Empat bulan sudah program Visit Musi 2008 berjalan. Acara pencangan tanggal 5 Januari lalu berlangsung meriah dengan biaya mencapai Rp.3 Milyar lebih di halaman Benteng Kuto Besak (BKB) menghadirkan grup-grup Band dan penyanyi ibukota yang dipilih Helmi Yahya. Saking meriahnya, acara pencanangan menjadi lebih terkesan seperti acara pesta tahun baru saja yang biasa diadakan oleh stasiun televisi. Tidak mirip pencanangan Visit Musi yang semestinya lebih menonjolkan aspek budaya lokal yang ditawarkan kepada masyarakat luar.
Dana yang sangat besar juga dianggarkan untuk seluruh program pendukung Visit Musi 2008 selama satu tahun penuh. Nilainya mencapai Rp.25 Milyar lebih. Tak tahu pasti kegiatan apa saja yang akan dilaksanakan dengan uang sebanyak itu. Nyatanya hingga bulan keempat pelaksanaan visit musi 2008, tak nampak kegiatan menonjol yang punya peranan dalam mendongkrak jumlah wisatawan dan meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.
Visit Musi 2008 yang merupakan ide Pemerintah Kota Palembang dan langsung didukung Pemprop Sumsel ini nampaknya kurang begitu matang perencanaannya. Visit Musi 2008 tidak dirancang menjadi sebuah tahun kunjungan yang membawa dampak positif yang besar bagi dunia pariwisata daerah serta meningkatkan perekoniman masyarakat.
Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sumsel tak banyak mengalami peningkatan. Kendatipun ada persentase peningkatan, namun hal itu bukan dampak dari pencanangan Visit Musi 2008. Para wisatawan yang datang ke Sumsel karena melihat sumsel cukup kondusif. Sebagaimana juga terjadi di propinsi lain, jumlah kunjungan wisatawan tahun ini memang naik. Tapi bukan karena adanya Visit Musi 2008.
Di lihat dari geliat dunia pariwisata lokal, manfaat visit musi 2008 juga kurang jelas. Ramainya tamu di hotel-hotel sama sekali tidak terkait dengan Visit Musi 2008. Mereka datang umumnya dalam urusan bisnis atau mereka berminat wisata ke Sumsel karena memang tertarik dengan propinsi ini, bukan karena gebyar promosi visit musi 2008 ini.
Bagi peningkatan ekonomi masyarakat setempat, keberadaan visit Musi 2008 juga tak memberi kontribusi berarti. Para pengusaha kecil dibidang pariwisata juga tak banyak terbantu dengan program yang menggunakan dana besar ini.
Pendek kata, Visit Musi 2008 yang dibiayai APBD puluhan milyar ini tak memberi manfaat yang nyata bagi Sumsel, namun lebih terkesan tidak berhasil alias Gagal. Besarnya uang yang dibelanjakan untuk kegiatan tersebut sangat tidak sebanding dengan manfaat yang dihasilkannya.
Bahkan diduga kuat jika program Visit Musi hanyalah program akal-akalan untuk mendongkrak popularitas dan ajang mengeruk keuntungan pribadi. Proyek-proyek yang berkaitan dengan Visit Musi selalu dijadikan ladang yang basah bagi para pengelolanya.
Cepat atau lambat, program Visit Musi 2008 harus dipertanggung jawabkan secara finansial kepada rakyat. Pihak penyidik dari Kepolisian, Kejaksaan atau KPK sebaiknya segera bersiap-siap untuk mengusut kasus-kasus yang berkaitan dengan program populis ini. Pasti akan ada korban yang mesti terkurung dalam terali besi kelak. Lihat saja.
DIarsipkan di bawah: Daerah, Kasus & Proyek, Peristiwa, investigasi, news | Tagged: news, Opini, sumsel

hahahahahaha . apo dio, katek katek sukses VISIT MUSI, ancur lagi ado . duitnyo dipake pak eddy buat calon walikota ini .. dibudikenyo ..
yansuri PAS !
Dari pertamo visit musi ini dak akor… launchingnyo dak sesuai dengan misi… ngapo nian seniman lokal idak dilibatkan…misalnya Dulmuluk atau bangsawan…paling idak wisatawan tu tau mano budaya dan seni sumsel,. bukannya nak nyingok nidji yang bijinya belah….
Ado nian Mang Din.!
Makmano wisatawan nak bekunjung ke Palembang.
Yang ditonjolke waktu Launching Visit Musi tu dak katek yg bau2 kesenian SUMSEL cuma Bajunyo bae yg kejingok an dari songket Palmbang.
Kalu nak nonton Band2 ibukota mendingan nonton TV drumah.
Yang penting kalu nak sukses Visit Musi tu,
bikinlah Palembang ni jdi Kota yg AMAN dari COPET, JAMBRET, MALING.
Yang wong Sluruh INDONESIA ni Lah tau galo.
Kalu PALEMBANG Banyak PREMAN apolagi sekarang dibeckingi SO dan ESP.
beberapa hari sebelum launching visit musi 2008, perhatian saya pada saat itu hanya tertuju pada KEPANIKAN!! para elite Palembang Sumsel…
sedikit Roll Back Story nya : Pak SBY saat menghadiri Pesta Petani di Banyuasin (Penas ke X??) beliau diberitahu bahwa di palembang akan diadakan acara launching pariwisata nasional yaitu Visit Musi 2008, tadinya acara ini akan dijadikan pusat nya launching visit2 yang ada di daerah laen. pengamatan saya waktu itu pak SBY tidak memberikan jawaban pasti, beliau tidak mengatakan Ya ataupun menolak dengan menjawab TIDAK. tetapi “DIAM”nya pak SBY diartikan laen oleh para elite kita. Bapak2 itu menganggap Visit Musi 2008 telah disetujui oleh RI-1 untuk dijadikan Centre Point Launching Visit Indonesia…
Penas KTNA Banyuasin masih berlangsung, para tim creative dari elite palembang mulai menjalankan “perintah” untuk menyukseskan acara visit Musi 2008 semua Event Organizer lokal dan Ibukota telah dihubungi dan sebagai Supervisor ditunjuklah Cek Helmi Yahya yang uda sangat berpengalaman.
Sisi Menariknya..
Biaya yg diperlukan ternyata tidak sesuai dengan apa yang ada pada anggaran Pemprov dan Pemkot. Saya membayangkan betapa repotnya Pak Karo Keu Pemprov dan Pak Kabag Keu Pemkot menutupi kekurangan anggaran yang ada…
pertanyaannya…
darimana lah beliau2 itu mendapatkan dana untuk menutupinya karena kita semua tahu bahwa Alur Kas Pemerintah telah di POS-kan pada pos-pos sebenarnya.. itupun harus melalui mekanisme pelaporan dan pertanggungjawaban di DPRD PROV dan DPRD kota. Apalagi nilai yang tercantum pada tulisan pak supriadi diatas sebesar 25 milyar!! berapa banyak biaya dari pos-pos pembangunan dan pos2 rutin pada setiap dinas prov dan kota yang dialihkan sementara waktu demi menutupi itu???
kembali ke awal tadi..
beberapa hari menjelang launching visit musi 2008 pak SBY menyatakan TIDAK AKAN MENGHADIRI acara tersebut dengan alasan masih banyak daerah yang tertimpa bencana pada waktu itu yang membutuhkan kehadiran beliau dibanding harus ikut PESTA DI SUNGAI MUSI..
Inilah yang menyebabkan KEPANIKAN!!! padahal sebelumnya bapak2 pejabat PasPamPres uda menyisir sungai musi radius 5 km persegi, hotel2 uda full booking, jadwal penerbangan uda on schedule, DISHUB Prov dan kota uda men-setting jalur2 yang bisa dan tidak boleh dilewati, rekan2 wartawan lokal dan ibukota uda siap tempur dengan peralatan dan amunisinya, hingga sopir2 mobil pejabat yang akan menghadiri acara itu telah dikarantina.Pak Kapolda, Kapoltabes, udah melakukan beberapa kali apel siaga, begitu pula dengan Bapak2 yang ada di Kodam beserta link-nya
Memang suatu hal yang wajar bila terjadi “kepanikan” jikalau pak SBY datang tentunya para Elite kita gk akan bingung mempertanggungjawabkan dana yang telah dikeluarkan nantinya, karena emang diperlukan biaya yang besar untuk mengamankan seorang SBY..
Negative-Snow Ball Effect pun berlanjut..
Pucuk Elite kita merasa semua jadi HAMBAR (kalu kato wong palembang Baru nak jatu cinto, belom pacaran, la putus pulo..) Seluruh Tim Creative sibuk mencari cara agar tetap berada dalam kondisi On Fire, The Show Must Go on.. dan gk mungkin dibatalkan..
jadilah Launching Visit Musi 208 terkesan asal WAH.. Asal Meriah, Asal heboh geetoo.. sedikit sekali makna Penonjolan Kedaerahan Sumsel yang dihadirkan..
The Thin Red Line…
Seluruh tim yang terlibat tidak memahami dan menjiwai makna dari VIsit Musi 2008 yang pada dasarnya mempromosikan apa yang Palembang Punya, apa yang Sumsel sediakan agar mata Indonesia bahkan dunia tertuju pada Sumsel.
Dua Komandan yang gagal dalam menetapkan Satu garis komando pada satu jalur before&after party Visit Musi 2008
terkesan dua Penunggang pada satu kuda saling tarik tali kekang kekiri dan kekanan dimana sang kuda tidak memakai kaca mata untuk bisa terus fokus menatap kedepan, bahkan sebaliknya sang kuda menatap lebar lingkungan sekitar yang ternyata uda pada pintar, akhirnya dua penunggang satu kuda berputar-putar tanpa ada penyelesaiannya…
ending…
kita memohon Kekuatan.. dan TUHAN memberi kita berbagai persoalan hidup untuk diselesaikan agar kita bertambah bijaksana…
(disadur dari Copy lembar buku harian salah satu staff Asuransi terkenal di indonesia.. pada satu meja CS di suatu bank pemerintah. Makasih Mbak.. )
visit musi ……………………???
itu cuma pencanangannya saja, sementara dananya gak tau dibuat untuk apa ……..he he he 100x
ibarat kata petani…saya mau tanam padi…perlu dana 10 juta…begitu dia dapet kucuran 10 juta……….eee…dio buat baliho..poster..nenggak band ibukota..sawahnyo masih kosong..ha ha ha ha
Bapak HanyaFakta, anda sepertinya punya kompetensi di dunia jurnalis. Andakah Riduan Tumenggung? Kalau iya, wah salut. Anda baru menulis sedikit benar di forum bapak Andang ini…
Bukankah Helmi Yahya itu kroni Alex Noerdin? Saya hanya curiga, jangan-jangan Helmi Yahya cs membuat kuda liar untuk menghancurkan hajatan besar pemprov dengan pembengkakan bujet promosi Visit Musi 2008. Yah namanya juga Pemerintah, banyak pihak yang ingin berkontribusi tapi dibenturkan oleh kepentingan partai. Sehingga ya seperti eksekusi Visit Musi 2008 ini yang memang berantakan…
Tidak salah kalau akhirnya Kompas pernah mengritisi pelaksanaan Visit Musi 2008 yang tidak jelas arahnya. Dari namanya saja salah, kalau memang mau merambah Sumsel kenapa Musi dibesar-besarkan namanya? Mengapa tidak mengambil nama Sriwijaya dijadikan nilai jualnya, sehingga Danau Ranau pun masuk dalam menu utama geliat wisata wilayah tertua ini.
Ingat, effort promo sebuah program pariwisata memang butuh bujet besar, contohlah Malaysia dengan trully Asia, Bali dengan kolaborasi agency di Singapura, juga Singapura dengan menjual aneka ragam program big sale alias obralan barang. Seharusnya, Visit Musi 2008, selain gencar di promo, juga gencar dengan langkah nyata. Tentu merambah ke plafon bujet yang tersedia. Dan langkah nyata ini butuh effort lebih besar lagi. Contoh, merangkul seluruh agency wisata di Indonesia bahkan dunia, merangkul hotel-hotel di Sumsel juga investor hotel Indonesia bahkan dunia, merangkul investor untuk peremajaan tempat wisata (entah dengan hanya pembersihan, rehabilitasi infrastruktur hingga program pengemasan tempat wisata), rehabilitasi sungai-sungai seluruh Sumsel agar bersih dan tidak bau, rekoordinasi jalur dagang PT Pusri, Pertamina dll yang menggunakan sungai Musi sebagai jalur transportasi andalan, mengakselerasi produksi rumah tangga masyarakat berupa industri empek-empek hingga kain songket khas Sumsel, pemberantasan premanisme dan tentunya peningkatan keamanan Sumsel (ingat, Sumsel terkenal dengan budaya Tujah!) hingga ke titik paling bawah yaitu peningkatan KESADARAN MASYARAKAT UNTUK MEMILIKI SUMSEL (sehingga kebersihan, keamanan, ranah usaha, budaya ramah-tamah diberdayakan dari individu warga). Tirulah Bali, semua masyarakat sadar akan pentingnya pariwisata, sehingga preman pun tidak berani memalak bule yang kesasar di suatu perjalanan, justru dibantu.
Siapkah masyarakat Sumsel seperti ini?
Visit Musi tetap harus melibatkan banyak pihak, bahkan hingga ke level masyarakat kelas bawah sekalipun.
Masukan ini bukan hanya ditujukan pemprov Sumsel, pemerintah kabupaten & kota seluruh Sumsel, tapi juga masyarakat Sumsel seluruhnya agar tercipta sense of belonging (rasa untuk memiliki) yang tinggi demi Sumsel kembali jaya seperti Sriwijaya dahulu kala.
Amien…. (eh bukan Al Amien Nasution apalagi Amien Rais ya? hehe)
bner nian uji pak nirwan . dak ngolake aku !
Assalamualaikum
Salah satu faktor memilih calon adalah :
TRACK RECORD
Jadi lebih bagus kita coba up load jejak karya yang sudah dibuat ke masyarakat oleh masing-masing calon, tidak hanya 5 tahun yang lalu , bahkan lebih bagus track recrod calon dari sejak muda sampai sekarang, disitu kita akan menilai mana yang memang betul-betul punya jiwa amanah peduli sosial dan track record bagus.
Wassalam
Kepada Yth,
seluruh Simpatisan SO
untuk diketahui bersama :
1. Blog ini sengaja dibuat untuk Memprovokasi..dengan Tujuan Ahir adalah terjadinya perpecahan khususnya di tanah Sumatera Selatan ini, dan Indonesia pada umumnya.
2. Banyak sekali komentar – komentar (99,999 % ) dari simpatisan SO yg telah dihapus..karena mereka takut akan bangkitnya kesadaran para anggota forum akan fakta yg sebenarnya.
3. Tulisan yg mereka/admin sajikan adalah kampanye hitam dari kubu AN..dengan harapan dapat membentuk opini sesuai dengan yg mereka harapkan. tetapi kita / masyarakat lebih cerdas dari yg mereka duga..
oleh karena itu, saya menagajak rekan – rekan semua :
1. Mewaspadai bahaya laten yg ditimbulkan dari usaha provokasi blog ini
2. kita tidak perlu lg berkomentar karena akan sia – sia ( dihapus ) dan biarkan mereka berpesta memuja – muji AN..biarkan mereka tenggelam dalam mimpi..iklaskan saja..karena kita telah berusaha untuk mengingatkan.
3. Kepada rekan – rekan semua..teruslah berprestasi..gapai tantangan kedepan dengan wawasan dan skiil yg nyata..
Selamat Berkarya..Sukses Selalu
Hormat saya,
Wangga