Proyek-proyek Dermaga Ponton 2007 Memprihatinkan


Tahun 2007 lalu dari anggaran APBD Propinsi Sumatera Selatan dikucurkan dana untuk pembangunan puluhan dermaga dari ponton besi yang tujuannya untuk memperlancar sarana transportasi di perairan Sumsel. Namun pada pelaksanaannya dari sekian dermaga yang telah selesai dikerjakan itu kondisinya kurang memuaskan. Bahkan ada diantaranya yang memprihatinkan.

Salah satu proyek dermaga yang nyaris menjadi insiden saat peresmian oleh Gubernur Sumsel adalah dermaga ponton yang terletak di daerah Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir.

Kondisi pekerjaan dermaga ini memang  memuaskan. Di bagian sandaran jembatan penghubung sejak sebelum acara peresmian sudah diketahui kropos dan nyaris patah. Karena terlanjur akan diresmikan, kerusakan dermaga itu sengaja ditutupi oleh kain tenda. Pihak Dinas Perhubungan Sumsel yang menjadi penyelenggaran peresmian tersebut sudah mengingatkan agar besi tersebut tidak disandari.

Ketika acara peresmian tiba, ratusan warga tumplek memadati lokasi. Tak sedikit warga yang bersandar pada besi sandaran sehingga terjadi insiden patahnya besi sandaran jembatan sehingga menyebabkan sejumlah warga hampir jatuh ke sungai. Kejadian ini jelas membuat kaget rombongan gubernur. Mereka tak menduga jika dermaga besi yang sepertinya kuat  kenyataannya rapuh.

“Baru mau diresmikan  saja sudah roboh, bagaimana jika sudah lama, pasti hancur”, ujar seorang warga yang mengaku kecewa dengan hasil pekerjaan dermaga yang nampak sangat asal-asalan ini.

Tak Sesuai Spek

Menurut beberapa orang warga, patahnya sandaran dermaga yang mau diresmikan tersebut adalah disebabkan karena buruknya kualitas pekerjaan dermaga tersebut.

“Ponton tersebut dibuatnya di daerah sekitar jembatan kramasan sana. Pembuatannya bukan dilakukan di tempat khusus seperti dok kapal, melainkan hanya di lahan kosong pinggir sungai dengan peralatan seadanya”, ujar Komar, warga Pemulutan yang mengaku tahu persis proses pengerjaan dermaga tersebut.

Padahal seharusnya yang namanya pembuatan dermaga untuk umum dengan dana besar seperti itu harus dilakukan di Dok atau lokasi perusahaan perkapalan yang berpengalaman. “Ini nampaknya kontraktornya tak punya modal dan pengalaman di bidang pembuatan ponton. Mereka cuma bawa mesin las listrik dan mempekerjakan beberapa orang tukang las”, ujar sumber tersebut menambahkan.

Wajar saja jika hasil pekerjaannyapun berantakan dan asal-asalan saja. Komar juga menduga jika pekerjaan dermaga tersebut tidak memenuhi spek yang ditentukan. Misalnya ukuran plat besi yang semestinya tebal 10 mili cuma digunakan yang 8 mili. Belum lagi dari besi-besi tulangan rangka yang dibuat lebih jarang. Ini semua untuk mengakali penggunaan besi yang seminimal mungkin sehingga memperoleh untung sebanyak-banyaknya.

Gimana pak Benarkan?

kampanye di perairan?

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 744 pengikut lainnya.