Syahrial Menang 64 Persen Menurut Puskaptis


Kedepan kehidupan politik Sumsel nampaknya akan semakin diramaikan dengan munculnya hasil-hasil survey tentang siapa saja bakal calon Gubernur yang bakal unggul pada Pilkada mendatang  yang dilakukan oleh lembaga-lembaga survey yang kini banyak bermunculan, terutama menjelang kegiatan Pilkada. Lembaga-lembaga tersebut umumnya berdatangan dari Jakarta.

poto jumpa pers

Hari ini salah satu lembaga yang mengatasnamakan sebagai Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) membeberkan hasil survey-nya kepada para Wartawan yang sengaja diundang jumpa pers di Rumah Makan Sari Ratu, komplek Pertokoan Mandiri, jalan Kapten Rivai  Palembang.

Ir.Husin Yazid, MSi, Direktur Eksekutif lembaga ini  mengaku telah juga melakukan survey pada Pilkada di DKI dan Banten beberapa waktu lalu dengan hasil survey sangat mendekati angka akhir hasil Pilkada  disana.

Berdasarkan survey mereka yang dilakukan belum lama ini di Sumsel, Puskaptis menempatkan Syahrial Oesman memperoleh 64 persen pemilih, sedangkan Alex Noerdin hanya mengantongi 36 persen saja.

Selain itu pasangan calon yang disukai warga Sumsel adalah 57 persen Birokrasi-Akademisi, 30 persen Birokrasi-Birokrasi, 11 persen Birokrasi-Militer dan hanya 2 persen Birokrasi-Tokoh.

Sedangkan dari kalangan Akademisi yang diunggulkan sebagai calon paling populer adalah H.Mayuddin, Wagub Sumsel sekarang dengan perolehan 59 persen.

Dari sini sudah nampak ada upaya untuk menggiring opini jika pasangan Syahrial (Birokrasi)  dengan H.Mahyuddin (Akademisi) adalah pasangan yang paling serasi.

Nampaknya Puskaptis dalam melakukan survey ini sangat terfokus pada dua calon Gubernur saja, yaitu Syahrial dan Alex yang saat ini sedang bersaing secara terbuka. Puskaptis tidak berusaha menggali peluang munculnya tokoh lain selain mereka berdua.

Justru munculnya nama Harun Alrasyid dengan 2 persen suara menunjukkan jika hasil survey tersebut tidak mengindikasikan suara warga Sumsel. Sebab kemunculan nama Harun Alrasyid dirasakan sebagai satu keanehan. Nama Harun AlRasyid sangat tidak populer di Sumsel. Ia hanya sekedar mantan Sekda di Muba yang di kabupaten itu sendiri tidak begitu populer.  Warga di kabupaten lain pasti tidak tahu itu.

Tidak Percaya

Beberapa warga Palembang yang ditemui Wartawan berpendapat jika mereka tidak percaya dengan hasil survey Puskaptis ini.

“Itu seperti survey-survey-an saja pak”, ujar Kholidin Warga Perumnas Sako. Menurut pria tersebut, kendati tidak melalui suvey pun, warga Sumsel sudah banyak yang memprediksi jika Syahrial akan lebih unggul dari Alex. Tapi kalau survey tadi tak ubahnya hasil orang menduga saja, bukan hasil suvey beneran.

“Sebab kalau namanya survey mesti melakukan kajian terhadap berbagai kemungkinan yang sekecil apapun. Bukan warga ditanyai apa mau pilih Syahrial Oesman atau Alex Noerdin. Bisa  saja saat itu orang menjawab asal saja”, ujar Kholidin lagi.

Hal yang hampir sama juga diakui Syaripudin warga Bukit Besar. Ia mengaku sependapat jika Syahrial Oesman yang bakal paling unggul dari pada Alex Noerdin, namun ia sangat tidak percaya dengan survey yang dilakukan Puskaptis tersebut.

“Sekarang siapapun di Sumsel bisa mengaku telah melakukan survey secara akurat dengan kemenangan Syahrial diatas 60 persen dan Alex hanya dibawah 40 persen saja”, ujar Syarifudin.

Akan Muncul Hasil Survey Lain

Jika hari ini Puskaptis menyatakan bahwa hasil survey lembaganya menempatkan Syahrial 64% dan Alex 36%, bisa saja besok lusa akan muncul pula lembaga survey lain yang mengaku telah melakukan suvey secara akurat dengan kemenangan yang berbeda atau bisa malah sebaliknya.

“Kita khawatir terjadinya bermacam-macam hasil survey yang beragam sesuai keinginan pemesan, sehingga citra lembaga survey akan jatuh dan masyarakat tak akan percaya lagi dengan kerjaan macam begitu”, ujar Syaripudin. Tapi, rakyat sudah tahu dan pandai membaca,  kemana arahnya, tambahnya.

Semoga Pilkada Sumsel tak dijadikan ajang kesempatan untuk cari duit orang-orang Jakarta dengan mengatasnamakan survey.

About these ads

81 Tanggapan

  1. Kami IKSS Lahat (Ikatan Keluarga Seganti Setungguan) mendukung, dan memenangkan Pak Syahrial Oesman untuk menjadi gubernur SUMSEL 2008-2013……hidup pak Syahrial….

  2. IKSS galo2 apo cuma Bapak be??hehe..peace Pak..

  3. 64%….!!? aaiiy… ck bakal kalah kwan kito yg sikok tu…!? hehe

    SS 1, tetap Syahrial

  4. DiPERTANYAKAN….???HASILNYO…!!!

    kita cari pemimpin BARU dengan BUKTI yg sudah ada selama ini….!!!
    BEROBAT GRATIS….?NYATA UTK RAKYAT…!!!
    SEKOLAH GRATIS….?MEMBUAT WARGA KITA PINTER…!!!LEMAK KAN KALO…..
    terbukti dalam karya, 5tahun GRATIS SEKOLAH!!!
    Siapo pencetusnyo….?! ALEX NOERDIN BE,,,

    COBLOS YAAA…..

    SUMSEL PASTI MAKMURRRR….

    HIDUP…..

    ALEX NOERDIN…..

  5. A=Aku
    I=Ini
    R=Rakyat
    P=Pendukung
    A=Asli
    S=Syahrial Oesman

    Jelas Syahrial menang…wong pemimpin yang bijak dan terbukti pembangun di sumatera selatan sukses
    dak salah lagi Syahrial itulah yang menang

    Kami Keluarga Besar AIRPAS Siap mendukung Syahrial Oesman (PESOS) Pendukung Syahrial Oesman Saja

  6. Jangan buyan igo jadi uwong….kendaknyolah Nak siapo bae yang jadi gubernur dak jadi soal, yang penteng itu siapo yang siap mensejahterakan dan memakmurkan rakyat dari keadaan sebelumnyo…jadi jangan umpat-umpatan cukup ditelek bae siapo yang kiro2 best of the best dari calon yang ado..coblossssssss

  7. Kami kelamin (kelompok anti memilih noerdin) mengucapkan terima kasih kepada supriadi yang membuat blog ini, yang walaupun dia sepertinya tim sukses AN tetapi blognya ini malah menunjukkan kepintaran relawan SOHE dan membuktikan kegoblokan tim ses AN. Pengalaman kami di Belitang, mari tim ses SOHE dimanapun menguasai suara perempuan. Dua isu calon gubernur adalah Korupsi dan selingkuh. Nah kaum perempuan tak peduli korupsi. Sebelum SO divonis di pengadilan (apalagi hanya batas saksi TAA) perempuan di belitang tak peduli, tetap kagum, apalagi tau kalau di MUBA masalah penjualan hak explorasi energi ke pihak luar negeri bau KKN juga. Nah isu selingkuh AN benar-benar pukulan telak. Mereka minta pembuktian terbalik, AN harus buktikan dia gak bersalah, bukan malah nutup-nutupi masalah, sedangkan SO dak punya isu selingkuh. Masalah money politic juga aman, di belitang sudah ada kesepakatan….ambil uangnya, jangan ambil zinahnya. jadi gak mungkin milih AN. Selamat sosialisasi serupa. Kami itung SOHE pasti menang. Tapi pengen meyakinkan dia menang telak supaya kalo ada protes ALDY soal pilkada ini itu gak berlaku karena selisih suara terlalu jauh. Menangkan 70% kan nampar banget.buat timses AN yang ngaku relawan, di posko relawan ungu depan punti kayu KM 7 Palembang tiap relawan digaji 500 ribu sebulan plus uang makan kalo ngumpul. Bagi relawan dan posko dimana pun yang mau gak dibayar berarti uangnya dikorup ketua posko. tagih aja. Tiap posko relawan ungu ada budget buat yang aktifnya, kalau kalian gratisan, berarti ditipu ketua posko…bakar aja poskonya…..

  8. Apakah kelebihan barrack Obama dari Hillary? Kemampuan membangun image. Dan 60% Image itu dibangun dari pencitraan tokoh yang bagus di internet dan pengungkapan keburukan lawan politik (negative campaign)atau malah fitnah (black campaign). Dan 80% pemain internet yang mendukung Obama independent, murni karena simpati pada dia, bukan tim sukses yang dibayar dan nota bene mau ikut gerbong kemenangan saat dapat jabatan. saya Lula, gratis, non budgeter, dan yang saya sampaikan negatif campaign, fitnah takut dosa, astagafirullah kalau fitnah. Dan negatif campaign terutama soal adik AN dr zulkarnain MKes kepala dinkes KOta Palembang dan dr. Martina anak Ayuk AN kepala Puskesmas Ariodillah yang selalu korupsi tak terkontrol di instansi masing-masing adalah hasil ngobrol-ngobrol dengan anggota inspektorat Pemda Palembang yang takut ngungkapkan karena ancaman AN. So, berapa persen pendukung AN yang independent dan no budgeter? Saya kira gak banyak. Denagn harta 600 sampai 1200 milyar AN bisa beli siapa saja, gak mungkin mau bela-belain penzinah mati-matian tanpa uang. Rugi banget. Ada uang, abang sayang…uang AN habis, pasti ditendang

  9. makasih mas supriadi yang buat blog ini. Mas timsex om alex, tapi jadinya blog ini banyaklah ungkapkan kebukurukan dia. Dia sekarang sibuk dari tenda ke gedung jelaskan ke rakyat jangan percaya fitnah soal perselingkuhan. Padahal saya keluarga siska dan om alex seminggu minimal 1x ke rumah siska dan anak-anaknya. Mereka udah nikah siri, kenapa gak diungkap aja biar rakyat menghargai kegentlement-annya. Atau golkar alihkan aja eddy yusuf jadi gubernur, mahyudin jadi wagub lagi. Ya, daripada ada calon penzinah, ya calon lempem tua-tua gak papalah. Yang muka yang berkarya….yang tua kelaut aja bezinah…salam olahraga!!!

  10. Issue Keruntuhan Aleks
    (IKA)

    Tulisan ini bermaksud agar bisa menjadi bahan pertimbangan bagi siapa saja yang selalu aktiv mengikuti arus perkembangan politik pilkada di Sumsel. Memang, status saya bukan seorang ahli strategi, atau pakar anlis. Akan tetapi, saya mempunyai sebuah bukti dan bahan-bahan yang dapat dipublikasikan lewat jaringan internet ini. bukit-bukti yang saya maksud adalah sebuah rangkaian dari gejala sosial politik masyarakat Muba. Gejala-gejala social-politik ini jelas akan memberikan pengaruh pada masa depan Aleks yang mencalonkan diri untuk maju sebagai gubernur Sumsel.

    Tulisan ini saya mulai dari sebuah poin-poin yang saya dapatkan dari berbagai sumber baik bersifat orang-perorangan yang saya rangkum dalam berbagai dialog dan diskusi serta informasi yang berkembang diarus masyarakat. Selain itu, saya juga mendapatkan sebuah gejala sosial yang mempunyai keterkaitan antara kebijakan pemerintah dan masyarakat di Muba. Oleh karena, itu saya perlu memaparkan dalam poin-poin yang lebih netral sehingga menjadi bahan pertimbangan bagi setiap orang untuk menentukan pilihannya. Selain itu, barang kali pembaca tulisan ini sangat terbatas. Bahkan, sangat mustahil bagi masyarakat awam untuk membaca tulisan saya ini. mereka tidak mempunyai media untuk meng-akses- tulisan saya ini. Akan tetapi, saya hanya ingin mengatakan bahwa para pengambil kebijakan politik baik itu secara parpol, ormas, institusi-institusi,kelompok dan lain sebagainya agar mereka berpikir ulang dalam mengambil kebijakkannya.

    Pada bagian ini, saya ingin menuliskan beberapa issue negative yang berkembang terhadap Aleks Nurdin. Issue-issue ini tidak ada yang mempertanggung jawabkannya. Akan tetapi, Issue ini benar-benar massif dan berkembang ditenggah-tenggah masyarakat. Hanya saja, ada sebuah perbedaan yang cukup signifikan arus issue antara warga Muba dan diluarnya atau kabupaten lain. Baiklah, saya mulai dengan berbagai issue-issue yang berkembang ditenggah-tenggah masyarakat Muba. Artinya, issue-issue ini saya dapatkan melalui masyarakat itu sendiri lalu saya tuliskan dalam tulisan ini.

    Pertama, issue yang paling santer di masyarakat Muba adalah Aleks N adalah seorang misionaris Kristen. Mengapa issue ini semakin merebak dan meluas ditenggah-tenggah masyarakat ?. Jawabnya adalah “ RSUD- Sekayu, menjadi salah satu Basis Pengembangan kristenisasi yang dipelopori Makson sebagai Direktur RSUD, Selain itu Keuangan RSUD di pegang langsung oleh istri Makson, dan ada pertemuan bulanan yang bertopengkan Evaluasi Medikal berkelanjutan untuk menggeser Aqidah muslim. Dan pusat Josua projeck adalah Sekayu-Muba, Aleks dijanjikan kemenangan mutlak dari suara Kristen dan mendapat dukungan dana dari kaum Misionaris. Tolong disebarkan ke teman di Muba”.

    Pernyataan diatas beredar lewat Hanphone melalui Sort Message Send (SMS). Issue tersebut tidak beridiri sendiri, karena memang masyarakat juga merasakannnya. Dari mulai managemen RSUD, pasien sampai kemasalah keuangan dan seterusnya terjadi perubahan yang sangat drastis dari sebelum dan saat diduduki oleh Makson. Contoh : managemen terhadap tenaga kesehatan. Mereka dimintak membuat surat pernyataan bersedia untuk tidak digaji selama beberapa bulan, dan tidak menuntut kepada managemen RSUD. Kondisi tersebut, membuat TKS tidak betah dan banyak sekali yang mengundurkan diri dari RSUD. Bahkan, hampir berapa persen tenaga TKS yang mengundurkan diri. Kondisi ini ternyata memang disetting agar TKS-TKS yang keislamnya baik menjadi tidak betah untuk lama-lama bertahan di RSUD. Karena banyak yang keluar, maka managemen RSUD menerima terus TKS-TKS yang baru dan mereka adalah notabene misionaris-kristen yang berasal dari berbagai daerah. Bahkan, dokter-dokter muslim juga tersinggkir oleh dokter-dokter Kristen yang mereka rektrut.

    Managemen pelayanan terhadap pasien juga terjadi perubahan yang sangat drastis. Tepat jam 11. 30 WIB. Pintu-pintu Sal-sal dikunci, tidak ada menerima tamu dan tidak boleh keluar masuk dari hingga pukul 14.00 WIB. Lalu,setelah itu dikunci lagi atau dilarang membesuk bahkan penjaganya pun tidak boleh mengurus pasien atau benar-benar diistirahatkan dari pukul 15.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB. Mempehatikan jam-jam tersebut, jelas bahwa sangat menghambat penjaga pasien atau keluarga untuk melaksanakan shalat berjamaah di musholah.

    Perubahan tersebut jelas mendapatkan alasan terhadap semakin yakinnya masyarakat bahwa di RSUD telah semakin beraninya agenda kristenisasi, bahkan tidak segan-segan mereka memutar lagu-lagu pembaktian. Permasalahannya adalah bahwa masyarakat tidak hanya sebatas itu. Mereka juga ikut memahami apa yang sedang terjadi di RSUD ? mereka mengalami, karena semakin hari-semakin terasa nuangsa kristennya. Padahal, mayoritas di muba adalah Muslim. Juga mereka para pegawai juga mayoritas muslim. Apa tidak ada muslim yang bisa memimpinya ?. Apa Aleks tidak bisa menggantinya ? dan mengapa Aleks sangat meng-anak emaskan Makson ?. Inilah yang menjadi pembahasan poin kedua.

    Kedua, issue yang berkembang ditenggah-tenggah masyarakat Muba tentang kuatnya tangan Makson di RSUD adalah karena Aleks berhutang budi dengan Makson. Berhutang budi apa ?. Ini dia issue yang berkembang !. Aleks terindikasi korupsi di RSUD sebesar Rp 85 Miliar. Oleh karenanya, KPK akan segera turun tangan dan memeriksa terhadap kasus tersebut. Karena KPK akan turun, maka Aleks yang sudah mempunya plan masa depan politiknya berusaha untuk menjaga imagenya ditenggah-tenggah publik dengan berbagai cara.

    Cara yang diambil oleh Aleks adalah dengan melakukan mou dengan Makson. Mou-nya adalah apabila Makson berhasil menyelematkan kasus ini, Makson dapat menduduki jabatan sebagai direktur RSUD. Makson berhasil menyelematkan kasus tersebut sehingga KPK tidak berhasil menemukan adanya korupsi di RSUD tersebut. Pertanyaanya adalah bagaimana Makson menyelematkan Aleks ?. Inilah yang sangat penting. Metode yang digunakan oleh Makson adalah dengan menutupi uang kurang tersebut dari dana Vatikan –Roma. Dana tersebut berhasil didapatkan dari misionaris yang berpusat di Roma. Dan KPK tidak bisa berbuat banyak, uang tersebut saat diperiksa cukup. Tidak terjadi korupsi. Nah, inilah awal segalanya bagaimana Makson berhasil duduk sebagai Direktur RSUD.
    Di intitusi tersebut bercokol berbagai misionaris-misionaris yang menjadi penggaman kepentingan politik Aleks. Tentu saja, kerjasama yang saling menguntungkan. Demo-demo masyarakat Muba di Jakarta bagaikan suara anggin saja. Tidak bisa di tindak lanjuti. Seolah mandul. Demo menuntut agar korupsi di Muba dituntaskan dan lain sebagainya. Issue-issue tersebut tidak bisa naik melalui media. Walaupun demikian, issue-issue tersebut semakin ramai di bicarakan oleh masyarakat. Mereka bukan pegawai, guru, petani, mahasiwa dan pelajar. Dan siapa saja. Mereka mempunyai modal untuk membaca profil Aleks.

    Bentuk penolakan warga terhadap profil Aleks sudah semakin nyata dan terang-terangan. Tidak lagi sembunyi-sembunyi, bahkan saya mendapatkan cerita dari tetangga saya. Tetangga saya menceritakan bahwa ia mendapatkan info ini dari keluarganya yang ada di Pandopo kecamatan Sungai Keruh. Peristiwa yang sangat memalukan. Saat Aleks akan mencalonkan Bupati, kedatangan Aleks disambut dengan meriah dan antusias oleh Masyarakat. Akan tetapi, setelah ia terpilih dan rencana akan sosialisasi pemilihan gubernur ini terjadi perubahan drastis. Masyarakat tidak lagi antusias mendatangi kunjungan Aleks. Mereka mempunyai frame berpikir bahwa Aleks seorang pembual. Banyak berjanji tetapi tidak ditepati. Bahasa kampungnya adalah janji kemarin belum terpenuhi sudah mintak tolong lagi. Kapan Aleks bisa nolong kita ?. kerjanya, minta tolong terus. Itu issue yang berkembang.

    Terkhusus peristiwa di Pandopo adalah terjadi pembohongan publik. Dalam arti, janji Aleks untuk memakmurkan pasar rakyat ternyata itu tidak benar. Gedung-gedung bagus, indah dan besar itu adalah milik orang-orang keturunan. Mereka membangun untuk kepentingan bisnisnya, sedangkan penduduk asli hanya bisa berjualan diemper-emperan. Sedangkan, janji awalnya adalah masyarakat kecilah yang akan mendapatkan tempat yang lebih baik. Warga hampir saja mau berdemo, tetapi mereka belum siap dengan keadaan yang sangat refresif di Sekayu. Mereka tidak bisa berdemo atau berkutik di Sekayu. Mediapun juga tidak antusias menuliskan demo-demo di masyarakat Muba.

    Ketiga, issue yang sangat sensitive adalah tentang pendidikan gratis. Kenyataan dilapangan menjadi hal yang sangat delimatis. Guru-guru sering terlambat mendapatkan honor, wali siswa terkesan maunya semua gratis bahkan baju kaos saja mereka anggap gratis. Oleh karenanya, sandungan-sandungan kecilpun antara masyarakat dengan pengelolah pendidikan semakin besar akhirnya. Wali siswa menggap dinamakan gratis adalah bebas seluruhnya. Anggapan inilah yang membunuh karakter Aleks sendiri. Bahkan, para guru juga kadang kala menyalahkan kebijakan Aleks tersebut. Mereka mendapatkan perlakuan tidak baik dari wali siswa.

    Yang penulis ingin sampaikan adalah justru yang tersudutkan adalah Aleks Nurdin karena ialah yang melakukan kebijakan tersebut dan menjadikannya komuditas politik. Akan tetapi, komuditas politik tersebut justru menjadi busuk sebelum bisa diambil manfaatnya secara luas. Busuk karena, wali siswa menyalahkan para guru yang terkesan tidak terbuka terhadap dana-dana sekolah. Tetapi, guru-guru juga berkilah tentang makna gratis tersebut. Dan saya rasa, makna pendidikan gratis tersebut juga sudah cukup dipahami yakni gratis dari tagihan SPP saja yang selama ini memang ditarik. Artinya, cost untuk keperluan pendidikan lainnya juga masih tetap dibutuhkan. Akhirnya, wali siswa yang notabene adalah masyarakat awam lainnya mengatakan : bohong gratis, nyatanya anak saya sering minta uang untuk biaya sekolah. Biaya ini, biaya itu. Jadi, tanggapan masyarakat tentang pendidikan gratis tersebut sebenarnya nol (0). Bohong. Dan issue tersebut dikembalikan kepada pengambil kebijakan daerah yakni Aleks N. jadi, simpati masyarakat terhadap Aleks juga berpengaruh. Yang jelas, mereka tidak percaya adanya istilah pendidikan gratis. Itu saja yang mereka pikirkan, entah apapun alasan dari sekolah, departeman, juga bupati.

    Keempat, issue yang juga sangat krusial adalah istilah pengobatan gratis. Pengobatan gratis disini ternyata tidak terbukti. Nyatanya, masyarakat masih membayar dengan uang mereka jika mereka berobat. Kecuali, berobat dalam hal penyakit-penyakit ringan seperti flu biasa, demam dan lain sebagainya. Akan tetapi, jika sudah di RSUD mereka tidak menemukan adanya istilah gratis. Mereka direpotkan oleh sering tidak adanya obat yang tersedia di RSUD. Akhirnya, warga harus mencari obat ke apotik yang ada diluar RSUD. Tentu saja, obat tersebut di tebus dengan uang. Nah, masyarakat akhirnya bertannya. Kesehatan gratis itu yang bagaimana ?.

    Image yang muncul ditenggah-tenggah masyarakat adalah pengobatan gratis tersebut adalah pengobatan yang sering dilaksanakna di acara-acara baksos. Ada perawat dan beberapa obat-obatan ringan. Ternyata, obat gratis sebagaimana yang didenggung-denggungkan adalah kebohongan belaka. Masyarakat bahkan merasa dipersulit untuk mendapatkan berbagai jenis obat, karena di RSUD tidak tersedia walaupun itu beli. Jadi, masarakat semakin besar rasa kecurigaan selama ini. Pengobatan gratis hanya sebuah bahan kampanye, sekarang hanya orang-orang diluar Muba saja yang termakan issue pengobatan gratis. Selain itu, masyarakat Muba sudah benar-benar mengalami bagaimana berurusan dengan pengobatan gratis atau kesehatan gratis.

    Kelima, issue yang paling kuat beredar juga masalah akhlak dan kepribadian Aleks sendiri. Beberapa issue seperti Aleks itu sombong, congkak, dan pendendam serta bengis. Issue-issue ini sudah masuk ke pada masalah pribadi. Ia mengakui bahwa alumni SMA 2 N hamper 85 persen diterimah di perguruan tinggi, nyatanya hanya 10 persen saja yang diterimah di perguruan tinggi. Bahkan, terindikasi kelulusan siswa SMA N 2 unggul sangat kecil tahun ini jika tidak dibantu secara langsung oleh tim sukses. Issu beredar pula seperti Aleks itu pernah mengatakan saat ia akan menjadi calon bupati ia mengatakan bahwa “ Dirinya dicalonkan dengan pasangan kera (monyet) sekalipun akan tetap menang”. Inilah issue-issue yang juga beredar ditenggah-tenggah masyarakat. Masyarakat tidak menerima pernyataan-pernyataan seperti itu, akan tetapi masyarakat belum siap untuk menunjukkan dari implikasi dari pernyataan tersebut. Mereka lebih pada perlawanan tersembunyi.

    Tersebarnya pengakuan seseorang yang hancurnya bahtera keluarganya akibat berselingkuh dengan Aleks Nurdin dengan isteri orang tersebut. Kasus-kasus ini memang tidak naik kemedia secara masif, akan tetapi keberadaan issue-issue tersebut menyebabkan kredibiltas Aleks juga turun. Bahkan, ada yang menyatakan bahwa jika Aleks tidak berani menuntut balik orang yang melakukan pengakuan tersebut maka artinya Aleks benar-benar melakukan hal itu. Buktinya, Aleks tidak menuntut balik orang tersebut. Dengan kata lain, masyarakat mempercayai kebenaran issue tersebut.
    Adanya issue terindikasi ijazah palsu juga semakin memperburuk citra Aleks. Walaupun tim dalam Aleks mengalihkan issue bahwa tuduhan ijazah palsu tersebut merupakan upaya lawan atau kompetitor politik sehingga masyarakat tidak percaya begitu saja dengan tuduhan tersebut. Lagi-lagi, masyarakat tidak tahu menahu, yang jelas mereka hanya mendapatkan info dari media bahwa adanya indikasi ijazah palsu sedangkan kompetitornya tidak. Itu saja.

    Keenam, pembangunan yang laksanakan adalah gaya Seoharto. Artinya, otoriter dan memaksa tunduk pada kebijakannya. Inilah yang terjadi di Muba, termasuk mengadaikan Muba dengan berhutang keluar negeri. Atau terlihat bagus diluar, tetapi keropos didalam. Banyak melakukan tidakan represif terhadap lawan politik lokalnya dengan melakukan mutasi secara membabi buta terhadap lawannya. Bahasa kampungnya gaya politik Seoharto tersebut adalah “ Makan pisang masak , -maaf- jalat (anus) kait onak”. Ini adalah gambaran yang diberikan masyarakat kepada Aleks. Ia sering melakukan pemberian secara instant seperti kain sarung, uang THR, dan lain sebagainya. Akan tetapi, dibalik itu semua terdapat sebuah keinginan melakukan pencelakaan terhadap orang tersebut- rakyat. Tidak ada upaya yang mendasar, mengakar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakt. Lihat saja, disepanjang jalan atau disepanjang sungai musi di kawasan Muba. Masyarakatnya sungguh-sungguh sangat berbeda apa yang didenggung-denggungkan oleh pemerintah.

    Kalau boleh mengambil istilahnya itu adalah “Pemda memang kaya raya hingga 1 triliun lebih untuk APBD, akan tetapi rakyatnya miskin” . Pembangunan juga, berapa persenkah dari APBD tersebut dialokasikan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hanya berapa persenkah anggaran tersebut untuk benar-benar digunakan secara merakyat. Selebihnya, dana-dana tersebut lebih besar alokasinya untuk kegiatan publikasi, media, informasi, mercu suar, dan agenda-agenda yang mengundang khalayak ramai secara instant. Tidak lebih dari itu.

    Ketujuh, semakin meningkatnya kriminalitas yang terjadi di Muba seperti perampokan, pembunuhan, pemerkosaan, dan penyakit social lainya. Lihat saja dikoran-koran (sumeks, sindo dan lainnya). Hamper setiap hari, kriminalitas yang terjadi di Muba. Hal ini menunjukkan terjadinya penyakit social yang semakin parah. Masyarakat yang semakin terhimpit permasalahan ekonomi sangat mudah melakukan hal-hal seperti itu.

    Oleh karenannya, penyakit social yang terjadi dimasyarakat seperti ini membuat masyarakat membuktikan bahwa pembangunan bidang social-masyarakat di Muba tidak berjalan. Bahkan, terjadi kemunduran.

    kedelapan, Aleks yang calonkan oleh Golkar tentu saja mempunyai hubungan dengan citra golkar dikancah pilkada ditanah air selama ini. melihat di Sumut, jabar, jambi, bengkulu, sulsel, NTB, dan diberbagai daerah lainnya. Citra Golkar benar-benar terpuruk dan dimata masyarakat golkar tidak mempunyai harapan untuk sebuah perubahan. Golkar telah dimakan usia dinasaurus. Besar, tetapi tinggal kerangka tulang-belulangnya. Selain itu, factor tingkat kecerdasan politik masyarakat juga semakin membaik.

    Barangkali, inilah yang ingin penulis sampaikan bahwa kultur masyarakat sumsel juga seperti itu. Tidak didasarkan pada feodalis, atau lebih kasarnya itu karena badulur. Tetapi, ideologis dan kepentingan. Atau kalau bahasa dagangnya itu “ uang tidak berdulur” .jadi kalau diterjemahkan dalam bahasa politik “ Politik tidak berdulur”. Dalam satu rumah bisa jadi sangat-sangat kental perbedaan sikap politik, dan pilihannya.

    Artinya, sumsel sudah alergi dengan kekuatan GOlkar. Itu saja yang mereka pahami. Seperti adanya sikap masyarakat Sumut, jambi, bengkulu, NTB. Dan lain sebagainya. Bahasa sederhananya, di basis mereka saja golkar kalah. Apalagi di Sumsel. Itu adalah bahan bincangan masyarakat kecil. Ada benarnya juga.

    Kesimbilan, puncak dari segala issue tersebut adalah Aleks Haus kekuasaan. Masyarakat Muba ingat betul atau juga masyarakat Sumsel. Saat dirinya akan mencalonkan diri menjadi bupati Muba periode 2006-2011. ia mengatakan bahwa dirinya tidak akan mencalonkan diri menjadi gubernur jika dirinya terpilih menjadi bupati. Akan tetapi, jika dirinya dicalonkan maka dirinya akan bersedia. Kenyataanya, baru selesai pemilihan bupati yang menurut berbagai sumber bahwa tim suksesnya menghabiskan dana sebesar Rp 1 triliun untuk sebuah kursi Bupati Muba. Sebuah kabubapten yang digadang-gadangkan dengan mempunyai APBD terbesar di Sumsel.

    Issue yang berkembang adalah jika Aleks terpilih menjadi gubernur, maka dirinya akan mencalonkan menjadi presiden 2009/2014. Walaupun, Aleks sendiri tidak pernah meninyinggung-nyinggun hal itu. Akan tetapi, issue tersebut beredar ditenggah-tenggah masyarakat. Karena sudah pengalaman terhadap kasus kursi ketidak inginannya mencalon gubernur jika terpilih menjadi bupati, maka untuk kasus presiden masyarakat Sumsel harus berpikir dua atau tiga kali mendukung Aleks. Pasalnya, tidak ada tekat untuk benar-benar membangun masyarakat yang ada hanya sebuah kekuasaan. Dan melanggengkannya.

    ***
    Dengan memerhatikan kedelapan tanda-tanda keruntuhan Aleks adalah sebuah gejala social-politik yang akan terjadi di Muba. Jadi, tulisan ini sebagai bahan pertimbangan bagi ormas, dan pemilih.

  11. VCD Sudutkan Alex Diduga Direncanakan Syahferi Cs
    Palembang, BP

    Pembuatan VCD yang menyudutkan H Alex Noerdin ternyata telah direncanakan untuk menjegal pencalonan sang pelopor sebagai kandidat gubernur Sumsel. Ini terungkap dari rekaman pertemuan Syahferi dengan Azwirdhi.

    Rekaman video yang berisi pernyataan Azwirdhi tentang perselingkuhan mantan istrinya, Andria Sisca dengan H Alex Noerdin, ternyata hanya sebuah fitnah belaka. Pasalnya, VCD itu tidak bisa dijadikan bukti hukum adanya sebuah perselingkuhan oleh siapapun.

    Namun, belakangan terungkap di balik pembuatan VCD itu sebelumnya ada sebuah pertemuan yang dihadiri Syahfery (keponakan Syahrial Oesman), Azwirdhi (pelaku testimoni), Ferimon (pengacara FBR), dan Eva Kemala Yusuf (kekasih Azwirdhi). Pertemuan yang membahas rencana pembuatan VCD berisi pernyataan Azwirdhi tentang tudingan selingkuh mantan istrinya dan menyudutkan H Alex Noerdin itu ternyata direkam oleh Ferimon.

    Hasil rekaman Ferimon tentang pertemuan itu justru menjadi bukti kuat adanya upaya melakukan fitnah, pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan. Bukti rekaman ini dijadikan barang bukti oleh Polda Metro Jaya.

    Hal itu diungkapkan Pakar Telematika KRMT Roy Suryo dalam jumpa pers, Kamis (7/8), di Hotel Swarna Swipa Palembang. Menurut Roy, dirinya diminta meneliti hasil rekaman Ferimon tentang pertemuan tersebut. Permintaan penyidik itu terkait pengusutan kasus yang tengah disidik Polda Metro Jaya atas laporan Andria Sisca, istri Azwirdhi ke Polda Metro Jaya. Hasilnya, rekaman Ferimon itu asli dan menunjukkan adanya pertemuan tersebut.

    “Kepada penyidik juga saya katakan bahwa rekaman itu asli tanpa ada rekayasa atau dubbing,” ujar Roy.

    Roy juga menyayangkan adanya kampanye hitam yang dilakukan menjelang pemilukada di sejumlah daerah termasuk di Sumsel.

    Lebih lanjut Pakar Telematika ini menuturkan, beredarnya VCD yang berisi pernyataan Azwirdhi, ternyata sudah melalui suatu proses upaya memastikan atau upaya untuk menskenariokan sehingga itu terkesan mengalir begitu saja, padahal itu semua sudah diatur.

    Rekaman pernyataan Azwirdhi, semuanya telah dikomando dan dirapatkan sebelumnya di hotel Aston, Jakarta. Hal ini bisa dilihat dari hasil rekaman Ferimon yang menggunakan handphone jenis komunikator. Dalam rekaman itu terlihat jelas Syahferi di sebelah kiri kemudian sebelah kanannya ada seseorang bernama Andre, Azwirdhi dan wanita bernama Eva.

    “Saya pastikan rekaman ini diambil dengan sebenar-benarnya menggunakan handphone. Handphone ini ada di tangan Ferimon. Ferimon sendiri sudah membuat kesaksian di depan petugas kepolisian bahwa dia yang merekam itu dan barang buktinya kini ada di tangan Polda Metro Jaya,” katanya.

    Sepanjang yang diketahuinya, kata Roy, rekaman ini juga diteliti oleh ahli bahasa. “Informasi yang saya terima, ahli bahasa itu menyatakan bahwa dalam pertemuan yang digelar itu terjadi kesepakatan-kesepakatan. Ini bias dilihat dari adanya beberapa kata seperti, kata Pilkada, pasti lewat, saya bersikap profesional, dia itu raja kemudian ada kata-kata yang lain,” katanya.

    Roy menyimpulkan dalam pertemuan itu saudara Azwirdi menginginkan ada upaya agar dia memiliki bukti yang kemudian bisa diolah sebagai sebuah berita yang nantinya bisa dimanfaatkan dalam pilkada.

    Artinya dalam rapat itu menentukan langkah-langkah apa yang bisa dimanfaatkan dari bukti-bukti yang dimiliki Azwirdhi. Tetapi sebenarnya, Azwirdhi dengan Andria Sisca sudah berpisah, gambar itu diedarkan setelah mereka berpisah artinya bukan ketika mereka bersuami istri.

    “Kunci video ini saudara Ferimon, Ferimon serahkan bukti ini kepolisian, ini lho kejadian yang lalu memang disengaja dan direkayasa begitu kira-kira,” katanya.

    Roy juga mengungkapkan perkembangan pengusutan kasus ini oleh Polda Metro Jaya. Berdasarkan informasi yang dia terima, bakal ada perubahan status dari orang-orang yang telah diperiksa polisi terkait kasus ini dan mungkin akan menghebohkan Sumsel. Dengan adanya bukti rekaman pertemuan ini, semuanya akan dipanggil, misalnya Ferimon bekerja pada siapa, Syahferi bekerja dengan siapa dan hubungannya apa. Lalu hasil pemeriksaan ini dikonstruksi dan dihubungkan dengan kejadian-kejadian di Sumsel.

    Roy juga mengaku ketika dirinya ke Palembang tiga pekan lalu, dirinya belum di BAP polisi, jadi belum berani bercerita tentang hasil rekaman Ferimon ini.

    “Waktu itu saya katakan sedang memeriksa sebuah rekaman jadi belum bisa memastikan. Setelah saya periksa rekaman ini, semakin jelas pada rekaman ini nampak siapa saja yang berada dalam rekaman video Ferimon ini,” ujar pakar telematika yang kerap diminta bantuannya oleh polisi ini.

    Roy kembali sangat menyayangkan adanya black campaign yang sengaja direkayasa. Mestinya hal ini harus dihindari dalam pemilihan kepala daerah, baik bupati, walikota juga gubernur.

    “ Jika kejadian seperti ini, saya siap membantu siapa saja dari pihak mana saja yang menginginkan untuk analisa secara ilmiah dan akan disampaikan faktanya tidak akan ditambah atau dikurangi,” tambah Roy.

    Sementara itu dari Polda Metro Jaya diperoleh informasi bahwa penyidik terus melakukan pengusutan terkait kasus video berisi fitnah terhadap H Alex Noerdin. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan, termasuk Syahrial Oesman dan Azwirdhi, bahkan Syahferi yang nota bene keponakan Syahrial Oesman juga sudah dipanggil.

    “Kami masih mengusut kasus itu, beberapa saksi telah kami mintai keterangan termasuk Syahrial Oesman dan Azwirdhi. Rencananya Syahferi akan dipanggil sebagai saksi dalam kasus ini,” ujar seorang penyidik di Polda Metro Jaya. /osk/mir

  12. Kamis, 12 Juni 2008
    Pelaku Penyebar Fitnah Alex Ketua Posko Pemenangan SO
    Palembang, BP

    Pengungkapan sosok Drs Hasan Basri, pelaku penyebar selebaran fitnah terhadap calon Gubernur Sumsel H Alex Noerdin yang dilaporkan ke Polda Sumsel, Selasa (10/6), kian mengarahkan dugaan adanya peran kubu lawan Alex dalam pemilukada Gubernur.

    Hasan Basri selain diketahui seorang pegawai negeri sipil (PNS) Kandepag Palembang, ternyata juga adalah Ketua Posko Pemenangan Ir Syahrial Oesman (SO) Kecamatan Sako.

    Terbongkarnya sosok sebenarnya dari Hasan Basri ini setelah BeritaPagi mendapatkan salinan surat undangan dengan kop surat ‘Posko Pemenangan Pemilukada Ir H Syahrial Oesman Kecamatan Sako, Palembang’. Surat undangan tertanggal 14 Juni 2008 itu ditandatangani oleh Drs Hasan Basri selaku Ketua Pengurus Posko Pemenangan Ir H Syahrial Oesman Kecamatan Sako, Palembang.

    Adapun undangan itu berbunyi ‘Posko Pemenangan Kecamatan Sako, Palembang akan menyelenggarakan kegiatan silaturahmi yang dijadwalkan pada Jumat, 16 Mei 2008, pukul 19.00, tempat di Mushalah Alma’rifah Jalan Mawar II, Kelurahan Sialang, RT42/13, Kecamatan Sako, Palembang’.

    Undangan ditembuskan kepada Ir H Sudirman Teguh, selaku Koorwil Kota Palembang dan Drs H Mansuryan, Koorwil Kecamatan Sako, Palembang.

    Posisi Drs Hasan Basri sebagai Ketua Posko Pemenangan Pemilukada Syahrial Oesman Kecamatan Sako diperkuat adanya notulen rapat pada Selasa (29/4).

    Saat itu, Hasan Basri bertindak sebagai pimpinan rapat koordinasi yang membahas kegiatan dalam rangka memenangkan Ir Syahrial Oesman kembali menjadi gubernur. Peserta rapat 50 orang terdiri dari unsur Koorwil, pengurus posko Kecamatan Sako dan pengurus Posko kelurahan-kelurahan di jajaran Kecamatan Sako.

    Notulen rapat ini ditandatangani oleh Drs Hasan Basri selaku pimpinan rapat dan notulen Ahmad Bashil.

    Sementara itu, Ketua Koordinator Daerah (Koorda) Posko Pemenangan Pemilukada Ir Syahrial Oesman Koorwil Kota Palembang Ir H Sudirman Teguh gagal dihubungi semalam. Menurut salah satu anaknya bernama Sani, Sudirman sedang keluar rumah.

    Sedangkan Ketua Koorwil Kecamatan Sako, Palembang Drs H Mansuryan ketika dihubungi semalam tidak ada di tempat. Menurut orang yang menerima telepon di rumahnya, Mansuryan berada di luar kota di Padang (Sumbar).

    Kirim Surat Ke Menpan

    Sementara itu, kuasa hukum H Alex Noerdin SH, H Abadi B Darmo SH akan membuat surat keberatan kepada Departemen Agama (Depag) Palembang dan meminta pihak Depag Palembang mengawasi PNS di bawah instansinya agar netral dalam Pemilukada Gubernur Sumsel.

    Menurut Abadi, pihaknya sangat keberatan oknum PNS bernama Hasan Basri yang kini diamankan Polda Sumsel melakukan aksi keberpihakan kepada salah seorang calon Gubernur Sumsel.

    “Undang-undangnya jelas mengatakan PNS harus netral. Kita tanya kepada pihak Depag Palembang kenapa ini bisa terjadi. Mestinya aspirasi itu disalurkan pada jalur yang telah ditetapkan aturan yang berlaku,” jelas Abadi.

    Abadi juga akan melayangkan surat protes kepada Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), karena mobil dinas Toyota Kijang pick up BG 9104 MZ milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan digunakan untuk melakukan perbuatan kejahatan yaitu menyebarkan materi black campaign (kampanye hitam).

    Hingga tadi malam penyidik Polda Sumsel masih mengusut enam tersangka penyebar selebaran berisi fitnah terhadap H Alex Noerdin. Sehari sebelumnya, Selasa (10/6), enam tersangka itu ditahan di Mapolda Sumsel. Mereka ditangkap saat menyebarkan selebaran gelap di lokasi acara silaturahmi Hj Eliza Alex dengan warga di Sako Kenten.

    Namun, polisi belum memeriksa Drs Hasan Basri, lantaran, Selasa malam, ia mendadak sakit dan dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara.

    Sedangkan tersangka lainnya, Dedi alias Deni (20), Riko (17), Fatimah (52), Leman (16), serta Romli Yusuf (40) masih diperiksa intensif. Komplotan ini mengaku tidak tahu menahu penyebaran selebaran gelap tersebut.

    Kuasa hukum keenam tersangka, Misrullani SH mengatakan, Hasan Basri dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara. Hasil diagnosis dokter, Hasan Basri harus rawat inap dan belum diketahui bisa diperiksa.

    Misrullani membantah kliennya pernah menyebarkan selebaran gelap itu. Justru, katanya, saat naik mobil Kijang ada yang membagikan nasi bungkus. Dalam bungkus nasi itu ternyata ada selebaran itu.

    Sedangkan Direktur Reskrim Polda Sumsel Kombes Pol Lindung Simanjuntak mengaku pihaknya masih menyelidiki kasus ini. Pihaknya masih menunggu pemeriksaan terhadap Hasan Basri.

    Kepala Kantor Departemen Agama (Depag) Palembang H Sayuti Hadim akan memanggil oknum PNS di lingkungan Depag Palembang yang diduga terlibat penyebaran selebaran fitnah ke Alex Noerdin itu. Namun demikian Sayuti akan mengecek kebenaran informasi itu.

    Pejabat Pemprov Tutup Mulut

    Perihal digunakannya kendaraan dinas milik Pemprov Sumsel untuk menyebar selebaran gelap, para pejabat di lingkungan Pemprov tutup mulut. Beberapa pejabat yang berwenang sulit untuk ditemui.

    Ketika BeritaPagi mencoba mengonfirmasi ke Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Pemprov Sumsel Marwan Sobrie, stafnya mengatakan, Marwan sedang ada tamu. Selang beberapa menit staf Biro Umum dan Perlengkapan meminta BeritaPagi mengajukan izin terlebih dulu kepada Kepala Humas Drs Ratu Dewa. Namun Ratu Dewa tidak berada di ruangan karena sedang mengikuti kegiatan Gubernur Sumsel.

    Wartawan pun menemui Iskandar dari bagian Pemberitaan Humas. Namun lagi-lagi para wartawan tetap diminta menemui Kabiro Perlengkapan.

    Selang satu jam, BeritaPagi kembali menanyakan di ruang Biro Umum dan Perlengkapan. Seorang staf bingung sembari memberi kode kepada staf lainnya. “Pak Marwan lagi keluar dengan pak Sekda (Musyrif Suardi-red),” kata staf lainnya.

    Setelah itu, BeritaPagi mencoba menemui Sekda dan lagi-lagi tidak mendapatkan konfirmasi. Karena,menurut stafnya, Sekda sedang keluar kantor.

    Teror Pembatalan Acara

    Sejak persiapan acara silaturahmi dengan Hj Eliza Alex, pihak panitia telah menerima teror agar kegiatan itu dibatalkan.

    Kejadiannya berawal ketika warga menggelar rapat persiapan acara silaturahmi Hj Eliza Alex Noerdin bersama Paguyuban Warga Sunda di Masjid Nurul Falah, Senin (9/6) malam. Panitia dikejutkan dengan kedatangan sejumlah orang tidak dikenal ke kampung mereka.

    Menurut Ali Noerdin, Ketua Paguyuban Warga Sunda (PWS) di Kampung Lebak Murni, orang tidak dikenal yang berjumlah lebih dari 10 orang itu mendatangi kampung pukul 22.00 dengan mengendarai mobil dan sepeda motor.

    Setelah itu, mereka menyebar dan memasang bendera H Syahrial Oesman, salah satu calon Gubernur Sumsel, berdampingan dengan bendera H Alex Noerdin yang telah terpasang sebelumnya.

    Panitia baru mengetahui kedatangan sejumlah orang tidak dikenal itu setelah mereka mendatangi panitia yang sedang rapat di Masjid Nurul Fallah.

    Ali mengatakan, di depan panitia acara penyambutan Hj Eliza Alex Noerdin, beberapa orang tidak dikenal tersebut memerintahkan panitia untuk membatalkan acara. Mendengar perintah itu, Ali mempersilakan mereka memasang bendera H Syahrial Oesman berdampingan dengan H Alex Noerdin, karena Syahrial Oesman adalah Gubernur Sumsel saat ini.

    Namun untuk perintah membatalkan acara silaturahmi, Ali mengatakan, hal itu tidak bisa karena semua undangan sudah disebar dan acara akan dilaksanakan besok.

    Ketegangan sempat terjadi ketika sejumlah orang tidak dikenal itu berusaha menutupi spanduk yang berisi ucapan selamat datang kepada H Alex Noerdin dan Hj Eliza Alex Noerdin yang terletak di depan pintu masuk Kampung Lebak Murni dengan spanduk double winners dan foto Syahrial Oesman.

    Panitia akhirnya mengalah dan mempersilakan mereka memasang spanduk double winners. Sekitar pukul 23.00, orang tidak dikenal tersebut pulang meninggalkan Kampung Lebak Murni.

    Keesokan harinya, Selasa, spanduk yang menutupi ucapan selamat datang kepada H Alex Noerdin dan Hj Eliza Alex Noerdin yang berada di depan pintu masuk Kampung Lebak Murni dilepaskan panitia.

    Menurut keterangan warga, sebelum kedatangan Hj Eliza Alex Noerdin ke lokasi acara, sekitar pukul 13.30, di depan pintu masuk kampung Lebak Murni terdapat beberapa orang tidak dikenal dan mencurigakan mondar-mandir di depan pintu masuk Kampung Lebak Murni.

    Orang tidak dikenal itu datang ke lokasi acara sambil menyebarkan selebaran-selebaran berisi fitnah kepada H Alex Noerdin kepada warga yang melintas di sekitar pintu masuk Kampung Lebak Murni.

    Belum setengah jam, aksi mereka pun diketahui oleh sejumlah panitia, polisi, dan masyarakat yang berdiri di depan pintu masuk Kampung Lebak Murni. Sejurus kemudian, enam orang pengedar selebaran itu ditangkap, sedangkan dua orang lainnya luput dari pengejaran polisi. /osk/ros/isa/sur/nov/cr3/mir

  13. Syahrial Oesman Diduga Korupsi TAA
    8 Jam Diperiksa KPK, Kantor Gubernur Digeledah

    Selama 8 jam Gubernur Sumsel Syahrial Oesman diperiksa KPK. Dugaan pemberian traveller cheque Rp10 miliar dari bos Chandratex kepada anggota Komisi IV DPR melibatkan Syahrial. Dalam waktu bersamaan kantor Pemprov termasuk ruang kerja Gubernur digeledah KPK.

    Palembang, BP

    Penyidikan kasus dugaan suap alih fungsi hutan bakau (mangrove) di kawasan megaproyek Tanjung Api-api (TAA), Kabupaten Banyuasin sebesar Rp10 miliar, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menyeret Gubernur Sumatera Selatan Syahrial Oesman dan Direktur Utama (Dirut) PT Chandratex Indo Artha Chandra Antonio. Syahrial Oesman dan Chandra Antonio diperiksa tim KPK di Gedung III Tipikor Polda Sumsel, sebagai saksi, Rabu (7/5).

    Orang nomor satu di Sumsel ini dimintai keterangan, selama delapan jam. Sekitar pukul 10.00, Syahrial yang mengenakan safari lengan pendek abu-abu dan celana panjang abu-abu mendatangi Gedung III Satuan III, Tipikor Polda Sumsel dengan mengendarai mobil Toyota Land Cruiser BG 1, warna hitam.

    Sebagai sesama Muspida Sumsel, Kapolda Sumsel Irjen Pol Ito Sumardi Ds didampingi Direktur Reskrim Kombes Lindung Paidio Tua Simanjuntak menyambut kedatangan Syahrial Oesman. Ito sempat mengantar Syahrial hingga tangga yang menuju ruang pemeriksaan.

    Sebelumnya sekitar pukul 09.00, Chandra Antonio mendatangi Gedung III Satuan III Tipikor Direktorat Reskrim Polda Sumsel didampingi pengacaranya Titis Rachmawati SH. Chandra juga diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut.

    Sekitar pukul 10.05, Tim I yang terdiri dari tiga orang petugas KPK pimpinan Kepala Satgas Roni Santana Tarigan mulai memeriksa Syahrial Oesman MM di ruang kerja Kasat III Tipikor Kompol Budi Santosa SIk.

    Syahrial dimintai keterangan oleh petugas KPK bernama AKP Budi Sukma Wibowo. Sedangkan Chandra Antonio diperiksa di ruang pemeriksaan khusus Polda Sumsel oleh AKP Bagus Suro Pratomo.

    Baru satu jam dimintai keterangan, Syahrial sempat meminta izin untuk menghadiri peresmian acara pondok pesantren (ponpes). Namun, KPK menolak permohonan Syahrial, alasannya pemeriksaan masih berlangsung. Saat itu mobil Toyota Land Cruiser BG 1, yang sempat dihidupkan sopirnya langsung dimatikan kembali.

    Sekitar pukul 12.00, Syahrial dan Chandra makan siang yang dipesan dari kantin Bhayangkara. Keduanya makan siang di ruang pemeriksaan. Usai makan, Syahrial shalat di salah satu ruangan di gedung Tipikor. Setelah itu pemeriksaan dilanjutkan kembali.

    Dalam pemeriksaan petugas KPK memperlihatkan beberapa lembar traveller cheque yang diduga diberikan oleh Chandra Antonio, Dirut Badan Otoritas Pengelola Kawasan Pelabuhan TAA Sofyan Rebuin, dan Sekda Provinsi Sumsel Musyrif Suwardi kepada anggota DPRD RI komisi IV dari Partai Demokrat Sarjan Taher

    Informasi yang dihimpun menyebutkan, pemberian traveller cheque tersebut agar terbit rekomendasi dari Komisi IV DPRD RI mengenai pengalihan fungsi hutan bakau (mangrove) di kawasan megaproyek TAA. Dalam hal ini PT Chandratex berkepentingan sebagai kontraktor pembangunan jalan menuju kawasan Pelabuhan TAA. Diduga pemberian traveller cheque kepada Komisi IV DPR RI atas sepengetahuan dan perintah Pemprov Sumsel. Namun, Syahrial di hadapan petugas KPK kabarnya membantah telah memerintahkan Chandra Antonio, mantan Sekda Provinsi Sumsel yang kini menjadi Dirut Badan Otoritas Pengelola Kawasan Pelabuhan TAA Sofyan Rebuin dan Sekda Provinsi Sumsel Musyrif Suwardi memberikan traveller cheque bernilai Rp10 miliar kepada Sarjan Taher. Usai pemeriksaan Syahrial Oesman tampak kelelahan. Syahrial sendiri mengaku banyak pertanyaan yang diajukan KPK kepada dirinya termasuk masalah nasib sebagai Gubernur.

    ?Saya diperiksa sebagai saksi, untuk kasus Sarjan, jumlahnya tidak terhitung lagi sampai nasib,? katanya.

    Ketika ditanya apakah kaitannya mengenai pengalihan fungsi hutan bakau (mangrove) di kawasan TAA, Syahrial membenarkannya.

    Namun saat ditanya masalah dugaan suap terhadap Komisi IV DPR RI terkait pengalihan fungsi hutan bakau (mangrove) di kawasan megaproyek TAA, Syahrial dengan diplomatis menjawab kasus ini masih dalam proses, sehingga dia belum akan menjawabnya sekarang.

    Kuasa hukum Syahrial, H Chairul S Matdiah SH enggan berkomentar mengenai materi pemeriksaan yang dilakukan KPK terhadap Syahrial Oesman. ?No comment,? katanya.

    Terkait kasus ini juga KPK tidak mau berkomentar. Namun berdasarkan informasi yang dihimpun, saat ini status Chandra Antonio dan Syahrial Oesman sebagai saksi akan mengarah sebagai tersangka.

    Sementara pantauan BeritaPagi pada malam hari tampak hanya Chandra saja yang masih diperiksa penyidik KPK di ruangan Tipikor Polda Sumsel. Wartawan tidak diperkenankan masuk dan hanya menunggu di bawah.

    Sekitar pukul 20.56 empat orang anggota KPK turun dari ruangan depan Tipikor sambil membawa beberapa berkas, dan masuk ke dalam mobil Kijang Innova hitam BG 1510 MG tanpa memberikan komentar sedikit pun.

    Karena terlalu fokus memperhatikan gerak-gerik KPK membuat wartawan sedikit lengah. Buntutnya, Chandra yang sudah selesai diperiksa kabur lewat jalan belakang.

    Kontan saja wartawan yang mengetahui kejadian itu langsung melakukan pengejaran. Walaupun Chandra berhasil dikejar namun dia langsung masuk dalam mobilnya.

    Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR Sarjan Taher dan Direktur Utama PT Chandratex Indo Artha, Chandra Antonio Tan, dicekal dalam kasus suap alih fungsi hutan bakau menjadi Pelabuhan Tanjung Api-api, Banyuasin, Sumatera Selatan.

    Pencekalan dilakukan Dirjen Imigrasi Depkum dan HAM sesuai permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui surat keputusan nomor 119B/01/IV/2008 tertanggal 30 April 2008.

    “Mereka resmi dicekal per tanggal itu juga,” kata Direktur Penyidik dan Penindakan Keimigrasian Depkum HAM Syaiful Rahman, Rabu (7/5).

    Sedangkan Jubir KPK Johan Budi yang dikonfirmasi BeritaPagi membenarkan pencekalan yang dilakukan kepada Sarjan dan Chandra. “Ya benar, kita meminta pencekalan itu,” katanya.

    Johan mengaku tidak tahu siapa lagi yang akan diminta status pencekalan, pascapemeriksaan beberapa pejabat di lingkungan Pemprov Sumsel.

    Sarjan telah ditahan KPK pada 2 Mei 2008 setelah ditetapkan sebagai tersangka sejak 27 Februari 2008 dalam kasus ini. Sedangkan Chandra bertindak sebagai pelaksana proyek, juga telah diperiksa KPK.

    Chandra diduga memberikan uang berbentuk treveller cheque kepada Sarjan terkait proyek tersebut. Namun belum diketahui motif Chandra memberi uang kepada Sarjan. “Hingga kini hal itu masih didalami KPK,” kata Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto.

    Kantor Gubernur Digeledah

    Pada saat Syahrial Oesman tengah diperiksa di Tipikor Polda Sumsel, sekitar pukul 11.30, dua petugas KPK meluncur ke Kantor Pemprov Sumsel.

    Selanjutnya, satu petugas KPK menuju lantai dua dan langsung ke ruangan Sekretaris Daerah (Sekda) Musyrif S. Sementara satunya lagi masuk ke ruangan Kabag Anggaran. Lantas sekitar pukul 11.39, didampingi Sekda tujuh orang petugas KPK menyusul menuju ruangan Gubernur.

    Lalu pada pukul 11.43, empat petugas KPK menuju ke Ruang Kepala Biro Umum dan Perlengkapan. Para karyawan di dalam ruangan diminta keluar dan ruangan dikunci. Sementara kunci dipegang petugas KPK.

    Selang beberapa menit kemudian, petugas masuk ruangan tunggu Wakil Gubernur Mahyuddi NS yang masih satu koridor dengan ruang Syahrial. Lalu tujuh petugas KPK menyusul datang ke ruang tunggu Gubernur. Selang 10 menit petugas KPK mengambil tas dan koper, box hitam, tas kecil dan membawanya ke ruangan Wakil Gubernur dan Sekda.

    Sementara itu, Kabag Anggaran diperiksa pada pukul 12.54 dengan salah satu staf Sekda. Salah satu pegawai membawa sebuah CPU komputer ke dalam ruang gubernur disusul satu orang membawa map berisi berkas serta kabel. Menurut salah satu petugas Pol PP, pengeledahan di ruang gubernur ditemani oleh Kabiro Hukum.

    Lalu sekitar pukul 15.00, empat petugas KPK menggeledah Ruang Biro Umum dan Perlengkapan. Dua pegawai pemprov diminta masuk ke dalam ruangan untuk ditanya tentang agenda surat keluar masuk dari tahun 2006.

    Pada pukul 15.49, tiga petugas KPK melakukan penggeledahan di ruangan Kabag Anggaran, ruangan Kabag Verifikasi, Kabag Pembukuan. Namun usai pemeriksaan di bagian pembukuan, KPK tidak mengambil berkas. Mereka hanya menanyakan dan melihat prosedur alur kas. Lalu dibantu pegawai pemprov membawa sebuah CPU komputer dan sebuah tas hitam dari ruang verifikasi menuju ruang gubernur.

    Kemudian sekitar pukul 19.45, petugas KPK keluar dari ruang Sekda Sumsel, dan bergabung dengan anggota KPK lainnya di ruang gubernur. Sekitar pukul 19.58 staf gubernur berjumlah 5 orang memasuki ruang gubernur. Lalu pukul 20.30, seluruh staf keluar dari ruangan gubernur sambil membawa sebuah laptop kecil. Empat langkah dari ruang gubernur, anggota KPK memanggil staf gubernur tersebut dan meminta mereka meninggalkan laptop yang dibawa itu.

    Pukul 21.10, seluruh anggota KPK keluar dari ruang gubernur membawa sebuah box berwarna hitam. Mereka juga membawa kantung belanja dan sebuah tas berwarna biru yang ditenteng. Hampir seluruh anggota KPK membawa tas punggung. Box hitam besar, tas berwarna biru dan kantung tersebut dimasukkan ke dalam mobil BG 1510 MG, sementara tas lainnya digabungkan di mobil BG 2400 NN. /osk/fer/cr1/mir

  14. Terungkap, Syahrial Jegal Pencalonan Alex Noerdin
    Palembang, BP

    Tindakan menghalalkan segala cara untuk menjegal pencalonan kepala daerah terungkap. Saat masih menjabat Gubernur, Syahrial Oesman menggunakan jejaring lembaga kedinasan dengan menerbitkan surat tugas meneliti keabsahan ijzah cagub.

    Pemufakatan jahat untuk menjegal pencalonan Alex Noerdin dilakukan Syahrial Oesman. Kali ini, Alex Noerdin berusaha dihambat pencalonannya melalui ijazah yang dikatakan memiliki perbedaan data.

    Pemprov Sumsel yang kala itu masih dipimpin Gubernur Syahrial Oesman, tanpa sepengetahuan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel membuat surat tugas Nomor : 028/2008 yang menunjuk 17 orang untuk melaksanakan tugas meneliti keabsahan ijazah para calon gubernur.

    Surat tersebut dikeluarkan di Palembang pada 17 Juni 2008 lalu atas nama Gubernur Sumsel yang ditandatangani Sekretaris Daerah Pemprov Sumsel, Musyrif Suwardi. Dalam surat ditunjuk sebagai koordinator Kepala Dinas Pendidikan Nasional Sumsel, Dwi Priyono.

    Padahal, tidak ada satu mata pasal pun dalam UU Penyelenggara Pemilu atau UU 12/2008 tentang Pemda yang menjadi dasar hukum dibentuknya tim ini.

    Kepala Dinas Diknas Sumsel Dwi Priyono yang dihubungi soal terbitnya surat tugas ini, enggan berkomentar banyak. Ia hanya mengatakan, tim 17 terbentuk atas permintaan KPU Sumsel.

    Dwi mengaku ditunjuk sebagai koordinator karena sesuai dengan posisinya sebagai Kadinas Diknas Sumsel saat ini. “Kita kan diminta oleh KPU untuk memberikan masukan mengenai keabsahan ijazah, jadi ya kita bantu,” kata Dwi kepada BeritaPagi, Senin (30/6).

    Ketika Pernyataan Dwi dikonfrontir dengan Ketua KPU Sumsel Syafitri Irwan, KPU Sumsel ternyata tidak pernah meminta dibentuk sebuah tim apapun kepada Pemprov Sumsel.

    “Saya sama sekali tidak tahu dengan surat itu. KPU Sumsel tidak pernah meminta bantuan kepada Pemprov Sumsel untuk membentuk tim khusus dalam hal meneliti ijazah calon gubernur,” kata Syafitri Irwan.

    Kalau ke Dinas Diknas Sumsel, diakui Irwan, KPU Sumsel memang pernah meminta perwakilan. Itu pun hanya tiga orang dan digabung dengan perwakilan dari instansi lain, seperti kepolisian, Kejaksaan, Departemen Agama, dan Dewan Pendidikan.

    “Mereka kemudian dimasukkan ke dalam tim pokja sendiri. Tim ini sudah terbentuk sejak tahap pendaftaran dibuka dan sudah bekerja. Bahkan, sampai sekarang pun masih bekerja,” jelas Irwan.

    Irwan menegaskan, tim pokja yang dibentuk KPU Sumsel sudah terisi penuh dan tidak mungkin ditambah lagi. Tim ini punya wewenang dan otoritas sendiri yang tidak bisa dipengaruhi pihak mana pun.

    “Silakan saja kalau ada tim lain memberikan masukan. Kita akan menerima selagi sifatnya hanya masukan. Tetapi kalau ada indikasi lain, kami menolak. Pastinya KPU Sumsel tidak tahu menahu dengan tim yang dibentuk melalui surat tugas yang dikeluarkan Pemprov Sumsel,” ujar Irwan.

    Dugaan adanya intrik jahat kembali tercium ketika Kasi Dikmenti Sumsel Dwi Nopriyanto yang namanya tercantum dalam tim 17, saat dihubungi via ponselnya, semalam, mengaku belum mengetahui soal pembentukan tim tersebut.

    “Saya belum tahu kalau nama saya tercantum dalam surat tugas itu. Saya juga tahu ada surat tugas itu dari mbak. Atau memang suratnya belum sampai ke saya. Tapi kan katanya ditandatangani tanggal 17 Juni, kok sampai sekarang belum diterima?” tanya dia.

    Dwi Nopriyanto bahkan menanyakan apakah seluruh Kasi bidang pendidikan nama-namanya tercantum dalam surat tugas itu. Lebih lanjut Dwi menambahkan, sejak diselenggarakannya pemilukada di sejumlah kabupaten kota seperti Prabumulih, Palembang dan Muaraenim, ia belum pernah diminta menjadi anggota tim peneliti keabsahan ijazah calon kepala daerah. Malah menurut dia, surat penugasan itu baru ada sekarang.

    Dikeluarkannya surat tugas ini membuat berang pihak legislatif. Ketua DPRD Sumsel Zamzami Achmad menyatakan, penugasan kepada tim itu untuk meneliti ijazah calon gubernur, tidak mempunyai dasar hukum, Dengan demikian tidak sah untuk dilaksanakan.

    Zamzami menegaskan, yang berhak melakukan verifikasi seperti itu adalah KPUD. “Bukan dengan membentuk tim seperti ini. Kalau ini sudah tidak obyektif lagi,” ujar dia.

    Menurut Zamzami, kondisi seperti ini sudah bersifat eksternal dan bisa dibelokkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Dijelaskannya, secara hukum KPUD mempunyai tugas sebagai lembaga yang berwenang meneliti persyaratan calon gubernur yang mendaftar. Untuk keabsahan ijazah, KPUD bisa meminta bantuan instansi terkait, misalnya Dinas Diknas.

    Terkait pembentukan tim beranggota 17 orang yang dibentuk Pemprov Sumsel dua hari menjelang pengunduran diri Syahrial Oesman sebagai Gubernur Sumsel tersebut, DPRD segera memanggil Sekda Sumsel Musyrif Suwardi untuk meminta penjelasan mengenai dasar hukumnya. Apalagi bila mengingat pembentukan tim tersebut dilakukan sebelum memasuki tahapan verifikasi Pemilukada Sumsel.

    KPU Seharusnya Tidak Terjebak

    PERNYATAAN anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan Helmi Ibrahim di media massa bahwa ada perbedaan data dalam ijazah pasangan calon kepala daerah dinilai terlalu prematur dan ceroboh. Sebab, KPU Sumsel belum melakukan verifikasi faktual dan melakukan penelitian ke sekolah di mana ijazah para calon kepala daerah itu dikeluarkan.

    Menurut Ketua Tim Advokasi Pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf, Anita Sigit SH, seharusnya anggota KPU Sumsel tidak membuat pernyataan yang membingungkan publik. Apalagi, pernyataan itu mengatasnamakan institusi KPU Sumsel.

    Kata Anita, seharusnya saat ini KPU Sumsel fokus kepada substansi setiap persyaratan calon kepala daerah yang akan diverifikasi. Dengan demikian, KPU tidak terjebak pada persoalan yang sesungguhnya bukan substansi yang harus diperiksa.

    Dicontohkan Anita, jika terjadi perbedaan penulisan nama calon kepala daerah di ijazah yang bersangkutan, substansi yang harus dikejar KPU Sumsel adalah apakah ijazah ini milik satu orang atau tidak.

    “Misalnya ada orang namanya Supomo ditulis Soepomo, yang harusnya dikejar, ini satu orang atau bukan. Dan KPU Sumsel berdasarkan jadwal dan tahapan penyelenggara masih berada dalam tahap ini,” kata Anita kepada wartawan di Palembang.

    Selain itu, Anita menegaskan, periksa saja ke sekolah yang mengeluarkan ijazah untuk mengecek kesahihan ijazah calon kepala daerah.

    “Jadi, bagaimana bisa mengatakan ada perbedaan data jika proses verifikasi belum selesai, cek dulu seluruhnya,” tegas Anita.

    Anita menambahkan, lebih baik KPU memeriksa tiap substansi syarat pencalonan calon kepala daerah. Dengan demikian, tidak ada dugaan atau mereka-reka ada perbedaan data.

    Helmi Ibrahim yang ditemui di KPU Sumsel, Senin (30/6), mengaku ada perbedaan data pasangan calon gubernur tidak mengindikasikan ijazah tersebut asli tapi palsu (aspal). Kejanggalan hanya sebatas temuan dari data yang masuk dan belum dirapatplenokan.

    “Bukan kejanggalan, tetapi dari data ada temuan-temuan. Itu semua sama sekali belum bisa diarahkan ke indikasi ijazah tersebut aspal,” kata Helmi Ibrahim.

    Menyangkut temuan ada perbedaan dalam penulisan nama di ijazah, menurut Helmi juga bukan masalah yang subtansial. Hal itu bisa saja terjadi karena ada perbedaan antara penulisan nama di ijazah dan di akta kelahiran. Bisa juga karena mengikuti perkembangan dalam penulisan kaidah bahasa, seperti penulisan kata Noerdin menjadi Nurdin.

    “Kalau ada pihak yang menguatkan, seperti sekolah, temuan tersebut bisa tidak berarti. Bisa jadi bukan subtansial. Yang penting calon memang belajar di sekolah tersebut dan lulus,” tegas Helmi.

    Pengungkapan temuan dalam verifikasi ijazah ke masyarakat umum, menurut Helmi sama sekali bukan bermaksud pendiskriditan salah satu calon. Semua hanya sebatas temuan dan belum mengartikan apa-apa, karena belum dirapatplenokan.

    “Bukan penjatuhan karakter. Semua pihak saya harapkan dapat memahami,” ungkap Helmi.

    Helmi menjelaskan, KPU Sumsel akan melakukan verifikasi terhadap ijazah pasangan calon gubernur dan wakil mulai Selasa (1/7). Verifikasi dilakukan dengan mengklarifikasi ijazah pasangan calon ke lembaga pendidikan yang ditempuh atau melaui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Depdiknas.

    “Besok (hari ini- red) saya akan berangkat ke Jakarta melakukan verifikasi. Ada juga tim khusus yang menyebar ke sekolah-sekolah asal calon. Insya Allah, lusa (Rabu 2/7) verfikasi sudah selesai dan segera diplenokan,” papar Helmi.

    Jangan Asal Ceplos

    Atas persoalan ini, Ketua DPRD Sumsel Zamzami Ahmad meminta anggota KPU Sumsel tidak asal bicara. Terlebih jika persoalan yang dapat memicu situasi politik kian memanas.

    “Jadi kalau bicara tentang suatu yang menyangkut lembaga KPUD harus dilakukan dengan hati-hati tapi kalau atas nama pribadi itu berbeda. Seharusnya yang ngomong itu ketua KPUD, harus obyektif ditunjang data dan fakta,” kata Zamzami.

    Hal senada diungkapkan Wakil Ketua DPRD Sumsel Bihaqqi Soefyan. Menurut politisi Partai Demokrat ini, tim verifikasi peneliti ijazah atau kelengkapan calon gubernur harus dilakukan oleh KPUD dengan berkoordinasi dengan instansi terkait.

    Adanya tim verifikasi ijazah calon gubernur bentukan Pemprov Sumsel ini memunculkan komentar banyak pihak. Sebagian besar mengingatkan bahwa tugas ini bukan merupakan wewenang pemprov. Pengamat Pendidikan yang juga Dosen Pascasarjana IAIN Raden Fatah Dr Abdullah Idi MEd, penelitian keabsahan ijazah calon pemilukada harus dilakukan pihak yang independen.

    “Pemeriksaan ijazah itu, harus melalui prosedur dan benar, dan dilaporkan kepada pihak kepolisian. Dan itupun pembuktian kebenarannya, membutuhkan waktu yang relatif lama. Sementara KPU juga tidak memiliki kapasitas untuk memeriksa hal tersebut,” ujarnya.

    Sementara Sosiolog IAIN Raden Fatah Drs Wijaya MSi mengatakan, diperlukan pembuktian secara faktual atas isu ijazah palsu. “Kalau terdapat indikasi ijazah yang meragukan, maka dengan kata lain mereka juga meragukan KPU yang melaksanakan pemilihan kepala daerah sebelumnya. Kita harus melihat, ke arah mana indikasi permasalahan ini, jangan sampai permasalahan ini hanya ditunggangi kepentingan pihak tertentu, untuk menggagalkan pemilukada,” ujarnya. /ton/ron/yen/mir/hen/git

  15. Mobil Pemprov Sumsel Diamankan Sebarkan Selebaran Gelap
    Palembang, BP

    Polisi mengamankan enam tersangka penyebar selebaran yang berisi fitnah terhadap H Alex Noerdin. Seorang di antaranya PNS. Dalam melakukan aksi itu, mereka menggunakan mobil dinas milik Pemprov Sumsel.

    Polisi menyita sebuah mobil dinas Toyota Kijang pick up BG 9104 MZ milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang digunakan untuk menyebarkan materi black campaign (kampanye hitam) berupa ratusan fotokopi dan koran yang memuat berita negatif Bupati Musi Banyuasin H Alex Noerdin.

    Dalam Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang disita polisi, tertulis pemilik mobil tersebut Pemprov Sumsel dengan alamat Jalan Kapten A Rivai, nomor rangka MHF31KF6044032569, nomor mesin 7K-0727976, tahun pembuatan 2004, warna tanda nomor kendaraan merah.

    “Mobilnya untuk sementara kami amankan guna kepentingan penyidikan lebih lanjut,” ujar seorang petugas.

    Penyitaan mobil dinas Pemprov Sumsel itu menyusul ditangkapnya enam orang penyebar selebaran gelap yang memfitnah Bupati Muba H Alex Noerdin, Selasa (10/6).

    Penyebaran selebaran itu dilakukan para tersangka di tengah berlangsung acara silaturahmi dan pengajian istri H Alex Noerdin, H Eliza Alex bersama ibu-ibu warga Kelurahan Sako, Kecamatan Sako, Palembang di Masjid Al Falah, Jalan Swadaya Murni, kemarin siang.

    Keenam tersangka yang ditangkap, Dedi alias Deni (20), tukang ojek yang tinggal di Jalan Simpang Borang, Kelurahan Sako, Riko (17) warga Komplek Kenten Azhar, Kenten Laut, Palembang, Fatimah (52), warga Jalan Fatahillah, Kelurahan Sialang, Sako, Palembang.

    Kemudian Hasan Basri (52), PNS Departemen Agama (Depag) Palembang, dan Leman (16), keduanya tinggal di Jalan Mawar II, Kelurahan Sialang Sako, serta Romli Yusuf (40), buruh harian warga Jalan Rawa Jaya, Kelurahan Lebung Gajah, Kecamatan Sako.

    Mereka kini diamankan di Direktorat Reskrim Polda Sumsel guna pemeriksaan lebih lanjut. Saat dibawa ke Unit Siaga Ops Polda Sumsel, kemarin, Riko dan Hasan Basri saling menyalahkan. Keterangan mereka terkesan dibuat-buat dan berbeda satu dengan lainnya.

    Polisi juga mengamankan puluhan lembar fotokopi berita koran yang mendiskreditkan Bupati Muba H Alex Noerdin. Dalam berita itu Alex Noerdin disebutkan telah berselingkuh.

    Dua KTP atas nama Hasan Basri dan Romli Yusuf, satu lembar STNK mobil kijang pick up hitam pelat merah BG 9104 MZ milik Pemprov Sumsel, dan satu buah VCD tuduhan perselingkuhan H Alex Noerdin turut diamankan.

    Terungkapnya aksi penyebaran selebaran gelap ini bermula ketika para tersangka dengan menggunakan satu unit mobil kijang pick up hitam datang ke lokasi silaturahmi Hj Eliza Alex di Masjid Al Falah, Jalan Swadaya Murni, Kelurahan Sako, Kecamatan Sako, Palembang pada pukul 13.00.

    Menurut warga, saat itu mereka dikawal sebuah sepeda motor Suzuki Smash biru, menyebarkan ratusan selebaran yang menyudutkan Alex Noerdin. Bersamaan itu mereka juga menyebar stiker bergambar Ir H Syahrial Oesman dengan teks ‘Bersama Membangun Sumsel’ dan belasan VCD yang isinya soal perselingkuhan H Alex Noerdin kepada warga sekitar.

    Merasa sosok Alex Noerdin telah dijelekkan oleh penyebaran materi kampanye hitam, warga kemudian mendekati mobil yang digunakan aksi itu. Kepada orang-orang yang ada dalam mobil itu ditanyakan siapa yang menyuruh mengedarkan selebaran itu. Namun mobil kijang dan sepeda motor itu malah kabur.

    Melihat ulah tak bertanggung jawab itu, warga yang mulai emosional lantas mengepung dan menghadang laju kendaraan. Upaya ini berhasil, enam orang pelaku penyebaran ditangkap warga.

    Kemudian satgas dari Pemuda Panca Marga (PPM) Sumsel Resimen Yudha Putra Kompi BS pimpinan Ali Pabawo dan anggota Polsekta Sako mengamankan para tersangka ke kantor polisi. Selanjutnya mereka digelandang ke Polda Sumsel.

    Sehubungan peristiwa itu H Alex Noerdin melalui kuasa hukumnya Abadi B Darmo SH telah melapor secara resmi ke Polda Sumsel, kemarin. Laporannya tercatat bernomor 327-B/V/2008/Siaga ops. Dalam laporannya Abadi menyatakan, para tersangka telah melanggar pasal 310, 311 dan 335 KUHP.

    Kapolsekta Sako AKP Ali Sadikin mengatakan, tersangka telah diamankan di Mapolda Sumsel. “Mereka ditangkap lantaran menyebarkan selebaran gelap,” katanya.

    Sementara Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Abusopah Ibrahim mengatakan, keenam tersangka masih diperiksa secara intensif di Mapolda Sumsel. “Para tersangka belum mengaku siapa yang menyuruh. Tapi barang bukti selebaran itu telah kami amankan, mereka bakal dijerat pasal 310, 311, dan 335 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP),” katanya.

    Salah satu anggota PPM Sumsel, Indah mengatakan, saat kejadian para tersangka ini tengah menyebarkan selebaran gelap dan VCD. “Tersangkanya ada delapan orang. Dua orang yang menggunakan sepeda motor kabur,” katanya.

    Indah membantah jika ia dan teman-temannya melakukan penganiayaan terhadap tersangka. Menurutnya, pemukulan itu dilakukan massa yang marah atas tindakan para tersangka. Pihaknya justru mengamankan tersangka dari amukan massa.

    “Ketika mereka membagikan selebaran itu, warga mendekat, tapi para tersangka langsung kabur sehingga diteriaki maling,” katanya.

    Sedangkan Ali Pabawo mengatakan, acara Hj Eliza Alex dari sebelumnya sudah mendapat halangan. “Semalam, panitia acara Ali dan Wahidin Sudiro Husodo diminta jangan mengadakan kegiatan ibu Alex, tapi acara tetap jalan,” katanya.

    Sementara itu, tersangka Riko mengaku saat membeli rokok dan berencana melihat silaturahmi Hj Eliza Alex didatangi Hasan Basri yang memintanya memegang selebaran gelap lantaran Hasan Basri akan ke WC. “Tiba-tiba aku langsung ditangkap, padahal aku tidak menyebarkan selebaran itu. Pelakunya Hasan Basri,” katanya.

    Tersangka Hasan Basri sendiri berubah-ubah dalam memberikan keterangan kepada polisi. Ia sempat mengaku sebagai wiraswasta, namun ketika dilihat KTP-nya ternyata PNS. Hasan setelah itu kemudian mengaku sebagai PNS.

    Hasan juga mengatakan, yang ikut dalam mobilnya, selain Fatimah dan Romli, juga Deni alias Dedi, Leman, dan Riko. Namun pernyataannya berubah kembali, katanya yang ikut di mobil hanya Fatimah dan Romli.

    Menurut Hasan Basri, awalnya dia meminjam mobil kijang itu kepada Bagian Perlengkapan Pemprov Sumsel lantaran akan pergi melayat keluarganya di Jejawi, OKI yang meninggal dunia.

    “Sebelum pergi ke OKI, aku mampir sebentar di tempat keluarga di Sematang Borang. Tiba-tiba massa mengepung aku yang sedang membawa Fatimah dan Romli,” ujarnya seraya membantah telah menyebarkan selebaran tersebut seperti dituduhkan Riko.

    Sedangkan Romli Yusuf yang merupakan tetangga Hasan Basri bungkam saat ditanya wartawan. “Saya tidak tahu menahu soal ini,” katanya pendek.

    Hal serupa dikatakan Deni alias Dedi. Menurutnya, ia tidak tahu mengenai selebaran itu. ”Saya sempat lihat, ada tukang ojek yang melempar selebaran itu tapi aku tidak tahu siapa namanya,” katanya.

    Saat kejadian, Deni alias Dedi mengaku melihat pria dalam mobil kijang yang mengajaknya masuk dalam mobil saat berada di pangkalan ojek di Simpang III Borang. “Mobil kijang yang kami tumpangi membawa selebaran gelap,” katanya.

    Sedangkan Fatimah mengaku hanya ikut menumpang mobil kijang yang dikendarai Hasan Basri untuk masuk kawasan Sematang Borang. “Aku hanya diberi nasi oleh orang yang tidak dikenal. Aku tidak bagikan selebaran itu, aku hanya menumpang,” katanya.

    Sementara itu, kuasa hukum keenam tersangka, Misrullani SH mengatakan, pihaknya akan mengadukan balik oknum PPM Sumsel yang memukul kliennya di lokasi kejadian ke unit siaga Ops Polda Sumsel.

    “Soal penyebaran selebaran gelap itu, harus dibuktikan dulu benar atau tidak. Kalau klien kita bilang tidak ada penyebaran selebaran itu,” katanya. /osk

    Pasal-pasal yang Bisa Menjerat Tersangka

    Pasal 310 KUHP

    (1) Barangsiapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

    (2) Jika hal itu dilakukan dengan tulisan atau gambaran yang disiarkan, dipertunjukkan atau ditempelkan di muka umum, maka diancam karena pencemaran tertulis dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

    (3) Tidak merupakan pencemaran atau pencemaran tertulis, jika perbuatan jelas dilakukan demi kepentingan umum atau karena terpaksa untuk membela diri.

    Pasal 311 KUHP

    (1) Jika yang melakukan kejahatan pencemaran atau pencemaran tertulis dibolehkan untuk membuktikan apa yang dituduhkan itu benar, tidak membuktikannya, dan tuduhan dilakukan bertentangan dengan apa yang diketahui, maka dia diancam melakukan fitnah dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

    (2) Pencabutan hak-hak berdasarkan pasal 35 No. 1 – 3 dapat dijatuhkan.

    Pasal 335 KUHP

    (1) Diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah:

    1. Barangsiapa secara melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu, dengan memakai kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tak menyenangkan, atau dengan memakai ancaman kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tak menyenangkan, baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain;

    2 Barangsiapa memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu dengan ancaman pencemaran atau pencemaran tertulis.

    (2) Dalam hal sebagaimana dirumuskan dalam butir 2, kejahatan hanya dituntut atas pengaduan orang yang terkena. /

  16. Hadiri Acara Alex Noerdin Dianiaya Aparat Desa
    Pendopo, BP

    Lagi-lagi H Alex Noerdin dizalimi. Kali ini, menimpa beberapa simpatisannya yang hendak mendatangi pengobatan gratis yang digelar Sang Pelopor Berobat dan Sekolah Gratis itu di Talang Ubi, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Muaraenim.

    Sarji, (65) warga Dusun IV Talang Padang dihajar hingga babak belur oleh Bedu, orang dekat Kepala Desa (Kades) Benakat Toni.

    Saat ditemui di kediamannya, kemarin, Sarji menuturkan, Minggu (25/5), ia bersama 150 warga menumpang bus untuk pergi ke acara silaturahmi Alex Noerdin dengan warga.

    Namun saat hendak pergi, ia dihalang-halangi Kades Banakat Toni yang saat itu didampingi rekannya Kelik dan Bedu.

    “Saat itu saya dibentak Kades Toni, kalian tidak boleh pergi ke acara silaturahmi Alex Noerdin. Mana izin kalian, tanpa persetujuan saya kalian tak boleh pergi ke acara itu,” papar Sarji.

    Saat itu, kata Sarji, ia tetap ngotot untuk pergi. Ketika ia turun membuka pintu bus untuk menjelaskan kepada Toni cs, Toni langsung menyambar kunci mobil dan menyitanya.

    Saat itulah, Bedu langsung melayangkan bogem mentah. Tiga kali pukulannya berhasil ditangkis Sarji. Dan pukulan keempat mendarat di mulut Sarji dan mengakibatkan gigi korban nyaris tanggal. Darah bercucuran.

    Belum puas memukuli korban, Toni langsung membawa Sarji ke kantor kades. Sementara itu ratusan warga yang kecewa terpaksa pulang ke rumah masing-masing.

    “Pukul tujuh kami menuju Pendopo dari Desa Benakat. Seratus meter di depan rumah Kepala Desa Benakat Toni, kami dihadang. Bus yang kami kendarai dihalangi motor oleh Kades Toni, Kelik dan Bedu. Toni merampas kunci mobil sedangkan Bedu berkali-kali memukuli saya. Bibir saya pecah, darah mengucur deras, dan gigi goyang, saya pusing-pusing,” tutur Sarji.

    Atas kejadian ini, ia pun melaporkan peristiwa tidak menyenangkan tersebut ke Polsek Talang Ubi. Hari itu, Sarji beserta lima warga lainnya, Saidan, Saikut, Ngalim, Suyono, dan Mukayat dipanggil aparat kepolisian untuk dimintai keterangan atas peristiwa penghadangan dan pemukulan yang mereka alami.

    “Saya senang, sebab polisi bertindak cepat. Hari ini Senin (2/6), pelaku akan dipanggil,” terangnya.

    Pastinya, tambah Sarji, meski sudah terkena pukulan dan dalam keadaan bibir pecah dan mulut bengkak, ia tetap datang ke acara silaturahmi Alex Noerdin di Pendopo.

    Dirinya sempat menyampaikan kejadian tersebut kepada Sang Pelopor seraya meminta maaf karena warganya gagal datang ke acara karena dihalangi Kades Toni.

    Sementara itu, Kapolres Muaraenim AKBP Refdi Andri saat dihubungi membenarkan kejadian penghadangan dan pemukulan terhadap sejumlah warga yang dilakukan Toni dan Bedu.

    “Kejadian itu sudah saya ketahui dan saya perintahkan Kapolsek Talang Ubi segera memproses sesuai hukum yang berlaku. Pokoknya akan kita tindak lanjuti dan usut tuntas,” tegasnya.

    Keterangan Refdi langsung ditindaklanjuti Kapolsek Talang Ubi, AKP Agus Pri Irwanto. Menurutnya, pelaku akan dijerat dengan pasal penganiayaan yaitu pasal 351.

    “Hari Senin ini kita panggil pelaku yaitu Toni dan Bedu. Jika mereka tidak datang sampai panggilan ketiga kalinya, kami akan jemput paksa,” tegasnya singkat.

    Dari keterangannya saat ini sudah dimintai keterangan enam orang saksi. Sedangkan para tersangka yang akan ikut dipanggil adalah Toni, Kelik, Misdiyanto, Mursalim, Slamet Riyadi, Muzakir, dan Abdulah alias Bedu.

    Atas terjadinya pemukulan simpatisan Alex Noerdin, Tim Relawan Ungu Pendopo, Supri langsung datang mengunjungi korban dan mengurus pengobatan korban.

    Kepadanya, Supri juga mengatakan, banyak terima kasih atas dukungan yang diberikan untuk Alex Noerdin.

    “Saya dan kawan-kawan datang karena undangan dan ingin merasakan pengobatan gratis yang digelar Alex Noerdin dan dihalangi serta dipukul, masak mau berobat gratis tidak boleh dan malah dipukuli, apa ini benar,” protesnya. /arf

  17. Tidak Mengheran Kan kalau Harun Arasyid Bekas Sekda MUBA,Mantan Kepala Perpustakaan daerah sumsel.

    dapat 2 persen dio itu kan penjilan Syahrial oesman
    Dio waktu di muba sekda waktu alex jadi bupati nah pas alex nyalon keduo kalinyo harus arasyid di pecat/dimutasi ke pusda sumsel. nah pas lah jadi kepala pusda dio mita rai di SO maklum biar dapet jabatan baru….

    caro nyo jelek2in Alex . dengan cara buka Posko Di dekat puti kayu yg bertuliskan ” ORANG MUBA DUKUNG SO”
    yo caro wong minta rai lah…..

  18. Kita semua tau kalau hati so busuk
    menghalalkan bermacanm cara demi jadi gub nur walaupun

  19. Kita semua tau kalau hati so busuk
    menghalalkan bermacanm cara demi jadi gub nur walaupun dg cara di larang ALLAH.

    ngaku baru balek dari haji… tapi…alangkah busuk hatinyo

  20. @muscheni

    Komentar anda begitu sistematis dan menunjukkan bahwa anda orang pendidikan dan pernah dekat dengan AN
    sebaliknya, tidak ada satupun komentar dari pendukung AN yg berani mematahkan pendapat anda, poin per poinnya.
    Salut pak!

  21. Saya memperhatikan, komentar dari pendukung AN hanya ada dua bentuk;
    1. Copy paste dari harian BERITA PAGI

    2. Menjelek-jelekkan SO dengan berbagai bahasa dan julukan yg tidak baik.

    Silahkan buktikan sendiri.
    TErima Kasih.

  22. @Dr. Susilo Phd (PhD untuk bidang Kakus yo?)

    Bukan idak dikomentari, tp males. kareno saking panjangnyo tulisan si MUCHENI tu laju males nyimaknyo. Lagian kito sudah paham, intinya ingin menjatuhkan AN bukan?
    Siapa yang meragukan keislaman Alex? MUCHENI atw ANDA?

    Lalu apakah anda tidak meragukan keislaman SO?
    Apo jugo komentar awak tentang Judinyo?
    Apo pulo komentar awak tentang Fitnah yang dilakukan oleh timses SO terhadap AN.
    Anda adalah seorang munafiq kelas kakap jika anda ikut menyerang orang yang telah terdzolimi.

    SO baru2nilah yang naek haji tu, kareno beliau pengen maju lagi dipilkada. biar ado H didepan namonyo. padahal asli tukang fitnah.

    1. Berita itu dicopy paste karena sumbernyo jelas. Idak ngarang selemak perutnyo be seperti yang wong SO lakukan.

    2. Mulut team SO lebih parah lagi dalam memaki lawannyo. kareno manusio2 macem itulah produk dari kepemimpinan SO selamo ini.

    buktikanlah dewek oleh Pak PhD tu
    Terimakasih

  23. @Dr. Susìlo Phd dan Musheni :

    Adalah sangat bodoh, bagi orang-orang yang hanya percaya pada isu-isu. Agama Islam tidak mengajarkan kita percaya pada isu-isu. Kalau ajaran Islam yang dipakai, menurut hemat saya, tuduhan selingkuh, berbuat zina itu harus ada saksi 4 orang.

    Sekarang apa yang dilakukan oleh geromolan ini ? .. benar-benar jauh dari tuntunan agama Islam. Saya pikir, gerombolan ini, dan siapa-siapa yang dibelakangnya, akan dilaknati oleh Allah SWT. Wallahua’lam.

    Anda berbicara masalah korupsi, tetapi anda tidak lihat dengan jelas, siapa yang ditahan saat ini di tanjung api-api ? Siapa yang bertanggung jawab dalam hal ini ? Saya pikir, dia sekarang duduk-duduk ditemani istri dan anak-anaknya di ranjang sambil tidur-tiduran di ruang AC. BAgaimana dengan yang ditahan ? Apakah ini yang namanya Islami ?

    Anda bercerita masalah RS Muba. Tetapi, itupun berdasarkan isu-isu yang berkembang. Apakah ini yang dinamakan ilmiah. Apakah ini yang anda namakan orang berpendidikan ? dimana semboyan anda, orang muda, berpendidikan ? omong kosong ini. Anda tidak tahu, dokter-dokter spesialis yang dikontrak itu adalah dokter akademisi terbaik, yang mau datang ke Muba. Di RS ini perlu kompetisi. Yang terbaik dalam melayani pasien, itu yang diutamakan. Inilah yang namanya RS yang bergerak ke kemajuan. Yang statis dan tidak mau bersaing, ini yang tertinggal. Masyarakat perlu pelayanan yang terbaik.

    Waduh, ketika baca tulisan anda diatas, saya pikir, ini benar-benar propaganda pendukung Syahrial. Saya sebenarnya pengen jawab satu-persatu keterangan anda diasat, tetapi nantilah, kalau ada waktu.

    Keterangan saya, anda benar-benar picik dengan isu-isu murahan anda itu.

    Apasalahnya, ketika Alex Noedin mencalonkan diri jadi Gubernur ? Rakyat Sumsel pantas dan berhak mendapatkan pemimpin yang dapat merubah nasib nya menjadi lebih baik. Kalaupun Alex Noerdin tidak mau menjadi Gubernur Sumsel, saya yang memintanya menjadi Gubernur demi Sumsel, walaupun mungkin Alex Noerdin tidak mengenali siapa saya ini.

    Anda bicara masalah karakter rakyat Sumsel, tapi anda tidak bicara bagaimana karakter rakyat Muba ? Saya pikir, semenjak Alex Noerdin, kebebasan berekspresi ditengah-tengah masyarakat sangat besar di Muba. Dulu, tidak ada gambar-gambar SO yang dirusak di Sekayu. Kejadian terakhir-akhir ini saja, sejak banyak gambar-gambar AN di rubuhkan dan dikoyak2 di kota Palembang. Di Muba, orang bicara pemimpin yang baik dan buruk dengan bebasnya. Orang mengkritik dengan bebasnya. Tidak ada pengorganisasian preman di Sekayu, walaupun di Sekayu terkenal dengan semboyan “Mati dem asal top”. Tetapi apa yang terjadi di Palembang, dikandangnya Syahrial ? preman-preman pengacau dimobilisasi. Untuk apa ini ? Untuk digerakkan. Bukan rahasia umum lagi, lawan-lawan politik diancam oleh preman-preman. Gambar-bambar alex dirusak. Masyarakat dipaksa rumahnya dipasang poto-poto Syahrial dan Helmi. Apakah ini terjadi di Sekayu ? Tidak. … Tetapi, mungkin nanti, rakyat muak dengan tindakan penzhaliman oleh pasukan-pasukan Syahrial. Kemudian, apa yang diajarkan oleh agama : “.. balaslah setimpal dengan perbuatannya.”

    Anda bicara masalah kekalahan golkar lah. Saya gak pikir maslah golkar, tapi yang saya pikir, mampu gak orang ini membawa rakyat menjadi Sejahtera ? Pemilihan partai urusan nanti. SEkali lagi, apakah ada hubungan antara pemimpin dengan partai dalam pilkada ? RAta-rata, para peneliti menganalisa, tidak ada bununganya rakyat memilih partai dengan rakyat memilih pemimpin. Pemilihan pemimpin adalah karena kemampuannya, populernya, dikenalnya oleh masyarakat. Selanjutnya apakah anda ingin katakan PKS sudah berhasil bersama-sama dengan partai pendukung pemerintah mensejahterakan rakyat ini ?

    Anda bisa lihat, betapa kerdilnya PKS di pusat, pada saat hak angket diperjuangkan partai-partai yang lain. Dimana suara PKS ? Benar-benar sebuah partai yang kemaruk kekuasaan. Dan sekarang, anda menuduh salahsatu kandidat dengan prasangka-prasangka dimana agama Islam melarang prasangka-prasangka itu. Sekarang, siapakah yang layak dikatakan yang berbuat sesuai tuntunan agama ?

    Pengikut yang kemaruk kekuasaan dan membabi buta, atau pengikut yang menggunakan akal sehat dan logika agama ?

  24. @mr.x&juhai

    Lagi-lagi anda memamerkan kebodohan kalian.

    Jika anda serius dalam berkomentar, berilah komentar yang membuka wawasan dalam berpikir.

    Apalagi dibandingkan dgn komentar mr.X diatas,
    Sarat dgn emosi dan miskin intelektualitas

  25. ìyo, kebijakan AN itu bertolak belakang dengan IDI SUMSEL.
    Dokter2 RSUd MUBa bukan datang oleh kompetisi.
    Tetapi karena AN nak sekendak atinyo be maksoke berobat gratis.
    Akibatnyo dio belari ke UI, di UI jugo banyak dak akornyo, ngambeklah yg nonmuslim

  26. @24

    mas mas
    Yang bodoh itu anda,
    Jika anda menggunakan otak, anda tidak akan memlih SO sebagai Gub yang akan datang. kecuali dalam keluarga anda terdapat hubungan keluarga atw bisnis dengan kerabat SO.

    Seluruh isi komentar Pro AN diblog ini sudah lebih dari cukup untuk membuka wawasan anda dalam berfikir.

    RAKYAT BISA MEMBEDAKAN MANA BATU BERHARGA DAN MANA BATU BIASA.

    AN sudah pernah terpilih oleh rakyat langsung..

    SO blum pernah ngerasoi.

    DAK PACAK LAGI MENANG DENGAN SIKOK SUARO

  27. @Dr.susilo. Phd :

    Coba anda tunjukkan, yang mana yang kata anda ilmiah itu, kalau cuma gosip dan fitnah saja, saya kira orang gila pun bisa buat karangan-karangan isapan jempol belaka.

    Saya ambil contoh komen disini yang agaknya menggunakan data-data, dan bukan dongengan sebelum tidur yang anda agung-agungkan itu :

    Sekedar tambahan, apakah dua anggota DPR yang ditahan KPK itu dari proyek TAA itu cuma gosip ? Apakah yang membuat rencana tuduhan selingkuh di hotel Jakarta yang bernama Syahferi dan di iyakan oleh Syahrial itu cuma isu ?

    Hehehe, beginikan Syahrial mendidik pendukungnya dengan katanya pendidikan gratis yang berkualitas … hahahahhaha
    ——————————-

    ADA APA SYAHRIAL OESMAN DENGAN PROGRAM PENDIDIKAN GRATIS YANG BERKUALITASNYA

    Tulisan ini merujuk dari :

    1. Pembangunan Pendidikan Sumsel Masih Tertinggal (Catatan Memperingati Hardiknas), Ambo Intang, Dosen Universitas Taman Siswa Palembang, BeritaPagi, Jumat, 2 Mei 2008, Halaman 18, Rubrik Opini. (Dengan merujuk pada buku “Capaian Kinerja Pembangunan Pendidikan Nasional 20-05-2008 yang dikeluarkan oleh Depdiknas RI)

    2. Refleksi Pendidikan Tak Tuntas, Ferdiansyah, SE., MM. Anggota Fraksi Partai Golkar DPR Komisi X, Kandidat Doktor UNJ, Seputar Indonesia, Jumat, 2 Mei 2008, Halaman 5, Rubrik Opini.

    3. Slide Paparan Mendiknas (Pembangunan Pendidikan Nasional), oleh Departemen Pendidikan Nasional, Rapat Pimpinan Nasional, Arga Mulya, 31 Januari 2008.

    rembuk2008.diknas.go.id/bahan/PAPARAN%20MENDIKNAS%20PADA%20REMBUK%2031%20JANUARI%202008%20RM.ppt

    Banyak cara untuk mengukur keberhasilan kinerja pemerintahan, misalnya di bidang pendidikan. Dalam bidang pendidikan ini, untuk mengetahui kenerja atau sampai sejauh mana keberhasilan pembangunan dibidang pendidikan maka kita akan membandingkan kemampuan Provinsi Sumatera Selatan ini dengan provinsi-provinsi lain dan target nasional yang seharusnya dicapai oleh suatu daerah. Perbandingan ini memakai indikator-indikator terukur.

    1. Rasio Jumlah Siswa SMK dengan SMA yang masih rendah dibanding daerah regional atau Sumbagsel

    TABEL 1
    PERBANDINGAN JUMLAH SISWA SMK VS SMA DI SUATU DAERAH

    NO ….DAERAH ……….RASIO ………PERINGKAT DARI 33
    …………………………………PROVINSI DI INDONESIA
    1 …..TARGET NASIONAL ….40:60 . 40%
    2 …..SUMSEL ………….25:75 . 25% ….. (29)
    3 …..JAMBI …………..30:70 . 30% ….. (24)
    4 …..BENGKULU ………..37:63 . 37% ….. (15)
    5 …..LAMPUNG …………38:62 . 38% ….. (14)
    6 …..BANGKA-BELITUNG ….39:61 . 39% ….. (12)

    Dari Tabel 1, didapat bahwa untuk perbandingan jumlah siswa SMK terhadap siswa SMA di provinsi Sumatera Selatan (25:75) masih jauh di bawah target nasional (40:60). Provinsi ini urutan 29 dari 33 provinsi di Indonesia. Dibandingkan dengan daerah-daerah regional atau sumbangsel pun provinsi ini masih kalah. Provinsi Jambi peringkat 24 dari 33 provinsi, Bengkulu peringkat 15, Lampung peringkat 12 dan Bangka-Belitung peringkat 12 dari 33 provinsi di Indonesia.

    2. Peningkatan Mutu Dan Daya Saing Pendidikan Yang Masih Rendah

    TABEL 2
    KUOTA JUMLAH GURU BERSERTIFIKAT PENDIDIK

    NO DAERAH JUMLAH GURU
    1 .SUMSEL ………….. 5,128
    2 .SUMBAR ………….. 6,241
    3 .RIAU & KEP. RIAU …. 5,149
    4 .SULSEL …………. 10,089
    5 .JATIM ………….. 31,695
    6 .JABAR ………….. 18,424
    7 .JATENG …………. 21,491
    8 .SUMUT ………….. 12,105
    9 .LAMPUNG …………. 7,844

    Dari Tabel 2, didapat kuota jumlah guru bersertifikat pendidik sampai tahun 2007 masih dibawah Sumbar (6.241 orang), Lampung (7.844 orang), Riau dan Kepulauan (5.149 orang) dan Sumut (12.105 orang).

    4. Perluasan Akses Pendidikan Yang Masih Rendah di Tingkat Nasional, Bahkan Dibandingkan Dengan Kabupaten Musi Banyuasin Yang Telah Meninggalkan Terget Nasional.

    APK atau Angka Partisipasi Kasar adalah rasio jumlah siswa, berapapun usianya, yang sedang sekolah di tingkat pendidikan tertentu terhadap jumlah penduduk kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikan tertentu.
    Misal, APK SD sama dengan jumlah siswa yang duduk di bangku SD dibagi dengan jumlah penduduk kelompok usia 7 sampai 12 tahun.

    APK ini terkait dengan perluasan layanan pendidikan di suatu daerah, yaitu seberapa luas layanan pendidikan terhadap penduduk pada usia sekolah tertentu (misalnya SD, SMP atau SMA). Di provinsi Sumatera Selatan, pada saat ini, masalah ini menjadi masalah yang sangat serius. Masih banyak populasi anak usia sekolah di propinsi ini yang tidak atau sulit untuk bersekolah karena berbagai faktor penghambat, terutama karena faktor ekonomi. Padahal, diketahui bahwa Provinsi ini adalah provinsi terkaya ke 5 di era otonomi daerah. Hal ini tidak terjadi pada Kabupaten Musi Banyuasin. Besarnya anggaran pendidikan (lebih dari 20%) dan praktik sekolah gratis yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin sejak tahun 2002 misalnya terbukti memiliki kontribusi positif terhadap peningkatan akses mutu pendidikan di daerah ini.

    TABEL 3
    ANGKA PARTISIPASI KASAR (APK) SD DI TINGKAT NASIONAL, PROVINSI SUMATERA SELATAN DAN KABUPATEN MUSI BANYUASIN PADA TAHUN2007

    NO … APK (%) ….. KETERANGAN
    1 …. 94.66 ……. Target Nasional Tahun 2007
    2 …. 94.90 ……. Realisasi Nasional Tahun 2007
    3 … 118.24 ……. Realisasi Kab. Muba Tahun 2003
    4 … 119.15 ……. Realisasi Kab. Muba Tahun 2007
    5 …. 93.34 ……. Realisasi Prov. Sumsel Tahun 2007

    Dari Tabel 3, dapat dilihat bahwa APK SD untuk saat ini, Provinsi Sumsel (93.34%) masih dibawah target Nasional (94.90%). Bandingkan dengan APK SD untuk Kabupaten Musi Banyuasin (119.15%) yang sudah jauh meninggalkan target/realisasi Nasional, apalagi Propinsi Sumatera Selatan.

    TABEL 4
    ANGKA PARTISIPASI KASAR (APK) SMP DI TINGKAT NASIONAL, PROVINSI SUMATERA SELATAN DAN KABUPATEN MUSI BANYUASIN PADA TAHUN2007

    NO .. APK (%) …. KETERANGAN
    1 … 91.75 …… Target Nasional Tahun 2007
    2 … 92.52 …… Realisasi Nasional Tahun 2007
    3 … 62.74 …… Realisasi Kab. Muba Tahun 2003
    4 … 95.27 …… Realisasi Kab. Muba Tahun 2007
    5 … 84.90 …… Realisasi Prov. Sumsel Tahun 2007

    Dari tabel 4, dapat dilihat juga bahwa untuk pemerataan pendidikan di tingkat SMP, lagi-lagi Provinsi Sumsel belum bisa mencapai target nasional yanitu dengan APK (84,90%) yang dibawah APK Target Nasional (91.75%) dan Realisasi Nasional (92.52%). Bandingkan dengan APK Kabupaten Musi Banyuasin (95.27%) dengan program pendidikan gratisnya yang telah meninggalkan target/realisasi nasional.

    Menurut (Ferdiansyah, 2008), Depdiknas akan mencapai laju peningkatan APK per tahun sekitar 3% sampai 4% dengan melakukan strategi yang lebih kreatif lagi, bersinergi dengan pembangunan infrastruktur serta tidak terpaku pola-pola lama. Data ini didapat dari rapat kerja komisi X DPR RI dengan Depdiknas pada tanggal 8 Februari 2008. Dari hasil rapat tersebut, beliau juga menambahkan bahwa sudah dapat dipastikan 11 provinsi tidak akan tuntas dalam program penuntasan wajib belajar pendidikan dasar, karena APK 11 provinsi dan 149 Kabupaten/Kota kurang dari 95%.

    Melihat capaian APK Prov. Sumsel tahun 2007 sebesar 84.90%, dengan melakukan strategi yang lebih kreatif lagi dibanding yang telah dilakukan selama ini, diasumsikan didapat peningkatan APK 4% per tahun maka untuk 2 tahun akan mencapai APK sebesar 94% dan ini masih dibawah target APK Nasional (95%). Jadi jelas di sini bahwa Prov. Sumsel termasuk 11 provinsi dari 33 provinsi yang ada di Indinesia ini yang dipastikan untuk tahun 2009 tidak akan tuntas dalam program penuntasan wajib belajar pendidikan dasar.

    Bagaimana sebaran pendidikan untuk tingakat SMA, apa yang dapat dilakukan oleh Pemprov Sumsel, data pada tabel dibawah ini.

    TABEL 4
    ANGKA PARTISIPASI KASAR (APK) SMA DI TINGKAT NASIONAL, PROVINSI SUMATERA SELATAN DAN KABUPATEN MUSI BANYUASIN PADA TAHUN2007

    NO … APK (%) . KETERANGAN
    1 … 60.20 …. Target Nasional Tahun 2007
    2 … 60.51 …. Realisasi Nasional Tahun 2007
    3 … 21.83 …. Realisasi Kab. Muba Tahun 2003
    4 … 70.21 …. Realisasi Kab. Muba Tahun 2007
    5 … 52.20 …. Realisasi Prov. Sumsel Tahun 2007

    Untuk tingkat SMA, lagi-lagi Prov. Sumsel kedodoran. APK prov Sumsel (52,2%) masih dibawah standar APK Nasional (62.20%). Bila dibandingkan dengan prestasi yang dilakukan oleh Kabupaten Musi Banyuasin pun masih kalah jauh (70.21%).

    Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa

    1. Proses pembangunan pendidikan yang dilakukan oleh provinsi Sumatera Selatan (pemerintahan Syahrial Oesman) dibawah standar Nasional, dan termasuk 11 provinsi/daerah terbelakang di tahun 2009 dalam soal pembangunan pendidikan. Hal ini pun sangat kontras bila dibandingkan pembangunan pendidikan oleh Kabupaten Musi Banyuasin (pemerintahan Alex Noerdin) dimana pembangunan yang dicapai telah melebihi target dan perolehan nasional.

    2. Kaya miskin suatu provinsi/daerah, bukanlah penentu tunggal bagi maju mundurnya sebuah pembangunan pendidikan. Sebaliknya yang sangat menentukan adalah sejauh mana komitmen pemimpinnya terhadap dunia pendidikan dan program strategisnya dalam membangun pendidikan di daerah yang bersangkutan.

    Lantas kita pun bertanya, … Ada apa Syahrial Oesman dengan Program Pendidikan Gratis Yang Berkualitas, bila jumlah penduduk untuk usia sekolah di Sumatera Selatan ini pun belum bisa diusahakannya mencapai standar Nasional, bahkan akan menjadi 11 provinsi terbelakang pembangunannya diantara 33 provinsi di Indonesia ini pada tahun 2009 ?

    jenderalkumbang@yahoo.com

  28. @Wong RS :

    ìyo, kebijakan AN itu bertolak belakang dengan IDI SUMSEL.

    MANO KEBIJAKAN IDI SUMSEL ? KALO MEMANG ADO, TOLONG JUGO ALASAN YURIDISNYO HARUS MERUJUK IDI SUMSEL ?

    ——

    Dokter2 RSUd MUBa bukan datang oleh kompetisi.

    SEKARANG, MANO DOKTER YABG MENURUT KAU BAGUS, DAN BAGUS KAU TUH PERTIMBANGAN APO, SUDAH TUH SURUH DIO JADI DOKTER DI MUBA. KUKIRO, RSU MUBA SANGAT TEBANTUKE DENGEN USAHA KAU INI.

    ————-
    Tetapi karena AN nak sekendak atinyo be maksoke berobat gratis.

    KALU DEMI MASYARAKAT, DAN DAPAT DILAKSANAKAN, INI BAGUS BUAT MASYARAKAT. KALU SO DAK PACAK, JANGAN IRI DONG .. IRI KAN TANDA TAK MAMPU.

    ————
    Akibatnyo dio belari ke UI, di UI jugo banyak dak akornyo, ngambeklah yg nonmuslim

    SAYA KIRA UI INI SUATU INSTITUSI PENDIDIKAN YANG DIAKUI BAHKAN OLEH INTERNASIONAL DI INDONESIA. KALAU ANDA MERASA UI SUDAH TIDAK COCOK LAGI DI ALAM INDONESIA INI, TERUTAMA SUMSEL, BUBARKAN SAJA UI. KALAU UI SAJA YANG DIAKUI INTERNASIONAL INI ANDA ANGGAP PAYAH, BAGAIMANA LAGI DENGAN UNSRI YANG KELASNYA DIBAWAHNYA.

    ANDA MALAH MEMPERBODOH RAKYAT INI.

    SAYA CUKUP HERAN JUGA, DENGAN SUMPATISA-SIMPATISAN SYAHRIAL INI. SIMPATISANYA SAJA BEGINI, ASBUN, BAGAIMANA PIMPINANNYA YAH ?????

  29. @Wong RS :

    Berapa banyak sih dokter non muslim di RS Muba ? Berapa banyak juga dokter non muslim di RS Muh. Husin ? Coba anda uraikan dulu, jangan kecap no. 1 aja, hahahahhaha

    ————————————————-

    Tambahan :

    Berapa banyak, orang Indonesia yang berobat keluar negeri? Kenapa mereka berobat keluar negeri ? Saya jawab, karena mereka punya uang dan di luar negeri kualitasnya jauh dibanding dalam negeri, apalagi kalau dindingkan dengan RS Muh. Husin. Dokter-dokter diluar negeri ini beragama apa ? Hampir seluruhnya, non muslim. Apa dilarang berobat dengan mereka ? Sepanjang tidak melanggar syariat, tidak dilarang.

    Berapa banyak, orang Indonesia yang berguru/menuntut ilmu keluar negeri. Hampir semua dosen termasuk juga si calon wakil gubernur berguru keluar negeri. Orang luar negeri ini orang apa ? banar .. non muslim. Apa dilarang berguru dengan non muslim ?

    Nah, sekarang, untuk alih teknologi, apa dilarang kita berobat dan berguru dengan non muslim ? Muslim sekarang ketinggalan, dan harus dapat merebut teknologi, keterampilan, kemampuan dari non muslim.

    Saya juga lihat, seorang Alex Noerdin, sebagai Bupati Musi Banyuasin, membangun pendidikan Akademi Keperawatan standar Internasional, kemudian, satu semester praktek medis di RS Internasional Singapura. Lulusannya sudah sesuai dengan standar pendidikan keperawatan di luar negeri.

    Hal ini, siapa yang akan diuntungkan ? Alex Noerdin, menyiapkan SDM-SDM handal dan memperbaiki juga manajemen RS yang lebih baik. Semua ini untuk siapa ? Untuk warga Muba dan buahnya akan berlipat ganda pada 5 tahun ke depan.

    Seharusnya, anda datang langsung ke RS Muba, dan bertanya langsung ke dokter spesialis, bagaimana dia bisa masuk ke RS Muba. Disana, kalau tidak salah, mungkin anda juga bisa tanya sama salah seorang dokter ini. Dokter ini masih muda, dan salah satu dokter lulusan terbaik UI. Dia salah satu pimpinan ESQ Jakarta. Pernah belajar di luar negeri.

    Mudah-mudahan kampaye hitam, reda setelah nantinya ada tersangka yang diajukan ke meja hijau akibat fitnah, tuduhan, yang memang dilarang oleh agama ini.

  30. @mr. Z

    Sabar es, dak usah marah-marah.
    Takut tebongkar rahasia apo?

  31. @mr. Z

    Asbun..asbun..
    Susah kalo komentarnya sudah eror
    *pergi sambil geleng-geleng kepala*

  32. Pasti terjadi.
    salam..

  33. Dari aku jingok-jingok, pecaknyo SO ini cuma di dukung wong-wong yang begosip, pecak ibuk-ibuk di rumah susun. Kikikiki ..

  34. Menurutku bener jugo apo yang dikatoke Mr.Z. Cubo SO basmi wong yang ke gereja. Misalnyo bakar gereja yangn didapan caritas. Hahahhaha. Sudah tu, bunuh dokter-dokter yang di Rumah Sakit Umum Plembang yang banyaknyo puluhan itu. Lanjutnyo potong tangan dio dewek kerno dio sudah be judi termasuk di luar negeri dan sudah maleng duit rakyat kasus TAA. Nah, sikok lagi, bantai pemain-pemain asing SFC kerno dio ini bukan Islam jugo. Berapo banyak duit kito yang dibayarke ke wong kafir ini ? Kito besorak-sorak njiongok pemain-pemain kafir ini bemain, SO bagi-bagi duit ke dio, sudah tu apo yang kito dapetke ? Apo pengobatan gratis ? Apo kesehatan gratis ..

    Dasar SO kafir …, sudah kafir malah mengkafirkan wong lain dengen sepak bola yang ado pemain-pemain kafirnyo. Kito-kito ini jadi kafir pulok kerno perbuatan kafir SO ini.

    == Jadi pantes bae SO ini digelari, wong kafir dan beken wong lain jadi kafir jugo ==

    ihihihihi

  35. ALEX NOERDIN LAYAK KITA BERI KESEMPATAN UNTUK MEMIMPIN SUMSEL YANG KITA CINTAI INI.

    KITA BUTUH PEMIMPIN YANG TULUS MENGABDI UNTUK RAKYAT.

    PABILA ALEX MAMPU MENGANGKAT SUMSEL MENJADI MAKMUR, MAKA TIDAK SALAH JIKA ORANG SUMSEL MENDUDUKI RI 1.

    TOLAK TUKANG FITNAH, TUKANG KORUPSI DAN TUKANG JUDI.

  36. oy mang alex, lum jadi gubernur lagi banyak yang kau pecat di golkar, A. Natar, Hilam Efendi,
    apolagi men la jadi, alengke otoriternyo kau tuch lex

    banyak tokoh yang kau manfaatke,
    Yahya Bahar, laju saket gara – gara kau,
    Tantowi Yahya,
    kau tuch hobi nian ngadu uwong, jangan-jangan hobi pulok ngadu ayam

    oh jadilah manas – manasi uwong tuch, sayang wong sohe dak tepengaruh,

    ku denger-denger posko kau tuch lah ketemu wong yang bakarnyo, ngapo idak di exspos?? nah jangan-jangan rombongan nga tulah yang bakarnyo,

    oh yo ngap pas pernyataan siap kalah siap menang di griya agung tuch, eddy yusuf dan datang, kau tuch lah pecah kongsi samo eddy yusuf, dio tuch dak siap kalah,

    nah nah yaa cacam, lum jadi bae lah saleng tinggalke pasangan, cacam cacam

  37. Paskah suzetta, dari fraksi Golkar, tersangka korupsi aliran dana BI, SBY takut memecatnya

    Referensi:
    Seputar Indonesia,
    Sumeks,
    Kompas
    10-08-2008

    Adakah BERITA PAGI memuat berita tersebut?
    TIDAK ADA

    Mau berita lain yang terpercaya?
    Tggu slanjutnya..

  38. (Majalah Forum Keadilan No. 12, 20 Juli 2008)
    =============================================

    Sumatera Selatan: Syahrial Oesman Terlibat Kampanye Hitam?
    Main Gada Menjelang PILKADA

    Gubernur Syahrial Oesman diperiksai Polda Metro Jaya dalam Kasus pencemaran nama baik. Terbongkarnya kampanye hitam terhadap Alex Noerdin?

    Boleh jadi, Senin pekan lalu merupakan hari ygn menjengkelkan bagi Gubernur Sumatera Selatan, Syahrial Oesman. Tidak hanya pada hari itu ida diperiksa aparat Polda Metro Jakarta Raya dalam kasus dugaan pencemaran nama baik, upayanya menghindar dari wartawan pun gagal.

    Padahal, mungkin saja sebelumnya Syahrial telah meminta toleransi Polda Metro agar pemeriksaan terhadap dirinya dilakukan malam hari. Malam itu sekitar pukul 21.00, bersama kuasa hukumnya, Chairul S Matdiah, Syahrial datang elegan. Berkemeja batik merah dipadu celana panjang hitam, keduanya turun dari Toyota Alphard silver bernomor polisi B 8395 HR.

    Tiba di halaman Mapolda, Syahrial sempat terlihat kaget melihat kerumunan puluhan wartawan yang menunggunya sejak siang. Kabar adanya ’orang penting’ yang akan diperiksa di sana memang telah merebak, bahkan sejak sehari sebelumnya. Untung saja nasib baik masih berpihak kepada Gubernur. Belum lagi para wartawan sempat bertanya, Syahrial segera masuk ruangan Direktorat Reskrim, tempatnya menjalani pemeriksaan.

    Setelah itu nasib baik perlahan beranjak meninggalkannya. Tidak hanya karena Syahrial harus mau menjawab berbagai pertanyaan penyelidik selama hampir dua jam, para wartawan pun ternyata masih bertahan saat Syahrial keluar ruang pemeriksaan.

    Baru saja Syahrial melangkah keluar ruangan, puluhan wartawan media cetak dan elektronik langsung mengerumuninya. Syahrial yang tampak letih dengan kantung mata bengkak itu menolak menjawab. ”No comment, no comment,” ujarnya menghindar. Namun karena wartawan yang ada bukan satu dua, langkah Syahrial pun terhenti. ”Sudahlah, saya hanya memberikan keterangan sebentar,” ujar dia, sambil mencoba berlalu. Didesaknya wartawan yang dengan terpaksa menghindar.

    Tetapi tatkala Syahrial tiba di dekat mobilnya, di sekeliling Alphard pun telah banyak wartawan berkerumun. Entah dengan cara bagaimana, akhirnya Syahrial pun berhasil masuk mobil. Sayangnya mungkin karena terdesak puluhan wartawan, pintu belakang kiri Alphard itu rusak otomatisasinya. Karuan saja, dalam perjalanan pulang dari Mapolda Metro Jaya itu pintu belakang mobil itu terbuka lebar, seolah-olah menawarkan kesempatan kepada wartawan untuk masuk dan menanyai Syahrial sepanjang jalan.

    Bukan urusan Pelabuhan Tanjung Siapi-api yang membuat Syahrial diperiksai Polda Metro Jaya. Kasus itu sendiri kini tengah dalam penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Justru yang menyerimpung Syahrial kali ini malah urusan yang kecil yang semestinya tidak terjadi. Syahrial diperiksa menyusul laporan Andria Sisca kepada Polda Metro. Dalam laporannya, Andria menyatakan dirinya telah difitnah dan diperlakukan tidak menyenangkan oleh mantan suaminya, Azwirdi, yang menuding dirinya telah berselingkuh dengan Bupati Musi Banyuasin, Alex Noerdin, seteru dekat Syahrial pada Pilkada September mendatang.

    ”Andria Sisca melapor April lalu. Terlapor Azwirdi, suaminya. Pak Syahrial sendiri kita mintai keterangan sebagai saksi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol I Ketut Untung Yoga Ana. Menurut Yoga, pasal yang dipakai polisi dalam kasus ini adalah Pasal 310 tentang Fitnah, Pasal 311 tentang Pencemaran Nama Baik, dan Pasal 335 tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan.

    Persoalannya, mengapa Syahrial? ”Polisi tidak sembarangan asal panggil atau memeriksa. Tentu pemeriksaan terhadap Syahrial dilakukan setelah ada runtutan ceritanya dari hasil pemeriksaan saksi sebelumnya,” kata Yoga. Ia menyatakan, pemeriksaan terhadap Syahrial dilakukan lantaran penyidik perlu mendengar pengakuannya dalam kasus tersebut.

    Yang jelas, semua bermula dari rekaman VCD yang beredar di beberapa Sumatera Selatan beberapa bulan sebelumnya. Rekaman VCD yang juga bisa diunduh dari YouTube tersebut berisi tudingan Awirdhi Aminuddin bahwa dirinya bercerai dengan mantan istrinya, Andria Sisca, karena Andria berselingkuh dengan Alex Noerdin. Yang menarik, seolah sengaja disebarluaskan, VCD itu beredar ke seluruh lapisan masyarakat di Sumsel, bahkan ke berbagai lembaga negara di Jakarta.

    Belakangan, angin yang sepertinya dibesar-besarkan agar jadi badai yang akan memelantingkan Ales Noerdin itu justru berubah arah. Awal bulan lalu, sebuah rekaman amatir menggunakan telepon genggam membuktikan adanya pertemuan terkait upaya penyebaran vcd terindikasi fitnah tersebut. Dalam rekaman yang juga beredar di YouTube (www.youtube.com) dengan judul ’Tragedi Kejahatan’ tersebut, tergambar jelas adanya rekayasa di balik menyebarnya VCD pengakuan Azwirdhi.

    Rekaman ’Tragedi Kejahatan’ sendiri berisi rekaman pertemuan antara Azwirdhi dengan Syahfery, yang disebut-sebut sebagai keponakan Syahrial Oesman. Dalam pertemuan itu, selain dihadiri Azwirdhi, Syahfery, Eva—seorang wanita yang disebut-sebut sebagai pacar Azwirdhi, hadir pula Ferimon Bakri, mantan pengacara Azwirdhi. Perekaman pertemuan itu sendiri dilakan Ferimon secara sembunyi-sembunyi.

    Inti pertemuan itu, Azwirdhi dan Eva meminta Syahfery membantu pemenuhan dana untuk biaya pengacara. Sebagaimana diketahui, setelah VCD pengakuan Azwirdhi itu beredar, Azwirdhi dilaporkan Sisca, mantan istrinya, ke polisi.

    Dalam rekaman jelas terdengar pernyataan Eva yang terindikasi meminta dana. ”Ini kan (pengakuan Azwirdhi) bukan sedikit nilainya. Kalau emang Abang setuju, kita kerjakan. Kalau Abang nggak sanggup, berarti kita kan nggak bisa kerja. Kan begitu….Setelah itu terdengar jawaban Syahfery. ”Itu urusan saya, tak ada persoalan. (Tinggal) siapa mau sebarkan…Kalau kita angkat ini terus, kan tenggelam dia…

    Rekaman Ferimon itulah yang kemudian menyeret Syahrial. Keterlibatan langsung keponakannya, Syahfery, dalam pekerjaan yang mengindikasikan pembunuhan karakter terhadap Alex Noerdin itu wajar memancing dugaan akan kemungkinana Syahrial berada di balik upaya lancung dan tak beretika tersebut. Orang wajar berpikir, bila keponakannya terlibat, mungkinkah orang yang paling berkepentingan dengan cederanya nama baik Alex tidak tahu menahu? Atau, maukan Syahfery mengeluarkan dana sekian banyak untuk penggandaan dan penyebaran VCD pengakuan Azwirdhi, bila tidak ada pamrih lebih besar? Yang lebih penting, darimana dana itu berasal?.

    Status Syahrial sendiri saat ini masih sebagai saksi. Tetapi bukan tidak mungkin status itu berubah seiring temuan polisi. Sumber FORUM di Mpolda Metro Jaya sendiri mengatakan, dalam pemeriksaan tersebut Syahrial mengakui hubungan kekerabatan antara dirinya dengan Syahfery, orang yang terindikasi menyandang dana pembuatan vcd Azwirdhi. ”Tetapi Pak Syahrial menyatakan tidak tahu menahu urusan itu,” kata sumber. Mudah-mudahan saja. Sebab bila terbukti lain, tentu tak sedap menyandang sebutan bermain gada pada momen demokratis seperti Pilkada.

    Terkait rekaman, Ferimon sendiri mengaku, dirinyalah yang mengambil gambar pertemuan yang digelar di Hotel Aston, Jakarta itu. Menurut Ferimon, semakin lama ia mengenal Azwirdhi, semakin terkuaklah betapa banyak yang bersangkutan melakukan kebohongan. ”Saya tak mau lagi terlibat dalam kebohongan ini,” kata Ferimon, pengacara dari LBH FBR tersebut.

    (Majalah Forum Keadilan No. 12, 20 Juli 2008)

  39. @Syhe

    Udah basi om!!
    Katek berita baru apo?
    Lagipula udah berapa kali berita ini dicopy paste?:-)
    Oh iya, udah tau kan, DANNY SETYAWAN, mantan gubernur Jabar menjadi tersangka kasus korupsi, tahu dari partai apa beliau?
    GOLKAR

  40. @banyubiru

    Yang menjadi tersangka korupsi itu kadernya.
    tidak berarti GOLKAR secara keselurauhan.

    Jika karena nila setitik rusak susu sebelanga
    BAGAIMANA KOMENT ANDA TENTANG AJIS SAIP YANG SEKARANG MERINGKUK DIPENJARA…. BUKANKAH DIA ORANG PDI perjuangan?
    dan yang dipajohnyo tu duit untuk rakyat SUMSEL!

    sudahlah jangan cak ketatuan gino awaktu. urusi bae SO kau yang tukang fitnah, judi, sogok dan korup tu.

  41. SLOGAN YANG COCOK BUAT BALIHO SOHE ADALAH;….

    “YANG MUDA YANG BERGAYA”

    Ahaiiiyyyy Pak SO makkayo bujang lagi!!!

  42. @banyubiru

    Cknyo juhai kawan kito ni la dicuci otaknyo.
    Dak biso ngomong sopan lagi.
    Kau cma menyuguhkan fakta terkini, idak ngatoi or nuduh wong dio.
    Ngapo dio marah-marah.
    Jangan2..
    Gek kito lanjuti lagi, he..he..
    Juhai..juhai.. Lum dapat jatah apo?

  43. Slogan SOHE: AYO BANGKITKAN SUMSEL HEBAT…….

    Itu berarti SUMSEL belom bangkit juga di era kepemimpinan SO, jadi apo bae kerjo SO selamo 5 tahun (2003-2008) itu????
    So, terbukti khan SO itu nge-gombal wae….

  44. @pengamat & banyubiru

    Yang menyebabkan banyaknya kader golkar jadi tersangka korupsi menurutku bukanlah suatu kesalahan individu. Anda berdua salah!!
    Yang salah itu adalah sistem yang ada dalam tubuh partai tersebut

  45. @pengamat & banyubiru

    Tengok saja JK, ia adalah seorang yg smart & pebisnis handal,
    Tapi lihat saat ia menjdi wapres, ia seperti a***** ygdiikat lehernya.
    Serupa dengan SBY, yg jadi pasangannya,mana berani asal pecat PASKAH S.
    Open your eyes men!!

  46. @pengamat, banyubiru & pelapor

    Hiks… kamu tu nyubo ngungkap keborokan uong untuk nutupi keborokan SO.

    Hiks samo dengan nereaki uong yang maling ayam tapi SO dewek maling sapi!

    Hiks, tuna Sarjan Taher dan Emir Yusuf Faisal yang sekarang lah dicekal. siapo yang nyogoknyo? anggota DPRD SUMSELkah? tukang jual koran yg diprapatan lampu merah?
    ha..ha..ha..ha..

    Aku fikir orang yang sudah terbiasa melakukan loby2 kotorlah yang menjadi otak penyuapan ini.

    Otakku lah dicuci? (mungkin) tapi dak apo2 mokasih, dengan otak yang baru di’cuci’ aku biso melihat kebenaran.

    ALEX NOERDIN LAYAK DIPILIH UNTUK 5tahun kedepan.
    Kalu gagal kito ganti lagi.

    KITO SUMSEL HARUS BERFIKIR PANJANG UNTUK MEMILIH SO KEMBALI.
    BIARLAH DPRD YANG DULU YANG MELAKUKAN KESALAHAN DENGAN MEMILIH SO, TP KITA JANGAN SAMPAI MELAKUKAN KESALAHAN TERSEBUT UNTUK KEDUA KALINYA.

    SO IDAK JELEX. TAPI UONG YANG DISEKELILINGNYO TU YANG IBLIS GALO!!!!!!!!!!!!!!

  47. Dulu bisa menang dengan satu suara, sekarang tidak akan terjadi lagi.
    Saya warga OKU SELATAN SIAP MEMENANGKAN PASANGAN ALEX_EDDY UNTUK MENJADI GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR SUMSEL.

  48. @pelapor.

    Saya setuju,walau kita bandingkan juga.tetep golkar yang paleng gawat.
    PDI paling cuma DPRD cak yang diomongke oleh JUHAI.
    Tapi memang tak salah jika Golkar kalah besar tiap pilkada.Tak lain karena mesin partai yang korup.
    Terima kasih.


  49. Thanks buat pendapat-pendapatnya bro!!
    Minimal sekarang kita tahu bahwa kita punya satu kesimpulan dasar yang sama.
    Yang jelas, dengan ditangkapnya kedua petinggi kelas kakap Golkar inì, menjadi ‘black campaign’ yang dilakukan oleh kadernya sendiri

  50. @48 dan 49 (aku yakin sikok uong)
    koment 48 ditulis jam 5:22
    koment 49 ditulis jam 5:28

    Kito dulu baru belajar berdemokrasi. tapi salahnyo kito pilih caleg dari partai PDIP yang notabenenyo banyak uong buntu!
    setelah mereka duduk, ternyato lebih parah dan lebih merusak dari pejabat terdahulu!

    Simak berita ini.
    Bukan cuma kadernyo tapi termasuk jugo dedengkotnyo.

    http://tsonjaya.blogsome.com/2007/11/09/megawati-laksamana-sukardi-dan-kapal-tanker/

    Lagi, penjualan aset negara pada saat pemerintahan Megawati Soekarnoputri.

    Laksamana Sukardi ngotot bahwa penjualan dua kapal tanker Pertamina yang merugikan negara 20 juta dollar AS (Hahhh??) telah disetujui dan atas sepengetahuan Presiden pada waktu itu, yaitu Megawati Soekarnoputri. Sementara Megawati, lewat Sekjen PDIP Pramono Anung, membantah pengakuan Laksamana Sukardi tersebut. Menurut Pramono, Megawati saat itu telah menolak penjualan dua kapal tanker itu yang belum disetujui oleh Menteri Keuangan Boediono.

    Bagi orang yang waras, ada dua hal yang bisa kita tarik dari kasus ini. Pertama, TIDAK MUNGKIN skandal sebesar itu terjadi tanpa sepengetahuan Presiden. Apalagi semua orang tahu bahwa memang pada waktu itu, Laksamana Sukardi sebagai Menteri BUMN diberi wewenang untuk jualan aset-aset negara oleh Presiden, seperti penjualan Indosat kepada Singapura yang sangat kita sesalkan. Pertamina adalah BUMN yang harusnya mendapat perhatian besar dari seorang presiden karena termasuk industri strategis yang menyangkut kepentingan rakyat banyak.

    Kedua, kalaupun misalnya presiden (pura-pura?) tidak mengetahui penjualan tsb, maka kecakapan presiden dalam memimpin negara sangat-sangat perlu dipertanyakan. Bagaimana mungkin seorang kepala pemerintahan tidak mengetahui sebuah kebijakan menterinya yang bisa dibilang sangat krusial. Dan kalau presiden saat itu menolak atau tidak menyetujui kebijakan tsb (artinya, kalau menolak, presiden memang mengetahui soal ini), kenapa masih saja tetap terjadi? Lagi-lagi kecakapan presiden dipertanyakan. Bagaimana mungkin seorang Menteri tetap bisa mbalelo terhadap perintah atasannya yang tidak setuju. Jika saat itu presiden menolak tetapi tidak mengambil tindakan apa-apa untuk mencegah terjadinya penjualan dua kapal tanker itu, maka sikap presiden ini sama saja dengan menyetujui, tetapi dengan malu-malu.

    BELUM LAGI TELKOMSEL DAN INDOSAT YANG DIJUAL KESINGAPURA

    Itu kalu partai menjadi tolak ukur. tetapi saya rasa tidak, Eddy Santana Putra telah menjadi bukti bahwa pribadi seseoranglah yang menentukan.

    Aku maklum kalu awak mati2an mendukung SO, karena beliau adalah Pak Cik awak sendiri.

    Tp kalu aku. aku idak punyo hubungan tali temali dengan kedua calon, baik itu hubungan keluarga apalagi bisnis.
    Tp saya pribadi menginginkan Perubahan diprovinsi yang kita cintai ini.

    Saya tidak mau lagi SO menjadi pemimpin di provinsi ini, dan saya harap banyak pada saudara2 yang laen untuk tidak memilih SO.

    KITA HARUS BERFIKIR, GANTI PEMIMPIN YANG NYATA2 GAGAL. KEKUASAAN DITANGAN KITA (RAKYAT)
    ALDY JUGA KITA GANTI LAGI JIKA TERNYATA GAGAL.

    SUMSEL HARUS BERANI MENENTUKAN PILIHANNYA!

    TUKANG JUDI, FITNAH DAN KORUP TIDAK LAYAK UNTUK MEMIMPIN SUMSEL YANG KITA CINTAI INI.

  51. Sori mas juhai,
    Kayaknya ini tempat forum silaturahmi kami,
    Maklum kami semua lagi online tadi,

  52. Sori mas juhai,
    Kayaknya ini jadi forum silaturahmi kami,
    Maklum kami semua lagi online tadi,

  53. Kamu di sini sibuk nian dengen partai. Kito ini milih wong, bukan milih partai. Kalu milih anggota partai, baru kito milih partai. kamu jingok bae, waktu meleh ado gambar partainyo. Ado nomor urut partai nyo.

    Kito harus membedakan bahwa memilih pemimpin dengan memilih partai. Contohnyo bae, Syahrial dan Helmi bukan kader partai. Sudah tuh, nak ado lagi calon independen. Calon ini bahkan idak diusulkan oleh partai. Sudah tu analisa dari banyak pengamat, memilih bupati, gubernur, bahkan presiden itu bukan dari partai apo dio, tapi dari pribadinyo, dari kepopulerannyo, dari figurnyo. Partai itu hanya kendaraan politik nyo bae.

    Kamu-kamu di sini ngomongi masalah korupsi. Segalo partai terimo duit haram. Bahkan yang katonyo PKS ini bersih ini jugo terimo duit haram. Inget dak, mak mano Fachri Hamzah terimo duit dari Rochimin Dahuri yang sekarang di tangkep. Terus Amin Rais jugo terimo duit dari mantan menteri kelautan ini. Sekarang yang teranyar, duit BLBI ini jugo sampe ke tangan bukan bae paskah suzeta, tapi ke kader PKS. Namonyo, Tb Soenmandjaja. Sudah baco beritanyo belum.

    Untuk kasus Sumsel, yang jadi masalah ini, yang jadi biang korupsi ini. Siapo biang korupsi TAA, yang nyebabke anggota-anggota DPR di tahan ? Dio ini namonyo Syahrial Oesman. Tetapi, begitu hebatnyo permainan dio ini, sampe-sampe cuma yang nerimo duit bae yang ditahan. Yang ngenjukke idak. Bahkan dalangnyo dak tahu siapo. Ini memang aneh. Kato uwong, dio ini punyo aji belut putih. Punyo ilmu pengasih. Siapo yang jingok dio, jadi kagum ke dio. BAhkan walau bejudi pun gawe nyo, wong masih kagum ke dio. Inilah aji-aji dio.

    Kalu aku menggelarinyo, “BANDIT TE BESAK ABAD INI”, dan ini lahir di tanah tercinta kita, Sumatera Selatan.

  54. PKS, PARTAI YANG KEMARUK KEKUASAAN.

    SUDAH JELAS ORANG YANG BERJUDI, DAN TUKANG FITNAH, YANG MENYEBABKAN KRISIS ENERGI DI INDONESIA (SUMSEL LUMBUNG ENERGI DAN PANGAN TAPI DAK BISA NGATASI ENERGI NASIONAL/ JANGANKE KENASIONAL, LOKAL BAE GAGAL) INI, DIA TERINDIKASI KORUPSI TAA SEKITAR 10 MILYAR, MASIH TERUS DI DUKUNG.

    NIH, CONTOH PKS YANG PURA-PURA ALIM TETAPI HAUS KEKUASAAN.

    —————–

    NILAH.COM, Jakarta – Citra PKS sebagai partai yang dikenal bersih dan bebas korupsi kini dipertanyakan. Salah satu anggotanya disebut menerima aliran dana BI sebesar Rp 250 juta saat menjadi anggota Komisi IX periode 1999-2004.

    Kesaksian anggota FPG Hamka Yandhu di persidangan kasus aliran dana BI di Pengadilan Tipikor Senin (28/7) lalu mengungkap 52 nama anggota Komisi IX DPR preiode 1999-2004. Dari sekian banyak nama tersebut, jumlah anggota DPR yang menerima dana paling banyak berasal dari Partai Golkar.

    Menyebut Partai Golkar atau beberapa partai besar lainnya tentu publik sudah biasa mendengar jika banyak yang tersangkut kasus hukum. Namun bagaimana jika ada nama anggota dari PKS (dulu Partai Keadilan) yang tersangkut kasus ini. Citra bersih PKS menjadi pertaruhan menjelang Pemilu 2009.

    Anggota PKS yang disebut Hamka adalah Tb Soenmandjaja yang tergabung dalam Fraksi Reformasi. Maklum pada periode lalu, jumlah anggota DPR dari PKS hasil pemilu 1999 tidak mencapai syarat untuk membentuk sebuah fraksi.

    Penelusuran INILAH.COM, Rabu (30/7), TB Soenmandjaja kini tercatat sebagai anggota Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS dan mantan Ketua DPW PK Jawa Barat.

    Di jajaran petinggi PKS, Kang Soenman – begitu Soenmandjaja biasa disapa cukup disegani. Dia merupakan salah satu tokoh pendiri PKS dan motor penggerak partai ini di Jawa barat.

    Bahkan, kini Soenmandjaja akan ikut bertarung dalam Pilkada Kabupaten Bogor sebagai calon Bupati Bogor periode 2008-2013 yang akan digelar Agustus mendatang. Soenmandjaja berpasangan dengan Ace Supeli yang dikenal sebagai pengusaha sukses di Bogor.

    PKS sendiri kini dibuat pusing. Kabarnya jajaran DPP PKS hari ini sedang menggelar sebuah rapat yang membahas masalah ini. Mereka tidak mau jika hal ini akan menjatuhkan citra partai yang sudah susah payah dibangun.

    Ketua Badan Humas DPP PKS Ahmad Mabruri yang dihubungi INILAH.COM membenarkan adanya rapat khusus yang sedang digelar DPP PKS.

    “Semua hadir, ada Pak Tifatul, Pak Mahfudz Siddiq dan pengurus DPP,” kata Mabruri.

    PKS, lanjut dia, akan segera menyampaikan sikap resmi kepada publik agar isu ini tidak merugikan pencalonan Soenmandjaja di Pilkada Bogor. “Saat ini kami sedang mencari langkah-langkah yang terbaik untuk menjelaskan kepada masyarakat Bogor terutamanya, bahwa hal ini tidak benar sama sekali,” pungkasnya.[L6]

  55. Kabarnya hamka yandhu (tersangka kunci aliran dana BI) juga dari partai golkar ya?
    Ada yang bisa kasi referensi beritanya gak fren?

  56. @banyubiru

    Lha itu sudah disebutin oleh SUHERMAN
    PKS, partai paling bersihpun kecipratan, tapi yang mandi sampe basah, tetep golkar.
    Gitu kesimpulan om Suherman

  57. O, yah, hamka yamdun dari Partai Golkar ? Tapi, yang beri suap siapa .. siapa yang biang nya .. Syahrial … heheheh …

    Syahrial, Sudah sesat dan menyesatkan orang lain .. anehnya PKS ikut-ikutan sesat.

    PKS, Partai Munafik .. hahahahaha ..

    Pilih yang bersih di Pilkada Sumsel.

    Jangan pilih Syahrial, si Bandit abad ini …

  58. Eh, PKS berapa kena sogok oleh Syahrial .. hahahah .. terbukti loh, anggota DPR di tahan oleh kasus TAA …

    Ini bukan fitnah gaya pimpinan yang didukung PKS, Syahrial. hahaha.

  59. Kalau hukum islam yang ditegakkan, mungkin Syahrial sudah putus tangannya, karena hobinya nyuri duit dan berjudi … hahahahha.

    PKS, … Partai Islam Munafik …

  60. @Pengamat
    Lha itu sudah disebutin oleh SUHERMAN
    PKS, partai paling bersihpun kecipratan, tapi yang mandi sampe basah, tetep golkar.
    Gitu kesimpulan om Suherman

    ====

    JADI KAMU BILANG, BOLEHLAH, MENCURI SEDIKIT AJA, JANGAN BANYAK-BANYAK … HEHEHEHHE.

    PKS .. PARTAI ISLAM MUNAFIK

  61. TAPI, YANG RAJA SUAP SIAPA ….? GAK SALAH LAGI, SYAHRIAL OESMAN, TOKOH YANG DIKUKING PDIP (PARTAINYA WONG CILIK) DAN SEKARANG PKS PUN IKUT-IKUTAN DUKUNG,

    KATA @PENGAMAT, BOLEHLAH MENCURI SEDIKIT, JANGAN BANYAK-BANYAK, PAMALI… HEHEHEH

    PKS .. PARTAI ISLAM MUNAFIK

  62. PKS, BOLEH MENCURI, TAPI JANGAN BANYAK-BANYAK …

    KALO REKOR MURI PENYUAP TERBANYAK SIAPA … ? MUNGKIN MASUK 5 BESAR LAH SI SYAHRIAL, TAPI KALAU KELICIKANNYA, BISA MASUK REKOR MURI. KERNA, YANG TERIMA SUAP DITAHAN, YANG NGASIH SUAP DAN DALANGNYA ENGGAK .. BENAR-BENAR ANEH DUNIA INI

  63. DUA COPET….
    DUA COPET….
    DUA COPET….
    DUA COPET….
    DUA COPET….
    DUA COPET….
    DUA COPET….
    DUA COPET….

  64. Iya saya setuju dgan pendapat om Suherman.
    Kita ini memilh orang, bukan partai. Pilihlah orang yang nonpartai, karena leher mereka tidak akan diikat oleh kehendak partai.
    Bang Suher alias juhai.
    komentarnya yang baik dong, please..

  65. @64

    Saya dan Suherman adalah orang yang berbeda. kami tidak saling mengenal.
    Kesamaan kami berdua adalah karena kami tidak ingin SYAHRIAL OESMAN terpilih untuk menjadi gubernur sumsel untuk kedua kalinya.

    Apa yang dikatakan oleh Pak SuhERMAN ADALah kebenaran/kenyataan. Syahrial Oesman adalah Bandit Terbesar Abad ini Yang terlakhir diprovinsi dan negeri tercinta ini.
    KALU DIO LAHIR DIAMERIKA DAN MENJABAT DIAMERIKA, BISO DIPASTIKAN BAKAL ANCUR PULO AMERIKA!

    Inilah indonesia. Maling ayam biso digebuki sampe babak belur.. tapi maling duit rakyat masih biso berkelit.
    SYAHRIAL INI BISO DIKATAGORIKAN SEBAGAI SEBANGSA DEDEMIT ATAW MAKHLUK SILUMAN.

    ATI2 PAK, AZAB ALLAH SANGAT PEDIH.

    UNTUK UKURAN PAK SYAHRIAL BUKAN LAGI KENO SETRUK, TAPI SUDAH LAYAK UNTUK KENO DUO ATAW TIGO TRUK. ATW MALAH BERTRUK-TRUK.

    ALEX LAYAK UNTUK DIPILIH MENGGANTIKAN SO

    SO LAYAK MENDAPAT KOMENT2 MIRING TENTANG DIRINYA!

  66. Maaf, aku pemilih pemula. Baru kelas 3 SMA.
    Semula aku kira Alex Noerdin yang baik,tapi setelah membaca blog ini dan komentar pendukung2nya yang suka memfitnah,aku lebih memilih Sahrial karena komentar2nya lebih masuk akal dan sesuai fakta yang ada

  67. yang masuk akal, yang mano boy … ? gek kau dikotakinyo bae

  68. Namaku zakariya
    Panggilanku ZAKAR..
    Tau kan zakar itu apa?

  69. wah komen ini keren nich tapi kok nggak ada yang komentarin yaa

    oy mang alex, lum jadi gubernur lagi banyak yang kau pecat di golkar, A. Natar, Hilam Efendi,
    apolagi men la jadi, alengke otoriternyo kau tuch lex

    banyak tokoh yang kau manfaatke,
    Yahya Bahar, laju saket gara – gara kau,
    Tantowi Yahya,
    kau tuch hobi nian ngadu uwong, jangan-jangan hobi pulok ngadu ayam

    oh jadilah manas – manasi uwong tuch, sayang wong sohe dak tepengaruh,

    ku denger-denger posko kau tuch lah ketemu wong yang bakarnyo, ngapo idak di exspos?? nah jangan-jangan rombongan nga tulah yang bakarnyo,

    oh yo ngap pas pernyataan siap kalah siap menang di griya agung tuch, eddy yusuf dan datang, kau tuch lah pecah kongsi samo eddy yusuf, dio tuch dak siap kalah,

    nah nah yaa cacam, lum jadi bae lah saleng tinggalke pasangan, cacam cacam

  70. HIDUP KIYAI SOHE…!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  71. Ternyato wong di sumsel bunyan galo wong nak jadi Gubernur kamu yang sibuk karno wong jadi gubernur apo kamu pasti jadi Bupati/Camat/Lurah/RT yang jelas wong jadi Gubernur kamu mak inilah jangan cak keiyoa dukung ini & dukug itu pikirke bae diri dewek

  72. ngibul galo ngomongnyo tai kucing galo

  73. juhai ngomong kau dak katek sopan santunnyo ………………mang juhai……………… mang juhai pantesan kau tu cocok nyo bi jubai molot kau tu jgn nyodok agek keno sodok he…………..he…………..he……………..he………..

  74. To : Mang Juhai sohibku
    Oi…sohibku, kujingok alangke Vokal nyo Kamu tu ngereboti masalah pilkada ini, ado lokak lemaknyo apo ? Kalu ado aku galak pulo, tapi ajari dulu, makmano caronyo, tapi jangan lokak saro lur.
    saran aku mang, sebelum ketauan samo bik jubai, lemak kito ngomongke strategi kito gek malem, makmano.
    Aku heran samo kau Hai, ngapo kau banting setir ngurusi politik ini, kagek kau diadu domba wong bae.
    Lemak kito ngurusi gawe kito lamo be, he…he….heee
    Biaso mang…,urusan bawa perut…Ok ? Kutunggu ditempat biaso.

  75. PUSKAPTIS bagaimana hasil survey nya ngapo jauh nian prediksinyo (64 % VS 36 %), kalo itungan mak itu dak usah jadi lembaga survey jadi dukun beranak bae

  76. siap menang siap siap kalah !!!!!!!!!!!!!
    menang seneng kalah senep………….

  77. Nah setuju samo bung Marji

  78. SELAMAT ATAS SUKSESNYA KOALISI TERSTRUKTUR SELURUH KADER GOLKAR BESERTA PAN UNTUK MENDUDUKI BUMI SRIWIJAYA.
    SKENARIO 1 PUN BARU MULAI, MARI HADAPI LEVEL SELANJUTNYA UNTUK HALANGI GOLKAR-PAN MENANG DI PEMILU-PILPRES 2009.

    SELAMAT PULA UNTUK ALEX NOERDIN, SILAKAN GERAKKAN ELEMEN RANTING PEMERINTAH UNTUK OPTIMALKAN KANTONG SUARA PEMILU-PILPRES 2009. ANDA MEMANG LAYAK UNTUK JADI TOPENG DARI PENJAJAHAN MASA KINI

    SELAMAT JUGA UNTUK JUSUF KALLA, SOETRISNO BACHIR, NON GOVERMENT ORGANITATION YANG TERKAIT, CONOCO PHILIPS, MEDCO, CHEVRON, TOTAL FINA ELF, UNITED NATION, JUGA UNITED STATE OF AMERICA YANG BERHASIL MEMEGANG KENDALI PENGOLAHAN KEKAYAAN BUMI SRIWIJAYA YANG MERANA INI!
    SEMOGA SUMSEL TETAP BERTAHAN…

    UNTUK MASYARAKAT SRIWIJAYA, MARI SERUKAN:
    HANCURKAN NEO-LIBERALISME
    TEGAKKAN NEO-SOSIALISME!!!
    SINGKIRKAN SEGALA BENTUK ANTEK AMERIKA DI BUMI INI!!!

  79. It is very a pity to me, that I can help nothing to you. I hope, to you here will help.

  80. mampir nich dari jakarta selatan…
    also visit jasa pengamanan

  81. Wow,so many words above me to make me cofused, new topics interesting, whatever, I just leave some new words! —–video converter reviews

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 744 pengikut lainnya.