.:: SUMSEL NEWS ::.

South Sumatera Open To The World

Hari Ini Para Pejabat Sumsel Berubah Jadi Romantis

pameran anggrekpameran anggrek 1pameran anggrek 2

Hari Sabtu (10/5) ini sejumlah pejabat pemprop Sumsel dan Kota palembang terlihat sangat romantis dan sentimentil. Mereka nampak tak banyak bicara. Mereka seakan terpukau dan larut dalam keindahan. Berbagai warna bunga anggrek nan indah telah mampu menyejukan hatinya.

Warna-warni bunga anggrek nan menawan tersebut banyak dijumpai di stann-stan pameran bunga anggrek Asian Orchid Exhibition 2008 yang mulai hari ini digelar di areal Kambang Iwak Palembang.

Ternyata keindahan bunga anggrek tidak saja dikabumi kaum perempuan, melainkan para lelaki yang maskulin pun bisa berubah jadi lembut dan romantis karena keindahan bunga tersebut.

Gubernur Sumsel Syahrial Oesman pun nampaknya merasakan hal yang demikian. Ia nampak turut menikmati keindahan bunga alam trofis ini dan sesekali ikut menyentuhnya. Syahrial nampak santai, bahkan iapun menyempatkan duduk sejenak di sebuah stan pameran untuk menikmati keindahan bunga yang dibawa Tim dari kota Medan. Ia duduk dengan tatapan mata yang menerawang jauh.

pameran anggrek 3

Hal yang sama juga nampak dirasakan oleh Eddy santana, Walikota Palembang. Sebagai tuan rumahacara pameran tersebut, Eddy Santana nampak tenang, romantis dan sedikit sentimentil. Seperti hapal dengan bermacam jenis anggrek, Eddy Santana ikut menyentuh beberapa bunga saat mendampingi tamu kehormatannya mengunjungi stan demi stan.

Acara pameran bunga anggrek yang diikuti peserta pencinta anggrek dari seluruh Indonesia dan beberapa negara tetangga ini dibuka langsung tadi pagi oleh Ny.Hj.Mufidah Yusuf Kala, Isteri Wapres RI. Setelah remi membuka pameran, Mufidah langsung menyempatkan diri untuk berkeliling mengunjungi sejumlah stan yang menyajikan koleksi bunga anggrek dengan berbagai jenis.

Dari cara menyentuh bunga serta mengafresiasinya, nampak sekali jika isteri sang Wapres ini banyak mengetahui tentang bunga anggrek tersebut. Padahal bunga anggrek adalah jenis tanaman yang memiliki varian species yang sangat banyak jumlahnya. Di Indonesia saja terdapat lebih dari1000 species anggrek yang terkenal indah dan mempesona setiap yang memandangnya.

Menurut seorang peserta pameran yang berasal dari Karangasem, Bali, bunga anggrek merupakan salah satu jenis bunga yang sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari taradisi denyut kehidupan masyarakat Bali. Dalam setiap upacara ritual keagamaan Umat Hindu Bali selalu menyertakan bunga anggrek sebagai salah satu komponen pendukung yang sangat penting.

Seorang peserta pameran dari Thailand yang ikut memamerkan beraneka ragam jenis anggrek asal negeri Gajah Putih ini mengatakan bahwa ajang pameran seperti ini sangat penting untuk memperkenalkan bunga anggrek kepada masyarakat.

“Masyarakat belum banyak yang mengetahui tentang banyaknya species anggrek yang sangat indah ini. Selain itu nantinya juga diharapkan agar mereka tertarik untuk melakukan budidaya tanaman langka ini”, ujar Mr.Naruto peserta yang belum bisa berbahasa Indonesia ini.

Beberapa pejabat lainnya seperti Pangdam, Kapolda, Danrem, Kapoltabes serta para Kepala Dinas juga turut larut dalam suasana keindahan bunga. Kendati tak ikut-ikutan mendekat dan menyentuh bunga, namun dari tatapan mereka terhadap bunga anggrek terpancar sinar kekaguman dan romantisme.

Bagi beberapa pejabat Sumsel yang beberapa hari terakhir ini nyaris dibuat stress gara-gara berurusan dengan KPK, nampaknya di hari ini semua itu bisa sirna. Setidaknya untuk sementara waktu ini, selama bunga anggrek itu belum layu.

Selamat ber-romantis-ria.

Mei 10, 2008 Ditulis oleh supriadi | Berita Aktual, news | | 1 Komentar

RAHMAD DARMAWAN MENGELUH SOAL SRIWIJAYA FC

Pelatih kesebelasan Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan yang telah berhasil menghantarkan klub asal Palembang mengeluhkan kondisi para pengurus klub tersebut yang kini jauh berbeda dengan satu tahun silam saat klub ini berjuang untuk merebut kemenangan.

Rahmad Darmawan dan nyRahmad Darmawan semangat
“Sekarang atmosfirnya sudah berbeda. Kalau dulu pengurus menggebu-gebu mau jadi juara, sekarang sudah kendor.Mungkin lebih fokus pada Pilkada”, ujar Rahmad saat dijumpai di sebuah Hotel di Palembang.
Karena kondisi yang demikian RD, demikian biasa ia disapa, mengaku sangat khawatir dengan kondisi SFC ke depan akan seperti apa. RD juga mengakui jika mempertahankan juara itu lebih berat dari pada merebutnya.
“Sekali lagi saya sangat khawatir”, ujar Rahmad menegaskan. Kalau dulu, apapun yang kita minta pasti pengurus akan segera mengabulkannya. Tapi sekarang sungguh jauh berbeda, tambahnya.
Senada dengan pengakuan Rahmad Darmawan sang pelatih SFC, beberapa pengamat sepak bola di Sumsel juga sudah tahu dan melihat kondisi SFC yang sesungguhnya saat ini. Bahkan mereka sudah memprediksi jika SFC akan sulit untuk memenangi setiap laga demi laga agar bisa menjuarai Liga Super yang akan digelar mulai Mei tahun ini. Hal ini disebabkan kinerja pengurus SFC yang kurang serius dan tidak menggebu-gebu lagi.
“Wajar saja yang dikhawatirkan RD tersebut karena ia sudah melihat jika kondisi para pengurusnya saat ini lebih terfokus pada urusan lain, seperti urusan Pilkada”, ujar Wahidin, seorang pengamat SFC dari Palembang.
Wahidin menambah kan, jika kondisi seperti ini terus berlanjut maka sejarah kemenangan SFC yang bisa meraih Double Winner mungkin cuma akan terjadi satu kali saja. Tahun ini SFC nampak kurang darah, tak bertenaga lagi.
Sementara itu seorang penggemar SFC di Palem bang mengaku sangat prihatin dengan kondisi ril klub sepak bola kesayangan nya itu. Bahkan ia mengaku sangat kecewa dengan pengurus SFC yang seperti mulai mentelantarkan.
“Justru kemanangan SFC telah dijadikan modal untuk mencari dukungan dalam Pilkada. Tapi mengapa kini SFC diabaikan?”, ujar Sarwan warga Perumnas balik bertanya.
Ekploitasi kemenangan SFC dalam dua even sepak bola nasional telah banyak dimanfaatkan untuk komoditas politik Syahrial Oesman dalam mencari dukungan menjalang Pilkada bulan September mendatang. Mulai acara arak-arakan keliling kota dan keliling sumsel yang berhari-hari, acara poto bareng piala terus-menerus, hingga pembuatan stiker, apanduk dan baliho Syahrial Oesman dengan tema kemenangan SFC. Bahkan kini panggilan baru bagi Syahrial Oesman sebagai Pak Double Winner sudah melekat dalam telinga kita sehari-hari di masyarakat Sumsel.
Namun kini kondisi sebenarnya SFC sangat memprihatinkan. Keluhan Rahmad Darmawan adalah fakta yang tak terbantahkan. Jika hal ini terbukti dan prestasi SFC jatuh, maka pamor Syahrial Oesman yang mengagung-agungkan Double Winner dengan sendirinya akan memudar. Bahkan penilaian jika prestasi SFC tersebut adalah prestasi semu bukanlah suatu penilaian yang berlebihan. Memang benar kok.

Mei 9, 2008 Ditulis oleh supriadi | Berita Aktual, Olah Raga, Peristiwa | | & Komentar

Jangan Ada Yang Coba-Coba Memaksa Rakyat Untuk Memilih Siapa dan Siapa

Pidato Eddy Yusuf

Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel tidak beberapa bulan lagi. Suhu politik dan berbagai tindakan intimidasi mulai meningkat. Tak sedikit masyarakat dibuat untuk takut berbeda pilihan. Aksi-aksi perusakan gambar, baliho dan intimidasi kepada rakyat kerap kali dilakukan oleh mereka yang berusaha menarik dukungan massa untuk memenangkan jagoannya, namun justru bisa berakibat merugikan orang yang didukungnya.

Untuk itu kita harus mengawal agar Pemilihan Gubernur benar-benar menjadi hak rakyat yang tidak boleh dihalang-halangi oleh siapapun. Rakyat jangan dibiarkan merasa takut. “Jika ada rakyat yang takut untuk memilih, partai Golkar harus siap mem-bac up rakyat”.

Hal ini sebagaimana ditegaskan calon Wakil Gubernur dari Partai Golkar H. Eddy Yusuf, SH,MM saat memberikan sambutan dalam acara Silaturahmi dengan warga Desa Bungin, kecamatan Pangkalan Lampam kabupaten OKI, sekaligus acara pelantikan Cabang Ormas MKGR dan Pengurus Adat Palembang wilayah setempat.

Eddy menekankan agar jangan ada yang coba-coba memaksa rakyat untuk memilih siapa dan siapa.

Kepada segenap perangkat MKGR yang ia pimpin, Eddy Yusuf berpesan agar dalam melakukan setiap aktivitasnya senantiasa kembali ke azas organisasi yaitu musyawarah dan gotong royong. Eddy menilai saat ini nilai-nilai gotong royong sudah luntur dalam masyarakat. Semua sudah diukur dengan dui, ujar Bupati OKU tersebut.

Selain itu Eddy juga mengingatkan agar dalam berpolitik praktis MKGR yang merupakan organisasi yang melahirkan Partai Golkar, aspirasinya memperjuangkan Golkar. Apa yang diputuskan oleh Golkar kita harus mendukungnya.

“Jangan memilih hanya karena Sir-siran”, tambah Eddy disambut tepuk tangan meriah dari sekitar 6000 warga yang hadir memadati lapangan.

Alex-Eddy

Selain mengusung Alex Noerdin dan Eddy Yusuf sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Partai Golkar juga akan mendukung Ishak Mekki kembali menjadi calon Bupati OKI.

Kepada Masyarakat Adat Palembang yang ikut dilantik, Bupati OKU tersebut juga meminta untuk tetap menegakkan budaya yang Islami disini. Selain itu harus bersikap konsisten, konsekwen. “Kita tidak boleh keluar dari ciri khas budaya kita yang bernafaskan Islam”, ungkap Eddy berapi-api.

Eddy Yusuf meminta kepada seluruh anggota MKGR dan masyarakat adat untuk kembali harus berpijak pada kesusahan rakyat. Jangan jadi parasit, jangan sekali-kali selalu mengajukan proposal pada pemerintah.

“Berbuatlah untuk membantu kesusahan rakyat”, tambahnya.

Eddy Yusuf menjelaskan, ia dan Alex Noerdin adalah sama-sama Bupati. Ia rela meninggalkkan jabatan Bupati OKU untuk jabatan Wakil Gubernur ini semata-mata karena ingin berbuat untuk rakyat. Ia juga mau mendampingi Alex Noerdin karena ia nilai program Alex memang benar-benar untuk membantu rakyat.

“Pendidikan dan kesehatan gratis sudah sejak lama diterapkan di Muba. Jika pendidikan dan kesehatan gratis diterapkan di Sumsel maka setidaknya separuh kesusahan rakyat bisa teratasi. Karena pendidikan dan kesehatan adalah beban terberat yang dirasakan masyarakat selama ini”, ujar Eddy disambut gemuruh teriakan Hidup Edyy !

Untuk itu dalam menghadapi Pilgub mendatang Eddy Yusuf berpesan bahwa Beda pendapat adalah halal, yang haram adalah perpecahan. Ia juga meminta agar masyarakat senantiasa mentaati himbauan pemerintah. Pilkada tidak usah dukungan dengan mulut, sebab jika pakai mulut akibatnya bisa bertengkar.

“Jika ibu-bapak mendukung saya yang harus dilakukan adalah pada harinya nanti datanglah ke TPS. Bukalah kertas suara dan cobloslah gambar saya persis dihidungnya. Setelah itu yang bertani kembali bertani, yang berdagang kembali berdagang, yang mengajar kembali mengajar, yang sekolah kembali sekolah. Tidak perlu ribut-ribut”.

Eddy Yusuf MKGREddy Yusuf - AdatWarga Hadir

Mei 8, 2008 Ditulis oleh supriadi | Berita Aktual, Pilkada 2008 | | & Komentar

Dukungan Partai Merdeka Diperebutkan Calon Bupati Empat Lawang

Keberadaan partai gurem menjelang pemilihan kepala daerah ini memang bisa tiba-tiba menjadi sangat penting dan dibutuhkan. Bahkan tidak sedikit pihak yang memperebutkannya.

Hal seperti ini sebagaimana yang terjadi di kabupaten Empat Lawang, sebuah kabupaten baru hasil pemekaran dari kabupaten Lahat, menjelang pemilihan Bupati yang akan berlangsung beberapa bulan lagi. Partai gurem yang menjadi rebutan adalah Partai Merdeka, partai yang tidak mempunyai wakil di DPRD setempat karena suara yang diperolehnya belum mencukupi satu kursi.

Di hari-hari biasa partai ini jarang sekali disebut-sebut. Bahkan banyak warga yang belum tahu jika partai ini pernah ikut dalam Pemilu yang lalu.

Kini tiba-tiba partai ini jadi demikian penting dan sangat menentukan. Setidaknya bagi bakal calon Bupati yang akan mencalonkan diri karena harus mampu memperoleh kuota minimal didukung oleh partai sejumlah 15 persen suara.

Jauhari Hora

Ir.Jauhari Hora adalah bakal calon Bupati Empat Lawang yang kini sangat memerlukan dukungan partai tersebut.

Awalnya Jauhari sama sekali tidak menyangka jika Partai Merdeka Kabupaten Empat Lawang bersikap seperti ini. Tiba-tiba partai tersebut justru diambil oleh calon lain untuk syarat dukungan saat mendaptar di KPU setempat. Padahal rekomendasi dari Dewan Pimpinan Nasional Partai Merdeka di Jakarta sudah menetapkan Jauhari Hora berpasangan dengan KH Abdullah Makky sebagai calonnya.

DPD Partai Merdeka kabupaten Empat Lawang tiba-tiba memberi dukungan kepada calon lain, yaitu Rusman-Fahrurozi. Oleh karena itu DPN Partai Merdeka sudah melayangkan surat ke KPU daerah yang isinya menyatakan jika pencalonan Rusman-Fahrurozi adalah tidak sah dengan alasan pemberian dukungan itu dilakukan olehAndi Sutanto yang bukan Ketua DPD. Sedangkan dukungan dari partai Merdeka hanya diberikan kepada Jauhari Hora yang berpasangan dengan KH.Abdullah Makky.

Dengan dimasukkannya Partai Merdeka ke barisan pendukung Rusman-Fahrurozi dipastikan Jauhari-Abdullah Maky akan kekurangan suara untuk mencapai 15 persen. Untuk itu ia bersikeras agar KPU membatalkan pencalonan Rusman_Fahrurozi jika tetap membawa dukungan dari partai Merdeka.

Jauhari sendiri selama ini mengaku sudah mengantongi sekitar 16 persen dukungan yang berasal dari PKP, PSI, PKPB, PPNUI, PBSD, PPDI, PIB dan Partai Merdeka.

“Saya tetap menyatakan akan ikut tampil dalam pencalonan ini. Sebab sebagai salah saatu pejuang pemekaran saya merasa bertanggung jawab untuk menghantarkan dan menancapkan fondasi kerangka pembangunan kabupaten Empat lawang”, ujar Jauhari kepada Wartawan di Palembang. Pilkada berikutnya saya tak akan ikut pencalonan lagi, tambahnya.

Jauhari juga menjelaskan jika salah satu dasar yang mendorong dirinya untuk berani tampil dalam Pilkada Empat Lawang adalah hasil polling PKS yang menempatkan dirinya diurutan paling atas. Sedangkan Abdul Shobur, Antoni dan Yulizar Dinoto berada dibawahnya.

Jauhari memiliki Visi Misi yang sederhana dan senantiasa mendahulukan kepentingan masyarakat dari pada kepentingan pribadinya.

Lebih jauh Jauhari mengatakan, saat ini masyarakat Empat Lawang sudah sangat butuh perubahan. Yang paling utama adalah bagaimana membangun kabupaten Empat Lawang agar segera menjadi kabupaten yang sejajar dengan kabupaten lainnya.

Jauhari yang juga Ketua Forum Perjuangan Pemekaran di Jakarta menjelaskan jika sjauh sebelum kabupaten ini berdiri, ia sudah menurunkan Tim Investigasi untuk survey di kabupaten itu. Hasilnya sebagaimana termuat dalam Buku Panduan Program Pembangunan Kabupaten Empat Lawang setebal 300 halaman.

“Dalam buku tersebut, seperti tertulis di halaman akhir, dikatakan bahwa jika Kabupaten Lahat tidak menyetujui pemekaran maka mereka harus berjuang sendiri untuk memisahkan diri dan membangun sendiri”, ujarnya.

Jika Bupati Lahat tahu isi buku tersebut maka ia tak perlu susah lagi untuk membangun Empat Lawang waktu itu, semuanya sudah terangkum, ujarnya mengakhiri pembicaraannya dengan Wartawan.

Mei 8, 2008 Ditulis oleh supriadi | Pilkada 2008, news | | Tidak ada Komentar

Sebelum KPK Datang Dokumen Sudah Disembunyikan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) benar-benar melakukan usaha habis-habisan untuk mengungkap kasus seputar pengalihan status hutan Mangrove di Sumatera Selatan. Jika hari senin KPK melakukan penggeledahan di Dinas PU Bina Marga Sumsel dan Kantor PT Chandratex Indoartha, hari selasa-nya langsung menggeledah Kantor Badan Otorita Pelabuhan Tanjung Api-api dan Kantor Dinas Kehutanan Sumsel, maka hari rabu kemarin KPK langsung menggeledah Ruang Kerja Gubernur Sumsel dari siang hingga malam hari. Tidak itu saja, ketika Tim KPK melakukan penggeledahan di ruang kerja Gubernur, Tim KPK lainnya justru melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur Syahrial Oesman bertempat di Gedung Tipikor Polda Sumsel.

Di hari pertama kegiatan penggeledahan di Dinas PU Bina Marga dan kantor PT Chandratex Indoartha nampaknya Tim KPK banyak menemukan dokumen arsip yang dicari. Hal ini disebabkan karena kemunculan Tim KPK tersebut sama sekali tak diduga dan sangat tiba-tiba. Akibatnya pihak tuan rumah tak sempat lagi menyembunyikan dokumen-dokumen tersebut. KPK sangat leluasa dan mudah mendapatkan apa yang mereka cari disana.

Hanya saja kegiatan penggeledahan hari kedua dan ketiga diyakini jika Tim KPK tidak akan mendapatkan dokumen bukti-bukti yang terkait kasus Tanjung Api-api tersebut. Hal ini disebabkan di tempat-tempat yang akan dilakukan penggeledahan oleh KPK itu telah lebih dahulu dilakukan pemindahan arsip-arsip dan dokumen yang terkait kasus Tanjung Api-api ke tempat lain agar tidak ditemukan KPK.

Rabu pagi kemarin, sebelum Tim KPK datang beberapa PNS Pemprop sibuk memindahkan dokumen-dokumen ke tempat lain yang dirasa aman dari incaran KPK. Sekurang-kurangnya ada dua kardus besar yang bersisi dokumen arrsip dikeluarkan dari ruang kerja Gubernur dan dipindahkan entah kemana. Menurut seorang saksi mata yang juga PNS di Pemprop Sumsel, pemindahan dokumen yang diduga bukti terkait kasus Tanjung Api-api itu untuk mengantisipasi jika KPK nekad melakukan penggeledahan di kantor Gubernur. Sumber mengaku tidak tahu dibawa kemana dokumen-dokumen tersebut disembunyikannya.

”Dak tahu dibawa keruangan mana itu pak, sebab dilingkungan Pemprop Sumsel ini banyak ruangan. Tapi bisa juga dibawa keluar biar jauh lebih aman”, ujar sumber yang meminta untuk tidak disebutkan identitasnya ini.

Upaya mengamankan dokumen seputar Tanjung Api-api juga dilakukan pihak Kantor UPTD-PU, yang selama ini menjadi penggerak utama setiap kegiatan proyek-proyek Tanjung Api-api.  Kantornya terletak berseberangan kantor ranting PLN Seberang Ulu di kelurahan 7 Ulu Palembang.

Dokumen-dokumen yang berkaitan dengan kasus tersebut dengan cepat diamankan jauh keluar kantor tersebut. Menurut seorang sumber yang sangat layak dipercaya menjelaskan jika dokumen-dokumen yang jumlahnya sangat banyak itu disembunyikan dirumah seorang staf Kepala UPTD yang terletak di perumahan Jakabaring.

”Disembunyikannya di rumah ajudannya itulah pak”, ujar sumber menegaskan.

Usaha menyembunyikan dokumen tersebut adalah untuk mengantisipasi jika pada hari Kamis ini KPK kembali melakukan penggeledahan ke tempat lain, dan kantor Pimpro itulah yang paling mungkin jadi target operasi Tim KPK tersebut.

Karena upaya dini yang dilakukan para pelaku yang bertanggung jawab atas kasus Tanjung Api-api ini dengan cara memindahkan domuken dan menyembunyikannya rapat-rapat sebelum tim KPK datang menggeledah, menyebabkan beberapa anggota KPK nampak sangat pening dan gelisah. Mereka tak menemukan apapun yang dicari dalam dua hari kemarin. Sedangkan tindakan sterilisasi ruangan sebelum digeledah sama sekali tak memberi kontribusi apa-apa bagi kesuksesan upaya mereka. Sebab sebelum Tim KPK datang, pihak tuan rumah sudah lebih dahulu menyembunyikannya.

Gubernur Diperiksa KPK

Ketika Salah satu TIM KPK menggeledah ruang kerjanya, Tim KPK lainnya melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur Syahrial Oesman di ruang Tipikor Polda Sumsel. Syahrial datang bersama pengacarannya. Sementara itu diruangan lainnya KPK juga memeriksa kontraktor Chandra Antonio, rekanan kroni Syahrial, terkait kasus yang sama. Keduanya diperiksa KPK secara maraton hingga malam hari.

Yang agak mengherankan dari kasus yang ditangani KPK ini adalah kendati Syahrial berstatus Saksi namun ruangan kerjanya justru digeledah. Biasanya yang digeledah itu rumah atau ruangan milik tersangka, sedangkan kepada saksi biasanya cukup meminta saja dokumen yang diperlukan.

Salah seorang Wartawan, Sulaini, yang pada rabu sore berada di kantor Gubernur dan menyaksikan sendiri kegiatan KPK yang super sibuk mengatakan bahwa ini merupakan sejarah baru dalam hukum kita, ruangan kerja saksi digeledah seperti menggeledah ruangan tersangka.

”Kalau saksi kan cukup ditanya dan diminta saja, bukan digeledah secara paksa. Jangan-jangan Syahrial sudah jadi tersangka atau akan segera jadi tersangka”, ujar sumber tersebut.

Hari kamis ini KPK juga nampaknya masih akan melakukan usaha pencarian data untuk melengkapi kasus yang sedang disidiknya. Tak diperoleh informasi kantor apa yang akan jadi target penggeledahannya hari ini. Namun jika KPK tetap melakukan penggeledahan hari ini maka dipastikan tak akan mendapatkan hasil apa-apa alias nihil. Hal ini disebabkan karena semua data dan dokumen yang mereka cari sudah disembunyikan.

Mei 8, 2008 Ditulis oleh supriadi | Berita Aktual, Kasus & Proyek | | & Komentar