Maphilinda Syahrial Oesman ; Isteri Tangguh Nan Bersahaja


syahrial2.jpg

Pengantar Redaksi :
Menjadi pendamping suami dengan kegiatan ekstra sibuk bukanlah sesuatu yang mudah. Perlu kesabaran dan pengertian yang ekstra juga. Hal ini yang dialami oleh Maphilinda Syahrial Oesman, isteri dari Gubernur Sumatera Selatan, Ir.Syahrial Oesman, MM.
Berikut ini adalah peranan Maphilinda, sebagai seorang isteri yang demikian besar dan menjadi salah satu faktor utama keberhasilan suami dalam karier dan tugas. Sengaja kami kutip dari buku “Bersama Rakyat Membangun Sumsel”, semoga menjadi inspirasi untuk kaum perempuan di Indonesia. Selamat membaca.

Senyumannya khas dengan lesung pipit di kedua belah pipinya. Kulitnya putih, dan parasnya cantik. Keseharian dia tampil sangat bersahaja. Jika tidak sedang dalam kegiatan formal dia berpenampilan apa adanya, nyaris tanpa make-up. Dia tidak segan-segan menggunakan jeans dan T-Shirt. Dia juga lebih senang menggunakan bedak bayi.
Dia Maphilinda Putri Gumay. Akrab dipanggil Linda saja. Ketika remaja, rambutnya panjang sebatas pinggang. Postur tubuh ideal, langsung tinggi semampai. Wajarlah jika dia menjadi bunga di sekolahnya saat itu.
Kini, wanita kelahiran 2 Agustus 1964 ini berperan sebagai isteri Gubernur Sumsel, dan selaku diri sendiri, ibu dari tiga putri. Peranannya dalam mendampingi suami tidak dapat dianggap sepele, sebab suksesnya karier Syahrial Oesaman sangat dipengaruhi dukungan Linda, isterinya.
Maphilinda merupakan puteri kedua dari tiga bersaudara. Kaka tertuanya bernama David Pranata. David kini menetap di Bogor dan menjadi pengusaha disana. Sementara adik bungsunya bernama Novian Pranata. Sehari-hari Novian adalah seorang perwira polisi yang kini bertugas di Polda Sumatera Selatan.
Maphilinda merupakan puteri pasangan Burnaidi Djaun dan Robiyatun. Ketika memutuskan untuk menikah dengan Syahrial, Maphilinda masih tercatat sebagai mahasiswi. Diapun rela melepas kuliahnya dengan menetapkan pilihannya menikah saja diusia muda dengan Syahrial Oesman yang dipanggilnya Kak Heri.
Maphilinda memang tergolong muda. Namun dia tampak fasih bicara berbagai persoalan menyangkut kesejahteraan masyarakat. Mulai dari penyakit Tuberolose (TBC) sampai sosialisasi anti rokok. Tampaknya banyak hal yang sudah dia pelajari selama ini. Dalam usia relatif muda, bisa me-manage diri untuk menjadi isteri seorang gubernur yang suka bekerja cepat dan sempurna.
Sehari-hari Linda suka membaca semua jenis buku. Apa saja asal dia suka, dia akan membacanya. Dia palin suka baca buku-buku yang bersifat membangkitkan motivasi. Buku-buku Chicken Soup, misalnya. Dia tertantang untuk segera melakukannya.
Sebagai isteri Syahrial, Linda mengaku beruntung dan mungkin tanpa disadari sudah disiapkan suaminya secara mental untuk berperan sebagai seorang isteri pejabat. Meskipun beda usia relatif jauh 9 tahun dengan Syahrial, namun Linda sudah dipersiapkan sejak dulu, sewaktu masih jadi pegawai negeri biasa.
Suaminya selalu menekankan bahwa Linda harus lebih dari posisi yang sedang dijalaninya. Umpamanya, kalau di kepanitiaan tanggung jawab Linda sebagai isteri kepala Bidang, tetapi dia harus isteri kepala dinas. Begitupun saat menjadi isteri kepala dinas, Syahrial memintanya harus punya tanggung jawab sebagai isteri bupati. Begitu jadi isteri bupati, Linda harus bertanggung jawab seolah isteri gubernur.
Jadi porsi yang seharusnya belum dia duduki sudah dilakoni Linda sehingga begitu sudah duduk di posisi itu maka dia tidak repot lagi. Linda mengambil hikmahnya bahwa etos kerjanya itu yang perlu dilakukan.
Setelah dudk di posisis istri gubernur dia melihat pada posisi ini harus mencakup segala hal. Perbandingannya kalai di lingkungan dinas ya terbatas di dinas itu saja, di lingkungan kabupaten ya kabupaten itu, tetapi di lingkungan gubernur mencakup seluruh kabupaten/kota dengan permasalahan yang ada di seluruh propinsi.
Bagi Linda sebagai perempuan, wanita itu diibaratkannya punya seribu tangan. Mampu melakukan apa saja tetapi tanpa melupakan kodrat sebagai wanita. Ada batasan yang tidak sama antara laki-laki dan perempuan. Misal, laki-laki boleh keluar malam bahkan sampai pagi tapi seorang perempuan yang keluar malam tanpa ada tujuan terrtentu itu suatu hal yang aneh.
Dalam menerapkan disiplin dengan ketiga puterinya dia tetap memperlakukan ana-anak leyaknya seperti perempuan. “Kuno ya tetapi itulah. Saya bilang rumah tetap harus nomor satu. Setinggi apapun sekolah pokoknya rumah yang didahulukan. Pokoknya, kalian perempuan ya tetap rumah yang nomor satu. Anak saya bilang kuno sih, tetapi saya pikir itulah saya”, kata Linda.
Linda tidak suka rokok. Tetapi sejak pertama menikah dia harus berhadapan dengan suami yang perokok. Tetapi karena itu hal yang sangat pribadi maka dia memilih bersikap menghargai apa yang dilakukan suaminya dan tidak menentukan sikap. Termasuk menjaga hal-hal pribadi lainnya. Seperti membukan tas ataupun barang privasi milik suami. Linda tidak pernah melakukannya.
Baru ketika suaminya operasi jantung di Singapura saat itulah Linda membuka tas karena mau mengambil kartu golongan darah. “Ketika saya buka tas Bapak, isinya rokok dan cerutu kira-kira dua lusin cerutu dan rokok yang mereknya saya lupa. Begitu tahu itu rokok langsung saya buang semua. Lalu bapak tanya kemana rokoknya, saya bilang saya buang semua. Lalu Bapak bilang itu sayang dibuang mestinya dikasih ke orang, saya jawab kalau dikasih orang nanti orang lain pula yang terkena penyakit. Jadi kalau saya ngomong, saya ada contoh”, katanya.
Begitu pula masalah membagi waktu dan menanamkan pendidikan pada anak-anak. Sebagai ibu dia menanamkan prinsip kalau bukan punya kita jangan diambil. kalau ada pesan, segera disampaikan jangan ditunda-tunda karena itu amanah.
Itulah Linda. Baginya, kebahagiaan itu tak identik dengan harta berlimpah ruah. Dia juga paling bahagia kalau buku yang dibelinya selesai dia baca. Sebagai manusia biasa Linda mempunyai banyak keinginan yang belum kesampaian. Banyak pekerjaan yang belum bisa dilakukan. Sebagai Ketua PKK banyak program-program yang belum dilakukan. Linda mengaku merasa senang mendampingi suaminya yang sibuk sebagai gubernur.
Sebagaimana lazimnya seorang ibu, Linda mengaku mengkhawatirkan juga peredaran narkoba, khususnya kepada putri-putrinya. Untuk itu ia rajin berkomunikasi untuk mengingatkan mereka jika bergaul. Misal ketika sudah pesan minum, saat mau ke toilet maka minumannya harus dihabiskan dulu baru pergi ke toilet. Kalau ditinggalkan jangan, sebab kita tidak tahu kan.
Sebagai perempuan, wanitita itu banyak kelebihannya. Maka kalaupun dia dilahirkan kembali maka Linda tetap akan menjadi perempuan. “Perempuan itu banyak kelebihannya dan luar biasa. Dalam Al-Quran pun perempuan paling banyak dibahas, jadi istimewa lho perempuan itu dihadapan Tuhan”, katanya.
Kini sudah hampir 21 tahun Maphilinda mendampingi Syahrial. Puteri pertama  mereka tumbuh cantik dan menjelang gadis dewasa. Masa-masa pahit dan manis, suka dan duka, sudah dilaluinya dalam kurun waktu tersebut.
Terkait dukungan terhadap karier suami Linda tidak bisa melukiskan dengan kata-kata. Sebagai isteri dia harus pandai memposisikan diri dalam segala situasi. Termasuk ketika masa-masa penantian pelantikan suaminya setelah dinyatakan menang dalam pemilihan Gubernur Sumsel.
Tak banyak bertanya, tak melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan atau akan membuat sang suami semakin kalut. “Tentu masa penantian itu membuat Kak Heri kalut. Untuk itu saya tidak banyak bertanya. Kalau disuruh ke Palembang, ya kita ke Palembang. Kalau disarankan di Jakarta saja ya nurut. Pokoknya saya ini nggak mau bikin pusing Kak Heri,” katanya jujur.
Begitupun saat mendampingi suami melakukan operasi by pass jantung di Singapura. Linda menganggap inilah saay yang paling tak terlupakan dalam hidupnya. Betapa tidak, saat-saat sangat genting dia harus memutuskan sendiri apakah suaminya dia izinkan dioperasi atau tidak. Dia memutuskan sendiri demi kelangsungan hidup suaminya. Karena dia keluarga terdekat, sementara saudara Syahrial lainnya berada di tanah air.
Di balik perasaan was-wasnya diapun mengambil keputusan yang penuh resiko itu. Apapun yang terjadi. Peristiwa itu terjadi pada 20 Mei 2004 menjelang ulang tahun suaminya. Sebelumnya pada 17 – 18 Mei 2005 mereka masih berada di Batam. Syahrial masih bermain golf sebelum berangkat ke Singapura. Di tengah perjalanan menuju Singapura tiba-tiba suaminya mengalami serangan jantung yang hebat. Linda menyaksikan betapa suaminya menahan sakit yang dia belum pernah saksikan sebelumnya. “Mungkin ini yang namanya kena serangan jantung”, pikir Linda waktu itu.
Tiba di rumah sakit Mount Elizabeth Singapura, Syahrial di dampingi dr Ali Ghani dan membawa hasil yang tidak diharapkan, bahwa Syahrial harus dioperasi. Perasaan Linda berkecamuk dalam dada. Sedih, was-was, ragu bercampur aduk jadi satu. Linda dihadapkan pada dua pilihan yang semuanya tidak enak.
Namun dr. Richard yang menangani Syahrial meyakinkan  Linda bahwa operasi jantung yang akan dilakukan terhadap suaminya sudah biasa dilakukan di rumah sakit tersebut. Dalam sehari ada 3 – 6 kali operasi, dan layaknya operasi amandel saja. Masa penyembuhan recoverynya pun cepat.
Dua tahun suaminya lepas dari beban roko. Kondisi kesehatannya membaik, tubuhnya segar dan nampak bersih. Linda bersyukur suaminya sudah melewati saat-saat penting dan bersejarah dalam hidup mereka, sampai kini.

About these ads

19 Tanggapan

  1. everything happen is the best, tuhan telah menakdirkan segalanya dalam kehidupan manusia, semoga ibu dan keluarga selalu mendapat lindungan dan kesehatan dari Nya, Allahumma hajjan mabruro wa syakyan maskuro wa tijarotan lantaburo,

  2. Ibu yang bersahaja. Aku juga tidak menyangka seorang istri gubernur masih mau belanja di Tanah Abang. Tidak pernah memakai perhiasan dan make up yang berlebihan. Seperti Bill Clinton bilang, “Di balik pria yang sukses pasti ada istri yang sukses.”

    Salut untuk Ibu.

  3. hwahaha……..Emang bener bu gubernur sangat baik dan bagus, salut nian oi….!!!

    TAPiii….

    Ado yg lebih patut utk jadi panutan dan percontohan warga masyarakat SUMSEL, yaitu IBU ALEX NOERDIN yg tidak hanya tangguh dan BERSAHAJA namun Juga Memiliki Berbagai TALENTA dan KHARISMATIK Yang Tinggi di Provinsi SUMSEL ini…!!!

    jadi….

    kita cari pemimpin BARU dengan BUKTI yg sudah ada selama ini….!!!
    BEROBAT GRATIS….?NYATA UTK RAKYAT…!!!
    SEKOLAH GRATIS….?MEMBUAT WARGA KITA PINTER…!!!LEMAK KAN KALO…..
    terbukti dalam karya, 5tahun GRATIS SEKOLAH!!!
    Siapo pencetusnyo….?! ALEX NOERDIN BE,,,

    COBLOS YAAA…..

    SUMSEL PASTI MAKMURRRR….

  4. Pak Syahrial dan Ibu Maphilinda, kami wong Linggau ndo’ake biar pak Syahrial jadi gubernur lagi…tapi tolong ditempat kami ada kampung yang belum ada nama, sehari-hari disebut Talang Ketue masuk dalam Kecamatan Lubuklinggau Barat I. Sejauh ini belum ada perhatian dari pemerintah, sehingga kampung yang berjumlah 200 KK tersebut yang berprofesi sebagai petani penyadap karet dan kopi seperti tidak punya pemerintah.

    Kami dibiarkan hidup dalam kekurangan dan tidak pernah dibantu pemerintah dan disini anak-anaknya banyak yang tidak sekolah ditambah tidak ada listrik, ditambah belum adanya jalan ketempat kami.

    Tolong kami pak/ibu tolonglah kami…kalau bukan bapak/ibu siapa lagi yang akan membantu kami..

    Wasallam

  5. duh..duh..mas qorry ternyata TIM SUKSESnya pak alex juga yah…

  6. Saya mau bertanya apa benar Bibi Maphilinda Gumay istr pak Syharial ini asliya dari marga gumay Lahat? Kalau benar dari gumay mana dan nama dusunnya apa?

    terimakasih

  7. Wak Rudy Gumay, bu Maphilinda tu emaknyo wong PADANG , bpknyo wong Lahat.
    Kalu Adat PADANG tu Garis Keturunan tu dari emak.
    Jadi kalu Adat PADANG,
    bu Maphilinda Urang Awak
    Kalu ado “GUMAY” di belakang namonyo itu pacak2 dio be biar dapet dukungan dari Marga Gumay, contohnyo Wak Rudy yg lah ke Ge-eR an meraso Se Marga.

  8. Oh amon wak nih aslinyo wong Palembang dan lahir di palembang, tapi umak aku wong lahat dari marga gumay,ubak aku wong 26 ilir jerambah karang palembang.Aku bukan ke Ge-eR an samo bibi linda gumay tuh, tapi kareno dio semarga mustinyi dio harus membangun sumsel ini supayo pacak jadi nomor satu du sumatra ngalahke medan

  9. Mang Syharial Oesman Aku sebagau wong palembang asli dan umak aku dari marga gumay mendukung bapak syarial oesman untuk menjadi gebernur Palembang, karena kepemimpinan mang syarial udah terbukti.Aku secara pribadi minta agar mang syarial oesman datang pada pertemuan keluarga jurai besemah sejabodetabek dengan kontak person 0218732833.Jurai besemah ini anggotanya(Gunay,kemtang,ogan,komering,semendo,semidang,kisam dll) ini adalah organisasi persatuan wong kito yang terbesar di jakarta.kami minta mang syarial oesman datang

  10. oi…qorry yang mano uji kau bini Alex Noerdin yang BERSAHAJA memiliki TALENTA dan KHARISMATIK aku nyingok batang edongnyo bae lagi dak pernah, kau jugo jangan-jangan asal ngomong bae sebab namonyo bae lagi kau dak tau
    kacian deh lo qorry
    eh….jangan-jangan si qorry ini…????!!!!!!
    “MAMI LINDA, I LOVE YOU”

  11. Iyo ye cakmano kalu syahrial ditahan sebelum bulan september datang. Katek saingan Alex Noerdin. Mang Juhai be yang maju kagek, biar Bik Jubai biso jadi nyonya gubernur cak Bu Maphil …. Gumay …

  12. Iyo ye cakmano kalu Syahrial Oesman ditahan sebelum masa pilkada tiba? Lokak dak katek saingan Mang Alex. Suruh Mang Juhai be maju nyalon gubernur biar Bik Jubai biso jadi nyonya gubernur cak Bu Maphil … Gumay …

  13. Kamis, 12 Juni 2008
    Pelaku Penyebar Fitnah Alex Ketua Posko Pemenangan SO
    Palembang, BP

    Pengungkapan sosok Drs Hasan Basri, pelaku penyebar selebaran fitnah terhadap calon Gubernur Sumsel H Alex Noerdin yang dilaporkan ke Polda Sumsel, Selasa (10/6), kian mengarahkan dugaan adanya peran kubu lawan Alex dalam pemilukada Gubernur.

    Hasan Basri selain diketahui seorang pegawai negeri sipil (PNS) Kandepag Palembang, ternyata j

    uga adalah Ketua Posko Pemenangan Ir Syahrial Oesman (SO) Kecamatan Sako.

    Terbongkarnya sosok sebenarnya dari Hasan Basri ini setelah BeritaPagi mendapatkan salinan surat undangan dengan kop surat ‘Posko Pemenangan Pemilukada Ir H Syahrial Oesman Kecamatan Sako, Palembang’. Surat undangan tertanggal 14 Juni 2008 itu ditandatangani oleh Drs Hasan Basri selaku Ketua Pengurus Posko Pemenangan Ir H Syahrial Oesman Kecamatan Sako, Palembang.

    Adapun undangan itu berbunyi ‘Posko Pemenangan Kecamatan Sako, Palembang akan menyelenggarakan kegiatan silaturahmi yang dijadwalkan pada Jumat, 16 Mei 2008, pukul 19.00, tempat di Mushalah Alma’rifah Jalan Mawar II, Kelurahan Sialang, RT42/13, Kecamatan Sako, Palembang’.

    Undangan ditembuskan kepada Ir H Sudirman Teguh, selaku Koorwil Kota Palembang dan Drs H Mansuryan, Koorwil Kecamatan Sako, Palembang.

    Posisi Drs Hasan Basri sebagai Ketua Posko Pemenangan Pemilukada Syahrial Oesman Kecamatan Sako diperkuat adanya notulen rapat pada Selasa (29/4).

    Saat itu, Hasan Basri bertindak sebagai pimpinan rapat koordinasi yang membahas kegiatan dalam rangka memenangkan Ir Syahrial Oesman kembali menjadi gubernur. Peserta rapat 50 orang terdiri dari unsur Koorwil, pengurus posko Kecamatan Sako dan pengurus Posko kelurahan-kelurahan di jajaran Kecamatan Sako.

    Notulen rapat ini ditandatangani oleh Drs Hasan Basri selaku pimpinan rapat dan notulen Ahmad Bashil.

    Sementara itu, Ketua Koordinator Daerah (Koorda) Posko Pemenangan Pemilukada Ir Syahrial Oesman Koorwil Kota Palembang Ir H Sudirman Teguh gagal dihubungi semalam. Menurut salah satu anaknya bernama Sani, Sudirman sedang keluar rumah.

    Sedangkan Ketua Koorwil Kecamatan Sako, Palembang Drs H Mansuryan ketika dihubungi semalam tidak ada di tempat. Menurut orang yang menerima telepon di rumahnya, Mansuryan berada di luar kota di Padang (Sumbar).

    Kirim Surat Ke Menpan

    Sementara itu, kuasa hukum H Alex Noerdin SH, H Abadi B Darmo SH akan membuat surat keberatan kepada Departemen Agama (Depag) Palembang dan meminta pihak Depag Palembang mengawasi PNS di bawah instansinya agar netral dalam Pemilukada Gubernur Sumsel.

    Menurut Abadi, pihaknya sangat keberatan oknum PNS bernama Hasan Basri yang kini diamankan Polda Sumsel melakukan aksi keberpihakan kepada salah seorang calon Gubernur Sumsel.

    “Undang-undangnya jelas mengatakan PNS harus netral. Kita tanya kepada pihak Depag Palembang kenapa ini bisa terjadi. Mestinya aspirasi itu disalurkan pada jalur yang telah ditetapkan aturan yang berlaku,” jelas Abadi.

    Abadi juga akan melayangkan surat protes kepada Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), karena mobil dinas Toyota Kijang pick up BG 9104 MZ milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan digunakan untuk melakukan perbuatan kejahatan yaitu menyebarkan materi black campaign (kampanye hitam).

    Hingga tadi malam penyidik Polda Sumsel masih mengusut enam tersangka penyebar selebaran berisi fitnah terhadap H Alex Noerdin. Sehari sebelumnya, Selasa (10/6), enam tersangka itu ditahan di Mapolda Sumsel. Mereka ditangkap saat menyebarkan selebaran gelap di lokasi acara silaturahmi Hj Eliza Alex dengan warga di Sako Kenten.

    Namun, polisi belum memeriksa Drs Hasan Basri, lantaran, Selasa malam, ia mendadak sakit dan dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara.

    Sedangkan tersangka lainnya, Dedi alias Deni (20), Riko (17), Fatimah (52), Leman (16), serta Romli Yusuf (40) masih diperiksa intensif. Komplotan ini mengaku tidak tahu menahu penyebaran selebaran gelap tersebut.

    Kuasa hukum keenam tersangka, Misrullani SH mengatakan, Hasan Basri dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara. Hasil diagnosis dokter, Hasan Basri harus rawat inap dan belum diketahui bisa diperiksa.

    Misrullani membantah kliennya pernah menyebarkan selebaran gelap itu. Justru, katanya, saat naik mobil Kijang ada yang membagikan nasi bungkus. Dalam bungkus nasi itu ternyata ada selebaran itu.

    Sedangkan Direktur Reskrim Polda Sumsel Kombes Pol Lindung Simanjuntak mengaku pihaknya masih menyelidiki kasus ini. Pihaknya masih menunggu pemeriksaan terhadap Hasan Basri.

    Kepala Kantor Departemen Agama (Depag) Palembang H Sayuti Hadim akan memanggil oknum PNS di lingkungan Depag Palembang yang diduga terlibat penyebaran selebaran fitnah ke Alex Noerdin itu. Namun demikian Sayuti akan mengecek kebenaran informasi itu.

    Pejabat Pemprov Tutup Mulut

    Perihal digunakannya kendaraan dinas milik Pemprov Sumsel untuk menyebar selebaran gelap, para pejabat di lingkungan Pemprov tutup mulut. Beberapa pejabat yang berwenang sulit untuk ditemui.

    Ketika BeritaPagi mencoba mengonfirmasi ke Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Pemprov Sumsel Marwan Sobrie, stafnya mengatakan, Marwan sedang ada tamu. Selang beberapa menit staf Biro Umum dan Perlengkapan meminta BeritaPagi mengajukan izin terlebih dulu kepada Kepala Humas Drs Ratu Dewa. Namun Ratu Dewa tidak berada di ruangan karena sedang mengikuti kegiatan Gubernur Sumsel.

    Wartawan pun menemui Iskandar dari bagian Pemberitaan Humas. Namun lagi-lagi para wartawan tetap diminta menemui Kabiro Perlengkapan.

    Selang satu jam, BeritaPagi kembali menanyakan di ruang Biro Umum dan Perlengkapan. Seorang staf bingung sembari memberi kode kepada staf lainnya. “Pak Marwan lagi keluar dengan pak Sekda (Musyrif Suardi-red),” kata staf lainnya.

    Setelah itu, BeritaPagi mencoba menemui Sekda dan lagi-lagi tidak mendapatkan konfirmasi. Karena,menurut stafnya, Sekda sedang keluar kantor.

    Teror Pembatalan Acara

    Sejak persiapan acara silaturahmi dengan Hj Eliza Alex, pihak panitia telah menerima teror agar kegiatan itu dibatalkan.

    Kejadiannya berawal ketika warga menggelar rapat persiapan acara silaturahmi Hj Eliza Alex Noerdin bersama Paguyuban Warga Sunda di Masjid Nurul Falah, Senin (9/6) malam. Panitia dikejutkan dengan kedatangan sejumlah orang tidak dikenal ke kampung mereka.

    Menurut Ali Noerdin, Ketua Paguyuban Warga Sunda (PWS) di Kampung Lebak Murni, orang tidak dikenal yang berjumlah lebih dari 10 orang itu mendatangi kampung pukul 22.00 dengan mengendarai mobil dan sepeda motor.

    Setelah itu, mereka menyebar dan memasang bendera H Syahrial Oesman, salah satu calon Gubernur Sumsel, berdampingan dengan bendera H Alex Noerdin yang telah terpasang sebelumnya.

    Panitia baru mengetahui kedatangan sejumlah orang tidak dikenal itu setelah mereka mendatangi panitia yang sedang rapat di Masjid Nurul Fallah.

    Ali mengatakan, di depan panitia acara penyambutan Hj Eliza Alex Noerdin, beberapa orang tidak dikenal tersebut memerintahkan panitia untuk membatalkan acara. Mendengar perintah itu, Ali mempersilakan mereka memasang bendera H Syahrial Oesman berdampingan dengan H Alex Noerdin, karena Syahrial Oesman adalah Gubernur Sumsel saat ini.

    Namun untuk perintah membatalkan acara silaturahmi, Ali mengatakan, hal itu tidak bisa karena semua undangan sudah disebar dan acara akan dilaksanakan besok.

    Ketegangan sempat terjadi ketika sejumlah orang tidak dikenal itu berusaha menutupi spanduk yang berisi ucapan selamat datang kepada H Alex Noerdin dan Hj Eliza Alex Noerdin yang terletak di depan pintu masuk Kampung Lebak Murni dengan spanduk double winners dan foto Syahrial Oesman.

    Panitia akhirnya mengalah dan mempersilakan mereka memasang spanduk double winners. Sekitar pukul 23.00, orang tidak dikenal tersebut pulang meninggalkan Kampung Lebak Murni.

    Keesokan harinya, Selasa, spanduk yang menutupi ucapan selamat datang kepada H Alex Noerdin dan Hj Eliza Alex Noerdin yang berada di depan pintu masuk Kampung Lebak Murni dilepaskan panitia.

    Menurut keterangan warga, sebelum kedatangan Hj Eliza Alex Noerdin ke lokasi acara, sekitar pukul 13.30, di depan pintu masuk kampung Lebak Murni terdapat beberapa orang tidak dikenal dan mencurigakan mondar-mandir di depan pintu masuk Kampung Lebak Murni.

    Orang tidak dikenal itu datang ke lokasi acara sambil menyebarkan selebaran-selebaran berisi fitnah kepada H Alex Noerdin kepada warga yang melintas di sekitar pintu masuk Kampung Lebak Murni.

    Belum setengah jam, aksi mereka pun diketahui oleh sejumlah panitia, polisi, dan masyarakat yang berdiri di depan pintu masuk Kampung Lebak Murni. Sejurus kemudian, enam orang pengedar selebaran itu ditangkap, sedangkan dua orang lainnya luput dari pengejaran polisi. /osk/ros/isa/sur/nov/cr3/mir

    http://www.beritapagi.co.id/read.php?module=1&id=3521

  14. Mobil Pemprov Sumsel Diamankan Sebarkan Selebaran Gelap
    Palembang, BP

    Polisi mengamankan enam tersangka penyebar selebaran yang berisi fitnah terhadap H Alex Noerdin. Seorang di antaranya PNS. Dalam melakukan aksi itu, mereka menggunakan mobil dinas milik Pemprov Sumsel.

    Polisi menyita sebuah mobil dinas Toyota Kijang pick up BG 9104 MZ milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang digunakan untuk menyebarkan materi black campaign (kampanye hitam) berupa ratusan fotokopi dan koran yang memuat berita negatif Bupati Musi Banyuasin H Alex Noerdin.

    Dalam Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang disita polisi, tertulis pemilik mobil tersebut Pemprov Sumsel dengan alamat Jalan Kapten A Rivai, nomor rangka MHF31KF6044032569, nomor mesin 7K-0727976, tahun pembuatan 2004, warna tanda nomor kendaraan merah.

    “Mobilnya untuk sementara kami amankan guna kepentingan penyidikan lebih lanjut,” ujar seorang petugas.

    Penyitaan mobil dinas Pemprov Sumsel itu menyusul ditangkapnya enam orang penyebar selebaran gelap yang memfitnah Bupati Muba H Alex Noerdin, Selasa (10/6).

    Penyebaran selebaran itu dilakukan para tersangka di tengah berlangsung acara silaturahmi dan pengajian istri H Alex Noerdin, H Eliza Alex bersama ibu-ibu warga Kelurahan Sako, Kecamatan Sako, Palembang di Masjid Al Falah, Jalan Swadaya Murni, kemarin siang.

    Keenam tersangka yang ditangkap, Dedi alias Deni (20), tukang ojek yang tinggal di Jalan Simpang Borang, Kelurahan Sako, Riko (17) warga Komplek Kenten Azhar, Kenten Laut, Palembang, Fatimah (52), warga Jalan Fatahillah, Kelurahan Sialang, Sako, Palembang.

    Kemudian Hasan Basri (52), PNS Departemen Agama (Depag) Palembang, dan Leman (16), keduanya tinggal di Jalan Mawar II, Kelurahan Sialang Sako, serta Romli Yusuf (40), buruh harian warga Jalan Rawa Jaya, Kelurahan Lebung Gajah, Kecamatan Sako.

    Mereka kini diamankan di Direktorat Reskrim Polda Sumsel guna pemeriksaan lebih lanjut. Saat dibawa ke Unit Siaga Ops Polda Sumsel, kemarin, Riko dan Hasan Basri saling menyalahkan. Keterangan mereka terkesan dibuat-buat dan berbeda satu dengan lainnya.

    Polisi juga mengamankan puluhan lembar fotokopi berita koran yang mendiskreditkan Bupati Muba H Alex Noerdin. Dalam berita itu Alex Noerdin disebutkan telah berselingkuh.

    Dua KTP atas nama Hasan Basri dan Romli Yusuf, satu lembar STNK mobil kijang pick up hitam pelat merah BG 9104 MZ milik Pemprov Sumsel, dan satu buah VCD tuduhan perselingkuhan H Alex Noerdin turut diamankan.

    Terungkapnya aksi penyebaran selebaran gelap ini bermula ketika para tersangka dengan menggunakan satu unit mobil kijang pick up hitam datang ke lokasi silaturahmi Hj Eliza Alex di Masjid Al Falah, Jalan Swadaya Murni, Kelurahan Sako, Kecamatan Sako, Palembang pada pukul 13.00.

    Menurut warga, saat itu mereka dikawal sebuah sepeda motor Suzuki Smash biru, menyebarkan ratusan selebaran yang menyudutkan Alex Noerdin. Bersamaan itu mereka juga menyebar stiker bergambar Ir H Syahrial Oesman dengan teks ‘Bersama Membangun Sumsel’ dan belasan VCD yang isinya soal perselingkuhan H Alex Noerdin kepada warga sekitar.

    Merasa sosok Alex Noerdin telah dijelekkan oleh penyebaran materi kampanye hitam, warga kemudian mendekati mobil yang digunakan aksi itu. Kepada orang-orang yang ada dalam mobil itu ditanyakan siapa yang menyuruh mengedarkan selebaran itu. Namun mobil kijang dan sepeda motor itu malah kabur.

    Melihat ulah tak bertanggung jawab itu, warga yang mulai emosional lantas mengepung dan menghadang laju kendaraan. Upaya ini berhasil, enam orang pelaku penyebaran ditangkap warga.

    Kemudian satgas dari Pemuda Panca Marga (PPM) Sumsel Resimen Yudha Putra Kompi BS pimpinan Ali Pabawo dan anggota Polsekta Sako mengamankan para tersangka ke kantor polisi. Selanjutnya mereka digelandang ke Polda Sumsel.

    Sehubungan peristiwa itu H Alex Noerdin melalui kuasa hukumnya Abadi B Darmo SH telah melapor secara resmi ke Polda Sumsel, kemarin. Laporannya tercatat bernomor 327-B/V/2008/Siaga ops. Dalam laporannya Abadi menyatakan, para tersangka telah melanggar pasal 310, 311 dan 335 KUHP.

    Kapolsekta Sako AKP Ali Sadikin mengatakan, tersangka telah diamankan di Mapolda Sumsel. “Mereka ditangkap lantaran menyebarkan selebaran gelap,” katanya.

    Sementara Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Abusopah Ibrahim mengatakan, keenam tersangka masih diperiksa secara intensif di Mapolda Sumsel. “Para tersangka belum mengaku siapa yang menyuruh. Tapi barang bukti selebaran itu telah kami amankan, mereka bakal dijerat pasal 310, 311, dan 335 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP),” katanya.

    Salah satu anggota PPM Sumsel, Indah mengatakan, saat kejadian para tersangka ini tengah menyebarkan selebaran gelap dan VCD. “Tersangkanya ada delapan orang. Dua orang yang menggunakan sepeda motor kabur,” katanya.

    Indah membantah jika ia dan teman-temannya melakukan penganiayaan terhadap tersangka. Menurutnya, pemukulan itu dilakukan massa yang marah atas tindakan para tersangka. Pihaknya justru mengamankan tersangka dari amukan massa.

    “Ketika mereka membagikan selebaran itu, warga mendekat, tapi para tersangka langsung kabur sehingga diteriaki maling,” katanya.

    Sedangkan Ali Pabawo mengatakan, acara Hj Eliza Alex dari sebelumnya sudah mendapat halangan. “Semalam, panitia acara Ali dan Wahidin Sudiro Husodo diminta jangan mengadakan kegiatan ibu Alex, tapi acara tetap jalan,” katanya.

    Sementara itu, tersangka Riko mengaku saat membeli rokok dan berencana melihat silaturahmi Hj Eliza Alex didatangi Hasan Basri yang memintanya memegang selebaran gelap lantaran Hasan Basri akan ke WC. “Tiba-tiba aku langsung ditangkap, padahal aku tidak menyebarkan selebaran itu. Pelakunya Hasan Basri,” katanya.

    Tersangka Hasan Basri sendiri berubah-ubah dalam memberikan keterangan kepada polisi. Ia sempat mengaku sebagai wiraswasta, namun ketika dilihat KTP-nya ternyata PNS. Hasan setelah itu kemudian mengaku sebagai PNS.

    Hasan juga mengatakan, yang ikut dalam mobilnya, selain Fatimah dan Romli, juga Deni alias Dedi, Leman, dan Riko. Namun pernyataannya berubah kembali, katanya yang ikut di mobil hanya Fatimah dan Romli.

    Menurut Hasan Basri, awalnya dia meminjam mobil kijang itu kepada Bagian Perlengkapan Pemprov Sumsel lantaran akan pergi melayat keluarganya di Jejawi, OKI yang meninggal dunia.

    “Sebelum pergi ke OKI, aku mampir sebentar di tempat keluarga di Sematang Borang. Tiba-tiba massa mengepung aku yang sedang membawa Fatimah dan Romli,” ujarnya seraya membantah telah menyebarkan selebaran tersebut seperti dituduhkan Riko.

    Sedangkan Romli Yusuf yang merupakan tetangga Hasan Basri bungkam saat ditanya wartawan. “Saya tidak tahu menahu soal ini,” katanya pendek.

    Hal serupa dikatakan Deni alias Dedi. Menurutnya, ia tidak tahu mengenai selebaran itu. ”Saya sempat lihat, ada tukang ojek yang melempar selebaran itu tapi aku tidak tahu siapa namanya,” katanya.

    Saat kejadian, Deni alias Dedi mengaku melihat pria dalam mobil kijang yang mengajaknya masuk dalam mobil saat berada di pangkalan ojek di Simpang III Borang. “Mobil kijang yang kami tumpangi membawa selebaran gelap,” katanya.

    Sedangkan Fatimah mengaku hanya ikut menumpang mobil kijang yang dikendarai Hasan Basri untuk masuk kawasan Sematang Borang. “Aku hanya diberi nasi oleh orang yang tidak dikenal. Aku tidak bagikan selebaran itu, aku hanya menumpang,” katanya.

    Sementara itu, kuasa hukum keenam tersangka, Misrullani SH mengatakan, pihaknya akan mengadukan balik oknum PPM Sumsel yang memukul kliennya di lokasi kejadian ke unit siaga Ops Polda Sumsel.

    “Soal penyebaran selebaran gelap itu, harus dibuktikan dulu benar atau tidak. Kalau klien kita bilang tidak ada penyebaran selebaran itu,” katanya. /osk

    Pasal-pasal yang Bisa Menjerat Tersangka

    Pasal 310 KUHP

    (1) Barangsiapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

    (2) Jika hal itu dilakukan dengan tulisan atau gambaran yang disiarkan, dipertunjukkan atau ditempelkan di muka umum, maka diancam karena pencemaran tertulis dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

    (3) Tidak merupakan pencemaran atau pencemaran tertulis, jika perbuatan jelas dilakukan demi kepentingan umum atau karena terpaksa untuk membela diri.

    Pasal 311 KUHP

    (1) Jika yang melakukan kejahatan pencemaran atau pencemaran tertulis dibolehkan untuk membuktikan apa yang dituduhkan itu benar, tidak membuktikannya, dan tuduhan dilakukan bertentangan dengan apa yang diketahui, maka dia diancam melakukan fitnah dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

    (2) Pencabutan hak-hak berdasarkan pasal 35 No. 1 – 3 dapat dijatuhkan.

    Pasal 335 KUHP

    (1) Diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah:

    1. Barangsiapa secara melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu, dengan memakai kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tak menyenangkan, atau dengan memakai ancaman kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tak menyenangkan, baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain;

    2 Barangsiapa memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu dengan ancaman pencemaran atau pencemaran tertulis.

    (2) Dalam hal sebagaimana dirumuskan dalam butir 2, kejahatan hanya dituntut atas pengaduan orang yang terkena. /

  15. bos pake cara lain donk
    utk menang jangan licik kayak itu

  16. sy mtn kades, cagub mana yg pas utk SS kedepan, ya liat aja sekarang? 1.cagub yg mtn gubernur,apa hasilnya?2.cagub yg mtn bupati ? liat programnya, buktinya nyata kan.tinggal koreksi2 dikit bae,kl yg no.1 td, kok nggak kedengaran..skrng aja ada pamplet2nya.tp Muba masih butuh perhatian ke dpn.

  17. kejahatan syahrial oesman dalam pemilu kada

    maaf bagi para pendukung bapak syahrial

    tetapi saya hamya penasaran apakah video ini benar atau tidak,,,,
    silahkan anda lihat sendiri di

    sekali lagi maaf saya tidak sengaja melihat video ini

    ini hanya sebagai salah satu himbauan bagi KPU sumsel agar menyelidiki video ini sehingga tidak merugikan pihak manapun

  18. Bisa jadi begitu, artinya memang terjadi kesalahpahaman. Sebagai rakyat yang membutuhkan pemimpinan yang bisa membawa Sumsel maju, adil dan sejahtera. Kita sebagai peserta yang ikut memberikan suara pada PILKADA SUMSEL 1 nanti, tentu membutuhkan informasi yang benar dan tidak menyesatkan.
    Terima kasih kepada pihak2 yang telah ikut memberikan info tentang kedua calon Gubernur tersebut. Info tsb memang kami butuhkan utk dapat menentukan suara kami kemana nantinya. Info dari sdr. Jono kejadiannya sama dengan saya :), menemukan secara tidak sengaja juga.

    Wassalam
    Tommy :)

  19. Buka internet http://www.youtube.com/user/azwirdhijakarta, “Kejahatan Syahrial Oesman”. Alhamdulilah DALANG VCD SELINGKUH TERKUAK!! TOLONG SEBARLUASKAN (Masyarakat Sumsel Anti Gubernur Narkoba dan Judi)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 747 pengikut lainnya.