Jangan Ada Yang Coba-Coba Memaksa Rakyat Untuk Memilih Siapa dan Siapa

Pidato Eddy Yusuf

Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel tidak beberapa bulan lagi. Suhu politik dan berbagai tindakan intimidasi mulai meningkat. Tak sedikit masyarakat dibuat untuk takut berbeda pilihan. Aksi-aksi perusakan gambar, baliho dan intimidasi kepada rakyat kerap kali dilakukan oleh mereka yang berusaha menarik dukungan massa untuk memenangkan jagoannya, namun justru bisa berakibat merugikan orang yang didukungnya.

Untuk itu kita harus mengawal agar Pemilihan Gubernur benar-benar menjadi hak rakyat yang tidak boleh dihalang-halangi oleh siapapun. Rakyat jangan dibiarkan merasa takut. “Jika ada rakyat yang takut untuk memilih, partai Golkar harus siap mem-bac up rakyat”.

Hal ini sebagaimana ditegaskan calon Wakil Gubernur dari Partai Golkar H. Eddy Yusuf, SH,MM saat memberikan sambutan dalam acara Silaturahmi dengan warga Desa Bungin, kecamatan Pangkalan Lampam kabupaten OKI, sekaligus acara pelantikan Cabang Ormas MKGR dan Pengurus Adat Palembang wilayah setempat.

Eddy menekankan agar jangan ada yang coba-coba memaksa rakyat untuk memilih siapa dan siapa.

Kepada segenap perangkat MKGR yang ia pimpin, Eddy Yusuf berpesan agar dalam melakukan setiap aktivitasnya senantiasa kembali ke azas organisasi yaitu musyawarah dan gotong royong. Eddy menilai saat ini nilai-nilai gotong royong sudah luntur dalam masyarakat. Semua sudah diukur dengan dui, ujar Bupati OKU tersebut.

Selain itu Eddy juga mengingatkan agar dalam berpolitik praktis MKGR yang merupakan organisasi yang melahirkan Partai Golkar, aspirasinya memperjuangkan Golkar. Apa yang diputuskan oleh Golkar kita harus mendukungnya.

“Jangan memilih hanya karena Sir-siran”, tambah Eddy disambut tepuk tangan meriah dari sekitar 6000 warga yang hadir memadati lapangan.

Alex-Eddy

Selain mengusung Alex Noerdin dan Eddy Yusuf sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Partai Golkar juga akan mendukung Ishak Mekki kembali menjadi calon Bupati OKI.

Kepada Masyarakat Adat Palembang yang ikut dilantik, Bupati OKU tersebut juga meminta untuk tetap menegakkan budaya yang Islami disini. Selain itu harus bersikap konsisten, konsekwen. “Kita tidak boleh keluar dari ciri khas budaya kita yang bernafaskan Islam”, ungkap Eddy berapi-api.

Eddy Yusuf meminta kepada seluruh anggota MKGR dan masyarakat adat untuk kembali harus berpijak pada kesusahan rakyat. Jangan jadi parasit, jangan sekali-kali selalu mengajukan proposal pada pemerintah.

“Berbuatlah untuk membantu kesusahan rakyat”, tambahnya.

Eddy Yusuf menjelaskan, ia dan Alex Noerdin adalah sama-sama Bupati. Ia rela meninggalkkan jabatan Bupati OKU untuk jabatan Wakil Gubernur ini semata-mata karena ingin berbuat untuk rakyat. Ia juga mau mendampingi Alex Noerdin karena ia nilai program Alex memang benar-benar untuk membantu rakyat.

“Pendidikan dan kesehatan gratis sudah sejak lama diterapkan di Muba. Jika pendidikan dan kesehatan gratis diterapkan di Sumsel maka setidaknya separuh kesusahan rakyat bisa teratasi. Karena pendidikan dan kesehatan adalah beban terberat yang dirasakan masyarakat selama ini”, ujar Eddy disambut gemuruh teriakan Hidup Edyy !

Untuk itu dalam menghadapi Pilgub mendatang Eddy Yusuf berpesan bahwa Beda pendapat adalah halal, yang haram adalah perpecahan. Ia juga meminta agar masyarakat senantiasa mentaati himbauan pemerintah. Pilkada tidak usah dukungan dengan mulut, sebab jika pakai mulut akibatnya bisa bertengkar.

“Jika ibu-bapak mendukung saya yang harus dilakukan adalah pada harinya nanti datanglah ke TPS. Bukalah kertas suara dan cobloslah gambar saya persis dihidungnya. Setelah itu yang bertani kembali bertani, yang berdagang kembali berdagang, yang mengajar kembali mengajar, yang sekolah kembali sekolah. Tidak perlu ribut-ribut”.

Eddy Yusuf MKGREddy Yusuf - AdatWarga Hadir

44 Tanggapan

  1. Bukan Mr.Pinky kalo bicara tanpa bukti.
    Menurut investigasi video kesaksian perselingkuhan Bupati Muba itu hanya Kampanye HITAM dari salah satu Pendukung kandidat caGub lain.
    Tidak bisa di buktikan,karena tidak menampilkan sosok sang Bupati pada video diYoutube itu.
    Kalo video selingkuh anggota DPR RI YZ dan ME, sangat nyata dan kesaksian dari pelaku pun dapat dipercaya.
    Tapi kalo KORUPSI / SUAP Proyek pelabuhan TAA jelas telah menjebloskan Sarjan Taher kedalam Penjara.. Dan skrg KPK masih melakukan Pemeriksaan2 marathon terhadap Pejabat2 terkait mega proyek ini.
    Kalo Bupati MUBA terlibat, knapa gubernur SUMSEL dulu yg diGELEDAH kantornya dan diPERIKSA selama 8 jam oleh KPK selama 2 hari ber turut2.
    Kalo skrg ini dinyatakan AMAN menurut WANGGA pendukung SO.
    KPK memeriksa bukan cuma sekali dua kali saja tapi Ber kali2.
    Contohnya Nurdin Khalid ketua PSSI yg sempat divonis BEBAS tapi kembali dijebloskan ke SALEMBA setelah KPK mengumpulkan bukti dan saksi.

  2. Wangga mengkin anda kemasukan RO mahluk halus
    jadi kalau ngomong kayak orang gila aja
    ya asal omong dan ikut-ikutan
    saya liat diforum ini anda cuma bicara tentang itu2lah

    KENAPA ANDA TIDAK BAHAS TENTANG KORUPSI SO
    DITANGGAP POLDA LALU DILEPAS LAGI…
    KARENA SO MASIH GUB SUMSEL TAPI KAGEK BARU DITANGKEP BENERAN

    HEHEHEHE

  3. Ai wong lolo galo kamu
    Denget lagi kpk ke sekayu!! diem galo..
    baru tahu raso!

  4. bukan bae sekaayu, oki jugo diprioritaskan !!!

  5. jalan dengan istri orang ke luar negeri mungkin sudah biasa buat mr pingky ini, tapi nenek moyangku sudah mengajarkan ini sejak kami bayi. maafkan, kalau adat lo dengan alex itu sama, semoga besok kalau dia jadi gubernur, kita buat perda, kalau sekamar atau jalan2 dengan istri orang nggak apa2, apalagi kalau sudah dianggap anak sendiri. kecuali ditangkap tangan orang tengah kancitan. bagaimana kalau istri lo, gua ajak berdua ke luar negeri, ya, hitung-hitung sebagai adik. oke? Ini kan liberal kayak amerika gitu lo..

  6. @ iwan..cuiih…

    biarlah aku seperti kemasukan..tp bersih hati..hiksss..hiksss..daripada pura-pura normal seperti ente tp penuh dengan kebusukan hati..hiks…hiks…

    lagian coment aku di forum ini sdh dihapus oleh yg punya blog..takut yg lain jadi bangkit kesadarannyo..hiks..hiks..

  7. Ado nian yg dikatoke Mr.Pinky tu.
    Oi wangga kau tu nak bepolitik tapi ilmu kautu masih level budak SD.
    Kalu iyo nian terbukti Alex Noerdin masuk daftar KPK,ngapo idak beliau dulu yg diPERIKSO,
    kalu video diyoutube itu bener,ngapo tvOne cuma sekali nayanginyo,ngapo dak terus2an sampe tebukti benar dak Alex Noerdin tu selingkuh.
    Berarti video tu pecak Kasus ketua umum PAN ,Sutrisno Bachir yg diGOSIPIN Selingkuh tapi sampe mak ini hari dak teBUKTI,kareno gosip tu dari Saingan POLITIKnyo, pecaknyo dak beda jauh dgn gosip Alex Noerdin ini.
    Kalu aku ambek kesimpulan dari masyarakat Sumsel terutama Palembang dari kalangan bawah lah dak pecayo lagi dgn SO,kareno selamo 5 tahun cuma ngurusi PROYEK2 yg idak meringankan kebutuhan hidup wong kecik, memang Palembang mak ini hari pecak Kota Metropolitan, mall di mano2, hotel2 pecak jamur dimusim ujan, tapi masih ado masyarakatnyo yg keno GIZI BURUK.

  8. @ Mr. SH
    halo Mr. Sarjana Humor..

    dari mano jalan-nyo ente ambil kesimpulan..sudah survey..?? sudah riset..?? terus data itu sdh di oleh dan di uji..??

    NGOMONG BAE…BESAK KELAKAR..cuiiihhh…hiks..hikss.

  9. oi, wangga, kau cak be tatuan gino ngomong survey segalo, apo dio survey itu, jangan kelewat tinggi gino ngomong survey itu.

    kalu kau memang dak besak omong, aku nak nanyo kau, apo dio yang kau sebut survey itu, jangan-jangan kau cuman ngoceh bae cak si azwardi itu.

  10. @.t…

    betanyo tu bagus..tapi kalo betanyo terus artinyo : LOLO

    hiks..hiks…waaakakakak…LOLO

  11. hahaha … sudah tetebak .. otak kau tuh dak ke sampe gino nak ngomongke kato-kato “survey” segalo … hahaha

    omongke samo bos kau tuh … jangan galak gino bekawan samo wangga. kagek nular. ditanyo “survey” itu artinyo, dio dak tahu … hahaha … nak ngomong tinggi, tapi nyangkut di pohon jambu … hahahhaha

  12. kepada suluruh pendukung AN :

    Besok tu adalah hari Selasa, Tanggal 12 Mei 2008..jangan dak tau..
    hiiiksss…hiiikkssss..

    kalu kurang informasi..tanyo bae samo aku..

    diaturi..galo-galo…waaaakakakkkaaaaakk…hiks..hiiikss..!!

  13. para pendukung AN yang baik dan benar, harus diingat, golkar itu penjahat Indonesia. Banyak nian wong Golkar yang korupsi tapi belum terungkap, bukan soal tidak punya data, tapi jago main sogoknya jugo, seperti biaso mainkan bini wong. seperti alex. kito jingok nanti, apo alex memang kebal hukum. soal betino, kalian ini memang liberal item, masak jalan-jalan dengan bini wong biaso bae…kalau itu tidak benar Allah pasti akan memenangkan Alex sebagai wong pertamo dari suku Besemah (Lintang tepatnya) jadi pemimpin Sumsel

  14. awas wangga orang gila kbr dari RS SUBERWARAS.

  15. kalau cumo dak dikasih proyek, jangan bicara soal politik…paradigma Mr.Hery SH pecak budak tamatan SD. Aku percayo kawan ini penngguran lalu buat LSM atau menjadi wartawan tanpa gaji jelas, alias ngeboderek….

  16. CaTam “Calon Tamparan” cocoklah kalu caro coment kau mak itu.
    Mangkonyo jangan ngubek2 diPALEMBANG bae, jalan2 lah ke Jakarta, kalu caro bePOLITIK kautu, pecak tukang Bajai samo supir metromini di jakarta.
    Belum sampe level elite politik. Banyak2 belajar ye..

  17. Wangga memang pacak disebut budak tak lulus SD. Tanggal bae salah, hari Selasa ini tanggal 13 Mei bukan 12 Mei. Hayooo…

  18. @ anti permen & ko..ko..

    hiks..hiks..teliti jg ente..padalah itu cuma pancingan bae untuk para AN mania..teliti dak dlm membaca..hiks…hiks..

    oya..ado salam dari kando atay..dia sdh mulai sehat, kemaren sakit..ini jg menjawab semua pertanyaan ttg kondisi beliau..

  19. wangga kau berobat dulu ke rs jiwo supayo kau sembuh.

  20. Liat lah komentar si “SH” ini keliatan betul kalau dia beli itu gelarnya. belajar politik ke Jakarta? hahaha..paling-paling tiduran di kantor parpol atau HMI dan KNPI. Terus jilati pantat anggota parpol asal Palembang, dan saat pemilu minta jatah kursi terus cari sponsor ke daerah..sadarlah hei SH, Alex tuh nggak mungkin tepati janjinya. sudah banyak tuh yang jadi korban, termasuk bini wong…apa lu mau kasih istrimu buat kuajak jalan-jalan ke luar negeri. dijamin nggak kukanciti, kayak alex lah…

  21. Buat wangga:
    Pancingan atau kau nak nutupi malu karna la salah? Kalo nak ngomong pikir dulu makonyo…

  22. Kepada Yth,
    seluruh Simpatisan SO

    untuk diketahui bersama :

    1. Blog ini sengaja dibuat untuk Memprovokasi..dengan Tujuan Ahir adalah terjadinya perpecahan khususnya di tanah Sumatera Selatan ini, dan Indonesia pada umumnya.

    2. Banyak sekali komentar – komentar (99,999 % ) dari simpatisan SO yg telah dihapus..karena mereka takut akan bangkitnya kesadaran para anggota forum akan fakta yg sebenarnya.

    3. Tulisan yg mereka/admin sajikan adalah kampanye hitam dari kubu AN..dengan harapan dapat membentuk opini sesuai dengan yg mereka harapkan. tetapi kita / masyarakat lebih cerdas dari yg mereka duga..

    oleh karena itu, saya menagajak rekan – rekan semua :

    1. Mewaspadai bahaya laten yg ditimbulkan dari usaha provokasi blog ini

    2. kita tidak perlu lg berkomentar karena akan sia – sia ( dihapus ) dan biarkan mereka berpesta memuja – muji AN..biarkan mereka tenggelam dalam mimpi..iklaskan saja..karena kita telah berusaha untuk mengingatkan.

    3. Kepada rekan – rekan semua..teruslah berprestasi..gapai tantangan kedepan dengan wawasan dan skiil yg nyata..

    Selamat Berkarya..Sukses Selalu
    Hormat saya,
    Wangga

  23. Eddy menekankan agar jangan ada yang coba-coba memaksa rakyat untuk memilih siapa dan siapa.

    iya…ya… pak eddy, hal semacam itu kan sudah hak patennya Partai GOLKAR.

  24. silakan tangkap so

    emang biang kerok korupsi so

  25. SIAPA SIH LO..?????? KAPOLRI..?????? KPK….??????
    OOOOOOOOOOOOOOO….. WONG GILO.

  26. SALSUKI ( Asal Usulnyo dari tai puki )

  27. SALSUKI ( Asal Usulnyo dari tai puki )

  28. ya sudah kalau kayak itu silahkan tangkap so
    emang dio bukan keluarga aku. aku dukung dio cuma kasian bae.
    gaji aku jadi tim ses rp 10 juta 1 bulan sudah cukup untuk menghidupkan anak dan 5 istri ku.

    kalau pak alex ,eddy,B peliung mau bayar aku lebih dari 10 juta saya pindah aja deh jadi tim ses so

  29. FAKTA – - FAKTA

    Nick name saya sudah dibajak jg oleh pendukung AN

    PERNYATAAN
    SAYA PENDUKUNG PASTI Ir. H. Syahrial Oesman

  30. Ada yang menarik soal pemberitaan di Rakyat Merdeka 30 mei 2008
    (I paste-in lagi ya..)
    BAHARUDDIN ARITONANG, ANGGOTA BPK
    “Masih Banyak Yang Dicuekin”

    BADAN Pemeriksa Keuangan (BPK) merasa senang bila hasil auditnya terkait dugaan penyimpangan anggaran di daerah ditindaklanjuti aparat penegak hukum.
    “Kalau benar hasil audit BPK terkait dugaan penyimpangan anggaran di Pemda Musi Banyuasin masuk penyelidikan di KPK, ya tentu kami senang. Tapi terus terang, banyak yang dicuekin aparat hukum mengenai audit BPK,” kata anggota BPK, Baharuddin Aritonang kepada Rakvat Merdeka, di Jakarta, kemarin.
    Bekas anggota DPR itu menyarankan KPK agar berkoordinasi dengan aparat penegak hukum lainnya. Sebab, biasanya masvarakat itu melaporkan temuan BPK itu ke semua aparat hukum.
    “Sebaiknya koordinasi dengan Polri dan Kejagung supaya tidak tumpang tinddih penanganan suatu kasus,” ujarnya.
    Dikatakan, minimnya tindak lanjut temuan BPK yang berindikasi korupsi di sejumlah daerah akibat kinerja aparat hukum yang lambat. Padahal, pasal 26 ayat (2) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Keuangan Negara dengan tegas menyatakan adanya sanksi pidana dan denda bagi yang tidak menindaklanjuti hasil pemeriksaan BPK.
    Meski ada aturan, lanjutnya, masih banyak hasil audit BPK di seluruh daerah tidak ditindaklanjuti aparat hukum. Misalnya saja, selama tahun 2005 dan 2006.penyelewengan uang negara Rp 33 triliun dari 4.775 kasus. ■ WIS

    JOJOHN PANTAU menemukan fakta berupa data BPK tahun anggaran 2006! Silaken daripadanya untuk mengunduh di BPK-Badan Pemeriksa Keuangan (sssst, klik saja disitu…). Buruan, mumpung belum didelet oleh pihak yang kebakaran jenggot!
    Berikut intisari dari laporan anggaran Musi Banyuasin anggaran 2006 (baru tahun itu saja lho, belum 2001, 2002,2003,2004,2005,2007…)

    Dalam melakukan pemeriksaan keuangan ini, BPK RI mengungkapkan kondisi pengendalian
    intern Pemerintah Daerah Kabupaten Musi Banyuasin yang telah BPK RI muat dalam Laporan
    Hasil Pemeriksaan atas pengendalian intern nomor 91.a.3/S/XIV.2/06/2007 tanggal 13 Juni
    2007.
    Dari pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Tahun
    Anggaran 2006, ditemukan beberapa hal material sebagai berikut:
    1. Status kepemilikan beberapa aset tanah tidak jelas dan belum dicatat dalam Neraca Daerah
    Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin sehingga penyajian aktiva tetap di Neraca Daerah
    lebih kecil dari yang seharusnya sebesar Rp1.028.146.992,00.
    2. Realisasi Belanja Seketariat Daerah, Badan Pengelola Keuangan Daerah, Belanja Bagi
    Hasil dan Bantuan Keuangan serta Penunjang Operasional Bupati dan Wakil Bupati tidak
    didukung bukti yang lengkap sebesar Rp4.638.928.000,00 sehingga mempengaruhi
    kewajaran Laporan Keuangan Daerah.
    3. Biaya Pengelolaan/Penatausahaan Keuangan Daerah tidak didukung bukti yang lengkap
    dan menyalahi ketentuan sebesar Rp1.028.500.000,00 sehingga mempengaruhi kewajaran
    Laporan Keuangan Daerah.
    4. Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan untuk Instansi Vertikal tidak sesuai ketentuan
    dan tidak didukung bukti yang lengkap sebesar Rp7.951.770.250,00 sehingga
    mempengaruhi kewajaran Laporan Keuangan Daerah.

    Hasil Pemeriksaan atas Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas dan Catatan
    Atas Laporan Keuangan TA 2006 yang disusun oleh Pemerintah Kabupaten Muba serta surat
    dari PT Bank Sumsel Nomor 107/SKY/1/B/2007 kepada Kepala Badan Pengelola Keuangan
    Daerah (BPKD) Kabupaten Muba perihal Konfirmasi Kas Daerah diketahui bahwa per tanggal
    31 Desember 2006, Pemerintah Kabupaten Muba memiliki beberapa rekening di PT Bank
    Sumsel, untuk menampung kas daerah baik berupa rekening umum kas daerah dan beberapa
    rekening khusus dana perimbangan atau rekening khusus lainnya. Rincian rekening yang
    diakui Pemkab Muba per tanggal 31 Desember 2006 sebagai berikut:
    No. Nama Rekening Nomor Rekening Jumlah (Rp)
    1. Kas Daerah Tingkat II (Umum) 149-30-00001 Rp 99.383.033.083,18
    2. DAU 149-30-00002 Rp 6.488.115.014,02
    3. DAK Dana Reboisasi TA 2004 149-30-00008 Rp 40.624.224,00
    4. DAK Bid Infrastruktur 149-30-00011 Rp 0,00
    5. DAK Bid Kesehatan 149-30-00012 Rp 0,00
    6. DAK Bid Perikanan&Kelautan 149-30-00013 Rp 0,00
    7. DAK Bid Pendidikan 149-30-00014 Rp 0,00
    –> LHO KOK KOSONG?? HABIS BUAT SKULLAH GRATISS??
    8. DAK Bid Pertanian 149-30-00015 Rp 0,00
    Jumlah total Rp 105.911.772.321,20

    Hasil konfirmasi dari BPKD diketahui bahwa untuk TA 2006 semua rekening bank
    yang menyimpan kas daerah sebesar Rp105.911.772.321,20 belum ditetapkan dengan Surat
    Keputusan Bupati, namun hanya berupa surat permohonan pembukaan rekening giro kepada
    pihak PT Bank Sumsel yang ditanda tangani oleh Kepala Bagian Keuangan Setda Kabupaten

    Di buku ini juga ditemukan fakta bahwa:
    1. Biaya Penunjang Operasional Bupati dan Wakil Bupati dalam Biaya
    Jasa Lainnya serta Biaya Perawatan dan Pengobatan Tidak Didukung
    Bukti yang Lengkap Sebesar Rp252.500.000,00 (ada di halaman 30)

    2. Biaya Pengelolaan/Penatausahaan Keuangan Daerah Tidak didukung
    Bukti yang Lengkap dan Menyalahi Ketentuan Sebesar
    Rp1.028.500.000,00 (ada di halaman 39)

    3. Pembayaran Pekerjaan Pembangunan Jaringan Listrik Desa Nusa
    Serasan dan Desa Peninggalan Tidak Berdasarkan Kondisi Senyatanya
    dan Harus Dikenakan Denda Keterlambatan Sebesar Rp233.623.950,00 (ada di halaman 50)

    4. Pengeluaran-pengeluaran dari Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan sebesar
    Rp3.185.475.050,00 yang dikeluarkan tidak sesuai peruntukannya diantaranya
    digunakan untuk bantuan kepada pribadi seperti biaya pendidikan, wisuda, biaya umroh
    dan uang sakunya yang merupakan hadiah bupati, transport kepada ketua tim penggerak
    PKK, karangan bunga atas nama bupati, pemberian Tunjangan Hari Raya untuk instansi
    vertikal, peringatan HUT dan nonton bareng final world cup 2006.

    5. Realisasi Belanja Tidak Terduga Menyalahi Ketentuan Sebesar Rp4.295.122.918,00

    6. Pembuatan Website http://www.alexnoerdin.com Rp. 12.500.000,00 (ada di tabel halaman 162 tentang Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan yang Direalisasikan untuk Kegiatan Bupati/Wakil Bupati nomor 192)
    –> coba deh kita klik situsnya, tidak ado!!!! mantap……
    7. SPJ TIDAK ADA BUKTI PENDUKUNG Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan senilai 3.656.446.000,00! (ada di halaman 154) dan Pengeluaran Tidak Sesuai Peruntukan Rp 3.185.475.050,00! (ada di halaman 157) ?????!!!!!?????

    Huhuuy!!!!

  31. oi, lo2 galo…..
    MUBA tu kan kabupaten…..
    SO tu masih lebih tinggi jabatannya dari Alex Noerdin…..
    Gubernur aja langsung….
    apo lagi bupati……
    oi, keno galo pasti dak SO dak AN!!!
    Tp, ini kan masih buram….
    belum ada fakta yg mempastikan!!
    lagi pula video itu bener nian apo???
    knapa polisi dak bergerak??? lah terkenal video itu…
    Oi, terselubung nian ini……
    KAMPANYE HITAM!!!! dari kandidat lain…..

  32. kalo KAMPANYE HITAM ngapo alex idak kate bunyi?
    setidak nyo ado kato kato sangkalan tentang berita itu, ini idak kate!!

    terus apo maksud jawaban alex noerdin pas di tanyo TVone jawab nyo ngeri nian” SAYA SUDAH BICARA SAMA YANG PUNYA”
    maksud nyo apo tuh mang cek? sudah bicara ATAU sudah NEGO berapa supaya tidak di tayang ULANG he he he he

    dunia dunia…..apo dunia ini punyo alex noerdin yo….?
    bingung bingung oi….. he he he

  33. aku raso Syahrial oesman tuh cuma menikmati hasi bupati dan walikota bae. cubo apo nian hasil kerjo so?

    TAA itu program gub rosihan
    mal2 di palembang ni itu sudah hasil rosihan
    nah Syahrial oesman tuh. yg jalan nyo ,yg korupsi nyo.
    emang katek malu so tuh.

  34. O, o.. kamu ketahuan….
    bwakakakahakakakahakaka…. Alex Noerdin pernah ga naik kelas!!!
    Lihat hyuk di http://youtube.com/watch?v=ibwlALOLKgw
    Pasti geli… lucu… ada orang bodoh teriak sekolah gratis…!!

  35. GOES, KALU CUMA BUAT PROGRAM SELURUH UWONG YANG PUNYO OTAK PACAK GALO BUAT PROGRAM TAPI UNTUK MEREALISASIKENYO ITU YANG IDAK SEMBARANGAN UWONG.
    AKU YAKEN DI OTAK KAU JUGO PUNYO PROGRAM UNTUK NGAWEK TEMPAT HIBURAN YANG BERTARAF NASIONAL BAHKAN MUNGKIN INTERNASIONAL DI PELEMBANG INI TAPI PACAK DAK KAU MEREALISASIKENYO ? AKU TAHAN BETARO KALU KAU PACAK.
    KALU “SO” AKU YAKIN, SEANDAINYO DIO PUNYO KESEMPATAN PASTI DIO PACAK.
    TAPI KALU “AN” KEPACAKANNYO CUMA MEMPROGRAM OTAK UWONG DENGEN KEBOHONGANNYO, DENGEN DUETNYO, DENGEN SENYUMNYO YANG BERACUN.

    ALEX ” SENYUMMU ADALAH TANGIS KU ”
    ” SENYUM MEMBAWA LUKA “

  36. lah, aku nih heran, ngapo mang supriadi ni selalu nuliske tentang AN, nah ngapo itu ??? woooiiii supri, dak seneng kau sama so, ya sudah, “ingatlah selalu bahwa orang yang mengatakan sesuatu yang jelek artinya dialah yang lebih jelek dari apa yang dia katakan..”

  37. untuk mamang yang galak ngato ngatoi SO : kau tuh janganlah suuzon cak itu, dak sadar kau apolah dosanyo..nak jadi apo sumsel kalu cak ini terus..
    untuk yang galak ngato ngatoi AN : samolah jangan suuzon, inget baelah janganlah ikut campur urusannyo, masalah dio sama Tuhan itu tuh..
    untuk mamang-bibi galonyo..: jangan mak itu, mereka tuh just an ordinary people, wong biaso, kalu satu ngatoi, galonyo gek ngatoi jugo, gek SO & AN, tertekan, nah itu mak mano, kito nih saling berhubungan, di dunio ni galonyo berhubungan, satu ngatoi gek galonyo ngatoi terus, laju SO samo AN nge drop gek sakit, pesimis, dak galak nyalon, pilkada gek ditunda, gek ado kerusuhan, kalo wong sumsel yang sejahtera gek jadi saro, nah, makmano wong sumsel yang saro, nak jadi apo ????

  38. dear all alexs fans

    iceeepp na…..

  39. saya sudah baca, coba teman2 baca ya juga ya

    Terungkap, Syahrial Jegal Pencalonan Alex Noerdin
    Palembang, BP

    Tindakan menghalalkan segala cara untuk menjegal pencalonan kepala daerah terungkap. Saat masih menjabat Gubernur, Syahrial Oesman menggunakan jejaring lembaga kedinasan dengan menerbitkan surat tugas meneliti keabsahan ijzah cagub.

    Pemufakatan jahat untuk menjegal pencalonan Alex Noerdin dilakukan Syahrial Oesman. Kali ini, Alex Noerdin berusaha dihambat pencalonannya melalui ijazah yang dikatakan memiliki perbedaan data.

    Pemprov Sumsel yang kala itu masih dipimpin Gubernur Syahrial Oesman, tanpa sepengetahuan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel membuat surat tugas Nomor : 028/2008 yang menunjuk 17 orang untuk melaksanakan tugas meneliti keabsahan ijazah para calon gubernur.

    Surat tersebut dikeluarkan di Palembang pada 17 Juni 2008 lalu atas nama Gubernur Sumsel yang ditandatangani Sekretaris Daerah Pemprov Sumsel, Musyrif Suwardi. Dalam surat ditunjuk sebagai koordinator Kepala Dinas Pendidikan Nasional Sumsel, Dwi Priyono.

    Padahal, tidak ada satu mata pasal pun dalam UU Penyelenggara Pemilu atau UU 12/2008 tentang Pemda yang menjadi dasar hukum dibentuknya tim ini.

    Kepala Dinas Diknas Sumsel Dwi Priyono yang dihubungi soal terbitnya surat tugas ini, enggan berkomentar banyak. Ia hanya mengatakan, tim 17 terbentuk atas permintaan KPU Sumsel.

    Dwi mengaku ditunjuk sebagai koordinator karena sesuai dengan posisinya sebagai Kadinas Diknas Sumsel saat ini. “Kita kan diminta oleh KPU untuk memberikan masukan mengenai keabsahan ijazah, jadi ya kita bantu,” kata Dwi kepada BeritaPagi, Senin (30/6).

    Ketika Pernyataan Dwi dikonfrontir dengan Ketua KPU Sumsel Syafitri Irwan, KPU Sumsel ternyata tidak pernah meminta dibentuk sebuah tim apapun kepada Pemprov Sumsel.

    “Saya sama sekali tidak tahu dengan surat itu. KPU Sumsel tidak pernah meminta bantuan kepada Pemprov Sumsel untuk membentuk tim khusus dalam hal meneliti ijazah calon gubernur,” kata Syafitri Irwan.

    Kalau ke Dinas Diknas Sumsel, diakui Irwan, KPU Sumsel memang pernah meminta perwakilan. Itu pun hanya tiga orang dan digabung dengan perwakilan dari instansi lain, seperti kepolisian, Kejaksaan, Departemen Agama, dan Dewan Pendidikan.

    “Mereka kemudian dimasukkan ke dalam tim pokja sendiri. Tim ini sudah terbentuk sejak tahap pendaftaran dibuka dan sudah bekerja. Bahkan, sampai sekarang pun masih bekerja,” jelas Irwan.

    Irwan menegaskan, tim pokja yang dibentuk KPU Sumsel sudah terisi penuh dan tidak mungkin ditambah lagi. Tim ini punya wewenang dan otoritas sendiri yang tidak bisa dipengaruhi pihak mana pun.

    “Silakan saja kalau ada tim lain memberikan masukan. Kita akan menerima selagi sifatnya hanya masukan. Tetapi kalau ada indikasi lain, kami menolak. Pastinya KPU Sumsel tidak tahu menahu dengan tim yang dibentuk melalui surat tugas yang dikeluarkan Pemprov Sumsel,” ujar Irwan.

    Dugaan adanya intrik jahat kembali tercium ketika Kasi Dikmenti Sumsel Dwi Nopriyanto yang namanya tercantum dalam tim 17, saat dihubungi via ponselnya, semalam, mengaku belum mengetahui soal pembentukan tim tersebut.

    “Saya belum tahu kalau nama saya tercantum dalam surat tugas itu. Saya juga tahu ada surat tugas itu dari mbak. Atau memang suratnya belum sampai ke saya. Tapi kan katanya ditandatangani tanggal 17 Juni, kok sampai sekarang belum diterima?” tanya dia.

    Dwi Nopriyanto bahkan menanyakan apakah seluruh Kasi bidang pendidikan nama-namanya tercantum dalam surat tugas itu. Lebih lanjut Dwi menambahkan, sejak diselenggarakannya pemilukada di sejumlah kabupaten kota seperti Prabumulih, Palembang dan Muaraenim, ia belum pernah diminta menjadi anggota tim peneliti keabsahan ijazah calon kepala daerah. Malah menurut dia, surat penugasan itu baru ada sekarang.

    Dikeluarkannya surat tugas ini membuat berang pihak legislatif. Ketua DPRD Sumsel Zamzami Achmad menyatakan, penugasan kepada tim itu untuk meneliti ijazah calon gubernur, tidak mempunyai dasar hukum, Dengan demikian tidak sah untuk dilaksanakan.

    Zamzami menegaskan, yang berhak melakukan verifikasi seperti itu adalah KPUD. “Bukan dengan membentuk tim seperti ini. Kalau ini sudah tidak obyektif lagi,” ujar dia.

    Menurut Zamzami, kondisi seperti ini sudah bersifat eksternal dan bisa dibelokkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Dijelaskannya, secara hukum KPUD mempunyai tugas sebagai lembaga yang berwenang meneliti persyaratan calon gubernur yang mendaftar. Untuk keabsahan ijazah, KPUD bisa meminta bantuan instansi terkait, misalnya Dinas Diknas.

    Terkait pembentukan tim beranggota 17 orang yang dibentuk Pemprov Sumsel dua hari menjelang pengunduran diri Syahrial Oesman sebagai Gubernur Sumsel tersebut, DPRD segera memanggil Sekda Sumsel Musyrif Suwardi untuk meminta penjelasan mengenai dasar hukumnya. Apalagi bila mengingat pembentukan tim tersebut dilakukan sebelum memasuki tahapan verifikasi Pemilukada Sumsel.

    KPU Seharusnya Tidak Terjebak

    PERNYATAAN anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan Helmi Ibrahim di media massa bahwa ada perbedaan data dalam ijazah pasangan calon kepala daerah dinilai terlalu prematur dan ceroboh. Sebab, KPU Sumsel belum melakukan verifikasi faktual dan melakukan penelitian ke sekolah di mana ijazah para calon kepala daerah itu dikeluarkan.

    Menurut Ketua Tim Advokasi Pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf, Anita Sigit SH, seharusnya anggota KPU Sumsel tidak membuat pernyataan yang membingungkan publik. Apalagi, pernyataan itu mengatasnamakan institusi KPU Sumsel.

    Kata Anita, seharusnya saat ini KPU Sumsel fokus kepada substansi setiap persyaratan calon kepala daerah yang akan diverifikasi. Dengan demikian, KPU tidak terjebak pada persoalan yang sesungguhnya bukan substansi yang harus diperiksa.

    Dicontohkan Anita, jika terjadi perbedaan penulisan nama calon kepala daerah di ijazah yang bersangkutan, substansi yang harus dikejar KPU Sumsel adalah apakah ijazah ini milik satu orang atau tidak.

    “Misalnya ada orang namanya Supomo ditulis Soepomo, yang harusnya dikejar, ini satu orang atau bukan. Dan KPU Sumsel berdasarkan jadwal dan tahapan penyelenggara masih berada dalam tahap ini,” kata Anita kepada wartawan di Palembang.

    Selain itu, Anita menegaskan, periksa saja ke sekolah yang mengeluarkan ijazah untuk mengecek kesahihan ijazah calon kepala daerah.

    “Jadi, bagaimana bisa mengatakan ada perbedaan data jika proses verifikasi belum selesai, cek dulu seluruhnya,” tegas Anita.

    Anita menambahkan, lebih baik KPU memeriksa tiap substansi syarat pencalonan calon kepala daerah. Dengan demikian, tidak ada dugaan atau mereka-reka ada perbedaan data.

    Helmi Ibrahim yang ditemui di KPU Sumsel, Senin (30/6), mengaku ada perbedaan data pasangan calon gubernur tidak mengindikasikan ijazah tersebut asli tapi palsu (aspal). Kejanggalan hanya sebatas temuan dari data yang masuk dan belum dirapatplenokan.

    “Bukan kejanggalan, tetapi dari data ada temuan-temuan. Itu semua sama sekali belum bisa diarahkan ke indikasi ijazah tersebut aspal,” kata Helmi Ibrahim.

    Menyangkut temuan ada perbedaan dalam penulisan nama di ijazah, menurut Helmi juga bukan masalah yang subtansial. Hal itu bisa saja terjadi karena ada perbedaan antara penulisan nama di ijazah dan di akta kelahiran. Bisa juga karena mengikuti perkembangan dalam penulisan kaidah bahasa, seperti penulisan kata Noerdin menjadi Nurdin.

    “Kalau ada pihak yang menguatkan, seperti sekolah, temuan tersebut bisa tidak berarti. Bisa jadi bukan subtansial. Yang penting calon memang belajar di sekolah tersebut dan lulus,” tegas Helmi.

    Pengungkapan temuan dalam verifikasi ijazah ke masyarakat umum, menurut Helmi sama sekali bukan bermaksud pendiskriditan salah satu calon. Semua hanya sebatas temuan dan belum mengartikan apa-apa, karena belum dirapatplenokan.

    “Bukan penjatuhan karakter. Semua pihak saya harapkan dapat memahami,” ungkap Helmi.

    Helmi menjelaskan, KPU Sumsel akan melakukan verifikasi terhadap ijazah pasangan calon gubernur dan wakil mulai Selasa (1/7). Verifikasi dilakukan dengan mengklarifikasi ijazah pasangan calon ke lembaga pendidikan yang ditempuh atau melaui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Depdiknas.

    “Besok (hari ini- red) saya akan berangkat ke Jakarta melakukan verifikasi. Ada juga tim khusus yang menyebar ke sekolah-sekolah asal calon. Insya Allah, lusa (Rabu 2/7) verfikasi sudah selesai dan segera diplenokan,” papar Helmi.

    Jangan Asal Ceplos

    Atas persoalan ini, Ketua DPRD Sumsel Zamzami Ahmad meminta anggota KPU Sumsel tidak asal bicara. Terlebih jika persoalan yang dapat memicu situasi politik kian memanas.

    “Jadi kalau bicara tentang suatu yang menyangkut lembaga KPUD harus dilakukan dengan hati-hati tapi kalau atas nama pribadi itu berbeda. Seharusnya yang ngomong itu ketua KPUD, harus obyektif ditunjang data dan fakta,” kata Zamzami.

    Hal senada diungkapkan Wakil Ketua DPRD Sumsel Bihaqqi Soefyan. Menurut politisi Partai Demokrat ini, tim verifikasi peneliti ijazah atau kelengkapan calon gubernur harus dilakukan oleh KPUD dengan berkoordinasi dengan instansi terkait.

    Adanya tim verifikasi ijazah calon gubernur bentukan Pemprov Sumsel ini memunculkan komentar banyak pihak. Sebagian besar mengingatkan bahwa tugas ini bukan merupakan wewenang pemprov. Pengamat Pendidikan yang juga Dosen Pascasarjana IAIN Raden Fatah Dr Abdullah Idi MEd, penelitian keabsahan ijazah calon pemilukada harus dilakukan pihak yang independen.

    “Pemeriksaan ijazah itu, harus melalui prosedur dan benar, dan dilaporkan kepada pihak kepolisian. Dan itupun pembuktian kebenarannya, membutuhkan waktu yang relatif lama. Sementara KPU juga tidak memiliki kapasitas untuk memeriksa hal tersebut,” ujarnya.

    Sementara Sosiolog IAIN Raden Fatah Drs Wijaya MSi mengatakan, diperlukan pembuktian secara faktual atas isu ijazah palsu. “Kalau terdapat indikasi ijazah yang meragukan, maka dengan kata lain mereka juga meragukan KPU yang melaksanakan pemilihan kepala daerah sebelumnya. Kita harus melihat, ke arah mana indikasi permasalahan ini, jangan sampai permasalahan ini hanya ditunggangi kepentingan pihak tertentu, untuk menggagalkan pemilukada,” ujarnya. /ton/ron/yen/mir/hen/git

  40. Selamat Pak Syahrial oesman dan Pak Helmy Yahya
    Mudah-mudahan menang dan pasti menang

  41. ASS.MARI KITA BELAJAR BERHITUNG
    UNTUK SAAT INI MURID SD DI SUMATERA SELATAN KURANG LEBIH 1.200.000 MURID SMP 600.OOO MURID SMU 300.000..JADI KESELURUHAN MASYARAKAT SUMSEL YANG SEKOLAH KURANG LEBIH 2.1OO.000 ORANG

    MISAL HARGA SEPATU 100RB
    HARGA 2 SETEL BAJU SERAGAM 50 RIBU
    BUKU TULIS,BUKU PELAJARAN,TAS,TOPI DLL ANGGAP 300 RB

    MAKA KESELURUHAN DANA UNTUK ITU SAJA 945 MILYAR

    BEROBAT GERATIS 7.200.000 JIWA MASYARAKAT SUMSEL (UNTUK BEROBAT SAKIT KEPALA,PILEK,KENCING MANIS,TUMOR OTAK,PANU,KADAS,MELAHIRKAN DLL)ANGGAP 1 TRILYUN…

    JADI TOTAL UNTUK SEKOLAH BEROBAT GRATIS 1,95 TRILYUN

    MAKA SISA APBD SUMSEL 155 MILYAR?DARI 2,1 TRILYUN.

    PERTANYAAN????

    UNTUK APA DUIT 155 MILYAR TERSEBUT?

    UNTUK PERBAIKAN JALAN,IRIGASI,SUBSIDI PETRTANIAN,PEMBANGUNAN MASJID,PERBAIKAN SEKOLAH2, PERBAIKAN JEMBATAN, GAJI GURU HONOR DLL.

    APA CUKUP DUIT 155 MILYAR TERSEBUT?

    JELAS INI CUMA OMONG KOSONG,GA BAKALAN MUNGKIN SELURUH APBD CUMA UNTUK SEKOLAH BEROBAT GRATIS.

    HARUS NYA MASYARAKAT SUMSEL BERFIKIR,SUDAH JELAS KITA SEMUA DI BOHONGIN,DI BODOHI SEORANG ALEX NOERDIN HANYA DEMI SEBUAH KEKUASAAN

    UNTUK APA KITA PILIH ORANG SEPERTI INI

    SEMOGA MASYRAKAT SUMSEL SADAR,TERBANGUN DARI SEBUAH MIMPI SEKOLAH BEROBAT GRATIS.

  42. SEBUAH RENUNGAN : DRAMA TUHAN BUAT SANG ALEX

    Perjalanan dari MUBA menuju PILGUB SUMSEL bagi sang ALEX NURDIN PANDJI merupakan perjalanan yang berkelok. Perjalanan dimulai dari PILKADA MUBA dimana sang ALEX ingin menjadi BUPATI untuk yang kedua kali.

    Saat itu sudah sang ALEX berpikir sudah tidak mungkin baginya untuk ikut pada proses PILGUB SUMSEL, karena selain PERATURAN NEGARA MENGHARUSKAN BUPATI MUNDUR BILA INGIN IKUT PROSES DI PILGUB, sang ALEX pun sudah BERSUMPAH didepan anaknya yang tercinta DODI REZA dan disaksikan oleh TUHAN YANG MAHA MENGETAHUI untuk tidak ambil bagian di PILGUB SUMSEL nanti.

    Tidak lama dari SUMPAH itu diikrarkan TUHAN YANG MAHA KUASA ingin menguji KOMITMEN dan KEJUJURAN sang ALEX dengan merubah PERATURAN NEGARA melalui DPR RI dan di syahkan oleh Presiden RI bahwa seorang BUPATI tidak perlu lagi MUNDUR dari jabatannya bila ingin ikut PILGUB.

    Situasi itu memang diberikan cukup panjang oleh TUHAN, mulai dari April 2007 sampai Mei 2008. Waktu yang panjang itu digunakan oleh Syaiton baik yang berwujud manusia maupun yang tidak berwujud, antara MENGINGKARI JANJI atau JUJUR dihadapan TUHAN karena sudah mengucap SUMPAH. Ternyata sang ALEX adalah manusia biasa yang menjadikan kedustaan dan kebohongan adalah hal biasa. Sang ALEX akhirnya memilih untuk MAJU pada PILGUB SUMSEL, sang ALEX BERANI MENGINGKARI JANJI di depan anaknya dan disaksikan TUHAN YANG MAHA TAHU. Sang ALEX putuskan dengan bergandeng tangan bersama EDDY YUSUF maju diproses PILGUB. SUMPAH sudah dilanggar dengan mudahnya oleh sang ALEX, sadar atau tidak sadar sang ALEX harus tahu LAKNAT TUHAN akan datang kepada orang yang melanggar SUMPAH nya, tidak terkecuali sang ALEX NURDIN bin NURDIN PANJDI.

    Drama berikutnya terjadi, pada bulan Mei 2008 lalu TUHAN coba mengingatkan sang ALEX dengan kembali merubah PERATURAN NEGARA bahwa seorang BUPATI YANG INGIN IKUT PILGUB HARUS MUNDUR DULU DARI JABATANNYA SEBELUM IKUT PROSES PILGUB. Sang ALEX punya karakter SOMBONG, AROGAN dan GENGSI TINGGI sehingga PERINGATAN TUHAN tidak dilihatnya. Akhirnya dengan apapun alasannya sang ALEX tetap maju ikut proses PILGUB, sekalipun telah BERSUMPAH.

    Karena peraturan yang berlaku, maka pada akhir JULI 2008 LEPASLAH JABATAN sang ALEX dari BUPATI MUBA, yang baru memimpin kurang lebih 1 tahun, artinya 4 tahun dibuangnya DEMI MELANGGAR SUMPAH.

    Kemudian TUHAN kembali menunjukkan TANDA MURKANYA kepada seorang manusia yang dengan seenaknya MELANGGAR SUMPAH ATAU JANJI. Setelah sang ALEX MUNDUR dari JABATANNYA dan hanya berjarak 10 hari, TUHAN mengembalikan PERATURAN NEGARA melalui MAHKAMAH KONSTITUSI (bpk. Jimly Assidiqi) bahwa BAGI BUPATI YANG IKUT PILGUB TIDAK HARUS MUNDUR DARI JABATANNYA.
    Walau peraturan telah berubah, namun sang ALEX sudah TERPISAH dari KURSI BUPATI MUBA nya. SUMPAH JANJI sudah DILANGGAR, KURSI BUPATI pun SUDAH LEPAS.

    Inilah JANJI TUHAN akan MEMBERIKAN HUKUMAN BAGI MANUSIA YANG MELANGGAR SUMPAH DAN BERJANJI PALSU, BAIK SECARA LANGSUNG DI DUNIA MAUPUN KELAK DI ALAM SANA.

    Tentu sesi berikutnya belum bisa kita TULIS, karena PILGUB SUMSEL baru terjadi pada tanggal 4 September 2008. Kalau TUHAN YANG KUASA masih sayang kepada sang ALEX maka TUHAN akan menyadarkan sang ALEX bahwa BERSUMPAH dan BERJANJI itu BUKANLAH HAL yang biasa. Ada TANGGUNG JAWAB terhadap MANUSIA dan kepada TUHAN, maka sang ALEX akan DIKALAHKAN oleh TUHAN pada PILGUB SUMSEL nanti. Karena sejak awal pencalonan sampai saat ini hanya JANJI-JANJI dan SUMPAH yang dia berikan kepada RAKYAT, dimana SUMPAH dan JANJI itu dengan MUDAH nya dia INGKARI. Auzubillah summa auzubillah.

    Marilah kita bersama melihat bagaimana DRAMA TUHAN buat sang ALEX ini berakhir. Yang jelas kalau kita masyarakat SUMSEL harus bisa merenungkan dan menyimpulkan dari apa yang terjadi. Sehingga kita akan bersama-sama pada tanggal 4 September nanti melangkah secara IKHLAS (karena memilih PEMIMPIN adalah ibadah) untuk memilih SEORANG PEMIMPIN YANG BENAR DAN TEPAT bagi RAKYAT SUMSEL ini. Semoga SUMSEL terus maju dan berkembang. Amin.

    Salam buat semua, jaga persatuan dan silaturrahmi, Selamat memilih.

  43. benar kata pepatah mengatakan semut diseberang kelihatan sedangkan gajah didepan mata pura-pura nggak tau,jangan bisa omong demi rakyat yang rakyat ingin bukti bukan janji

  44. Huahahaha… ALDY kebakaran jenggot, setelah bikin tim survey palsu Maestro Strategos Brengos.. lalu dimunculkan kembali LSSI (Lembaga Stategi Survei Indonesia) atau LSII (Lembaga Survei Independen Indonesia) yang sama-sama dipimpin oleh Ismail Taufik (kapan & di mana pembentukannya, wallahualam…, memang enggak jelas. Pokoknya parodinya Lingkaran Survey Indonesia/LSI Danny JA) dengan memenangkan secara mutlak di atas SOHE. Dahsyat!
    Dana milyaran rupiah pun hangus sudah, sampai-sampai salah satu promotornya, Soetrisno Bachir menariknya menjadi uang kuis 10 miliar buat kader PAN bersuara banyak. Oh Alex oh Alex… Sudah memikirkan uang balik modalnya apabila kalah telak nanti?
    Ya, Rizal Mallarangeng sedang kalap, pertapaan di hotel Aston pun tak mengobati… Kliennya (Alex Noerdin) berpotensi besar kalah di Sumsel.
    Hasil SURVEI FOX INDONESIA (Lembaga survey yang dipakai ALDY), Lembaga survey ini dipimpin oleh Rizal Mallarangeng (adiknya Andi Mallarangeng). ALDY 42%, SOHE 52%,SWING VOTER 6%.
    Untuk mendongkrak perolehan suara ALDY, FOX Indonesia menyarankan ke ALDY untuk :
    1. Menghembuskan isu kerusuhan di masyarakat.
    2. Isu Money politik.
    3. Penggelembungan suara.
    4. Isu parpol menarik dukungan.
    5. Isu KPUD tidak netral.
    Dengan adanya isu tersebut, ALDY berharap :
    1. Pelaku kerusuhan diarahkan SOHE, sehingga timbul kebencian masyarakat ke SOHE.
    2. Pihak SOHE diisukan money politik dengan maksud menghancurkan kredibilitas SOHE di masyarakat.
    3. Tidak fokusnya pihak – pihak yang berkompeten terhadap ALDY. padahal yang saat ini terjadi, ALDY telah menyebarkan tim sampai ke KPPS untuk menggelembungkan suara bagi ALDY.
    4. Parpol menarik dukungan dianggap bisa menghancurkan SOHE. apalagi parpol tersebut mempunyai massa yang berbasis keagamaan.
    5. KPUD dianggap berpihak ke SOHE, padahal hampir sebagian besar ketua KPUD kabupaten/kota sudah mendapat uang dimuka dari ALDY.
    oleh karena itu, tim SOHE harus waspada. apalagi waktu tinggal 1 hari lagi. mudah-mudahan rakyat tidak terpengaruh dengan isu yang dibuat oleh para ahli politik tersebut.

    WASPADAI GERAKAN ALDY FRUSTASI!!!

Tinggalkan Balasan