Pembangunan Ruas Jalan Tanjung Api-Api Harus Diawasi Serius

Kendati infrastruktur pelabuhan Tanjung Api-api hingga kini belum terbangun sama sekali, namun pemerintah propinsi Sumatera Selatan melalui Dana Dana yang bersumber APBN dalam beberapa tahun terakhir ini berkonsentrasi membangun akses jalan menuju kawasan yang dikenal dengan sebutan SECDe (South Sumatera Estern Coridor Developmen) tersebut. Ratusan Milyar sudah dikucurkan untuk membiayai mega proyek Multiyears itu. Hasilnya, jalan yang mulus dan lebar terbentang puluhan kilometer. Sangat nyaman dan menyenangkan.

Jalan Retakjalan bergelombang

Namun kendati demikian selalu saja ada hal-hal yang masih dirasa kurang dari pembangunan ruas jalan yang dikerjakan kontraktor kroni kekuasaan Chandratex bersama beberapa perusahaan join operation (Jo) ini. Diduga masih ada penyimpangan dalam pengerjaan jalan tersebut.

Kita lihat saja. Ada sekitar 3 titik yang secara kasat mata terlihat banyak retakan pada bagian Cor beton jalan. Retakan-retakan tersebut nampak disuntik dengan aspal namun hasilnya tidak memuaskan. Retaknya lapisan cor beton ini diduga karena kualitas adukan yang tidak memenuhi standar sehingga sebaiknya pihak pengawas proyek berani bertindak tegas dengan menyuruh kontraktor membongkar kembali bagian yang retak tersebut serta melakukan pengecoran ulang. Hal ini perlu segera dilakukan mengingat jika kelak diatas lapisan cor beton ini sudah digelar aspal maka retakan tersebut akan tertutupi sehingga kerusakan itu jadi tersembunyi.

Ada juga di sebuah titik di pangkal salah satu jembatan ditemui kondisi permukaan jalan yang baru dilapisi aspal hotmix telah rusak bergelombang. Diduga ini terjadi akibat lapisan pondasi jalan yang tidak kuat tak mampu menopang beban kendaraan diatasnya.

Pada titik-titik disekitar pangkal dan ujung beberapa jembatan yang ada di ruas jalan tanjung api-api ini juga pekerjaannya tidak maksimal. Penimbunan tanah dasar jalan tidak maksmimal sehingga hasil pengaspalan masih jauh dibawah ketinggian jembatan dan kualitasnya buruk.

Dari beberapa temuan diatas sebaiknya pihak pengawas proyek, penanggung jawab serta pihak pemerintah propinsi Sumatera Selatan segera turun tangan dan dapat bertindak tegas. Upaya pihak kontraktor yang mau mengakali proyek semestinya segera disikapi dengan sigap agar hasil pekerjaan bisa dinikmati lebih awet dan nyaman.

Kantor Kontraktor Proyek Tanjung Api - Api

6 Tanggapan

  1. harapan kami semoga PU-BM dapat berbenah diri ke yang lebih baik. mengenai adanya jalan2 yang sudah rusak/retak ataupun hancur, tlg segera diperbaiki.
    menurut berita yang aku dapatkan, katanya bulai Mei KPK akan membongkar kasus2 yang ada di PU-BM.
    demi kebaikan kita bersama tolonglah dibenahi dan diperbaiki.

  2. Dengan ratusan milyar rupiah pun belum cukup membangun jalan kawasan utara Sumsel! Mungkin malah butuh ratusan milyar dolar amerika. Seharusnya para kontraktor berikut insinyur sipil proyek ini tahu kalau karakter tanah utara bumi sriwijaya ini adalah mirip seperti rawa, yaitu cukup gembur. Nah, tiru dong pembangunan jalan raya yang ada di Free Port. Bukan cor beton seperti di jalan tol yang dilakukan tetapi dipondasikan oleh sebuah sistem floating tube bridge (segembur apapun tanahnya, pondasi jalanan masih bisa bersuspensi sehingga tidak mudah rusak atau retak). Nah ketololan itu terjadi di pembangunan ruas tol Grogol-Cengkareng menuju Bandara Soekarno Hatta, setiap tahunnya amblas lebih dari 3 cm!
    Semoga ini disadari oleh kontraktor dan para mas-mba insinyur yang bekerja disana.
    Dan semoga saja, insinyur2 Sipil Indonesia makin pintar soal karakter geografi bumi Indonesia!

  3. ir kita kan banyak yang karbitan .

  4. kita liatin aja deh jalan tanjung api-api bisa awet berapa taon.. (kayak jalan tol merak-jakarte kan lumayan lama tuh awetnya)
    waktu tak pernah dusta..

  5. Kepada Yth,
    seluruh Simpatisan SO

    untuk diketahui bersama :

    1. Blog ini sengaja dibuat untuk Memprovokasi..dengan Tujuan Ahir adalah terjadinya perpecahan khususnya di tanah Sumatera Selatan ini, dan Indonesia pada umumnya.

    2. Banyak sekali komentar – komentar (99,999 % ) dari simpatisan SO yg telah dihapus..karena mereka takut akan bangkitnya kesadaran para anggota forum akan fakta yg sebenarnya.

    3. Tulisan yg mereka/admin sajikan adalah kampanye hitam dari kubu AN..dengan harapan dapat membentuk opini sesuai dengan yg mereka harapkan. tetapi kita / masyarakat lebih cerdas dari yg mereka duga..

    oleh karena itu, saya menagajak rekan – rekan semua :

    1. Mewaspadai bahaya laten yg ditimbulkan dari usaha provokasi blog ini

    2. kita tidak perlu lg berkomentar karena akan sia – sia ( dihapus ) dan biarkan mereka berpesta memuja – muji AN..biarkan mereka tenggelam dalam mimpi..iklaskan saja..karena kita telah berusaha untuk mengingatkan.

    3. Kepada rekan – rekan semua..teruslah berprestasi..gapai tantangan kedepan dengan wawasan dan skiil yg nyata..

    Selamat Berkarya..Sukses Selalu
    Hormat saya,
    Wangga

  6. Ir.H. Syahrial Oesman Berkata : Bila Perlu Tangkap Saya

    JUMAT, 16/05/2008
    Sumber : Sripo Online

    PALEMBANG, SRIPO —Keseriusan Gubernur Sumsel Ir H Syahrial Oesman MM untuk mewujudkan pembangunan pelabuhan Tanjung Api-api (TAA) tampaknya tak main-main. Betapa tidak, dihadapan ribuan tamu undangan syukuran HUT Pemprov ke-62 di Griya Agung, Kamis (15/5), pria nomor satu di Sumsel tersebut menyatakan sikap tegasnya.
    “Bila perlu tangkap saya, asal pembangunan TAA bisa segera terwujud, sebab ada 7 juta masyarakat Sumsel yang membutuhkan fasilitas itu,” katanya.
    Menurutnya, kerja keras yang dilakukan Sumsel untuk menjadi wilayah lumbung pangan dan lumbung energi akan semakin optimal jika pelabuhan tersebut bisa beroperasi. “Bayangkan begitu banyak batubara asal Sumsel yang harus dikirim ke Lampung untuk kemudian disalurkan ke Jawa,” ungkapnya.
    Syahrial menegaskan, jika pelabuhan TAA bisa berjalan, pembangunan rel
    kereta api bisa terwujud, pelabuhan bongkar muat peti kemas di Banyuasin bisa terlaksana, terpenting akan banyak tenaga kerja yang terserap dalam program ini.
    Disinggung mengenai permasalahan kasus TAA yang saat ini diselidiki Komisi Pemberantaan Korupsi (KPK), Syahrial mengatakan terlepas dari kasus yang tengah dalam pemeriksaan pihak berwenang, izin pembangunan TAA semuanya sah dan sesuai prosedur. Namun, jika dalam pelaksanaannya terjadi gratifikasi (pemberian hadiah) mungkin saja terjadi. “Pembangunan TAA sudah sesuai dengan prosedur, mulai dari izin dan prosedurnya sah. Jika memang ada gratifikasi silakan saja diselidiki pihak mana yang memberikan, yang pasti bukan saya,” tegasnya.
    Besar harapannya pembangunan TAA bisa kembali berjalan, sehingga pembangunan pelabuhan ini tidak tersendat oleh penyelidikan KPK. Ia menilai Sumsel sudah selayaknya menjadi eksportir, sehingga keterpurukan tidak lagi terjadi di tanah yang kaya seperti ini.
    “Demi terwujudnya pembangunan TAA, saya bersedia berada dibarisan paling depan. Sehingga perjuangan yang telah dilakukan sejak zaman Belanda tidak sia-sia,” tegasnya.
    Nalco Pantang Mundur
    National Alumunium Corporation (Nalco) India Ltd, investor kakap asal India yang berminat membangun pabrik alumunium di Banyuasin pantang mundur menghadapi kasus yang tengah menimpa pelabuhan TAA.
    Demikian ditegaskan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel, Drs H Abdul Shobur SH MM. Menurut Shobur, kasus Tanjung Api-Api yang belakangan ini gencar diberitakan media massa tak mempengaruhi Nalco berinvestasi untuk membangun pabrik alumunium dan power plant di kawasan pelabuhan internasional itu. “Buktinya, mereka terus mempersiapkan kelengkapan administrasi di Departemen Perindustrian. Syarat-syarat agar bisa berinvestasi di Sumsel secara bertahap dilengkapi,” ujar Shobur.
    Ditambahkan, pihak departemen sudah memastikan kelengkapan administrasi tinggal Sumsel dapat meyakinkan Nalco. “Kita harus meyakinan mereka, pelabuhan Tanjung Api-Api selesai bersamaan dengan selesainya pabrik biji alumunium mereka,” ujar Shobur.
    Mengenai kelengkapan yang harus dimiliki Nalco, lanjut Shobur, mulai dari feasibility study (FS), Amdal dan dukungan Pemda setempat. Setelah kelengkapan itu selesai, menurut Shobur, Nalco dapat mulai action ke lapangan.
    Investasi Nalco mempunyai arti penting bagi pengembangan kawasan Tanjung Api-Api. Soalnya pabrik alumunium Nalco plus power plant akan dibangun di atas lahan 2000 hektare. Dengan investasi triliunan rupiah, tenaga kerja yang terserap diperkirakan 2.000 orang.
    Selain Sumsel, sebetulnya Nalco punya pilihan lain yakni Banten dan Kalimantan. Tapi karena pertimbangan jaminan bahan bakar batubara, air yang banyak, dan pelabuhan, Nalco memilih Sumsel.
    Untuk mengolah alumina yang didatangkan dari India, lanjut Shobur, Nalco butuh batubara 7 juta milimatrik ton per tahun. “Kebutuhan air 37 milimeter kubik per hari, yakni 12 ribu kubik untuk untuk smelter dan 25 ribu kubik untuk power plant. Kita perkirakan pembangunan pabrik akan berjalan 4 tahun, yakni 2 tahun proses MoU dan sisanya untuk pengerjaan proyek,” ungkap Shobur.
    Untuk diketahui, dalam proyek investasinya, selain dibangun pabrik peleburan alumunium dengan kapasitas 500 ribu ton perhari, Nalco juga akan membuat power plant dengan kekuatan 1250 MW guna sumber tenaga pabrik alumunium. Penggerak pembangkit listrik itu, diperlukan batubara untuk pengolah biji besi yang didatangkan dari India. (cw5)

Tinggalkan Balasan