Usai Seagames Alex Noerdin Dililit Utang

Akan Minta DPRD Menyatakan Pengakuan Utang RP.325 Milyar Dibayar Tahun Depan

Hari ini rencananya Seagames XXVI tahun 2011 akan dibuka secara resmi oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono di Stadion Jakabaring Palembang. Sesuai rencana segala persiapan sudah dinyatakan siap seratus persen. Semua pembangunan sarana venues olah raga yang ada di Palembang sudah selesai tepat waktu. Walau semua mesti kejar-kejaran dan main sulap-sulapan.

Dana yang dibutuhkan untuk membangun fasilitas olah raga dikawasan Jakabaring Sport City Palembang memang bukan sedikit, ratusan milyar rupiah. Gubernur Sumsel Alex Noerdin sejak awal sudah menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan Seagames di daerahnya. Bahkan untuk membangun semua fasilitas tersebut ia sudah berjanji mampu menyediakannya tanpa menggunakan APBN atau APBD. Oleh karena itu pemerintah pusat dengan senang hati menerima tawaran Alex tersebut.

Pemerintah pusat tetap membantu beberapa sarana dengan dana APBN seperti pembangunan Wisma Atlet yang menelan dana Rp.190 Milyar lebih. Sedangkan fasilitas lainnya dibiarkan Gubernur Sumsel menyediakannya sebagaimana yang telah ia sanggupi sebelumnya.

Pemerintah pusat tidak begitu saja membiarkan Alex Noerdin usaha sendiri. Ada bantuan dana Rp.70 Milyar yang dikucurkan untuk membantu.

Alex Noerdin dihadapkan dengan beban dana untuk membangun sarana kolam renang Aquatic center yang katanya dibutuhkan dana Rp.160 Milyar untuk membangunnya. Untuk membangun lapangan tembak juga dibutuhkan dana mencapai Rp.176 Milyar lebih. Semua itu ditanggulangi dulu oleh pihak kontraktor yang sejauh mana objektivitas proses tender yang dilakukan banyak yang meragukannya.

Usaha Alex menggandeng BUMN memang lumayan membawa hasil. PTBA membangun sendiri sarana olah raga sebagai bentuk bantuan langsung dalam mensukseskan Seagames. Sedangkan dalam bentuk dana, bantuan dari BUMN hanya terhimpun sekitar Rp.33 Milyar saja. Artinya walau ditambah bantuan pusat yang cuma Rp.70 Milyar, masih banyak dana yang dibutuhkan untuk menutupi kekurangannya.

Dari hitung-hitungan kasar, jumlah dana yang mesti dibayarkan Alex Noerdin ke kontraktor mencapai Rp.325 Milyar. Jumlah yang sangat fantastis besarnya yang bisa menjadi beban Alex Noerdin sebagai orang yang sejak awal menjanjikan akan mampu membangun tanpa APBN dan APBD.

Dalam keadaan pusing mencari jalan keluar untuk membayar utang kepada kontraktor pasca seamgames nanti, menurut seorang sumber yang sangat layak dipercaya di kantor Gubernur Sumsel mengatakan jika rencananya Alex Noerdin akan mengusulkan kepada DPRD agar menjadikan dana Rp.325 Milyar sebagai utang daerah.

“Alex akan meminta ke DPRD untuk menyetujui Pengakuan Utang yang akan dibayar pada anggaran tahun 2012 mendatang”, ujar pejabat pemprov tersebut kepada Wartawan.

Menurut sumber tadi, dalam aturan keuangan tidak dikenal istilah Pengakuan Utang, karena yang namanya utang daerah harus sejak jauh sebelumnya diajukan dulu kepada DPRD dengan perencanaan yang baik dan DPRD bisa menyetujuinya. Bukan main berhutang seenaknya lalu minta DPRD mengakui itu sebagai utang yang akan dibayarkan tahun depan.

“Jika usulan seperti ini disetujui DPRD dipastikan akan banyak anggota DPRD masuk penjara”, ujar pejabat tersebut.

Dalam pelaksanaan pembangunan sarana seagames yang mengandalkan dana talangan dari kontraktor dan menjadi beban utang Alex Noerdin ini didapati banyak hal yang agak janggal. Misalnya saja untuk membangun Lapangan Tembak dengan keadaan biasa-biasa saja ternyata anggarannya mencapai Rp.176 Milyar, bandingkan saja dengan Wisma Atlit yang megah dan lengkap saja hanya mencapai Rp.190 Milyar saja. Demikian juga dengan sarana kolam renang aquatiq center yang nilai duitnya sangat besar dengan tender yang tak jelas.

Jika nanti DPRD Sumsel berani menolak usulan Alex untuk Pengakuan Utang sebesar Rp.325 Milyar tersebut berarti Alex Noerdin akan dililit utang karena itu menjadi tanggungjawabnya, kontraktor bisa mengejarnya.

Kita lihat saja dan semoga saja utang ini tidak dibayarnya dengan proyek-proyek lainnya, kasihan rakyat jika uangnya dikorupsi terus.

Air PAM Mati, Listrik Padam, BBM Habis

Menjelang pelaksanaan Seagames ke 26 yang tinggal 18 hari lagi kendala demi kendala semakin banyak bermunculan. Hal ini semakin membuat kekhawatiran jika Seagames yang sebagian besar kegiatannya akan dilangsungkan di Palembang ini bakal berantakan.

spbu habisBagaimana tidak disisa waktu yang tingggal sedikit ini selain masalah sarana prasarana pendukung langsung kegiatan Seagames yang belum benar-benar siap, masalah lain pun semakin banyak bermunculan yang bisa saja mengganggu sukses tidaknya kegiatan multi event olah raga se asia tenggara ini.

Hari ini saja tercatat ada tiga masalah yang muncul dan nyaris bersamaan terjadi. Air PDAM dibeberapa tempat mati alias tidak keluar air. Listrik juga yang katanya aman justru banyak dilakukan pemadaman. Sedangkan satu lagi adalah masalah BBM yang hari ini disetiap SPBU di kota Palembang  dinyatakan HABIS !

Antrian kendaraan mulai truk-truk besar, bus, angkutan pribadi dan angkutan umum lainnya menumpuk di tiap pom bensin antri menunggu kalau-kalau ada pasokan BBM datang. Solar, Premium hingga Pertamax habis total.

Beberapa warga mengeluhkan kondisi ini yang jika tidak segera diatasi akan semakin berlarut dan berdampak sosial yang tidak baik.

“Deki Irawan seorang warga Palembang yang mengaku telah keliling ke setiap SPBU di kota Palembang sekedar untuk mendapatkan Solar untuk mobil isuzu fanternya, mengatakan jika ini adalah kondisi yang sangat membahayakan. Sebelumnya belum pernah terjadi kelangkaan BBM yang fatal seperti ini.

“Janjinya baru jam 3 sore nanti akan datang pasokan dari Pertamina”, ungkap Deki.

antrian truk di depan SPBUMasalah BBM, Listrik dan Air PAM adalah faktor  penting yang ikut jadi penentu sukses tidaknya Seagames di Palembang nanti. Apalagi pada saat hari pelaksanaannya nanti kebutuhan akan tiga kebutuhan dasar itu akan meningkat tajam. Air bersih mutlak  harus selalu siap bagi kebutuhan ribuan atlit dan tamu dari berbagai negara. Listrik juga akan dibutuhkan pasokan besar untuk menerangi lokasi  venues khususnya dikawasan sport city Jakabaring. Jika saja untuk memenuhi kebutuhan Seagames terpaksa PLN harus memadamkan sebagian wilayah kota, ini berarti memang seagames ini belum benar-benar siap. “Tidak bijak jika warga kota yang dikorbankan”, ujar Deki ikut komentar.

Sedangkan masalah BBM justru dampaknya akan lebih besar dan lebih terasa. Apalagi ditiap-tiap SPBU antrian kendaraan telah menyebabkan kemacetan dan ketidaknyamanan warga.

“Jika ini tidak segera terselesaikan, saya pesimis Seagames akan lancar”, tambah warga kota ini dengan nada pesimis.

Seagames Belum Siap !

workshop wartawan olahragaSepertinya kurang mengenakan bunyi judul diatas : Seagames Belum Siap! Tapi itulah memang kenyataannya sebagaimana yang terangkum dalam forum workshop Wartawan Olah Raga Sumatera Selatan yang berlangsung hari ini di aula Koni Sumsel, Jalan Sudirman Palembang.

Jika dalam beberapa pekan terakhir, media menyoroti fasilitas sarana Seagames yang dikhawatirkan belum benar-benar siap saat pelaksnaannya nanti, kali ini rombongan kuli tinta lokal ini justru mempertanyakan masalah kesiapan sarana dan prasarana pendukung tugas liputan wartawan yang akan meliput even olah raga tingkat asia tenggara tersebut.

“Kami bingung hingga saat ini keberadaan Media Center saja masih belum jelas, lantas bagaimana pula dengan fasilitas-fasilitas di Media Center nanti, semua harus online, dan itu biasanya satu bulan sebelum acara sudah betul-betul siap tinggal pakai”, ungkap seorang Wartawan media cetak yang mencoba menyampaikan kritiknya kepada panitia.

Sementara itu pembicara dari Seksi Wartawan Olah Raga (SIWO) PWI Pusat, Raja Parlindungan Pane, mengakui jika memang masalah Media Center hingga saat ini belum jelas. ” Saya sudah bicarakan hal ini dengan Inasoc, KONI KOI, bahkan langsung pada Menpora Andi Malarangeng, namun masih belum ada kejelasan”, ujarnya. Padahal, lanjut raja, pada kegiatan tahun 1997 saja semua fasilitas untuk wartawan yang meliput sudah disiapkan jauh-jauh hari. Sedangkan untuk Seagames yang semestinya lebih baik malahan hingga kini belum siap.

Masalah Kartu pengenal ID Card untuk wartawan yang akan meliput Seagames hingga saat ini belum tuntas juga. Pihak Inasoc yang menyiapkan Kartu ID Card terkesan lamban. Puluhan nama wartawan yang dikirimkan oleh KONI Sumsel ke Inasoc di Jakarta hingga kini belum selesai dibuatkan ID card-nya.

“Padahal Seagames ini akan diliput oleh sekitar sepuluh ribu wartawan dalam dan luar negeri, dan kegiatan Seagames ini baru akan terjadi lagi di Indonesia pada 22 tahun mendatang, jika pelaksanaannya tidak sukses maka akan tercatat dalam sejarah sebagai Seagames yang buruk”, tambahnya lagi.

Selain masalah sarana bagi media, sarana prasarana olahraga yang dibuat secara dadakan pun kondisinya belum betul-betul siap. Lintasan sepatu roda yang kini mulai diuji coba dianggap para atlet masih belum sesuai standar. Lintasan masih licin dan agak bergelombang sehingga menyebabkan atlit mudah terjatuh.

Sarana olah raga air di Acuatiq Center juga nampak airnya masih banyak endapan debu, pasir akibat debu dari kegiatan pembangunan yang sedang dikebut kejar waktu.

Karena alasan-alasan inilah para wartawan khawatir jika Seagames nanti bisa berantakan karena sesungguhnya pihak penyelenggara masih belum benar-benar siap melaksanakan kegiatan ini.

Namun apapun keadaanya Seagames tetap harus dilaksanakan dan sukses tepat waktu. Demi nama bangsa semua pihak harus berjuang agar Seagames ini sukses.

SRIWIJAYA FC AKAN SULIT JADI JUARA

Tahun 2008 lalu sukses benar-benar diraih Sriwijaya FC dengan menyabet double winner, menjadi juara Liga Super dan juara Liga Indoesia sekaligus. Di musim berikutnya Sriwijaya FC masih mampu memperoleh satu tropi juara Liga Indonesia, sedangkan satu tropi lainnya harus lepas jadi milik Persipura. Setelah itu, Sriwijaya FC jadi paceklik juara pada setiap musim kompetisi. Tahun lalu saja Sriwijaya FC tak mampu masuk 5 besar, namun hanya puas menjadi team penggembira saja.

Disebut-sebut buruknya penampilan Sriwijaya FC dalam setiap laga tak lepas dari kemampuan manajemennya dalam mengelola sepakbola serta kurang cerdik  memilih pelatih dan pemain. Akibatnya walaupun belanja pemain dan pelatih harus menghabiskan uang yang sangat banyak, hasilnya tetap saja tak memberi kontribusi berarti bagi team Palembang ini.

“Saya prediksi jika Sriwijaya FC tidak akan mampu merebut satu tropi juara apapun dengan kondisi seperti saat ini. Manajemennya kurang mahir mengelola dan selalu salah dalam membeli pemain”, ujar Irwan Abdullah, seorang veteran sepakbola di Palembang yang mengaku prihatin dengan “klub wong kito”  tersebut. Jika ingin maju dan jadi juara lagi seharusnya serahkan saja urusan Sriwijaya Fc ini kepada orang-orang yang benar-benar ahli dibidangnya dan ia memiliki “sukatan” memimpin, tambahnya.

Kalau Dody yang memegang, wah, ia akan sulit dapat juara, walau ia banyak uang tetap saja berat meraih juara, karena ia kurang “hoki” dibidang sepakbola, ujar Irwan menambahkan.

Percaya atau tidak dengan ucapan mantan pemain sepakbola tadi yang jelas saat ini Sriwijaya FC tak maju-maju, kendati uang banyak telah dihamburkan.

Tambang Batubara Diserang Warga

Sebuah areal perusahaan Tambang Batubara di kecamatan Merapi Timur kabupaten Lahat milik PT. Budi Gema Gempita yang sudah cukup lama bersengketa dengan warga sekitar masalah lahan, kemarin (19/10) tiba-tiba diserang warga dan mengakibatkan 2 unit alat berat hangus dibakar dan salah seorang karyawan babak belur diamuk massa.

Kejadian ini sontak menyebabkan aparat dari Polsek Merapi dibantu Polres Lahat segera turun tangan mengamankan situasi yang terlanjur rusuh. Ratusan warga yang sudah lama memendam emosi karena laporannya ke Polres Lahat dan DPRD Lahat belum juga ada hasil berarti, sedangkan pihak perusahaan yang menyerobot tetap saja melakukan aksi penambangan batubara.

Pihak DPRD Lahat sendiri sebenarnya sudah beberapa kali melakukan upaya menyelesaikan masalah ini dengan melibatkan pemerintah daerah, namun nampaknya belum menemukan titik temu. Hal inilah yang menyebabkan kesabaran warga tidak terbendung lagi untuk melakukan amuk massa.

Kasus-kasus sengketa lahan milik warga dengan perusahaan tambang batu bara di kabupaten Lahat memang banyak terjadi. Kemudahan diberikannya izin Kuasa Pertambangan oleh pemerintah kepada swasta kerap menimbulkan masalah dengan warga sekitar. Biasanya warga sekitar yang lemah seringkali dirugikan dan perusahaan akan semakin arogan karena didukung oleh kekuasaan dan aparat.

Kejadian di kecamatan merapi yang meliputi 3 desa, masing-masing desa Banjarsari, desa Gedung Agung dan desa Arahan, bisa saja terulang di tempat lain jika pemerintah daerah dan aparat setempat kurang bijak dan cepat mengatasi persoalan sengketa lahan seperti ini. Warga akan habis kesabaran dan berani bertindak anarkis karena merasa nasibnya tidak ada yang memperjuangkan.

Kedubes Amerika Tinjau Jakabaring

Macam-macam saja ulah Gubernur Sumsel untuk menunjukan kemampuannya mewujudkan sarana Seagames di Jakabaring bisa selesai tepat waktu.  Hampir dalam setiap kesempatan berbicara dalam berbagai acara di dalam maupun luar Sumsel, Gubernur Alex Noerdin selalu menyampaikan undangannya untuk hadir atau sekedar melihat-lihat kawasan sport city di Jakabaring. 

Akibatnya bukan saja orang-orang yang terkait dengan kegiatan Seagames yang datang melihat-lihat kawasan Jakabaring, melainkan orang asing yang sama sekali tak ada kaitannya pun ikut-ikut membuat repot.

Salah satunya orang asing yang kemarin datang meninjau adalah orang Kedutaan Amerika Serikat. Pieter Davidian adalah Vice Council US Embassy di Jakarta yang datang didampingi stafnya Yudha Permana. Piter meninjau Jakabaring didampingi Panitia Seagames daerah yang banyak memberikan penjelasan tentang venues yang ada yang lainnya seputar sport city.

Nah, apa sesungguhnya maksud dari kunjungan Kedutaan Amerika tersebut ke Jakabaring, padahal Seagames nanti sama sekali tak ada kaitannya dengan negara Amerika Serikat.

Pihak panitia seagames sendiri tidak paham apa sesungguhnya maksud kedatangan orang Kedutaan AS tersebut. Namun mereka menganggap jika ini adalah sinyal positif dan bentuk dukungan terhadap Sumsel.

“Kami belum jelas maksud kunjungan kedatangan kedutaan Amerika ke Jakabaring, tetapi ini pertanda positif dan bentuk dukungan terhadap Sumsel,” ungkap Muddai Madang ketua Inasoc Sumsel,  sebagaimana dikutif  Sripo.

Namun Sulaeman Abas seorang aktivis LSM di Palembang menilai kunjungan kedutaan Amerika di Jakabaring tidaklah ada urgensi dan manfaatnya bagi Sumsel. Sulaeman yakin jika kedatangan Kedubes Amerika itu karena undangan Alex Noerdin yang biasa “latah” mengundang siapa saja yang ia temui untuk “ngamboi”.

Entahlah.

BANJIR TAHUNAN SIAP HADANG SEAGAMES

Pelaksanaan seagames ke 26 Tahun 2011 tinggal menghitung hari. Palembang yang akan jadi tuan rumah, tempat seremoni pembukaan dan penutupan serta sebagian besar tempat kegiatan cabang olah raga digelar, terus berpacu menyiapkan segala sarana dan prasarana “dadakan” agar jangan sampai terjadi dalam sejarah sebagai pelaksanaan seagames “memalukan” karena pelaksanaan yang berantakan.

Kendati berbagai pihak memandang pesimis jika semua sarana akan benar-benar siap untuk digunakan pada waktunya, namun pelaksana dan pemerintah provinsi Sumatera Selatan meyakini jika semuanya akan selesai tepat waktu, dan seagames akan bisa digelar tanpa kendala.

Kesibukan pekerja menyelesaikan venues cabang olah raga yang semuanya berpusat dikawasan Jakabaring Palembang memang luar biasa. Ratusan atau bahkan ribuan pekerja yang dieksodus dari Pulau Jawa bekerja siang dan malam tanpa lelah. Target bisa selesai tepat waktu memang jadi hal utama, sedangkan kualitas dan daya tahan hasil pekerjaan bisa menjadi urusan kedua atau ketiga saja.

Lantas jika semua sarana bisa mampu diselesaikan tepat waktu, apakah seagames tersebut akan benar-bener bisa sukses, atau setidaknya tak banyak kendala? Siapakah yang bisa menjamin?

Kendala mewujudkan sukses Seagames di Palembang ini memang tidak hanya sebatas dalam urusan sarana-prasarana saja, hal lain yang sebelumnya tidak terduga bisa saja terjadi dan menjadi masalah besar. Hal dimaksud adalah keadaan alam yang kini mulai memasuki musim “buruk” dengan intensitas hujan yang tinggi dan diiringi angin kencang.

Di setiap akhir tahun Palembang selalu direpotkan dengan masalah lama yang tak pernah tuntas dicarikan jalan keluarnya. Yakni masalah banjir tahunan. Banjir bisa mengenangi sebagian kota ini karena guyuran hujan yang terus menerus. Dan bulan November biasanya menjadi bulan puncak curah hujan tertinggi dalam setiap tahunnya.

Bulan november mendatang, saat Seagames digelar, diyakini hujan dan banjir tak bisa dibendung lagi. Termasuk peran pawang hujan pun tak akan mampu lagi mengatasinya. Sedangkan sarana seagames “dadakan” yang baru dibangun terletak di kawasan Jakabaring, daerah bekas rawa yang direklamasi. Maka ancaman banjir bisa menjadi kendala suksesnya perhelatan oleh raga tingkat asia tenggara tersebut.

Nah jika ini benar-benar tejadi maka dipastikan seagames akan berlangsung lebih unik karena akan banyak atlit yang memilih bersantai ria di wisma atlit ketimbang berkubang di air banjir.

Membandingkan Kepemimpinan Alex Noerdin Dengan Syahrial Oesman

Saat ini Sumatera Selatan dipimpin oleh Gubernur Alex Noerdin yang tiga tahun lalu mampu mengalahkan rivalnya Syahrial Oesman. Setelah hampir tiga tahun ini banyak warga Sumsel mulai menghitung-hitung dan membanding-bandingkan kualitas kepemimpinan Gubernur Alex Noerdin dengan Gubernur Syahrial Oesman. Apa yang sudah mereka perbuat saat berkuasa dan siapakah yang sesungguhnya lebih baik diantara kedua mantan Bupati ini?

Gubernur Alex Noerdin

Alex Noerdin kini memiliki kekuatan dan kesempatan untuk membuktikan jika dirinya harus lebih baik dari pada Gubernur pendahulunya. Anggaran keuangan daerah yang cukup besar dan disuport terus oleh kucuran anggaran pusat menyebabkan peluang untuk berbuat untuk kemajuan rakyat sumsel semakin luas terbuka. Masyarakat Sumsel sendiri sejak awal Alex Noerdin menjabat senantiasa sabar menunggu dan selalu siap memberikan dukungan kepadanya. Artinya, tidak ada alasan bagi Alex untuk tidak mampu mewujudkan impian rakyatnya, karena semua ada tersedia dan semua mendukung.

Dalam waktu hampir tiga tahun ini nampaknya tak sedikit warga yang mulai kurang bersabar. Mereka mulai bertanya-tanya, apakah yang sudah diperbuat Alex Noerdin untuk perubahan nasib rakyatnya?

Memang, tak banyak yang bisa dirasakan rakyat dari kepemimpinan Alex dalam tiga tahun ini. Bahkan upaya-upaya pembangunan yang memiliki misi untuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan sangat minim jumlahnya. Alex lebih suka membelanjakan uang rakyat untuk proyek-proyek besar.

Janji akan mewujudkan 1000 unit rumah murah setiap tahun hingga kini masih belum jelas. Bisa jadi hanya akan terlaksana 1000 unit rumah itu dalam 5 tahun, bukan tiap tahun.

Pemerataan pembangunan di wilayah sumsel juga kurang berimbang. Lihat saja, saat ini prosentase angka rupiah yang dikucurkan untuk pembangunan nyaris tersedot di kota Palembang saja, sedangkan kabupaten dan kota lainnya hampir kering tak kebagian jatah. Hal ini bisa berdampak adanya kecemburuan sosial dari daerah terhadap kota Palembang.

Seperti halnya tradisi para pemimpin di negeri ini, Alex Noerdin juga terlalu banyak dikelilingi kroni yang “haus”. Mereka ikut merangsek ke dalam lingkungan pemerintahan. “Pembagian” proyek selalu saja menjadi permainan yang tidak indah karena KKN yang sangat kental.

Dikalangan kontraktor yang biasa mencari proyek di lingkungan Pemprop Sumsel, kini sudah sangat umum dikenal istilah : “Proyek Alex”, “Proyek Ibu” atau “Proyek Dodi”. Selain itu istilah SAG  (Sanak Alex Galo) pun kerap kita dengar disini.

Salah satu upaya yang diharapkan bisa menjadi bukti “hebatnya” kepemimpinan Alex Noerdin adalah rencana pelaksanaan Sea Games bulan November tahun ini di Sumsel. Sea Games yang katanya sebagai even olah raga bergensi akan banyak membawa manfaat bagi Sumsel. Bahkan anggaran negara yang digunakan untuk acara tersebut jumlahnya mencapai trilyunan rupiah.

Namun sayang, respon warga Sumsel atas upaya propaganda Sea Games kurang begitu memuaskan. Warga seperti kurang yakin dengan penjelasan-penjelasan pemerintah daerah jika Sea Games akan memberi manfaat yang besar bagi Sumsel. Benarkah Sea Games akan Luar biasa?

Sea games adalah pesta olah raga se asia tenggara yang biasa digelar 3 tahun sekali. Pesertanya terdiri dari 11 negara. Setiap negara mengirimkan utusannya ratusan orang atau bahkan cuma puluhan orang saja.

Jika dibandingkan dengan PON, Sea games sesungguhnya masih akan kalah besar. PON diikuti oleh peserta dari 33 propinsi yang tiap propinsinya terdiri dari ratusan bahkan ribuan peserta. Selain peserta banyak juga pejabat tiap propinsi dan kabupaten se Indonesia ikut hadir. Penonton dan suporter pun berduyun-duyun datang. Nah, bagaimana dengan Sea games? Sea games hanya kesannya saja yang lebih besar karena melibatkan negara-negara asing, tetapi ramai dan manfaatnya secara langsung bagi rakyat, jelas PON lebih hebat.

Gubernur Syahrial Oesman

Syahrial Oesman dalam 5 tahun ini mesti duduk manis menyaksikan mantan pesaingnya berkuasa di Sumsel. Walau ia terpaksa harus mondok di ruang penjara karena tersandung kasus suap saat ia berkuasa dulu. Tapi kini ia telah bebas dan beraktivitas seperti biasa.

Syahrial Oesman memang memiliki citra dan kesan yang sangat mendalam bagi sebagaian warga Sumsel. Ia dikenal sangat familier dan mudah diterima dalam lingkungan apapun kendati ia seorang Gubernur. Terobosan-terobosannya memang luar biasa. Masalah pelabuhan Tanjung Api-api saja baru di jaman kepemimpinanyalah benar-benar nyata digarap. Bahkan Alex Noerdin yang menjanjikan akan mampu mewujudkan Tanjung api-api dalam lima tahun saja hingga kini belum ada sedikit pun upaya nyata kearah sana. Baru sebatas wacana, atau sekedar MoU demi MoU saja.

Pembangunan-pembangunan yang berorientasi Pemberdayaan Ekonomi rakyat cukup subur dan merata. Daerah-daerah berkembang secara serempak.

Syahrial Oesman tidak terlalu banyak diganggu oleh Kroni-kroninya. Ia memang tak memiliki anak dan isteri yang hoby bermain proyek. Syahrial justru dikenal dirongrong oleh pihak-pihak luar yang identik dengan kekerasan. Preman memang seperti “dipelihara” masa itu.

Membandingkan Alex Noerdin dengan Syahrial Oesman jelas ada kelebihan dan ada kekurangan masing-masing. Tapi kesamaanya adalah mereka sama-sama jadi Gubernur, sama-sama berkuasa dan sama-sama “Doyan Duit” juga.

Hujan Deras Iringi Kedatangan Tropi Piala Indonesia

Acara meriah yang direncanakan Gubernur Sumsel dalam rangka menyambut kedatangan Tropy Piala Indonesia dan rombongan Sriwijaya FC di Bumi Sriwijaya kemarin nyaris berantakan. Pasalnya, hujan deras mengguyur begitu Tropi dan rombongan saat naik ke atas panggung yang sengaja dipasang di halaman kantor gubernur. Akibatnya acara jadi kurang semarak dan penonton yang sebagian besar pendukung fanatik itu memilih berteduh di tenda dan dibawah atap Pemda. Bahkan tak urung kursi Gubernur dan pejabat yang ada diatas panggung mesti dimundurkan lagi agar tak terkena guyuran hujan.

Nampaknya panitia penyambutan tidak mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum memutuskan di lapangan terbuka halaman pemda sebagai tempat acara penyambutan dan syukuran. Padahal grup musik dari Syailendra Band dan Bank Sumselbabel Band sudah disiapkan sejak pagi hari. Hanya gara-gara hujan deras acara yang baru mulai jam setengah empat sore ini hanya berlangsung tak lebih dari 1 jam saja.

Kedatangan rombongan Keth Kayamba dan kawan-kawan memang sudah beberapa hari dinantikan. Setelah tiba di Bandara SMB II Palembang, rombongan yang membawa Tropi kebanggaan Sriwijaya ini diarak keliling kota dahulu sebelum finish di halaman kantor Gubernur. Antusiasme warga memang luar biasa. Sayang, hujan telah membuyarkan rencana acara yang diharapkan meriah tersebut.

Tropi diserahkan Dodi Reza kepada Gubernur Alex Noerdin yang didampingi Wagub Eddy Yusuf SH. Selanjutnya Alex membawanya keatas panggung dan mengangkatnya, memberikan kesempatan kepada warga untuk mengabadikannya melalui kamera dan ponsel masing-masing. Alex juga menurut saja ketika diminta para suporter untuk mengibar-ngibarkan bendera suporter diatas panggung. Alex Noerdin memang larut dalam kegembiraan bersama para ponggawa Sriwijaya FC, para pendukung dan penonton yang hadir.

Sayang, hujan turun deras diselingi petir yang membuat penonton kocar-kacir, dan acarapun tak lama bubar.

Menkop UKM Hadiri HUT Koperasi di Sumsel

Puncak peringatan hari koperasi ke 63 di Sumatera Selatan tahun 2010 dilaksanakan pada hari Sabtu (1/8) lalu di Hotel Swarna Dwipa Palembang dihadiri Menteri  Koperasi RI Sjarifuddun Hasan, yang tampak sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan hari koperasi yang mengusung thema “kebangkitan koperasi mendorong daya saing koperasi sebagai pelaku ekonomi nasional dalam menghadapi perdagangan bebas”.

Rangkaian acara peringatan hari koperasi dilaksanakan di STIM AMKOP yaitu mewisuda sarjana STIM AMKOP, orasi ilmiah dari Menteri Negara Koperasi dan UKM RI, Pelantikan DPD HIPMIKINDO, pembukaan seminar koperasi LIPER RI, pengobatan gratis  serta pasar rakyat, pengukuhan Pengurus Dekopinwil Provinsi Sumatera Selatan periode 2010-2015. yang dikukuhkan langsung oleh  Ketua Umum Dekopin Pusat Nurdin Khalid

Acara peringatan hari koperasi tahun ini juga dilakukan pemberian penghargaan kepada koperasi yang berprestasi tingkat provinsi sumatera selatan oleh Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan, serta pendantanganan MoU antara Gubernur Sumatera Selatan H.Alex Noerdin dengan PT.Telkom Indonesia tentang Small Medium Enterpreneur center. PT.Telkom akan membangun Plaza UKM dengan dukungan media internet.

Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan, dalam sambutannya mengatakan bahwa ia memiliki keyakinan bahwa ini saatnya bagi Sumsel memberikan contoh kepada provinsi-provinsi lainya, sebagai provinsi yang terdepan dalam meningkatkan kesejateraan rakyatnya.

“Apa yang kita capai kedepan bersama senergi yang kuat, pada tahun 2014 target akan tercapai penurunan kemiskinan bisa ditekan hingga 8-10% sehingga saya tahu dimana tingkat pertumbuhan ekonomi sudah rata-rata diatas pertumbuhan ekonomi indonesia  saya optimis sumsel pertumbuhan ekonominya diatas rata-rata dan target bisa tercapai” kata Hasan

Gubernur Sumatera Selatan H.Alex Noerdin memberi tantangan kepada koperasi Indonesia  untuk berkiprah dan berkompetisi dalam bisnis yang baik, apalagi Sumsel telah menyiapkan kawasan ekonomi khusus di Tanjung Api-api.

Berdasarkan data di  Dinas Koperasi  dan UKM Sumsel, keberadaan koperasi di sumatera selatan jumlahnya termasuk cukup besar, namun belum sepenuhnya dapat mengatasi persoalan kemiskinan dan pengganguran

Jumlah koperasi sampai akhir tahun 2009 sebanyak 4.448 unit dengan anggota berjumlah 766.700 orang, volume usaha sebesar Rp: 2,48 Trilyun serta modal sendiri sebesar Rp: 948 M.

Dibandingkan pada tahun 2008 lalu terdapat peningkatan jumlah koperasi sebesar 6,82%, peningkatan jumlah anggota sebesar 2,65% peningkatan volume usaha 2,68% dan peningkatanjumlah modal sendiri 0,07%.

Untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi masyarakat yang tergolong kecil, dilaksanakan program pengembangan pasar tradisional melalui pendekatan kultur atau budaya dan cukup berhasil membanggakan. Salah satunya adalah ada koperasi di Palembang yang telah mampu membangun pasar tradisional di Plaju yang pembiayaannya melalui swadaya koperasi. Selain itu juga ada koperasi di Banyuasin yang telah mempu membangun pabrik Miniplant CPO berkapasitas 5 ton/jam.

Ketua Umum Dekopin Indonesia Nurdin Khalid dalam sambutannya menggarisbawahi mengenai tantangan yang dihadapi koperasi Indonesia kedepan, yaitu persoalan permodalalan, persoalan kualitas dan persoalan marketing.

“Koperasi harus mampu  menjadi pelayan ekonomi rakyat, koperasi harus mampu menjadi wadah perekonomian rakyat, koperasi harus mampu menguasai seluruh aset-aset produktif rakyat”, kata Halid

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.