Ikut Pilkada Perlu Modal Besar


Untuk mendapatkan suatu yang kita inginkan tentu kita mesti rela berkorban. Harta, tenaga, pemikiran, keringat, air mata hingga darah. Itulah yang dinamakan perjuangan.

Demikian juga bagi seseorang yang menginginkan jabatan tinggi seperti jabatan Walikota Palembang, tentunya perlu banyak pengorbanan yang ditumpahkan. Yang jelas, modal besar adalah salah satu faktor utamanya.

Beberapa kandidat Walikota Palembang yang akan bertarung dalam Pilkada nanti memang diprediksi telah memiliki persiapan modal yang sangat cukup. Eddy Santana, Walikota Palembang saat ini telah memiliki persediaan yang cukup banyak. Sedangkan perjuangannya mencari dukungan hingga saat ini Eddy Santana masih mendompleng uang APBD, sedangkan uang pribadinya belum dikeluarkan.

“Pak Eddy masih menggunakan APBD untuk kegiatannya, sedangkan uang dia sendiri masih belum dikeluarkan. Nanti setelah waktunya tepat, baru dihamburkan”, ujar Rahmad seorang Tim Sukses dari Eddy Santana.

Kandidat walikota lainnya yang katanya memiliki cukup banyak persediaan modal untuk mencapai kemenangan adalah Ir.Sarimuda. Sejak satu tahun lalu Sarimuda telah mengeluarkan uang dengan jumlah yang sangat banyak. Ia mengucurkan bantuan-bantuan untuk kelompok amal kematian, mesjid-mesjid, kelompok pengajian, masyarakat miskin hingga membiayai tim suksesnya. Jumlahnya yang telah terkucur bisa puluhan milyar rupiah. Dan menurut seorang tim sukses Sarimuda kepada Wartawan, uang tersebut adalah murni uang pribadi Sarimuda.

“Pak Sarimuda uangnya banyak. Jumlahnya bisa sepuluh kali jumlah uang Eddy Santana. Kendati Sarimuda telah mengeluarkan uang banyak terus-menerus tapi kami yakin persediaan modalnya tidak akan habis hingga waktu pemilihan nanti”, ujar Kodir seorang Ketua RT di Palembang yang memilih jadi tim sukses Sarimuda karenamerasa simpatik dengan calon tersebut. Dari Sarimuda ia mendapat honor Rp.300 ribu diambil tiap tiga bulan sekali.

Sedangkan calon-calon lainnya diprediksi tak memiliki modal yang banyak untuk membiayai kegiatannya hingga hari pemilihan nanti.

Salah satu calon yang nampaknya mulai kesulitan permodalan adalah Yansuri calon Walikota yang diusung Partai Golkar. Yansuri saat ini menjabat Ketua DPRD Palembang. Namun masalah keuangan Yansuri belum mampu menyaingi Eddy Santana apalagi Sarimuda.

mobil yansuri mobil yansuri 1

Diduga karena kesulitan keuangan inilah tadi siang Mobil pribadi Yansuri, Nissan Terano bernomor BG-1-YS terparkir di halaman rumah Paulus Ten seorang pengusaha keturunan Tionghoa di jalan Mayor Ruslan Palembang. Menurut seorang sumber, Yansuri datang menemui Paulus bermaksud untuk menjual sesuat, entah tanah atau rumah, kepada Paulus.

Wartawan yang melihat mobil Yansuri terparkir di halaman dan dikawal mobil organisasi pemuda KBPPP, langsung menyambangi rumah Paulus. Di ruangan dalam terdengan suara Yansuri ngobrol dengan Paulus dan isterinya. Namun setelah tahu kedatangan wartawan, Paulus langsung menemui wartawan di ruang depan. Paulus tidak mau berkomentar tentang siapa orang yang ada di dalam tersebut. Ia juga tak membantah saat ditanya bahwa Yansuri ada di dalam. Paulus juga tak mau mengatakan apa maksud kedatangan Yansuri ke rumahnya itu.

Yansuri sendiri nampaknya memilih sembunyi dalam rumah Paulus tersebut. Ia tak bersuara lagi dan diam hingga wartawan pergi.

Seorang sumber lain menduga jika kedatangan Yansuri tersebut untuk meminjam uang kepada Paulus untuk tambah-tambah modal Pilkada ini.

“Mereka kan sudah berkawan baik sejak lama”, ujar sumber tadi.

About these ads

24 Tanggapan

  1. cobo kito berhitung, masa jabatan gubernur/walikota tu cuma 5 th (=60 bulan) kalu gaji Gubernur kito besak kela 50 juta/bln (data terakhir menrt kabag anggaran Depkeu gaji gub cuma 8,4 jt/bln) maka selamo menjabat dio cuma dapat 3M. Walikota mak itu pulo kalu gajinyo kito besakke tarokla 30 juta/bl ( data terakhir menrt kabag anggaran Depkeu gaji wako cuma 5.88 jt/bln) berarti 5 thn dpt 1,8 M. Nah kalu utk dpt jbatan itu cabup/cawako la ngeluarkan duit puluhan miliar, trs makmano nak balikken modal? kuraso kito la tau galo jawabannyo. Yang pasti sangat dak mungkin mrk tu cuma nak kerjobakti bae….. alangke lolonyo!!

  2. pilkada langsung sekarang ini merupakan panen rakyat tiap lima tahun sekali, tentunya diiringi oleh hiruk pikuk pilkada bupati,walikota dan gubernur.
    disana sini posko2-timses-bantuan dari sang calon dll. tiba saatnya nanti rakyat mendapat cipratan rezeki dari kandidat2 .
    pola pilkada langsung ini ada baiknya, karena rakyat kecilpun ikut menikmati bage2 uang dari sang calon, tentunya amat baik jika dibandingkan pemilihan via dprd , pola pilih melalui opintu dprd kurang bisa dirasakan oleh rakyat, karena uangnya hanya mengalir di korsi2 di kalangan dprd..

  3. aku sekarang udah nabung terus…
    nanti kalu la banyak duit aku nak nyalon gubernur jugo…dan punyo cito2 bangun masjid termegah diasia tenggara serta bangun pesantren termegah di Indonesia…..
    berapo kiro2 yang perlu disiapkan ?….
    200 M…. Cukup ?….
    300 M……Cukup ?…..
    tolong doanyo……
    siapo yang siap jadi wakilku ?…..
    ayo daftarlah ke Emailku…!

  4. Oi kalo cak itu lemak cubo dulu jadi bupati di MUBA jingoklah kan banyak perusahaan asing mako pacak ditegik’i. Taroklah kito main itung2an lagi berapo kiro2 duit yang dibutuhkan :

    - Iklan di koran tiap hari kiro-kiro 3juta nah paling dikit 4 koran = cuma 7.000.000 tiap hari. AKu mulai iklan bulan Agustus sampe Agustus jadi 1 tahun ==> 210.000.000 x 12 bln= cuma 2.520.000.000 (2,520 milyar bae…)
    - Beli mobil untuk posko berobat gratis yg dicagakke didepan rumah sikok mobil hargonya 200jt. Aku punyo 3 = 200.000.000 x 3= 600.000.000
    - Nyetak2 spanduk se Palembang anget = 1.000.000.000.000 (alangke banyak nol nyo ni?)
    - Nyetak sgalo banner dll = 5.000.000.000.000
    - Arak2an MUBA HANGTUAH sikok mobil 500rb, sikok motor 150rb menurut klaim dio bawa 200 mobil ditambah 2000 motor (katonyo…. siapo yg percayo? awak sepi mak itu arak2annyo. Rame di depan bae. Katek yg tau pulo itu piala appo? sok heboh dan PEMBOROSAN) ==> Mobil 200×500.000= 100.000.000 ditambah motor 2000 x 150.000 = 300.000.000 SEDANGKE HADIAH MENANG CUMA 15 JUTA HAHAHAHA….
    - Ngadoke foto bersamo di atrium mal untuk 3 hari ==> sewo tempat 300.000.000, trus door prize untuk tv ==> 5.000.000 tambah kulkas ==> 3.000.000 dll total ke lah 15.000.000. Manggel Mario Lawalata 50.000.000. Sikok uwong dienjuk goody bag yg isinyo jam ado muko dio, tas yg jugo ado muko dio, buku pake muko dio, wadah muko dio sikok tentengan taroklah 200.000 klaim dibagike buat 4000 uwong jadi total 800.000.000. GRAND TOTAL FOTO dgn MUBA HaNGTUAH= 1.165.000.000.000 (1,165 milyar mangcek cuma buat foto bae…ck…ck…ck…)
    - Ngadoke nonton bareng ayat2 Cinta di PIM GRATIS!! ==> 1 studio 250 kursi x 25.000 = cuma 6.250.000/ studio. Dio sewo 4 studiox 2 pemutaran jadi 8 x 6.250.000 = cuma 50.000.000 saja utk pemilih pemula.

    Cubo kito total dulu yang ini bae ye… kito jingok dulu…
    GRAND TOTAL beberapo kegiatan dipucuk jadi 10.785.000.000.000 cuma 10,785 milyar bae…

    Gaji Bupati paling idak 6.500.000/ bulan (cuma 6.5 juta bae… sisonyo dapet negik’i uwong…) Oi memang butuh duit banyak nian mak ini ari jadi Comas pecaknyo menurut perhitungan kau pas lah punyo 200 atau 300 milyar tapi duit galo ye bukan daun…

  5. setuju nian aku dengan komentar awaktu kantong kering, paling idak rakyat dapat obat gratis masalah sembuh apo idak itu laen urusan, rakyat dapat sembako walaupun cukup untuk sehari duo dan dapat hiburan goyang-goyang dangdut dengen penyanyi yang aduhai2 walaupun cuma nonton bae….

  6. komentar agus…duh jangan asal ngomong dong.Kampanya pak alex noerdin adalah murah meriah tapi membantu rakyat.
    ARAK2AN SFC KEMAREN ADALAH DENGAN MEMAKAI UANG RAKYAT:INGET MAS,KAMPANYE SEPERTI PENGOBATAN GRATIS ITU ADALAH AMAL UNTUK MASYARAKAT.BANYAK BERAMAL;BANYAK PULA YANG MENJADI DONATUR KAMPANYE UNTUK ALEX NOERDIN.INGAT SAJA;SEMAKIN KITA BERBAGI REZEKI DENGAN ORANG LAIN,SEMAKIN BANYAK REZEKI YANG DATANG KE KITA TANPA TAHU DARI MANA:JADI KALAU MAU MENUDUH SESEORANG;PIKIR2 DAHULU MAS AGUS:

    SAYA RASA KARENA PAK ALEX SUDAH TERKENAL KEDERMAWANANNYA DAN NIATNYA HANYA UNTUK MENSEJAHTERAKAN RAKYAT;MAKANYA REZEKI BELIAU MENGALIR TERUS SEPERTI AIR TANPA HARUS KORUPSI:

    beliau tidak akan bodoh dong,memakai uang rakyat untuk kampanye.Inget hukum karma mas agus,jangan asal menuduh.Rezeki seseorang akan terus mengalir kalau memang digunakan untuk jalan yang benar.Tuhan itu maha adil.Kita tidak akan jatuh miskin kalau membantu orang.Ada saja jalannya.

  7. uang tersebut dari rakyat, makanya dikembalikan dan dibage2kan ke rakyat. Tempatnya ya APBD. dari rakyat untuk rakyat…seru juga ……
    lebih seru lagi kalu kelak aku jadi Gebernur :
    Rumah2 kumuh disumsel ini tidak boleh berdiri bangunan rumah yang kumuh2, semua rumah harus baik dan enak dipandang mata.,, kalu mereka tidak mampu aku keluarkan adari apbd..karena aku punyo nurani kareno apbd itukan punyo rakyat.

    kesimpulan : hambur2 , bage2 uang untuk rakyat, sah2 bae…kareno uang apbd itu punyo rakyat….
    tapi bagenyo harus adil rato….
    ..
    siapapun yang jadi pejabat pasti melakukan hal yang sama…..
    kalu dak percayo cobolah jadi pejabat..
    dari itu makonyo aku nabung terus kareno kelak aku mau jadi GUBERNUR SUMSEL>>>Periode :2013-2018=====
    Tolong Do’a Nyo.

  8. Mau Menang … :Insyaa-Allah.
    aku punya canel Paranormal/ orang A’alim kelas WAHID>>>>>>>>>> Silakan hub …aku siap bantu…..

  9. Mas Rahardi, arak2an SFC mah ga pake bayar. Semua orang ikutan dengan sukarela kok. Cuma pas di finish aja ada Trio Macan tapi wajarlah kan hadiahnya 1,5 M trus menangnya dua piala pula total dapet 3 Milyar rupiah . Kemenangan ini sejarah pertama kali terjadi di Indonesia Raya tercinta ini jadi wajar bae semua uwong nak ikutan ngarak…

    Beda pula dengan MUBA Hangtuah itu. Ga tau kompetisi apa, menangnya gimana trus tau2 menang eh mo bikin arak2an di Palembang. Uda pake nama MUBA Hangtuah tapi di MUBA nya sendiri ga ngadain arak2an. Kan lucu banget tuh?? Uda gitu semua yang ikutan ngarak pake dibayar, uda gitu hadiahnya cuma 15 JUTA doang hahahahahahahahahahahahahahahahahahaha….. WHAT A JOKE!!!!

  10. kompetisi kobatama itu namanya mas agus..
    itu kompetisi bola basket tingkat nasional..kan ada di koran trus kobatama itu udah lama lagi berlangsungnya..makanya,pengetahuannya diperluas dulu gitu loh…sya mahasiswi yang seneng basket,dan sah2 aja dong kalo saya seneng banget waktu klub muba jadi juara kobatama..mana pemainnya gak ada yg dari luar negeri yang dibayar mahal kayak sfc.Saya kan pencinta produk lokal lho..hehehe…

    terus mas agus kok duh sewotnya deh,mau mereka cuma menang 15 juta kek,2 milyar kek,yg ngarak dibayar atau gratisan..emang kenapa mas?kan nggak pake duit mas ini bayarnya?kok jadi sewot sih..???hihihi

  11. aku salut sama mas agoes, bicara nya kayak orang gila asal omong aja. menurut saya mas agus orang yg tidak melihat kondisi MUBA dan kenyataan di lapangan jadi ngomong nya asal jablak aja. or jangan-jangan mas agoes ini adalah tim sukses “SO” kayaknya setiap commentar yang memuji keberhasilan MUBA dan Alex Nurdin di caci makinya habis-habisan. Kalau dilihat dari sikap Kayaknya Bpk. Alex Nurdin lebih berwibawa dibandingkan SO. Cara bicaranya lebih sopan dan jelas. Soal Dana Alex , Beliau itu bukan hanya Bupati saja tapi Beliau memiliki banyak usaha yang dikelola secaara keluarga dari turun temurun. So nggak usah pusing dech mikirin dananya dari mana. Sekali lagi salut u Bapak Alex Nurdin. Maju Terus. Anjing Menggonggong Kafilah tetap Berlalu.

    masalah media kayak nya bukan hanya BP yg berat sebelah terhadap salah satu calon.
    tapi harian lokal lain pun kayak nya lebih memihak dan berat sebelah.

    kenapa kayak SO dan ES sangat kompak
    itu karena untuk menutupi kesalahan masing-masing selama menjabat.

    semoga Allah melindungi orang yg teraniaya dan terzalimi.

    Buat mas agoes Insaf lah dan kembali lah kejalan yang benar dan semoga tuhan memberi mu hidayah
    biar tidak selalu menghujat orang.

    peace…

  12. “BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM”

    KAMI “ALUMNI PONDOK MODERN GONTOR” YANG ADA DI KOTA PALEMBANG SIAP MENDUKUNG TERWUJUDNYA KEMENANGAN IR.H.SARIMUDA,MT DALAM PILKADA KOTA PALEMBANG PERIODE : 2008-2013.

  13. amien…
    kita sama-sama berdoa demi kemenangan pak sarimuda.
    HIDUP SARIMUDA!!!

  14. PAK SARIMUDA LA LAMO DAPET SLOGAN, MANTAP .
    SEKARANG BARU TEDENGER SLOGAN PAK EDDY, YAITU DAHSYAT . PLAGIAT KAH ?? BUKTI, BAHWA SARIMUDA LEBIH MAJU PIKIRANNYA DARIPADA EDDY ..

  15. IR.H. SARIMUDA,MT- DRS.H.IQBAL ROMZI…..IS OKE..

  16. sekali SARIMUDA tetap SARIMUDA…
    CALON PEMIMPIN YANG MERAKYAT DAN BERPIHAK PADA RAKYAT KECIL.

  17. ya, MANTAP !

  18. oke sangat SARIMUDA YANG MANTAF Pilihan Kito Bersamo.
    Dengan lapang dada mari kito Coblos H.SARIMUDA.

  19. setuju . mantap ..

  20. MOHON MAAF BILA KURANG BERKENAN
    Kami menawarkan kerjasama pembuatan Kaos murah harga mulai Rp.3.900 . Untuk kampanye pilkada atau Pilpres
    bergambar Calon anggota DPR/DPRD , Bupati, Gubernur, Presiden

    Gambar calon Disablon dengan sistem transfer print atau sablon digital full colour

    Produk yang kami tawarkan : bahan kaos putih dgn gambar calon di depan ( 1 muka )

    Kaos lengan pendek

    Bahan PE Double = Rp. 8.500,-
    Bahan PE Single = Rp. 5.800,-
    Bahan HIGET Super = Rp. 5.000,-
    Bahan HIGET Biasa = Rp. 4.100,-
    Bahan HIGET Tipis = Rp. 3.900,-

    Kaos Lengan Panjang

    Bahan PE Double = Rp. 10.500,-
    Bahan PE Single = Rp. 7.200,-
    Bahan HIGET Super = Rp. 6.200,-
    Bahan HIGET Biasa = Rp. 5.300,-
    Bahan HIGET Tipis = Rp. 5.100,-

    Kaos Wangki / Krah Lengan Pendek

    Bahan PE Double = Rp. 10.000,-
    Bahan PE Single = Rp. 7.500,-
    Kaos Wangki / Krah Lengan Panjang

    Bahan PE double = Rp. 12.000,-
    Bahan PE single = Rp. 8.700,-

    Pembayaran DP min 75% – 100 % (kontrak didepan notaris)

    harga belum termasuk ongkos kirim

    Untuk Bahan selain warna putih misal Full Kuning penambahan harga Rp.150
    Untuk kombinasi Misal Lengan Kuning dgn Badan Putih R.50

    hub. hendra 022-70045297
    Jl.pada asri I No.7 padasuka Bandung

  21. pak coba tawar samo PAK SO

  22. hebat nian berita hari ini di radar palembang. pak alex selingkuh dengan bini kawan anaknyo. dak nyangko. uwong yang selamo ini kito kiro alim, bahkan ado yang ngomong sifatnyo kayak rosulullah (kato uwong yang muji belebihan), pacak selingkuh dengan bini uwong. foto – foto jugo sudah beredar di masyarakat. laki betino tu sekarang minta perlindungan samo Forum Betawi Rempuq (FBR). caknyo mulai tebuka galo uwong yang ngaku – ngaku sifatnyo mirip rosul. alhamdulillah ya allah sudah membukakan mato kami.

  23. Ada yang menarik soal pemberitaan di Rakyat Merdeka 30 mei 2008
    (I paste-in lagi ya..)
    BAHARUDDIN ARITONANG, ANGGOTA BPK
    “Masih Banyak Yang Dicuekin”

    BADAN Pemeriksa Keuangan (BPK) merasa senang bila hasil auditnya terkait dugaan penyimpangan anggaran di daerah ditindaklanjuti aparat penegak hukum.
    “Kalau benar hasil audit BPK terkait dugaan penyimpangan anggaran di Pemda Musi Banyuasin masuk penyelidikan di KPK, ya tentu kami senang. Tapi terus terang, banyak yang dicuekin aparat hukum mengenai audit BPK,” kata anggota BPK, Baharuddin Aritonang kepada Rakvat Merdeka, di Jakarta, kemarin.
    Bekas anggota DPR itu menyarankan KPK agar berkoordinasi dengan aparat penegak hukum lainnya. Sebab, biasanya masvarakat itu melaporkan temuan BPK itu ke semua aparat hukum.
    “Sebaiknya koordinasi dengan Polri dan Kejagung supaya tidak tumpang tinddih penanganan suatu kasus,” ujarnya.
    Dikatakan, minimnya tindak lanjut temuan BPK yang berindikasi korupsi di sejumlah daerah akibat kinerja aparat hukum yang lambat. Padahal, pasal 26 ayat (2) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Keuangan Negara dengan tegas menyatakan adanya sanksi pidana dan denda bagi yang tidak menindaklanjuti hasil pemeriksaan BPK.
    Meski ada aturan, lanjutnya, masih banyak hasil audit BPK di seluruh daerah tidak ditindaklanjuti aparat hukum. Misalnya saja, selama tahun 2005 dan 2006.penyelewengan uang negara Rp 33 triliun dari 4.775 kasus. ■ WIS

    JOJOHN PANTAU menemukan fakta berupa data BPK tahun anggaran 2006! Silaken daripadanya untuk mengunduh di BPK-Badan Pemeriksa Keuangan (sssst, klik saja disitu…). Buruan, mumpung belum didelet oleh pihak yang kebakaran jenggot!
    Berikut intisari dari laporan anggaran Musi Banyuasin anggaran 2006 (baru tahun itu saja lho, belum 2001, 2002,2003,2004,2005,2007…)

    Dalam melakukan pemeriksaan keuangan ini, BPK RI mengungkapkan kondisi pengendalian
    intern Pemerintah Daerah Kabupaten Musi Banyuasin yang telah BPK RI muat dalam Laporan
    Hasil Pemeriksaan atas pengendalian intern nomor 91.a.3/S/XIV.2/06/2007 tanggal 13 Juni
    2007.
    Dari pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Tahun
    Anggaran 2006, ditemukan beberapa hal material sebagai berikut:
    1. Status kepemilikan beberapa aset tanah tidak jelas dan belum dicatat dalam Neraca Daerah
    Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin sehingga penyajian aktiva tetap di Neraca Daerah
    lebih kecil dari yang seharusnya sebesar Rp1.028.146.992,00.
    2. Realisasi Belanja Seketariat Daerah, Badan Pengelola Keuangan Daerah, Belanja Bagi
    Hasil dan Bantuan Keuangan serta Penunjang Operasional Bupati dan Wakil Bupati tidak
    didukung bukti yang lengkap sebesar Rp4.638.928.000,00 sehingga mempengaruhi
    kewajaran Laporan Keuangan Daerah.
    3. Biaya Pengelolaan/Penatausahaan Keuangan Daerah tidak didukung bukti yang lengkap
    dan menyalahi ketentuan sebesar Rp1.028.500.000,00 sehingga mempengaruhi kewajaran
    Laporan Keuangan Daerah.
    4. Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan untuk Instansi Vertikal tidak sesuai ketentuan
    dan tidak didukung bukti yang lengkap sebesar Rp7.951.770.250,00 sehingga
    mempengaruhi kewajaran Laporan Keuangan Daerah.

    Hasil Pemeriksaan atas Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas dan Catatan
    Atas Laporan Keuangan TA 2006 yang disusun oleh Pemerintah Kabupaten Muba serta surat
    dari PT Bank Sumsel Nomor 107/SKY/1/B/2007 kepada Kepala Badan Pengelola Keuangan
    Daerah (BPKD) Kabupaten Muba perihal Konfirmasi Kas Daerah diketahui bahwa per tanggal
    31 Desember 2006, Pemerintah Kabupaten Muba memiliki beberapa rekening di PT Bank
    Sumsel, untuk menampung kas daerah baik berupa rekening umum kas daerah dan beberapa
    rekening khusus dana perimbangan atau rekening khusus lainnya. Rincian rekening yang
    diakui Pemkab Muba per tanggal 31 Desember 2006 sebagai berikut:
    No. Nama Rekening Nomor Rekening Jumlah (Rp)
    1. Kas Daerah Tingkat II (Umum) 149-30-00001 Rp 99.383.033.083,18
    2. DAU 149-30-00002 Rp 6.488.115.014,02
    3. DAK Dana Reboisasi TA 2004 149-30-00008 Rp 40.624.224,00
    4. DAK Bid Infrastruktur 149-30-00011 Rp 0,00
    5. DAK Bid Kesehatan 149-30-00012 Rp 0,00
    6. DAK Bid Perikanan&Kelautan 149-30-00013 Rp 0,00
    7. DAK Bid Pendidikan 149-30-00014 Rp 0,00
    –> LHO KOK KOSONG?? HABIS BUAT SKULLAH GRATISS??
    8. DAK Bid Pertanian 149-30-00015 Rp 0,00
    Jumlah total Rp 105.911.772.321,20

    Hasil konfirmasi dari BPKD diketahui bahwa untuk TA 2006 semua rekening bank
    yang menyimpan kas daerah sebesar Rp105.911.772.321,20 belum ditetapkan dengan Surat
    Keputusan Bupati, namun hanya berupa surat permohonan pembukaan rekening giro kepada
    pihak PT Bank Sumsel yang ditanda tangani oleh Kepala Bagian Keuangan Setda Kabupaten

    Di buku ini juga ditemukan fakta bahwa:
    1. Biaya Penunjang Operasional Bupati dan Wakil Bupati dalam Biaya
    Jasa Lainnya serta Biaya Perawatan dan Pengobatan Tidak Didukung
    Bukti yang Lengkap Sebesar Rp252.500.000,00 (ada di halaman 30)

    2. Biaya Pengelolaan/Penatausahaan Keuangan Daerah Tidak didukung
    Bukti yang Lengkap dan Menyalahi Ketentuan Sebesar
    Rp1.028.500.000,00 (ada di halaman 39)

    3. Pembayaran Pekerjaan Pembangunan Jaringan Listrik Desa Nusa
    Serasan dan Desa Peninggalan Tidak Berdasarkan Kondisi Senyatanya
    dan Harus Dikenakan Denda Keterlambatan Sebesar Rp233.623.950,00 (ada di halaman 50)

    4. Pengeluaran-pengeluaran dari Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan sebesar
    Rp3.185.475.050,00 yang dikeluarkan tidak sesuai peruntukannya diantaranya
    digunakan untuk bantuan kepada pribadi seperti biaya pendidikan, wisuda, biaya umroh
    dan uang sakunya yang merupakan hadiah bupati, transport kepada ketua tim penggerak
    PKK, karangan bunga atas nama bupati, pemberian Tunjangan Hari Raya untuk instansi
    vertikal, peringatan HUT dan nonton bareng final world cup 2006.

    5. Realisasi Belanja Tidak Terduga Menyalahi Ketentuan Sebesar Rp4.295.122.918,00

    6. Pembuatan Website http://www.alexnoerdin.com Rp. 12.500.000,00 (ada di tabel halaman 162 tentang Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan yang Direalisasikan untuk Kegiatan Bupati/Wakil Bupati nomor 192)
    –> coba deh kita klik situsnya, tidak ado!!!! mantap……
    7. SPJ TIDAK ADA BUKTI PENDUKUNG Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan senilai 3.656.446.000,00! (ada di halaman 154) dan Pengeluaran Tidak Sesuai Peruntukan Rp 3.185.475.050,00! (ada di halaman 157) ?????!!!!!?????

    Huhuuy!!!!

  24. Ini jelas jelas pintah , lihat saja degan jelas di kaca mobil ada stiker gambar Edy dan Romi, dan saya M yansuri tidak pernah punya mobil dg BG 1 YS ( TERANO ) dan yg saya punya mobil dinas nisan patrol BG 2 A plat merah, kl plat hitam nya BG 2 YS , mobil pribadi TERANO BG 17 YS, dan saya pun tidak pernah punya kenalan warga keturunan bernama Paulus di Jl Mayorluslan…..TERIMAH KASIH ATAS FITNAH YA …SEMOGA YG MEMBUT FITNAH INI DI AMPUNI ALLAH SWT, DAN KELUARGANYA SENANTIASA DILINDUNGI ALLAH UNTUK KEMBALI KEJALAN YG BENAR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 744 pengikut lainnya.