Ketidakpekaan para wakil rakyat yang duduk di DPRD Sumatera Selatan terhadap kondisi rakyatnya sangat jelas terlihat dari tingkah polah mereka yang menyesakkan hati rakyatnya. Saat rakyat sedang susah ternyata para anggota dewan yang terhormat ini sibuk bagi-bagi duit rakyat dengan dalih anggaran untuk reses ke daerah pemilihan (Dapil) mereka masing-masing. Sebelumnya para anggota dewan juga baru pulang dari “jalan-jalan” keluar negeri yang katanya study banding, juga dengan menghabiskan uang rakyat yang tak sedikit jumlahnya.
Menurut informasi yang dihimpun Wartawan, dana APBD Sumsel yang dibagi-bagikan kepada 75 orang anggota DPRD Sumsel inijumlahnya mencapai Rp.3 Milyar lebih. Dengan kata lain tiap anggota dewan bia mengantongi sekitar Rp.40 juta, semua dapat tanpa kecuali.
Sorotan yang sangat keras terhadap prilaku diam-diam membantai uang rakyat dengan dalih dana reses ini dilakukan oleh LSM SMOKER (Sosiawan Merdeka Otokritik Era Reformasi) Sumatera Selatan beberapa hari lalu.
Ketua LSM SMOKER, Andalas Bursani TD di Palembang mengatakan bahwa pengucuran dana reses anggota DPRD yang jumlahnya sangat fantastis ini merupakan salah satu bentuk perbuatan yang melukai hati rakyat.
“Kalau sekedar untuk biaya reses, jumlah dana sebanyak itu terlalu besar. Paling-paling wajarnya cukup Rp.5 Juta saja, ya, sekedar untuk biaya transportasi saja”, ujar Andalas berkomentar.
Andalas menilai, pengalokasian dana APBD untuk kegiatan Reses dengan jumlah hingga Rp.3 Milyar lebih ini merupakan bukti ketidakpedulian para anggota dewan terhadap rakyat yang diwakilinya.
“Apakah ini bukti anggota dewan yang peduli pada rakyat sehingga tidak malu-malu menghabiskan uang rakyat sekedar untuk membiayai kegiatan yang menjadi kewajibannya?”, ungkap aktivis LSM tersebut.
Andalas berpendapat, masih banyak pos-pos lain yang lebih penting dari pada membiayai kegiatan reses dewan tersebut. Seharusnya para anggota dewan mempertimbangkan lebih matang dan tidak hanya berupaya untuk mengakali uang rakyat dalam menunjang kegiatannya.
“Kalau memang peduli dengan rakyat, seharusnya mereka sendiri mau berkorban, bukan malah menghabiskan uang rakyat”, tambahnya lagi.
Pencairan dana reses telah dilakukan sebelum mereka melakukan kegiatan di Dapil-nya masing-masing. Pembagiannya dilakukan merata kepada 75 anggota dewan tanpa kecuali.
“Itu termasuk Iqbal Romzi anggota DPRD dari PKS yang kini menjadi calon akil alikota Palembang mendampingi Sarimuda”, ujar Andalas.
Andalas kembali menambahkan, seharusnya Iqbal sebagai figur calon wakil walikota yang dianggap bersih selama ini harus mau dan punya keberanian untuk menolak pembagian uang hasil keringat rakyat ini, bukan malah ikut menikmatinya. Lantas siapa lagi yang masih bersih di DPRD Sumsel sekarang? ujar Andalas.
Andalas mengharapkan pihak BPK segera mengaudit keuangan negara yang digunakan untuk bagi-bagi anggota DPRD ini. Jika diduga ada indikasi penyimpangan karena mengakali uang rakyat, maka jalur hukum sebaiknya harus segera ditempuh.
DIarsipkan di bawah: Berita Aktual, Kasus & Proyek, Palembang News, Peristiwa, news | Ditandai: Nasional, news, politic, sumsel
Kalu 3 M dibagi wong 75 berarti tiap wong dapet 40 juta mang bukan 400 jt, tapi itu duit jugo walau “cuma” 40 juta itu banyaaaaak nurut ukuran rakyat, tapi dak tau kalu nurut ukuran anggota Dewan yang rakus2 itu, makanla kamu duit tu aku sbg rakyat idak ikhlas, bawaklah dosonyo sampe ke nerako wassalam.
Bener mang, ralat salah ketik itu, 40 juta yang bener. Makasih koreksinya, langsung kuganti.
Nah pada siapa lagi kita mo percaya dg wakil rakyat kita di DPRD Sumsel, yg notabene di DPRD tersebut terwakili oleh beberapa Partai yang bernuansa Islami seperti PPP, PBR, PKS dan PAN. Kenapa mata hati mereka tidak terbuka juga…
Tanya kenapa??? Hal ini juga yang menjadi kekalahan wakil PKS di Pilkada Jakarta tempo hari, PKS sudah tidak sesangar dulu dalam memerangi KKN, seperti yang diungkapkan oleh teman saya yang aktif di PKS Wilayah Jakarta. Smoga PKS bisa kembali seperti dulu lagi, yang sangat konsisten dengan apa yang dijanjikannya. Saya merindukan saat-saat seperti dahulu lagi terulang kembali, smoga, amien.
assww,
mang ,,kito do’a kan terus supayo anggota DPRD sumsel, terbuka hati mereka semua, turun kejalan bersama sama nyawer duet 3 m itu kepada kaum fakir miskin di kota palembang,,yoh..kito doakan saja, mereka juga kan manusia punya nurani, jadi mudah2an nurani yg selamo ini tertutup, dengan kita mendoakan mereka, tuhan mengabulkan …
wuihh…enaknya hidup ini …
salam dari jauh
wassalam
itu cuma issue apa emang sudah ada bukti????
kalau memang sudah ada bukti berarti memang
dalam badan legislatif sudah bukan lagi lembaga yang dapat dipercaya???
mengapa saya katakan demikian??
coba anda bayangkan 3 M suatu dana yang cukup besar bila digunakan untuk membantu masyarakat yang kekurangan dan menjadi modal bagi badan legislatif untuk berpikir.
sehingga saya pikir betapa anggota lembaga yang dihormatkan sudah menjadi wadah pelacur yang hanya diharga uang sebesar 3 miliarr wawwaawa kacau indonesia bung kalau orang yang dipilih malah menjadi pelacur bagi dirinya dan keluarga mereka!!!!!!!!
ayo KPK buktikan kalau kalian adalah komisi yang akan memberatas penyakit DPRD yang miskin segalanya dan boleh dikatakan pelacur kelas teri BUSUK!!!
ya mudah2an di tangkap polisi aja deh
Untuk Mang Dung dan yang sependapat dengannya. Melihat tingkah laku anggota DPRD ini saya jadi teringat tulisan Bung Anif Punto Utomo. Menurut beliau anggota DPR dan DPRD di Indonesia ini sudah membunuh hati nuraninya. Jadi jangan diharap ketika mereka menerima uang dana reses itu mereka ingat akan rakyat yang memilih mereka sebagian besar masih dalam kondisi sangat kekurangan. Sampai kini hampir tidak ada anggota DPRD yang memikirkan nasib rakyat. Mereka hanya sibuk memikirkan kepentingannya sendiri, dan cenderung menjadi serakah. Dana reses itu tidak ada manfaatnya bagi rakyat banyak. Paling-paling anggota Dewan itu kumpul-kumpul dengan pengurus partainya masing-masing, yang itu sebenarnya tidak perlu dengan dana negara yang besar. Jka saja dana 3 milyar itu digunakan untuk membangun/memperbaiki irigasi rakyat atau sekolah yang rusak tentu manfaatnya akan dirasakan masyarakat. Saya kadang-kadang berpikir, sebenarnya tidak ada manfaatnya anggota dewan itu bagi masyarakat.
Mudah2an Polda punya nyali dalam pengungkapan Uang Reses Fiktip DPRD sumsel.
kita nantikan kinerja dan keseriusanya dalam penegakan hukum.
klo memang betul coba buktikan bos, soalnya negara kita negara hukum tanpa ada bukti sia2 aja walaupun anda benar, tolong jngn melempar batu sembunyi tangan,jgn sejedarmelempar isu saja…. coba klo mmang bner d folloup isunya truz cba d cari buktinya. Trims,07-05-08
Kepada Yth,
seluruh Simpatisan SO
untuk diketahui bersama :
1. Blog ini sengaja dibuat untuk Memprovokasi..dengan Tujuan Ahir adalah terjadinya perpecahan khususnya di tanah Sumatera Selatan ini, dan Indonesia pada umumnya.
2. Banyak sekali komentar – komentar (99,999 % ) dari simpatisan SO yg telah dihapus..karena mereka takut akan bangkitnya kesadaran para anggota forum akan fakta yg sebenarnya.
3. Tulisan yg mereka/admin sajikan adalah kampanye hitam dari kubu AN..dengan harapan dapat membentuk opini sesuai dengan yg mereka harapkan. tetapi kita / masyarakat lebih cerdas dari yg mereka duga..
oleh karena itu, saya menagajak rekan – rekan semua :
1. Mewaspadai bahaya laten yg ditimbulkan dari usaha provokasi blog ini
2. kita tidak perlu lg berkomentar karena akan sia – sia ( dihapus ) dan biarkan mereka berpesta memuja – muji AN..biarkan mereka tenggelam dalam mimpi..iklaskan saja..karena kita telah berusaha untuk mengingatkan.
3. Kepada rekan – rekan semua..teruslah berprestasi..gapai tantangan kedepan dengan wawasan dan skiil yg nyata..
Selamat Berkarya..Sukses Selalu
Hormat saya,
Wangga
wahai wakil rakyat :
madsih adakah nuranimu ?..
apakah kalian sudah sudah buta mata hati ?…….
uang reses 3 M tersebut , tidakkah sebaiknya untuk rakyat beli sembako saja….
Asas manfaat dari study banding yang dilakukan lebih baik digunakan untuk rakyat miskin saja.
emang susah jika manusia telah buta mata hatinya.
Bapak2 yang ada di Palembang….kalau benar anggota DPRD tu bagi2 duitalias korupsi ,dan ada buktinya …jangan sekedar komentar…datangin tu Gedung DPRDnya rame2 ,,,,tangkap tu ketuanya dan telanjangin arak putar kota Palembang…itu baru namanya berjuang utuk rakyar….apa lagi sekarang rakyat ,,,,sudah banyak ngk makan, jangan takut,,,,ini adalah pembelahan hak. jangan sekedar komentar ngk bakalan di dengarin ama tu orang2.
setuju
sadarlah wahai wakil Rakyat……………….
Bahwa Uang hasil Korupsi sangat diharamkan untuk dimakan Anak Istri dan Keluarga dan seluruh Insan Manusia yang ber-Iman, karena hasil uang Korupsi itu akan menjadi Darah Daging dan Kelak menjadi saksi dihadapan sang Khalik..
O, o.. kamu ketahuan….
bwakakakahakakakahakaka…. Alex Noerdin pernah ga naik kelas!!!
Lihat hyuk di http://youtube.com/watch?v=ibwlALOLKgw
Pasti geli… lucu… ada orang bodoh teriak sekolah gratis…!!
maklum mas, namanya aja pedagang tu para legistatif. keluar modal, untung gedhe pasti, resiko berat dunia akherat. lha wong jualan amanat kok.