Pemilihan Gubernur Jawa Barat yang dilangsungkan beberapa hari lalu sudah hampir dipastikan akan memberikan kemenangan pada pasangan Heryawan – Dede Yusuf sebagai pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat terpilih yang berhak untuk segera dilantik sesuai jadwal yang telah ditetapkan KPU setempat. Pasangan HADE (Heryawan – Dede Yusuf) adalah pasangan yang kurang diunggulkan namun ternyata mampu meraih kemenangan diatas 35 persen. Mengungguli saingan terkuatnya pasangan Agum Gumelar – Nurman (AMAN) yang berada diposisi kedua.
Calon incumbent sendiri, Deny Setiawan yang berpasangan dengan Iwan Setiawan hanya mampu berada diurutan ketiga dengan perolehan suara tidak terlalu besar.
Kekalahan incumbent dalam Pilgub Jawa Barat ini merupakan sesuatu yang diluar dugaan para pengamat politik setempat. Selama ini Gubernur Dany Setiawan disebut-sebut sebagai kandidat terkuat disusul Agum Gumelar. Namun kenyataannya Heryawan-Dede Yusuf yang unggul.
Kekalahan Dany Setiawan juga sama sekali tidak diduga oleh sebagian masyarakat Jawa Barat yang berasal dari Sumatera Selatan. Baru beberapa bulan lalu paguyuban masyarakat jawa barat asal Sumatera Selatan sempat menggelar pemberian Gelar Adat Sumatera Selatan kepada Gubernur Jawa Barat Dany Setiawan. Bahkan acara pemberian gelar yang sempat beberapa kali tertunda ini lebih terkesan diada-adakan. Sebab dalam masyarakat Sumsel sendiri pemberian gelar adat seperti itu tidak ada. Pemberian Gelar Adat hanya ada dikalangan internal Suku di Sumsel, seperti Suku Komering.
Pemberian Gelar Adat Sumsel kepada Dany Setiawan tak lepas dari adanya hubungan emosiaonal antara Syahrial Oesman dengan Dany Setiawan. Keduanya merupakan sahabat dekat semenjak mereka sama-sama aktif dalam organisasi kepemudaan.
Pemberian Gelar tersebut juga tak lepas dari upaya dukungan Syahrial Oesman kepada sejawatnya tersebut agar kembali terpilih dalam Pilgub tersebut. Namun sayang dukungan tersebut tak memberi kontribusi berarti bagi perolehan suara Dany Setiawan. Buktinya calon incumbent ini kalah jauh.
Menurut Jhony, seorang warga asal Palembang yang kini tinggal di Bandung, sebenarnya sejak awal warga Jawa Barat asal Sumsel tidak mau memberikan acara pemberian gelar adat kepada Dany Setiawan yang sangat kental nuansa politisnya. Namun akhirnya kegiatan tersebut tetap dilaksanakan karena adanya desakan dari pihak pemerintah Sumsel.
“Kami memiliki penilaian masing-masing terhadap calon pemimpin kami. Paguyuban tidak akan mampu menggiring kami untuk memilih calon pemimpin. Kami memilih sesuai hati nurani”, ujarnya menegaskan.
Johny juga meyakini jika warga asal Sumsel yang ada di Jawa Barat sudah sangat dewasa dalam berpolitik. Mereka tidak akan terpengaruh oleh ajakan orang lain untuk memilih pemimpin. Mereka sudah mampu menilai, menganalisa siapa calon pemimpin yang terbaik untuk masa depannya.
Kekalahan Incumbent pada Pilgub Jawa Barat setidaknya dapat menjadi pelajaran yang berharga bagi para Incumbent lainnya yang ingin bertarung. Termasuk Syahrial Oesman.
Ramainya acara dukung-dukungan, seperti dari paguyuban dan organisasi-organisasi, serta maraknya gambar-gambar atau spanduk, ternyata tidak menjadi jaminan kemenangan. Buktinya hampir setiap hari Dany Setiawan menerima berbagai macam dukungan, serta gambar-gambarnya sangat marak di seantero Jawa Barat, ternyata malah kekalahan yang ia peroleh. Karena saat ini rakyat sudah sangat pintar dan cerdas dalam memilih siapa pemimpin yang terbaik bagi masa depannya.
Ini sebaiknya menjadi pelajaran sehingga mampu diantasipasi. Sebab “Kalah itu sakit, Jenderal!”.
DIarsipkan di bawah: Berita Aktual, Peristiwa, Pilkada 2008, news | Tagged: nasiona;, news, Pilkada, sumsel
lalu bagaimana dengan GOLKAR-nya pak? dan lalu bagaimana dengan PKS-nya pak? koq tidak dijadikan fitur di tulisan ini?
GOLKAR PANIK!!! Wuahahahahahahaha!
([dot] diganti tanda titik)
Setelah Hade di Jabar, Syamsul Arifin-Gatot (Sumut) menang (quick count), GOLKAR kebakaran jenggot!!!
www[dot]detiknews[dot]com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/16/time/221521/idnews/924620/idkanal/10
Makanya, bersihin dulu ANteknya!!!
www[dot]detiknews[dot]com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/17/time/114020/idnews/924841/idkanal/10
Atau Alex Noerdin perlu keluar dulu dari Golkar kayak Syahrul Arifin beberapa waktu lalu?
www[dot]hariansuarasumut[dot]com/Berita-Utama/1696.html
kompas[dot]co[dot]id/read.php?cnt=.xml.2008.02.14.21521617&channel=1&mn=2&idx=240
Oportunis doung?? Ini sudah menjadi bukti, rakyat sudah kenyang dan muak dengan prestasi kepemimpinan GOLKAR!!!
www[dot]detiknews[dot]com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/17/time/115357/idnews/924855/idkanal/10
Dan, kader GOLKAR seperti biasa saling tuding cari kambing guling ups kambing hitam!!
www[dot]detiknews[dot]com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/17/time/115314/idnews/924859/idkanal/10
www[dot]detiknews[dot]com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/17/time/115314/idnews/924859/idkanal/10
www[dot]detiknews[dot]com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/17/time/115910/idnews/924866/idkanal/10
www[dot]detiknews[dot]com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/17/time/130254/idnews/924920/idkanal/10
www[dot]detiknews[dot]com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/17/time/135909/idnews/924970/idkanal/10
Semoga menjadi kajian serius Alex Noerdin beserta tim suksesnya. Perlukah ganti bendera ‘GOLKAR Perjuangan’?
Let’s doing a thing, don’t think nothing
Keep our Sumsel clean from ANteknya Golkar
di pilkada langsung….
bukan partai yang menetukan…
tapi pigur calon yang akan dipilih….
dan sebagai besar pilkada yang sudah dilaksanakan… calon incumbent… kebanyakan KALAH….
itu berarti….. Rakyat butuh PERUBAHAN…..
HIDUP PAK ALEX…..
kalu sudah jadi sumsel 1 nanti…. jangan lupa ruas jalan Pagar Alam ke Bengkulu di muluskan…. amien.
masyarakat kita cenderung emosional, dan selalu apriori, menilai sesuatu dari kepentingan pribadi atau golongannya, dan cenderung pendendam, dan tidak tau kewajibannya mendahulukan hak. tidak istiqomah. dan ikhlas. kontradiktif sekali dengan ajaran agama yang dianut, penuh kemunafikan. semuanya terkondisi oleh system negara yang tidak akuntabel dan pro rakyat. kita sendiri yang menciptakan pemimpin seperti sekarang. kalau di audit semua pemimpin dinegeri ini KKN, kalau system tidak dibenahi maka seribu pilkada dan pemimpin kayak apapun tak akan dapat memakmurkan negeri ini. kalau berani coba lakukan pembuktian terbalik kepada semua calon pemimpin pasti tidak ada yang bersih, jadi kita nilai aja siapa yang nilai kkn nya rendah dan otaknya jalan, kalo pintar hanya loby ke pusat sama juga boong soalnya uang sogok kepusat pasti uang hasil mencuri anggaran alias uang negara. coba buka rekening calon pemimpin dan kroni serta keluarganya mana KPK berani. siapa berani kayaknya kita perlu revolusi , kondisi kita suadah sekarat gak ada masa depan kecuali matiiiii. pak admin kayaknya bukan munafikun atau bunglon ya beri opini yang mencerdaskan rakyat semoga semoga tuhan masih sayang sam kita
Memang bukan jadi RAHASIO lg,
kalu setiap PILKADA Gub,Wako,
Bup,bahkan Kades.
Jarang sekali calon INCUMBNT pacak memenangke suatu PILKADA langsung.
Apalagi kalu calon INCUMBENT itu selamo menjabat banyak ngeBOHONGi masyarkat dgn janji2nyo waktu Kampanye dulu.
Kalu ado INCUMBENT yg pacak terpilih lagi,
itu pasti dikarenoke masyarakat dari berbagai tingkat ekonomi
dari wong kecik smpe wong menengah kepucuk bener2 ngerasoke apo yg diJANJIke samo calon INCUMBENT itu secaro NYATO.
Kalu masalah PARTAI,
skrg ini calon yg diusung PARTAI besak,
belum tentu pacak menangke calonnyo di suatu PILKADA.
Contohnyo PILPRES 2004 yg diMENANGKe SBY yg diusung Partai DEMOKRAT,
padahal wong seINDONESIA tau galo Kalu PDIP menang hampir diseluruh daerah.
Ternyato Rakyat itu memilih bukan kareno PARTAInyo tapi Figur PRIBADI dari Calon itu dewek.
Sbenernyo aq wong PDIP tp aq dukung H. ALEX NOERDIN
bukan kareno PARTAInyo,
sosok KEPEMIMPINANnyo yg Lebih ngeduluke kepentingan wong kecik.
BRAVO H. ALEX NOERDIN jadi
GUBERNUR SUMSEL 2008-2013.
Kalu HADE-
Ahmad Heriyawan
&
Dede Yusuf
menang diJABAR.
Bukan Idak mungkin
kalu jadi nian
SYAHRIAL BP PELIUNG menggandeng
TANTOWI YAHYA
jadi cawagubnyo
pacak Menang di Pilkada sumsel kagek.
Aq yakin kalu Pasangan SYAHRIAL BP
&
TANTOWI YAHYA
jd nian melok pilkada kagek pasti pacak ngikuti jejak HADE di Jabar.
Menang tanpa diduga semua pihak.
Masyarakat mak ini hari lah muak samo janji2.
Mending milih ARTIS yg sudh populer duluan.
Aku yakin Pendukung SO dan AN pacak jd STRESS GALO.
Siapa Supriadi…?
Jika Alex Noerdin terpilih menjadi Gubernur Sumsel, akankan Supriadi tetap menjelek-jelekkan pemerintahan Sumsel seperti saat ini?, anjing akan diam jika dikasih tulang, semoga saja…? (:
Judul nya salah, itu sahabatnya Cagub dari Golkar SUMSEL. Mereka sama-sama dari Golkar. Yang menang itu diusung oleh PKS, mudah2an yang diusung PKS di SUMSEL bisa menang seperti yang diusung PKS JABAR dan SUMUT. Amin
bagi kami rakyat kecil cuma berdoa semoga kita mendapatkan pemimpin yang amanah? itu bae… kalau calon pemimpin yang suka perempuan,, dan perempuan itu adalah istri orang… kami rakyat kecil sangat menyayangkan…. apakah ini calon pemimpin yang akan dipilih oleh rakyat sumsel??????? menyelingkuhi istri orang….?ach kiamat kite… kite memang memilih figur. figur yang baik… Wahai Warga MUba khususnya dan warga sumsel… hati2 memilih pemimpin… cari figur yang merakyat…. Hidup Syahrial Oesman… Calon Gubernur 2008-2013
Kepada Yth,
seluruh Simpatisan SO
untuk diketahui bersama :
1. Blog ini sengaja dibuat untuk Memprovokasi..dengan Tujuan Ahir adalah terjadinya perpecahan khususnya di tanah Sumatera Selatan ini, dan Indonesia pada umumnya.
2. Banyak sekali komentar – komentar (99,999 % ) dari simpatisan SO yg telah dihapus..karena mereka takut akan bangkitnya kesadaran para anggota forum akan fakta yg sebenarnya.
3. Tulisan yg mereka/admin sajikan adalah kampanye hitam dari kubu AN..dengan harapan dapat membentuk opini sesuai dengan yg mereka harapkan. tetapi kita / masyarakat lebih cerdas dari yg mereka duga..
oleh karena itu, saya menagajak rekan – rekan semua :
1. Mewaspadai bahaya laten yg ditimbulkan dari usaha provokasi blog ini
2. kita tidak perlu lg berkomentar karena akan sia – sia ( dihapus ) dan biarkan mereka berpesta memuja – muji AN..biarkan mereka tenggelam dalam mimpi..iklaskan saja..karena kita telah berusaha untuk mengingatkan.
3. Kepada rekan – rekan semua..teruslah berprestasi..gapai tantangan kedepan dengan wawasan dan skiil yg nyata..
Selamat Berkarya..Sukses Selalu
Hormat saya,
Wangga
O, o.. kamu ketahuan….
bwakakakahakakakahakaka…. Alex Noerdin pernah ga naik kelas!!!
Lihat hyuk di http://youtube.com/watch?v=ibwlALOLKgw
Pasti geli… lucu… ada orang bodoh teriak sekolah gratis…!!
Suara partai tidak indentik dengan suara simpatisan Partai, Bung.
Ingat Pilkada Palembang !!!. Berapa persen suara yang didapat Calon Walikota yang diusung Golkar dan PAN, seharusnya lebih kurang 40%
Yang pastinya, GOLKAR BINGUNG!
AN aja, waktu konsolidasi 6 partai pendukungny sampe bilang bgini, ‘YANG HARAM YAITU KEKALAHAN’
Yang pastinya, GOLKAR BINGUNG!
AN aja, waktu konsolidasi 6 partai pendukungny sampe bilang bgini, ‘YANG HARAM YAITU KEKALAHAN’
Emang dari Semua Pilgub di Indonesia, ada berapa yg dimenangi Golkar?
Di Jawa barat yg lumbungny sendiri aja kalah
kalo mengenai berjiwa besar. saya rasa SO lbh berjiwa besar ketimbang AN.
bayangkan aja kampanye di Telang, Istri camat yg sudah menjulurkan tangan untuk bersalaman di acuhkan.
apa salah istri camat sampai AN tak mau bersalaman dengan nya.
apakah pemimpin yg sombong sperti ini akan kita pilih…..
naudzubillah min dzalik….