Sebelum KPK Datang Dokumen Sudah Disembunyikan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) benar-benar melakukan usaha habis-habisan untuk mengungkap kasus seputar pengalihan status hutan Mangrove di Sumatera Selatan. Jika hari senin KPK melakukan penggeledahan di Dinas PU Bina Marga Sumsel dan Kantor PT Chandratex Indoartha, hari selasa-nya langsung menggeledah Kantor Badan Otorita Pelabuhan Tanjung Api-api dan Kantor Dinas Kehutanan Sumsel, maka hari rabu kemarin KPK langsung menggeledah Ruang Kerja Gubernur Sumsel dari siang hingga malam hari. Tidak itu saja, ketika Tim KPK melakukan penggeledahan di ruang kerja Gubernur, Tim KPK lainnya justru melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur Syahrial Oesman bertempat di Gedung Tipikor Polda Sumsel.

Di hari pertama kegiatan penggeledahan di Dinas PU Bina Marga dan kantor PT Chandratex Indoartha nampaknya Tim KPK banyak menemukan dokumen arsip yang dicari. Hal ini disebabkan karena kemunculan Tim KPK tersebut sama sekali tak diduga dan sangat tiba-tiba. Akibatnya pihak tuan rumah tak sempat lagi menyembunyikan dokumen-dokumen tersebut. KPK sangat leluasa dan mudah mendapatkan apa yang mereka cari disana.

Hanya saja kegiatan penggeledahan hari kedua dan ketiga diyakini jika Tim KPK tidak akan mendapatkan dokumen bukti-bukti yang terkait kasus Tanjung Api-api tersebut. Hal ini disebabkan di tempat-tempat yang akan dilakukan penggeledahan oleh KPK itu telah lebih dahulu dilakukan pemindahan arsip-arsip dan dokumen yang terkait kasus Tanjung Api-api ke tempat lain agar tidak ditemukan KPK.

Rabu pagi kemarin, sebelum Tim KPK datang beberapa PNS Pemprop sibuk memindahkan dokumen-dokumen ke tempat lain yang dirasa aman dari incaran KPK. Sekurang-kurangnya ada dua kardus besar yang bersisi dokumen arrsip dikeluarkan dari ruang kerja Gubernur dan dipindahkan entah kemana. Menurut seorang saksi mata yang juga PNS di Pemprop Sumsel, pemindahan dokumen yang diduga bukti terkait kasus Tanjung Api-api itu untuk mengantisipasi jika KPK nekad melakukan penggeledahan di kantor Gubernur. Sumber mengaku tidak tahu dibawa kemana dokumen-dokumen tersebut disembunyikannya.

”Dak tahu dibawa keruangan mana itu pak, sebab dilingkungan Pemprop Sumsel ini banyak ruangan. Tapi bisa juga dibawa keluar biar jauh lebih aman”, ujar sumber yang meminta untuk tidak disebutkan identitasnya ini.

Upaya mengamankan dokumen seputar Tanjung Api-api juga dilakukan pihak Kantor UPTD-PU, yang selama ini menjadi penggerak utama setiap kegiatan proyek-proyek Tanjung Api-api.  Kantornya terletak berseberangan kantor ranting PLN Seberang Ulu di kelurahan 7 Ulu Palembang.

Dokumen-dokumen yang berkaitan dengan kasus tersebut dengan cepat diamankan jauh keluar kantor tersebut. Menurut seorang sumber yang sangat layak dipercaya menjelaskan jika dokumen-dokumen yang jumlahnya sangat banyak itu disembunyikan dirumah seorang staf Kepala UPTD yang terletak di perumahan Jakabaring.

”Disembunyikannya di rumah ajudannya itulah pak”, ujar sumber menegaskan.

Usaha menyembunyikan dokumen tersebut adalah untuk mengantisipasi jika pada hari Kamis ini KPK kembali melakukan penggeledahan ke tempat lain, dan kantor Pimpro itulah yang paling mungkin jadi target operasi Tim KPK tersebut.

Karena upaya dini yang dilakukan para pelaku yang bertanggung jawab atas kasus Tanjung Api-api ini dengan cara memindahkan domuken dan menyembunyikannya rapat-rapat sebelum tim KPK datang menggeledah, menyebabkan beberapa anggota KPK nampak sangat pening dan gelisah. Mereka tak menemukan apapun yang dicari dalam dua hari kemarin. Sedangkan tindakan sterilisasi ruangan sebelum digeledah sama sekali tak memberi kontribusi apa-apa bagi kesuksesan upaya mereka. Sebab sebelum Tim KPK datang, pihak tuan rumah sudah lebih dahulu menyembunyikannya.

Gubernur Diperiksa KPK

Ketika Salah satu TIM KPK menggeledah ruang kerjanya, Tim KPK lainnya melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur Syahrial Oesman di ruang Tipikor Polda Sumsel. Syahrial datang bersama pengacarannya. Sementara itu diruangan lainnya KPK juga memeriksa kontraktor Chandra Antonio, rekanan kroni Syahrial, terkait kasus yang sama. Keduanya diperiksa KPK secara maraton hingga malam hari.

Yang agak mengherankan dari kasus yang ditangani KPK ini adalah kendati Syahrial berstatus Saksi namun ruangan kerjanya justru digeledah. Biasanya yang digeledah itu rumah atau ruangan milik tersangka, sedangkan kepada saksi biasanya cukup meminta saja dokumen yang diperlukan.

Salah seorang Wartawan, Sulaini, yang pada rabu sore berada di kantor Gubernur dan menyaksikan sendiri kegiatan KPK yang super sibuk mengatakan bahwa ini merupakan sejarah baru dalam hukum kita, ruangan kerja saksi digeledah seperti menggeledah ruangan tersangka.

”Kalau saksi kan cukup ditanya dan diminta saja, bukan digeledah secara paksa. Jangan-jangan Syahrial sudah jadi tersangka atau akan segera jadi tersangka”, ujar sumber tersebut.

Hari kamis ini KPK juga nampaknya masih akan melakukan usaha pencarian data untuk melengkapi kasus yang sedang disidiknya. Tak diperoleh informasi kantor apa yang akan jadi target penggeledahannya hari ini. Namun jika KPK tetap melakukan penggeledahan hari ini maka dipastikan tak akan mendapatkan hasil apa-apa alias nihil. Hal ini disebabkan karena semua data dan dokumen yang mereka cari sudah disembunyikan.

37 Tanggapan

  1. Dasar pengecut!!! Beraninya cuma MALING saja.. Pas dokumen mau diperiksa buru2 dilariken.. Pejabat macam apa itu???

    JANGAN PILIH KORUPTOR PENGECUT MACAM ITU!!!

    Salam anti preman & korupsi…

  2. Serapi-rapinya menyimpan barang BUSUK, pasti akan Tercium juga.
    Sepandai-pandai
    “si GIGI TUPAI” melompat akhirnya jatuh juga.
    Jangankan seorang Pejabat daerah, pejabat pusat bae lah banyak yg masuk penjaro kareno kasusnyo diBONGKAR KPK.
    Singitkelah galo Dokumen2 tu. Kagek Sarjan Taher yg nak ngebongkarnyo.
    Mano galak dio di KANDANGI dewekan sementaro yg NYUAPnyo tu lemak2an nikmati DUIT korupsi Pelabuhan TAA tu,tanpa ngerasoi dinginnyo lantai Penjaro.

  3. “Sumber mengaku tidak tahu dibawa kemana dokumen-dokumen tersebut disembunyikannya”

    Keliatan ni blog cuma menyudutkan satu kandidat saja… Buktikan dong siapa yang ajdi saksi?? atau penulis ini wartawan, bukan tho?? Sebelum nulis, faham dulu lah etika menulis blog..

    Buat yang laen, jangan asal komentar.. terutama buat Hery (yang pake gelar S.H.) wajar idak pake kalimat “gigi tupai??” Hafal KUHP dak kau?? Mak mano hukumannya melakukan perbuatan cak itu.. Kalo cuma S.H. be lah belagak, malu ui.. aku yang Master Hukum be diem… Kwtawan igo amen awak tu S.H. buyan..

  4. Kenapa kalo pejabat yang dikatain kayaknya seperti menghina tuhan ye? Kalo orang msikin dikatain malah tambah dicaci maki.. Memang tidak adil.. Biar nanti tuhan yang memabalas lah.. Amien…

  5. tulisan diblog ini tidak berimbang, nyata benar kalo ini buatan rombongan alex ( sang PELOPOR MAKSIAT, inilah satu-satunya hal yg bisa dipastikan dari ALEX NURDIN = SANG PELOPOR MAKSIAT )..

    ALEX NURDIN = BANDOT TUO MAKSIAT ( bapak moyang bandot )

    untuk yg lain..jangan ngomong tanpa bukti = BESAK KELAKAR..!!!

    untuk blog ini = hati-hati lur..

  6. @ M. Hery, SH

    Cuuuiiiiih…..preeet..makan tai aku ni..pasti pinter kau..
    waaakaakkaak…….!!!!!!!!!!!

    aku dak yakin kalo SH ente tu Sarjana Hukum..tapi kalo Sarjana Humor..percayo aku..!! masalahnyo kau tu lolo nian..

    kasian bapak – mak kau yg nye_kolahke kau..bunuh diri bae lur..hik..hik..

  7. Uak Yege seorang MASTER Hukum,jebolan mano?
    Kalu masih jebolan Palembang, katek guno !!
    Setau aku jebolan Univ di Palembang cuma pacak begawe di wilayah SUMSEL bae.
    dak banyak Pejabat Pusat yg jebolan Univ diPalembang.
    Contohnyo:
    Taufik kiemas,
    Hatta Rajasa,
    Tantowi Yahya,
    Helmy Yahya
    dan banyak lagi pejabat dan tokoh asal SUMSEL yg bukan jebolan univ di Palembang.
    Jadi jangan TAKOKAN punyo gelar MASTER kalu masih dalem KANDANG dewek,kalu ke Jakarta cuma Melongo pecak wong BENGAK.

  8. sudahlah,,menurut saya ada sesuatu yang dipolitisir disini,kenapa kasus Alex Noerdin yang jelas-jelas sudah terlebih dahulu masuk didaftar KPK tidak berjalan sampai ke tingkat penyelidikan?? atau mungkin kedekatannya dengan Antasari Azhar yang menyelamatkan??
    Belum banyak yang berubah di republik ini bung..

  9. @Simpatisan SO:
    Kasus Alex yang mano ? Kau tuh ngomong yang bener bae. Kau nak kampanye hitam pulok cak nyo.

  10. “t” cubo sekali-sekali baco koran nasional, jangan cuma baco koran berita pagi bae koran itu tu dak katek mutunyo, makonyo berentilah maco koran berita pagi tu gek tamba lamo tamba lolo kau tu, aku ngasih tau kau tu kerno kito samo-samo wong sumsel

  11. “pak pander”

    koran nasional mano pak pander. kau tuh jugo, jangan pacak beken berita sampah bae jugo. aku nak nyiongoknyo, koran nasional yang mano, ku kiro kau cuman biso bekicau bae “pak pander”.

    memang banyak nian kali uwong nak maju neh tantangannyo, dari berita dibuat-buat semacem azwirdi sampe korupsi segalo, kapan ditanyo nian dari mano beritanyo, cuman pacak bekicau bae, rusaak .. rusaaaakkk … oleh sahrial.

  12. yang namonyo wangga itu wong gilo kabur dari RS JIWO.

  13. Kepada Yth,
    seluruh Simpatisan SO

    untuk diketahui bersama :

    1. Blog ini sengaja dibuat untuk Memprovokasi..dengan Tujuan Ahir adalah terjadinya perpecahan khususnya di tanah Sumatera Selatan ini, dan Indonesia pada umumnya.

    2. Banyak sekali komentar – komentar (99,999 % ) dari simpatisan SO yg telah dihapus..karena mereka takut akan bangkitnya kesadaran para anggota forum akan fakta yg sebenarnya.

    3. Tulisan yg mereka/admin sajikan adalah kampanye hitam dari kubu AN..dengan harapan dapat membentuk opini sesuai dengan yg mereka harapkan. tetapi kita / masyarakat lebih cerdas dari yg mereka duga..

    oleh karena itu, saya menagajak rekan – rekan semua :

    1. Mewaspadai bahaya laten yg ditimbulkan dari usaha provokasi blog ini

    2. kita tidak perlu lg berkomentar karena akan sia – sia ( dihapus ) dan biarkan mereka berpesta memuja – muji AN..biarkan mereka tenggelam dalam mimpi..iklaskan saja..karena kita telah berusaha untuk mengingatkan.

    3. Kepada rekan – rekan semua..teruslah berprestasi..gapai tantangan kedepan dengan wawasan dan skiil yg nyata..

    Selamat Berkarya..Sukses Selalu
    Hormat saya,
    Wangga

  14. oi “t” aku ngongkon kau maco koran nasional tu supayo pengetahuan kau tu betambah, supayo kau tu pinter jadi dak mudah wong nak mudike kau, nak ngasut kau, supayo kau tau yang mano yang bener yang mano yang salah, yang mano fitnah yang mano fakta. kito ni mele pemempen tu berdasarke hati nurani kito bukan kerno ada yang bayari, kalu kito buka mato buka hati kito pacak tau yang mano yang bener-bener cocok jadi sumsel 1.
    jangan kito cuma mekerke makan hari ini tapi setelahnyo tegade galo sampe celano kolor melok tegade.

  15. Namonyo bae “t” = Tolol, TONGOP, Tekak, Tuli…. entah apolagi, Tuna netra barangkali: soalnya dio itu dak pacak nyingok kemajuan Sumsel sejak dipimpin oleh SO, Taunyo AN..AN,yang besak kelakar: Sumsel sebesar ini nak disamokenyo dengan Muba, Magusi sekayu bae tapi di dusun-dusun sekitarnyo amburadul termasuk dusun si “t” wongnyo banyak yang bengak-bengak, krempengan pulo kurang gizi. Kalu kurang gizi mano pacak nak berpikir intelek. Wong pecak “t” ini: Betepok melok rami, bebaris melok panjang…wa..kak..kak..ak..hik..hik…..

  16. jangan khawatair dalam waktu dekat KPK akan turun untuk memeriksa beberaopa proyek di MUBA. tenang saja…semua akan disikat dan dibersihkan.

  17. kpk tidak pandang bulu dan tebang pilih, rencananya akan turun ke beberapa kabuapaten lainnya di Sumsel,,,, Tenang saja dan sabar menanti. Oke

  18. Kepada Yth,
    seluruh Simpatisan SO

    untuk diketahui bersama :

    1. Blog ini sengaja dibuat untuk Memprovokasi..dengan Tujuan Ahir adalah terjadinya perpecahan khususnya di tanah Sumatera Selatan ini,
    dan Indonesia pada umumnya.

    2. Banyak sekali komentar – komentar (99,999 % ) dari simpatisan SO yg telah dihapus..karena mereka takut akan bangkitnya kesadaran para anggota forum akan fakta yg sebenarnya.

    3. Tulisan yg mereka/admin sajikan adalah kampanye hitam dari kubu AN..dengan harapan dapat membentuk opini sesuai dengan yg mereka harapkan. tetapi kita / masyarakat lebih cerdas dari yg mereka duga..

    4. Karena ke_TIDAK MAMPU_an mereka untuk berdiskusi dengan cerdas dan berwawasan ahirnya para pendukung AN hanya bisa mencaci – memaki, serta memutar balikan persepsi..

    oleh karena itu, saya mengajak rekan – rekan semua :

    1. Mewaspadai bahaya laten yg ditimbulkan dari usaha provokasi blog ini

    2. kita tidak perlu lg berkomentar karena akan sia – sia ( dihapus ) dan biarkan mereka berpesta memuja – muji AN..biarkan mereka tenggelam dalam mimpi..iklaskan saja..karena kita telah berusaha untuk mengingatkan.

    3. Kita tidak perlu lg menanggapi ocehan pendukung AN yg keluar dari hati dan pikiran mereka yg busuk..mereka adalah BAU BUSUK KEHIDUPAN..!!!
    kalau kita terus menanggapi ocehan busuk mereka..maka akan kita rugi….!!rugi waktu, pikiran, energi..

    4. Kepada rekan – rekan semua..teruslah berprestasi..gapai tantangan kedepan dengan wawasan dan skiil yg nyata..

    Selamat Berkarya..Sukses Selalu
    Hormat saya,
    Wangga

  19. Ir.H. Syahrial Oesman Berkata : Bila Perlu Tangkap Saya

    JUMAT, 16/05/2008
    Sumber : Sripo Online

    PALEMBANG, SRIPO —Keseriusan Gubernur Sumsel Ir H Syahrial Oesman MM untuk mewujudkan pembangunan pelabuhan Tanjung Api-api (TAA) tampaknya tak main-main. Betapa tidak, dihadapan ribuan tamu undangan syukuran HUT Pemprov ke-62 di Griya Agung, Kamis (15/5), pria nomor satu di Sumsel tersebut menyatakan sikap tegasnya.
    “Bila perlu tangkap saya, asal pembangunan TAA bisa segera terwujud, sebab ada 7 juta masyarakat Sumsel yang membutuhkan fasilitas itu,” katanya.
    Menurutnya, kerja keras yang dilakukan Sumsel untuk menjadi wilayah lumbung pangan dan lumbung energi akan semakin optimal jika pelabuhan tersebut bisa beroperasi. “Bayangkan begitu banyak batubara asal Sumsel yang harus dikirim ke Lampung untuk kemudian disalurkan ke Jawa,” ungkapnya.
    Syahrial menegaskan, jika pelabuhan TAA bisa berjalan, pembangunan rel
    kereta api bisa terwujud, pelabuhan bongkar muat peti kemas di Banyuasin bisa terlaksana, terpenting akan banyak tenaga kerja yang terserap dalam program ini.
    Disinggung mengenai permasalahan kasus TAA yang saat ini diselidiki Komisi Pemberantaan Korupsi (KPK), Syahrial mengatakan terlepas dari kasus yang tengah dalam pemeriksaan pihak berwenang, izin pembangunan TAA semuanya sah dan sesuai prosedur. Namun, jika dalam pelaksanaannya terjadi gratifikasi (pemberian hadiah) mungkin saja terjadi. “Pembangunan TAA sudah sesuai dengan prosedur, mulai dari izin dan prosedurnya sah. Jika memang ada gratifikasi silakan saja diselidiki pihak mana yang memberikan, yang pasti bukan saya,” tegasnya.
    Besar harapannya pembangunan TAA bisa kembali berjalan, sehingga pembangunan pelabuhan ini tidak tersendat oleh penyelidikan KPK. Ia menilai Sumsel sudah selayaknya menjadi eksportir, sehingga keterpurukan tidak lagi terjadi di tanah yang kaya seperti ini.
    “Demi terwujudnya pembangunan TAA, saya bersedia berada dibarisan paling depan. Sehingga perjuangan yang telah dilakukan sejak zaman Belanda tidak sia-sia,” tegasnya.
    Nalco Pantang Mundur
    National Alumunium Corporation (Nalco) India Ltd, investor kakap asal India yang berminat membangun pabrik alumunium di Banyuasin pantang mundur menghadapi kasus yang tengah menimpa pelabuhan TAA.
    Demikian ditegaskan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel, Drs H Abdul Shobur SH MM. Menurut Shobur, kasus Tanjung Api-Api yang belakangan ini gencar diberitakan media massa tak mempengaruhi Nalco berinvestasi untuk membangun pabrik alumunium dan power plant di kawasan pelabuhan internasional itu. “Buktinya, mereka terus mempersiapkan kelengkapan administrasi di Departemen Perindustrian. Syarat-syarat agar bisa berinvestasi di Sumsel secara bertahap dilengkapi,” ujar Shobur.
    Ditambahkan, pihak departemen sudah memastikan kelengkapan administrasi tinggal Sumsel dapat meyakinkan Nalco. “Kita harus meyakinan mereka, pelabuhan Tanjung Api-Api selesai bersamaan dengan selesainya pabrik biji alumunium mereka,” ujar Shobur.
    Mengenai kelengkapan yang harus dimiliki Nalco, lanjut Shobur, mulai dari feasibility study (FS), Amdal dan dukungan Pemda setempat. Setelah kelengkapan itu selesai, menurut Shobur, Nalco dapat mulai action ke lapangan.
    Investasi Nalco mempunyai arti penting bagi pengembangan kawasan Tanjung Api-Api. Soalnya pabrik alumunium Nalco plus power plant akan dibangun di atas lahan 2000 hektare. Dengan investasi triliunan rupiah, tenaga kerja yang terserap diperkirakan 2.000 orang.
    Selain Sumsel, sebetulnya Nalco punya pilihan lain yakni Banten dan Kalimantan. Tapi karena pertimbangan jaminan bahan bakar batubara, air yang banyak, dan pelabuhan, Nalco memilih Sumsel.
    Untuk mengolah alumina yang didatangkan dari India, lanjut Shobur, Nalco butuh batubara 7 juta milimatrik ton per tahun. “Kebutuhan air 37 milimeter kubik per hari, yakni 12 ribu kubik untuk untuk smelter dan 25 ribu kubik untuk power plant. Kita perkirakan pembangunan pabrik akan berjalan 4 tahun, yakni 2 tahun proses MoU dan sisanya untuk pengerjaan proyek,” ungkap Shobur.
    Untuk diketahui, dalam proyek investasinya, selain dibangun pabrik peleburan alumunium dengan kapasitas 500 ribu ton perhari, Nalco juga akan membuat power plant dengan kekuatan 1250 MW guna sumber tenaga pabrik alumunium. Penggerak pembangkit listrik itu, diperlukan batubara untuk pengolah biji besi yang didatangkan dari India. (cw5)

  20. kita memang menmbutuhkan pelabuhan samudera untuk distribusi hasil alam kita ke luar. dan dengan adanya pelabuhan tersebut, industri-industri sekunder seperti jasa pun bermunculan. kemudian muncul juga investor-investor dikarenakan kelancaran distribusi alam ini.

    yang manjadi permasalahan sekarang ini adalah studi amdal nya belum disetujui. dengan mengabaikan kondisi alam ini, maka akan mengakibatkan bencana pada alam.

    yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, setelah adanya bencana ini, atau diabaikannya faktor lingkungan ini, apakah ada investor yang akan berinvestasi melalui tanjung api-api, bila mereka berfikir mereka nantinya akan rugi, karena investasi mereka itu adalah investasi jangka panjang?

  21. 3. Tulisan yg mereka/admin sajikan adalah kampanye hitam dari kubu AN..dengan harapan dapat membentuk opini sesuai dengan yg mereka harapkan. tetapi kita / masyarakat lebih cerdas dari yg mereka duga..

    oleh karena itu, saya mengajak rekan – rekan semua :

    1. Mewaspadai bahaya laten yg ditimbulkan dari usaha provokasi blog ini

    2. kita tidak perlu lg berkomentar karena akan sia – sia ( dihapus ) dan biarkan mereka berpesta memuja – muji AN..biarkan mereka tenggelam dalam mimpi..iklaskan saja..karena kita telah berusaha untuk mengingatkan.

    3. Kita tidak perlu lg menanggapi ocehan pendukung AN yg keluar dari hati dan pikiran mereka yg busuk..mereka adalah BAU BUSUK KEHIDUPAN..!!!
    kalau kita terus menanggapi ocehan busuk mereka..maka akan kita rugi….!!rugi waktu, pikiran, energi..

  22. BOLEH jugo Wak coment kau, tapi sayang Jiplak dari KORAN. (idak Kreatif)
    Biar mak Mano pun kau BAGUS2ke dan Kau BANGGA2ke namo
    Syahrial Oesman tu.
    Laju kau mengHASUT, wong2 yg ngenjuk coment diblog ini dgn MemFITNAH H. ALEX NOERDIN,dgn Segalo caro.
    PERCUMA LUR !!
    kalu caro kau mak itu semakin banyak Wong yg simpatik samo H.Alex Noerdin supayo jadi Gubernur Sumsel kagek.
    Kau boleh BUKTIKE dari Kalangan petani didusun2,pemuda2,dari kalangan wong menengah kebawah pecak tukang parkir,tukang becak, sopir,PKL, buruh,karyawan swasta dbl, lah dak Jero nak milih SO lagi.
    Cubo kau berani dak menghasut msyarakat supayo Milih SO dan memfitnah AN di lapangan jangan cuma di blog ini,kalu pacak keno Terajang kau,kareno knyataan dilapangan dak katek yg ngomongin Kepemimpinan SO tu Bagus.
    aku yakin wong pendukung SO yg ngenjuk coment sebenernyo dewekan tapi gonta ganti Nick name.

  23. 4. Karena ke_TIDAK MAMPU_an mereka untuk berdiskusi dengan cerdas dan berwawasan ahirnya para pendukung AN hanya bisa mencaci – memaki, serta memutar balikan persepsi..

    oleh karena itu, saya mengajak rekan – rekan semua :

    3. Kita tidak perlu lg menanggapi ocehan pendukung AN yg keluar dari hati dan pikiran mereka yg busuk..mereka adalah BAU BUSUK KEHIDUPAN..!!!
    kalau kita terus menanggapi ocehan busuk mereka..maka akan kita rugi….!!rugi waktu, pikiran, energi..

  24. Alhamdulillah……………..
    Bapak Gubernur kita man dari jeratan KPK, karena tidak terbukti…!
    harapan kami KPK dapat merambah ke Kabupaten2 lain yang berpotensi melakukan TPK.

  25. Sekali SO tetap SO.

  26. nah “t” benerdak saran aku !!
    ku jingok komentar kau sudah berbobot.
    untuk masalah TAA kito serahke bae samo ahlinyo yang jelas mereka sudah memperhitungkan untung dan ruginyo, memang segala sesuatu pasti ado resikonyo dan mesti ado yang dikorbanke. tapi kalu kito masyarakat kecik bae yang dikorbanke sedengke wong-wong itu cuma mekerke untung untuk dirinyo bae kito DEMO ke S…….. setuju dak????.

  27. Ada yang menarik soal pemberitaan di Rakyat Merdeka 30 mei 2008
    (I paste-in lagi ya..)
    BAHARUDDIN ARITONANG, ANGGOTA BPK
    “Masih Banyak Yang Dicuekin”

    BADAN Pemeriksa Keuangan (BPK) merasa senang bila hasil auditnya terkait dugaan penyimpangan anggaran di daerah ditindaklanjuti aparat penegak hukum.
    “Kalau benar hasil audit BPK terkait dugaan penyimpangan anggaran di Pemda Musi Banyuasin masuk penyelidikan di KPK, ya tentu kami senang. Tapi terus terang, banyak yang dicuekin aparat hukum mengenai audit BPK,” kata anggota BPK, Baharuddin Aritonang kepada Rakvat Merdeka, di Jakarta, kemarin.
    Bekas anggota DPR itu menyarankan KPK agar berkoordinasi dengan aparat penegak hukum lainnya. Sebab, biasanya masvarakat itu melaporkan temuan BPK itu ke semua aparat hukum.
    “Sebaiknya koordinasi dengan Polri dan Kejagung supaya tidak tumpang tinddih penanganan suatu kasus,” ujarnya.
    Dikatakan, minimnya tindak lanjut temuan BPK yang berindikasi korupsi di sejumlah daerah akibat kinerja aparat hukum yang lambat. Padahal, pasal 26 ayat (2) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Keuangan Negara dengan tegas menyatakan adanya sanksi pidana dan denda bagi yang tidak menindaklanjuti hasil pemeriksaan BPK.
    Meski ada aturan, lanjutnya, masih banyak hasil audit BPK di seluruh daerah tidak ditindaklanjuti aparat hukum. Misalnya saja, selama tahun 2005 dan 2006.penyelewengan uang negara Rp 33 triliun dari 4.775 kasus. ■ WIS

    JOJOHN PANTAU menemukan fakta berupa data BPK tahun anggaran 2006! Silaken daripadanya untuk mengunduh di BPK-Badan Pemeriksa Keuangan (sssst, klik saja disitu…). Buruan, mumpung belum didelet oleh pihak yang kebakaran jenggot!
    Berikut intisari dari laporan anggaran Musi Banyuasin anggaran 2006 (baru tahun itu saja lho, belum 2001, 2002,2003,2004,2005,2007…)

    Dalam melakukan pemeriksaan keuangan ini, BPK RI mengungkapkan kondisi pengendalian
    intern Pemerintah Daerah Kabupaten Musi Banyuasin yang telah BPK RI muat dalam Laporan
    Hasil Pemeriksaan atas pengendalian intern nomor 91.a.3/S/XIV.2/06/2007 tanggal 13 Juni
    2007.
    Dari pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Tahun
    Anggaran 2006, ditemukan beberapa hal material sebagai berikut:
    1. Status kepemilikan beberapa aset tanah tidak jelas dan belum dicatat dalam Neraca Daerah
    Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin sehingga penyajian aktiva tetap di Neraca Daerah
    lebih kecil dari yang seharusnya sebesar Rp1.028.146.992,00.
    2. Realisasi Belanja Seketariat Daerah, Badan Pengelola Keuangan Daerah, Belanja Bagi
    Hasil dan Bantuan Keuangan serta Penunjang Operasional Bupati dan Wakil Bupati tidak
    didukung bukti yang lengkap sebesar Rp4.638.928.000,00 sehingga mempengaruhi
    kewajaran Laporan Keuangan Daerah.
    3. Biaya Pengelolaan/Penatausahaan Keuangan Daerah tidak didukung bukti yang lengkap
    dan menyalahi ketentuan sebesar Rp1.028.500.000,00 sehingga mempengaruhi kewajaran
    Laporan Keuangan Daerah.
    4. Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan untuk Instansi Vertikal tidak sesuai ketentuan
    dan tidak didukung bukti yang lengkap sebesar Rp7.951.770.250,00 sehingga
    mempengaruhi kewajaran Laporan Keuangan Daerah.

    Hasil Pemeriksaan atas Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas dan Catatan
    Atas Laporan Keuangan TA 2006 yang disusun oleh Pemerintah Kabupaten Muba serta surat
    dari PT Bank Sumsel Nomor 107/SKY/1/B/2007 kepada Kepala Badan Pengelola Keuangan
    Daerah (BPKD) Kabupaten Muba perihal Konfirmasi Kas Daerah diketahui bahwa per tanggal
    31 Desember 2006, Pemerintah Kabupaten Muba memiliki beberapa rekening di PT Bank
    Sumsel, untuk menampung kas daerah baik berupa rekening umum kas daerah dan beberapa
    rekening khusus dana perimbangan atau rekening khusus lainnya. Rincian rekening yang
    diakui Pemkab Muba per tanggal 31 Desember 2006 sebagai berikut:
    No. Nama Rekening Nomor Rekening Jumlah (Rp)
    1. Kas Daerah Tingkat II (Umum) 149-30-00001 Rp 99.383.033.083,18
    2. DAU 149-30-00002 Rp 6.488.115.014,02
    3. DAK Dana Reboisasi TA 2004 149-30-00008 Rp 40.624.224,00
    4. DAK Bid Infrastruktur 149-30-00011 Rp 0,00
    5. DAK Bid Kesehatan 149-30-00012 Rp 0,00
    6. DAK Bid Perikanan&Kelautan 149-30-00013 Rp 0,00
    7. DAK Bid Pendidikan 149-30-00014 Rp 0,00
    –> LHO KOK KOSONG?? HABIS BUAT SKULLAH GRATISS??
    8. DAK Bid Pertanian 149-30-00015 Rp 0,00
    Jumlah total Rp 105.911.772.321,20

    Hasil konfirmasi dari BPKD diketahui bahwa untuk TA 2006 semua rekening bank
    yang menyimpan kas daerah sebesar Rp105.911.772.321,20 belum ditetapkan dengan Surat
    Keputusan Bupati, namun hanya berupa surat permohonan pembukaan rekening giro kepada
    pihak PT Bank Sumsel yang ditanda tangani oleh Kepala Bagian Keuangan Setda Kabupaten

    Di buku ini juga ditemukan fakta bahwa:
    1. Biaya Penunjang Operasional Bupati dan Wakil Bupati dalam Biaya
    Jasa Lainnya serta Biaya Perawatan dan Pengobatan Tidak Didukung
    Bukti yang Lengkap Sebesar Rp252.500.000,00 (ada di halaman 30)

    2. Biaya Pengelolaan/Penatausahaan Keuangan Daerah Tidak didukung
    Bukti yang Lengkap dan Menyalahi Ketentuan Sebesar
    Rp1.028.500.000,00 (ada di halaman 39)

    3. Pembayaran Pekerjaan Pembangunan Jaringan Listrik Desa Nusa
    Serasan dan Desa Peninggalan Tidak Berdasarkan Kondisi Senyatanya
    dan Harus Dikenakan Denda Keterlambatan Sebesar Rp233.623.950,00 (ada di halaman 50)

    4. Pengeluaran-pengeluaran dari Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan sebesar
    Rp3.185.475.050,00 yang dikeluarkan tidak sesuai peruntukannya diantaranya
    digunakan untuk bantuan kepada pribadi seperti biaya pendidikan, wisuda, biaya umroh
    dan uang sakunya yang merupakan hadiah bupati, transport kepada ketua tim penggerak
    PKK, karangan bunga atas nama bupati, pemberian Tunjangan Hari Raya untuk instansi
    vertikal, peringatan HUT dan nonton bareng final world cup 2006.

    5. Realisasi Belanja Tidak Terduga Menyalahi Ketentuan Sebesar Rp4.295.122.918,00

    6. Pembuatan Website http://www.alexnoerdin.com Rp. 12.500.000,00 (ada di tabel halaman 162 tentang Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan yang Direalisasikan untuk Kegiatan Bupati/Wakil Bupati nomor 192)
    –> coba deh kita klik situsnya, tidak ado!!!! mantap……
    7. SPJ TIDAK ADA BUKTI PENDUKUNG Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan senilai 3.656.446.000,00! (ada di halaman 154) dan Pengeluaran Tidak Sesuai Peruntukan Rp 3.185.475.050,00! (ada di halaman 157) ?????!!!!!?????

    Huhuuy!!!!

  28. info yang akurat :
    dalam waktu dekat kpk akan usut kasus Indikasi Korupsi di MUBA.

  29. TEBUKTI NIAN KLO SYAHRIAL TU KORUPSI HAHAHAHAHA NGAPO? KARNO PARTAI DEMOKRAT TUH CAKNYO TAU JADI DIO IDAK NGAJUKE LAGI SYAHRIAL JADI CALON GUBURNUR!!!
    ALASAN BE PENDAMPINGNYO BUKAN MAHYUDIN, NGAPO?
    KARNO SARJAN TAHER TUH KAN SEKJEN DEMOKRAT JADI DIO TUH NGOMONGKE SAMO DEMOKRAT KALUU SYAHRIAL TUHH PASTIIIII JADI TESANGKOO!!!
    HAHAHAHA SIAP2 BE KAU TUH SO (SOMBONG ORANGNYO) MASUK HOTEL, TAPI HOTEL PORDEO!!! PENJARE BE SEUMUR HIDUPNYOOOOO

  30. Akh masa?
    malah ga kebalik ya?
    uh.. AN & Chipmunks jg sombong kok, buktinya jingok bae di AN & Chipmunks Show, episode Kenak Deh

  31. kepada para simpatisan/timses sala satu kandidat Calon Gubernur :
    -sadarilah bahwa kita adalah saudara, jangan saling bermusuhan karena ada unsur kepentingan.
    -sadarilah bahwa kita akan melakukan pemilihan sesuai hati Nurani.
    -siapapun yang terpilih oleh rakyat untuk memimpin sumsel 2008-2013 kita harus dukung.
    -kita jangan terjebak oleh dinamika politik yang kotor.
    -yang terpenting bagi kita adalah :
    semoga kita dapat mengisi pembangunan di sumsel.
    -kitapun berdoa, semoga pemimpin2 kita dapat menjadi Pemimpin yang amanah sesuai dengan ajaran Syareat Agama.
    -dalam kancah Pilkada Gubernur 2008-2013, para Kompetiter dapat bersaing secara Sehat dan Cerdas.
    -Kitapun Wajib berdoa semoga Pilkada Gubernur dapat berlangsung Jurdil dan Sukses.
    -Kita Warga Sumsel senantiasa menggalang Persatuan dan Kesatuan dalam Ukhuwah Islamiyah yang Kokoh.
    -Sadarilah bahwa kita Hidup hanya sementara.
    -Mari kita bangun Bangsa ini dengan Kebenaran.
    -tegakkan Hukum dan Keadilan di Bumi Pertiwi ini.
    -Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Amiin.

  32. O, o.. kamu ketahuan….
    bwakakakahakakakahakaka…. Alex Noerdin pernah ga naik kelas!!!
    Lihat hyuk di http://youtube.com/watch?v=ibwlALOLKgw
    Pasti geli… lucu… ada orang bodoh teriak sekolah gratis…!!

  33. SAYA BERHARAP SIAPAPUN YG MEMIMPIN SUM-SEL AKAN MEMBAWA SUM-SEL PADA KEMAJUAN,SOAL SIAPA YG MAU MENYALA GUNA KAN JABATAN UTK KEPENTINGAN PRIBADI ATAU GOLONGAN SILAKAN SAJA, AZAB ALLAH PASTI AKAN DATANG ENTAH DI DUNIA INI ATAU DIAKHIRAT NANTI.SEMOGA PIMPINAN KITA DIBERIKAN KEPAHAMAN UNTUK ITU.DAN KEPADA KAWAN-KAWAN DIBLOG INI AKAN LEBIH BAIK LAGI DAN TERHORMAT KALAU KITA MENGGUNAKAN BAHASA YG LEBIH SOPAN,TIDAK MEMAKI DAN MENCACIMAKI.SEMOGA ALLAH MENGAMPUNI KE KHILAPAN KITA SEMUA. AMIN

  34. sudah gilo galo wong yang ngenjuk komentar disini, kamu pikir yang sehat siapo baeh yang menang kito katik yang lemak

  35. untuk “t
    menanyakan kasus Alex Noerdin yang mana ???
    dan ini fakta nyata bisa di cek kebenarnnya.

    1. Pembuatan lapangan terbang disekayu, sementara pesawat yang “Landing” ke sana Gak ada. (apa tidak sia sia tuh. coba buaat bangun sekolah bisa banyak orang pinter tercipta)
    2. Pembangunan Arena pacuan Kuda yg katanya buat wisata olahraga. sementara KUDA-nya aja gak ada (mungkin maksudnya KUDA RODA empat atau kuda lumping). coba kalo dibangun puskesmas di tiap kecamatan agar masyarakat mudah menjangkaunya.
    3. Proyek jalan dari sekayu – sei Lais (kerjasama dengan PT. Chandratex) yang nilainya dimarkup miliaran dan tanpa di tender lagi.
    4. Proyek Pompa tektonik di Desa Sukamaju kecamatan Sungai Lilin yg nilainya miliaran. gak ada wujudnya cuma fiktif belaka. hal ini bisa di cek kebenaranya
    hal sudah pernah termuat dimajalah GATRA (dak gak sempat beredar dikarenakan diborong oleh SESEORANG)

    jadi gak usah kita ngomonging Korupsi orang lain korupsi sendiri aja banyak. kita tak luput dari kesalahan setidaknya SO berjuang untuk masyarakat sumsel memperjuangkan TAA agar rakyat di perairan terbebas dari isolasi yg selama ini tak mampu dilakukan oleh pemimpin lain termasuk AN di MUBA.
    salam

  36. makonyo pilih wong yang dak tamak dengan dunio,tapi kalo di kasih duit masih galak jugo.ini namanyo boong..contoh:rakyat benci polisi,tni ,pns tapi kalo anaknya nak ngelamar gawean berebut nak nyogok .itu namonyo munafik.kalo cak ini kapan plembang nak maju.ai kamu nich lah mereng galo…ngerti dak kamu tuch !!!

  37. cari berkasnyo di dalem sempak syahrial…pasti ketemu!!!

Tinggalkan Balasan