBAGAI KEPALA
DINAS PARIWISATA SUMATERA SELATAN BISA
NGUMPULIN DUIT SEBANYAK ITU
KABAR KABAR NYA BUPATI TERKAYA DI INDONESIA!!!!!
MASYAALLAH!!!!!!!
SEKARAN SAJA BARU 2008,BERARTI SEORANG ALEX NOERDIN HIDUP 79992 SEBELU MASEHI!!!!!!!!!!!
DERMIKIAN INFORMASI DARI SAYA DAN SAYA BERTANGGUNG JAWEAB ATAS INFORMASI INI
TERIMA KASIH
Duet SO-Helmy is Oke.
Garda kemenangan sejati.
SOAL SELINGKUH ATAU KORUP TANJUNG API API KITA HANYA TAU LUAR NYA SAJA TIDAK TAU KEBENARAN NYA TAPI YANG SUDAH PASTI BENAR ADALAH KEBERHASILAN PEMKAB MUBA MEMBANGUN DAN SEKOLAH SERTAH BEROBAT GRATIS…BELUM TAU KEBENARAN NYA DATANG KE MUBA ATAU TANYA REKAN KAMU YANG PERNAH KE MUBA
Pagi ini sy dapat sms dan ketika membacanya rupanya sebuah “Nasehat buat kita ummat Islam khususnya yang selalu menggunakan HP untuk sms atau yg lainnya…” isinya demikian sesuai text aslinya :
” Assalamu’alaikum To All Muslims.
Don’t say ” Mosque ” but say ” Masjid ” coz islam.co.org has found that ” Mosque ” = ” Mosquitos “.
Don’t Write ” Mecca ” but write corectly ” Makkah ” coz ” Mecca ” = ” House of Wines “.
Don’t write ” Mohd ” but Write completly ” Muhammad ” coz ” Mohd ” = ” The dog with big mouth “.
Don’t write ” 4jjI ” but ” Allah Swt ” coz ” = ” 4 jesus judas Isa Al Masih.
If you want to cut ” Assalamu’alaikum ” say ” Assalm ” not say ” Ass. ” coz ” ass ” = ” bokong “.
Please forward it to more muslims as you can.”
Nah saudara2ku semua sesama muslim mari kita sama-sama renungkan…pakailah bahasa Islam itu Istilahah Islam yg benar jgn dipotong-potong….mudah-mudahan infomasi ini bermanfaat bagi kita semua….demi tegaknya Islam Di Bumi
KPK Didesak Usut Dugaan Korupsi di Muba
Selasa, 01 April 2008
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk mengusut dugaan korupsi di Kabupaten Musi Banyu Asin (Muba), Sumatera Selatan, yang diduga melibatkan Bupati setempat, Alex Nurdin.
Desakan itu disampaikan oleh puluhan orang yang tergabung dalam Perkumpulan Madani Antikorupsi (Permak) dalan aksi unjuk rasa di depan gedung KPK, Senin.
Massa mendesak KPK mengambil alih kasus tersebut dari Polda Sumatera Selatan. Menurut mereka, Polda tidak serius menyelesaikan kasus tersebut.
Permak dalam peryataan sikapnya menegaskan, Alex Nurdin diduga terlibat dalam sejumlah kasus dugaan korupsi sejak 2002.
Alex antara lain diduga terlibat dalam penggelembungan harga dalam proyek Demplot Pompa Tektonik senilai Rp2,9 miliar.
Orang nomor satu di Kabupaten Muba itu juga diduga terlibat dalam pembuatan tanda tangan palsu saat pengadaan lampu untuk keperluan Pekan Olahraga Nasional XVI pada 2004 silam.
Kasus itu sudah dilaporkan oleh Presiden Direktur PT Sham Shin Jaya (SSJ) ke Mabes Polri pada Oktober 2006.
PT SSJ selaku kontraktor pemasangan lampu tersebut dirugikan setidaknya Rp5 miliar.
Dalam aksinya, massa menggelar panggung orasi. Mereka juga membentangkan sejumlah poster dan spanduk dengan tulisan yang berisi desakan kepada KPK untuk mengusut kasus-kasus tersebut.
Unjuk rasa itu mendapat pengawalan ketat dari sejumlah aparat kepolisian. antara/abi
Dikutip kembali oleh:
+ Republika
+ Investigasi-Korupsi-com
+ PasarMuslim-com
+ PPATK- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan
+ Jurnal Nasional
===============
Nasional | Jakarta | Senin, 31 Mar 2008 20:07:29 WIB
Bupati Alex Nurdin Diduga Korupsi
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk mengusut dugaan korupsi di Kabupaten Musi Banyu Asin (Muba), Sumatera Selatan, yang diduga melibatkan Bupati Alex Nurdin.
Desakan itu disampaikan puluhan orang yang tergabung dalam Perkumpulan Madani Antikorupsi (Permak) dalan unjuk rasa di depan Gedung KPK, Jakarta, Senin (31/3).
Massa seperti dikutip Antara mendesak KPK mengambil alih kasus tersebut dari Polda Sumatera Selatan. Menurut mereka, Polda tidak serius menyelesaikan kasus tersebut. Permak dalam peryataan sikapnya menegaskan, Alex Nurdin diduga terlibat dalam sejumlah kasus dugaan korupsi sejak 2002.
Alex diduga terlibat dalam penggelembungan harga dalam proyek Demplot Pompa Tektonik senilai Rp2,9 miliar. Orang nomor satu di Kabupaten Muba itu juga diduga terlibat dalam pembuatan tanda tangan palsu saat pengadaan lampu untuk keperluan Pekan Olahraga Nasional XVI pada 2004 silam.
Kasus itu sudah dilaporkan oleh Presiden Direktur PT Sham Shin Jaya (SSJ) ke Mabes Polri pada Oktober 2006. PT SSJ selaku kontraktor pemasangan lampu tersebut dirugikan Rp5 miliar.
Selain berorasi, mereka juga membentangkan sejumlah poster dan spanduk yang berisi desakan agar KPK mengusut kasus-kasus tersebut.
Sumber: Jurnal Nasional
=========================
PERMAK Tagih Janji KPK
Senin, 31 Maret 2008, 19.53 WIB
Puluhan orang yang tergabung dalam PERMAK (Perkumpulan Madani Antikorupsi), Senin siang melakukan aksi unjuk rasa di gedung KPK, Jakarta. Mereka menuntut agar KPK segera mengambil alih penanganan dugaan korupsi yang dilakukan Bupati Muba, Sumatera Selatan. Mereka juga datang untuk menagih janji KPK yang akan menyelesaikan kasus itu.
PERMAK sendiri mengaku telah melaporkan kasus dugaan korupsi Bupati Muba ke KPK sudah empat kali. Sayangnya, tetap saja KPK tidak berbuat apa-apa atas laporan yang mereka sampaikan. Usai berdemo mereka meninggalkan KPK dengan tertib.
Tak berselang lama, Forum Solidaritas Rakyat Untuk Keadilan (FORKS TTU) juga mendatangi gedung KPK. Mereka menuntut agar KPK segera melakukan investigasi dugaan korupsi senilai Rp 2 miliar di Kab. Timur Tengah Utara, NTT. Korupsi itu diduga melibatkan Bupati Timur Tengah Utara.
Sumber: Kompas TV
==============
31/03/08
Permak : Tangkap dan Periksa Alex Nurdin
Jakarta (Telegraf-News.Com) – Ratusan massa yang tergabung dalam Perkumpulan Madani Antikorupsi atau PERMAK, mendatangi Instana Negara dan Kantor KPK, Senin (31/3).
Mereka datang untuk menagih janji dan menuntut KPK agar segera menangkap dan memeriksa dengan segera Bupati Musi Banyuasin (Muba) Sumatra Selatan, Alex Nurdin.
Menurut data yang diterima telegraf-news.com, indikasi korupsi Alex dalam berbagai proyek fisik di Muba yang dilakukan dengan penunjukkan langsung (PL) alias tanpa tender yang nilainya mencapai Rp 681 miliar sejak tahun 2002. “Itu terlihat dari perusahaan yang selalu mendapat proyek PL adalah perusahaan yang sama”, jelas Ketua PERMAK Komar Heriyanto, di depan kantor KPK.
PERMAK sendiri telah melaporkan kasus Alex Nurdin ini ke KPK sebanyak empat kali. Namun, tetap saja KPK tidak berbuat apa-apa atas laporan tersebut. Untuk itu, PERMAK menuntut KPK agar segera mengambil alih penanganan dugaan kasus korupsi Alex Nurdin, yang selama ini ditangani Polda Sumsel.
PERMAK juga menuntut Presiden SBY untuk menangani berbagai kasus korupsi yang terjadi secara serius dan tanpa pandang bulu, seperti janjinya saat kampanye dulu. Termasuk kasus korupsi yang dilakukan Bupati Muba.
Sumber/Penulis: Emil
Telegraf-News-com
=======================
Berita-berita untuk mengingat kembali:
Kompas, 28/07/2005
Bupati Alex Diminta Turun
Aksi massa berlangsung di depan kantor bupati mulai pukul 10.00 hingga 12.00. Mereka hanya bisa berkerumun di jalan depan kantor bupati. Di tempat itu mereka pun mendengarkan orasi dari beberapa pimpinan aksi
Sekayu, Kompas – Sekitar 1.000 orang menggelar aksi unjuk rasa di Sekayu, ibu kota Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (27/7). Massa yang mengaku berasal dari semua kecamatan di kabupaten itu menuntut Bupati Alex Noerdin turun dari jabatannya.
Aksi massa berlangsung di depan kantor bupati mulai pukul 10.00 hingga 12.00. Mereka hanya bisa berkerumun di jalan depan kantor bupati. Di tempat itu mereka pun mendengarkan orasi dari beberapa pimpinan aksi.
Selain dijaga ratusan petugas dari Kepolisian Resor (Polres) Musi Banyuasin, kantor bupati dan gedung DPRD juga dikelilingi police line. Penjagaan dipimpin Kepala Polres Musi Banyuasin Ajun Komisari Besar Martuani Sormin Siregar.
Jumlah massa yang datang sekitar 750 orang. Mereka diterima baik-baik dan didengar apa keinginannya, kata Martuani.
Pimpinan aksi, Alimasyahwa, menyatakan, massa yang berunjuk rasa direncanakan 3.000 orang, namun yang datang sekitar 70 persen dari jumlah itu.
Aksi itu dilakukan dengan tuntutan agar Alex Noerdin turun dari jabatannya. Alex dianggap telah melanggar sejumlah undang-undang dan peraturan pemerintah. Pelanggaran itu di antaranya mengakibatkan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin terjerat utang, serta terjadi penyimpangan dan penghamburan uang untuk popularitas pribadi.
Menanggapi itu, seusai berdialog dengan perwakilan pengunjuk rasa, Alex menyatakan terima kasihnya karena masih ada warga Musi Banyuasin yang memerhatikan daerahnya. Tentang tuntutan agar turun dari jabatannya, Alex berucap, Tanpa diminta pun, ketika waktunya sudah selesai saya pasti mundur. (mul)
Dikutip kembali dari: LeIP- Lembaga Kajian dan Advokasi untuk Independensi Peradilan
=========
Hukum
KPK ‘Impoten’, Tak Berani Usut Dugaan Korupsi Bupati Muba Rp 681 M
Oleh : Jackson Sitorus
20-Jan-2008, 21:57:28 WIB – [www.kabarindonesia.com]
KabarIndonesia – KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mendapat ‘keluhan’ dari masyarakat. Kali ini, KPK dinilai lesu darah dalam menangani kasus korupsi. Demikian disampaikan Perhimpunan Masyarakat Anti Korupsi (PERMAK), saat menggelar aksi unjuk rasa di Gedung KPK, Jl.HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, kemarin. Ratusan pendemo itu menuntut segera diperiksanya Bupati Musi Banyu Asin (Muba), Sumatera Selatan, Alex Nurdin, terkait dugaan korupsi senilai Rp 681 miliar.
“Padahal sejumlah elemen masyarakat telah beberapa kali melaporkan dugaan korupsi yang dilakukan Bupati lengkap dengan bundelan dokumen,” ujar Prapto, juru bicara PERMAK. Prapto mendesak KPK untuk segera memeriksa Alex Nurdin berserta kroni-kroninya. “Jika tidak mampu, bubarkan saja KPK,” tegasnya dengan pengeras suara.
Pada kesempatan itu, para pendemo juga membagikan selebaran yang berisi data dugaan berbagai praktek korupsi Alex Nurdin, diantaranya 10 proyek sepanjang tahun 2002-2003 di Kabupaten Musi Banyu Asin yang dilakukan tanpa melalui tender sesuai Kepres No.18 Tahun 2000. Prapto menjelaskan, dari 10 proyek melalui penunjukan langsung yang ditandatangani Alex Nurdin tersebut ada 3 proyek senilai Rp 117, 827 miliar dikerjakan oleh PT. Chandratex. Ketiga proyek tersebut adalah pelebaran jalan Sekayu-Teluk sepanjang 20 KM, proyek pembangunan sirkuit tahap 1 dan MoU No. 02/MoU/IV/2003. Kemudian, 2 proyek dipegang PT. Cobloc Ind senilai Rp. 29,608 miliar untuk proyek jalan Recyling T. Bulang dan Recyling Selabu.
“Sisanya dipegang PT. Ultra Kindo DB, PT. Alam Permai Indah, CV. Utama Jaya, CV. Mantra Sakti dan CV. Banyu Asin senilai Rp 24, 869 miliar,” jelasnya.
Menurut Prapto, pihaknya terpaksa melakukan demo untuk kedua kalinya itu karena pihaknya sudah beberapa kali melaporkan dugaan korupsi Alex Nurdin ke KPK sejak 4 tahun lalu, namun sampai kini KPK belum memeriksanya.
“Kami tidak hanya ngomong doang, bukti-bukti dokumennya juga sudah diserahkan,” tegas Prapto lagi.
Sumber: Kabar Indonesia
=====================
01/02/2006 18:57 WIB
Demo Muba di Jakarta
Maryadi – detikcom
Jakarta – Sejumlah orang yang mengatasnamakan Rakyat Musi Banyuasin dan Koalisi Peduli Pembangunan MUBA berunjuk rasa di depan halaman Departemen Dalam Negeri di Jalan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (1/2/2006) menuntut agar pelaku korupsi di wilayah tersebut ditindak tegas.
Menariknya, dalam aksi unjuk rasa tersebut, sejumlah peserta berasal dari Jakarta, bahkan ada yang mengaku tinggal di Pulogadung dan sudah tiga kali ikut unjuk rasa tersebut.
Mereka mengakui berkumpul dan berdemo di Jakarta punya satu misi tentang pembangunan di Muba. “Saya sudah tiga kali ikut unjuk rasa ini,” kata salah seorang masa yang mengenakan pita kuning di dadanya dan mengaku tinggal di Pulogadung.
Massa itu berkumpul sejak pukul 11.00 WIB di depan pintu gerbang Depdagri dan dijaga ketat oleh petugas kepolisian.
Akibat unjuk rasa tersebut, sebagian jalan Merdeka Utara di depan Depdagri dipakai massa bergerombol.
Dalam orasinya massa menuntut agar Mendagri memperhatikan terhadap kasus dugaan adanya praktek KKN dengan menindak tegas para pejabat pelaku korupsi di MUBA. “Kami butuh sikap tegas dari Mendagri menyikapi masalah di Muba ini, kami mendorong agar Muba maju,” kata Jansen, salah seorang koordinator massa.
Demo ini diperkirakan akan terus berlanjut seiring makin dekatnya pelaksanaan pilkada di daerah itu. ( mar )
Sumber: Detik-com
Klik semua hyperlink lalu di address barnya hapus tulisan
http://sumsel.wordpress.com/2008/05/28/netralkah-kpud-sumsel/
Ada yang menarik soal pemberitaan di Rakyat Merdeka 30 mei 2008
(I paste-in lagi ya..)
BAHARUDDIN ARITONANG, ANGGOTA BPK
“Masih Banyak Yang Dicuekin”
BADAN Pemeriksa Keuangan (BPK) merasa senang bila hasil auditnya terkait dugaan penyimpangan anggaran di daerah ditindaklanjuti aparat penegak hukum.
“Kalau benar hasil audit BPK terkait dugaan penyimpangan anggaran di Pemda Musi Banyuasin masuk penyelidikan di KPK, ya tentu kami senang. Tapi terus terang, banyak yang dicuekin aparat hukum mengenai audit BPK,” kata anggota BPK, Baharuddin Aritonang kepada Rakvat Merdeka, di Jakarta, kemarin.
Bekas anggota DPR itu menyarankan KPK agar berkoordinasi dengan aparat penegak hukum lainnya. Sebab, biasanya masvarakat itu melaporkan temuan BPK itu ke semua aparat hukum.
“Sebaiknya koordinasi dengan Polri dan Kejagung supaya tidak tumpang tinddih penanganan suatu kasus,” ujarnya.
Dikatakan, minimnya tindak lanjut temuan BPK yang berindikasi korupsi di sejumlah daerah akibat kinerja aparat hukum yang lambat. Padahal, pasal 26 ayat (2) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Keuangan Negara dengan tegas menyatakan adanya sanksi pidana dan denda bagi yang tidak menindaklanjuti hasil pemeriksaan BPK.
Meski ada aturan, lanjutnya, masih banyak hasil audit BPK di seluruh daerah tidak ditindaklanjuti aparat hukum. Misalnya saja, selama tahun 2005 dan 2006.penyelewengan uang negara Rp 33 triliun dari 4.775 kasus. ■ WIS
JOJOHN PANTAU menemukan fakta berupa data BPK tahun anggaran 2006! Silaken daripadanya untuk mengunduh di http://tinyurl.com/6dholj. Buruan, mumpung belum didelet oleh pihak yang kebakaran jenggot!
Berikut intisari dari laporan anggaran Musi Banyuasin anggaran 2006 (baru tahun itu saja lho, belum 2001, 2002,2003,2004,2005,2007…)
Dalam melakukan pemeriksaan keuangan ini, BPK RI mengungkapkan kondisi pengendalian
intern Pemerintah Daerah Kabupaten Musi Banyuasin yang telah BPK RI muat dalam Laporan
Hasil Pemeriksaan atas pengendalian intern nomor 91.a.3/S/XIV.2/06/2007 tanggal 13 Juni
2007.
Dari pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Tahun
Anggaran 2006, ditemukan beberapa hal material sebagai berikut:
1. Status kepemilikan beberapa aset tanah tidak jelas dan belum dicatat dalam Neraca Daerah
Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin sehingga penyajian aktiva tetap di Neraca Daerah
lebih kecil dari yang seharusnya sebesar Rp1.028.146.992,00.
2. Realisasi Belanja Seketariat Daerah, Badan Pengelola Keuangan Daerah, Belanja Bagi
Hasil dan Bantuan Keuangan serta Penunjang Operasional Bupati dan Wakil Bupati tidak
didukung bukti yang lengkap sebesar Rp4.638.928.000,00 sehingga mempengaruhi
kewajaran Laporan Keuangan Daerah.
3. Biaya Pengelolaan/Penatausahaan Keuangan Daerah tidak didukung bukti yang lengkap
dan menyalahi ketentuan sebesar Rp1.028.500.000,00 sehingga mempengaruhi kewajaran
Laporan Keuangan Daerah.
4. Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan untuk Instansi Vertikal tidak sesuai ketentuan
dan tidak didukung bukti yang lengkap sebesar Rp7.951.770.250,00 sehingga
mempengaruhi kewajaran Laporan Keuangan Daerah.
Hasil Pemeriksaan atas Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas dan Catatan
Atas Laporan Keuangan TA 2006 yang disusun oleh Pemerintah Kabupaten Muba serta surat
dari PT Bank Sumsel Nomor 107/SKY/1/B/2007 kepada Kepala Badan Pengelola Keuangan
Daerah (BPKD) Kabupaten Muba perihal Konfirmasi Kas Daerah diketahui bahwa per tanggal
31 Desember 2006, Pemerintah Kabupaten Muba memiliki beberapa rekening di PT Bank
Sumsel, untuk menampung kas daerah baik berupa rekening umum kas daerah dan beberapa
rekening khusus dana perimbangan atau rekening khusus lainnya. Rincian rekening yang
diakui Pemkab Muba per tanggal 31 Desember 2006 sebagai berikut:
No. Nama Rekening Nomor Rekening Jumlah (Rp)
1. Kas Daerah Tingkat II (Umum) 149-30-00001 Rp 99.383.033.083,18
2. DAU 149-30-00002 Rp 6.488.115.014,02
3. DAK Dana Reboisasi TA 2004 149-30-00008 Rp 40.624.224,00
4. DAK Bid Infrastruktur 149-30-00011 Rp 0,00
5. DAK Bid Kesehatan 149-30-00012 Rp 0,00
6. DAK Bid Perikanan&Kelautan 149-30-00013 Rp 0,00
7. DAK Bid Pendidikan 149-30-00014 Rp 0,00 –> LHO KOK KOSONG?? HABIS BUAT SKULLAH GRATISS??
8. DAK Bid Pertanian 149-30-00015 Rp 0,00
Jumlah total Rp 105.911.772.321,20
Hasil konfirmasi dari BPKD diketahui bahwa untuk TA 2006 semua rekening bank
yang menyimpan kas daerah sebesar Rp105.911.772.321,20 belum ditetapkan dengan Surat
Keputusan Bupati, namun hanya berupa surat permohonan pembukaan rekening giro kepada
pihak PT Bank Sumsel yang ditanda tangani oleh Kepala Bagian Keuangan Setda Kabupaten
Di buku ini juga ditemukan fakta bahwa:
1. Biaya Penunjang Operasional Bupati dan Wakil Bupati dalam Biaya
Jasa Lainnya serta Biaya Perawatan dan Pengobatan Tidak Didukung
Bukti yang Lengkap Sebesar Rp252.500.000,00 (ada di halaman 30)
2. Biaya Pengelolaan/Penatausahaan Keuangan Daerah Tidak didukung
Bukti yang Lengkap dan Menyalahi Ketentuan Sebesar
Rp1.028.500.000,00 (ada di halaman 39)
3. Pembayaran Pekerjaan Pembangunan Jaringan Listrik Desa Nusa
Serasan dan Desa Peninggalan Tidak Berdasarkan Kondisi Senyatanya
dan Harus Dikenakan Denda Keterlambatan Sebesar Rp233.623.950,00 (ada di halaman 50)
4. Pengeluaran-pengeluaran dari Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan sebesar
Rp3.185.475.050,00 yang dikeluarkan tidak sesuai peruntukannya diantaranya
digunakan untuk bantuan kepada pribadi seperti biaya pendidikan, wisuda, biaya umroh
dan uang sakunya yang merupakan hadiah bupati, transport kepada ketua tim penggerak
PKK, karangan bunga atas nama bupati, pemberian Tunjangan Hari Raya untuk instansi
vertikal, peringatan HUT dan nonton bareng final world cup 2006.
5. Realisasi Belanja Tidak Terduga Menyalahi Ketentuan Sebesar Rp4.295.122.918,00
6 Pembuatan Website http://www.alexnoerdin.com Rp. 12.500.000,00 (ada di tabel halaman 162 tentang Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan yang Direalisasikan untuk Kegiatan Bupati/Wakil Bupati nomor 192)
–> coba deh kita klik situsnya, idak ado!!!! mantap……
7 SPJ TIDAK ADA BUKTI PENDUKUNG Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan senilai 3.656.446.000,00! (ada di halaman 154) dan Pengeluaran Tidak Sesuai Peruntukan Rp 3.185.475.050,00! (ada di halaman 157) ?????!!!!!?????
Hahaha…. syahrial dak lamo lagi masuk sel…..
jangan dak percayo, kito buktikan sebelum PILKADA agek…
khabar gembira !….
dalam waktu dekat KPK akan usut dan ungkap kasus Indikasi Korupsi di MUBA.
Mari kita saksikan bersama.
Selamat datang dan selamat berugas KPK.
O, o.. kamu ketahuan….
bwakakakahakakakahakaka…. Alex Noerdin pernah ga naik kelas!!!
Lihat hyuk di http://youtube.com/watch?v=ibwlALOLKgw
Pasti geli… lucu… ada orang bodoh teriak sekolah gratis…!!
Kami pegawai dinas/badan pada pemprov sumsel tidak memiliki kendaraan dinas untuk operasional sehari-hari namun paguyuban dan organisasi kemasyarakatan akhir-akhir ini dapat bantuan mobnas plat merah baru. Kiranya kita bisa sama-sama berfikir lebih logis ya? Ini menyangkut UU, PP, Perda, Tupoksi…
Behasil idak berhasil yang penting ado program……..
Jangan program lah dak katik ngatoi wong pulok….
Perasoan dari jaman wau dulu TAA dak jadi2, kalo MoU ni dak keruan lagi, kalo lah segerobok saking banyaknyo…sikok dak katik jadi.Slogan ni belamburan, singgonyo lebih2 dari pujangga jaman dulu, yang lumbung segalo macem.
Ditambah pulok forum2 kesukuan, oi banyak nian….ado komering, ado jawo, lahat, chino…….ai dak teitung lagi.
Jadi kiro2 aku, apo wong cak ini yang kito harapkan bawak kemajuan………, cubo tanyo samo ati nurani.
Aku dak bekepentingan siapo bae gubernur, tapi kalo jingok hasil, program,caro2 bekampanye baik itu timses maupun calon kukiro kan kucucuk ALEX NOERDIN TULA…..
Kuajak nian wong sedusun angat biar milih no 1……….
HIDUP ALDY…..THE NEXT GUB SUMSEL
@batman
salah satunyo lumbung preman….
Dari kalimat “justice Finder” terlihat bhwa dia orang SOHE. Kalo memang Alex terindikasi Korupsi, pasti BPK dan KPK tdk tinggal diam. Wong contohnya saja kasus Gub Jabar, Bupati Kaltim dll, karena sdh trbukti KORUPSI. Yg dipermasalahkan Bung “Justice Finder” slalu mengenai Data tender di Muba (jgn2x si JF ini kontraktor busuk yg idak bemodal tp nak garap proyek besar… berkaca bung !!). Tender jalan TAA jelas bukan PL, krn tdk ada perusahaan yg klasifikasinya sesuai dgn teknis pekerjaan selain chandratex. Dan kalo mau tau, chandratex adalah rekanan utama SO, dan nanti bakal jadi saksi atas korupsi pembukaan lahan Tanjung Api-api… siapa lg kalo bukan SO. Jadi bung nyantai bae lah. Kalo memang Alex itu terbukti korupsi, kpk pasti nangkapnyo. Dan tgl 14 September nanti terlihat siapa calon pemimpin yg lebih di ridhoi ALLAH SWT serta dicintai masyarakat sumsel. Peace
manusia itu tidak sempurna bung
apakah anda sudah sempurna?
sehingga kejelekan orang yang belum pasti anda umbar-umbarkan jangan percaya kalau semua tidak ada bukti nyata
kita harus belajar bahwa manusia harus berkaca secara bijak dan memperbaiki diri sendiri sebelum mengajari orang lain…
fitnah lebih kejam dari membunuh
jika kata-kata fitnah yang anda lontarkan adalah salah cuma dosa yang anda dapatkan dari allah apalgi ini dibulan puasa hendaknya sabar dan ikhlas siapapun yang menang kita dukung.
sebaiknya kita berdoa mudah2an sumsel selalu dilindungi oleh ALLAH ..amiin
yo…. mudah-mudahan adil semuanya…..
ini kan bulan ramadhan….
masalah adil ga adil, itu urusan dengan yang di ATAS…
jadi kalau ga adil….. bisa-bisa kualat 7 keturunan…..
inget neh bulan ramadhan,……
bekerja adalah ibadah, tapi kalau sudah bersikap tidak adil bagi khalayak ramai yo rasain aja…..
inget, berkuasa nya kita di pekerjaan masih ada yang lebih berkuasa yaitu di ATAS sono pencipta kita semua……
jadi bagi anggota KPUD yang ga adil, rasain aja kalau 7 keturunan sial terus……
Payo Dulur…, berentila kito ni grasak grusuk saling menjelekkan dan saling bela cagub dan cawagub. kalu ALDY menang SOHE kalah, atau SOHE menang dan ALDY kalah, apo yang kito dapet dari beliau itu. Kita paling cuman dapet kepuasan bathin bae. Tapi Kito sudah saling sumpah, saling kutuk, bahkan biso saleng bunuh. Rugilah kito galo dulurku, sedengke yang berambisi nyantai bae, mase bisa senyum,nyantai , relax ,dsbnyo.Serahke bae samo yang diATAS. Percayolah Allah tidak akan memberi seorang pemimpin yang tidak bijak. Jadi siapopun yang Menang kagek, itu sudah keputusan Allah SWT. Jadi mari kito samo-samo Senyum,Nyantai.dan Relax jugo. Lebih baik lagi Kito Minta ampun kepada Allah swt, untuk setiap pikiran buruk, niat buruk, sumpah serapah, kutuk yang sudah kito keluarke disini. Bedoso besak kito dulur…..inget ini bulan yang Suci, dan penuh berkah.
Selamat kepada pak Alex Nurdin atas kemenangan versi perhitungan cepat (quick count). Jika nanti 14 September bpak betul-betul dinyatakan pemenang pilkada, saya harapkan bapak tetap menunjuk Syahrial Oesman sebagai Ketua Umum Sriwijaya FC karena telah membuat sejarah. Apalagi sementara ini SFC sedang terlilit masalah keuangan dan prestasi.
SELAMAT ATAS SUKSESNYA KOALISI TERSTRUKTUR SELURUH KADER GOLKAR BESERTA PAN UNTUK MENDUDUKI BUMI SRIWIJAYA.
SKENARIO 1 PUN BARU MULAI, MARI HADAPI LEVEL SELANJUTNYA UNTUK HALANGI GOLKAR-PAN MENANG DI PEMILU-PILPRES 2009.
SELAMAT PULA UNTUK ALEX NOERDIN, SILAKAN GERAKKAN ELEMEN RANTING PEMERINTAH UNTUK OPTIMALKAN KANTONG SUARA PEMILU-PILPRES 2009. ANDA MEMANG LAYAK UNTUK JADI TOPENG DARI PENJAJAHAN MASA KINI
SELAMAT JUGA UNTUK JUSUF KALLA, SOETRISNO BACHIR, NON GOVERMENT ORGANITATION YANG TERKAIT, CONOCO PHILIPS, MEDCO, CHEVRON, TOTAL FINA ELF, UNITED NATION, JUGA UNITED STATE OF AMERICA YANG BERHASIL MEMEGANG KENDALI PENGOLAHAN KEKAYAAN BUMI SRIWIJAYA YANG MERANA INI!
SEMOGA SUMSEL TETAP BERTAHAN…
UNTUK MASYARAKAT SRIWIJAYA, MARI SERUKAN:
HANCURKAN NEO-LIBERALISME
TEGAKKAN NEO-SOSIALISME!!!
SINGKIRKAN SEGALA BENTUK ANTEK AMERIKA DI BUMI INI!!!
BUAT REKAN-REKAN PENDUKUNG SOHE HARAP EKSTRA SABAR KITA TIDAK TAHU HIKMAH APA YANG AKAN KITA PEROLEH DARI KEKALAHAN PAK SYAHRIAL DAN ALLAH LAH YANG MAHA TAHU DENGAN APA YANG TERJADI SEKARANG INI, ALLAH TELAH MENYUSUN RENCANA MARI SAMA-SAMA KITA LIHAT RENCANA ALLAH TERSEBUT PERCAYALAH “SIAPA MENEBAR ANGIN PASTI AKAN MENUAI BADAI”
Apo dio sedulur yang nak awak cari ? nak masuk surgo parak bae samao Ulama’ .nak dapet duwit parak bae samo pedagang. nak lemak parak bae sama yang menang (Alek Nurdin) realistiskan ? yang kalah biarlah merasakan kekalahannya karena dia juga sebelumnya pernah merasakan kemenangan tipis.
BRAVO OM ALEX, SEMOGA DAPAT MEMBAWA AMANAT RAKYAT SUMSEL.
biaya kampaqnye alex menang jadi gubsumsel hanya 6 milyar untuk kampanye selama 2 tahun lebih,sebagai perbandingan sarimuda untuk calon walikota plg saja 10 m,wong sumsel jangan dibodohi oleh alex b3
alex orang yg paling serakah,istri orang diselingkuhi,seharunya pidum urus an polisi,kok tidak ada tindak lanjutnya,alex memang licik
bagaimana edi yusuf wagub sumsel terlibat kasus suap 5 m,bagaimana kpk masak diaqm saja
untuk memuluskan kkn alex diangkat kepala bkd sumsel muzakir,kayaknya mahyudin sudah seperti…… ditarik hidungnya,nurut bae,anda akademisi jangan ikut kotor kaliber anda belum setara dengan kotornya alex
kekayaaqn alex 10 m coba periksa kpk benar enggak,informasi kekayaannya alex 600 m lebih darimana kalau bukan hasil korupsi, bravo………..kpk
fahri ali anda telah berbuat kebohongan publik pada saat bulan ramadhan, pilkada gubsumsel di kab muba terdapat nama pemilih ganda termasuk anda dan istri untuk memenangkan alex sebagai balas budi jadi bupati muba,semoga keadilan mengutuk anda
salut buat SO untuk bangun TAA walaupun diperiksa kpk,masa yad rivalmu akan ber kkn ria proyek TAA……….rakus ali8as tamak
liat saia benar i tahun akan mundur kalau tak berhasil………biasanyya micot belum balik modal
kpud jangan bikin kebohongan publik,berapa suapnya
tolong dilihat ke absahan s1 balon caleg pbr atas nama hernawan se dapil oki, oi