Ada Upaya Politisasi, Pelantikan KPID Sumsel Batal


Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumsel adalah sebuah lembaga independen yang dibentuk untuk mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan dunia Penyiaran. Lembaga ini tidak boleh diseret ke ruang politik, namun harus bersifat netral dan profesional. Namun kenyataannya, upaya untuk mempolitisasi KPID terutama dalam penyusunan pengurusnya tetap saja terjadi. Akibatnya acara Pelantikan yang rencananya dilaksanakan siang tadi malah batal gara-gara adanya campur tangan politik penguasa yang terlanjur jauh.

Kisruhnya penentuan pengurus KPID Sumsel yang bakal dilantik ini terjadi saat detik-detik menjelang pelantikan. Gubernur Sumsel yang diwakili Wagub Mahyudin tiba-tiba menyodorkan daftar nama yang bakal dilantik melenceng dari hasil keputusan DPRD yang telah menetapkannya. Beberapa nama dari tujuh nama yang telah dinyatakan lulus tes oleh DPRD tiba-tiba dihapus dan digeser oleh orang yang hanya berada bangku cadangan. Tentu saja hal ini menimbulkan protes dan berakibat batalnya pelantikan.

Orang yang telah dinyatakan lulus seleksi namun hendak digeser tersebut adalah Ir.Syaiful Anwar, SH.MSI, dan Iwan Kusuma Jaya, SH,MHum. Posisi mereka digantikan oleh Dr.Isnawijayani mantan Ketua KPID lama dan Romi Apriansyah,S.Ag.

Diduga kuat Isnawijayani berusaha untuk tetap dipertahankan oleh Gubernur kendati dalam Fit and Proper test yang dilakukan DPRD posisinya berada di papan bawah. Sedangkan Romi yang berlatar belakang Wartawan Televisi juga hasil titipan Gubernur.

Dalam acara yang nyaris mulus ini tak nampak para anggota DPRD yang telah melakukan seleksi para pengurus KPID. Menurut seorang sumber, DPRD memang tidak diundang dalam acara tersebut.

Nama Iwan Kusuma Jaya yang akan dijegal Gubernur diduga alasannya karena ia dianggap sebagai orang dekatnya Alex Noerdin. Iwan memang pernah menjadi manajer Hotel milik Pemkab Muba di Sekayu beberapa waktu lalu.

Sedangkan Syaiful Anwar adalah seorang aktivis LSM yang dianggap terlalu vokal dan sulit untuk diajak kerjasama.

Wagub Mahyudin yang menyatakan pelantikan tersebut dibatalkan nampaknya tidak tahu menahu dengan penggeseran sejumlah nama tersebut. Ia pun justru kaget.

Beberapa tamu undangan yang hadir nampaknya harus kecewa terhadap acara tersebut. Tokoh Pers Sumsel H.Ismail Djalili nampak tak bisa menutupi kekecewaannya. Ia nampak sekali kesal kepada anak angkatnya, Isnawijayani. Bahkan entah disadari atau tidak Ismail Djalili sempat memaki Isna dengan perkataan “Kau Doktor Burit” sambil berlalu pulang.

About these ads

Satu Tanggapan

  1. langkah hukum yang dilakukan sangat tepat ”
    kepada yang merasa kecewa atas tidak dilantiknya, hendaknya dapat menahan diri…mungkin kesyksesabn anda hanya tertunda sementara saja.
    kami berkeyakinan klangkah hukum yang dilakuykan dapat berhasil….Selamat berjuang.

    Tegakkan Hukum di Bumi Pertiwi ini tanpa pandang Bulu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 747 pengikut lainnya.